[ SONGFIC ]

Melting -

LeoN

Hakyeon, Taekwoon

Yaoi

T

Romance

.

.

.

.

.

.

Sinar matahari menari

Di matamu, dunia saling melengkapi

Tersembunyi di balik tetesan air mata

Aku telah membuka mataku ke dunia yang berbeda

Segalanya hal yang baru

.

.

.

'Whoaaaahh lihat senyumnya, dia tersenyum bukan?'

'Daebaakk uri Leo tersenyum, jinja, lihat betapa tampannya senyum itu'

'Saranghae Taekwoon oppa'

'Hwaaaaaaa jinja jinja hamji kita tersenyum, whaaaa'

'Tidakah kalian ingat, saat fansign lalu dia bahkan tertawa dan melucu, daebak aku bahkan mengira sedang bermimpi'

'benar, saat itu dia tertawa sangat lepas'

Seorang namja dengan rambut yang masih berantakan tersenyum - senyum geli di atas ranjangnya, pagi - pagi seperti ini, seorang idola pun pasti bertingkah seperti manusia biasa. Saat bangun, pertama kali yang dia lakukan adalah mengecek ponsel. Yaapp ponsel, untuk mengetahui interaksi para fans mereka yang disebut STARLIGHT itu.

Matanya terus membaca satu persatu komentar mengenai potongan pendek fansign mereka beberapa hari lalu di Akun IG-nya. Orang itu, terus tersenyum ketika membaca komentar mengenai dirinya. Dia bahkan tidak percaya, komentar seperti ini bisa dia dapatkan dari para penggemar mereka.

Dahinya sedikit mengerut saat dia membaca sebuah komentar yang kontra dengan komentar lainnya.

'Dia bukan uri Leo'

'aku setuju, uri Leo tidak memalukan seperti itu'

'Memang kenapa ? Dia tersenyum dan tertawa seperti itu jauh lebih tampan'

"Betul" jawabnya ketika membaca salah satu komentar dari salah Starlight.

'Ini terlihat aneh bukan ? Aku terbiasa mengenal Taekwoon Oppa yang dingin dan pemalu, bukan yang seperti ini. Kekanak - kanakan'

'Tunggu, dia seperti Hakyeon kan?'

'Aahhh benar, Eomma Cha, bahkan jauh lebih pendiam sekarang, apa Uri Appa sedang jatuh cinta?'

'Whattt ? Dia dating ?! Tidak mungkiin! Aku akan keluar dari Starlight jika itu sungguhan'

'Kita seharusnya mendukungnya kan'

'Ini semua karena Cha Hakyeon yang memalukan itu, Haiiishh'

'Ya! Siapa kau berani menjelek - jelekan Uri Leader!'

"Bunuh saja, dia bukan Starlight" Tangan itu memblokir salah satu komentar yang memancing emosinya. Tangannya kembali mengscroll kebawah.

'Mereka seperti tertukar jiwa?'

'Benar, Leo Oppa, ada apa denganmu?'

'Setuju, Leo Oppa tampak berbeda sekali, sekarang dia sering mengumbar senyumnya'

Dia kembali tersenyum, matanya menatap kearah jendela yang memperlihatkan cahaya pagi dengan berbagai udara segar yang berkunjung. Kedua mata itu tertutup. Tertutup beberapa saat, merasakan angin yang menyapa dirinya. Dibukanya kedua mata dan mengarah kembali pada ponselnya. Kedua tangannya mengetik sesuatu.

'Aku tidak tau. Aku seperti bermimpi. Apakah kehidupan selalu semanis ini? achahakyeon Kenapa aku seperti ini?'

Dia meletakan ponselnya setelah mengirim komentar, Taekwoon, sosok yang menjadi topik pembicaraan itu pergi keluar kamarnya tanpa ingin mengetahui reaksi para penggemarnya. Karena dia akan tau seperti apa dan bagaimana komentar yang tentunya akan membludak itu.

.

.

.

Senyum bertebaran

Sepanjang hari, karenamu

Aku tidak terbiasa seperti ini

Rasanya seperti aku bermimpi setiap hari

Apakah hidup selalu semanis ini?

.

.

.

"Kajja - kajja" Hakyeon berlari terburu - buru kedalam dorm mereka. Para adik - adiknya juga tengah sibuk dengan berbagai barangnya. Hakyeon masuk kedalam kamarnya hendak mengambil koper yang sudah terisi pakaian. Iyap, mereka akan berada di Jepang untuk beberapa hari. Untuk menghadiri konser Jepang mereka yang akan diadakan tiga hari lagi.

ketika dia hendak membawa koper pergi dari sana, seseorang memeluk pinggangnya erat. Hakyeon tersentak dan menolehkan kepalanya kebelakang.

"Taekwoon-ie" rengeknya saat tau bahwa sang kekasihlah yang menghentikan aktifitasnya. "Lepas Woon-ie, kita harus bergegas, kau tau kan?"

"Sebentar saja, kita tidak bisa seperti ini disana" Kepala Taekwoon menelusup keleher jenjang Hakyeon. Dia tersenyum lebar saat hidungnya mencium aroma perfum Hakyeon yang begitu manis. Aroma yang begitu dia rindukan, aroma yang begitu menyejukkan, aroma yang mampu menaikan hasratnya 100x lipat.

"Ya! Kau apakan para Starlight?"

"Hmm?" Kepala Taekwoon masih sibuk bergerak menciumi aroma setiap inci leher Hakyeon.

"Haissshh, anak ini!" Hakyeon memeluk kedua lengan Taekwoon yang melingkar di pinggangnya. "Apa kau bahagia Taekwoon-ah?"

Taekwoon terdiam menghentikan kegiatan memburu aroma Hakyeon. Dia membalikan tubuh kekasihnya itu agar menghadap kearahnya tanpa melepas pelukan mereka. Dia tersenyum. Menatap kedua mata Hakyeon dengan senyum paling tampannya. "Aku...tidak tau"

Raut wajah Hakyeon berubah sendu mendengar ucapan Taekwoon. "Kau tidak tau?"

"Aku tidak tau, aku harap ini mimpi" Dipeluknya tubuh mungil itu erat.

"Kenapa, kita bisa mengakhiri ini jika kau tidak bahagia ?" ucapan Hakyeon terdengar mulai bergetar dan serak.

Taekwoon tersenyum dengan matanya yang tertutup erat menikmati betapa nyamanya tubuh kekasihnya itu. Betapa tenangnya ketika dia mendekap tubuh itu.

"Aku berubah"

Tangan Hakyeon berusaha mendorong tubuh Taekwoon agar terlepas dari tubuhnya.

"Aku bahagia"

Hakyeon terdiam saat mendengar ucapan Taekwoon.

"Ini bukan seperti diriku. Tapi aku bahagia, karena dirimu. Terimakasih Hakyeon-ah"

.

.

.

Apakah aku orang yang selalu tertawa sebanyak ini?

Sekarang, apa pun yang aku lakukan

Terlihat jelas

.

.

.

"Hai, Starlight semua!" Dengan sebelah tangannya, Jaehwan atau yang biasa dikenal Ken melakukan interaksi mereka dengan para penggemar melalui Siaran langsung pada sebuah aplikasi. Dia mengangkatkan ponselnya tinggi - tinggi agar memperlihatkan seluruh anggota grupnya itu. Didalam sebuah mobil dirinya duduk di bangku tengah bersama Wonshik si Mesin Rapper di VIXX itu dan jung Taekwoon.

"Kami baru saja tiba dibandara dan sekarang akan menuju, Hokaido"

"Kita ke Hokaido pertama ?" Tanya sang magnae yang duduk dibelakang.

"Kenapa kita ke Hokaido?" Jaehwan terlihat berfikir. Dia menggerakan ponselnya kedepan, ponsel itu merekam Hakyeon yang duduk didepan bersama Manajer yang tengah mengemudikan mobil. "Hyung, kenapa kita ke Hokaido?"

Hakyeon menatap ponsel Jaehwan dan tersenyum malu, "Hai, Starlight!" Hakyeon melambikan kedua tangannya menyapa. "Kita akan ke Hokaido, melakukan konser pertama kita di Jepang. Jangan lupa saksikan penampilan kita" Dia kembali melambaikan tangannya lagi.

Jaehwan menarik ponselnya. "Ya, Hyung! Kau seperti tengah mempromosikan produk" Jaehwan memukul Hakyeon bercanda, mereka yang melihat itu tertawa renyah. "Hwaaahh, Ada apa ini?"

Kamera itu bergerak merekam Taekwoon yang duduk disisi dekat jendela. "Taekwoon Hyung tertawa~~!"

Hakyeon menolehkan kepalanya kebelakang menatap Taekwoon yang langsung terdiam saat kamera menyorotnya.

"Kalian lihat, uri Leo tersenyuuuumm~~ Kawaii~~"

Taekwoon menatap kamera dan tersenyum begitu lebar. "Hai Starlight"

Para adik - adiknya menjerit dan tertawa bersama. Mereka bahkan tidak akan menebak bahwa Taekwoon akan melakukan hal tersebut.

"Sampai jumpa Di Hokaido, Anyeooong~~" Jaehwan mematikan rekamannya.

Taekwoon masih setia menatap Hakyeon yang sekarang sudah focus kedepan lagi.

Wonshik yang berada tepat disampingnya menyenggol perutnya pelan.

"Kau terlalu kelihatan Hyung" ucapnya pelan sehingga yang lainnya tidak mendengar perbincangan mereka.

"Apa?"

"Perasaanmu itu. Aku tau kau bahagia tapi setidaknya kontrol sedikit. Para Starlight syok melihat perubahanmu"

"Aku tidak berubah"

"Itu bagimu"

Taekwoon menolehkan kepalanya menatap Wonshik. "Aku tidak berubah. Ini diriku." Kedua mata Taekwoon kembali menatap Hakyeon dan Wonshik mengikuti kemana pandangan Taekwoon berada. "Diriku yang sesungguhnya terbuka, karena dia"

.

.

.

Dengan lembut meleleh

Hatiku mencair

Hati beku

Berdetak kembali

Bagianku yang tidak pernah kutahu sebelumnya

Sudah bangun sekarang

Saat aku melihatmu, aku begitu terharu sampai air mata mengalir

Seperti adegan dari sebuah novel

Dunia hatiku membuka mata

.

.

.

Sebuah panggung besar berdiri megah dengan lampu yang menyoroti penonton yang sudah tidak kuasa lagi melihat para idola mereka. Para fans yang disebut Starlight itu berteriak memanggil satu persatu nama member VIXX yang sekarang tengah mempersiapkan diri mereka di belakang.

Dibelakang panggung tidak jauh berbeda pula, mereka para staff hingga idolanya sendiri tengah sibuk mempersiapkan pakaian, make up, dan segala hal untuk konser malam hari ini.

Sang Leader memanggil para anggotanya. Kelima anggota VIXX itu berkumpul membentuk lingkaran. Setelah aksi panggung selama satu jam itu, mereka mendapat waktu break dan sekarang mereka harus kembali menghibur para penggemar diluar sana. Mereka mengulurkan tangan dan bersorak ria guna keberhasilan konser ini.

Mereka beranjak diposisi mereka masing - masing. Setelah suara music berakhir dan terdengar bunyi meriam, mereka terangkat naik secara perlahan dipanggung. Para penggemar langsung bersorak meriah melihat idola mereka yang sudah tampan dan rapi dengan pakaian ala VIXX.

"Apa kabar Hokaido~~" Sapa Hakyeon membuka konser. Para Starlight menjerit histeris melihat mereka yang berjalan mendekat. "Masih semangat~~~~!" Para Starlight berteriak kembali menandakan semangat mereka masih membara.

"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Hakyeon bertanya pada anggotanya.

"Haruskah kita bermain ?" usul Hongbin dan langsung mendapat teriakan meriah dari penggemarnya.

"Kita akan bermain ?" Wonshik bertanya. "Baiklah kita bermain~!" Teriaknya semangat.

"Apa yang akan kita mainkan ?" Sang magnae giliran bertanya.

"Starlight~~" Hakyeon memanggil para Starlight dan mendapat sorakan meriah dari sana. "Apa yang harus kita mainkan ?"

Hakyeon tertawa renyah ketika mendengar jawaban dari para Starlight yang begitu bermacam - macam.

"Bagaimana jika kita pakai ini?" Jaehwan mengambil sebuah bola kaca yang tersedia disana. Didalam bola itu terdapat beberapa lipatan kertas.

"Ide baguuss, jadi siapa yang akan mengambilnya?" tanya Hongbin.

"Woon-ah" Hakyeon memanggil Taekwoon yang hanya diam saja. "Kemari dan ambil kertasnya" Hakyeon menarik lengan Taekwoon. Taekwoon hanya mengangguk dan memasukan tangannya kedalam bola.

Di buka nya kertas itu, dan dibaca perlahan "Kita akan bermain tebak lagu ?" Bukannya membaca Taekwoon malah bertanya. Semua yang disana tertawa begitu pun para penggemar.

"Coba kemarikan" Hakyeon mengambil kertas itu dan menjelaskannya. "Jadi, kita akan menebak sebuah judul lagu. Kita akan dibagi menjadi 3 grup, dimana salah satu orang dalam grup akan mengenakan penutup telinga dan seorang lagi memberikan tanda mengenai judul lagu itu"

"Kita boleh menyebutkan judul lagunya?" Hyuk bertanya.

"Tentu" Hakyeon menjawab dengan anggukan.

"Kita boleh memberitahu dengan gerakan badan"

"Tentu saja boleh. Tapi tidak untuk dance salah satu lagu" Hakyeon kembali menjawab. "Jadi kelompoknya disini, hmmm" Hakyeon berfikir sejenak. "Bagaimana kita menentukannya?"

"Bagaimana jika kita saling menyebutkan nama yang ingin menjadi satu grup, secara bersama"

"Baik. Dalam hitungan ke - 3. Hana , deul, set"

"N"

"Ravi"

"Hakyeon"

"Leo"

"Hyuk"

"Ken"

Mereka terdiam sejenak, dan penggemar langsung berteriak histeris. Grup sudah terbentuk, dimana Wonshik dengan Jaehwan, Hakyeon bersama Hyuk, dan Hongbin dengan Taekwoon.

Grup pertama, Hakyeon dan Hyuk akan bermain terlebih dahulu dimana Wonshik yang menjadi pemberi pertanyaannya. Dia berdiri dibelakang Hakyeon yang tengah duduk. Ditangan Wonshik terdapat buku polos yang sudah tertulis judul lagu. Tugas Hyuk adalah memberi isyarat kepada Hakyeon untuk menebak judul tersebut.

Wonshik mulai membuka selembar kertas itu saat Hakyeon sudah memasang penutup telingannya.

Disana tertulis judul "HARD CARRY"

Hyuk terlihat berfikir sejenak, dia yang tengah terduduk didepan Hakyeon langsung membuka mulutnya lebar - lebar. "Hadeu"

Kening Hakyeon berkerut, "Naneun ?"

Semua tertawa mendengar jawaban polos Hakyeon. Hyuk menggerakan tangannya, sebagai tanda salah. "Hadeu"

Hakyeon malah tertawa melihat wajah lucu Hyuk. "Ucapkan semuanya"

"Hadeu Kaeri"

"Naneun Heri"

"Ya! Hard Carry!"

"Apa yang kau katakan ?" bukannya menebak ucapan Hyuk, Hakyeon malah tertawa. Dengan terpaksa Hyuk menangkup wajah Hakyeon dan mendekatkan wajahnya agar Hakyeon mendengar lebih jelas.

"Hard Carry"

"Kary?"

"Ya, sedikit lagi" Hyuk mulai bersemangat.

"Kary ? Katty Parry?"

Hyuk bersorak sebal dan langsung duduk kembali. "Hyung! Kenapa kau jadi tuli!" Para Starlight tertawa melihat tingkah lucu para idolanya itu. Dari semua yang tengah tertawa salah satu dari grup itu tampak memasang wajah masamnya sedari tadi. Wonshik kembali membuka lembar berikutnya.

Kata kedua tertulis "If You Do" , Hyuk mulau berteriak. "Niga Hamyeon"

"Niya?"

"Niga"

"Niga?"

Hyuk memberi tanda benar. "Niga Hamyeon"

"Niga Ramyeon"

"Niga Hamyeon"

"Niga Samyeon?"

"Hamyeooooonn! Ha..Myeoon!"

"Hahahahaha" Hakyeon tertawa melihat Hyuk yang hampir meledak itu. "Niga Samcheon?"

Semua tetawa riuh mendengar ucapan Hakyeon yang berusaha menebak apa yang diucapkan Hyuk.

"Ha" Hyuk berusaha mengeja perkata.

"Na"

"Ha... Hamyeon"

"Aahh.. Niga Namyeon,"

"Aniiyaaaaaa!" Ha"

"Ha?"

Hyuk memberi tanda benar. "Hamyeon...myeoon!"

"Hamyeon?"

"Benar itu" Hyuk menunjuk ucapan Hakyeon histeris.

"Niga Hamyeon? If You Do"

"YEAAAAYYH" Hyuk meloncat girang, Wonshik kembali membuka lembarannya lagi.

Disana tertulis, "Ring Ding Dong"

"Ring" Ucap Hyuk perlahan tapi keras.

Hakyeon terdiam mencoba menebak.

Hyuk mengulangi ucapannya lagi. "Ring"

"Kill?"

"Ring"

"Ucapkan semuanya"

"Ring Ding Dong" Tangan Hyuk bergerak perlahan membuat jeda perkata. "Ring Ding Dong"

"Nintendo?"

"Aniya! Ring Ding Dong"

"Jigeumdo ?"

"Ya!"

"Iredo?"

Hyuk kembali mendekat pada Hakyeon, dia menunjuk bibirnya. "Ring Ding Dong"

"Geuredo?" Hakyeon tertawa saat Hyuk kembali menangkup wajahnya.

"Ring"

"Ing?"

"Ring!"

"Ring?"

"Ring Ding Dong"

"Aahh Ring Ding Dong" Hyuk langsung mengecup dahi Hakyeon gemas saat Hyung nya itu berhasil menebak judul lagu yang dimaksudnya.

"Benar" Wonshik memberi tanda, dan semuanya bertepuk tangan dengan tawa mereka. Wonshik melepaskan penutup telinga Hakyeon, karena giliran mereka sudah selesai. Kini giliran Taekwoon dan Hongbin.

Hongbin memakai penutup telingannya. Sementara Taekwoon dengan wajah ketusnya duduk didepan Hongbin.

Wonshik membuka lembaranya lagi, disana tertulis "Eyes, Nose, Lips"

Dengan refleks, Taekwoon langsung berdiri. Para penggemar hanya terdiam melihat reaksi Taekwoon. Tapi tidak sesuai perkiraan, mereka pikir Taekwoon akan berteriak memberi isyarat pada Hongbin, namun dia malah berjalan kearah samping mendekati Hakyeon. Dia menangkup wajah Hakyeon yang sekarang tampak terkejut itu. Tanpa ucapan apapun, Taekwoon mengecup mata Hakyeon, Hidung dan sekarang pindah kebibir mungil itu.

Hongbin terkejut, mereka semua terkejut bahkan penonton kembali bersorak dan berteriak histeris saat Taekwoon kembali mencium bibir Hakyeon.

.

.

.

Itu mencerminkan cahaya bulan

Debaran hatiku

Terisi dan terus terisi

Aku sudah berubah karenamu

Apakah hidup selalu semanis ini?

.

.

.

Para member VIXX itu masuk dengan lesunya kedalam hotel mereka. Taekwoon menarik kasar kopernya saat dia kembali melihat interaksi antara Hakyeon dan Hyuk. Masih merasa kesal dengan game yang dilakukan saat konser, Taekwoon terus saja mendiamkan Hakyeon bahkan saat kekasihnya itu berusaha mengalihkan perhatiaannya.

"Hyung, aku tidak melakukan apa - apa ya" Hyuk, si Magnae yang termasuk tersangka badmood Taekwoon mengangkat kedua tangannya menyerah. Dia tidak ingin terlibat dalam hal apapun yang berhubungan dengan Jung Taekwoon, karena demi apapun, Hyuk masih mencintai hidupnya.

Hakyeon mulai mencibir satu persatu adiknya yang melakukan hal sama seperti yang dilakukan Hyuk. Hakyeon hanya mendengus kesal dan masuk kedalam kamar, dimana disana juga terdapat Taekwoon.

Hakyeon menutup pintu kamarnya, disana dia memandang Taekwoon yang tengah melepas semua pakaian, dan langsung masuk ke kamar mandi melewati Hakyeon begitu saja. Hakyeon menghela nafas berat, dan beranjak memunguti baju kotor Taekwoon untuk dimasukan kedalam bak cucian. Dia merapikan koper Taekwoon dan mengeluarkan semua pakaian kekasihnya itu untuk dimasukan kedalam lemari.

Tidak berselang lama, Taekwoon keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi tubuh bawahnya.

"Ingin langsung tidur ?" Hakyeon mendekati Taekwoon memberikan baju untuknya.

Namun, tak disangka. Taekwoon melewati Hakyeon begitu saja, malah mengambil pakaian lain didalam lemari. Hakyeon kembali menghela nafasnya lelah.

"Taekwoon-ah, ada masalah apa ?" Hakyeon menghentikan tangan Taekwoon yang hendak memakai bajunya. "Soal game tadi, aku minta maaf. Itu bukan kesalahanku juga, benar kan ?"

Taekwoon membalikan tubuhnya. "Itu salahmu" Dia melepas tangannya dari genggaman Hakyeon. "Kenapa kau menghindariku saat konser? Kenapa kau malah memilih Hyuk bukan aku? Dan kenapa kau membiarkan Hyuk menciummu bukannya kau tolak!"

Hakyeon terkejut mendengar bentakan Taekwoon. "Aku tidak menghindarimu Woon-ah"

"Sudah jelas kau menghindar, kau cuek padaku saat itu!"

"Aku hanya memberi ruang"

"Untuk ?!" Taekwoon memakai cepat pakaiannya, dia membuang handuknya ke atas ranjang dengan kasar hingga membuat Hakyeon terkejut. "Untuk apa hah ?!"

"Woon-ah, dengar dulu" Hakyeon menggenggam kedua tangan Taekwoon, namun Taekwoon kembali menepis dan beranjak tidur di ranjangnya. "Kumohon dengarkan dulu"

Taekwoon menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya, dia bahkan berbalik tak ingin mendengar bahkan melihat kekasihnya itu.

"Woon-ah, bangunlah" Hakyeon tak berhenti untuk membangunkan Taekwoon. Kedua mata Hakyeon memerah panas, isakannya mulai terdengar. Taekwoon tau kekasihnya akan menangis, namun dia tak peduli lagi, dia sudah sangat kecewa.

"Woon-ah hiks" Hakyeon beranjak berdiri.

"Jung Taekwoon!"

BUUUKKK

Tanpa diduga, Taekwoon malah mendapat pukulan keras dikepalanya. Dia bangun dari tidurnya dan menatap sebal Hakyeon yang tengah menangis memegang bantal.

"Hiks hiks Menyebalkan hwaaaaaaaaa"

BUUUK BUUUKK

Tak berhenti, Hakyeon kembali memukuli tubuh Taekwoon dengan bantal ditangannya. Tidak sakit, namun Taekwoon merasa bingung kenapa kekasihnya itu malah memukulinya.

"Kau pikir hiks kenapa aku mendiamkanmu hiks hiks, kau pikir hiks karena apa bodoh!"

"Hakyeon-ah" Taekwoon berusaha menghentikan tangan Hakyeon yang terus saja melayangkan bantal ketubuhnya.

"Kau kira hiks kenapa mereka terus hiks menghujatmu hiks , kenapa bodoh hiks"

"Berhenti dulu"

"Hiks aku melakukan untuk hiks untukmu hiks hiks Jung bodoh!"

"Iya" Taekwoon masih berusaha menghentikan bantal yang sekarang sudah terlepas dari kainnya.

"Hweeeeeeee Jung bodoh hiks" Hakyeon membuang bantalnya begitu saja, tubuh itu jatuh terduduk dengan wajah yang terus bercucuran air mata dan bibir yang terus menangis terisak.

Raut wajah Taekwoon berubah lembut, dia turun dari ranjangnya dan mengangkat kepala Hakyeon agar menatapnya. "Ssstttt, kau ingin menjelaskan bukan ?"

Hakyeon meraih ponsel disakunya dan melempar ketubuh Taekwoon dengan sebal. "Hiks lihat sendiri!"

Taekwoon menggigit bibirnya, dia membuka ponsel itu dan melihatkan beberapa komentar di IG nya. Disana banyak sekali penggemar yang mengatakan Taekwoon berubah dan mereka menunjukan kalau mereka tidak menyukai hal tersebut.

Taekwoon menatap Hakyeon yang masih sesenggukan. Dia masih tak mengerti hubungan hal ini dengan hal itu.

"Apa maksudnya?"

Mendengar pertanyaan Taekwoon malah membuat Hakyeon semakin memukul sebal tubuh Taekwoon. "Bodoh!"

"Jelaskan dulu, aku sungguh tidak mengerti" Taekwoon menangkap kedua tangan Hakyeon.

"Mereka bilang, kau berubah karena aku. Kau juga bilang saat itu, kau berubah karena aku" Hakyeon tertunduk setelah mengatakan pada Taekwoon.

"Jadi, karena itu kau mendiamkan ku didepan mereka?"

Hakyeon menganggukan kepalanya perlahan.

Mengetahui apa yang terjadi malah membuat Taekwoon mengulas senyum leganya, "Hanya karena itu?"

Hakyeon kembali mengangguk.

Taekwoon membawa Hakyeon untuk duduk di kasur nya. "Kau tidak perlu melakukan itu"

"Mereka tidak menyukai perubahanmu"

"Tidak semua" Taekwoon menghapus bekas air mata Hakyeon. "Aku selalu tidak bisa tidak bahagia jika berada didekatmu, kau tau kan ?"

"Tapi, mereka.."

Tanpa membiarkan Hakyeon menyelesaikan ucapannya, Taekwoon langsung mendekap tubuh sang kekasih erat, mengusap lembut punggung dan kepala Hakyeon. "Biarkan saja seperti ini. Aku menyukai diriku yang sekarang. Jika kau ingin aku kembali ..." Taekwoon melepas pelukannya dan menatap Hakyeon lembut. "Aku akan kembali seperti dulu, jika kau meninggalkanku" Dirinya kembali memeluk tubuh Hakyeon erat. "Dan aku tidak menginginkan itu. Aku benci"

Hakyeon tersenyum lega mendengar ucapan Taekwoon, dia membalas pelukan itu.

"Kau tau..."

BRUUUKK

Taekwoon membalikan tubuh Hakyeon, membantingnya tertidur di kasur. Hakyeon menatap ngeri Taekwoon yang kini tengah tersenyum evil menatap bibirnya.

"Aku masih cemburu soal Musicalmu"

"Ap..apa masalahnya?"

Taekwoon mengerutkan keningnya. "Kau tidak ingat?" Tangan Taekwoon terangkat mengusap lembut wajah Hakyeon, berniat menggoda kekasihnya itu. "Kau menyentuh wajah temanmu itu? Siapa dia Lee Sang atau Kim yeon?"

"Hahh?! Kita sudah pernah membahas ini berkali - kali Taekwoon!"

"Tapi aku masih tidak ikhlas"

"Aku hanya membersihkan kotoran diwajahnya"

"Dan kau merangkul kedua orang itu?" Tangan Taekwoon bermain dileher jenjang Hakyeon.

"Itu kan..."

"Agar terlihat akrab?" Masih dengan senyum evilnya, dia membuka satu persatu kancing Hakyeon. "Tidak perlu seakrab itu jika kalian hanya bertemu dalam musical"

Hakyeon menatap bajunya yang sudah tersikap. "Kau..kau juga begitu"

Mendengar itu senyum Taekwoon berubah lembut, dia kembali mendekap tubuh mungil Hakyeon di bawahnya. "Aku mencintaimu. Sangat"

Hakyeon membalas pelukan sang kekasih erat. "Aku lebih mencintaimu"

Taekwoon mengangkat tubuh nya dan menatap Hakyeon, senyum evil itu kembali terlihat. "Aku lapar~~"

Wajah Hakyeon terlihat begitu panik, dia tau apa maksud kekasihnya itu. Dan dia tau bagaimana akhir kisah ini.

"Aku...lelah Taekwoon-ah"

"Sekarang"

"Woon-... Jung Taekwoon!"

.

.

.

Hari demi hari

Semuanya terasa asing

Tapi aku mencair, kau mencairkanku

Aku mencair dalam dirimu

.

.

.

End

Terimakasih yang sudah review di chapter lalu ^^

Btw, Game di cerita terinspiransi dari All Kill nya Topp Dogg, yang uda pernah nonton pasti tau lah ^^

Untuk [DobiPanda] Terimakasih kembali ya karena sudah request, dan nggak keberatan juga sama cerita yang aku bikin malah jadi begitu wkwkw XD

Oh iya untuk [daeguniel] maaf belum bisa bikin request nya, karena belum nemu lirik lagu itu. Mungkin bisa diganti dengan lagu lain. Terimakasih ^^

Terimakasih yang sudah menyempatkan membaca, jangan lupa tinggalin jejak aka review.

N-nyeoooonggg~~~