Author's Note :
Title : A Poor Life.
Part : 9 (Nine).
Genre : Romance, General.
Warning : BL,PG-18,Maybe Typo (s)
Summary :
Jaejoong dan Yunho adalah namja yang hidup dalam takdir yang berbeda. Namun, jalan lain mempertemukan mereka dalam keadaan yang buruk. Malam itu,Yunho yang rupanya adalah salah satu faktor semangat Jaejoong, namun, namja itu justru adalah yang pertama kali 'menyentuh' dirinya.
Disclaim : SME Present.
Author : DrarryLova.
"Aku tahu aku menjijikkan. Aku tahu aku hina. Kami yatim piatu. Kalian boleh mencaciku tapi jangan bawa-bawa dongsaengku, Joongie, Kibum, ataupun Yoochun-ah! Cukup aku yang merasakan pahitnya itu…"
HC-POV
Aku gelisah. Hatiku galau! Aku tidak tenang ada disini. Aku kepikiran, aku khawatir karena…
"Hyung, apakah Jae-hyung baik-baik saja? Semenjak namja bernama Yunho itu pergi, sampai saat ini, Jae-hyung belum keluar…" Perkataan miris Kibum menghentakkanku. Kumenoleh menatap namja lain yang ada di ruang ini, itu Yoochun-ah. Dia tak mau berbicara apa-apa tentang keadaan Jaejoong sejak tadi. Tapi, aku yakin dia juga mengkhawatirkan Joongie!
Aku tidak bisa tenang! Yang di katakan Kibum benar! Joongie pasti shock, aku yakin Joongie pasti ketakutan…
Akupun meninggalkan Yoochun dan Kibum dengan buru-buru. Aku harus mengetahui keadaan Joongie kecilku…
BRAAK!
Aku masuk kedalam tanpa permisi. Joongie…
"Hyung, hiks…" Setelah membuka pintu, kudapati namja yang kuanggap sebagai dongsaengku itu tengah terisak sambil memeluk dirinya sendiri di sebuah sofa. Keadaan ruang ini, sungguh berantakan…
Tanpa menunggu detik, aku menghampirinya. Aku memeluknya dan dia membalas pelukanku lebih erat. Aku mengerti apa yang di rasakannya saat ini, aku tahu…
"Hiks, huhuhuwaaaa, hyunggg!" Kurasakan punggung Joongie bergetar dalam pelukanku. Joongie yang tegar itu… baru kali ini dia menangis menjerit seperti ini… "Hiks… aku takut, hyung… hiks, aku takut…" Isaknya lagi.
Aku mengeratkan pelukanku di badan yang hanya tertutup sehelai kain ini. Apa yang sudah namja sial itu lakukan padamu, Joongie? "Ne, gwenchana, Joongie… semua akan baik-baik saja…" Serakku sambil mengelus punggungnya. Aku benar-benar ingin menangis melihat keadaannya sekarang. Sudah kuduga, namja bernama Choi Yunho itu memang keparat! Dia menghamburkan uang bayaran Jaejoong dengan cara seperti ini?!
Aku juga bisa melihat tanda merah-merah keunguan di sekitar tubuh Joongie. Baik itu kissmark atau luka lebam. Juga ada banyak bercak-bercak darah di sekitar sofa, selimut, lantai maupun meja.
Ini pasti jadi malam yang panjang untukmu, Joongie… keputusan yang kau ambil itu salah… sekarang mau bagaimana lagi? Apa yang akan kau lakukan setelahnya, Joongie?
0o0
Aku sudah membawa Joongie keluar dari tempat biadab itu! Tempat yang paling sering kudatangi, tempat penyiksaanku. Tempat yang sejujurnya aku benci dari lubuk hatiku yang paling dalam!
Kini, Joongie sudah terduduk di sofa biasanya di ruang kami kumpul. Dia hanya bergelung sehelai selimut. Dari tadi, Joongie tetap diam dengan wajah datar. Tapi, isakan kecil dan tetes-tetes air mata masih mengiringinya. Bahkan, sepertinya, dia tak menganggap kehadiran kami disini. Aku, Kibum maupun Yoochun hanya bisa terdiam miris dengan reaksi Joongie yang tak mau bergantung itu. Aku merasa menyesal karena tidak tegas mencegahnya sehingga ia jadi seperti ini…
"Hyung…" Akhirnya Joongie membuka suara dan menyahutku pelan. Aku tahu dia begitu takut… aku lalu menghampirinya dan bersimpuh tepat di hadapannya.
"Ne?" Lirihku. Pandangan mata Joongie tetap lurus tak mengindahkan keberadaanku di depannya.
"….hyung…" Perkataan hati-hati Joongie terdengar lagi. Aku mencoba tersenyum tenang dan mengangguk kecil meresponnya. "Apakah, hiks… bibirku terluka? Rasanya perih sekali…" Ungkapnya sambil lagi-lagi menjatuhkan air mata.
Aku tahu apa maksudnya. Bibirmu memang luka, parah sekali. Ternyata, semalam direktur keparat itu memaksa Joongie untuk mem'blow'nya. Yoochun tergerak dari diamnya dan mulai bergeser dari posisinya. Aku yakin, Yoochun juga mengerti dengan kata-kata Joongie barusan. Kibum masih memasang wajah datarnya, ia mungkin tidak tahu.
Aku menarik nafas dalam hati. Aku belum bisa menjawab pertanyaan Joongie. Kini, tangan kaku Joongie mulai meraba bibirnya. Pandangan matanya kosong. Aku yakin dia sedang mengingat kejadian malam mengenaskan itu. Seketika, air mata mulai mengalir dari mata kelamnya dan tubuhnya mulai bergetar hebat.
Joongie… kenapa kau jadi begini? Aku tidak tahan melihat penderitaan barumu ini…
"Gwenchana, Joongie! Kau aman disini!" Ujarku cepat sambil menghapus air matanya dan memeluknya erat-erat. Mencoba menenangkannya. Tanpa sadar, air matapun mulai mengalir dari kelopak mataku.
"Kibum-ah, sebaiknya kita keluar." Ajak Yoochun pada Kibum. Aku tahu kalau maksud Yoochun adalah agar Kibum tidak mendengar pembicaraanku dengan Joongie tentang masalah ini. Dengan paras tak tahu apa-apa, Kibum akhirnya pergi bersama Yoochun.
Aku melepas pelukanku pada Joongie ketika Yoochun dan Kibum keluar. Dia masih terisak. Kueratkan peganganku di pundaknya, seperti biasa aku mengkhawatirkannya.
"Kau di paksa melakukan itu?" tanyaku hati-hati. Ya, selain tubuhnya, kulihat wajahnya sedikit memar dan bibirnya terlihat kaku seperti sulit di gerakkan akibat lelah. Aku yakin namja brengsek itu mencium Joongie habis-habisan. Dan Joongie pasti sempat beberapa kali berontak hingga menerima pukulan.
"…um…" Joongie mengangguk kecil dan seketika cairan bening itu tumpah lagi dari matanya. Aku buru-buru mengusap bahunya untuk menenangkan.
"Gwenchana Joongie, tidak usah khawatir." Ujarku. Padahal aku sendiri paling khawatir dengan keadaannya. "Mianhe, aku tak bisa berbuat apa-apa untukmu. Aku hanya bisa memberimu ini." Aku bukan bermaksud senang karena Joongie juga akhirnya bekerja sepertiku. Aku Cuma ingin menghilangkan sedikit rasa sakitnya setelah bekerja karena aku memang sudah bertahun mengalami hal itu.
Aku meletakkan obat-obatan untuk menghilangkan lelah & depresi dan pengoles bibir di tangan Joongie.
"Sebaiknya kau pulang. Kau terlihat sedang tidak baik. Aku akan mengantarkanmu pulang." Timpalku sambil mengambil baju dan mengenakannya pada Joongie yang masih terdiam syok.
0o0
Sehabis mengantar Joongie, aku juga pulang ke apartemenku. Setelah memarkir Mercedes merahku di parkiran khusus apartemen, aku segera melangkah menuju kearah apartemen. Ada yang aku rindukan setiap kali aku pulang, nae dongsaeng~
Ketika hendak menaiki lift, aku menabrak seseorang. Lebih tepatnya, orang itu yang menabrakku.
"Ah, ah… mianhae, hyung." Ujarnya takut saat ia tahu yang di tabraknya adalah aku. Ash, namja kecil itu lagi. Bukankah sudah aku peringatkan agar tidak kemari lagi? Belum sempat aku menjawabnya, namja itu buru-buru menghindariku dan pergi.
Aku kim Heechul. Aku tinggal bersama dongsaengku, Kim Jonghyun. Kami memang yatim piatu bahkan ada yang mengatakan kami anak haram. Dulu, aku dan dongsaengku hidup menderita sampai aku bekerja di bar milik tuan Shin. Menyakitkan memang, tapi, berkat pekerjaan itu, aku mendapat uang dan motivasiku adalah punya uang sebanyak-banyaknya entah bagaimana caranya. Aku membeli barang-barang mewah agar orang yang dulu melihatku dengan hina tidak berani lagi menghina kami. Awalnya sih, mereka bicara macam-macam, namun saat ku sodori uang, mereka langsung tersenyum-senyum bajingan. Hum, sampai sekarang, aku merahasiakan pekerjaan menjijikan ini dari dongsaengku. Aku memang suka berpindah-pindah dari klub satu ke klub lain hingga berakhir bahagia bersama Joongie dan yang lainnya. Aku betah berada di klub itu karena kehadiran Joongie dan Kibum yang juga sama-sama bermarga Kim. Aku merasa nyaman seperti menganggap mereka saudara.
Bahkan ada Park Yoochun yang awalnya begitu dingin namun tidak menyangka, aku bisa menjinakkannya. Aku sayang mereka semua…
Aku memang terkesan modis dan angkuh di luar klub tapi sebenarnya aku orang yang hangat jika bersama mereka yang ku sayang. Karena ada kehadiran mereka semua, aku tidak membenci kehidupan ini.
Ini pekerjaan kami. Menjijikkan? Tentu. Tapi, kami punya alas an melakukan ini. Kami punya masa lalu yang begitu mengerikan. Jadi yang di luar sana, jangan mencemooh kami jika kalian tak pernah mengalaminya!
-NINTH-
Huwaaaa, Maap ga bisa Repiu lagi
Thanks To Julie YunJae, wiendzbica, yunjae always, Nara-chan, jung hana cassie, Sirius, Lim Jae Mi, LEETEUKSEMOX, 333LG, bhuna, irengiovanny, dan desi2121…
Yang telah repiu fic di Chap Y-J NC :3
Mind To Repiu?
