Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Di taman Konoha yang sangat luas, Naruto berdiam diri sendiri sambil menatap kedua tangannya, dia menatap kedua tangannya terus-menerus seakan menunggu sebuah keajaiban, lalu dia menujukan tangannya kedepan dan mencoba untuk mengeluarkan sesuatu. Tapi tidak terjadi apa-apa.
"Hhh…sudah kuduga, benar-benar hilang ya…" ucap Naruto.
"Naruto." Panggil seoarang wanita dari belakang, ketika Naruto menoleh, ternyata itu adalah Kurenai.
"Kurenai, bagaimana keadaanmu?" Tanya Naruto.
"Sangat baik." Jawab Kurenai tersenyum. "Aku sudah mendengar semuanya dari Asuma, maafkan aku yah, karena aku, kau jadi kehilangan spiritmu, dan juga kehilangan Sakura."
"Bukan salahmu, tapi salahku yang tidak bisa menyelesaikan semuanya dengn cara yang benar." Jawab Naruto.
"Lalu, bagaimana hubunganmu dengan Sakura sekarang?" Tanya Kurenai.
"Hanya sebatas teman, tidak lebih." Jawab Naruto yang tersenyum sedih. "Dia akan lebih bahagia bila bersama Sasuke."
"Kau pasti akan menemukan yang lain, dan lebih menerimamu apa adanya." Ucap Kurenai.
"Terima kasih." Kata Naruto tersenyum pada Ibu angkatnya itu.
"Narutoooo." Panggil Sakura yang berlari kearah Naruto dari lobby.
"Sakura? Ada apa?" Tanya Naruto.
"Begini…" kata Sakura yang menghentikan perkataannya karena melihat Kurenai.
"Baiklah, kalau begitu aku ketempat Asuma dulu, sampai nanti." Ucap Kurenai tersenyum mengerti.
"Ada apa?" Tanya Naruto sekali lagi.
"Naruto, aku ingin kau member tahuku tentang kejadian 4 tahun yang lalu." Pinta Sakura dengan nada serius.
Naruto memandang wajah Sakura yang cantik, yang kini bukan lagi miliknya. "Seperti yang pernah kubilang, kau menggunakan guardian force untuk membunuh orang tuamu."
"Apa kau kenal mereka?" Tanya Sakura dengan raut wajah yang sedih.
"Ya, kenal, mereka benar-benar penyihir jahat, aku malah tidak yakin kalau kau anak mereka, kau menggunakan guardian force pada mereka untuk melindungi orang-orang yang dibawah kendali orang tuamu, sejak saat itu, pak presiden merawatmu, tapi sepertinya ada seseorang yang menskenario ini semua." Jelas Naruto.
"Siapa?" Tanya Sakura penasaran.
"Aku juga tidak tahu…" Naruto terdiam sebentar dan menempelkan tangannya di dagunya. "Sakura, apa kau ingat? Ketika Sasuke berubah menjadi monster hitam?"
"Ya, aku ingat." Jawab Sakura.
"Kalau bisa, jangan sampaid ia berubah lagi, karena bisa gawat kalau tidak bisa…" Naruto terdiam dan memandang kewajah Sakura.
"Tidak bisa apa?" Tanya Sakura.
"YA!, itu dia! Lebih bagus lagi kalau Sasuke bisa mengontrol dirinya saat berubah, dengan digabungkan dengan guardianmu, kita pasti bisa mengalahkannya!" kata Naruto yang tiba-tiba semangat.
"Apanya? Mengalahkan siapa?" Tanya Sakura yang tidak mengerti.
"Baiklah, Sakura, ternyata masih ada yang bisa kulakukan setelah spiritku hilang…" kata Naruto yang keceplosan, dia langsung menutup mulutnya.
"Hilang? Spiritmu?" Tanya Sakura bingung. "Naruto, apa jangan-jangan kau tidak bisa memakai magic lagi?"
Naruto ingin sekali menjawab tidak dan langsung pergi meninggalkan Sakura, tapi entah mengapa kali ini dia tidak bisa membohonginya, mengingat dia sudah banayk mengkhianati Sakura, kali ini dia ingin mencoba jujur padanya, Naruto hanya berdiam diri tidak menjawab pertanyaan Sakura.
"Naruto! Apa karena aku? Jawaaab! Apa karena aku kamu…" Sakura tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena terkejut Naruto memeluknya.
"Aku mohon jangan dilanjutkan, aku sama sekali tidak menyesal." Ucap Naruto memeluk Sakura dengan erat.
Sakura terdiam, dia hanya bisa membalas pelukan Naruto dengan perasaan bersalah, Sakura menangis dalam pelukan laki-laki berambut pirang itu.
"Ternyata ini yang kalian lakukan dibelakangku." Ucap Sasuke yang tiba-tiba datang, Naruto melepaskan pelukannya perlahan.
"S…Sasuke, bukan, kau salah paham." Kata Sakura yang mencoba menjelaskan. "Naruto, dia…"
"Sudahlah Sakura, jangan kau bahas lagi, aku pergi duluan." Ucap Naruto meninggalkan Sakura dan sasuke berdua, Sasuke melihat kearah Sakura yang memandang sosok Naruto, dia sangat kesal karena tidak tahu apa-apa, lalu dia pergi meninggalkan Sakura.
"Ah, Sasuke…tunggu…" panggil sakura sambil menarik lengannya. "Jangan marah, aku bisa jelaskan semuanya."
"Lalu? Jelaskan padaku kenapa kau berpelukan dengannya sambil menangis?" ucap Sasuke dengan nada cemburu.
"Sasuke, ini bukan saatnya cemburu." Pinta Sakura.
"Lalu? Aku harus menerimanya?" Tanya Sasuke sewot.
"Naruto kehilangan spiritnya." Ucap Sakura langsung ke intinya. "Karena menolong kita berdua."
Sasuke terdiam mendengar ucapan Sakura. "K…kau serius?"
"Apa aku kelihatan sedang bercanda?" kata Sakura lembut pada Sasuke.
Sasuke langsung berlari mengejar Naruto, dia mencari sosok Naruto, dia mencarinya ke café, perpustakaan, training center, tapi tidak ketemu, ketika dia mencarinya ke beranda di lantai 5 konoha, dia melihat naruto sedang melihat pemandangan disitu. Sasuke menghampirinya dan memukulnya dari belakang.
"Awwwh!" rintih Naruto. "Tidak bisakah kau menegur seseorang dengan cara yang halus?"
"Maaf." Ucap Sasuke yang berdiri disampingnya dengan wjaah menunduk.
"Hah! Ada apa ini? Seorang Sasuke mau meminta maaf padaku hanya karena aku bentak." Remeh Naruto.
"Maafkan aku." Ucap Sasuke sekali lagi.
Naruto melihat ekspresi Sasuke. "Sepertinya Sakura telah memberi tahumu yah, sudahlah tidak usah dipikirkan, kalau kalian bersikap begitu malah membuatku sebal."
"Tapi, kenapa kau lakukan itu?" Tanya Sasuke.
"Tidak tahu, reflek saja." Jawab Naruto malas-malasan.
"Aku akan membalasnya." Ujar Sasuke.
"Cukup jaga Sakura dengan baik saja, itu sudah cukup bagiku." Kata Naruto jujur dan itu membuat Sasuke kaget, lalu Sasuke tersenyum.
"Hahahaha, baiklah kalau begitu." Ucap Sasuke.
"Hei, jangan senang dulu, jangan kau fikir karena aku kehilangan spiritku lalu aku tidak bsia bertarung, jangan lupa aku masih punya spirit energy untuk serangan fisik." Ucap Naruto jengkel.
"Oh ya? Bagaimana kalau kita tunjukkan siapa yang lebih kuat?" tantang Sasuke.
"Sebaiknya sebelum kau menantangku, kau tantang dulu saja Kakashi." Kata Naruto. "Dia selalu memandangi Sakura."
"Ya, aku tahu." Jawab Sasuke.
"Lalu kau diam saja? Kalau jadi kamu, aku akan…"
"Jangan mengompori aku, Sakura tidak akan jetuh ke tangan Kakashi." Ucap Sasuke dengan yakin.
"Bagaimana kau yakin?" Tanya Naruto.
"Karena Sakura sudah menjadi milikku." Kata Sasuke sambil menjulurkan lidahnya.
"Sialaan kau Sasuke! Apa yang kau lakukan dengannya!" teriak Naruto sambil menyerang Sasuke.
Sakura memperhatikan hubungan mereka dari kejauhan, dia sangat lega karena Sasuke dan Naruto sekarang sudah bisa berteman baik, yang dia takutkan saat ini adalah, suara itu, dia seperti mengenali suara yang muncul disaat pertarungan mereka dengan Karin, Sakura berfikir, dimana dia pernah mendengar suara itu sebelumnya, dia berfikir sambil berjalan.
"Ah, Sakuraaaa." Panggil Hinata.
"Hinata." Sapa Sakura dengan senyumannya.
"Apa kau melihat Naruto?" Tanya Hinata.
"Ya, dia disana bersama Sasuke." Tunjuk Sakura kearah beranda.
"Oh begitu, baiklah, aku kesana dulu yah." Ucap Hinata sambil berlari.
Sakura memandang sosok Hinata yang berlari, kemudian dia meneruskan jalannya kearah lift, dia memencet tombol lift tersebut, dan ketika lift terbuka dia memasuki lift itu sendirian dan menuju lantai dasar. Dan ketika Sakura keluar dari lift.
NEEEET NEEEET NEEEEET
Bunyi alarm keamanan berbunti tiada henti.
'Perhatian semuanya yang masih berada didalam kelas harap keluar dan persiapkan senjata-senjata kalian, beberapa segerombolan penyihir telah menyerang sekolah kita, ini bukan pelatihan, segera bersiap-siap untuk bertarung, sekali lagi yang masih berada didalam kelas harap keluar dan persiapkan senjata-senjata kalian, beberapa segerombolan penyihir telah menyerang sekolah kita, ini bukan pelatihan, segera bersiap-siap untuk bertarung'
"I…ini bercanda kaan." Ucap Sakura yang kebingungan, dan beberapa saat kemudian gedung Konoha academy dipenuhi oleh siswa yang berlatian, begitu pula para instrukturnya.
"Kalian ikut aku! Kita buat pertahanan diluar agar mereka tidak dapat memasuki geudng ini!" perintah salah satu instruktur pada segerombolan murid.
Sakura melihat semua berlarian dan mempersiapkan diri mereka untuk bertarung, dia berlari mencari sosok siapa saja yang dia kenal, lalu dia menemukan Kakashi yang sedang member instruktur pada murid-murid.
"Kakashiiii." Panggil Sakura.
"Ah, Sakura, kau sudah dengan pengumumannya kan, jangan lengah!" ucap kakashi sambil memegang lengannya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Sakura panic.
"Tiba-tiba regu pengawas melihat ada segerombolan monster-monster kecil yang akan menyerbu Konoha academy, dan jumlah mereka itu puluhan, ah tidak bahkan ratusan." Jelas Kakashi.
"Apa! Bagaimana bisa?" kata Sakura tidak percaya.
DUAAAAARRRRRR
Bunyi ledakkan yang berasal dari atas itu membuat gedung konoha membuat serpihan debu.
"A…apa itu?" kata Sakura yang menutup kepalanya.
"KALIAN KELUAR DAN HALANGI PARA MONSTER ITU MASUK!" perintah Kakashi kepada murid-muridnya. "Sakura kau ikut aku." Tarik Kakashi.
Sakura dan kakashi berlari menuju lantai 2, dan memasuki sebuah ruangan yang memilik banyak layar computer, Sakura melihat Kakashi mengotak-atik salah satu computer itu. Sepertinya layar itu adalah penyambung CCTV yang dipasang diseluruh gedung ini.
"Dapat." Ucap kakashi. "Sakura, dengarkan aku, aku akan ketempat training center, dan menghabisi semua monster yang ada disini, kau bisa keruang perpustakaan? Monster itu sudah memasuki ruangan itu, tapi jumlahnya sedikit, aku rasa kau bisa menanganinya."
"Baik." Jawab Sakura.
"Baiklah, kita berpencar!" ucap Kakashi.
Kakashi berlari kearah training center sedangkan Sakura berlari kearah perpustakan, ketika ditengah jalan, Sakura dihadang 2 monster kecil yang berbentuk aneh. Sakura menghentikan langkahnya dan membuat lingkaran magic dengan cepat. "THUNDARA!" serang Sakura yang membuat monster-monster itu langsung lenyap, Sakura melanjutkan larinya.
Ketika dia sampai di perpustakaan, dia melihat Ino sedang mencambuk monster kecil.
"HIYAAAHH!" teriak Ino.
"Ino." Panggil Sakura.
"Sakura….Konoha sedang tidak aman, kau bisa bantu aku?" ucap Ino.
"Tentu saja." Jawab Sakura. Lalu mereka berdua mulai membunuh monster itu saru persatu.
Kakashi yang belari menuju training center menemukan Shikamaru yang sedang dikerubuni 5 monster kecil. "FIRAA!" teriak Kakashi.
"Sejak kapan kau jadi lemah?" ucap Kakashi pada Shikamaru.
"Berisik, sial, banyak sekali yang datang, sebenarnya apa yang terjadi?" kata Shikamaru.
Sementara itu, Sasuke, Naruto dan Hinata berlari menuju lobby yang dikerumuni murid-murid yang sedang bertarung dengan monster-monster.
"Gilaa…sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Naruto bingung.
"Aku akan membantu mereka, Naruto kau bantu aku, Sasuke kau cari Sakura." Ucap Hinata.
Sasuke dan Naruto mengangguk, lalu Hinata dan Naruto lompat dari lantai 1 ke lantai dasar.
"BLIZZARAAAA!" teriak Hinata sambil melompat dan menyerang monster-monster itu.
Naruto menebaskan pedangnya dan membelah-belah badan monster itu.
Sasuke berlari mencari Sakura, ketika dia berada didepan caffetaria, dia melihat sosok pria berambut silver dengan tongkat dan pedang yang berbentuk sabit.
"Wah, wah, waaah…Kau pasti Sasuke kan, ternyata pertahanan Konoha Academy ini sangat mudah dijebolkan yah." Ucap pria itu.
"Siapa kau? Dan mau apa?" Tanya Sasuke yang mengeluarkan pedangnya.
"Hoo…sesuai kata tuanku, kau sangat emosian, apalagi kalau berhubungan dengan wnaitamu." Ejek pria itu.
"Cukup Hidan, kita sudah mendapatkan apa yang kita mau, ayo kita pergi." Ucap seorang pria berambut merah sambil membawa Sakura dibahunya.
"SAKURAAAA" teriak Sasuke.
"Sasoriii…kau curang telah menemukannya duluan." Sewot Hidan.
"Ayo kita pergi, kita serahkan kehancuran Konoha pada Deidara dan Kisame." Ucap Sasori.
"TUNGGU! SERAHKAN SAKURA…BRENGSEEK!" teriak Sasuek sambil menebas pedangnya kearah Sasori, tapi Sasori berhasil menghindarinya dengan hanya melangkah satu langkah ke kiri.
"Gerakan lambat seperti itu, lebih baik mati." Kata Sasori sambil memukul perut Sasuke.
"Ukhh…" rintih Sasuke.
Sasuke memegang perutnya dan melihat Sosok Sasori membawa tubuh Sakura.
"Sampai jumpaa, .ke." ejek Hidan.
"Siaal! Tunggu!" teriak Sasuke sambil berlari, tapi Sasori dan Hidan telah menghilang, seperti bisa berpindah tempat dalam sekejap.
"Sasukeee!" panggil Shikamaru dan kakashi, Sasuke melihat Shikamaru menggendong tubuh Ino yang tidak sadarkan diri.
"Ino, kenapa dia?" Tanya Sasuke.
"Entahlah, tadi aku melihatnya sudah tergeletak." Jawab Shikamaru.
"Hahahaha, sepertinya kalian kebingungan yah." Tiba-tiba suara yang muncul di tempat waktu melawan Kurenai muncul kembali. "Kalian tahu, aku menyuruh anak buahku untuk mengambil kembali Sakura kesisiku, karena Karin tidak becus dalam tugasnya, akhirnya aku melepaskan anak buahku secara langsung dan menyuruh mereka menyerbu Konoha.
"PENGECUT! TUNJUKKAN DIRIMU!" teriak Sasuke.
"Belum saatnya." Jawab suara itu.
"Shikamaru, lacak spiritnya." Perintah Asuma yang tiba-tiba datang berlari bersama Kurenai.
Shikamaru menurunkan Ino dan melacak aura spirit itu.
"Hooo, mau melacakku yah, akan kupermudah, disinilah aku berada." Kata suara itu yang memperkuat spiritnya, dan dalam waktu yang bersamaan, Shikamaru membuka matanya dan terlihat seperti tidak percaya.
"Sudah ketemu? Kalau begitu, aku akan menunggu kalian, akan kukasih waktu kalian untuk menyelamatkan Sakura, dan juga sekalian untuk menggali kuburan kalian sendiri, kalau sampai besok kalian belum datang, Sakura akan menjadi istriku, dan begitu kekuatan Sakura sudah berhasil kuserap, aku akan menjadi penyihir tak terkalahkan oleh siapapun. HAHAHAHAHAHAHAA" dan suara itupun menghilang.
"SIALAAAN! SIALAN! SIALAAN!" teriak Sasuke sambil memukul-mukul lantai.
"Sasuke, tenang…" ucap Naruto.
"BAGAIMANA AKU BISA TENANG!" bentak Sasuke.
"Shikamaru, bagaimana, apa keberadaannya telah terditek?" Tanya Asuma.
"Ya." Jawab Shikamaru pelan dengan tatapan masihd engan seperti tidak percaya apa yang telah di diteknya.
"Dimana tempat suara itu berada?" Tanya Asuma.
Shikamaru menatap Asuma dan menjawabnya dengan nada tidak percaya. "Dia berada di dimensi lain." Jawab Shikamaru.
"Apaa!"
"B…bagaimana caranya kita kesana?" kata Hinata.
"Bagaimana kalau kita malah terpental ke dimensi lain?" sambung Lee.
"Ke dimensi lain itu adalah hal yang sangat berbahaya." Sambung Naruto.
"Aku tidak peduli, mau di dimensi lain atau di neraka sekalipun, aku akan tetap kesana!" teriak Sasuke.
Semua terdiam mendengar Sasuke berkata seperti itu. "Benar…mau dimanapun orang itu berada, kita harus menolong Sakura." Ucap Ino yang mulai sadar.
"Tapi, bagaimana caranya kita ke dimensi itu?" Tanya Shikamaru.
Asuma memandang kearah kurenai, dan kurenai mengangguk pelan. "Jangan lupa kalau aku juga seorang magician, aku bisa membukakan pintu dimensi itu, asal pikiran kalian terhubung ke satu objek, yaitu keberadaan Sakura, aku jamin kalian tidak akan pergi ke dimensi lain." Ucap kurenai.
Kurenai berjalan ke tengah-tengah dan membuat lingkaran magic berwarna merah. "Kalian siap?"
Semua mengangguk menandakan merek siap. "Kalian berpeganganlah satu sama lain, dan apapun yang terjadi, jangan lepaskan tangan kalian."
Sasuke, Hinata, Naruto, Ino, Shikamaru, Lee dan Kakashi berdiri mengelilingi Kurenai sambil berpegangan tangan, lalu muncullah sebuah lingkaran dengan pusaran yang aneh. "Pusatkan pikiran kalian pada keberadaan Sakura, jangan berfikiran yang lain, dank arena aku yakin pikirannya yang paling kuat adalah Sasuke, genggamlah tangan Sasuke dengan erat."
Naruto dan Ino yang berada di kedua sisi Sasuek langusng memegang erat tangan Sasuke, dan mereka memegang erat tangan orang yang disamping mereka masing-masing. "Siap?" teriak Kurenai.
Kurenai menyempurnakan pintu itu dan mengirim mereka ke dimensi yang akan mempertemukan mereka dengan Sakura, begitu mereka terkirim, Kurenai membuat sebuah lingkaran besar untuk mengawasi perjalanan mereka.
"Kau benar-benar hebat." Puji Asuma yang sedang melihat Kurenai menahan lingkaran itu agar tidak hilang.
"Mudah-mudahan mereka bisa cepat mengalahkannya, karena aku tidak akan bisa terlalu lama menahan lingkaran ini." Ucap Kurenai.
hehehhee, maaf yah pudatenya telaaat, tapi ternayat ngga selama yang saya perkirakan...
utnuk chapter selanjutnya, mungkin akan full action...=_= maaf,
makasih reviewnya yaaah..
luv u..mmuuah
