Yak! Aku ga tau harus bilang apa. Tapi mungkin yang pertama

"MIANNE"

Bukannya aku lupa, tapi ga da kesempatan buat nulis, hikh! hikh! hikh!

Akhirnya, sembunyi-sembunyi dan dengan waktu yang mepet_hampir keserempet this chapter aku publis.

Buat Hanni, makasih atas dukungannya. Ni thor lanjut lagi.

Buat tweety airy, yah sebenarnya Donghae ga tau apa-apa. Dia itu benar-benar ikan yang suka main bola aja. (Mian, asal jawab)

Buat Sichul, Moga kita berdua lulus ya! Amiiin!

Pokoknya jangan pergi dan ditinggal coz banyak hal-hal yang belum terungkap. Keep Reading and Review, ya. Thanks !

.

.

.

Chapter 5

Butterfly

.

.

.

"Tidak, bu. Aku tidak ingin melakukannya. Ba…bagaimana jika keluarga Choi mengetahuinya. Aku…. Aku tidak mau," kata seorang namja yang tengah berada di ruang keluarganya.

"Umma tahu Heechullie. Tapi…. Umma mohon… pikirkanlah keadaan kakekmu. Keadaannya akan semakin buruk jika dia tidak melihat Jessica," kata sang umma.

"Ta…. Tapi kakek mungkin mengenaliku," kata Heechul lemas.

"Tidak jika kau memakai pakaian Jessica," kata sang umma. Mendengarnya Heechul semakin kalut, bagaimana jika kakek menyadarinya dan hal itu akan berujung pada semakin terpuruknya keadaan sang kakek.

"Umma, mohon. Kau sangat menyayangi kakekmu bukan?" ratap sang ibu.

Heechul hanya menarik nafas dalam dan mengangguk pelan.

"Umma, jangan sampai kakek mengetahuinya," kata Heechul pelan.

.

.

.

"Kakek!" seru sebuah suara. Seorang pria paruh baya tersenyum dan menatap pemuda yang ada dihadapannya.

"Yah! Lihatlah dirimu, nak. Kau semakin tampan saja," pujinya.

"Kakek tadi pagi kakek sudah mengatakannya," katanya lagi. "Sebenarnya apa yang membawa kakek datang kemari?" tanyanya.

"Aku malas jika harus membahasnya dirumah, Siwon-ah. Sebaiknya kita pergi jalan-jalan," kata sang kakek. Siwon hanya tersenyum dan menatap sekretarisnya yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.

"Yoona, tolong kau atur jadwalku siang ini," kata Siwon.

"Baik, Tuan Choi," kata Yoona. Dia segera bersiap namun Siwon memberikan tanda padanya agar dia tidak mengikutinya.

"Yoona, gads yang baik bukan?" tanya Kakek.

"Sudahlah, kek." Kata Siwon tersenyum.

"Kau masih belum bisa melupakannya bukan?" kata sang Kakek. Mendengarnya Siwon hanya tersenyum dan mengusap tengkuknya perlahan.

.

.

.

"Heechullie, kau akan berangkat bersama dengan Ryewook. Dia kan membantumu untuk bersiap-siap," kata Nyonya Kim.

"Umma, mengapa aku tidak bisa langsung memakai pakaian Jessica saja," kata Heechul malas.

"Yak! Jika Jessica tahu dia pasti akan kesal. Lagi pula ini hanya sementara waktu. Tubuh kalian memang kecil tapi ukuran kakimu dan lingkar badan kalian berbeda!" bentak Nyonya Kim.

"Umm, ne. Araseo," kata Heechul malas. Terdengar suara ketukan pintu. Sang umma pun membukakan pintu tersebut tampak seorang namja tengah berdiri di depan pintu rumah mereka.

"Selamat siang, ahjuma. Bisa saya bertemu dengan Jessica," katanya sembari tersenyum. Melihat senyum dari namja tersebut membuat Nyonya Kim marah dan menutup pintu.

"Ahjuma, apa yang terjadi. Buka pintunya!" kata namja tersebut. Mendengar suara teriakan seseorang dan ketukan pintu yang keras membawa Heechul ke depan. Dia melihat ummanya tengah terpuruk dilantai.

"Umma?" tanya Heechul saat melihat ummanya tersebut.

"Di… Dia datang…" isak sang umma. Mengerti apa yang dikatakan oleh sang umma, Heechul membantunya berdiri dan membuka pintu rumahnya lebar-lebar.

"Hyung! Aku ingin bertemu dengan Jessica," katanya tanpa basa basi. Heechul tersenyum kecut.

"Yak! Untuk apa kau bertemu dengan Jessica. Pergi kau!" usir Heechul.

"Hyung, sebenarnya apa yang terjadi. Aku hanya ingin bertemu dengan Jessica, please?" mohon Donghae.

"Yak! Sudah kukatakan keluar! Apa kau mau aku memanggilkan polisi untuk mengusirmu!" teriak Heechul membuat Donghae terkejut. Donghae menatap Nyonya Kim yang berdiri tidak jauh dari sana tengah menangis. Membuatnya kebingungan. Sebenarnya apa yang terjadi semenjak dia pergi.

"Baiklah, hyung. Aku permisi dulu," kata Donghae sedih.

Sepeninggal Donghae, Nyonya Kim segera berhambur memeluk putranya.

"Heechullie…. Dimana dongsaengmu kini…. Umma khawatir," isaknya.

"Tenanglah umma," bisik Heechul mencoba menenangkan ummanya.

.

Dua jam kemudian pintu kediaman keluarga Kim kembali diketuk. Heechul berdiri dan membukakan pintu rumahnya. Tampak seorang namja imut berdiri di depan pintu.

"Annyeong, hyung!" katanya girang sembari memeluk tubuh Heechul.

"Wookie! Kau sudah besar rupanya. Hyung, kangen sekali padamu," kata Heechul sembari memelukdongsaengnya erat.

"Hehehe, aku kan sudah 19 tahun hyung," kata Ryewook. Heechul tersenyum dan mempersilahkan Ryewook untuk masuk.

"Ahjuma!" panggil Wookei. Namun tidak ada sesiapa di dalam rumah tersebut. "Hyung kemana semua orang?" tanya Ryewook pada Heechul.

"Umma ada di rumah sakit, menemani kakek," jelasnya singkat.

"Mwo!? Kenapa tidak ada yang memberi tahu umma atau aku, hyung?" tanya Wookie.

"Kejadiannya begitu mendadak, Wookie. Hyung, butuh pertolonganmu," kata Heechul.

.

.

.

At restaurant

"Jadi, aku akan kembali bertemu dengan Jessica?" tanya Siwon tidak percaya. Matanya berbinar-binar penuh dengan harapan.

"Kau sangat senang bukan dengan kabar yang kakek bawa ini, Siwon-ah." Kata sang kakek sembari tersenyum. "Kakek dan Tuan Kim sudah merencanakannya sejak seminggu yang lalu. Kalian akan bertemu akhir pekan ini," kata Kakek Choi.

"Akhir pekan, kakek apa kau bercanda?" tanya Siwon masih tidak percaya.

"Tentu saja, mana mungkin kakek berbohong dan …." Kakek Choi berbisik sesuatu di telinga Siwon. Membuat wajah namja tersebut merona.

"Mwo?!" katanya masih tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

"Wae? Ambillah cuti. Kau terlalu lelah bekerja. Lagi pula sudah hampir tujuh tahun lamanya kalian tidak bertemu bukan? Ambillah liburan bersama dengannya," kata Kakek Choi.

"Tapi, bagaimana dengan appa?" tanya Siwon.

"Yak itu urusan kakek. Kau tidak usah khawatir," kata sang kakek meyakinkan.

"Gumawo, kek!" kata Siwon.

"Aigo, kau gembira sekali mendengarnya," kata sang kakek sembari terkekeh.

Usai makan siang bersama Siwon mengantar Kakeknya ke depan restaurant tersebut. Dia membungkukkan badannya dan sang kakek menepuk bahunya perlahan penuh rasa bangga.

"Hati-hati di jalan Paman Park!" kata Siwon pada supir kakeknya.

"Baik tuan muda," katanya.

"Kakek, pulang dulu. Udara dingin memang tidak baik untuk lelaki renta sepertiku," gerutunya. Mendengarnya Siwon hanya tersenyum. Mobil tersebut pun melaju, meninggalkan Siwon sendirian. Dia menatap sekelilingnya dan beberapa bituran salju yang kembali turun.

"Ommo, dinginnya," kata Siwon sembari berjalan kembali masuk ke dalam restaurant. Dia meninggalkan mantel dan syalnya di dalam.

Dia berjalan keluar dari restaurant tersebut namun sebuah bayangan membuatnya berhenti sejenak. Dia menatap sesosok yeoja yang dulu pernah ditemuinya di hari bersalju. Dia melihatnya tengah memeluk seorang namja imut yang ada di hadapannya.

"Oh, God!" kata Siwon. Dia menatap keduanya untuk beberapa saat dan saat dilihatnya yeoja tersebut melepaskan pelukannya dia pun melangkahkan kakinya perlahan mengikuti yeoja tersebut. Dia tersenyum saat menatap yeoja yang tengah menatapnya itu. Matanya bulat sempurna, namun ada sedikit kesedihan di dalamnya.

"Who are you?" gumam Siwon. Yeoja itu menatapnya dan berbalik entah kemana.

.

Di luar restaurant.

"Dingin sekali," kata Heechul sembari menaikkan syalnya. Ryewoo yang ada di belakangnya hanya tersenyum.

"Hyung, mau kupeluk," kata Ryewook menawarkan bantuan.

"Hmmm," kata Heechul sembari memeluk Wookie. "Kau hangat sekali. Aku sungguh berterima kasih padamu, Wookie!" kata Heechul sedikit serak.

"Iya, hyung. Sudahlah jangan menangis lagi," hibur Wookie. Mendengar perkataan Ryewook, Heechul melepas pelukannya.

"Yak! Apa maksudmu dengan menangis. Aku tidak menangis, kok!" kata Heechul. Dia merasa sedikit takut jika harus mengungkapkan perasaannya sekarang.

Perasaan yang aneh, semuanya berada di luar kontrolnya. Terlalu banyak masalah yang datang dan memukul telak dirinya, dimulai dari Jessica yang hamil dan meninggalkan rumah, keadaan kakek yang memburuk dan demi kakeknya dia akan menjadi Jessica.

Dia pun melangkahkan kakinya, dia berjalan menuju sebuah mall. Namun langkahnya terhenti saat dia merasakan bahwa seseorang tengah mengikutinya. Diam menatap aneh namja tersebut. Dia memiringkan kepalanya mencoba melihat apakah namja tersebut melihatnya. Sepertinya namja tersebut mengatakan sesuatu, pikir Heechul.

Gemas melihat kelakuan hyungnya, Ryewook pun memeluk Heechul.

"Yak! Apa yang kau lakukan?" kata Heechul.

"Ayolah, kajja kita segera ke mall dan membeli kebutuhanmu, noona," goda Wookie.

"Aish! Benar apa yang kau katakana. Kajja!" ajak Heechul tidak memperdulikan tatapan aneh dari namja yang melihatnya itu.

.

.

.

At restaurant

"Kemana dia?" tanya Siwon. Karena rasa ingin tahunya yang tinggi, dia pun mengikuti yeoja tersebut. Mereka berdua masuk ke dalam mall dan langsung memilih-milih pakaian.

Siwon hanya melihatnya dari kejauhan, dia terlalu takut untuk melihatnya dari arah dekat. Dia tersenyum dan terkekegh sendirian melihat bagaimana yeoja tersebut mengenakan pakaian miliknya.

Usai dari tempat pakaian mereka segera beralih ke tempat make up.

"Annyeong tuan. Ada yang bisa kami bantu?" tanya salah seorang pelayan.

"Akh! Aku…." Kata Siwon gugup. "Bisakah anda, melakukan make over pada yeoja itu," kata Siwon sembari berbisik.

"Oh, tentu saja. Apa anda kekasihnya?" tanya pelayan tersebut.

"Hmmm…. Sebenarnya bukan, tapi saya akan merasa sangat tertolong jika anda mau memperbaiki penampilan yeoja itu," kata Siwon kebingungan.

"Oh, tentu saja, tuan. Anda sepertinya menyukai yeoja itu," kata sang pelayan.

"Errr," Siwon kebingungan untuk menjawabnya. Dia hanya mengangguk pelan. Pelayan itu pun tersenyum dan berjalan menghampiri Heechul dan Ryewook.

"Nona, anda cantik sekali. Maukah anda menggunakan produk kosmetik kami," tawar sang pelayan.

"Nona, apa maksudmu?" tanya Heechul tidak suka.

"Ayolah, Noona. Sepertinya menyenangkan," kata Ryewook sembari mendorong Heechul.

.

"Wah! Anda cantik sekali," puji sang pelayan. Heechul menatap kearah cermin, dia menatap bayangan wajahnya yang 'cantik'.

"Wookie, aku benar-benar cantik," gumam Heechul.

"Ne, noona. Aku menyukainya," kata Wookie.

"Yak! Bagaimana jika anda juga mengikuti lomba fashion show di mall kami," kata sang pelayan mengusulkan.

"MWO?!" teriak Heechul, "Yak! Kau …." Dengan cepat Ryewook menutup mulut Heechul.

"Ne, tentu saja. Itu sebuah ide yang bagus. Kebetulan tadi kami berbelanja pakaian tolong bantuannya," kata Wookie semangat.

"Ta…"

"Ayolah, noona. Itung-itung latihan," kata Ryewook.

"Aish! Baiklah, aku bersedia" jawabnya lantang.

"Itu baru hyungku," jawab Wookie. Sang pelayan menatapnya. "Ne, noona. Tentu hyung-ku akan senang sekali melihat penampilanmu, hehehe" kata Wookie gugup.

.

Dengan sabar Siwon menunggu ke datangan yeoja cantik tadi. Namun, yeoja itu tidak juga keluar. Siwon hanya bisa menarik nafas dalam. Sudah hampir satu jam lamanya dia menunggu kedatangan yeoja tersebut. Namun yeoja itu tidak juga muncul. Dia menatap sekelilingnya, orang-orang yang baru keluar dari salon bukanlah orang yang ditunggunya. Merasa lelah menunggu, akhirnya Siwon memberanikan diri masuk ke dalam salon.

"Annyeong, selamat datang tuan. Ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang pelayan.

"Ne, saya mencari…"

"Tuan, kekasih anda baru saja keluar dari salon kami beberapa menit yang lalu," kata seorang pelayan yang tampak mengenal Siwon.

"Be..benarkah?" tanya Siwon gugup.

"Iya. Dia memakai dress warna merah," kata sang pelayan. Siwon berfikir sejenak, yeoja bergaun merah.

"Gumawo," kata Siwon sembari melangkahkan kakinya keluar dari salon tersebut dan berlari untuk mencari 'Cinderellanya'.

.

.

.

TBC

.

.

.

" Mian cos bakal lama lagi buat updatenya. "