The Opening of Chapter 10

.

.

Baru beberapa saat yang lalu aku terbangun dari tidurku. Perlahan kulirik jam. Kusimpulkan bahwa hari ini aku bangun lebih awal dari biasanya.

"Hah..." Aku pun menghela napas. Mimpi-mimpi buruk itu membuatku tak ingin tidur, hanya saja rasa malas membuatku memilih untuk tetap berbaring di atas ranjang.

Sudah berapa lama aku seperti ini? Hidup tanpa bisa mengingat seperti apa masa laluku.

Kadang aku berpikir, seperti apa hidupku dulu? Seperti apakah sifatku dulu?

Aku bertanya-tanya. Sebenarnya, sudah berapa kali aku berpacaran? Atau aku belum pernah punya pacar?

'Mungkin lain kali aku harus menanyakannya pada Sungmin,' batinku. Kurasa yeoja cantik itu bisa memberikanku jawaban.

Sekarang memang masih sangat pagi. Jam baru menunjukkan pukul 4. Tapi rasanya aku benar-benar malas untuk kembali tidur. Aku tidak ingin kembali memimpikan hal-hal buruk, termasuk berada dalam kegelapan itu.

Kini aku mulai mempertanyakan apa yang bisa kulakukan saat ini dan setelah menemukan jawabannya, aku langsung beranjak dari pembaringanku menuju ke meja belajar. Kuputuskan untuk menyalakan laptop yang ada di atas meja tersebut dan melihat foto-foto masa laluku yang tersimpan di dalamnya, foto yang sama sekali tak berani kulihat semenjak kecelakaan itu terjadi, sejak seluruh ingatanku menghilang.

.

.

AlvinaVin presents...

'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' '''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' ''''''''''''''''''''''''''

Park of Memories

Chapter 10

Pairing: KyuWook / MiWook

Cast: Kyuhyun, Ryeowook, Sungmin, Yesung, Siwon, Kibum, Heechul, and Zhoumi

(Pairing dan Cast bisa bertambah seiring berjalannya waktu)

Genre: Romance, Hurt/Comfort

Disclaimer: Tokoh yang ada dalam ff ini sepenuhnya milik diri mereka masing-masing.

Warning: Switch gender, OOC, AU

'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' '''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' ''''''''''''''''''''''''''

.

.

"Annyeong Kibum, Siwon, apa kalian sudah lama menunggu?" Itulah kalimat pertama yang dikatakan Heechul saat menghampiri meja yang ditempati Siwon dan Kibum, sebuah meja dengan empat kursi yang cukup untuk dihuni mereka bertiga.

"Ani. Kami baru sampai," jelas Siwon yang selanjutnya diiyakan oleh Kibum.

Heechul pun mengambil duduk di samping Kibum. "Padahal baru tadi sore aku dan Kibum janjian untuk bertemu. Dan malam ini, kita bertiga harus bertemu lagi."

"Katakan ini rapat mendadak," ucap Kibum diikuti tawa.

Siwon sedikit terkejut dengan pernyataan Heechul. "Tadi sore kalian berdua sudah bertemu?"

Baik Heechul maupun Kibum, keduanya sama-sama mengangguk.

"Tadi sore, saat kami berdua bertemu dan sedang makan di restoran, tiba-tiba saja yeoja yang kubilang adalah teman Ryeowook itu mengajakku bertemu," ungkap Heechul sambil tersenyum. "Mianhae. Aku baru bisa mendapatkan informasinya hari ini."

"Gwenchana. Malah aku yang harus berterima kasih padamu karena bersedia melakukan hal ini." Siwon tertawa kecil. "Ternyata memang benar, hanya kau yang bisa melakukannya."

"Ini karena kebetulan aku pernah mengantar Ryeowook ke tempat lesnya," kata Heechul, sedikit tertawa. "Oh ya, bukankah hari ini Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, dan Yesung pergi ke taman bermain?"

"Ne," jawab Kibum diikuti oleh Siwon yang mengangguk.

"Semoga kencan mereka menyenangkan." Heechul mulai memperhatikan menu yang masih tergeletak di atas meja. "Kalian sudah pesan?" tanya Heechul yang dibalas anggukan oleh keduanya. "Aku pesan makanan dulu, ne?"

Percakapan mereka pun terhenti. Siwon dan Kibum menunggu Heechul menyelesaikan kegiatannya memesan makanan, baru setelah itu pembicaraan di antara mereka kembali dilanjutkan.

"Sebenarnya untuk mendapatkan informasi ini, aku bertemu dengannya dua kali. Pertama, saat hari Rabu, aku mendatangi tempat les Ryeowook dan berencana untuk mencari seorang murid disana yang memang dekat dengan Ryeowook." Perkataan Heechul terhenti, lalu ia kembali melanjutkan. "Sesampainya disana, aku coba bertanya pada seorang yeoja yang sedang sendirian dan suatu kebetulan, ternyata dialah yang menjadi teman dekat Ryeowook selama di tempat les."

"Jinjja?" Mata Kibum membelalak lebar. "Kebetulan yang sangat indah."

"Lalu?" tanya Siwon yang sangat penasaran.

Meski Heechul tahu kedua temannya sudah tidak sabar dan ingin langsung ke inti cerita, tapi ia memutuskan untuk tetap menceritakannya secara perlahan. "Karena saat itu sudah malam dan yeoja itu harus segera pulang, aku pun mengajaknya untuk bertemu di lain waktu. Ia mengiyakannya, lalu kami pun saling bertukar nomor HP." Ia terdiam sejenak, lalu melihat ke arah Siwon. "Meski kau sudah menyuruhku dari minggu kemarin, tapi aku sibuk dan baru bisa melakukannya minggu ini. Dan saat hari Rabu itu, aku memang sudah sepakat dengan yeoja itu bahwa jika dia sudah sempat dan ada waktu untuk bertemu denganku, maka dia akan mengabariku dan kami akan bertemu."

"Arra." Siwon mengulum senyumnya. "Gomawo atas kesediaanmu melakukan ini."

Heechul pun tersenyum. "Sebelum aku mulai bercerita, ada sesuatu yang ingin kutanyakan pada kalian. Haruskah aku memberitahu Kyuhyun semua fakta yang telah kudapatkan?"

Siwon dan Kibum tak langsung menjawab. Mereka sedang memikirkan keputusan yang tepat.

"Katakan saja," ucap Siwon.

"Ne, ceritakan saja padanya. Agar dia tahu," kata Kibum mengiyakan.

"Hmmm, baiklah," ujar Heechul menyetujui keputusan keduanya. Meski ragu untuk menceritakan semua kenyataan yang baru ia dapatkan, namun seperti apapun kenyataannya, ia yakin bahwa membiarkan Kyuhyun tahu adalah jalan terbaik.

.

.

Saat ini Sungmin sedang menatap aneh ke arah layar ponselnya.

.

From: Yesung

Apakah hari ini menyenangkan? :D

.

'Pertanyaan bodoh,' gumam Sungmin dalam hati.

Sejujurnya, akhir-akhir ini ia sudah menyadari ada sesuatu yang berbeda dari perlakuan Yesung terhadapnya dan hal itu membuat dirinya merasa aneh. Rasanya ia menyukai setiap bentuk perhatian yang namja itu berikan padanya.

Apakah aku... menyukainya?!

.

.

'Kenapa tak dibalas,' batin Yesung sambil tetap memperhatikan layar ponselnya dengan seksama, berjaga-jaga jikalau balasan SMS dari Sungmin tiba-tiba masuk.

Satu menit kemudian...

Ia tetap menatap layar HP-nya lekat.

Dua menit kemudian...

Ia masih terus memandangi ponselnya, namun pesan dari Sungmin tak kunjung masuk.

Tiga menit kemudian...

Yesung berhenti memperhatikan layar ponsel dan memutuskan untuk menanti pesan Sungmin dengan sabar tanpa perlu siaga setiap detik.

Ia pun meletakkan ponsel tersebut di atas meja, lalu pergi meninggalkan ruang tamu yang sejak tadi ia tempati.

Tak lama setelah Yesung pergi, layar ponsel itu menyala dan tampak sebuah pesan masuk berasal dari Sungmin tertera disana

'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' '''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' ''''''''''''''''''''''''''

Terdengar bunyi ponsel yang berdering, yeoja yang baru saja selesai mandi dan mengenakan pakaiannya itu pun segera menjawab panggilan tersebut. "Yeoboseyo?"

"Wookie, kau sudah pulang?" tanya sang penelepon. Suaranya menunjukkan bahwa ia seorang namja.

"Ne," jawab yeoja itu dengan wajah datar.

"Sebenarnya tadi sore aku sempat datang ke rumahmu dan ternyata kau sedang tidak ada. Saat aku berdiri di depan rumahmu, ada seseorang yang memberitahuku bahwa kau sedang berada di taman bermain." Perkataan sang namja terhenti sejenak. "Lain kali sebelum datang ke rumahmu, aku akan mengabarimu lebih dulu."

"Ne," ujar sang yeoja singkat, sembari membuka sebungkus keripik yang berada di atas meja belajarnya. Ia pun mulai mendudukkan dirinya di atas ranjang dan melahap keripik tersebut.

Jawaban singkat dan sambil makan snack, benar-benar respon yang cuek, itulah hal yang kini sang namja batinkan. Ia menyadari betapa cueknya yeoja itu pada dirinya. "Sepertinya kau sedang makan, mungkin lebih baik kita akhiri saja pembicaraan ini."

"Ne," jawab yeoja itu seusai mengunyah keripiknya.

"Annyeong," ucap namja itu untuk menyudahi panggilannya.

"Annyeong." Sekilas sang yeoja pun tersenyum. "Selamat tidur... semoga kau bermimpi indah."

Sejenak sang namja terdiam. "Kau juga, semoga mimpimu indah," tutur namja itu untuk yang terakhir kali sebelum akhirnya ia menutup panggilan tersebut.

Beberapa saat setelah pembicaraan berakhir, kegembiraan yang namja itu rasakan masih belum menghilang. Namja bernama Zhoumi itu tak habis pikir bahwa hari ini sang yeoja, alias Ryeowook, akan mengucapkan 'selamat tidur dan semoga bermimpi indah' padanya. Sesuatu yang baginya bisa dikategorikan sebagai bentuk perhatian.

Saat ini Zhoumi sudah sangat mengantuk. Segera ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang, memejamkan matanya, dan tertidur.

.

.

"Selamat datang," ucap seorang yeoja berbaju putih sambil tersenyum lembut pada sesosok namja yang kini berdiri di hadapannya. Tak hanya bajunya yang putih, sekujur tubuhnya pun dipenuhi oleh aura berwarna putih.

Namja itu terdiam. Meski dari wajahnya, sang yeoja terlihat baik hati, namun penampilan dan aura yang ada pada diri yeoja itu membuat sang namja merasa sedikit takut.

"Jangan takut, aku hanyalah seseorang yang muncul dalam mimpimu. Aku ada disini karena ingin memberikan kabar baik untukmu," ujar sang yeoja. Sepertinya ia menyadari apa yang namja itu pikirkan tentangnya. "Dan tempatmu berada sekarang... ini hanyalah dunia kenangan. Kau hanya perlu melakukan apa yang harus kau lakukan disini."

"Dunia kenangan?" tanya sang namja tak mengerti. Ia sadar bahwa keadaan di sekelilingnya, tempat dimana saat ini ia berada, hanyalah sebuah tempat yang gelap.

"Ne, dunia yang dipenuhi oleh kenangan," jawab yeoja itu tenang. "Cho Kyuhyun, maukah kau menyelamatkan Kim Ryeowook dalam mimpimu?"

Namja yang disebut sebagai Cho Kyuhyun itu merasa tercekat dan bingung. Ia semakin tak mengerti. "Menyelamatkan Ryeowook?" tanyanya. Ia benar-benar membutuhkan penjelasan sekarang. "Dalam mimpiku?"

Ekspresi sang yeoja seketika berubah. Kini ia tampak serius. "Meski ini mimpi, namun dalam mimpi inilah kau diberi kesempatan untuk menyelamatkannya."

Kyuhyun semakin tak paham. Keadaan semakin mencekam baginya.

"Jadi, ini hanya mimpi?" tanya Kyuhyun, sang yeoja pun mengiyakan. "Aku harus menyelamatkan Ryeowook... dari apa?"

"Dari kegelapan, keputusasaan, dan kehilangan." Yeoja itu menghentikan kalimatnya. Ditatapnya mata Kyuhyun lekat. "Dalam mimpimu malam ini, kau telah diberikan kesempatan untuk mengembalikan ingatan Ryeowook yang hilang."

Perkataan yeoja di hadapannya seketika membuat Kyuhyun tercekat. Matanya membelalak lebar, rasanya sulit untuk mempercayai apa yang baru saja yeoja itu katakan padanya.

"Kalau kau gagal... selamanya Ryeowook takkan bisa mendapatkan ingatannya kembali."

.

.

Gelap sekali.

Aku takut berada dalam kegelapan ini.

Hiks... tolong aku...

Ryeowook sangat takut. Kegelapan yang mencekam membuatnya hanya bisa diam sambil melawan rasa takutnya. Tempat ini benar-benar mengerikan, ia ingin bisa secepatnya menemukan jalan keluar.

Keajaiban yang dinanti pun tiba. Dalam sekejab, kegelapan di tempat tersebut berubah menjadi terang, dan tiba-tiba saja, sesosok yeoja asing muncul di hadapannya. Sesosok yeoja yang tersenyum manis dengan aura putih yang menyelubungi seluruh tubuhnya.

"Annyeong Kim Ryeowook-ssi," sapa yeoja itu.

Semanis apapun yeoja itu, Ryeowook tak dapat memungkiri bahwa ada seberkas rasa takut yang merasukinya saat melihat yeoja asing itu.

"Jangan takut, ini hanya mimpi. Aku hanyalah seseorang yang muncul dalam mimpimu."

"Mimpi?" tanya Ryeowook bingung.

"Ne." Yeoja asing itu kembali tersenyum. "Mianhae karena terlalu lama membiarkanmu sendirian dalam kegelapan. Tadi aku harus menemui seseorang, jadi aku baru mendatangimu sekarang."

Ryeowook terdiam. Rasa takut yang ia rasakan sebelumnya telah hilang, namun ia masih merasa tercekat dan tak sanggup banyak bicara.

"Saat ini kau sedang berada dalam dunia kenangan," ucap sang yeoja sambil menatap Ryeowook dengan lembut layaknya seorang yeoja yang anggun. "Alasan mengapa tadi tempat ini gelap... adalah karena kau telah kehilangan ingatanmu. Kenanganmu di masa lalu, seluruhnya telah menghilang, hingga yang tersisa hanyalah kegelapan."

Penjelasan yeoja asing itu cukup membuat Ryeowook mengerti.

"Kurasa aku harus menghilangkan susana mencekam di antara kita," ujar yeoja asing itu diikuti tawa kecil. "Kau mau ikut aku ke suatu tempat?"

Ryeowook berpikir sejenak. Ia tak langsung menjawab. "Eodi?"

"Ke tempat Kyuhyun berada."

"Kyuhyun?" Ryeowook terkejut. Rasanya ia tak percaya dengan pada nama yang baru saja disebutkan yeoja itu padanya.

Yeoja asing itu mengangguk. "Aku akan segera membawamu kesana. Kajja!"

Syuuuuuh!

Dalam sekejab, keduanya berpindah tempat. Kini mereka berada di sebuah padang rumput luas nan hijau. Ryeowook pun mengedarkan pandangannya ke segala arah, dan satu-satunya yang bisa ia lihat selain hamparan padang rumput adalah sebuah gereja.

"Kau lihat bangunan gereja disana?" tanya yeoja asing itu yang dibalas anggukan oleh Ryeowook.

"Disanalah Kyuhyun berada. Ayo, kita kesana."

.

~~Ryeowook's POV~~

"Disanalah Kyuhyun berada. Ayo, kita kesana."

Kurasakan tangan dingin yeoja itu menggenggam tanganku, lalu ia membawaku berjalan mendekati gereja itu. Dilihat dari bentuk bangunannya, sepertinya gereja tersebut adalah gereja umat Katolik. Sesampainya di depan gereja tersebut, perlahan sang yeoja membuka pintu gereja yang terlampau besar, dan benar saja bagian dalam gereja tersebut benar-benar seperti gereja umat Katolik. Kuedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan dalam gereja yang begitu besar ini dan kudapati bahwa tak ada satupun orang yang berada dalam ruangan tersebut.

"Bukankah kau mengatakan akan membawaku ke tempat Kyuhyun?"

Mendengar pertanyaanku, yeoja asing itu pun tersenyum. "Ne. Kyuhyun ada disini."

Aku kembali memperhatikan sekeliling ruangan dengan seksama untuk mencari sosok Kyuhyun, namun aku tak berhasil menemukannya. "Eodi?"

"Disana," jawab yeoja asing itu sambil menunjuk lurus ke depan.

Aku pun melihat lurus ke depan sesuai dengan arah yang ditunjukkan oleh sang yeoja, namun kedua mataku tak kunjung menangkap adanya sosok Kyuhyun disana.

"Kau tak bisa melihatnya?" tanya yeoja itu. Dari ekspresinya, sepertinya ia kaget.

"Aku tak berhasil menemukannya."

Keadaan semakin membuatku bingung. Masalahnya, yeoja itu mengatakan bahwa Kyuhyun ada disini sementara daritadi aku tak kunjung melihat sosoknya.

"Hmm, mungkin memang sengaja diberi pelindung," gumam sang yeoja ragu.

"Diberi pelindung?"

"Sebenarnya Kyuhyun sedang duduk di bangku paling depan. Mungkin sang penjaga dunia kenangan yang saat ini sedang mengetes Kyuhyun-lah yang sengaja memberikan pelindung agar orang asing yang tak berwenang tak bisa melihat apa yang sedang mereka berdua lakukan," jelas yeoja itu sambil menatap mataku.

Kurasakan tatapan matanya yang begitu dalam. Saat ia menyebut nama Kyuhyun, aku merasa tercekat.

"Kyuhyun sedang dites?" tanyaku lagi. Rasanya semakin banyak pertanyaan yang muncul dalam benakku.

"Ne." Yeoja itu kembali memandang lurus ke depan. "Sang penjaga dunia kenangan sedang mengetes Kyuhyun."

"Tes? Tes yang seperti apa? Untuk apa?" tanyaku menggebu-gebu. Aku benar-benar penasaran juga ingin segera tahu.

"Untuk mengembalikan ingatanmu."

DEG! Untuk sesaat, aku merasa seakan jantungku berhenti berdetak. Kedua mataku terbelalak lebar. Aku benar-benar tercekat, syok atas jawaban yang baru saja kudengar.

"Mengembalikan... ingatanku?" tanyaku parau.

Yeoja itu mengangguk. "Jika Kyuhyun bisa lulus dari tes yang diberikan oleh sang penjaga, maka seluruh ingatanmu yang telah hilang pun akan kembali."

Sang yeoja berhenti bicara dan aku tak mengatakan apapun. Sesaat kubiarkan keheningan melingkupi kami berdua.

"Jika Kyuhyun lulus, kau akan bisa mengingat kembali masa lalumu. Semua hal di masa lalu yang seharusnya masih bisa kau ingat jika kau tak mengalami amnesia."

Aku masih terdiam. Di satu sisi, ini hal yang sulit dipercaya, namun kuakui bahwa hatiku begitu terkejut, sama sekali tak menyangka bahwa Kyuhyun akan berjuang untukku demi memori yang begitu kuinginkan.

"Apa kau ingin melihatnya?" tawar sang yeoja padaku. Mungkinkah ia bisa membaca apa yang sedang kurasakan?

Aku pun mengiyakan tawarannya.

"Tapi ingat, kau tak boleh bersuara. Jangan mengajakku bicara dan jangan menanyakan apapun. Saat kau sudah bisa melihat Kyuhyun nanti, itu artinya kau dan aku sudah berada di dalam lingkaran pelindung tersebut, sehingga ia bisa melihat kita. Bahaya jika nanti kau bersuara dan suaramu terdengar oleh sang penjaga lalu ia pun melihat kehadiranmu, bisa-bisa kita berdua dihukum. Jadi, diam saja dan perhatikan, arraseo?" jelas sang yeoja yang kubalas dengan anggukan. "Baiklah, akan kubuat kau bisa melihatnya sekarang."

Yeoja yang sejak tadi berdiri di sampingku itu pun tersenyum. Ia lalu mengarahkan telapak tangan kanannya ke depan, dan...

Dalam sekejab, atmosfer di sekitarku terasa berubah. Kini aku bisa melihat Kyuhyun yang duduk di bangku paling depan deretan sebelah kanan, padahal dalam penglihatanku sebelumnya bangku itu kosong. Ia duduk dengan posisi tubuh miring ke kiri, sehingga aku bisa melihat wajahnya dari samping.

Selain Kyuhyun, aku juga bisa melihat sesosok namja asing berpakaian putih yang sedang berdiri tengah, di antara bangku paling depan deretan kiri dan kanan. Namja itu menghadap ke arah mimbar. Posisinya yang membelakangiku dan Kyuhyun membuatnya tak menyadari kehadiranku.

Aku pun menengok ke sebelahku, kudapati sang yeoja asing masih berdiri disana. Ia menatapku lembut dan tersenyum manis. Aku pun membalas senyumannya dan kembali memandang lurus ke depan. Kuperhatikan Kyuhyun lekat dan aku sadar, aku ingin menghampirinya.

"Apa kau sudah siap?" Tiba-tiba saja namja asing itu bersuara. "Kuingatkan sekali lagi. Kau hanya perlu menjawab semua pertanyaan yang kutanyakan dengan benar. Jika kau gagal, maka besi panas itu akan langsung mengenai tangan kananmu."

Sesaat, keheningan tercipta di antara mereka. Kata 'besi panas' itu membuatku merinding. Aku pun mencari-cari dimana letak besi panas itu, lalu kutemukan besi tersebut berada di ujung kanan deretan kursi paling depan barisan sebelah kanan.

"Ne." Mendadak kudengar Kyuhyun bersuara. "Aku siap."

"Baiklah... semua pertanyaan yang kutanyakan berhubungan dengan Ryeowook," jelas namja asing itu, masih dalam posisi menghadap mimbar. Aku pun berharap dia akan terus seperti itu, atau kalau tidak, aku akan ketahuan berada disini.

"Pertanyaan pertama..." ucap namja asing itu, bermaksud memulai tes yang harus dilalui Kyuhyun. Jantungku pun berpacu cepat. Apakah Kyuhyun juga merasakan hal yang sama?

"Selama ini... sudah berapa kali Ryeowook berpacaran?"

Sesaat jantungku terasa berhenti berdetak saat mendengar kata 'berpacaran'. Aku pun bertanya-tanya dalam hatiku. Apakah Kyuhyun tahu? Sudah berapa kali?

"Dua," jawab Kyuhyun tegas. "Dua kali."

Seusai Kyuhyun menjawab, namja asing itu tak berkata apapun. Kuharap jawaban Kyuhyun tidak salah.

"Jawabanmu benar."

Seketika mataku membelalak lebar. Benarkah aku pernah berpacaran dua kali? Dengan siapa?

Rasa ingin tahu dalam diriku saat ini begitu kuat.

"Apa kau sudah siap untuk pertanyaan yang kedua?" tanya sang namja asing memastikan.

Kyuhyun pun mengiyakannya, raut wajahnya saat ini menunjukkan keseriusan dan kekhawatiran.

"Siapakah mantan namjachingu Ryeowook yang terakhir?"

Mantan namjachingu-ku yang terakhir? Untuk kesekian kalinya aku merasa telah dikejutkan oleh berbagai kata.

Seperti pertanyaan sebelumnya, kali ini pun Kyuhyun tak langsung menjawab. Aku tak yakin ia bisa menjawabnya dengan benar, hanya saja saat ini ia tampak sedang berpikir.

"Zhoumi."

Zhoumi? Aku tak habis pikir Kyuhyun akan menyebutkan nama 'Zhoumi' untuk menjawab pertanyaan ini. Apakah Kyuhyun mengenal Zhoumi? Apakah memang benar kalau Zhoumi adalah mantan namjachingu-ku? Bagaimana mungkin?

"Benar. Jawabanmu tepat sekali," ucap namja asing itu dengan suara riang yang mencekam. "Aku ingin kau bercerita sedikit tentang itu."

Aku sudah cukup terkejut saat mengetahui Zhoumi pernah menjadi namjachingu-ku, dan sekarang namja asing itu meminta Kyuhyun untuk menceritakan tentang hubunganku itu.

Aku belum siap mendengarnya.

~~Ryeowook's POV – END~~

.

"Kau cukup menjelaskan apa yang kau tahu," jelas namja asing itu masih dalam posisi membelakangi Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam. Dari raut wajahnya, tampaknya ia ragu untuk menjawab.

Kini Ryeowook memperhatikan Kyuhyun lekat dari tempatnya berdiri saat ini. Sebisa mungkin ia berusaha membuat hatinya siap untuk mendengar apapun yang akan Kyuhyun katakan nantinya.

"Awalnya, Ryeowook memang menyukaiku," ucap Kyuhyun pelan. Suaranya terdengar lemah namun Ryeowook masih bisa mendengarnya. "Tapi sekitar satu bulan sebelum kecelakaan... Ryeowook mulai merasa bimbang pada perasaannya. Ia mulai menyukai Zhoumi. Ia menyukaiku dan Zhoumi di waktu yang sama."

Seketika mata Ryeowook membelalak lebar. Kenyataan yang baru saja ia dengar terlalu mengejutkannya.

"Namun enam hari sebelum kecelakaan, Zhoumi menyatakan perasaannya pada Ryeowook dan Ryeowook menerimanya." Perkataan Kyuhyun terhenti. Ia memejamkan matanya sejenak, lalu membukanya kembali. Berat baginya untuk membahas hal ini. "Dari sanalah keduanya mulai berpacaran."

Suasana kembali hening. Pernyataan yang Kyuhyun ungkapkan telah menjadi suatu pukulan hebat bagi Ryeowook yang tidak tahu apa-apa.

"Sebelum masuk ke pertanyaan yang lain, aku masih ingin kau menjelaskan sesuatu," ujar namja asing itu, sukses membuat keadaan semakin mencekam. "Lalu, kapan dan bagaimana mereka putus? Bukankah Zhoumi itu adalah mantan namjachingu Ryeowook?"

Pertanyaan yang sangat tegas. Baik Ryeowook maupun Kyuhyun, keduanya sama-sama tercekat.

Kyuhyun menarik napas pelan dan menghembuskannya. Ia sedang menyiapkan hatinya. "Sehari sebelum kecelakaan, Ryeowook dan Zhoumi putus."

DEG! Pukulan telak kembali menyerang batin Ryeowook. Kenyataan pahit ini membuatnya syok. Putus saat sehari sebelum kecelakaan, rasanya sulit untuk dipercaya.

Kyuhyun kembali memberanikan dirinya untuk kembali melanjutkan. "Alasan sesungguhnya mereka putus—"

Ryeowook terkejut. Dalam sekejab Kyuhyun dan namja asing itu menghilang dari pandangannya. Ia mengedipkan matanya berulang kali, berpikir bahwa barang kali ia salah liat, namun pemandangan yang ia lihat tetap sama. Kyuhyun dan namja asing itu sudah tak ada lagi disana.

"Kita sudah keluar dari dalam pelindung."

Ryeowook kaget. Suara sang yeoja asing langsung menyadarkannya akan kehadiran yeoja itu yang sedari tadi berada di sampingnya.

"Wae? Kenapa kita keluar dari lingkungan pelindung?" tanya Ryeowook tak mengerti.

"Aku sengaja mengeluarkanmu." Yeoja itu mengalihkan pandangan, seakan tak berani menatap mata Ryeowook. "Kurasa lebih baik sampai disini, kau tak perlu mendengar kelanjutannya."

"Wae? Aku masih ingin mendengar jawaban Kyuhyun. Aku ingin tahu tentang masa laluku. Kumohon..." pinta Ryeowook sangat. Ia mulai mengcengkram lengan sang yeoja. "Bukankah masih ada pertanyaan lain yang harus Kyuhyun jawab? Jebal..."

Yeoja yang semula mengalihkan pandangannya, kini kembali menatap Ryeowook dalam. "Mianhae. Aku tak bisa membiarkanmu tahu lebih dari ini."

Keduanya terdiam. Perlahan, Ryeowook melepaskan tangannya dari lengan sang yeoja. Ia memilih untuk menyerah karena sepertinya yeoja itu benar-benar takkan mengabulkan permintaannya.

"Nanti saat kau terbangun, kau akan melupakan semua ini." Yeoja itu tersenyum. Ia berusaha menyalurkan sedikit keceriaan pada Ryeowook. "Hanya mimpi saat berada dalam kegelapanlah yang akan kau ingat."

'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' '''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' ''''''''''''''''''''''''''

~~Ryeowook's POV~~

Disinilah sekarang aku berada, duduk di depan laptop yang baru saja kunyalakan.

Aku tak yakin apakah melihat foto masa laluku adalah keputusan yang tepat. Hanya saja, mengingat bahwa dalam mimpiku aku hanya berada dalam kegelapan sepanjang waktu, hal itu membuatku berpikir bahwa mungkin saja itu ada hubungannya dengan amnesia yang kualami, meski seharusnya tidak.

Aku tak tahu apakah setelah mengalami amnesia itu aku masih bermimpi saat tidur atau tidak. Kadang aku bermimpi dan masih bisa mengingatnya meskipun samar. Kadang juga aku tak ingat sama sekali apa yang kumimpikan, sehingga kupikir mungkin saja aku hanya sekedar lupa atau mungkin aku memang tak bermimpi sama sekali saat itu.

Aku pun menghela napas panjang, kemudian kubuka sebuah folder yang dari judulnya itu sepertinya memang berisikan foto-fotoku.

Dalam sekejab, mataku terbelalak lebar. Aku sangat terkejut, sedikitpun tak menyangka bahwa foto-foto di dalam sana berisikan hal-hal yang tak terduga olehku.

Dari sekian banyaknya foto, terdapat satu foto dimana dalam foto itu aku dan Zhoumi tampak bahagia, dan dari latarnya sepertinya itu diambil saat kami berdua sedang pergi bersama. Jujur, menurutku dalam foto itu kami terlihat seperti sedang berkencan.

Aku juga menemukan satu foto yang menarik. Di foto itu ada aku, Kyuhyun, Sungmin, dan Yesung. Aku dan Kyuhyun sama-sama berada di tengah, sedangkan Sungmin berada di sebelah kananku juga Yesung berada di sebelah kiri Kyuhyun.

Dalam foto itu kami berempat tampak tersenyum bahagia. Aku jadi merasa senang saat melihatnya.

Aku ingin bisa tersenyum bahagia seperti dulu.

.

.

-_TBC_-


A/N: Hey all =D Setelah waktu yang begitu panjang, akhirnya chapter 10 terbit juga hehe ^o^

Alasan mengapa chapter 10 ini lama terbitnya, so pasti seperti biasa, karena author sibuk akan beberapa hal sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk bisa menyelesaikan chapter ini dengan cepat XD

Mianhae karena telah membuat kalian menanti begitu lama, dan gomawo karena kalian mau sabar menunggu =)

Aku senang sekaligus bersyukur karena Park of Memories telah berkembang sampai sejauh ini dan tentunya tak lama lagi akan menemui ending, seperti yang sudah author katakan sebelumnya.

Rencananya ff ini akan tamat di chapter 12 atau 13 (masih bingung mau pilih yang mana hehe). So, author harap kalian bersedia menantikan kelanjutannya dengan sabar ^o^

Oh ya, author ingin memberikan sedikit penjelasan. Soal dari bagian opening sampai masuk ke dalam cerita, itu sebenarnya alur mundur, baru setelahnya alurnya menjadi alur maju hehe. Jadi bagian akhir chapter ini sebenarnya adalah kelanjutan dari bagian opening =D

Silakan berikan komentar sesuka hati kalian hehe, author akan menerimanya dengan sangat terbuka =3

Semua komentar kalian, entah itu berupa kritik dan saran akan selalu menjadi pertimbangan author ^o^

Akhir kata...

Thanks for reading all, and...

Review please? XD