Naruto : The Legends Of Orange Ninja © Ian Namikaze

Genre : Andventure

Pairing : Naruto U.

Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Warning!

Gaje, abal, OOC, sarat dengan misstypo, smart and strong naruto, alur cerita Kurang jelas, ketikannya tidak jelas, Dll.

Summary :

Akhirnya Naruto menunjukan kemampuanya kepada semua rekan teamnya yaitu team 7 dan itu membuat semuanya terkejut bagaimana bisa naruto si pembuat onar sebenarnya sangat cerdas seperti ayahnya.


Naruto : The Legends Of Orange Ninja

Sebelumnya:

"Itachi, kelihatannya kita kedatangan tamu" Terlihat seorang remaja beumuran 12 tahun memakai topeng kitsune dengan lambang Uzumaki di belakang jubah orangenya. "Fuuton: Arashi no jutsu" Teriak Arashi. "beruntung sekali rencanamu berhasil Itachi, andai jika kita tak berpura-pura pingsan mungkin kita pasti akan mati" Ucap Kisame. "AKU AKAN MENJADI HOKAGE YANG HEBAT!" Teriak Naruto. "Bersiaplah kalian berdua"

Chapter 10

Who Are You?


Flashback ON

"Hey Itachi? kenapa kita harus berjalan bukankah lebih baik kita berlari saja?" Tanya Salah satu orang yang bermuka seperti hiu.

"Kenapa kau berisik sekali? kita berjalan kaki itu tentu saja untuk menghemat cakra kita.. apa kau mengerti Kisame?" Jawab Itachi dengan nada sedikit kesal.

"Begitu yah?" Ucap Kisame sambil terseyum.

Tiba-tiba langkah mereka terhenti seperti ada sesuatu yang menghadang mereka. Terlihat seorang remaja beumuran 12 tahun memakai topeng kitsune dengan lambang Uzumaki di belakang jubah orangenya.

"Itachi, kelihatannya kita kedatangan tamu" Ucap Kisame.

"Hn" Ucap Itachi asal.

"Walau dia terlihat seperti anak-anak tapi dia selalu mengganggu organisasi kami selama ini" Ujar Kisame sambil terseyum.

"Kau seperti biasa hiu selalu meremehkanku" Ucap anak yang berada di hadapan mereka dengan nada kesal.

Dengan cepat Itachi langsung mengaktifkan Mangekyo Sharingannya, sementara Kisame siap dengan Samehadanya.

"Kalian kelihatannya ingin bertarung denganku yah?" Tanya anak kecil tadi.

"Diamlah! Ayo kita mulai Uzumaki Arashi" Sentak Kisame.

"terserah" Ucap Uzumaki Arashi yang baru saja di ucapakan oleh Kisame.

Tanpa aba-aba Kisame melaju dengan Samehadanya menyerang Arashi dari arah depan. Arashi yang melihat Kisame mulai menyerangnya, dia langsung membuat segel jutsu.

"Fuuton: Arashi no jutsu" Teriak Arashi setelah menyelesaikan segel jutsunya.

Lalu suasana di sekitar sedikit berbeda sinar matahari yang tadinya menerangi kini tertutupi awan mendung dan di sertai angin yang bergerak dengan kencang yang siap untuk menerbangkan apa saja yang di lewatinya. Kisame yang sebelumnya berlari untuk menyerang Arashi kini hanya bisa diam saja menahan angin yang bergerak dengan kencang ke arahnya sementara Itachi sepertinya sedang memikirkan sebuah rencana, sementara angin semakin kencang dan kemudian terlihat 3 buah tornado besar yang sedang mengarah mereka.

"Hah.. teknik macam apa ini?" Teriak Kisame kepada Arashi.

"Ini adalah teknik Angin yang aku buat sendiri dari kekuatan badai angin alami" Ucap Arashi santai.

"Jika ini teknik angin.. kalau begitu bagaimana jika aku lawan dengan ini" Teriak Itachi lalu muncul api di sekitar Itachi.

"Apa itu Susanoo?" Tanya Arashi.

Dengan cepat Susanoo Itachi menangkap Kisame yang sudah tidak bisa menahan dorongan badai.

"Cih sial.. teknik anginnya kuat sekali" Gumam Kisame.

"Hey Itachi.. apa bisa Susanoo mu bergerak?" Tanya Kisame sedikit kesal karena dia hanya melihat itachi diam saja dengan susanoonya.

"Diamlah! aku sedang berusaha bergerak kedepan tapi teknik anginnya terlalu kuat.. bahkan api Susanoo bergerak ke belakang" Jawab Itachi.

'kalau begini aku akan menggunakan Amaterasu skala besar untuk menghentikan tekniknya' Batin Itachi.

"Kisame! bersiap-siaplah menggunakan teknik dinding air skala besar aku akan menggunakan teknik ini untuk menghentikan anginnya" teriak Itachi tiba-tiba.

"Aku mengerti" Ucap Kisame.

"baiklah akan ku mulai" Gumam Itachi.

Itachi berkonsentrasi dengan memejamkan kedua matanya. Sementara Arashi yang melihatnya sedikit heran dengan apa yang di lakukan Itachi, tiba-tiba mata kiri Itachi mengeluarkan darah.

"Ameterasu"Teriak Itachi sambil membuka mata kirinya yang berdarah.

Lalu mucul api hitam membakar sekelilingnya dan bahkan teknik yang di gunakan oleh Arashi. Tanpa di beri aba-aba Kisame membentuk sebuah dinding air, sementara Arashi langsung mengeluarkan sebuah gulungan.

"Suiton: Suijinheki no Jutsu" Teriak kisame.

"Kai" Ucap Arashi membuka sebuah segel yang ada di gulungan yang tadi ia keluarkan.

Lalu muncul air yang cukup besar mengarah Ameterasu tadi. Perlahan-lahan teknik angin Arashi mulai menghilang yang di gantikan dengan air besar yang keluar dari sebuah gulungan, sementara Kisame masih tetap berjuamg dengan teknik airnya untuk menahan serangan air bah Naruto.

'Sial airnya banyak sekali aku tak bisa menahannya lagi' Pikir Kisame yang sudah kelelahan.

Tiba-tiba Susanoo milik Itachi menghilang dengan nafas tersenggal-senggal Itachi terus menggunakan Amaterasu untuk membakar air bah yang dibuat Arashi. perlahan-lahan airnya mulai surut begitupun juga dengan api Amaterasu milik Itachi yang mulai mengecil walaupun tidak sampai padam, Itachi dan Kisame pun jatuh terduduk dengan nafas tersenggal-senggal bagaimanapun juga mereka terus bertahan dari serangan Arashi hingga menghabiskan banyak cakra mereka.

"Inilah saatnya kutunjukan kemampuan terakhirku" Teriak Arashi dengan semangat.

Sementara Itachi dan Kisame sepertinya sudah kelelahan berbeda dengan Arashi yang terlihat biasa-biasa saja.

"Tunggu dulu" Ucap Itachi.

"Hah?"Arashi heran dengan apa yang barusan dia dengar.

"Apakah kau itu Naruto?" Tanya Itachi yang membuat Arashi terkejut.

"Naruto?" Tanya Arashi kembali.

"Hey.. Itachi apa yang kau katakan itu tidak mungkin jika dia target kita pasti aku merasakan cakra Kyuubi di dalam tubuhnya" Ucap Kisame.

"Jadi begitu yah.." Ucap Itachi yang justru membuat Kisame bingung.

"Kelihatannya kau sudah tau ya Itachi?" Tanya Arashi.

"Ini gawat kita harus pergi dari sini!" Tereiak Itachi.

"Apa maksudmu?" Tanya Kisame bingung.

"Dia telah melepaskan Kyuubi di dalam tubuhnya.. dia adalah kegelapan dari seorang jinchuriki kyuubi" Jawab Itachi.

"Apa?" Kisame tersentak kaget.

"Kalian terlambat.." Ucap Arashi yang lansung melakukan segel jutsu dan menghentakannya ketanah.

"Untuk menyadarinya.." Lanjut Arashi.

"Kuchiyose no jutsu.. Kyuubi" Teriak Arashi.

"GOAAAARRRR!" Erang seekor rubah raksasa berekor sembilan tiba-tiba muncul di hadapan Itachi dan Kiasame.

"A-ap-pa i-ini Kyuu-bi?" Ucap Kisame dengan nada takjub setelah melihat Kyuubi.

"Sial!" Umpat Itachi.

Setelah Kyuubi melihat kearah Itachi dan Kisame dengan cepat Kyuubi membentu sebuah bola hitam yang cukup besar. Sementara Itachi dan Kisame terlihat ekpresi wajah yang tidak karuan antara takut dan kaget, dengan cepat Itachi dan Kisame menggunakan teknik andalan mereka Itachi dengan Susanoo dan Kisame dengan segel jutsu airnya.

"Kita akan tahan Bijuudama kyuubi dengan teknik terkuat kita dan kita akan menggunakan rencana B" Ucap Itachi.

"Aku mengerti" Balas Kisame.

'kalau begini aku akan memperlambat lajunya' Batin Kisame

Dengan cepat Kyuubi melepaskan Bijuudamanya ke arah Itachi dan Kisame.

"Yasaka no Magatama!" Teriak itachi dengan susanoonya melempar sebuah serangan ke arah Bijuudama.

'Duarrrrhh'

Tanpa di duga ada Bijuudama lagi melaju ke arah mereka. Menyadari hal itu Kisame dengan cepat membuat segel jutsu, sementara Itachi dengan cepat menghentikan teknik Susanoonya karena dia menyadari Kisame akan menggunakan teknik air dalam jumlah besar.

"Suiton: Dai Bakusui Shoha" Teriak kisame.

Lalu keluar air dalam jumlah yang sangat banyak, kemudian membentuk sebuah bola air berukuran raksasa mencoba menahan serangan Bijuudama dan alhasil serangan Bijuudama melambat di dalam bola air raksasa.

"Berhasil.." Gumam Kisame.

"Jangan senang dulu" Ucap Arashi yang membuat mereka terkejut.

Secara perlahan Bijuudama mengeluarkan sinar dan ...

'Duaarrrrrr'

Bijuudama meledak di dalam bola air dan berhasil meluluh lantakan daerah sekitar dan merubahnya menjadi kawah. Setelah melancarkan serangan Kyuubi pun langsung menghilang, kini terlihat Itachi dan Kisame tergeletak tak berdaya di tanah dan menyisahkan satu orang yang masih berdiri yaitu Uzumaki Arashi.

"Ternyata kalian lemah.. sungguh tidak menarik" Ucap Arashi.

"Sepertinya aku harus pergi" Lanjut Arashi tak berselang lama dia pun pergi meninggalkan mereka.

"Apa dia sudah pergi?" Tanya Kisame.

"Sepertinya begitu" Jawab Itachi.

"beruntung sekali rencanamu berhasil Itachi" Ucap Kisame.

"Andai jika kita tak berpura-pura pingsan mungkin kita pasti akan mati" Lanjut Kisame.

Akhirnya mereka melanjutkan perjalanannya ke arah Konoha walau daerah yang tadi lewati itu hutan sekarang menjadi kawah.

Flashback OFF


.

.

.

Naruto : The Legend Of Ninja

.

.

.


Pagi hari yang cerah di Konohagakure no sato, burung-burung berkicauan dan sinar matahari yang menyinari di setiap tempat di konoha bahkan di apartemen yang di tempati Naruto dan Haku. Seperti biasa Hakupun mulai memasak untuk sarapan pagi mereka, sementara Naruto masih tertidur dengan lelap di sofanya. Aroma masakan dari arah dapur sudah mulai tercium, ketika aromanya sudah menyebar perlahan-lahan Naruto mulai bangun dari tidurnya.

'Hmmm.. Aroma masakan yang selalu kusuka pasti Haku sedang membuat sarapan' Batin Naruto.

Dengan cepat Naruto mengarah ke sumber aroma masakan yang menggugah selera makan paginya itu. Seperti biasa pula Naruto melihat Haku sedang memasak dengan memakai celemek dan juga rambut yang di biarkan terurai, hingga membuat jantung naruto berdetak lebih kencang dari biasanya.

"Haku-chan" Panggil Naruto dan alhasil membuat Haku sedikit tersentak kaget karena naruto tiba-tiba memanggilnya.

"Na-Naruto-kun kau sudah bangun yah" Ucap Haku.

Sementara Naruto hanya terseyum mendengar ucapan haku, kemudian Haku pun mematikan kompornya.

"Naruto-kun apa kau mau mandi dulu.. akan aku siapkan dulu airnya" Ucap Haku lagi.

"Kau benar-benar istri yang baik yah Haku-chan" Ujar Naruto dengan nada yang dibuat-buat olehnya.

"Ja-jangan me-meng-godaku Na-Naruto-kun" Ucap Haku dengan nada malu yang di sertai rona merah di kulit putih wajahnya.

"Hahaha.. kau lucu sekali Haku-chan" Canda Naruto.

"S-sudah sana pergi mandi" Teriak Haku.

"Ok.. Sayang tapi aku saja yang menyiapkan airnya" Ucap Naruto yang sukses membuat rona merah di wajah Haku menjadi semerah tomat.

"Uhhh.. dasar Naruto-kun" Sewot Haku sambil menggembungkan pipinya dan membuat terkesan lebih imut dan manis.

Tanpa Haku sadari ada sedikit rona merah di pipi Naruto karena melihat wajah Haku barusan, andai jika Naruto tak tahan mungkin saja hidungnya sudah keluar darah sebelum itu terjadi cepat-cepat Naruto pergi ke kamar mandi mungkin jika dia terus berada disana dia akan jatuh pingsan karena melihat wajah Haku yang imut dan manis. Setelah Naruto pergi Haku pun melanjutkan aktifitasnya menyiapkan semua masakan untuk sarapan itu ke meja makan, dengan hati-hati Haku menaruh masakannya kemeja makan.

Setelah selesai Hakupun duduk di kursi meja makan menunggu Naruto. Entah kenapa raut wajah terlihat sedih mata onixnya yang biasanya bersinar seperti milik Naruto kini mulai redup, kini airnya bergelinang air mata entah apa yang membuat Haku sedih hingga air matanya yang ia tahan agar tidak turun akhirnya turun secara perlahan.

"Hiks.. hiks.. To-Tou-chan hiks.. hiks.." Gumam Haku di sela-sela tangisannya.

Tou-chan? bukankah Tou-channya sudah berusaha membunuhnya tapi kenapa dia menangisinya, sebenarnya Tou-chan yang di tangisi Haku bukanlah tou-chan kandungnya tapi tou-chan yang di maksud Haku adalah seseorang yang pernah menyelamatkannya dari kejamnya hidup di dunia shinobi yang tidak lain dan tidak bukan adalah Zabuza. Haku sudah menganggap Zabuza seperti ayahnya sendiri dia lah yang membuat Haku tetap bertahan hidup, dialah yang membuat Haku memiliki tujuan hidup yaitu untuk mewujudkan tujuan Zabuza. Akan tetapi Kami-sama berkehendak lain pada saat dirinya ingin menyelamatkannya untuk membalas semua kebaikannya tiba-tiba muncul seseorang yang malah menyelamatkannya dari kematian, sebenarnya pada saat itu jika dia mati mungkin saja dia tidak akan di liputi rasa bersalah karena tidak bisa mewujudkan tujuan Zabuza.

Tanpa di sadari Haku, Naruto sudah keluar dari kamar mandi dan melihat Haku menangis yang membuat Naruto merasa bersalah. Naruto pun pergi kekamarnya untuk mengganti baju dengan hiraisin agar Haku tidak menyadari keberadaannya, sebenarnya Naruto ingin menenangkan haku karena dirinya hanya berbalut handuk maka dia pergi untuk mengganti baju dengan hiraisin. Haku masih menangis karena rasa bersalahnya kepada Zabuza, Tiba-tiba dari samping seseorang menarik Haku kedalam pelukannya yang tidak lain adalah Naruto yang sukses membuat Haku membelalakan matanya.

"Kenapa kau menangis Haku-chan?" Tanya Naruto dengan nada sedih.

Bukannya menjawab Haku malah membalas pelukan naruto dengan erat dan membenamkan mukanya di pundak Naruto. Naruto tahu bahwa Haku sangat sedih saat ini jadi Naruto memutuskan untuk membiarkan Haku untuk menyelasaikan tangisnya, sudah setengah jam akhirnya Haku sudah mulai sedikit tenang.

"Apa kau sudah selesai Haku-chan?"Tanya Naruto lembut.

Tak ada jawaban dari orang yang ditanya akhirnya Naruto menggoyang-goyangkan badannya tapi tetap tidak ada merespon. Akhirnya Naruto menyadari bahwa Haku sekarang tertidur pulas dalam pelukannya, akhirnya Naruto pun membawa Haku ala bridal style ke arah kamar untuk menidurkannya di tempat tidur agar lebih nyaman. Hanya tatapan iba yang keluar dari sorot mata Naruto, Narutopun memegang dahi Haku dan merasakan panas tubuhnya.

"Panas! Apa kau demam Haku-chan?" Gumam Naruto sambil menatap wajah Haku yang terlihat memucat.

"Harusnya jika kau punya masalah, kau bisa bercerita kepadaku Haku-chan mungkin aku bisa membantu" Lanjut Naruto kemudian pergi kearah dapur.

Sementara di suatu tempat atau lebih tepatnya dekat pemandian air panas desa Konoha.

"Hihihi.. Wah ternyata gadis disini tetap cantik yah?" Ucap pria paruh baya yang berdiri di atas dahan pohon dengan muka mesum.

"Kau tetap tidak berubah ya.. Jiraiya-sama" Ucap seseorang yang sukses membuat senyum pria paruh baya menjadi hilang.

"Kau.." Ucap Jiraiya terkejut dengan orang yang ada di sampingnya.

"Bocah yang sering di juluki Uzumaki Arashi, kan? dengan jubah orange dan lambang uzumaki di belakangnya, Kau pasti dia" Lanjut Jiraiyah.

"Jadi kau tahu tentangku ya" Ucap Arashi dengan nada dingin.

"Ada apa kau datang kesini?" Tanya Jiraiyah tanpa basa-basi.

"Aku datang kesini hanya ingin bertemu denganmu" Jawab Arashi.

"Hah?" Jiriyah bingung dengan tingkah laku Arashi, sementara Arashi hanya terseyum walau tak terlihat karena tertutup oleh topeng kitsunenya.


.

.

.

Ian Namikaze

.

.

.


'Duarrrrrr'

'Duarrrrrr'

'Suara ledakan?' Tanya Naruto dalam hati setelah mendengar suara ledakan.

Tanpa memperdulikan suara ledakan Naruto tetap membawa bubur yang ia buat untuk di bawa ke kamarnya, Naruto pun memasuki kamar dan terlihat seorang gadis masih terbaring dengan kompres atau apalah?(author kagak tau namanya) berada di dahinya sepertinya Naruto yang mengerjakan semuanya. naruto pun menaruh bubur di atas meja dekat dengan tempat tidur, Setelah Naruto menaruhnya tiba-tiba 4 orang ANBU berada di belakangnya.

"Ada apa kalian datang kemari?" Tanya naruto dingin.

"Kami di suruh Hokage-sama untuk menyuruhmu menghadap Hokage-sama" Jawab salah seorang Anbu dengan topeng taka.

"Baik.. aku akan ke sana setelah Haku-chan siuman" Ucap Naruto lebih dingin.

"Tidak bisa di tunda lagi, tapi kau harus segera ke sana ini adalah perintah" Ucap seorang Anbu dengan topeng Inu.

"Tapi aku tak bisa meninggalakan Haku-chan sendirian" Ucap Naruto tak mau kalah.

"Sepertinya tidak ada pilihan lain!" Ucap Anbu dengan topeng kuma dengan memegang pedang yang ada di belakangnya sementara Naruto terlihat ketakutan atau bisa dibilang berpura-pura ketakutan, perlahan-lahan Naruto mundur kebelakang sedangkan Anbu tadi sudah memegang pedangnya dengan menhunuskan pedang ke arah Naruto.

"Sebaiknya kau ikut dengan kami" Ucap Anbu bertopeng kuma.

"Tenangkan dirimu, maafkan kami Nar.." Belum sepat Anbu topeng Inu berbicara tiba-tiba Anbu bertopeng kuma berlari menyerang ke arah Naruto.

'Tranggg'

Suara benturan antara pedang yang di gunakan Anbu bertopeng kuma dengan pedang Kusanagi Naruto. Ternyata Naruto berpura-pura ketakutan dan berjalan kebelakang ternyata untuk mengambil pedangnya, semua Anbu terkejut dengan apa yang barusan terjadi pedang yang di gunakan Anbu tadi patah karena pedang Naruto.

"Sebaiknya kalian jangan membuatku marah atau kalian akan kubunuh" Ucap Naruto dingin.

"Maafkan kami Naruto, tapi ini perintah dari Hokage-sama jika kau tidak cepat menemuinya para tetua akan mengecapmu sebagai criminal" Ujar Anbu bertopeng saru menjelaskan.

"Apa maksudmu?" Tanya Naruto dingin.

"Biar Hokage-sama yang menjelaskan, jika kami menjelaskan mungkin akan ada kesalahpahaman lagi" Ucap Anbu bertopeng Inu.

"Baiklah aku akan ikut dengan kalian, tapi sebelumnya biarkan aku memberikan sesuatu kepada Haku-chan" Ucap Naruto.

"Baik kami mengerti" Ucap Anbu bertopeng taka.

. Kemudian Naruto mendekat ke arah Haku dengan membawa kunai dengan segel hiraisin di tangan kanannya, Narutopun memberikan kunai itu kepada kepalan tangan kanan Haku yang masih tertidur.

'Mungkin kunai ini akan di butuhkan, tolong dijaga ya Haku-chan' batin Naruto yang kemudian Naruto pergi bersama para Anbu ke arah tempat Hokage berada.

'Poof'

"Ada apa kau memanggilku jii-san?" Tanya Naruto langsung tanpa basa-basi lagi sementara seseorang yang ditanyai hanya memberi tatapan dingin ke arah Naruto.

"Naruto, tadi pagi ada sebuah ledakan di dekat pemandian air panas desa.." belum selesai ucapan dari sang Hokage, Naruto sudah memotong ucapannya.

"Lalu sebenarnya kenapa kau memanggilku kesini?" potong Naruto bosan.

"Kau benar-benar tidak sabaran bocah, baiklah.. akibat dari ledakan tadi salah satu legenda sannin hampir mati dan menurut saksi mata mereka melihatmu yang melakukannya, dan.. apakah kau yang melakukannya?" Jelas Hiruzen.

"Aku tidak melakukan apapun pagi ini, aku hanya merawat Haku-chan saja dia sedang demam dan aku harus mera.." belum selesai Naruto berbicara tiba-tiba seseorang dari samping Naruto dan memotong ucapan Naruto yang sukses membuat semua orang terkejut.

"Aku yang melakukannya" Sergah seseorang yang tak lain dan tak bukan Uzumaki Arashi, dengan cepat para Anbu memasang kuda-kuda untuk bertarung.

"K-kau.."

"Kenapa kau terkejut, hah?" Ucap Arashi ke arah Naruto.

Tiba-tiba Arashi menyerang Naruto dengan pedang yang terbuat dari angin (Ken no Kaze), tetapi Naruto bisa menahannya dengan pedang kusanagi miliknya.

"Lama tak berjumpa Naruto" Ucap Arashi dingin.

"Siapa kau?" tanya Naruto.

"Aku.. Kau akan tahu jawabannya setelah kau mengalahkanku" Ucap Arashi.

'Tenaganya kuat sekali aku tak bisa menahannya lebih lama lagi' batin Naruto.

"Aku harus pergi.. aku harus mengambil sesuatu yang berharga bagimu" Bisik Arashi kepada Naruto dan kemudian menghilang.

"Ancaman apa lagi ini?" Tanya Hiruzen kepada Naruto.

"Tidak apa-apa Jii-san, ini adalah masalahku jadi kau tidak perlu ikut campur" Ucap Naruto dingin.

"Kenapa?" Tanya Hiruzen.


.

.

.

Naruto U.

.

.

.


Haku POV: On

"Umm" Perlahan-lahan aku membuka mataku entah kenapa kepalaku begitu pusing, aku pun memegang dahiku dengan tangan kiriku karena seperti ada sesuatu di dahiku dan ternyata benar ada sebuah kain sepertinya Naruto-kun merawatku. kemudian aku mersakan tangan kananku seperti memegang sebuah kunai setelah kulihat ternyata kunai milik Naruto-kun aku bisa mengenali kunai ini dengan mudah karena tanda segel teleportnya, aku melihat ada sebuah mangkuk di atas meja dekat dengan kasurku err- maksudnya kasur Naruto-kun jika aku mengingat-ingat lagi akau hanya menumpang di sini tapi Naruto-kun membiarkanku untuk tidur di sini sementara dirinya hanya tidur di sofanya.

'Kryuuk'

Uh.. aku merasakan perutku keroncongan dan sepertinya ada makanan di dalam mangkuk itu. Perlahan akupun mendekati mangkuk itu yang ternyata berisi semangkuk bubur, akupun memakan bubur tersebut bagaimanapun juga aku merasa lapar dan memakannya walau rasanya sedikit aneh sepertinya bubur ini di buat oleh Naruto-kun.

"Apa kau sudah kenyang?" Ucap seseorang yang mengaggetkaku.

"Siapa kau?" Tanyaku dan langsung melihatnya terlihat seorang yang seumuran denganku dan Naruto-kun sedang berdiri dengan topeng kitsune dan memakai jubah orange dan jilatan api hitam di bawahnya. Bukannya menjawab pertanyaanku dia malah diam berdiri di depanku entah apa yang dia pikirkan, tapi kenapa aku merasakan orang ini bukanlah orang asing aku merasa dia adalah orang yang sangat aku kenal. Tiba-tiba ada sebuah rantai yang mencoba melilitku, beruntung aku bisa menghindarinya dengan shusin no jutsuku.

Sekarang akupun berada di pintu kamar tapi rantai itu terus mengejarku, akupun langsung menggunakan pedang es ku untuk menghancurkan rantai itu. Sesuai dugaanku rantai ini di aliri cakra dan apa ini.. rantai ini keluar dari punggung orang itu, karena posisi yang kurang menguntungkan bagiku aku pun terus mundur atau lebih tepatnya mengarah dapur.

'Sial jika begini apartemenya akan hancur dan perlu biaya untuk memperbaikinya.. sementara kami tidak memiliki uang untuk memperbaikinya' batinku.

Dengan terpaksa atau bisa dibilang tidak punya pilihan lain akhirnya akupun melemparkan barang-barang yang bisa aku raih termasuk pedang es ku. Tapi sial bagiku ketika aku lengah rantai itu langsung membelit kakiku dan membuat keseimbangan ku hilang dan alhasil akupun terjatuh, dengan cepat rantai itu langsung membelit kedua kakiku, kedua tanganku dan tubuhku.

"KYAAA" Teriaku ketika rantai itu berhasil melilitku.

Kemudian orang asing tadi mendekatiku entah kenapa aku yakin dia pasti sedang terseyum ke arahku, aku pun mulai ketakutan keringat mulai muncul.

"S-Siapa ka-u? a-apa yang ing-in ka-u l-lakukan?" Tanyaku gemetaran.

"Aku? aku bukanlah siapa-siapa.. dan apa yang ingin ku lakukan adalah membunuh Naruto-kun mu" Ucapnya yang berhasil membuatku tersentak.

"Ke-kena-pa k-kau i-ingin m-mem-bu-nuh Na-Naru-to-ku-kun?" tanyaku entah kenapa air mata meleleh di pipiku setelah mendengar ucapannya karena aku yakin dia tidak main-main.

"Ini bukan urusanmu.. aku akan membawa mu sebagai umpannya, agar aku bisa membunuhnya dengan mudah" Jawabnya dingin dengan aura kebencian di sekelilingnya.

"La.." belum sempat aku bertanya lagi dia sudah memotong ucapanku. "Jika nkau ingin bertanya kenapa kau jadi umpannya karena yang hanya di pikiran Naruto hanyalah dirimu.." Ucapnya membuat aku mendongak kearahnya karena ucapannya.

"Karena dirimu lah yang ada dipikiran Naruto.. kau seharusnya menyadari tentang hal itu, tapi kau tidak berbeda dengannya.. kalian berdua itu memang baka tidak mengerti perasaan satu sama lain" ucapnya.

"A-Apa maksudmu?" Tanyaku tak mengerti.

"Apa maksudku? kau itu benar-benar tidak peka sama seperti Naruto.." Jawabnya sementara aku masih bingung dengan ucapanya.

"Sebenarnya Naruto sangat mencintaimu sama sepertimu yang mencintainya.. Tapi kau tak menyadari hal itu" Akupun membelalakan mataku ketika mendengar ucapannya aku sungguh tak menyangka bahwa Naruto-kun mencintaiku aku kira dia hanya menganggapku sebagai adik.

'Na-naru-to-ku hiks.. hiks..' Gumamku .

"Tapi kelihatannya kau sudah terlambat Naruto akan ku bunuh dan setelah itu Konoha akan ku hancurkan hahahaha..." Ucapnya.

Haku POV: Off


A/N: maaf yah kalo ceritanya gak jelas sebenarnya chapter ini baru sebagiaanya saja.. author minta maaf banget soalnya sibuk belajar maklum kelas 3 SMA.. jadi mohon di maklumi yah.. mungkin jika ada waktu Author akan langsung mulai mengetik fanfic ini lagi dan ceritanya semoga jelas dan tidak jauh dari alur.. mohon bantuannya yah..


Naruto : The Legends Of Orange Ninja © Ian Namikaze

TO BE CONTINUED

bagiamanakah cerita selanjutnya? Bagaimana keadaan Naruto setelah mengetahui Haku di culik? kita lanjutkan jika Author ada waktu.

Mohon Reviewnya! tapi tolong reviewanya yang membantu ya biar Author dapat inspirasi buat ngelajutin fic ini.

R

E

V

I

E

W

!