Sori Sketchy agak tertunda updatenya! Habis internet ngajak berantem. Mana udah mulai sekolah lagi! Dan Sketchy lagi punya proyek doujin! Judulnya TCIAW: The City Is At War, story by Emelethaine, art by Sketchymudkipz. Baca dong, di SmackJeeves.
Yak, langsung aja:
Warning: Child abuse, some uncensored words (MAYBE), international conflict. Kalau ke sini cuma buat nge-flame, just fuck off shit somewhere else and never come back.
Rated: T
Disclaimers: HPH~
Wasn't Mean To
Chapter 9⎯Incomplete
America mengerang.
Semalam, padahal ia yang seharusnya mengawasi Malaysia⎯padahal tadinya ia memihak Indonesia⎯mabuk-mabukan, sampai Hawaii dan Texas khawatir melihat 'papa'-nya menjadi seorang pemabuk. Seperti England saja, batin keduanya. America memegangi kepalanya, pusing gara-gara alkohol yang ia minum semalam.
"Wussup, dad! Hey, kok bisa tiba-tiba jadi kayak kek England sih, drunkard gitu?" sapa Texas, tangannya double-gun pose. Hawaii mengibas rambutnya. Khawatir atau tidak, sikap Texas sama saja, pikirnya. "Iya daddy, jangan gitu dong. Kita takut kalau tiba-tiba daddy kehilangan kontrol aja."
"Alah, enggak bakal kok." America memijat dahinya. "It's just..."
Hawaii duduk di sofa, tepat di sebelah America. "Pasti gara-gara Brunei... kan?" Texas bergabung dengan mereka. "Atau gara-gara American Moslem berontak tuh?"
"Dua-duanya."
American Moslems adalah bak penghalang America dari segala macam yang berhubungan dengan mabuk-mabukan dan sejenisnya. Wajar saja America tiba-tiba minum-minuman alkohol semalam, para muslim America telah memberontak. Tampaknya Brunei telah mempengaruhi warga-warga islam di dunia.
Texas menepuk punggung America layaknya teman sebaya. Keras. "Cerita dong, dad."
America menghela napas. "Iya... Brunei sama Iran bikin aliansi... Dan para negara islam⎯" America mendengus menyebutkan kata tersebut, "⎯memihak mereka. Apalagi Afghanistan, antusias banget gitu. Mereka menyatakan perang kepada pihak Liberal. Mau balas dendam sama... aku. Dan Brunei masih ngira aku yang bunuh Indonesia."
Texas merengut, Hawaii menyisir rambutnya di antara jari-jarinya. America sekali lagi mengerang.
"Oi, gimana Lay, udah agak baikan?"
Malaysia menoleh, matanya melebar. Dua orang mendatanginya, lucunya, keduanya membawa binatang peliharaan mereka masing-masing. Kedua hewan tersebut tidak tampak senang, yang satu tampak... pissed off dan yang satu tampak... not amused.
"OZ! NZ!"
"Hehe, gimana tuh tangannya, mate?" OZ bro-fist dengan Malaysia. NZ mengacak-acak rambut Malaysia. Malaysia melirik tangannya yang diperban. Ia sendiri merinding melihatnya, mengingat apa yang terjadi dengan tangannya, tapi langsung menatap keduanya lagi.
"Udah baikan sedikit lah," Malaysia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Untung ada England sama America tuh, jadi gue gak sepenuhnya di-claim Russia."
NZ memain-mainkan bulu dombanya. "Kita punya masalah lagi lho." Malaysia menaikkan alisnya. "Bukan cuma Russia doang yang bikin masalah, Brunei juga ngeyel. Dia masih ngira America yang bunuh Indonesia... jadi mau bales dendam."
Malaysia menyender di kursinya, menghela napas. "Mana Singapore?"
OZ mengangkat bahu. "Man, gue gak tahu lah. Bukannya dari tadi dia sama lo, mate? Lo sendiri, Kat?"
"Nggak tuh. Paling lagi main Wii atau semacemnya itu."
"Gimana sih, seharusnya kan lo ngawasin ally-lo."
"Lo sendiri nggak."
Malaysia diam saja memperhatikan adu mulut kedua kakak beradik tersebut. Dalam hati, ia sebenarnya mengkhawatirkan Singapore.
"South! South! Kamu nggak apa-apa kan?"
Taiwan memegangi tangan kiri South Korea. South Korea sangat senang keluarga-nya⎯kecuali kedua aniki-nya, tentu saja⎯datang menjenguk. Atau itu gara-gara England memaksa Hong Kong mengajak mereka datang menjenguk? South Korea tidak peduli, ia hanya tertawa.
"Hahaha, Taiwan, gak usah lebay gitu, da ze! Besok udah bisa pulang kok!" South Korea tersenyum. Ia melirik England, matanya menunjukkan terimakasih. England telah membantunya membangun Seoul lagi, South Korea tentunya sangat senang karenanya.
"Dan, Japan! Kok tiba-tiba jenguk gitu sih, da ze? Biasanya ogah-ogahan."
"Dan membiarkan adikku tinggal di rumah sakit gara-gara nuklir? Tidak akan, South Korea."
Sejenak kamar rumah sakit tersebut sunyi. South Korea, yang tidak biasa dengan kesunyian, membasahi tenggorokannya lagi.
"Jadi... kalian gimana...? Taiwan, kamu ngemihak Aniki ya... da ze?"
Taiwan tersenyum. "Nggak kok, South. Aku nggak mau ikut-ikutan. Aku, dan Hong Kong akan tetap netral. Kalau Japan..." Taiwan melirik Japan. Japan membalas lirikannya. "Masih belom kasih tau. Japan, kamu gimana nih?" Tanyanya. Japan menggeleng.
"Aku tidak tahu... Tapi sepertinya aku akan tetap netral. Aku... bingung."
Taiwan mengangkat bahunya. Hong Kong sendiri duduk di dekat England, tidak bersuara sama sekali dari tadi, terlihat berbisik dengan England. Lagi-lagi ruangan tersebut menjadi sunyi.
"Su-san! Su-san!" Finland keluar dari kamarnya. Di ruang keluarga, hampir seluruh anggota Nordics berkumpul. Finland tidak mengira bahwa mereka datang ke rumahnya⎯kecuali Sweden, tentunya⎯mungkin ia tidak mendengar mereka.
"Finland! Waktu yang tepat. Ayo sini." Denmark menyapa. Finland menurut saja.
"Ada apa?" Finland duduk dengan yang lainnya, di sebelah Sweden. Greenland langsung menjawab. "Begini... kita rencana mau ngebebasin para nation yang akan di-abuse Russia, dan pada waktu yang sama, tetap netral," Greenland menghela napas. "Masalahnya, nggak semua Nordics ada di sini."
"Ice, dia emang udah dibawa Russia. Dan Faroe... Aku nggak tahu dia di mana." lanjut Norway. Finland mendesah.
"Baru saja aku mau menyampaikan hal serupa... Åland dan Sealand... mereka diculik Russia."
TBC~
Whoa... para komunis mulai mendominasi dunia nih! Pada ilang semua... Russia kok nyulik mereka. ADUH, kenapa jadi Russia sih yang jahat? Padahal dia kan salah satu favorit Sketchy. Dan padahal bukan dia yang mulai WWIII, kok ikut campur aja sih? Mungkin karena konsep 'one with mommy Russki'-nya kali.
Oh ya, Åland Islands Sketchy include, soalnya dia itu personal OC-nya Sketchy. Dia itu... kayak 'kakak'-nya Sealand, habis itu adek biologis-nya Sweden. Kadang-kadang suka dijutekin Sweden karena Finland malah lebih suka Åland. Sifatnya... kayak childish gitu, tapi kalem. Oh ya, bicara dengan konsep 'orang ketiga'. Faroe Islands mendingan cewe/cowo? Jawab ya pleaaase. Gitu aja. Balesan review:
Haefalent-san! Maaf banget review chapter 8-nya gak dibales! Langsung aja; Sketchy gak tahu ya kenapa... dan fic ini gak keren gitu kok... Hehe makasih. Brunei, iya dong! Dia malah jadi salah satu negara dengan army terkuat di dunia! (Gara gara Indonesia... Dan ya Sketchy jadi kepengen ngepair BruneiIndo. Itu pair udah dari dulu atau gara2 baca fic ini? lol)
Chiarii-chan, uwah, makasih banyak buat semua review-nya~ WAH Brunei mau ditonjok? Jangaaan! Indonesia nggak relaaa! (Hahahaha.)
Tempe Goreng yang enak, Sketchy suka banget username sama sama profile-nya! Dan iya deh tanya, kenapa baru baca? (Fic ini gak bagus-bagus amat sih...) Indonesia, yang bunuh, Brunei sih curiga AMERICA-SAN WAHAHAHA. Tapi belom tentu~
Ayano Ezakiya-san, iya kasian ya Neddy. Tentu aja Nesia idup lagi. /abaikan. Nesia di sini cewe, jadi kalau ngeharap cowo, sori banget...
And lastly, THANK YOU SO MUCH EVERYONE~!
