Tittle: The Shifter

Disclaimer: Naruto dan High school DxD bukan punya saya

Genre: Adventure,Romance,Friendship

Pairing: Narutox?xOphisxRiasxAkeno

Rated: M (jaga-jaga)

Summary: Naruto,seorang anak hasil keturunan malaikat dan iblis harus ikut terseret pada konflik antara 3 fraksi yang terjadi di dunianya. Dengan peninggalan dari orang tuanya sebuah sacred gear istimewa yaitu Scale of Fate, mampukah ia membawa perdamaian ke dunianya itu?. Strong!Naru but not God like,Smart!naru

Warning: OOC,Adult Theme,Violence,typo,Etc

Chapter 10:

Semalam setelah penyerangan tersebut, Naruto menyiapkan dirinya untuk melatih Issei, kiba, dan Koneko. Setelah selesai dengan persiapannya yakni, mandi dan makan serta memakai baju, Naruto kemudian pergi menuju kesekolah. kali ini ia izin tidak masuk sekolah dengan alasan ada urusan keluarga. Naruto kemudian menuju ke klub spiritual milik Rias dengan menggunakan lingkaran sihir agak tak ada yang tahu dia sebenarnya ad di sekolah. Ketika dia sampai, dilihatnya Rias dan para budaknya telah menunggu Naruto.

"hmmm, baiklah. Dari sini serahkan saja padaku." Kata naruto pada Rias yang dibalas anggukan dari Rias. "Issei, Kiba, koneko! Sekarang mendekat kearahku" seru Naruto. Kemudian ketiga orang tersebut mengikuti perintah Naruto sambil membawa perbekalan mereka. Kemudian muncullah sebuah lingkaran sihir yang memindahkan mereka berempat dari tempat Rias. "Hati-hati ya!" pesan Rias pada mereka yang mungkin tidak didengar mereka.

Kemudian lingkaran sihir tersebut muncul di suatu pulau yang terlihat sangat terasing dan tidak ada pulau lain disekitarnya. Nampak pulau tersebut terlihat begitu indah, dengan pohon kelapa dan beberapa bukit yang tidak terlalu tinggi dan hutan pohon dengan kulit kayu keras mengisi tengah hutan pulau tersebut."baiklah, kalian bertiga ikuti aku!" perintah naruto yang dibalas anggukan dari mereka.

Setelah berjalan selama 30 menit mereka akhirnya sampai ditengah hutan dimana ada danau kecil yang begitu indah dan tampak sebuah pondok kecil dan tanah lapang yang luas disamping danau tersebut. "jadi kita akan berlatih disini?" Tanya Issei. Naruto hanya tersenyum dan menjawab "tentu saja tidak, bodoh! Ini Cuma tempat istirahat kalau sudah malam". "tempat latihan kalian itu ada disini!" seru Naruto sambil membuka sebuah segel yang menempel ditanah tempatnya berpijak. Tampak setelah segel itu terbuka terlihat sebuah tempat yang berwarna merah dengn banyak tengkorak makhluk yang tak jelas asal usulnya berserakkan disana. Dan tampak 3 buah arena yang masing-masing dibatasi oleh tembok tinggi. Kiba dan koneko menelan ludah melihat pemandangan tersebut. sedangkan issei yang mencoba kabur segera ditangkap Naruto dengan tangannya dan akhirnya ia terpaksa memegang Issei dengan cara mendekapnya dengan kuat. "baiklah, ayo masuk kedalam" perintah naruto.

Mereka kemudian masuk kedalam tempat tersebut melalui suatu tangga yang menghubungkan tempat tersebut dengan dunia luar."hmmm, baiklah. Pertam-tama kan kuucapkan selamat dating di Neraka tingkat paling bawah" seru naruto sambil tersenyum lebar. Kiba dan kawan-kawan merasa terkejut dengan hal tersebut. "A-apa maksudnya latihan disini, Naruto-senpai?" Tanya Kiba.

"hmmm, tenang saja. Tempat ini istimewa karena tempat ini waktunya berjalan lebih cepat daripada dunia luar. Jadi dengan melatih kalian disini selama seminggu itu sama saja dengan melatih kalian selama 1 bulan didunia nyata." Terang Naruto yang dibalaas dengan O besar oleh ketiganya.

"baiklah aku akan membagi porsi latihan kalian! Untuk Issei kau akan melakukan latihan dasar berupa meninju batu besar diarena 1 sebanyak mungkin sampai batu tersebut menjadi hancur! Lalu kiba, kau akan kuberi latihan dasar untuk bertahan di arena 2! Dan yang terakhir, koneko. Kau tunggu perintahku Nanti. Kau bisa bersantai dulu di arena 3." perintah Naruto yang membuat Issei tersenyum remeh. 'apa susahnya menghancurkan batu ' batin Issei. Kemudian mereka menuju masing-masing tempat yang diperintahkan Naruto

Naruto yang menangkap senyum remeh isseipun mulai melatih Issei lebih dulu. "nah, Issei. Coba kau berikan pukulan terbaikmu sekarang!" perintah Naruto. "hmm, baiklah! Ayo! Boosted gear!" teriak Issei sambil mengaktifkan sacreed gearnya . [Boost!] dan kemudian issei meninju batu tersebut sepenuh tenaga, dan batu tersebut retak dan mulai hancur. Issei tersenyum puas. Tapi, tak lama kemudian batu tersebut retakannya mulai menghilang dan berdiri dengan dengan kokoh dihadapan Issei. Issei yang melihat hal tersebut hanya bisa melongo. Iapun kembali memukul batu tersebut, tapi tetap saja hal yang sama terjadi berulang-ulang. "hosh hosh, jika begini terus jangankan batunya hancur, retakkan kecil saja tak akan ada." Keluh Issei. Naruto yang melihat tersebut hanya tersenyum dan meninggalkan Issei yang terus meninju batu tersebut.

Kemudian Naruto menuju ketempat Kiba dan memulai instruksinya pada Kiba. "Kiba, kau sebagai knight memang memenuhi kualifikasimu terutama kecepatan, tapi aku masih mengatakan bahwa pertahananmu masih dibawah rata-rata." Ceramah Naruto. "kau benar Naruto-senpai" kiba ikut setuju dengan pendapat Naruto. "terutama jika aku sudah menyerang maka aku akan mulai membuka celah pada pertahananku" tambah Kiba. Naruto tersenyum mendengar pengakuan Kiba. 'Dia memang punya aura high class devil' batin Naruto, "baiklah, aku menemukan cara untuk meningkatkan pertahananmu." Kata Naruto. Naruto kemudian mengeluarkan lingkaran sihir yang ukurannya berdiameter 2 meter, kemudian muncullah nsebuah robot kayu dengan 4 tangan dan semuanya memegang bokken (bayangin aja boneka kayu merah yang nyerang guy di Naruto) dan memiliki tinggi sekitar 2 meter."hmm, naruto-senpai, apa yang akan kau latih sekarang?" Tanya Kiba penasaran. "hmm, kau akan menemukannya setelah kau menikmati robot ini!" kemudian Naruto memberikan setetes darahnya keatas Robot tersebut dan membuat Robot tersebut bergerak. Naruto kemudian melempar tiga buah bokken kepada kiba. "gunakan ini dengan hati-hati ya!" seru Naruto. Kemudian Robot tersebut tiba-tiba menyerang kiba secara tiba-tiba. Untungnya Kiba bisa menghindari Robot tersebut. Kiba tiba-tiba tersenyum ' aku paham apa yang Naruto-senpai latih kepadaku sekarang!' kemudian Kiba mulai menyerang dengan satu pedang menuju robot tersebut, dengan tangkas robot menangkis serangan tersebut dengan salah satu tangannya. Naruto yang melihat hal tersebut kembali tersenyum dan meninggalkan tempat kiba dan menuju tempat koneko.

Setibanya di tempat Koneko, tampak Koneko sedang duduk diam sambil menunggu perintah Naruto. "Koneko, apa kau tahu kenapa aku tidak memberimu perintah apapun?" Tanya Naruto. Koneko menggeleng. "baiklah, aku tidak memberimu perintah apapun karena latihan untukmu kali ini lumayan special, aku akan mengajarimu senjutsu!" terang Naruto. Koneko yang penasaran apa itu senjutsupun bertanya pada Naruto "Apa itu senjutsu, Naruto-senpai?". "hmm, bisa dibilang senjutsu adalah jurus dengan memanfaatkan alam sebagai sekutu" singkat Naruto. "aku bisa menggunakan senjutsu dasar, tapi untuk tingkat lanjut kupikir kau bisa melakukan kreasinya sendiri, asal tahu dasarnya saja." Jelas Naruto. Koneko yang mendengar penjelasan tersebut merasa penasaran dengan latihan yang akan dijalaninya. "hmm, baiklah, pertama sebaiknya kau melakukan meditasi' kata Naruto. Kemudian Koneko melakukan apa yang diperintahkan oleh Naruto. "bersiaplah, latihanmu agak sakit loh!" kata Naruto sambil menarik bagian belakang baju Koneko sampai robek dan melukai bagian tulang sayap koneko dengan membuat sayatan vertical di kedua tulang sayap koneko. Koneko hanya dapat meringis sambil menahan sakit."tahanlah, aku sengaja melukai bagian tersebut karena menurutku energi alam dapat masuk dengan mudah dari sana, dan mengaktifkan energi dari dalam tubuhmu yang disebut cakra. Lalu kedua energi tersebut akan melakukan sinkronisasi." Terang Naruto. Narutopun kemudian berpesan kepada koneko agar terus bermeditasi selama Satu bulan ini, Naruto juga berpesan agar tak perlu makan. Karena energi alam memberinya energi. Lalu Naruto pergi kesuatu gundukan batu yang dapat melihat aktivitas seluruh arena, Naruto hanya dapat tersenyum melihat kebodohan Issei yang main serang saja, Kiba yang masih mencoba menyerang dan tetap ditahan oleh robot tersebut, serta Koneko yang masih tetap bermeditasi. Narutopun memilih Tidur sambil menatap kearah tiga orang tersebut dari kejauhan.

Waktu terus berjalan. Tak terasa sudah 1 minggu mereka latihan secara nonstop, untungnya stamina mereka telah naruto tipu dengan semacam mantra ketika mereka memasuki Tempat latihan tersebut, sehingga tubuh mereka menyangka baru 4 jam latihan berlangsung. Tampak Issei yang sudah kelelahan dengan Tugasnya mulai merutuk kesal. "sial, bagaimana caranya menghancurkan batu bodoh ini!" rutuk Issei sambil memukul bertubi-tubi batu tersebut di seluruh bagiannya dengan kaki dan tangannya. tiba-tiba mata issei menangkap suatu hal aneh,. "Are? Kenapa bagian samping kiri ini lambat pulihnya" Issei bertanya pada dirinya sendiri. Kemudian dengan inisiatifnya Issei memukul bagian tersebut sekuat tenaga dan membuat batu tersebut pecah berkeping-keping tanpa dapat bersatu lagi. "YOSH! Akhirnya!" teriak Issei. Tiba-tiba Naruto muncul dan bertanya padanya, "bagaimana? Sudah tahu maksud latihanku ini?" Tanya naruto pada issei. "tentu! Menganalisa titik lemah untuk memberikan serangan kritikal pada musuh kan?" Tanya issei. "tepat sekali!" jawab Naruto. " baiklah, aku akan memberikan kau latihan khususmu yang asli sekarang" kata naruto. " aku akan mengajarimu memakai balance breaker sekarang!" seru Naruto. Issei tampaknya kebingungan mendengar kata tersebut. "apa itu" Tanya Issei.

"hmm, balance breaker adalah kemampuan aktivasi sempurna dari sebuah sacred gear, awalnya agak susah untuk masuk kedalam fase ini, tapi setelah itu akan jadi lebih mudah" jelas naruto. Issei hanya bisa terdiam tak mengerti. Kemudian Naruto memegang tangan kiri Issei dan memegangnya sambil menyentuh Kristal hijau sacred gear Issei, Tiba-tiba Issei dan Naruto seolah berpindah tempat dan menuju sebuah tempat yang penuh dengan kobaran api dan tampaklah seekor Naga berwarna merah sedang menatap mereka. Issei ketakutan melihat pemandangan tersebut tapi naruto menatap tajam Issei agar ia tetap tenang

"yo, Ddraig." Sapa Naruto pada naga merah yang ada didepannya.

"ada apa kau memanggilku, bocah setengah" Tanya Ddraig.

"Berikan kekuatanmu pada bocah yang menjadi hostmu ini" pinta Naruto.

"boleh saja, asal ia korbankan salah satu anggota tubuhnya" tawar Ddraig.

"hmm, Issei. Bagaimana menurutmu? Jika kau korbankan tangan kirimu, kesempatanmu menjadi raja Harem akan semakin terbuka lebar loh" Tanya naruto pada Issei yang masih bengong.

Issei yang tiba-tiba mendengar kata raja Harem dengan bodohny segera berteriak "Baik! Ambil saja,, berikan aku kekuatan lebih untuk menjadi harem king!"

"hahaha, Omoshiroi! Baru kali ini aku punya host seperti ini!" Ddraig tertawa dengan sikap Issei. "baiklah, Hyodou Issei. Nikmatilah kekuatan sebagai hostku" tambah Ddraig yang kemudian melapisi tubuh Issei dengan Api dan kemudian pandangan Naruto dan Issei memudar. Kemudian mereka kembali lagi ke arena. "hmm, aku tidak merasakan perubahan apapun" kata Issei pada naruto. Naruto Tidak menjawab apa-apa dan mencoba menyerang Issei dengan tinjunya. Issei yang melihat tersebut dengan gesit menghindar.

"Apa-apaan kau! tiba-tiba menyerangku seperti itu!" bentak Issei.

"khukhukhu, Issei….. Baru kusadari kalau sebenarnya Asia begitu cantik, akan kujadikan dia budakku. Khukhukhu" Naruto menjawab pertanyaan Issei sambil memberikan tatapan seorang maniak.

"Apa maksudmu?" Tanya Issei yang masih bingung.

"fufufu, kupikir Asia pantas menjadi budakku, akan kubuat dia menjadi budakku dan melayaniku setiap hari. Akan kubuat dia memuaskanku sampai dadanya mengecil, khukhukhu" Naruto menjawab dengan nada sinis lagi.

'APA! dada Asia yang indah menjadi kecil?' Issei tiba-tiba menjadi tersentak. 'dan juga menjadi budak Naruto, satu-satunya wanitaku sekarang akan direbutnya' tiba-tiba mental Issei menyimpulkan satu hal. "AKAN KUBUNUH KAU, NARUTO!" teriak issei disertai dengan luapan tenaga luar biasa dari tubuh issei. [BOOST!] [BOOST!] [BOOST!] [BOOST!] [BOOST!] [BOOST!] [BOOST!] [BOOST!] [BOOST!] [BOOST!] [BOOST!] [BOOST!] [BOOST!] [BOOST!] [BOOST!]. "UWOOO!" teriak Issei dan kemudian perlahan tubuh Issei dilapisi sebuah armor berwarna merah. "Balance Breaker: Boosted Gear Scale Mail!" seru Issei. Issei kemudian melesat kearah Naruto dengan menyiapkan sebuah pukulan, Naruto dengan siaga bersiap meneriam pukulan tersebut. Kemudian Issei melancarkan sebuah pukulan kearah Naruto, dengansantai Naruto menangkap pukulan tersebut dan sambil tersenyum ia berkata. "lihat, ada hasilnya kan?"

Issei yang sadar akan perubahannyapun segera menghentikan pukulannya pada Naruto. "lalu, apa maksud perkataanmu tadi?" Tanya Issei.

"hmmm, balance breaker akan bereaksi sesuai keinginan dan emosi pemiliknya. Maka dari itu aku sengaja memancing emosimu tadi" jawab Naruto. Issei Cuma bisa diam dan mengganguk mendengar penjelasan Naruto.

"hmm, sepertinya latihanmu sudah selesai, dan sebagai hadiahnya. Akan kuajarkan kau dress breaker!" seru Naruto. Issei langsung bersujud ketika mendengar kata Dress breaker. "ARIGATOU SENSEI!" teriak Issei.

Kemudian setelah mengajari Issei dress breaker, Naruto mengantar Issei keluar dari tempat tersebut dan menyuruhnya bersantai diatas sana sampai ia kembali membawa 2 temannya. Naruto kemudian kembali ke bawah dan melihat Kiba terlebih dahulu.

Tampak Kiba sudah berhasil menang melawan robot tersebut dan menyisahkan satu bokken yang berada ditangannya. Naruto hanya dapat tersenyum melihat hasil latihan Kiba. "hmm, latihanmu adalah latihan yang paling rapi dibanding dengan Issei" puji Naruto. Kiba yang mendengar pujian tersebut tersenyum tipis". "baiklah, sebaiknya kita keatas. Latihan kedua kalian telah menunggu kalian disana" Kata Naruto sambil mengantar kiba meninggalkan arena tersebut. Naruto kemudian juga mengajak Koneko yang tampaknya sudah dapat mengendalikan energi senjutsunya meski masih ada hal yangbelum sempurna.

Kemudian ketiga orang tersebut Naruto ajak kepondok yang berada dekat danau yang ada di tengah hutan tersebut. Setelah masuk pondok tersebut, ketiganya pingsan serentak. 'hmm, tampaknya fungsi mantraku sudah habis' Batin Naruto sambil mengangkat mereka bertiga dan membaringkan mereka di tempat tidur dengan posisi vertikal. "setidaknya butuh waktu sehari untuk mereka agar bisa bangun" kata Naruto pelan. Kemudian Naruto berjalan keluar pondok sambil menatap kearah langit yang tampaknya sudah mulai senja. "hmm, hari yang melelahkan" batinnya.

Tiba-tiba saja sesosok objek dengan warna putih turun dari Udara dan mendarat dihadapan naruto. "hmmm. Ada apa kau menemuiku, saudara jauh?" Tanya naruto.

"hmm, Cuma ingin melihat perkembangan Rivalku sekarang, Naruto" jawab sosok tersebut.

"ohh, begitu. Tampaknya insting maniak bertarungmu kembali menyalak, Vali" kata naruto.

"khukhukhu, memang aku selalu begitu." Jawab sosok yang ternyata adalah Vali sang Hakuryuutei. "bagaimana kalau kita Sparring?" tawar Vali pada naruto.

"hmm, nanti saja. Jujur aku sudah kelelahan melatih mereka" kata naruto. "kau juga tak mau melawan orang yang staminanya hampir habis kan?" Tanya Naruto.

"khukhukhu, kau benar. Lebih baik sekarat dihajar olehmu dengan stamina penuh daripada menang pada saat kau sedang lemahnya" Vali membenarkan perkataan Naruto.

"oh, iya. Apa kau percaya bahwa setelah mati kau akan dikirim ditempat yang lebih mengerikan lagi?" Tanya Naruto pada Vali.

"kalauu tempat itu banyak petarung kuat, maka dengan senang hati aku akan kesana" jawab Vali

"dasar maniak bertarung" komen Naruto sambil tersenyum tipis.

"baiklah, nanti aku akan menantangmu lagi!" kata Vali sambil mengembangkan sayapnya dan bersiap pergi.

"hmm, Khaos Brigade ya?" Tanya naruto.

"benar, aku tapi bekerja juga untuk azazel, menjadi bawahan pacarmu tapi lebih menarik ,menurutku. Banyak lawan yang kuat yang dapat aku temui" jawab Vali.

"Si cebol itu bukan pacarku!" bentak Naruto sambil menahan rona diwajahnya.

"ohh, kalau begitu santai saja" ejek vali sambil meninggalkan Naruto

"dasar maniak Pantat!" teriak naruto yang tak didengar Vali yang sudah terlalu jauh terbang.

Skip time

Hari ini, semua murid sementara Naruto sudah kembali pulih dari lelah mereka. Naruto akan memberika polesan terakhir pada mereka. Mereka kemudian berkumpul di tepi danau. "baiklah, hari ini latihan kalian adalah melawanku!" seru Naruto pada mereka. "gunakan seluruh kekuatan kalian jika tidak mau mati" tambah Naruto dengan senyum psikopat. Ketiganya menelan ludah sambil berpikir taktik untuk melawan Naruto.

Namun, tiba-tiba sebuah kabut hitam muncul dari tengah danau dan menutupi seluruh pulau dengan aura hitam, dari situ tampaklah sesosok dengan jubah hitamnya dan sebuah sabit besar melayang diatas danau sambil menatap datar Naruto. "khukhukhu, ayo bermain, Naruto." Desisnya sambil mengeluarkan sebuah kartu tarot dengan angka 0 terterah dibagian kartunya. "the fool" bisiknya. Kemudian sekumpulan pedang terbang menyerang kearah Naruto dan untungnya sempat ditangkis oleh naruto dengan menggunakan pedangnya yang secara cepat ia keluarkan dari lingkaran Sihirnya. "Siapa kau?" bentak issei yang merasa kesal karena latihan mereka terganggu oleh serangan asing.

"fufufu, kenalkan. Namaku adalah Keres, atau bisa dipanggil Ker. Aku adalah dewa yang sedang merasa bosan" jawab ker dengan wajah tetap tertutup oleh kerudungnya.

"Ker? Apakah naruto-senpai tahu tentang dia?" Tanya Koneko

"Tidak, yang aku tahu dia suka sekali bermain denganku" jawab Naruto sambil tersenyum.

"Baiklah, kalua begitu sebaiknya kami juga ikut bermain" kata Kiba pada Naruto.

"berhati-hatilah, dia lawan yang tidak aku ketahui kekuatannya" Naruto mengingatkan Mereka.

"Baik!" seru mereka.

"khukhukhu, Omoshiroi! Majulah dan lawan aku!" Ker tertawa dengan nada puas dan membentangkan tangannya seolah siap menerima serangan mereka kapanpun.

"Baiklah, kau juga Bersiaplah!" seru Naruto sambil mengaktifkan mode Iblisnya.

Sementara itu ditempat lain

'perasaan apa ini? Kenapa rasanya akan terjadi sesuatu pada sibodoh itu?' batin seorang yang bernama Ophis yang sedang melamun menatap langit . tiba-tiba seseorang dengan dandanan seperti sun gokong menemui Ophis dan berkata "Bos, pertemuan sudah mau mulai, sebaiknya kau dating sekarang". Ophis mengganguk dan kemudian beranjak pergi. 'semoga kau baik-baik saja, Naruto.' Batinnya.

TBC

Sekian chapter 10. Mohon maaf kalau chapter ini kurang seru. Terima kasih buat yang udah Review. Review kalian sangat berarti buat author. Sekian dan terima kasih.