Title :
Reflection
Main Cast :
Kim Yesung, Cho Kyuhyun
Other Cast :
Seo Joo Hyun, Jung Yunho, Park Leeteuk, Lee Eunhyuk, Lee Donghae, Kim Kangin, Kim Heechul
Length :
9/?
Warning :
Cerita ini terinspirasi oleh beberapa drama Korea. Jadi maaf sebelumnya mungkin ceritanya sedikit pasaran. Tapi ide cerita ini semuanya keluar dari otakku sendiri. Sueeer deeh..^^. Bahasa ga baku. Masih banyak Typo(s). Dan hal-hal aneh lainnya. Jadi harap dimaklumi ya..^^
Disclaimer :
Casts are not mine. I just borrow their name, so don't judge me if you don't like the casts, pairing and the story..
.
.
.
Don't Like?
Don't Read! Just Leave And No Bash Please!
.
.
Happy Reading~
.
.
.
- (CHAPTER NINE)-
.
.
.
Mata sipit Yesung membulat dengan sempurna. Tenggorokannya tercekat. Bahkan wajahnya tampak pucat pasi. Ia menatap tak percaya kearah Kyuhyun dan Yunho yang masih terus saja berpandangan satu sama lain. Sambil bergumam...
"Tidak mungkin.."
Ia mengerti sekarang. Ya, ia ingat semuanya.
Pantas saja wajah dan nama itu terasa famillier. Rupanya wanita itu adalah orang yang pernah Yunho kenalkan padanya tujuh tahun silam.
Dan Kyuhyun...
Oh Tidak. Tidak. Tidak mungkin. Tolong katakan ini tidak benar.
Jadi...dia adalah orang yang menjadi penyebab hancurnya hubungan Yunho dan Seohyun?
Yesung membeku. Membisu. Benar-benar tak menyangka bahwa sahabat dan juga kekasihnya itu terpaut dalam masa lalu yang sama.
Sret!
Yunho menjatuhkan rangkaian bunga yang ia bawa. Tanpa bicara apapun, Ia berbalik dan memilih pergi. Meninggalkan Yesung yang terlihat shock dan juga Kyuhyun yang tampaknya tak mengerti dengan apa yang terjadi pada lelaki yang tak dikenalnya itu.
Kyuhyun mengangkat satu alisnya kemudian menoleh pada namja manis disampingnya "Siapa dia? Kenapa dia menatapku seperti itu..?"
Yesung tak menjawab, ia malah berlari mengejar Yunho yang sudah lebih dulu menghilang dibalik deretan pohon pinus itu.
"Aku pergi dulu. Ada hal yang harus kuselesaikan. Sampai jumpa dirumah Kyu.."ujar Yesung cepat.
"YA! Bodoh!" teriak Kyuhyun lantang
"Kim Yesung! Kau mau kemana, hah?!" teriaknya lagi yang tentu saja tak ditanggapi Yesung, mengingat namja manis itu sudah ikut menghilang dari pandangannya. Walau ada rasa kesal yang mencuat dari dalam hatinya tapi Kyuhyun memilih untuk tetap diam ditempatnya, tak ingin mengejar ataupun melakukan sesuatu agar Yesung kembali. Dan menjelaskan apa yang sebenarnya tengah terjadi.
Ada apa? Bagaimana bisa Yesung ada ditempat ini? Apa yang dia lakukan disini? Apa dia mengikutinya sampai ketempat ini?Lalu...siapa lelaki yang datang bersamanya itu? Apakah dia orang yang bernama Yunho? Tapi...ada apa dengan sorot mata lelaki itu ketika melihatnya?
Aah, ada banyak pertanyaan yang bermunculan dalam benaknya. Tapi tak ada satupun yang ia tau jawabannya. Untuk beberapa saat Kyuhyun tenggelam dalam pikiran-pikirannya sendiri. Menatap kosong padang rumput didepannya sebelum menghela nafas panjang dan kembali berbalik menatap gundukan tanah itu.
"Aku sungguh tidak tau apa yang sedang terjadi. Tapi—"
"— apa kau lihat namja manis tadi?"gumam Kyuhyun pelan. Tersenyum kecil.
"Dia kekasihku.."
"Jadi aku mohon dengan sangat, berhentilah menyiksaku, kau tidak menginginkan aku untuk terus hidup dalam penyesalan seperti ini bukan? "
"Restui aku bersamanya, Seohyun-ah.."
Lagi, Kyuhyun menghela nafas panjang. Kemudian mulai memejamkan matanya. Merasakan semilir angin yang dengan lembut membelai kulitnya. Dan seolah angin itu tengah berbisik ditelinganya.
"Aku mencintaimu.."
Perlahan kedua manik itu kembali terbuka "Tapi..maaf. Karena mulai detik ini, aku akan mencoba untuk berhenti mencintaimu — "
"—dan belajar untuk mencintai dia.."gumamnya pelan
"Aku pergi.. Selamat tinggal.."
Kyuhyun membalikkan tubuhnya. Melangkahkan kakinya yang terasa amat berat. Tapi ini pilihannya. Ini keputusannya. Terus melangkah kedepan. Dan berusaha keras untuk tidak kembali menoleh kebelakang. Mencoba untuk meninggalkan masa lalunya. Karena saat ini ada seseorang yang dengan setia menunggunya.
Kim Yesung.
.
.
.
...
.
.
.
"Yunho! Yunho! Tunggu!"teriak Yesung ketika ia lihat sosok Yunho berjalan cepat tak jauh dari tempatnya sekarang.
Tapi Yunho tak menoleh. Ia terus melangkah menuju dimana mobilnya terparkir. Dan begitu sampai, ia pun langsung menutup pintunya dengan cukup kasar.
Brak!
Namun tepat disaat yang bersamaan, Yesung dengan nafas yang terengah-engah juga sudah duduk disamping kemudi.
Hosh..Hosh..
"Yunho-ah.."
Hosh..Hosh..
"Kita harus bicara.."
Yunho hanya menatap Yesung sebentar dengan tatapan yang sulit diartikan, sebelum ia menarik gas kencang meninggalkan tempat itu.
.
.
Ckit!
Yunho mengerem mobil hitam yang dikendarainya secara mendadak, membuat tubuh namja yang duduk sampingnya itu terdorong kedepan. Nampaknya emosi masih menguasai namja tampan itu. Berkali-kali ia mengusap wajahnya kasar. Berkali-kali pula juga ia terus berteriak frustasi sambil memukul-mukul dashboard mobilnya yang tidak bersalah itu.
Yesung tau apa yang kini Yunho rasakan. Ia sungguh tau itu, hanya saja... ia sendiri tidak tahu apa yang harus ia perbuat sekarang.
"Yunho-ah.."panggilnya pelan
Yunho menoleh dan menatap Yesung dengan sorot mata yang ia sendiri bingung untuk menjelaskannya. Frustasi. Benci. Putus asa. Sedih. Semuanya seolah berbaur menjadi satu.
"Hyung, jadi kekasih yang kau ceritakan itu adalah dia? namja itu?"tanya Yunho
Tak ada pilihan selain sebuah anggukan pelan yang diperlihatkan Yesung. Entahlah, tapi tiba-tiba saja ada perasaan bersalah menyelimuti relung hatinya ketika ia lihat lagi sorot mata Yunho.
"Bagaimana kau bisa mengenalnya hyung?
"Dia boss-ku.."
"Tidakkah kau tau siapa dia hyung?"
Yesung kembali mengangguk.
"Argh!"
"Ta-tapi aku baru ingat kalau dia adalah namja yang pernah kau ceritakan dulu padaku Yunho-ah.. Aku baru bisa mengingat semuanya saat kita berada dimakam tadi.."jelas Yesung
Yunho menghela nafasnya panjang, menyandarkan punggung pada jok kursi dibelakangnya, berusaha untuk menenangkan dirinya. Mencoba berpikir jernih. Kenapa dia harus seperti ini? Kenapa dia harus melimpahkan kekesalannya pada Yesung? Seolah-olah namja manis itu sudah melakukan sebuah kesalahan besar.. Tidakkah ini salah? Tapi ketika hatimu dikuasai oleh emosi bisakah kau membedakan manakah yang benar dan salah? Rasanya sulit bukan?
"Maaf hyung.. aku hanya terbawa emosi.."suara Yunho sedikit melembut walaupun nyatanya masih ada nada kecewa disana.
"Aku mengerti, aku lebih mengkhawatirkanmu Yunho-ah.. Kau baik-baik saja?"
"Aku sendiri tidak tau apakah sekarang aku sedang baik-baik saja atau tidak hyung. Tapi ketika aku melihat namja itu ada dihadapanku, tiba-tiba saja aku merasa sulit hanya untuk mengontrol diriku. Terlebih ketika aku tau dia adalah kekasihmu. Bagaimana mungkin?"
Yunho tersenyum miris dan kembali melanjutkan perkataannya " Aku sungguh tak menyangka kalau dunia ini memang begitu sempit. Dan kini kaulah yang menjalin hubungan dengannya..Benar-benar tidak terduga"
Yesung bungkam. Ia diam dan hanya mendengarkan perkataan Yunho.
Yunho terdiam sejenak dan tampak terlihat berpikir.
"Hyung.."panggilnya kemudian
"Maukah kau mendengarkan perkataanku untuk sekali ini saja?"
Namja manis itu hanya mengerjapkan matanya tak mengerti. "A-apa?"
"Bolehkah aku berkata egois padamu, hyung? Bisakah kau berpisah dengannya?"
Seketika itu juga Yesung membulatkan matanya lebar, tak menyangka namja itu mengatakan hal seperti itu padanya. Apa yang sebenarnya ada di otak namja itu hingga mampu berkata seperti itu padanya?
"Yu-Yunho-ah.."gumamnya tak percaya
"Aku membencinya hyung..Aku membencinya.."desis Yunho tajam
"Kau bisa kan hyung?"ulangnya lagi
Ia sungguh tau bagaimana kesakitan yang Yunho rasakan ketika wanita itu menduakannya. Jadi, wajar saja jika ada benih kebencian yang tumbuh dalam hatinya. Tapi...apakah kebencian yang ia rasakan itu ikut membuat otak, hati dan pikirannya semua tertutup seperti itu? Lagipula..bukankah mereka berdua yang memiliki masalah tentang masa lalu itu tapi kenapa dia yang seolah menerima akibatnya sekarang? Oh, tidakkah ini adil untuknya?
"Aku sungguh minta maaf jika hal ini menyakitimu Yunho-ah..tapi—"
"— aku tidak bisa.."
"Sudah kuduga"
Yesung hanya mampu menahan nafasnya ketika ia lihat Yunho menyunggingkan senyum kesedihan kearahnya. Kenapa semuanya tiba-tiba menjadi rumit seperti ini? Ia harus bagaimana bersikap sekarang? Apakah ia memang bersalah? Karena mencintai Kyuhyun yang ternyata merupakan musuh terbesar dari seseorang yang sudah ia anggap sebagai dongsaeng-nya ini? Dan membuatnya ikut terseret kedalam takdir konyol ini? Ikut merasakan imbas dari rasa benci yang sepertinya sudah tertanam begitu dalam dalam diri Yunho.
"Kau tau bukan, apa yang membuatku begitu membencinya?"
Lagi-lagi Yesung membisu.
"Dia adalah orang yang sudah menghancurkan dan juga merenggut kebahagiaanku.. "
"Orang yang sudah merebut Seo dariku.. Juga orang yang membuat Seo-ku pergi!"ujar Yunho keras. Ia mengepalkan tangannya erat saat, dan sorot kebencian itu pun kembali terpancar dari kedua mata sipitnya.
'Yunho! Cukup! Berhenti menyalahkan Kyuhyun! dia bukan orang seperti itu. Disini bukan hanya kau yang tersiksa. Tapi Kyuhyun juga!'-batin Yesung meronta.
Ingin rasanya ia berkata hal itu, tapi entahlah..hanya saja ia merasa kejam jika berucap seperti itu dan didalam keadaan seperti ini bukan?
"Dia bukan orang yang seperti kau katakan Yunho-ah.."
Yunho menoleh kearah Yesung, wajahnya kembali mengeras, melemparkan tatapan tajam kearahnya "Kau membelanya hyung?"
Dan detik berikutnya namja tampan itu hanya tersenyum. Sinis.
"Ah...aku mengerti. Seburuk apapun kelakukannya, jika dia kekasihmu..kau pasti akan tetap membelanya bukan?"
Yesung menggelengkan kepalanya. Rasanya ia ingin berteriak sekencang-kencangnya. Mengutuk wanita itu karena sudah membuat kedua orang yang ia sayangi hidup dalam kebencian seperti ini. Oh! Lebih tepatnya Yunho lah yang membenci Kyuhyun. Karena disini Kyuhyun tidak mengetahui apapun tentang Yunho dan Seohyun.
"Tapi Kyuhyun tidak tau apapun Yunho-ah.. Dia tidak tau bahwa Seo dulu juga adalah kekasihmu. Ini bukan kesalahan Kyuhyun sepenuhnya. Tidakkah kau pikir ini adalah kesalahan Seo? Tidakkah kau berpikir bahwa Seo yang jahat disini? Dia yang membuat kalian hidup seperti ini Yunho..Ini hanya kesalahpahaman.."
"Hyung! Kini kau menyalahkan Seohyun?"ketus Yunho
"Bukan..bukan begitu.. Aku hanya mencoba untuk melihat kebenaran dan meluruskan semuanya. Aku tidak ingin kalian terus hidup seperti ini selamanya, Yunho-ah.."
"Apa kau tau penyebab mengapa Seo bunuh diri?"
Yesung hanya mampu menggelengkan kepalanya, karena memang ia tidak tau apa yang terjadi pada Seohyun saat itu.
"Dia hamil.."
Jdar!
Detik itu juga, dunia Yesung serasa runtuh diatasnya. Rasanya ada ribuan jarum menghujam jantungnya. Bertalu-talu menghantam dinding hatinya. Menyakitkan sekaligus menyesakkan. Benarkah apa yang dikatakan Yunho? Apa itu anak Kyuhyun?
.
.
.
...
.
.
.
Kyuhyun terus melirik jam tangannya. Pukul sembilan malam. Namun Yesung belum juga menampakkan batang hidungnya. Bahkan pesan-pesan singkat yang ia kirimkan tak satupun yang dibalas. Ah, jangankan pesan, telepon pun tak diangkat oleh namja manis itu.
Membuat Kyuhyun mau tidak mau merasa sedikit khawatir. Apalagi tadi Yesung pergi bersama lelaki asing itu. Oh, bagaimana jika sesuatu terjadi pada Yesung-nya? Bagaimana jika lelaki itu berbuat sesuatu pada kekasihnya? Bagaimana jika lelaki itu menculiknya kemudian memperkosanya, membunuhnya dan membuangnya begitu saja?!
Stop! Stop Cho Kyuhyun! Apa yang kau pikirkan hah?! Hei, pikiran macam apa itu!
Aish, Kyuhyun mengutuk dirinya sendiri. Harusnya tadi ia tidak banyak berpikir dan mengikuti namja manis itu pergi saja. Menguntit mereka pergi. Dengan begitu ia tidak perlu merasa khawatir seperti ini bukan? Argh! Membuat frustasi saja!
Kyuhyun kembali meraih ponselnya dan berkali kali memencet speed dial disana. Namun nihil, lagi-lagi ia tak mendapat jawaban. Dengan kesal ia pun melemparkan ponselnya ke sembarang arah dan menutup wajahnya dengan bantal sofa yang sejak tadi ia peluk.
"Aaaaaaarrrggghh! Kim Yesung! Kau dimanaaaaa!"teriaknya teredam
.
.
.
...
.
.
.
Yesung datang ke bar saat ini bukanlah untuk bekerja ataupun bernyanyi. Karena sudah hampir seminggu ini ia sudah tidak lagi bekerja disana. Tempat dimana ia bisa menghasilkan cukup banyak uang hanya dengan bernyanyi.
"Ya! Aku hanya tidak ingin ada orang yang menyentumu ditempat itu! Tidakkah kau mengerti disana banyak sekali orang brengsek yang berkeliaran? Dan aku memintamu untuk berhenti juga demi keselamatanmu bodoh!"
Atau..
"Aku tidak ingin mengurusmu jika nanti kau jatuh sakit lagi. Setiap hari pulang pagi dan hanya tidur beberapa jam saja. Tidakkah itu melelahkan? Pokoknya aku tidak mau mendengar alasan apapun lagi, kau harus meninggalkan pekerjaanmu di bar itu, hyungie..mengerti?"
Itulah alasan-alasan yang selalu Kyuhyun ucapkan padanya agar ia berhenti dari pekerjaan ini. Tapi ya, apa mau dikata, Kyuhyun terus saja bersikeras dan memaksanya, membuatnya menyetujui permintaan namja itu pada akhirnya.
Namun berbeda kali ini, Yesung hanya termenung dalam duduknya. Menatap kosong kerlap kerlip lampu club yang secara bergantian berubah warna. Dentuman musik keras pun terasa tuli ditelinganya. Bahkan aroma alkohol yang menyengat tajam kali ini seperti tercium biasa saja di indera penciumannya.
Berulang kali ia harus menghela nafas berat. Mengabaikan panggilan Kangin ataupun Heechul padanya dan lebih memilih untuk menyendiri sejenak. Terlalu banyak yang ia pikirkan saat ini hingga membuatnya tak menyadari bahwa waktu sudah beranjak semakin larut.
"dia hamil"
"dia hamil"
"dia hamil"
Kata-kata itu terus terulang dalam benaknya. Hamil?
Flashback : On
.
"Ha-hamil? A-apa itu anak Kyuhyun?"
Yunho hanya tersenyum dan entahlah Yesung bisa lihat itu senyuman yang begitu menyedihkan "Bukan. Itu anakku.."
"Dan justru karena itu anakku Seo memilih mengakhiri hidupnya.."lanjut Yunho
Kening Yesung berkerut dalam. Tak mengerti kemana arah permasalahan ini. "Aku sungguh tidak mengerti Yunho-ah.."
"Beberapa bulan sebelum kematiannya, kami memutuskan untuk berpisah. Karena rupanya ia sudah menentukan pilihannya. Dan tentu saja, pilihannya jatuh pada lelaki itu. Namun, beberapa minggu setelahnya sebuah kenyataan merubah semuanya. Dia datang padaku dan mengatakan bahwa dia—"
"hamil?"sela Yesung yang ditanggapi sebuah anggukan dari Yunho.
"Aku pikir awalnya itu anak Kyuhyun. Tapi rupanya aku salah. Itu anakku. Tapi ia ingin menggugurkan janin itu hanya karena ia ingin bersama dengan lelaki itu. Tentu saja aku melarangnya. Dan aku bersikeras untuk bertanggung jawab atas kehamilannya itu. Karena itu sudah tugasku bukan?"
"Awalnya dia menolak, tapi aku terus meyakinkan dia. Akhirnya dia pun setuju. Tak lama setelah itu mereka berpisah.."
"Namun rupanya hati Seo bertolak belakang. Mungkin disatu sisi ia tidak ingin menyakitiku dengan membunuh darah daging kami. Tapi disisi lain rupanya keinginannya untuk bersama lelaki itu masih begitu besar..."
"Selama itu Ia tertekan dan bodohnya aku tak menyadarinya. Dan puncaknya, beberapa hari sebelum pernikahan kami, aku mendapat kabar tentang kematiannya.."
Yunho menghela nafas panjang ketika ia mengakhiri ceritanya. Kejadian itu terasa masih begitu menyesakkan. Dan ia tidak akan pernah melupakan kejadian ini, kejadian dimana disaat ia akan meraih kebahagiaannya sedikit lagi, ia malah bernasib kehilangan semuanya.
Berbeda halnya dengan Yesung, ia malah terlihat terus menahan nafasnya "Lalu jika seperti ini masalahnya, apa alasanmu begitu membenci Kyuhyun, Yunho-ah? Ini bukan kesalahan Kyuhyun.. Sungguh bukan.."
"Dia yang membuat aku kehilangan Seo dan juga bayi dalam kandungan Seo! Dialah satu-satunya orang yang membuat aku kehilangan keduanya.. Tidakkah kau mengerti itu hyung?!"bentak Yunho keras.
Yesung mencoba untuk menenangkan Yunho dengan memegang tanganya "Yunho-ah.. Ini adalah pilihan Seo sendiri. Jangan buat hidupmu dilingkupi kebencian seperti ini..Kyuhyun sudah cukup tersakiti dengan berpikir bahwa Seo pergi karena kesalahannya.."
"Bukankah itu pantas untuknya, hyung?! Orang yang sudah merebut kekasih orang lain dan membuat akhir yang menyedihkan seperti ini? Aku tak peduli. Jika aku tidak bahagia maka dia juga tidak boleh bahagia, hyung.."
Yesung tercekat. Ia sudah tidak tau harus berkata apa lagi untuk mematahkan kebencian yang berselimut dalam diri Yunho. Saat ini pikiran dan hati namja itu seolah hanya dipenuhi oleh rasa benci, benci dan benci. Hingga membuatnya tidak bisa lagi berpikir jernih.
Tapi ini memanglah rumit. Tak bisa hanya dengan jentikan tangan semua masalah hilang dan dilupakan begitu saja.
Yesung memijit pelipisnya yang pening. Ah, masalah ini benar-benar mampu membuatnya kepalanya berkedut menyakitkan. Saat ini ia juga sudah tidak sanggup berpikir apapun lagi. Dan otakknya sudah tidak bisa lagi menganalisis semuanya.
Cukup.
Setidaknya kini ia kini mengerti apa alasan kematian wanita itu. Alasan yang sepenuhnya bukan kesalahan Kyuhyun.
Kini, tinggal bagaimana cara dia menyampaikan semua kebenaran yang sudah ia dapatkan pada kekasihnya itu. Tapi...yang jadi masalahnya adalah—
Apakah namja itu akan mempercayainya begitu saja semua ceritanya?
Ah, entahlah setidaknya ia akan mencobanya.
.
Flashback : Off
.
.
.
...
.
.
.
Ceklek!
Yesung membuka pintu apartemen dan dengan langkah gontai ia masuk kedalam. Lampu ruang tengah sudah gelap, sepertinya Kyuhyun sudah berada dikamarnya dan terlelap.
"Kau darimana saja?"
Yesung terlonjak kaget saat suara itu terdengar dari kegelapan. Ia pun langsung menyalakan lampu dan mendapati Kyuhyun tengah duduk di sofa dan menatapnya dingin.
"Kau belum tidur Kyu?"tanyanya balik
"Kenapa pesan dan teleponku tidak kau balas sama sekali? Nampaknya kau begitu menikmati harimu bersama lelaki itu? apa saja yang sudah kalian lakukan hah?"sinis Kyuhyun.
Yesung tak menjawab. Entahlah, tapi tiba-tiba saja ia merasa ingin menangis. Bukan karena nada dingin dan sinis dari suara Kyuhyun. Bukan pula karena Kyuhyun mencurigainya. Sungguh bukan karena itu. Ia hanya ingin menangis kencang dipelukan Kyuhyun.
Ia pun bergerak dari tempatnya, menghampiri Kyuhyun yang masih menatapnya dingin. Kemudian mengambil posisi duduk disampingnya. Ia meraih tangan Kyuhyun dan meletakkannya dipipinya.
Melihat sikap Yesung itu, membuat Kyuhyun sedikit memicingkan matanya "Hei, apa kau sedang mencoba merayuku agar aku tidak marah padamu?"prasangkanya.
"Jika seperti itu jangan harap aku termakan rayuanmu!"lanjut Kyuhyun kesal
Tapi Yesung hanya tersenyum kecil dan menggeleng. Masih sambil meletakkan tangan Kyuhyun dipipinya. Dan entah kenapa kini bisa Kyuhyun lihat ada sinar lelah tersirat diwajah manisnya.
"Kyu-ah.."
"Jika aku katakan sesuatu padamu. Akankah kau mempercayaiku?"
Raut wajah Kyuhyun yang awalnya terlihat tak bersahabat itupun mulai berubah "Ada apa denganmu? Memangnya apa yang ingin kau katakan?"
Yesung tak langsung melanjutkan ucapannya. Ia malah memilih memajukan tubuhnya kearah Kyuhyun, melingkarkan kedua lengannya dileher namja itu, memeluknya.
"Sudah kukatakan untuk tidak merayuku bukan?"
Yesung tak menjawab dan ia tidak peduli jika Kyuhyun berpikir seperti itu padanya. Ia melepaskan pelukannya, menatap lembut Kyuhyun sebelum memejamkan matanya dan mengecup bibir milik namja itu. Melumatnya pelan.
Kyuhyun yang tak mengerti apapun dan hanya berpikir bahwa Yesung sedang menggodanya itupun dengan senang hati menyambutnya, membalas ciuman kekasihnya itu dengan lebih agresif. Dan seketika itu juga semua rasa kesal, khawatir, dan marah luntur begitu saja. Selalu saja begini. Debar jantungnya selalu berdetak begitu kencang ketika bibir tipis itu menyentuh bibirnya. Menyengat dan mampu membuat desiran luar biasa disekujur tubuhnya.
Bibir Kyuhyun terus bergerak agresif. Ia meraih tengkuk Yesung dan pinggang Yesung secara bersamaan, mencoba untuk memperdalam ciuman mereka. Berapa kalipun mereka berciuman seperti ini, ia akan selalu dibuat gila olehnya . Rasanya ia tak butuh nikotin, kokain, opium, ganja ataupun barang sejenisnya hanya untuk membuatnya mencandu. Karena inilah candunya. Benar-benar memabukkan. Dan ia suka itu.
Setelah dirasa mereka membutuhkan oksigen, ciuman Kyuhyun pun langsung beralih pada leher Yesung. Mengecupinya dan mulai membuat tanda-tanda kepemilikan disana.
"Kyu-ah.."
Tanpa menghentikan kegiatannya, Kyuhyun pun hanya menyahut seadanya "Hm"
"Bagaimana jika Seohyun—"
Yesung kembali membuka suara disela-sela desahan kecilnya.
"—Mengkhianatimu?"
Otomatis bibir Kyuhyun berhenti bergerak. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Yesung tak mengerti.
"Apa yang kau katakan?"
"Maukah kau percaya jika aku mengatakan bahwa selama ini Seohyun mengkhianatimu? "tanya Yesung lagi. Nampaknya ia sudah mulai frustasi dengan pikiran-pikiran yang seolah terus membebaninya sejak tadi. Matanya pun tampak berkaca-kaca sekarang.
Wajah dan tatapan Kyuhyun tampak menegang. "A-apa maksud perkataanmu?"
"Dia mengkhianatimu..Dan dia juga mengkhianati Yunho.."
"Aku? Dan... Yunho?"tanya Kyuhyun ragu
"Kau bukanlah satu-satunya kekasih Seohyun, Kyu. Karena Yunho adalah kekasih Seohyun jauh sebelum ia bertemu dengamu.."
Kyuhyun langsung berdiri dari duduknya, menghentakkan tangan Yesung dalam sekali hentakan, membuat tubuh namja manis itu terhempas pelan di sofa yang ia duduki.
"Aku sungguh tidak mengerti apa yang kau katakan hyungie. Tapi, jika kau merasa cemburu pada Seohyun, jangan pernah menjelek-jelekkan dia didepanku. Dan terlebih kau membawa orang yang bahkan aku tak mengenalnya disini. Aku tidak suka itu!"tegas Kyuhyun
Yesung menitikkan airmatanya sambil tersenyum miris "Sudah kuduga, kau tidak akan mempercayaiku Kyu.."
Kyuhyun terdiam. Mencoba untuk menganalisis ekspresi yang diperlihatkan Yesung. Dan sialnya ia tidak menemukan kebohongan disana. Apa artinya ini? Apa Yesung berkata jujur?
"Aku juga baru tau kebenarannya hari ini. Tepat disaat kita bertemu dimakam Seohyun siang tadi. Dan dari situlah semuanya terbongkar. Yunho—"
"—orang yang datang bersamaku tadi. Dia adalah sahabatku sejak tujuh tahun silam. Dan Seohyun juga adalah orang ia perkenalkan padaku tujuh tahun silam sebagai kekasihnya.."
"Kau bahkan belum bertemu dengan Seohyun kala itu bukan?"
"Ke-kekasih? Bohong. Kau membohongiku kan?"
Yesung menghela nafas panjang dan berat "Maukah kau mendengarkan semuanya terlebih dahulu sebelum kau menghakimi aku berbohong, Kyu?"pinta Yesung
Kyuhyun lagi-lagi terdiam. Tak yakin dengan apa yang akan ia dengar selanjutnya. Tak ingin percaya jika apa yang diceritakan adalah sebuah kebenaran.
Dan tanpa menunggu persetujuan Kyuhyun, Yesung pun menceritakan semuanya. Menceritakan hubungan Yunho dan Seohyun sebelum gadis itu bertemu segalanya yang ia tahu. Tanpa ada yang ia kurangi ataupun lebihkan.
.
.
Raut wajah Kyuhyun masih tetap sama setelah Yesung menceritakan segalanya. Raut yang tak bisa digambarkan hanya dengan percaya. Bahkan lidahnya terasa kelu hanya sekedar untuk membantah. Cukup lama ia terdiam. Tak bergerak diposisinya. Hanya mampu menatap Yesung tak berkedip. Shock.
"Apa maksudmu berkata seperti itu? Inikah caramu membuatku melupakan Seohyun? Dengan berkata buruk tentangnya? Begitu?"tanya Kyuhyun masih tak terima
Yesung menggeleng pelan. Menatap sedih kearah Kyuhyun. Entahlah, tapi ia merasa sangat lemah saat ini, sepertinya ia sudah kehilangan energi dengan berpikir begitu banyak. Berusaha melawan gejolak batin dan perasaan yang membelenggunya hanya untuk mengatakan semua kebenaran yang ada. Kebenaran yang menyakitkan. Dan setelah semuanya terbongkar pun ia tak merasa lebih baik karena Kyuhyun terlihat tak mempercayainya.
"Wajar jika kau memang belum bisa menerimanya. Tapi semua yang kukatakan adalah kebenaran. Tak ada sedikitpun kebohongan yang aku selipkan disana..."
Dan Kyuhyun lagi-lagi hanya membeku ditempatnya. Ia tidak bisa berpikir jernih. Ia merasa hampa dan kosong disaat yang bersamaan. Tanpa bicara apapun lagi Kyuhyun membalikkan tubuhnya, melangkah masuk kedalam kamar dengan perasaan tak menentu. Hancur.
Meninggalkan Yesung yang kini hanya bisa meratap, menatap nanar pintu kamar yang sudah tertutup rapat itu dan menangis dalam diam di keheningan malam.
Perlahan Yesung menutup matanya. Membiarkan jiwa dan raganya beristirahat sejenak. Sungguh, Ia lelah. Sangat lelah.
.
.
Dikamarnya, Kyuhyun menatap bayangan dirinya didepan cermin. Merasa konyol dan benci akan dirinya sendiri. Jika memang semua yang dikatakan Yesung adalah kebenaran. Maka...selama ini—
—ia dibohongi?
Shit!
Jadi ini hanyalah sebuah penyesalan yang sia-sia? Dan ia begitu bodoh karena tak menyadari bahwa dirinya sudah dipermainkan oleh takdir. Kejam. Ia mengepalkan kedua tangannya erat dan...
Prang!
Cermin yang tadi menampakkan siluet tubuhnya dalam hitungan detik saja sudah retak. Tetesan darah menetes kelantai yang dingin itu. Walaupun tangannya terluka tapi entah kenapa ia merasa kebal. Karena sesungguhnya rasa sakit itu tidaklah sebanding dengan luka hatinya saat ini. Sungguh menyedihkan sekali kau, Cho Kyuhyun.
.
.
.
...
.
.
.
Samar-samar kicauan burung terdengar diluar sana. Yesung membuka matanya berat dan mendapati dirinya masih dalam posisi dan tempat yang sama. Di sofa. Tubuhnya terasa linu. Menyakitkan hanya untuk digerakkan. Kepalanya masih terasa sedikit pening. Kedua kelopaknya pun sepertinya membengkak. Ia menoleh kearah kamar Kyuhyun yang masih dalam keadaan tertutup, sama seperti terakhir kali ia melihatnya semalam. Bagaimana keadaan Kyuhyun? Apa dia baik-baik saja didalam sana?
Yesung bangkit dari duduknya untuk memeriksa keadaan Kyuhun. Sedikit ragu ia pun mengetuk pelan pintu kamar Kyuhyun.
Tok! Tok!
Tak ada sahutan. Apa Kyuhyun masih terlelap?
Tok! Tok!
Masih tak ada sahutan. Ya, mungkin namja itu masih terlelap. Jika benar begitu, biarkan namja itu beristirahat. Memulihkan tenaganya. Ia pasti juga sangat lelah. Batinnya pasti tergoncang hebat setelah mengetahui semua kebenaran. Bahwa wanita yang selama ini ia cintai telah membohonginya dan mengkhianatinya. Dan Yesung tau, ini pasti tak mudah bagi Kyuhyun. Munkgin saat ini ia tidak bisa melakukan apapun untuk kekasihnya itu, tapi setidaknya selama Kyuhyun membutuhkannya, ia akan selalu ada disana.
Yesung mencari ponselnya dan berniat menghubungi Donghae. Mengabarkan keadaan Kyuhyun yang sepertinya tidak memungkinkan untuk pergi bekerja. Begitupun juga dengannya, takut Kyuhyun membutuhkannya, atau takut sesuatu terjadi dengan namja itu, ia pun memilih untuk tinggal diapartemen bersama namja itu.
Setelah selesai menelpon, Yesung menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun. Dalam beberapa jam ia berkutat dengan alat-alat didapur. Menunggu Kyuhyun untuk sarapan bersama dan hampir saja jatuh tertidur dimeja makan namun hingga siang menjelang Kyuhyun tak juga menampakkan batang hidungnya. Ia pun kembali mengetuk kamar Kyuhyun, berharap ia akan melihat wajah namja itu.
Tok! Tok!
"Kyu-ah..apa kau sudah bangun? Apa kau tidak lapar?"panggil Yesung
Nihil. Masih tak ada jawaban. Dengan ragu ia memegang gagang pintu dan memutarnya dengan hati-hati. Sedikit melirik kedalam namun ia harus terkejut ketika tiba-tiba saja tubuhnya tertarik kedepan saat pintu kamar itu dibuka dengan kasar dan menampakkan Kyuhyun yang sudah berpakaian rapi.
"Kyu.."
Kyuhyun tak menyahut. Untuk beberapa saat mereka saling berpandangan. Yesung dengan tatapan kagetnya sedang Kyuhyun yang memperlihatkan tatapannya yang begitu dingin. Menakutkan.
"K-kau pasti lapar bukan? Ayo kita makan bersama.."ajak Yesung sambil menarik tangan Kyuhyun. Namun ia sangat terkejut saat menyadari ada balutan yang melingkar ditelapak tangan kanan Kyuhyun.
"Kyu! tanganmu kenapa?"paniknya
"Lepaskan!"ketus Kyuhyun dan hanya berjalan melewatinya kearah pintu. Dan detik berikutnya ia sudah menghilang dibaliknya. Tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya. Dan itu...
Cukup membuat hatinya berdenyut sakit.
Yesung meremas dadanya erat. Kenapa lagi ini? Kyuhyun mendiamkankannya. Atau mungkin malah namja itu membencinya? Hanya karena ia mengatakan semua kebenaran itu? Inikah balasan yang ia terima? Kenapa semuanya jadi seperti ini?
Tes!
Dan tanpa sadar butiran bening itupun mulai mengalir membasahi pipinya.
.
.
.
Seperti hari-hari sebelumnya. Dan sudah empat hari berlalu, semua masih tampak sama. Tak ada yang berubah. Kyuhyun kembali berubah menjadi sedingin es. Kaku. Masih enggan berbicara dengan Yesung. Jangankan berbicara, bertatapan pun namja itu seolah tidak ingin. Tidak diapartemen, tidak di kantor namja itu masih mengabaikannya. Dan rasanya begitu menyiksa. Entah apa lagi yang harus ia perbuat sekarang. Ia juga merasa lelah jika terus seperti ini.
Dan lalu...salahkah bila sekarang ia memutuskan untuk menyerah? Tapi jika memang itu keputusan yang terbaik? Kenapa tidak ia lakukan walaupun itu menyakitkan..
Yesung melirik meja kerja Kyuhyun yang sudah kosong. Namja manis itu tersenyum miris karena untuk kesekian kalinya namja itu meninggalkannya lagi. Dan ingat, tanpa berkata apapun. Nampaknya keputusannya sudah bulat. Hubungan ini memang sudah tidak bisa dipertahankan. Lagipula Kyuhyun memang tidak mencintainya bukan? Jadi tidak ada alasan lagi untuk ia mempertahankannya dan memilih mengakhiri semua. Miris..
.
.
Dengan wajah murung Yesung menyeret langkahnya kedalam cafe. Kemudian menghempaskan tubuhnya ke kursi kosong yang ada .
"Hyung! Yesungie hyung!"panggil Eunhyuk antusias. Setengah berlari ia menghampiri Yesung setelah sebelumnya ia menyuruh pegawai lain untuk menggantikan pekerjaannya.
Yesung pun hanya menoleh malas kearah namja ber-gummy smile itu.
"Tumben sekali kau kemari hyung..Ada apa? Kenapa tidak datang bersama pacarmu itu? Apa kalian bertengkar?"tanya Eunhyuk bertubi-tubi ketika ia sudah duduk dihadapan Yesung. Tak menyadari bahwa kini namja manis itu semakin menekuk mukanya .
"Dia sibuk. Aku hanya ingin menghabiskan waktu disini. Kau puas Hyukkie?"jawab Yesung dengan sedikit kesal. Mood-nya benar-benar buruk sekarang.
"Kenapa kau marah hyung.. Sensitive sekali.."protes Eunhyuk
Yesung tak merespon.
"Hyung, Mmm.. kau tidak datang bersama Kyuhyun, apa kau tidak datang bersama Donghae juga? Karena sudah beberapa hari ini dia tidak datang kemari ataupun menghubungiku.. Apa dia baik-baik saja?" Eunhyuk terus saja melontarkan pertanyaan-pertanyaan tanpa bisa membaca bagaimana raut wajah dan suasana hati hyung manisnya saat ini.
"Aish, Hyukkie. Makanya jadi orang jangan jual mahal.. Dia ada, kau pura-pura tak peduli. Tapi saat dia tidak ada, kau malah mencari-carinya! Apa maumu, hah?"sewot Yesung
"Kalau kau menyukainya hanya katakan saja suka. Kalau tidak suka ya katakan tidak suka. Jangan buat dia berharap tapi nyatanya kau hanya memberinya harapan palsu.. Itu tidak baik Hyukkie-ah.."lanjut Yesung.
"Ei, hyung..aku kan hanya bertanya kenapa kau jadi sewot seperti itu. Aish, nampaknya aku salah bertanya pada orang yang sedang patah hati.."ucap Eunhyuk asal yang langsung mendapat deathglare dari Yesung.
Plak!
Eunhyuk langsung tersenyum lebar ketika mendapati Leeteuk sudah berdiri disampingnya.
"Hyuk, bisakah kau kembali ke tempatmu?"
"Sekarang!"ucap Leeteuk dengan penekanan. Dan namja gummy smile itu pun langsung berlari kembali ketempatnya.
"Kapan kau datang?"sapa Leeteuk ramah. Kemudian menggantikan Eunhyuk duduk dihadapannya.
"Kau sakit? Kau tampak tidak baik Yesungie.."
Yesung hanya tersenyum simpul. Disaat semua orang seolah tak bisa melihat kesakitannya rupanya masih ada seseorang yang benar-benar mengerti akan dirinya. Dan hanya Leeteuk lah orang itu.
"Tadi pagi Yunho datang kemari. Dan menceritakan tentang kejadian beberapa hari yang lalu. Apa benar begitu?"
Yesung menghela nafasnya dan mengangguk.
"Lalu apa sekarang kau bertengkar dengan Kyuhyun?"
Lagi-lagi tebakan Leeteuk benar. Nampaknya ia tak perlu menjelaskan secara detail karena ia yakin Leeteuk pasti tau apa yang tengah terjadi saat ini.
"Mungkin kami akan berpisah, hyung.."
"Apa kau yakin dengan keputusanmu itu Yesungie?"
"Entahlah. Antara yakin dan tidak yakin sebenarnya. Tapi—"
Yesung menggantungkan kalimatnya, kembali menghela nafas panjang.
"—mungkin ini yang terbaik.."
Leeteuk hanya mampu menatap Yesung iba. Ia meraih tangan Yesung dan menggenggamnya lembut. Entah kenapa sejak pertama kali ia bertemu dengan Leeteuk ia seperti merasakan sebuah ikatan yang ia sendiri tidak tau apa itu. Ketika ia merindukan sosok hyung-nya hanya kepada Leeteuk lah ia bersandar. Karena hanya namja cantik itu yang bisa ia andalkan. Membuatnya bisa merasakan kasih sayang seorang hyung kepada dongsaeng-nya.
"Apapun keputusanmu, aku akan mendukungnya Yesungie.."
"Terima kasih hyung.."senyum Yesung tulus
"Baiklah, sudah malam hyung. Aku pulang dulu.." pamitnya
"Apa perlu kuantar Yesungie?"
Yesung menggeleng pelan dan berdiri dari duduknya "Tidak perlu hyung. Aku bisa pulang sendiri"
"Lalu, apa kau akan pulang ke apartemen Kyuhyun?"
Lagi, Yesung menggeleng "Tidak. Aku akan pulang kerumah. Aku sudah tidak punya alasan untuk kembali kesana lagi bukan?"
Mendengar jawaban Yesung, Leeteuk pun hanya bisa menghela nafasnya.
"Oh ya, mmm...jika aku besok datang untuk bekerja disini lagi, apa kau masih mau menampungku hyung?"senyum Yesung tak enak.
Leeteuk menaikkan alisnya heran "Oh.. apa kau juga berniat berhenti dari pekerjaanmu itu?"
Namja manis itu menundukkan kepalanya dalam , mencoba untuk menyembunyikan kesedihannya "Jika ia memang tidak ingin melihatku, bagaimana mungkin aku berada disekitarnya hyung.. Itu mungkin akan membuatnya muak.."
"Oh..Yesungie.." iba Leeteuk. Ia pun bergerak maju untuk memeluk tubuh Yesung dan mengusap lembut punggungnya. Ingin rasanya ia menangis. Menumpahkan semuanya dipundak Leeteuk. Tapi ia tidak boleh menangis. Karena ia sudah terlalu lelah menangis. Menangisi orang yang nyatanya sama sekali tak peduli padanya.
"Tempat ini akan selalu terbuka untukmu Yesungie.."ucap Leeteuk lembut.
.
.
.
...
.
.
.
Kyuhyun terus bergerak gelisah dalam duduknya. Berulang kali ia menatap selembar kertas yang ia temukan pagi tadi dimeja kerjanya. Menatap deretan kata yang tertulis disana dengan perasaan yang tak menentu.
'Kau sendiri yang memilih untuk tidak percaya. Memilih untuk terus hidup dalam penyesalan yang nyatanya sama sekali bukan kesalahanmu.
Dan kali ini aku sudah tidak bisa membantumu lagi. Terima kasih untuk segalanya. Jika suatu hari kita bertemu lagi, kuharap kita akan saling bertegur sapa dan tidak berpura-pura tidak saling mengenal.. walau kurasa itu sulit karena kau kini membenciku...
Baiklah, Selamat tinggal Kyu. Dan untuk terakhir kalinya aku akan mengatakan...
'Aku mencintaimu..'
-Kim Yesung-
Berulang kali pula ia menatap tulisan itu, tetap tidak ada yang berubah. Hati dan pikirannya kosong. Sunyi.
Kyuhyun melirik ruang kaca didepannya. Kosong. Dan rapi. Sama seperti keadaan apartemennya semalam. Karena namja manis itu tidak kembali kesana. Kemana dia? Apakah dia kembali kerumahnya?
Ia benar-benar brengsek. Ia sendiri yang berjanji untuk tidak melukainya bukan? Tapi kini...? Apa yang ia lakukan? Dan bahkan ia sendiri sepertinya tidak menyadari bahwa ia sudah menorehkan luka, hanya karena sebuah keegoisan yang masih begitu angkuh menggerogoti hatinya. Mengalahkan semua akal sehatnya. Dan bodohnya, ia termakan oleh semua itu.
.
.
.
Malam sudah larut, udara berhembus semakin dingin membuat namja manis itu kian mengeratkan mantel yang ia pakai, menyusuri jalanan kecil menuju rumahnya. Sesekali bersiul hanya untuk sekedar memecah keheningan malam.
Sejenak ia menghentikan langkahnya dan mendongakkan wajahnya ke langit. Namun ia harus menghembuskan nafasnya kasar ketika langit diatas sana hanya menampakkan kepekatan. Hitam dan gelap.
Mungkin seperti itu juga gambaran hatinya saat ini. Hitam. Ia pun kembali teringat akan Kyuhyun. Apa dia baik-baik saja? Apa yang namja itu sedang lakukan sekarang? Apa dia makan dengan baik? Apakah dia merasakan hal yang sama sepertinya? Hampa? Rindu?
Ah... Kim Yesung, nampaknya kau terlalu banyak berharap.
Sekali lagi Yesung menghela nafas dan berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri "Semangat Kim Yesung!"
Bip..Bip..Bip..
Baru saja ia hendak kembali melangkah, ponselnya berdering menandakan ada sebuah pesan. Ia pun membuka pesan tersebut dan seketika itu juga mata sipitnya membulat. Menatap tak percaya saat layar ponselnya menuliskan kata...
'Kim Yesung.. Aku mencintaimu..'
.
.
.
TBC
.
.
.
Tadaaa! Wohooo..tumben bisa update cepat.. _
Demi kalian yang sudah setia menunggu.. Ini aku persembahkan untuk kalian.. Walaupun ini semakin GaJe.. tapi semoga ga gitu mengecewakan yaa...
Dan mungkin sekitar satu atau dua chapter lagi akan menuju babak akhir.. ^^
.
Still mind to review, readernim?
Thank you~~
.
.
.
BIG THANKS TO :
.
Harpaairiry, Jy, CloudyBear, Liekyusung, Guest, nin nina, BlackClouds's, tety sinaga 9, TrinCloudSparkyu, angeljulianac, oneheartforsuju, vilsa sparkcloud, idda KyuSung, iwsumpter, sisil li24, Cloud246, ryani clouds, Niiraa, afifah kulkasnyachangmin, ErmaClouds13, indah lestari 18, kjwzz, Yanie, anjaw, yeclouds, ajib4ff, yekyufa, Dor4 kyusung shipper, GaemCloud, kris kyusungdewi, LittleCloud'sIrizv, Kropi, mels, Mukhaclouds, SasaClouds, babykyusung, kim kyusung, Lukyuky, hera3424
.
Thank you soooo much guys! *hug atu2*
