Disclamer: Tsugumi Ohba n Takeshi Obata yang punya Death Note.
Warning: AU, OOC, humor garing.
Last Chap...
Teacher?
Hari ini dimulai lagi hari di TK dengan keunikan tiap muridnya, well setidaknya begitu. Hari ini semua murid sudah berkumpul di kelasnya, mereka menunggu Light dan L yang akan mengajar hari ini.
"Mana nih Light-sensei dan Ryuuzaki-sensei?" tanya Matt pada Mello.
"Gak tahu." jawab Matt asal sambil makan coklatnya nyampe makan bungkus coklatnya juga(?)
"Kamu tahu gak dimana Light-sensei dan Ryuuzaki-sensei, Near?" tanya Matt pada Near. Tapi bukannya menjawab Near malah asyik dengan dunia sendiri(?). Ada aura-aura misterius di sekeliling Near. "HUWAA! Kamu bawa boneka itu lagi?"
"Hehe..." Near hanya tertawa kecil.
"APA?" sekarang Mello yang menjerit kayak cewek.
"Emangnya kenapa? Okaa-san juga bilang gak apa-apa kok." ujar Near santai sambil maen lagi boneka voodoo miliknya.
"Emang kamu punya berapa?" tanya Matt sweatdrop.
"Ada hmm..." Near berpikir sejenak. "Banyak."
"APA?" jerit duo M berbarengan dan semua teman-teman sekelas melempari mereka dengan tomat(?), kursi(?) dan meja(?) karena berisik.
"Kalian ini berisik banget." keluh Near dan hanya mendapat death glare dari duo M.
Light dan L berjalan beriringan menuju altar pernikahan(?). Eh salah setting deh...
Light dan L berjalan beriringan menuju ruangan kepala sekolah. Mereka berdua mengtuk pintu dan membukanya dengan sepenuh hati(?).
"Masuk," ujar Takada. "Ada apa Yagami-sensei dan Ryuuzaki-sensei?"
"Begini... kami berdua mau mengurusi berkas-berkas kami." ujar L singkat, padat, jelas.
"Berkas?"
"Iya. Ini sudah sebulan kami mengajar disini." tambah Light.
"Benarkah?" Takada langsung memeriksa dokumen miliknya itu, memeriksanya dengan teliti. Duo L harus menunggu nyampe satu abad(?) baru mendapat jawaban dari Takada. "Oh ya juga ya... Sudah satu bulan kalian mengajar. Jadi besok kalian sudah tidak mengajar lagi?"
"Iya." jawab duo L bersamaan.
"Begitu ya..." gumam Takada. "Kalian bisa mengurusnya nanti, sekarang kalian silahkan mengajar. Murid-murid pasti menunggu kalian."
"Baiklah."
Duo L kembali berjalan beriringan menuju al...*death glare duo L* eh menuju kelas mereka mengajar.
"Cepat juga ya, Light-kun..." gumam L.
"Eh?" tanya Light.
"Hari ini adalah hari terakhir mengajar. Jadi gak tega pisah."
"Iya juga ya..."
Setelah sekian lama murid-murid menanti kedatangan guru tercinta(?) mereka, datanglah sosok duo L kayak pahlawan bertopeng(?).
"Sensei! Darimana aja!" teriak para murid-murid dan membuat duo L budek dadakan.
"Maaf. Kami tadi ada urusan sebentar." ujar Light menenangkan murid-muridnya dengan senyum mautnya, yang membuat cewek ato cowok langsung nosebleed(?). 'Haha... Gue emang keren.' batin Light masih narsis.
"Urusan apa nih?" tanya (baca: sindir) Matt.
"Diam kamu, Matt." ujar L sedikit marah sambil blushing gaje gitu. Matt yang ngeliat L blushing langsung menyeringai.
"Haha... Ryuuzaki-sensei mudah ketebak."
"Udah, Matt. Gak usah ngobrol macem-macem lagi!" terdengar nada mengancam dari seorang cewek eh cowok yang ada di sebelah Matt, Mello. Matt menelan ludah dan ngeliat ke arah yayangnya yang tanda-tanda cemburunya muncul. Ya, karena Mello udah mulai nendang meja(?) jadi Matt bertindak.
"Sori, Mels... Kan cuma bercanda." ujar Matt menenangkan Mello.
"Huh. Baiklah..."
Anak-anak dan duo L sempet sweatdrop liat tingkah duo M yang tidak pernah jauh dari kata, tidak waras. Dan akhirnya pelajaran hari itu pun dimulai.
Bel istirahat berbunyi dan semua murid istirahat dengan bekal yang mereka bawa. Misa yang kebetulan maen ke kelas langsung menghampiri Near yang duduk sendiri. Sebenarnya ada Linda di sampingnya, hanya saja Linda sibuk sendiri.
"Hai Near." sapa Misa.
"Misa-sensei? Ada apa?" tanya Near.
"Apa kamu menyukai satu set boneka yang kubelikan untukmu?"
"Tentu."
Dan seperti yang sudah diketahui kalau Misa udah sama Near pasti mereka tidak jauh-jauh dari membicarakan hobi mereka, Linda tetep aja asyik gambar disana.
Sedangkan duo M malah asyik mesra-mesraan mumpung gak diganggu ama Near. Mereka berdua ada di taman sekolah dan makan bekal bareng.
"Hmm... Bekal buatan Okaa-sama enak ya." ujar Matt setelah mencicipi bekal Mello.
"Iya." ujar Mello juga.
Ceritanya mereka berdua saling suap-suapan gitu makannya, serasa dunia udah milik berdua aja. Anak-anak yang murid cewek terutama harus nangis darah(?) melihat kemesraan duo M itu.
"Kalian ini ngapain disini?" tanya Light yang tiba-tiba ada di hadapan mereka.
"Kenapa selalu Light-sensei yang mergokin kami?" tanya Matt sok polos.
"Abis kalian terlalu mencurigakan."
"Light-sensei sendiri juga mencurigakan."
"Udahlah..."
Dan sedikit terjadi acara sindi-sindiran antar Light dan Matt, sesama guru dan murid yang adalah tukang gombal. Sedangkan Mello hanya asyik makan bekalnya aja mumpung ada sambil makan popcorn (?) yang dibelinya entah darimana.
"Aku capek juga bertengkar ama Light-sensei." ujar Matt sambil mengatur nafasnya.
"Aku juga..." ujar Light.
Emangnya abis gulat ya? Jadi capek gitu. Padahal cuma adu bacot aja.*plak*. Mello yang abis liat acara gulat(?) dadakan langsung tepuk tangan(?)
"Hehe... Hebat..." seru Mello.
"Kamu kenapa, Mels?" tanya Matt heran.
"Ah... tidak."
"Kalau kalian udah selesai segera ke kelas, pelajaran bakal dimulai." ujar Light yang berjalan meninggalkan duo M.
"Ok!"
Dan pelajaran kembali dimulai, kali ini Misa dan Mikami juga ikut ngajar bersama Light dan L. Mereka berempat memperagakan drama untuk anak-anak. Tidak lama drama selesai dan semua murid senang.
"Sensei hebat!" seru anak-anak.
"Terima kasih." jawab keempat sensei itu. Misa ngelirik ke arah Light yang ada di sampingnya dan entah kesambet apa langsung meluk Light.
"Huwee... Light. Ini jadi hari terakhir Misa liat Light." ujar Misa lebay sambil nangis.
"Eh? Misa-sensei?" ujar Light kaget dan ngelirik ke arah L. L udah mulai nunjukkin aura-aura cemburu miliknya itu.
"Hari terakhir?" tanya anak-anak.
"Iya. Hari ini tepat sebulan kami mengajar disini." ujar L datar.
"Huwee... Light-sensei." Light langsung dikerubuti murid-murid cewek. Light hanya senyam-senyum gaje aja. 'Haha... Gue emang populer.' batinnya narsis.
Mikami hanya sibuk membereskan peralatan abis drama, sedangkan Near kembali maen rubik dan duo M malah bengong(?).
"Jadi Light-sensei dan Ryuuzaki-sensei besok gak ngajar lagi?" tanya Matt.
"Iya, Matt." ujar Light. Dan tiba-tiba Matt langsung tabrak anak-anak yang lain dan meluk Light. L yang dari tadi nahan cemburunya makin panas liat Matt meluk Light, gitu juga Mello.
"Huwee... Light-sensei jangan pergi..." ujar Matt manja kayak cewek(?).
Dan seperti yang sudah diketahui Mello kembali meledak-ledak dan sasarannya kali ini Near(?). Near yang tidak berdosa telah disakiti Mello. Kasihan...
"Mels, udah. Jangan ngamuk lagi..." ujar Matt yang langsung menenangkan Mello, tentu setelah lepasin pelukan dari Light.
"Kamu sih..." keluh Mello.
"Iya, iya. Maaf baby." ujar Matt ngegombal.
Semua murid cuma sweatdrop aja liat Matt yang makin lama makin gombal, tampaknya ilmu Light udah turun ke Matt.
"Ryuuzaki kamu juga jangan marah ya?" tanya Light sok polos.
"Huh... Ligt-kun sendiri gitu." ujar L datar, dingin dan panas(?).
"Haha... Maaf ya."
"Baiklah."
Dan tampaknya duo L dan duo M kembali bermesraan disana dan melupakan satu hal penting. Mereka sedang ada di kelas dan ditonton teman-teman. Tampaknya anak-anak mulai biasa dengan tingkah aneh guru dan teman mereka itu. Malah mereka nonton rame-rame, kayak nonton bola.
"GOAL!" jerit mereka gak nyambung. "Eh... Suit, suit..."
Duo L dan duo M cuma blushing gaje dan senyam-senyum sendiri. Dan karena waktu pelajaran sudah selesai anak-anak langsung pulang.
.
.
.
"Menyenangkan sekali hari terakhir kita ngajar, Light-kun." gumam L.
"Iya. Kau benar." ujar Light sambil beres-beres kelas.
"Jadi kalian bakal pergi?" tanya Misa.
"Iya." ujar L yang langsung maen peluk tangan Light dan mandang sinis ke arah Misa.
"Baiklah. Sampai jumpa."
Dan duo L pun segera berjalan pulang, sedangkan Misa baru mulai nangis-nangis gaje karena ditinggal Light.
"Misa-sensei." panggil Near.
"Eh Near? Kamu belum pulang?" tanya Misa.
"Belum. Abis Misa-sensei kayaknya depresi banget."
"Haha... Keliatan ya?"
Misa langsung menghapus air matanya dan entah kesambet apa dia langsung maen peluk Near.
"Hehe... Near cepet gede ya." ujar Misa ganjen.
"Kenapa Misa-sensei?" tanya Near.
"Iya biar sensei bisa jadi ama kamu."
Dan dimulailah kisah cinta antar guru murid dengan usia yang beda jauh. (gak penting). Ternyata Misa gak dapet Light, ama Near juga jadi. Dasar gila*plak*.
Duo L segera berjalan menuju rumah L. Disana Watari telah menyambut kedatangan mereka berdua. L segera duduk di kursinya, begitu juga Light. Watari segera memberikan mereka minuman.
"Bagaimana dengan kegiatan kalian satu bulan terakhir?" tanya Watari.
"Baik." ujar L datar.
"Cukup baik." ujar Light.
"Bagus deh. Kalian merasa baik disana." ujar Watari tenang.
"Tapi saya merasa tidak cocok ngajar anak-anak." ujar L.
"Aku juga." tambah Light.
"Itu perasaan kalian aja." ujar Watari.
"Haha... Ternyata Little Lawli sadar kalau dia gak bisa ngajar." terdengar suara yang tidak asing lagi. Dan benar sosok B sudah ada di rumah L.
"Huwaa... B?" jerit L kayak cewek(?). "Bagaimana kau bisa ada disini?"
"Katanya ini hari terakhir kalian ngajar jadi aku kesini," jawab B santai. "Sekaligus menjemput my darling tercinta." B langsung ngelirik ke arah Light.
"Eh? Apa maksud lo my darling?" tanya Light sewot. "Gue hajar juga lo, B."
"Haha... Coba aja sayang. Apa sih yang gak demi kamu." ujar B gombal(?). B gombal? Dunia udah kebalik ya? Hanya Tuhan yang tahu.
"B! Jangan pernah ngerebut seme saya ya?" ujar L dingin kayak es di Kutub Utara.
"Little Lawli, mengalah demi aku. Kamu cari aja seme yang lain." ujar B.
"Gak ada selain Light-kun!"
"Ada kok."
"Siapa?"
"Aku..."
Light, L dan Watari sweatdrop parah denger ucapan B yang aneh itu. Ternyata B itu playboy juga ya? Kenapa? Hanya Tuhan yang tahu.
"B! Lo kan udah punya gue." ujar Light(?).
"Jadi Light-kun mau jadi uke saya?" tanya B senang(?).
"Eh? Gak jadi deh."
"Pokoknya Light-kun gak akan saya kasih ke kamu." ujar B.
"Haha... Terserah." ujar B.
Dan ternyata persaingan antara dua kakak adik ini belum bisa berakhir. Padahal dikira Watari L bisa lebih tenang kalau udah ngurus anak, gak tahunya sama aja. Sedangkan Light juga ngebatin, gak bakal mau jadi uke-nya B.
'Mending gue jadi seme-nya L aja.' batin Light.
Dan hari ini berakhir dengan bahagia(?). Dan kesimpulannya adalah duo L sama sekali gak cocok jadi guru.
The End
A/N: Ditunggu reviewnya...^^
