Ff Kyumin /Who cares?/yaoi/pervert!Kyu Cute, Ambisius!Min/ No Bash No Flame Mianhae.
slight other office couples
Summary : Sungmin Berambisi mengejar cinta namja idamannya
RATED: M*mecum
AUTHOR:CHOSUNGMI (dedo)
WARNING:YAOI,Gaje,Abal-abal, penggunaan kata yang tidak benar,M-preg*maybe
Genre:romance, brothership,humor*garing krontang*selalu mah
Couple:kyumin always to be *dibakar readers
Main cast:Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Other cast: Kim Ryeowook
Lee Hyukjae
Lee Donghae
Kim Joongwoon aka Yesung
Henry Lau
Zhoumi
Key
Baro
Supporter in Film : Choi Siwon
Kim Kibum
Disclaimer: Kyumin milik Tuhan yang Maha Esa ,mereka HANYA masih tinggal di Bumi dan di Klaim sementara oleh Orang tua mereka,ELF,JOYERS,SPARKYU,PUMPKINS,dan...S-A-Y-A#PLAK,
Warning:BOYS LOVE,YAOI, gak sesuai EYD,typo(s),alur yang dipaksakan (makhlum nyesuaiin)dll yang membuat anda tidak nyaman, cerita pasaran
DISLIKE, Don't READ
NO BASH NO FLAME
Sama-sama punya perasaan ne
Jangan coba nge Bash atau nge Flame klo gak Suka
Mianhae
Warning: No Edit!
.
.
.
.
.
Happy reading ^^
.
.
"Dengar Lee, tidak semua yang kau cap milikmu itu akan selamanya kekal di tanganmu, tunggu saja -"
Hyuna memandang Kyuhyun." ia akan lepas sendiri karena sikap manjamu itu!. Kajja Rinnie." Kemudian dua yeoja itu berlalu meninggalkan Sungmin yang termagu melihat punggung mereka.
'A-APA , tidak mungkin, Kyuhyun m-meninggalkanku?!.' Tanya batin Sungmin menjerit.
"Jangan dengarkan." Tegur Kyuhyun, namun seolah menjadi tuli, Suara Kyuhyun tak sampai terdengar di telinga Sungmin.
'meninggalkanku?!.'
Sungmin menunduk, dalam hati, namja manis itu mulai merasa takut.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
Chapter 10
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
"Gwaenchana?." Setelah berfikir cukup lama akhirnya Kyuhyun memilih untuk menghubungi kekasih nya-Sungmin, ia sedang sendiri sekarang , tentu saja setelah Siwon dan Kibum menjemput kedua anak mereka di apatement Kyuhyun.
"Gwaenchana, apa Kyunnie masih kepikiran dengan ucapan Hyuna-shii ?." Kyuhyun menyandarkan diri di punggung sofa kemudian menjawab seadanya.
"Ne."
" Kuharap kau tak memasukkannya dalam hati jika kau tengah sendiri." Lanjutnya .
"Kau sendiri?." Sebenarnya Kyuhyun malas untuk bertanya banyak –karena Kyuhyun sadar betul akan dirinya yang tidak pintar dalam memilih kata-kata-cenderung terdengar membosankan, dan biasanya Sungminlah yang dominan bicara ini dan itu, namun mengingat kondisi Sungmin , Kyuhyun jadi memaksakan diri kali ini.
"Eum, memang selalu begini bukan? Di apartement aku hidup sendiri dan aku baru pulang ke sini setelah seharian main ke tempatmu bukan?."
"Kau benar, mian, aku hanya kembali khawatir saat Key dan Baro mengatakan padaku bahwa kau terlihat kurang baik hari ini." Jelas Kyuhyun jujur, Baro dan Key memang mengungkapkan kejanggalan Sungmin-yang cenderung tak ingin jauh darinya-di saat kedua bocah itu hendak pulang.
Kyuhyun menunggu jawaban Sungmin sambil membaca beberapa laporan perusahaan yang sempat terbengkalai beberapa hari ini. Namun sampai Kyuhyun selesai membaca 9 lembar laporan, Sungmin tak kunjung membalas ucapannya.
"Sungmin?." Masih dengan membawa sisa laporan lain, Kyuhyun memanggil nama namja manis itu untuk memastikan keadaannya.
"Ne?." Dan berhasil, Sungmin kembali merespon.
"Kau melamun." Tebak Kyuhyun singkat.
"Ah~, Mianheyo. Aku hanya sedikit pusing sekaligus malu dengan kejadian di apartementmu." Kyuhyun kembali membaca sisa laporannya.
"Ku harap setelah ini kau akan jadi lebih baik." Kyuhyun meungkapkan dengan nada biasa walau sebenarnya namja tampan itu tengah tulus berkata, Khusus untuk Sungmin.
" Eum.. Kyunnie.."
"Ye." Kyuhyun sedikit menyesap kopi pahitnya.
"Apakah Kyunnie begitu berat melakukan conformity jika bersamaku?." Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya meletakkan cangkirnya jauh dari tumpukan kertas, dalam hati terdalamnya, ia merasa tidak pernah melakukan yang sungmin ucapkan itu, reflek saja ia berkata.
"Tidak, bahkan sama sekali tak melakukan hal yang kau sebutkan itu, semua sikapku hanya mengalir padamu." Tandasnya lugas dan tegas.
" Benarkah?." Kyuhyun dapat mendengar nada tak tertarik yang ditujukan Sungmin padanya, Namun ia tak keberatan untuk menjelaskan-sedikit panjang lebar.
"Ne, karena hubungan kita bukan sekedar timbal balik semata, ada makna yang lebih intim dari yang di bayangkan dalam sebuah hubungan." Kyuhyun mencoba meyakinkan Sungmin.
" Maksudmu lebih intim itu ng.. hubungan badan." Kyuhyun terdiam beberapa detik-gondok.
"Bodoh, bukan hanya itu, aku sangat serius padamu Lee Sungmin, perasaanku lebih dalam lagi dari sekedar nafsu saat kita tengah bergerumul di atas ranjang." Ucap Kyuhyun diikuti desahan halus nyaris tak terdengar, dan sepertinya Sungmin juga tak mendengar itu.
"Kyu~."
"Ne."
"Gomawo."
Kyuhyun terkekeh, ia melirik sisa pekerjaan kantornya, hanya melirik tak tertarik, ia lebih tertarik pada suara manja di sebrang sana.
"Menikah." Ucap Kyuhyun seadanya.
" Menikah?." Kyuhyun tahu Sungmin tak langsung mengerti dengan ucapan iritnya.
"Ya, aku akan tetap menikahimu Lee Sungmin, mengejarmu sampai kau berkata bersedia untuk menjadi pendampingku."
"Ka-kau serius?. Kenapa begitu memaksa..ah maksudku mengapa..."
"Aku memang tengah memaksa, kau mengerti bahwa tubuhmu sudah menjadi yang pertama untukku, jadi sudah seharusnya kau jadi tanggungjawabku." Sela Kyuhyun masih dengan suara datarnya, walau sekarang ini satu tangannya yang bebas tengah mengetuk permukaan meja dengan sembarang, Kyuhyun didera rasa gugup.
"Ta-tapi bukankah masa mudaku masih panjang, ja-jangan berniat untuk memilikiku, a-aku belum siap, aku masih ingin main-main!." Namun beda Sungmin berbeda juga dengan Kyuhyun, namja tampan itu kini menggeggam erat ponsel yang tersemat di telinga kirinya dengan raut keras dan kecewa.
"Oh, begitu?. Percuma saja aku khawatir denganmu, ternyata kau masih belum berubah dan tetap memegang teguh kata 'main-main' itu." Kini Kyuhyun menyeringai tajam, seringai yang bagi siapa saja melihat langsung merasakan kengerian hebat.
"Maksudmu Kyu?." Amarah Kyuhyun tersulut, namun rasa kecewa lebih mendominasi, Kyuhyun begitu kecewa di saat Sungmin masih saja tak mengerti dengan keseriusannya pada namja manis itu. Kyuhyun merasa bahwa Sungmin masih saja menggantungnya, atas semua pengertian yang sering ia tanamkan pada pikiran Sungmin, sikap Sungmin semakin membuatnya tak mengerti, main-main- jadi sampai detik ini Sungmin masih menganggap hubungan mereka seperti itu?. 'Semua percuma'Batin Kyuhyun.
"Kau sedang apa?." Kyuhyun tak ingin menambah beban ia jadi merasa jengah sekarang, sebab itu Kyuhyun melempar topik lain untuk Sungmin.
"Ng...aku sedang berniat membersihkan tubuh." Tanpa bertanya Kyuhyun telah tahu Sungmin tengah berada di mana sekarang. Otak jeniusnya berputar - membuat rencana.
"Lee Sungmin aku menginginkanmu." Kata singkat Kyuhyun tanpa beban , Kyuhyun tahu Sungmin selalu bertindak yang pertama untuk kegiatan yang menjurus pada kebutuhan intim keduanya. Dan benar saja tak lama Kyuhyun dapat mendengar jawaban bernada ceria di sebrang sana.
"Baiklah aku akan siap-siap ke apartementmu, okay? Ja.."
"Tidak, aku ingin Phone Sex denganmu." Namun Kyuhyun lebih cepat mengambil keputusan, yah...karena pengendali sesungguhnya adalah namja tampan tersebut.
"Phone Sex?."
"Namja frontal sepertimu pasti mengerti." Ujar Kyuhyun terdengar mencaci, bahkan tanpa sadar ia telah menampik gelas kopi hingga isinya bercecer di bawah sofa.
"Kyuhyun ada apa dengan..."
"Menungginglah Lee!." Perintah Kyuhyun memaksa.
"Kita tak akan melakukan foreplay, bayangkan kalau aku telah menggesekkan junior tegangku ke permukaan hole mu." Kyuhyun tak membayangkan apa-apa, namun ia juga tak asal bicara, Kyuhyun menmilih kata yang tepat untuk mempermainkan Sungmin-memberikan pelajaran lebih tepatnya.
"Ahhh~ Kyuhyun." Mendengar desahan Sungmin, Kyuhyun reflek memejamkan mata untuk menahan hasratnya, 'sial aku juga kena.' Batin Kyuhyun kesal karena baru menyadari bahwa tubuhnya bergetar.
"Sekarang aku memasukkannya kasar..shhhh.", 'sial!sial' lanjut Kyuhyun dalam hati.
"Ahhhh~ Kyuuu~pelaaan."Nafas Kyuhyun hampir saja berhembus liar mendengar desahan hebat Sungmin.
"Kyu~ cium aku~...ahhh..ahh."
" Tidak, aku hanya masih menggerakkan batangku dalam lubangmu, kali ini semakin kasar."
"Ahhhhh... ..Kyu..Kyuhyun."
"Apakah sangat nikmat Ming?." Kyuhyun mengejukan pertanyaan yang sebenarnya tak perlu di cari jawabannya.
"Kyuuu~ aku.." Kyuhyun tak berniat mendengarkan penjelasan Sungmin, ia kembali menyela.
"Aku semakin menggerakkan kasar."
"shaaaa...keluar."Tanpa sadar Kyuhyun tersenyum, ia berhasil mengawali hukuman untuk Sungmin, walau singkat Kyuhyun telah tahu banyak tentang kekasihnya yang tak cukup hanya dengan satu klimaks dan dengan ini Kyuhyun paham ini waktu yang tepat untuk hukuman sesungguhnya.
"Sudah cukup waktu mainnya Minnie-ah, annyeong."
"Kyu!. Kyu!."
Tak mempedulikan panggilan frustasi Sungmin, Kyuhyun memutus panggilan secepat yang ia bisa, lalu menyandarkan dirinya penuh pada kursi kerjanya, rasa mengganjal saat pertama kali bertemu Sungmin kembali menguak lebar.
"Sial!." Umpat keras Kyuhyun melihat benda di antara selangkangannya yang menggembung keras.
.
.
.
"Gwaenchana?."
Sungmin tersenyum suara di sebrang sana terdengar cemas bertanya, Namja manis itu menyambar handuk sebelum menjawab pertanyaan si penelfon.
"Gwaenchana, apa Kyunnie masih kepikiran dengan ucapan Hyuna-shii ?." Tanya Sungmin seraya berjalan santai menuju kamar mandi, namja manis itu berniat berendam sebelum pergi tidur.
"Ne." Jawab Kyuhyun terdengar datar, walau begitu dalam hati Sungmin tahu bahwa Kyuhyun begitu memperhatikannya, Hey..kejadian itu sudah dua hari yang lalu, Kyuhyun terlihat benar-benar sedang menjaga hati Sungmin.
" Kuharap kau tak memasukkannya dalam hati jika kau tengah sendiri." Langkah Sungmin berhenti.
"Kau sendiri?."Tanpa di perintah mata bulat Sungmin berair.
"Eum, memang selalu begini bukan? Di apartement aku hidup sendiri dan aku baru pulang ke sini setelah seharian main ke tempatmu bukan?."
"Kau benar, mian, aku hanya kembali khawatir saat Key dan Baro mengatakan padaku bahwa kau terlihat kurang baik hari ini."
Sungmin menggigit bibir, tak bisa ia pungkiri bahwa ia juga merasakan hal aneh terjadi pada dirinya, ia seperti seorang paranoid.
Flashback on.
"Minnie hyung, pensil warnaku patah." Sungmin segera menoleh ke arah Key yang sedang memasang muka sedih seraya menggoyang-goyangkan pensil warna biru muda yang hilang ujungnya. Sungmin tersenyum sebelum beringsut duduk di atas karpet bulu-tempat Key.
"Apa kau punya serutan pensilnya?." Key menggeleng dramatis. Kemudian berucap dramatis pula.
"Sayangnya tidak, huf..malang sekali nasibku~." Sungmin tertawa. Mengacak surai merah itu gemas.
"Minnie hyung juga tidak punya di sekolah kami menggunakan bulpoin, cha kita tanya Kyunnie..."
Deg
Tubuh Sungmin kaku, mulutnya terbuka ketika ia memandang menyusuri ruang tamu tanpa menemukan Kyuhyun di sana.
"Kyunnie~?." Gumam Sungmin pelan, sangat pelan seperti orang tercekik. Key menengadah memandang Sungmin yang tiba-tiba berdiri kasar dari duduknya.
" Minnie hyung, bukankah Kyu ahjusshi meninggalkanmu untuk ..., eh Minnie hyung!." Key melotot melihat Sungmin berlari panik, membuat Key ikut juga merasa panik- walau bocah tampan itu tak mengerti apa sebabnya, Tanpa pikir panjang Key- akhirnya memilih berlari seperti Sungmin, bocah itu bahkan membuang pensil warnanya ke sembarang arah.
"Kyunnie!, Jangan tinggalkan aku!." Teriak Sungmin tetap berlari, Key mengikuti dengan kaki kecilnya- di belakang Sungmin. Dua namja berbeda umur itu hampir memutari seluruh ruangan apartement Kyuhyun jika saja bukan Kyuhyun sendiri yang tidak keluar dari arah dapur bersama Baro.
Bruk.
"Hey, ada apa ini?." Kyuhyun bertanya pada Key yang membungkuk ngos-ngosan- mengatur nafas di belakang sana, Sungmin telah menemukan Kyuhyun, membuat namja tampan itu mendapatkan tanda tanya besar pada namja manis yang kini sudah memeluknya erat.
"Aku tak tahu, tiba-tiba saja...hosh..hosh...Minnie hyung berlari kencang..hosh..hosh seperti dikejar setan." Kyuhyun mengangguk paham.
"Min ada apa?, Hey...kau menangis?."
"Kyunnie hiks...jangan tinggalkan aku...hiks...jangan tinggalkan aku hiks..."
"A-apa?."
"Jangan... hiks..jangan tinggalkan aku.."
"Sungmin?."
Flashback off
"Sungmin?."
Sungmin tergegap, ia kembali tertarik dari alam bawah sadarnya.
"Ne?."
"Kau melamun."
"Ah~, Mianheyo. Aku hanya sedikit pusing sekaligus malu dengan kejadian di apartementmu." Ungkap Sungmin jujur.
"Ku harap setelah ini kau akan jadi lebih baik." Sungmin mengangguk walau namja di sebrang sana tak melihat itu.
" Eum.. Kyunnie.."
"Ye."
Sungmin kembali berjalan dan kini benar-benar masuk ke dalam kamar mandi.
"Apakah Kyunnie begitu berat melakukan conformity jika bersamaku?." Sungmin menunggu dengan duduk di atas kloset.
"Tidak, bahkan sama sekali tak melakukan hal yang kau sebutkan itu, semua sikapku hanya mengalir padamu." Sungmin mengerjap lucu , apa dengan begitu semua yang dilakukan Kyuhyun padanya adalah tulus, jika memang begitu Sungmin merasa sangat beruntung memiliki Kyuhyun.
" Benarkah?." Sungmin tengah memekik senang tertahan namun malah pertanyaan datar yang ia lontarkan pada sang kekasih- Kyuhyun.
"Ne, karena hubungan kita bukan sekedar timbal balik semata, ada makna yang lebih intim dari yang di bayangkan dalam sebuah hubungan."
" Maksudmu lebih intim itu ng.. hubungan badan." Tebak Sungmin sedikit berhati-hati, dan sebenarnya tak yakin dengan ucapan-yang menurutnya sendiri kasar-pada Kekasihnya-Kyuhyun.
"Bodoh, bukan hanya itu, aku sangat serius padamu Lee Sungmin, perasaanku lebih dalam lagi dari sekedar nafsu saat kita tengah bergerumul di atas ranjang." Sungmin memainkan kedua kakinya dan menggembungkan pipinya, benar, Sungmin kali ini mengaku salah, dalam hati ia mewanti tak akan mengulangi kata-kata itu lagi, intim adalah hubungan badan?. Sungmin mendecih.
'Dangkal sekali pemikiranku.' makinya dalam hati untuk dirinya sendiri.
'Untung saja Kyuhyun tak marah, pabboya Sungmin!.' Lanjutnya memaki, ia mengakui Kyuhyun adalah kekasih idaman dari pertama kali mencoba mencari pasangan, Sungmin merasa ia tertimpa duren.
"Kyu~."Panggilnya manja, dan kembali menggoyang-goyangkan kaki.
"Ne."
Sungmin tersenyum tulus.
"Gomawo."
Sungmin dapat mendengar suara kekehan Kyuhyun.
"Menikah."
Sungmin bergenyit mengulangi kembali kata-kata Kyuhyun dengan mengubah nada bertanya." Menikah?."
"Ya, aku akan tetap menikahimu Lee Sungmin, mengejarmu sampai kau berkata bersedia untuk menjadi pendampingku." Sungmin melongo hampir saja terjungkal dari kloset mendengar ucapan serius bernada datar milik Kyuhyun.
"Ka-kau serius?. Kenapa begitu memaksa..ah maksudku mengapa..." Sungmin tergagap, seketika Sungmin merasa bibirnya beku dan kata-kata jadi tak terangkai dengan baik, merasa seperti tiba-tiba melupakan bahasa negaranya sendiri. Oke, Sungmin berlebihan.
"Aku memang tengah memaksa, kau mengerti bahwa tubuhmu sudah menjadi yang pertama untukku, jadi sudah seharusnya kau jadi tanggungjawabku." Ujar Kyuhyun masih dengan suara datarnya. Hidung Sungmin kembang-kempis, Sungmin memang sering kualahan jika dengan Kyuhyun, Jika Sungmin mengidap sindrom mimisan pasti ia akan nosebleed saat itu juga, namun sayang Sungmin tak mengidap hal seperti itu.
"Ta-tapi bukankah masa mudaku masih panjang, ja-jangan berniat untuk memilikiku, a-aku belum siap, aku masih ingin main-main!." Beda Sungmin berbeda juga dengan Kyuhyun, Sungmin berujar sarkastik dengan wajah merona hebat, dalam hati namja manis itu tengah berperang untuk menstabilkan detak jantungnya yang menggila, satu hal yang berada di pikirannya kini adalah apakah Kyuhyun tengah melamarnya sekarang?, Jika memang benar Sungmin bersumpah ia akan membeli cincin kawin sekarang juga.
"Oh, begitu?. Percuma saja aku khawatir denganmu, ternyata kau masih belum berubah dan tetap memegang teguh kata 'main-main' itu."
Sungmin langsung saja merasa janggal, apa maksud dari ucapan Kyuhyun?.
"Maksudmu Kyu?." Tanya Sungmin pelan.
"Kau sedang apa?."
"Ng...aku sedang berniat membersihkan tubuh." Tanpa curiga Sungmin menjawab jujur.
"Lee Sungmin aku menginginkanmu." Tubuh Sungmin menegang, senyum sumringah tercetak jelas di wajah manisnya. Dengan cepat ia membalas
"Baiklah aku akan siap-siap ke apartementmu, okay? Ja.."
"Tidak, aku ingin Phone Sex denganmu."
"Phone Sex?." Sungmin bergenyit tak mengerti, 'Phone Sex? Hanya audio ya?.' Batin Sungmin.
"Namja frontal sepertimu pasti mengerti." Nafas Sungmin tercekat, bahkan mulutnya tak kuasa untuk tidak menganga lebar, tanpa sadar menjauhkan ponsel miliknya untuk menatap layar, dan benar, Sungmin masih berbicara dan tersambung dengan Kyuhyun.
"Kyuhyun ada apa dengan..."
"Menungginglah Lee!." Sungmin tersentak dengan cepat mengubah posisi memegangi dudukan kloset yang tertutup-menungging.
"Kita tak akan melakukan foreplay, bayangkan kalau aku telah menggesekkan junior tegangku ke permukaan hole mu." Sungmin terbelalak, Kyuhyun berbicara kotor dan secara otomatis Sungmin terconnect dengan cepat.
"Ahhh~ Kyuhyun." Dan fantastis Sungmin telah memasuki imajinasinya sekarang, terbukti dari desahan yang di hasilkan, posisinya pun tepat- menunggilng dengan bathtobe-bagian bawah yang polos tersingkap hingga pinggang, dengan kedaan seperti ini Sungmin seolah tengah melakukan sex sungguhan.
"Sekarang aku memasukkannya kasar..shhhh." Reflek namja manis itu menggeggam erat pinggiran kloset, mata kelincinya terpejam dengan pipi yang merona merah.
"Ahhhh~ Kyuuu~pelaaan." Sungmin mendesah nyata, terlihat frustasi dan menikmati di saat bersamaan.
"Kyu~ cium aku~...ahhh..ahh." Mohon Sungmin di dalam imajinasi tertingginya, Daebak Sungminnie.
" Tidak, aku hanya masih menggerakkan batangku dalam lubangmu, kali ini semakin kasar."
"Ahhhhh... ..Kyu..Kyuhyun." Penolakan Kyuhyun membuat Sungmin makin blingsatan, Sungmin ingin jujur bahwa ia jadi tersiksa sekarang.
"Apakah sangat nikmat Ming?." Sungmin terengah di sela tetesan keringat yang mengucur di wajah putihnya.
"Kyuuu~ aku.." Sungmin ingin bicara bahwa ia sangat membutuhkan tubuh Kekasihnya secara nyata detik ini.
"Aku semakin menggerakkan kasar." Namun sugesti Kyuhyun kembali membuatnya terpental jauh pada kenikmatan imajinasi. Sungmin menggeram tak tahan.
"shaaaa...keluar." Sungmin mendapatkan klimaksnya secara singkat. Cairannya muncrat membasahi paha dan lantai kamar mandi, secara personal ia telah berhasil terbang sendiri ke langit tujuh.
"Sudah cukup waktu mainnya Minnie-ah, annyeong." Namun ucapan bagai petir sanggup membuat Sungmin jatuh terduduk.
"Kyu!. Kyu!." Panggil Sungmin frustasi, Sungmin masih tak puas hanya dengan satu klimaks, walau Sungmin mengakui bahwa dirinya mesum ia juga berhak bertanya apa Kyuhyun juga tengah menikmati seperti dirinya atau tidak,berharap Kyuhyun memberinya kesempatan namun terlambat, Kyuhun memutus panggilan mereka sepihak.
Sungmin lemas lalu terkapar di lantai kamar mandi-terlentang, nafasnya berhembus kecewa.
" Aku tak puas" Gumam Sungmin parau, nyaris menangis.
"Cho Kyuhyun pabbo!."
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
.
Zhoumi berjalan keluar dari bandara Korea dengan kepala yang tertutup topi dan tudung.
"Apa perjalanmu menyenangkan?." Tanya utusan dari pihak management dengan bahasa Korea, Zhoumi mengangguk sebagai jawaban, tanpa bicara segera memasuki mobil jemputan yang baru saja berhenti di hadapannya.
"Kau tidak diizinkan beristirahat , kita akan terlebih dahulu mengunjungi sekolah barumu untuk satu tahun ke depan, kau jadi di terima di sana karena hasil tesmu lulus." Zhoumi mendengus lelah pada Heechul, memilih bersandar menempatkan kedua tangannya di belakang tengkuk."Bukankah, home school sudah cukup, kau ingin aku melakukan hal merepotkan lagi, sudah cukup okay?."
Heechul tak langsung menjawab, namja cantik keturunan Korea itu hanya menghendikkan bahu acuh.
" Aku tak peduli, menjadi publik figur adalah jalan yang telah kau pilih, yang kutahu dari pihak menejement sendiri, jika kau bersekolah di sana akan dapat mendongkrak popularitasmu, maksudku..tempat kau akan bersekolah bukanlah sekolah biasa, kau yang seorang actor tenar sekalipun tak akan mungkin dikejar-kejar di sana." Zhoumi menegakkan tubuh, wajah semula malasnyapun kini berubah jadi penuh raut penasaran.
"Hebat sekali, jadi mereka yang di sana adalah tambang emas begitu?."
"Ck, jangan menggunakan kiasan jika tengah berbicara padaku."
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
" Ada apa dengan wajahmu Sungmin hyung?." Sungmin memandang Donghae dengan mata yang seolah ditindi berkarung-karung beras di bagian kelopaknya, sendu sekali.
"Opso." Ucapnya singkat menatap lurus papan tulis setelah mendudukkan dirinya di atas kursi.
"Hey itu tempat dudukku." Peringat Eunhyuk pada Sungmin. Mau tak mau Sungmin menoleh, masih dengan tatapan yang sama seperti pada Donghae.
" Kau tetap saja duduk di pangkuan Donghae." Ucap Sungmin pelan dengan nada super molor, terdengar tak enak karena sangking tak semangatnya.
"Yak setelah ini bel, kau kenapa sih Ming? Ada masalah dengan Cho seonsaeng." Tanya Eunhyuk beranjak dari tubuh Donghae. Sungmin mengangguk namun sejurus kemudian menggeleng keras.
"Ani, sebenarnya aku juga tidak tahu." Bibir Sungmin maju setengah senti, Eunhyuk dan Donghae menatap tak mengerti dari apa maksud kata tidak tahu itu sendiri.
"Apa dia sudah membuangku?." Entah dari sudut otak yang mana Sungmin mendapatkan pertanyaan itu, yang pasti itu membuat Eunhyuk secara lancar menggeplak kepalanya keras, bermaksud menyadarkan Sungmin mungkin.
"Kau gila, dia suka padamu bodoh, dan lagi mengapa kau yang sekarang jadi tak mempercayainya." Sungmin menggosok kepalanya yang terkena geplak Eunhyuk dengan raut miris.
"Soalnya dia menggantungku saat aku masih di puncak naik." Ungkap Sungmin jujur. Muka Eunhyuk memerah, bukan untuk apa tapi namja gummy smile itu terlihat marah.
"Ahhh, aku tak peduli jika ada kesalahpahaman sepihak seperti ini, lebih baik kau yang datang padanya karena hanya kau saja yang merasa begitu, jadi palliya temui dia." Eunhyuk mecekal kasar lengan Sungmin, menyeretnya hingga di ambang pintu kelas.
"Ta-tapi E.."
Belum kelar Sungmin membela diri, namun Eunhyuk sudah menggeser pintu hingga tertutup rapat, Eunhyuk tak memberi kesempatan sedikitpun untuk Sungmin.
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
"Ketemu!." Sungmin tersentak, secepat yang ia bisa, namja manis itu memutar tubuh-menoleh ke belakang.
"Ketemu apa ?." Tanya Sungmin malas, malas melihat aura ceria Henry yang menyakiti matanya.
Henry masih memamerkan senyum lima jarinya kemudian menjawab."Tentu saja menemukanmu, saat hampir memasuki kelas aku melihatmu berbelok di koridor."
Sungmin tak lagi bertanya setelahnya, ia mengerti Henry telah mengikutinya sampai ke atap gedung sekolah.
"Mukamu."
"Jangan ditunjuk." Tegur Sungmin menampik tangan Henry yang berada di depan muka masamnya.
"Kau sedang ada masalah, apakah Tuan Lee telat mengirimimu biaya hidup?." Mendengar pertanyaan menyakitkan itu, Sungmin mendengus, langkahnya kembali menyeret hingga batas balkon. Henry tanpa segan mengikuti.
"Jika itu terjadi mungkin aku sudah memporak-porandakan Mansionnya kemudian mencekik istri dan anak-anaknya sampai pinsan." Henry bergenyit.
"Tidak sampai mati?."
Sungmin menggeleng sebagai jawaban lalu diikuti jawaban tegas namun-.
"Eomma akan marah padaku jika melakukannya."
-polos
"Pak polisi juga akan marah padamu." Tambah Henry sama bodohnya.
"Kau benar, bagaimana bisa kita menghabiskan masa muda di dalam penjara?." Timpal Sungmin benar-benar ngawur. Henry menyadarkan punggung pada pembatas besi.
"Mungkin kita akan jadi tua lebih awal, di paksa memijati Sipir setiap jam, makan-makanan basi, Minum dari air kolset, tidur di lantai yang kotor bersama tikus, ikan amis, dan ikan teri." Sebut Henry dengan muka horornya.
Well tak ada penjara dengan sistem sejahat itu di Korea.-.-
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
"Kenapa melewati tempat ini?." Sungmin membersihkan daun-daun kering yang menempel di rambut hitamnya, ia baru saja merangsak masuk ke dalam semak-semak.
"Aduh!." Sungmin mendelik mempercepat langkahnya menuju Henry.
"Ada apa?. Apa ada ular?."
"Tidak lututku tadi terkatuk batu." Sungmin mendengus, menempatkan kedua lengannya di masing-masing sisi pinggang.
"Lagipula siapa suruh kau berjalan merangkak mirip bayi, aku saja berjalan biasa."
"Ish, Kita akan bolos bukan, jadi memang harus begini." Sungmin menengadah, di saat gedung sekolah bagian belakang mempunyai ilalang-entah mengapa bisa setinggi di atas kepalanya, mengapa ia harus menuruti saran aneh Henry untuk berjalan merangkak.
Lagipula. Kenapa mereka tak meminta izin ke Lee Sooman saja, pria botak itu selalu memberi kebebasan pada mereka bukan?.
"Bodoh." Setelah tersadar, Sungmin bergumam untuk mencaci Henry dan dirinya sendiri.
"Hei kalian sedang apa?." Sungmin dan Henry melongo baru saja mereka menyibak ilalang terakhir untuk mencapai gerbang belakang, mereka sudah di kejutkan oleh kemunculan beberapa teman seangkatan mereka. Bahkan di sana juga ada Eunhyuk, Donghae, Ryeowook, dan Yesung yang tengah duduk santai di rerumputan.
"Eh, bukannya kalian mengkuti pelajaran?." Tanya Henry.
" Tidak entah kenapa kita memiliki jam kosong penuh hari ini." Jawab Yesung setengah berteriak karena jarak mereka .
"Kami akan berjalan-jalan keluar, kalian berniat bergabung?."
"Min hyung, bukankah kita akan berkencan?."
"Hentikan omong kosongmu mochi!." Sungmin memasang wajah kesal.
"Tidak, kami sedang malas." Kali ini Eunhyuk yang membalas.
"Yeeey!." Henry memekik senang.
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
" Aku senang kau tak lagi lengket dengan ahjusshi itu." Sungmin membenarkan letak tas pinknya, balik memandang Henry.
"Apa maksudmu?."
"Lihat, kau sedang bersamaku, tubuhmu sedang bersamaku, kau mengerti bukan?."
"Aku mengerti tapi tidak dengan ucapan vulgarmu." Cemooh Sungmin sangsi, Henry cukup mengerikan jika tanpa pengawasan Eunhyuk. Sungmin membuang semua prasangka buruknya dan berjalan cepat menuju gerbang bagian depan sekolah.
"Kenapa kita malah berbalik dan keluar menggunakan gerbang depan setelah sampai di gerbang belakang, cih aku jadi lelah duluan."
"Kita menggunakan jalan kebenaran." Ucap Henry memberi nama seenaknya.
"Maksudmu?."
Henry berdecak sombong lalu mulai menjelaskan. "Begini kita kan jadi terlihat bukan sedang mau bolos , lalu lewat jalan depan berbeda dengan lewat belakang."
"O...jadi itu maksudmu, benar juga." Sungmin mengangguk lamat.
"Hahahaha, aku memang pintar". Sungmin melakukan rolling eyes mendengarnya.
"Permisi Ruang kepala sekolah itu berada dinama?." Langkah Henry dan Sungmin berhenti, suara berat dari arah belakang mengintrupsi mereka.
" Oh, itu berada di Gedung utama, jika kau mau kami bersedia mengantar-."
Seketika Henry, Sungmin dan, seorang namja jangkung di hadapan mereka terdiam, tanpa di perintah mereka saling menelisik wajah- yang kelihatannya tak asing, tertangkap oleh mata ketiganya.
Butuh 10 detik bagi Zhoumi untuk mengenali dua wajah itu, dan dalam waktu itulah Sungmin telah menarik Henry secara brutal, berlari kembali ke dalam gedung kembali ke dalam gedung secepat yang mereka bisa.
"WOY!, KALIAN BANDIT ITU!. JANGAN LARIIIIIII!." Zhoumi berteriak nyaring saat baru menyadari Sungmin dan Henry telah jauh-sangat jauh di depan mata.
"LEE SUNGMIN DAN HENRY LAU!."
"Gyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa."
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
"Yah!, minggir!." Henry merentangkan tangan sesekali memutar kedua lengannya untuk menyingkirkan lautan siswa-siswi yang berada di koridor.
"Huaaaaaaa." Hanya itu yang sedari tadi Sungmin ucapkan.
"Sungmin hyung, aku gak kuat lagi, tak bisa bertahan lebih lama, coba lihat, apa si Zhou itu sudah jauh tertinggal?."
"Huaaaaa." Sungmin terlihat begitu ketakutan hingga sanggup berlari sambil memejamkan mata rapat-rapat.
"Sungmin Hyung!." Gertak Henry- ia masih merentangkan tangan-mirip layang-layang.
Sungmin membuka mata berat, masih dengan berlari bersama Henry, ia menengokkan kepala ke belakang.
"Huaaaaaaa." Henry berdecak, reflek ia berhenti. Namun tidak dengan Sungmin namja manis itu tetap dalam kegiatan berlarinya.
"Jangan berteriak terus, sudah aku lelah, ayo ke kantin."
"Tidaaaak , dia masih di belakang kitaaaaaaaaaa!."
Seketika Henry membulatkan mata.
"Yak! MAU LARI KEMANA KALIAAAAAAAAAAAAN." Mendengar suara bagai petir itu, Henry tak pelak menggigil, dia sudah bodoh memilih berhenti dan tak akan lebih bodoh lagi untuk memutuskan menoleh, ia langsung kembali berlari kencang, sampai-sampai dapat menyusul Sungmin, berada sejajar dengannya.
Kedua namja manis itu saling berpandangan, saling melempar tatapan putus asa seakan malaikat kematian telah dekat dengan mereka, namun untungnya mereka belum menyerah, keduanya-Henry dan Sungmin mengerahkan seluruh tenaga.
"HUAAAAAA, ini semua gara-gara jalan kebenaran! " Teriak mereka bersamaan seraya menambah intensitas berlari.
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
Zhoumi masih setia berlari di belakang Sungmin dan Henry, menampakkan seringai mengerikan.
"Huaaaaa, dia mau menyusul Heeeeen!." Mata Sungmin sudah berembun sangking takutnya, sudah lebih dari 20 menit mereka berlari cepat dan menghabiskan hampir separuh bangunan utama sekolah, Semua orang yang berpapasan hanya menatap heran tanpa secuilpun mengerti tujuan kegiatan berlari Sungmin dan Henry itu untuk apa.
Kini mereka bertiga melewati deretan bangunan gudang oleh raga yang sepi.
"HEI KALIAN BERHENTIIIIII!."
"Huaaaaa, kenapa dia?. Keras kepala sekali!." Tanpa dikomando ketiganya sama-sama mengusap peluh.
"Hoshh...Terus lari, terus lari, go go go..." Sungmin memekik kesal, Henry hanya mampu menyemangatinya seperti itu.
"Henry hosh..!, tak cocok jadi Seme!. Hosh..hosh" Sungmin masih saja dapat menghardik di tengah kepayahannya.
"Jangan membicarakan hal hosh.. yang tak penting!."
"Ini hosh... hoshhh.. semua salahmu, Kyaaaaaaaa"
Jdug.
"Sungmin!." Henry berhenti berlari, nafasnya tercekat melihat Sungmin terjerembab dengan kaki kiri yang di cengkram kuat oleh tangan panjang Zhoumi.
"Hoshh..akhirnya tertangkap." Zhoumi menyeringai tajam, ia kemudian duduk bersila di lantai dengan menarik kasar kaki sebelah Sungmin hingga menekuk dan menghadap langit-langit, Sungmin hanya pasrah di guncangkan seperti itu, namja manis itu seakan mati rasa walau pipi putihnya bergesekan langsung dengan lantai depan gudang yang kotor.
"Lepaskan dia!. Kau ini beringas sekali sih?!."
"Kalian meremehkan kemampuan berlariku ya?. Lahir dari Keturunan petinju dan sprinter membuatku dapat menyusul langkah pendek kalian dengan mudah."
"Siapa yang tanya?!." Teriak Sungmin dan Henry besamaan.
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
"Ayo cepat jalan dan tunjukkan ruang kepala sekolah padaku."
" Cih, kenapa tidak tanya ke siswa-siswi lain sih?." Henry mencebik kesal di depan Zhoumi, Sungmin hanya menunduk dan berjalan sedikit tertatih, Zhoumi tadi sedikit mencederai kakinya-tepatnya lutut hingga celana panjangnya harus ia gulung sampai atas nya.
"Kita masih punya urusan, dan urusan itu harus segera di selesaikan." Henry merinding saat Zhoumi berbisik tepat di telinganya." Sampai satu sama lain merasa adil." Lanjutnya masih sama berbisik.
"K-Kami merasa di rugikan kau tahu!." Henry berbalik dan menatap sengit Zhoumi, merasa di tantang Zhoumi juga ikut melotot di balik kaca mata minusnya.
"Yak!, aku yang lebih di rugikan, siapa kau yang waktu itu telah merusak pekerjaanku!."
Henry terdiam sejenak, lalu kembali menyangkal dengan berkata." Aku sudah mengenalmu sejak lama, kau jahat sekali bicara begitu padaku?!."
"Dari mana?!, Aku bahkan belum pernah melihatmu sebelum kejadian sepatu itu!."
"Tentu saja aku melihatmu di televisi, majalah, internet dan media lainnya aku fans mu tahu!." Zhoumi mendengus kemudian berkata kejam.
"Kau fans utusan neraka, setara dengan penyihir!."
Henry kehabisan kata-kata untuk membalas balik , menoleh pada Sungmin untuk meminta bantuan namun raut Sungmin membuat namja mochi itu mengurungkannya.
"Sungmin hyung, Gwaenchana?." Sungmin menengadah, raut namja manis itu nampak pucat, namun ia masih berusaha tersenyum.
"Gwaenchana, hanya pusing dan mual."
"Kau mau kuantar ke UKS ?." Tawar Henry.
"Yak!, tidak bisa urusan kita belum selesai." Peringat Zhoumi dengan aksen Cina yang kental.
Sungmin menggeleng lemah kemudian berkata dengan nada menenangkan." Gwaenchana, Kita sudah sampai bukan?." Kedua namja di hadapan Sungmin tersentak, Henry mengangguk, benar. Ini memang di depan ruang kepala sekolah.
"Kau masuklah." Perintah Henry seenak jidat, terkesan angkuh, Zhoumi lagi-untuk kesekian kali melotot tak suka. Sebelum melewati Sungmin, Henry segera menggandeng tangan itu-menuntunnya.
Karena para Hyuk line sering bolak-balik ke ruangan ini-ruangan milik Lee Sooman, maka Henry tak lagi menaruh rasa Sungkan untuk sekedar tak mengetuk lalu langsung masuk ke ruang khusus itu. Zhoumi hanya menatap aneh tingkah kurang ajar Henry.
"Kepala sekolah, Ada seseorang yang ingin menemuimu, Eh?."
Henry dan Sungmin membatu di tempat, begitu juga dengan namja tampan yang semua duduk tegak di atas kursi mewah kepala sekolah, namja tampan yang sejak semalam Sungmin harapkan, namja tampan itu tetap pada Ekspresi dingin tanpa terlihat goyah sedikitpun memandang Sungmin dan Henry yang bergandengan tangan erat.
"Kyuhyun Seongsaengnim?." Henry mengaga tak percaya.
"Houeek."
"Sungmin?."
Brugh.
"LEE SUNGMIN!."
.
.
Tbc
.
.
::Next Chapter::
"Zhoumi Tan jangan harap kau akan selamat!."
"Gyaaaaaaa!."
"Kau tidak bisa lagi berbuat sesuka hati lagi Lee Sungmin."
"Kita sudah tak memiliki hubungan special lagi."
"Appa, izinkan aku dinikahi anakmu."
"Heh?."
.
.
.
OTP kitah lagih tebarh momenth terush yahhhhhhh?*histeris.
Mulai dari artikel,foto, gift, dan video sudah saya liat cemuahhhh* mereka daebakhhhhhh*muncrat.( ' *****
Big thanks To:
Nuralrasyid : kyuminmi :Cywelf :BabyMing :winecouple : sary nayolla :sissy :ammyikmubmik:AmyKyuMinElf :danactebh :Phia : bebek :cho love 94 :stawberry rae :abilhikmah :Lilin Sarang Kyumin :imKM1004 :snowdrop :ayyuannisa :minniekyumin :airitokieda :mayasiwonesteverlastingfriends :Guest :Adekyumin joyer :5351 :Ria :Guest :wuhan :
Mian jika ada yang gak kesebut* percayalah itu kesalahan yang tak disengaja.
Langsung balasan repyunya ne.^^
CEKIDOT:
Nuralrasyid :
Ok, ini sudah lanjut chingu~ gomawo ne.
kyuminmi :
Ne sudah dilanjut ^^, gak kok Chingu, jika ninggalin Kyu juga gak akan mampu bertahan lama*cieee.
Cywelf :
Sudah dilanjut, gomawooo ne.
BabyMing :
Sudah dilanjut, hehhe Min emang polos, ne kasiha Zhou gomawoo.
winecouple :
Hubungan ZhouRy gak ada apa-apa chingu.
Mereka gak pacaran kok, Henry Cuma fans berat Mimi.
Ming serius tapi gak kelihatan,
Ne justrus serius itu bikin Ming jadi sensitiv, begitulah Kyu gak akan ninggalin Ming, Gomawoooo.^^
sary nayolla :
Sudah dilanjut Chinguyaaaa~gomawooo ne.
sissy :
Tunggu BDSM nya saeng*muka polos.#plak.
wuhan :
Ne mereka emang para Uke mesum, hehe memang itu judulnya#plak, gomawooo.
Guest :
Kyaaaaa kenapa bilang gituuuuuu?.saya jadi maluuuu, tapi gak seterang matahari kok chinguuuu gomawooooo ne, selamat membacaaaaa.
Ria :
Annyeong, ne saya sudah update. Hehehe
Ne Henry musuh buat Kyu.
Iya emang secara terang-terangan Henry gak suka Kyu*padahal Kyu kan ganteng banget#plak,
Ne Nyuk Cs ktemu Sibum berkat Si epil.
Nyuk akhirnya pamer besar-besaran.
Ne Kyumin emang sepasang kekasih yang Hot*bawa kompor.
Mochi ama Umin emang punya maslah ama Mimi.
Ne di chap ini ketemu chingu, mereka lari marathon,
Ne Mimi yang teraniaya di sini jadi masih inget banget sama Ming dan Henry.
Henry bukannya benci malah masih cinta#plak ^^
Heechul tahu kok tentang masalah itu, tapi gak terlalu paham ama Henry secara Mochi Cuma Fans.
Ne ini sudah lanjut kok, gomawooooo ne.
5351 :
Ah, gomawooo kalau puas, ne sudah lanjuuuut.^^
Adekyumin joyer :
Ne memang Kyumin selalu hot hehehe, ne Umin udah nerima Kyu kok.
Kyu pembawaan super duper nyante.
Mimi gak kenal apa Moci dan Umin,
ne Hnry terobsesi ama si tiang listrik* .
Guest :
Neeee, udah update kok.
Hyuna ma Gyuri cuma selingan kok,
Umin mesum polos*hehe, gomawooo.
mayasiwonest everlastingfriends :
Gomawooo, sudah lanjuuut.
airitokieda :
Ne saya setuju Umin emang gak usah dengerin kata Hyuna.
Ne, mereka pakai cinta ^^ , ne semoga cepat nikah gomawoooo.
ammyikmubmik:
Min udah sadar*mungkin, Gomawooooo.
AmyKyuMinElf :
Oce oce chinguyaaa, ini udah update, gomawoooo.
danactebh :
Sudah lanjut Chingu,hehhehe
Semoga kuliahnya lancar^^...
Phia89 :
Ne mereka selalu ada tempat buat mesra2an.
Ne gomawooo atas do'anya
Sudah lanjuuut. ^^
.94 :
Bunny kena sindrom possesif(?).
Ne Handsome epil gak akan ninggalin ming hohohohoh*gomawoo.
bebek :
Sungmin celalu mecum*plak
Ng...Zhou baik kok. Ne gomawoooo chingu.
stawberry rae :
Ahhh~gomawooo*ditabok .
Nenene, mian mian hiks gak cepet lagi hueeeee
Saya akan berusaha lagi. Fighting!.
abilhikmah :
Ming lagi kalut chingu kayak saya#plak gomawooooo
minnie kyumin :
Ahhhhh~ iya chingu gomawooo udah setuju, walau kadang susah FFn emang udah jadi rumah,
oh melebarkah ?, ng saya juga merasa begitu, wah wah pernah kita ngomong di PM kan? Jadi saya paham kalau chingu sangat menunggu humornya. Mian ini memang bukan fokus genre Humor jadi emang garing dingin hehehe mian ne.
Bukan hanya masalah itu aja chingu hehe soalnya saya emang selalu kalut tanpa alasan*aneh.
Gomawooooo.*bawa kabur sepatu pinknya.
.1 :
Nyaaaah udah lanjut.
.1272 :
Ne setuju chingu mereka-Henry ma Umin- emang brutal nan polos*di tendang MinRy.
imKM1004 :
Ming memang punya segudang kejutan chingu*lirik Kyu.
Kyu emang punya cadangan kesabaran tingkat wahit, tapi jiwa seme tetap
Henry gak punya hubungan apa-apa sama Zhoumi chingu, ingat kata Yeye ama Nyuk di chap 8#plak.
Ne, Henry Cuma fan Mimi.
Ya mereka emang kelewat polos*ikut kena tabo MinRy.
Ne sudah lanjuuuut. Gomawoo.
Lilin Sarang Kyumin :
Ah? Pemberitahuan yang mana chingu. Hehe mian soalnya walau punya fb saya gak pernah pakai itu buat sponsor(?).
Ng... gak kok saya gak suka ribet, Kyu pasti melindungi Min chingu, gomawooo.
~Owari'~
****Kyumin akan menemui sedikit hambatan, Mian saya sedang sibuk beraaaaat, ini sudah di paksa, kadang kalau ada waktu malah kebelok niat dan berakhir buntu*pundung.
Saya masih tetap memegang teguh kata 'berusaha', semoga readers mau kembali bersabar dengan chap yang sangat pake banget tidak memuaskan ini. Semoga akan lebih cepat update menyemarakkan Joyers yang akhir-akhir ini dirundung bahagia .hehe
Tagih aja gak papa, jujur saya orangnya nyante tapi kalau ada yang nagih pada kelabakan gak jelas*umbar aib.
Minta repyu?*pout.
Repyu*pout lagi.*Author gak inget umur.*
