DISCLAIMER ALL CHARA BELONG TO MASASHI KISHIMOTO

Genre : Romance/Drama/Angst/Tragedy

Warn : Typo(s), OOC, Antagonis Sasuke (don't liket it? Click back)

Pair : Saso X Saku/One sided Sasu X Saku

.

Long time ago, there's a clown who's in love with the princess. But the princess already engaged with the prince. Then, the prince try to separated

the clown from the princess. What will happen?

Can their love destined to be together?

By Riku18

xxx

Hidden Feeling Behind The Mask

Chapter 10

(I want To Know Your True Feeling)

.

.

Esoknya Mikoto datang bertamu ke kediaman Sakura kembali. Wanita itu mengajak Sakura untuk mengambil pesanan gaun pengantin di salah satu toko baju langganan keluarga mereka di pusat kota. Jujur Sakura merasa malas tapi dia tidak punya pilihan. Selain itu dia juga tidak tega kalau sampai menolak Mikoto yang begitu baik. Terkadang Sakura merasa heran melihat Mikoto yang sangat jauh berbeda dari sifat Sasuke yang dingin dan angkuh.

Sesampainya di depan toko tersebut, Mikoto dengan semangat bergegas turun. Sakura hanya menggeleng melihat kelakuan wanita yang masih mirip anak kecil itu. Wanita itu merangkul lengan Sakura dan keduanya masuk ke dalam toko tersebut.

Di dalam Sakura dapat melihat banyak sekali gaun yang cantik dan indah. Dapat ditebak harga gaun-gaun itu tidaklah murah. Sakura tidak bisa membayangkan dirinya akan segera menjadi pengantin. Rasanya dia seperti sedang bermimpi, mimpi buruk kalau mengingat laki-laki yang akan dinikahinya. Tidak, dia sama sekali tidak membenci Sasuke. Hanya saja sikap pemuda itu yang membuatnya tidak tahan dan menjadi tidak menyukainya. Sasuke terlalu angkuh bagi dirinya, sementara dia berharap untuk mendapat laki-laki yang bisa bersikap baik padanya dan dapat memberikannya kenyamanan, bukan pemuda yang selalu menyakitinya.

"Sakura coba lihat ini!" jeritan Mikoto membuayarkan semua pikirannya barusan.

Sekarang Sakura melihat wanita itu sudah memegang sebuah gaun putih. Gaun putih yang memiliki ukuran dada yang tak terlalu rendah namun cukup terbuka. Gaun itu juga memiliki lengan yang panjangnya sampai pada siku mungil Sakura dan dari bagian lengan atas sampai sampai sikunya, kain dari gaun itu terbuat dari kain tipis dan disulam dengan gambar bunga krisan. Rok pada gaun itu mengembang, menjuntai sampai mata kaki. Pada bagian renda baju itu terdapat manik-manik yang sepertinya terbuat dari batu permata. Desain sederhana namun tetap memiliki kesan glamor.

"Aku langsung memesan gaun ini saat Sasuke bilang dia ingin segera menikah denganmu. Bagaimana? Apa kau suka?" tanya wanita itu sedikit khawatir kalau Sakura tidak menyukai pilihannya.

"Aku menyukainya. Ini sangat bagus... " balas Sakura dengan seulas senyum tipis. Baginya gaun seperti apapun dia tidak masalah karena sebenarnya dia sama sekali tidak peduli.

Pada akhirnya Mikoto jadi sibuk sendiri. Dia masih ingin melihat gaun-gaun lainnya. Sementara Sakura diam-diam memilih untuk menjaga jarak dari Mikoto. Sakura menatap ke arah luar jendela toko di mana dia bisa melihat tenda sirkus itu berdiri, tapi pandangannya teralihkan saat dia melihat beberapa orang berlari dengan tergesa. Samar-samar Sakura mendengar kalau ada seorang kecil yang menaiki pohon besar yang ada di pinggir kota. Penasaran, Sakura akhirnya memutuskan untuk keluar dari dalam toko tersebut, tidak peduli saat itu Mikoto sedang memanggil-manggil namanya.

"Maaf, tapi apa yang terjadi?" tanya Sakura pada seseorang yang lewat. Kelihatannya orang itu juga ingin pergi ke tempat kejadian.

"Ada seorang anak kecil memanjat pohon Sakura yang ada di pinggir kota dan sekarang orang-orang sedang menyuruhnya untuk turun," jawab orang tersebut yang kemudian kembali berlari menuju tempat tersebut. Sakura kemudian berjalan menuju pohon sakura itu berada untuk ikut melihatnya.

ooo

Begitu sampai di sana Sakura bisa melihat ada seorang anak laki-laki yang kira-kira berusia 10 tahun sedang duduk pada dahan besar pohon tersebut. Sementara orang-orang meneriaki bocah laki-laki itu dengan panik, khawatir bocah itu akan terjatuh. Di sisi lain Sakura dapat melihat kalau clown itu sedang berusaha naik ke atas untuk menurunkan anak laki-laki tersebut.

"Kumohon cepat tolong dia," kata seorang wanita berambut hitam yang sedang menatap anak laki-laki itu dengan tatapan cemas. Bisa dipastikan kalau wanita itu merupakan ibu dari anak tersebut. Sementara sang clown terlihat sedang berusaha keras untuk bisa sampai pada dahan tinggi tersebut.

'Hati-hati,' ucap Sakura dalam hati dengan perasaan tegang.

Sedikit demi sedikit akhirnya clown itu berhasil mencapai dahan di mana anak itu sedang berdiri di atasnya sambil bermain-main, tanpa menyadari bahaya yang bisa saja mengancamnya. Clown itu kini berjalan di atas dahan tersebut, berusaha menghampiri anak kecil itu. Lebar dahan itu semakin mengecil pada ujungnya membuat sang clown terpaksa harus berhenti di tengah-tengah. Kalau dia memaksakan untuk terus maju, dia khawatir dahan itu akan patah.

"Inori, ayo kita turun," katanya memanggil anak itu sambil mengulurkan tangannya, membujuk anak yang bernama Inori itu untuk turun.

"Lihat, lihat! Aku juga bisa melakukan akrobatik sepertimu juga!" balas Inori riang sambil memperlihatkan gerakan kepala di bawah dan kaki di atas.

Melihat tindakan yang dilakukan oleh anak itu membuat semua orang yang berada di bawahnya memekik. Semuanya takut kalau anak itu terjatuh dari atas sana. Pohon itu memang pohon yang besar dan tinggi dibanding pohon sakura lainnya yang ada di sekitar kota, sepadan dengan umurnya yang sudah ratusan tahun. Jatuh dari ketinggian sekitar lima meter bisa berakibat cukup fatal bagi anak laki-laki itu.

"Suatu hari nanti, aku ingin menjadi seorang pemain sirkus yang terkenal!" katanya dengan menggebu-gebu tanpa menyadari kalau perbuatannya itu membuat semua orang cemas.

"Iya, kau pasti bisa. Sekarang turun dulu, ya? Kau membuat ibumu cemas," balas sang clown sambil mengangguk dan kembali menyuruh anak itu untuk ikut turun dengannya.

"Baiklah!" jawab anak itu dengan mantap. Dengan satu lompatan anak itu berdiri kembali dalam posisi normal. Tapi sayang kedua kakinya tidak berpijak dengan mantap saat mendarat sehingga salah satu kakinya terpeleset.

"Dia akan jatuh! Cepat tangkap dia!" jerit orang-orang yang di bawah dengan panik saat melihat anak itu mau terjatuh.

"INORI!" ibu dari anak itu langsung menjerit ketakutan.

Grab!

Melihat anak itu sudah lepas dari tempatnya berpijak, clown itu segera berlari dengan cepat dan langsung menyambar tubuh anak itu. Keduanya sama-sama terjatuh dari ketinggian lima meter. Clown itu mendekap tubuh Inori dengan erat.

BLUGH!

Keduanya mendarat dengan keras di tanah, tapi untunglah Inori sama sekali tidak terluka karena dia mendarat di atas tubuh sang clown yang mendekapnya erat.

"Kau tidak apa-apa?" tanya clown itu untuk mengecek keadaan Inori.

"HUAAAAAAAA! Maafkan aku, huaaaaa!" anak laki-laki itu tiba-tiba saja menangis dengan kencang sambil meminta maaf.

"Jangan menangis," katanya sambil menepuk pelan kepala Inori agar terdiam dari tangisnya.

"Inori!" seorang wanita berlari cepat ke arah putranya dengan cepat dan langsung menggendongnya.

Anak itu segera memeluk ibunya dengan kuat sambil tetap menangis dan sang ibu mengelus lembut kepala anaknya. Sang clown segera berdiri dan menghampiri bocah laki-laki yang masih menangis itu. Dengan sedikit permainan sulap dari kartu dia berhasil membuat anak laki-laki itu berhenti menangis dan tertawa kembali.

"Terima kasih," ucap wanita itu kepada sang clown. Setelah itu dia bergegas membawa anak laki-lakinya pulang.

Orang-orang yang ada di sana langsung membubarkan diri dengan perasaan lega, karena pada kejadian itu tidak ada yang terluka. Keduanya berhasil selamat dari bahaya. Sementara Sakura masih menatap ke arah sang clown dari kejauhan. Sakura dapat melihat clown itu memegangi bahunya. Dia yakin kalau bahu dari clown itu pasti terluka. Membentur tanah dengan keras dari ketinggian seperti itu, rasanya pasti sakit. Perlahan-lahan Sakura mengikuti clown itu yang kembali ke tenda sirkus.

ooo

"Kalau sakit katakan saja, tidak usah ditahan," kata Sakura yang sudah berdiri di belakang sang clown membuat clown itu sedikit tersentak kaget.

"Aku tidak apa-apa, kok!" balasnya cepat sambil berbalik ke arah Sakura.

"Kau bohong. Aku tau kau pasti terluka dan kesakitan. Jatuh dari ketinggian seperti itu, tidak mungkin kalau tidak terluka," sambar Sakura yang yakin kalau clown itu sekarang sedang berbohong. Bersikap seolah-olah dia baik-baik saja meskipun sebenarnya dia sedang merasa sakit.

"Bohong? Aku sama sekali tidak bohong. Sungguh, aku baik-baik saja!" balas sang clown, ngotot mengatakan kalau dia memang tidak apa-apa.

"Sigh... Kau tahu, tidak ada salahnya untuk bersikap jujur sekali-kali. Tapi, ya sudahlah kalau kau memang tidak apa-apa." Sakura menghela napas melihat betapa keras kepalanya sang clown.

Sekarang Sakura menyadari kalau dibalik semua sikapnya ternyata clown itu menyembunyikan semua perasaannya dibalik topeng itu. Dia terlalu memaksakan dirinya sendiri di depan orang-orang. Mengetahui hal itu entah mengapa Sakura merasakan pedih di dalam hatinya. Dia ingin tahu apa saja yang dirasakan oleh clown itu tanpa topeng senyumnya yang selalu dia tunjukkan kepada banyak orang.

.

Sementara itu di Sunagakure Sasuke yang fokusnya terpecah menjadi dua malah dibuat semakin pusing dengan kedatangan seorang gadis berbaju biru yang memberikan foto-foto Sakura pada saat gadis itu memeluk clown sirkus tersebut kemarin.

"Kurang ajar!" desis pemuda itu sambil meremas foto-foto tersebut.

"Sepertinya gadismu kali ini tidak mudah ditaklukan. Aku berani taruhan kalau keduanya punya ikatan asmara yang kau tidak ketahui," cibir gadis itu seperti meremehkan Sasuke yang gagal untuk menaklukan Sakura.

"Jangan membuatku panas Mei! Akan kubuktikan siapapun tidak ada yang bisa melawanku!" balas Sasuke dengan setengah membentak gadis yang dipanggilnya dengan nama Mei.

Mei tidak membalas apa-apa, dia hanya menyeringai melihat Sasuke yang kelihatan begitu emosi. Tak berapa lama dia melihat pemuda itu seperti sedang menelepon seseorang.

"Kediaman Uchiha di sini," jawab seseorang yang mengangkat telepon panggilan dari Sasuke.

"Tayuya, ini aku Sasuke," balas Sasuke yang sudah dapat mengenali suara orang yang mengangkat teleponnya.

"Oh, tuan Sasuke. A-ada yang bisa dibantu?" Tayuya sedikit gelagapan saat mengetahui yang sedang meneleponnya adalah Sasuke sendiri.

"Tayuya, apa kau tahu orang-orang sirkus yang ada di kota?" tanya Sasuke langsung tanpa basa-basi.

"Ya, saya tahu," jawab Tayuya dengan cepat sambil mengangguk.

"Aku ingin kau melenyapkan orang-orang itu, semua tanpa terkecuali. Cepat lakukan jangan banyak bertanya karena ini perintah." Setelah memberi perintah, Sasuke segera mengakhiri panggilan.

"Wah, wah ternyata kau mengerikan juga." Mei kembali menyeringai sambil setengah menggoda Sasuke yang sedang memasang wajah kesal.

"Lihat saja. Semua orang yang menghalangiku akan kuhancurkan!" ucap Sasuke sambil mengepalkan tangannya di atas meja dengan sangat kuat.

Apa yang akan dilakukan Tayuya? Bagaimana dengan nasib para clown sirkus itu?

TBC...


A/N : Chapter ini kayaknya pendek amat? Tapi yah idenya mentok di bagian ini. Sasuke di sini kayaknya jadi sedikit psikopat(?), entahlah bisa dibilang psikopat apa bukan. Next chapter akan gw usahain lebih banyak dari ini.

Saran dan kritik diterima selama penyampaiannya baik dan sopan (gw gak suka mahkluk barbar). Kalo ada kesalahan dalam penulisan silahkan diralat dan akan gw usahain ke depannya gw benerin. Thx yang udah mau mampir baca.

.

.

"Enjoy it!".