My Love, My Kiss, My Heart

.

.

Dhienhie Kyumin Fujoshi

.

.

Genre: Romance, Hurt, Drama.

.

.

Rate: T

.

Lenght: Chaptered

.

.

Disclaimer: KyuMin milik Tuhan. Kyuhyun milik Sungmin dan Sungmin milik Kyuhyun, mereka saling memilki walau sebenarnya saya ingin memonopoli Sungmin untuk diri sendiri *bletak* Tapi yang pasti FF abal ini milik saya seutuhnya. :D

.

.

Warning: YAOI, Typo(s), Pedo Kyu! Kid Min! DON'T LIKE DON'T READ! NO BASH! NO PLAGIAT!

.

.

.

enJOY~

CHAPTER 10

.

~(*o*)~

.

TOK! TOK! TOK!

"Ming, buka pintunya~" pinta Kyuhyun sambil terus mengetuk pintu kamar Sungmin.

"GA!" teriak Sungmin sambil melemparkan benda-benda yang bisa ia jangkau ke arah pintu kamarnya.

"Aku tidak akan pergi sebelum kita bicara, ayolah chagi~"

Sungmin mengabaikan Kyuhyun, namja manis itu mulai kelelahan, napasnya memburu, ekspresi sedih, kecewa dan marah tergambar jelas di foxy eyesnya.

"Ming, kita harus bicara chagi, jangan terus bersikap seperti ini padaku," erang Kyuhyun mulai putus asa. Namja tampan itu perlahan memutar tubuhnya untuk bersandar di pintu kamar Sungmin. Sikap Sungmin yang terkesan seperti batu yang sulit di luluhkan benar-benar membuatnya frustasi.

"Jika kau terus menghindar seperti ini, apa yang harus ku jelaskan. Kumohon mengertilah, aku tak punya banyak waktu untuk terus bersamamu~"

DEG!

Sungmin terpekur di tempatnya, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya saat mendengar kalimat yang Kyuhyun lontarkan diakhir tadi.

'Apa dia akan pergi lagi?' batin Sungmin mulai menatap gelisah pintu kamarnya.

"Ming~ kita tidak bisa terus seperti ini, jika kau memang sudah tak menginginkanku lagi, untuk apa aku disini? Appa pasti menyuruhku kembali ke New York."

Kegelisahan Sungmin makin menguat saja mendengar penuturan Kyuhyun, bola mata namja manis itu bergerak gelisah dengan wajah yang perlahan memucat. Benarkah Kyuhyun akan meninggalkannya –lagi? Kalau memang begitu, untuk apa dia kembali kesini? Untuk apa dia menemuinya jika akhirnya Kyuhyun akan kembali meninggalkannya?

"Sebenarnya apa yang ada di otakmu? Kalau mau pergi, pergi saja! Kau pikir aku akan menahanmu? Untuk apa kau bicara seolah-olah kau sedang meminta ijinku padahal saat itu kau juga pergi seenaknya. Pergi saja sana! Kau pikir aku punya banyak waktu untuk mengurusmu!" balas Sungmin setengah berteriak walau setelahnya namja manis itu menggigit kuat bibirnya, apa yang dia ucapkan benar-benar bertentangan dengan hatinya.

'Lee Sungmin kenapa kau bodoh sekali!' umpat Sungmin dalam hati.

Sementara itu Kyuhyun terlihat tengah memukul-mukul kepalanya sambil mengumpat lirih pada dirinya sendiri.

"Kyuhyun bodoh," katanya kesal.

Niatnya untuk menakut-nakuti Minnie-nya yang polos gagal total. Awalnya Kyuhyun berpikir dengan sedikit menjiplak cara Taecyeon untuk meluluhkan Sungmin adalah cara paling ampuh untuk memancing namja manis itu untuk mau membuka pintu.

"Aish~ eotteokhe?" lirih Kyuhyun sambil meninjukan kepalan tangan kanannya ke telapak tangan kirinya.

Bohong besar jika Kangin akan mengirim Kyuhyun ke New York lagi, mengingat perusahaan utama Kyuhyun berada di Seoul, lagipula tujuan utama Kyuhyun kembali ke Seoul adalah Sungmin, bagaimana mungkin namja bersuara bass itu meninggalkan Sungmin lagi.

"Geurae, jika kau memang tak lagi menginginkanku."

Untuk beberapa detik Kyuhyun menanti, berharap Sungmin akan berteriak heboh kemudian menahannya, memeluknya kuat-kuat sambil berkata "gajima"

PLAK!

Kyuhyun menampar pipinya sendiri saat menyadari khayalannya yang lebih mirip dengan kisah dalam drama-drama romantis yang biasa eommanya tonton.

"Babo," umpatnya sendiri.

"Kyuhyun," panggil seseorang membuat Kyuhyun yang tengah merutuki kegagalannya langsung memasang pose coolnya saat melihat Hankyunglah yang tengah berdiri tak jauh darinya.

"Ne, ajushi?"

Hankyung menatap pintu kamar Sungmin kemudian mengisyaratkan Kyuhyun agar ikut bersamanya. Kyuhyun hanya mengangguk singkat, sedikit menolehkan kepalanya ke arah pintu kamar Sungmin sebelum akhirnya mengikuti langkah Hankyung.

.

.

.

Sungmin masih di kamarnya, sambil menggigiti kuku-kuku jarinya namja manis itu nampak tengah mondar-mandir di kamarnya. Dari wajahnya tergambar jelas ekspresi khawatir dan gelisah yang tak bisa Sungmin tutupi sama sekali.

'Bagaimana kalau dia benar-benar pergi?' batin Sungmin.

"Ani, ani! Tenang Lee Sungmin~ huhh~ tenang~" sambil mengatur deru napasnya Sungmin tampak menepuk-nepuk pelan dadanya.

'Terserah dia ingin pergi atau tidak, kau kan tak peduli padanya. Iya kan?'

Sungmin mengangguk yakin sambil menguatkan kepalan tangannya.

'Tapi penyesalan akan datang di kemudian hari, saat penyesalan datang mungkin Kyuhyun benar-benar tak bisa kau raih, Sungmin-ah~'

"Eoh?" Sungmin membeo di tengah-tengah perang batinnya.

"Aish! Eotteokhe?" kesal Sungmin mulai menghentak-hentakkan kakinya.

"Kau sudah berjanji tetap mencintaiku sampai kapanpun. Kau juga sudah berjanji tak akan membuang ataupun melupakan perasaanku. Kau harus menepati itu Ming, apapun yang terjadi kau harus menepati itu."

"Ne Kyunnie, Ming janji kok. Kyunnie juga gak boleh jauhin Ming ne?"

"Iya sayang, aku tak akan kemana-kemana."

Sungmin meneguk ludahnya lamat-lamat, pikirannya kembali dilemparkan ke masa itu. Janjinya pada Kyuhyun dan janji Kyuhyun padanya. Katakanlah Kyuhyun mengingkari janjinya, tapi haruskah Sungmin juga mengingkari janjinya? Tidak, Sungmin tidak akan melakukannya karena kenyatannya sampai saat ini dia tak pernah bisa mencintai siapapun selain 'orang itu'.

"Andwae~"

.

~(*o*)~

.

"Igeo~" Hankyung menyodorkan sebuah kertas lusuh pada Kyuhyun.

"Mwoyeyo?" tanya Kyuhyun bingung walaupun tangannya bergerak untuk menerima kertas itu dari tangan Hankyung.

"Kau bisa melihatnya terlebih dahulu."

Kyuhyun menatap lipatan ketas ditangannya kemudian mengangguk kecil menanggapi ucapan Hankyung. Entah kenapa dadanya berdebar hebat saat jemarinya bergerak membuka lipatan kertas itu, matanya mulai fokus menatap deretan-deretan huruf yang berbaris rapi membentuk berbagai kalimat.

"Bukankah ini~" gumam Kyuhyun. Obsidiannnya bergerak menelisik tulisan paling akhir di kertas itu.

"Suratku?" monolog Kyuhyun saat pandangannya menangkap nama 'Cho Kyuhyun' lah yang tertanda sebagai penulis surat itu.

"Ne, itu memang suratmu. Ajushi belum memberikannya pada Minnie sampai saat ini."

"Mwo!" Kyuhyun menautkan alisnya jengkel. Kepalanya beralih menatap apapun selain wajah Hankyung, rasanya ingin sekali memukul wajah oranng tua Sungmin itu namun mengingat dirinya masih menjunjung tinggi sopan santun membuat Kyuhyun menepis jauh emosinya yang sudah meluap.

"Wae?" tanya Kyuhyun sambil menghembuskan napasnya dengan kasar.

Hankyung tersenyum kecil.

"Saat itu Sungmin masih belum bisa membaca," sahut Hankyung ringan.

'Oh Tuhan!' jerit Kyuhyun dalam hatinya. Hankyung dan Kangin sama saja, alasan-alasan konyol selalu mereka lontarkan untuk menyudutkan Kyuhyun ataupun Sungmin.

"Lalu-" Kyuhyun kembali menghembuskan napasnya berusaha mengatur nada suaranya yang benar-benar ingin meneriaki Hankyung saat ini.

"Lalu kenapa ajushi tak memberikannya saat Sungmin sudah bisa membaca?" lanjut Kyuhyun bertanya.

"Ini salah satu ujian untuk kalian," ucap Hankyung sambil kembali menyunggingkan senyumnya.

Kyuhyun menahan gemeletuk giginya, emosinya benar-benar sudah di ujung tanduk. Sambil mengatur deru napasnya Kyuhyun bergerak memutar tubuhnya untuk membelakangi Hankyung.

"ARRGHH!" teriaknya kesal. Tangannya langsung bergerak memukul segala sesuatu yang ada di dekatnya.

"Ajushi mengerti kau pasti kecewa Kyuyun-ah."

Kyuhyun diam, tak berniat menjawab ucapan Hankyung karena dia yakin seratus persen jika ia menjawab ucapan Hankyung yang keluar adalah teriakan marah ataupun bentakan kasar untuk Hankyung.

"Awalnya ajushi berniat menyimpan surat ini seterusnya, tapi untuk saat ini ajushi rasa kau membutuhkannya."

"Ya, aku membutuhkannya," sahut Kyuhyun tak jelas.

Hankyung mengerti Kyuhyun tengah kecewa bahkan marah pada Hankyung. Tapi pemuda yang sangat mencintai putranya itu tampak menahan kuat letupan amarahnya.

"Maaf," ucap Hankyung sambil menepuk pelan bahu Kyuhyun.

Kyuhyun memejamkan matanya, deru napasnya berangsur stabil sebelum akhirnya namja tampan itu berbalik menatap Hankyung mengangguk halus.

"Ne, ajushi. Gomawo."

Hankyung kembali menepuk-nepuk bahu Kyuhyun. Lelaki ini benar-benar sudah dewasa.

"Geurae, sebaiknya kita kembali ke dalam," ajak Hankyung.

Dua namja tinggi itu langsung melangkah menuju ruang keluarga.

Kyuhyun melihat hyungdeulnya tengah sibuk membujuk Taemin yang sepertinya masih menangis karena Sungmin memarahinya tadi.

"Darimana hyung?" tanya Kangin saat melihat Hankyung muncul bersama Kyuhyun.

"Hanya ada urusan dengan CEO muda itu," canda Hankyung sambil menunjuk Kyuhyun.

Kangin mengangguk paham.

"Kau boleh percaya atau tidak Chullie, tapi sejak kepulangannya ke Seoul putraku belum memelukku sama sekali," sindir Leeteuk membuat Kyuhyun tersenyum kecil, menghampiri ibunya kemudian memeluk hangat sosok yang sangat berharga untuknya.

Semua orang menatap moment bahagia ibu dan anak itu sambil tersenyum cerah.

"GAJIMA!" teriak Sungmin.

Semua orang menatap bingung ke arah Sungmin yang menuruni tangga dengan terburu-buru pasca berteriak keras entah pada siapa.

"Jebal gajima," ucap Sungmin saat melihat Kyuhyun dan Leeteuk menatapnya.

Suara namja manis itu bergetar, napasnya tampak memburu cepat menggambarkan betapa takutnya Sungmin saat ini.

Kyuhyun berseru menang dalam hatinya.

"Chagi, waeyo?" tanya Leeteuk bingung.

Sungmin menatap orang-orang yang juga tengah menatap bingung ke arahnya. Kenapa orang-orang menatapnya seperti orang bodoh?

"Ya! Gajima? Siapa yang akan pergi Min?" tanya Eunhyuk blak-blakan.

Sungmin menatap Kyuhyun, namja itu masih berdiri di dekat Leeteuk. Bukankah tadi namja itu tengah berpamitan pada orang tuanya, kalau tidak kenapa Kyuhyun memeluk Leeteuk seolah-olah dia akan pergi lagi.

'Atau hanya perasaanku saja?' ringis Sungmin dalam hatinya.

"Minnie-ah gwaenchana?" tanya Heechul turut bingung apalagi melihat ekspresi wajah Sungmin yang tengah meringis sambil menggigit bibirnya sendiri.

"Lee Sungmin!"

"Ne!" sahut Sungmin kaget. Namja manis itu gelagapan dan menoleh cepat ke arah Kibum.

Dejavu. Itulah yang pertama kali melintas dipikiran Sungmin, Kibum pernah meneriakkan namanya keras-keras saat Sungmin tengah fokus melamun padahal Kibum sedang melakukan absensi kelas.

"Ya hyung! Apa sih!" kesal Sungmin.

Kibum mengedikkan bahunya, kemudian melirikkan matanya ke arah Heechul diikuti Sungmin yang juga mengalihkan pandangan ke arah ibunya.

"Ne eomma?"

"Kau kenapa, chagi? Siapa yang akan pergi? Apa kau mengalami mimi buruk?" tanya Heechul.

Sungmin menggelengkan kepalanya pelan.

"A-aku tidak tidur," sangkal Sungmin pelan.

"Lalu?" sahut Kyuhyun ikut bertanya.

Sungmin langsung menautkan alisnya mendengar suara Kyuhyun, kenapa orang itu bertanya seolah-olah tidak ada yang aneh.

"YA! Kau bilang ajushi akan menyuruhmu kembali ke New York, kau sendiri yang mengatakan itu padaku, kenapa sekarang kau bersikap seolah-olah kau tak pernah mengatakan apapun padaku!"

"Aku? Menyuruh Kyuhyun kembali ke New York? Untuk apa?" tanya Kangin bingung saat Sungmin bicara dengan membawa-bawa dirinya.

"Kau membohongiku?"

Kyuhyun beranjak mendekati Sungmin namun namja manis itu mendorong tubuh tinggi yang berusaha memeluknya itu.

"Kalau kau selalu menghindariku, kapan aku bisa menjelaskan semuanya padamu, Ming?"

"Memangnya harus dengan cara membohongiku?"

"Memangnya kalau aku tidak berbohong seperti ini kau mau bicara denganku?" tanya Kyuhyun balik.

"Ya! Aish!"

BUK!

"Kau menyebalkan sekali sih!"

BUK! BUK!

"Omo Minnie-ah!" seru Leeteuk saat namja manis itu memukuli tubuh Kyuhyun dengan buku tebal milik Hankyung yang ada di rak sebelah Sungmin berdiri.

"Ya! Ya! Ya!" Kyuhyun berusaha menghindari pukulan brutal Sungmin di seluruh tubuhnya.

"Aigo aigo~" Heechul hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah anarkis putranya.

"Biar saja! Kau suka sekali membohongiku!"

BUK! BUK! BUK!

"Geumanhae Ming, appo!" seru Kyuhyun sambil melindungi tubuhnya dari serangan Sungmin.

"Ukh! Ajuchi nakal ya cama gomo."

BUK! BUK! BUK!

"Ya Taeminnie! Hentikan!" seru Kyuhyn lagi saat Taemin ikut memukulinya dengan bantal sofa.

"Chileo! Ajuchi nakal cama gomo,"

BUK! BUK! BUK!

Sungmin berhenti memukul Kyuhyun, namja manis itu menatap Taemin yang terlihat semangat sekali memukul Kyuhyun dengan tuduhan telah berbuat nakal terhadap Sungmin.

"Eoh?" Taemin membeo, melihat Sungmin berhenti diapun ikut berhenti.

"Eh? Ajuchi cudah gak nakal lagi ya gomo?" tanya Taemin sambil menatap lucu Sungmin.

Taemin hanya anak kecil yang belum mengerti apapun, rasanya konyol sekali jika Sungmin cemburu kepada keponaknnya yang imut ini. Mengingat Taemin yang selalu berusaha mirip dengan Sungmin, seharusnya Sungmin tahu bahwa Taemin hanya ingin mirip dengannya. Jika Sungmin menyukai ini, Taemin juga menyukai ini. Sungmin sinis terhadap Yoona, Taemin juga sinis terhadap ibunya. Dan sekarang, saat Sungmin memukuli Kyuhyun, Taemin berpikir Sungmin tengah menghukum Kyuhyun karena telah berbuat nakal, jadi agar dia mirip dengan Sungmin, dia harus ikut menghukum Kyuhyun.

"Gomo?"

Sungmin tersenyum menyadari kekonyolannya, namja manis itu membungkukkan tubuhnya kemudian memeluk Taemin.

"Mian," ucap Sungmin.

Taemin balas memeluk Sungmin.

"Ne, Minnie gak pelnah malah cama gomo, yang cuka nakal kan eomma," sahut Taemin membuat Yoona meradang.

"Ya Minnie-ah! Kenapa membawa-bawa eomma dalam masalahmu? Aish! Anak ini!"

"Ming~"

"Waetto? Diam saja kau!" sahut Sungmin cepat.

"Tidak! Ayo kita bicara."

"Shireo!"

"Min, biarkan Kyuhyun menjelaskan semuanya," ucap Hankyung seolah-olah memerintah Sungmin.

"Lagipula kau beruntung bisa bicara empat mata dengan CEO muda paling berpengaruh Korea," tambah Taecyeon.

"Ah ne, chukkaeyo Kyuhyun-ah. Ajushi salut padamu," tambah Hankyung.

"Gomawo ajushi, ini juga karena Yesung hyung dan Siwon hyung," ujar Kyuhyun seolah punya maksud lain.

"Maksudnya?" tanya Ryeowook bingung.

GLEK!

Yesung dan Siwon yang awalnya asik mendengar banyolan Donghae langsung menelan ludahnya gugup saat mendengar kalimat yang dilontarkan Kyuhyun.

"Ah, bukan apa-apa chagi?" sahut Yesung cepat.

"Katakan!" desis Sungmin tajam. Kenapa dia mencium sesuatu yang mencurigakan disini? Atau jangan-jangan tiga sekawan ini memang menyembunyikan sesuatu.

"Ming-"

"Shut up, Mr. Cho! Aku tak bicara padamu!" sela Sungmin cepat.

"Bi-biar aku saja," ujar Siwon terbata.

Sungmin beralih menatap Siwon.

"Kami –eum maksudnya aku, Yesung hyung dan Kyuhyun, sebenarnya kami bersama selama 11 tahun ini. Ah –maksudnya kami berkuliah di tempat yang sama dan membangun bisnis bersama, jadi-"

GLUP!

Siwon urung melanjutkan penjelasannya saat pandangannya tak sengaja bertabrakan dengan Kibum yang tengah menatap sinis ke arahnya seolah-olah Siwon adalah mangsa yang harus dilenyapkannya sekarang.

"Ya~" bujuk Siwon berusaha merangkul Kibum, namun si snow white itu langsung menepis tangan Siwon.

"Jadi selama aku bercerita soal Sungmin dan Kyuhyun kau hanya berpura-pura sedih heh? Kau membohongiku kuda jelek!" umpat Kibum lalu menginjak keras kaki Siwon.

"Oh, Wookie –aku.." Yesung juga ikut berbelit-belit berusaha memberikan penjelasan.

"Pantas saja kau sulit sekali untuk pulang ke Seoul. Kau bilang di Jepang kan? Kenapa kau selalu bersembunyi di balik tampang babomu itu sih hyung? Dasar pendusta!" sembur Ryeowook.

Kyuhyun tertawa puas, setidaknya bukan hanya dia yang di acuhkan.

"Aigo~ apa semua orang dewasa seperti itu ya? Berbahaya sekali~" komentar Donghae sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Eunhyuk hanya mengangguk setuju sambil terus mengisi mulutnya dengan makanan.

Sungmin mendengus gusar lalu beranjak pergi.

"Mau kemana?" tanya Kyuhyun sambil menahan tangan Sungmin.

Sungmin melirik pergelangan tangannya yang tampak benar-benar kecil dan hangat dalam genggaman telapak tangan Kyuhyun.

"Apa maumu Tuan?" tanya Sungmin sinis.

"Kau tak mengenalku, hmm?" tanya Kyuhyun balik.

"Tidak!"

"Ayo berkenalan!" ajak Kyuhyun langsung menyeret Sungmin keluar rumah mengabaikan teriakan ataupun berontakan Sungmin.

"Hyung, mereka mau apa ya?" tanya Kangin.

"Cho Kangin berhenti mengurusi urusan Kyuhyun!" geram Leeteuk.

"Ehehehe, ne yeobo. Aku hanya bertanya kan hyung?"

"Ne noona, Kangin hanya bertanya," bela Hankyung pura-pura setuju.

"Aish! Dua-duanya sama saja!" gerutu Heechul.

.

~(*o*)~

.

"Lepas!" Sungmin menyentak kasar tangan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum kemudian berusaha meraih wajah manis yang sangat dirindukannya tapi Sungmin menampik tangan Kyuhyun dengan kasar.

"Jangan menyentuhku!" bentak Sungmin dengan nada bergetar, matanya terlihat memerah menahan tangis.

"Hei, aku sudah disini Ming. Maafkan aku," ucap Kyuhyun berusaha menyentuh tangan Sungmin namun Sungmin kembali menampiknya.

Kyuhyun menghela napas. Sungmin benar-benar keras kepala.

"Baiklah, katakan apa yang kau inginkan asal jangan memintaku untuk pergi, jangan memintaku untuk menjauhimu, jangan memintaku untuk berhenti mencintaimu, jangan-"

"Aku membencimu Cho Kyuhyun!"

"Aku mencintaimu Lee Sungmin."

"Aku benar-benar membencimu!"

"Ne, aku juga benar-benar mencintaimu."

Merasa Kyuhyun terus saja tak menghiraukan umpatannya tangis Sungmin langsung meledak, pertahanannya runtuh juga. Dengan kesal tangannya memukul-mukul keras tubuh Kyuhyun, namun Kyuhyun terus tersenyum bahkan memeluk erat kekasih mungilnya itu.

"Jahat! Kau jahat Kyunnie! Kenapa meninggalkanku selama ini? Aku kesepian! Aku sendiri! Kau jahat dan aku membencimu!"

"Mian chagi, aku pergi juga untuk kita~"

"Tapi kau tidak mengatakan apapun padaku!"

Kyuhyun melepas pelukannya lalu menangkup wajah manis yang basah air mata itu kemudian mengusapnya lembut.

"Aku punya sesuatu untukmu," kata Kyuhyun.

"Mwo?"

Kyuhyun tersenyum kemudian menelusupkan tangannya ke dalam saku jasnya. Kertas yang tadi Hankyung berikan pada Kyuhyun kini berpindah ke tangan Sungmin.

"Igeo mwoya?" tanya Sungmin pelan.

"Kau lihat saja apa isinya," jawab Kyuhyun.

Sungmin menatap ragu ke arah Kyuhyun dan kertas di tangannya hingga akhirnya Kyuhyun menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan Sungmin.

"Ne," lirih Sungmin kemudian membuka lipatan kertas lusuh itu guna melihat sesuatu yang ingin Kyuhyun tunjukkan pada dirinya.

Selamat pagi sayang,

Apa kau sudah mandi? Sudah menggosok gigi? Kalau belum cepat lakukan, aku tak mau punya kekasih pemalas. Hehe. Tapi jika itu dirimu, aku tidak masalah

Pagi ini jangan menungguku untuk pergi sekolah, pagi besok kau juga harus pergi sendiri ke sekolah, maaf aku tak bisa menemanimu, chagi. Aku harus pergi untuk membawa banyak bunny dan ice cream untukmu. Kau akan menyukainya nanti.

Ming, kau masih ingat janji kita? Ya, kau tak boleh melupakan apalagi mengingkari janji kita. Cukup aku saja yang melanggar janji kita, tapi kau harus tahu aku melakukan ini untuk kita. Selama aku pergi, kuharap kau tetap menjaga janjimu, tetaplah mencintaiku sampai kapanpun. Kau juga harus berjanji tak akan membuang ataupun melupakan perasaanku. Kau harus menepati itu Ming, apapun yang terjadi kau harus menepati itu.

Sayang, aku titipkan hatiku padamu. Selama aku pergi kau harus menjaganya karena hanya itu yang bisa aku berikan untukmu saat ini. Selama aku pergi, jadilah Sungmin yang selalu bahagia, jangan cengeng,dan tetaplah tersenyum untuk orang lain

Jika aku kembali nanti, kau harus bersedia menikah denganku dan aku tidak menerima penolakan! Baiklah, semoga harimu selalu meyenangkan, sayang. Aku pasti merindukanmu. Tunggu aku. Saranghae~

With love,

Cho Kyuhyun.

Sungmin melipat kembali surat Kyuhyun. Air matanya kembali mengalir mewakili sesak yang terasa menghantam dadanya.

"Ssstt, uljima. Mianhae, jeongmal mianhae~" ucap Kyuhyun kembali menangkup wajah Sungmin, mengusap air mata mata yang membasahi pipi bulat Sungmin lalu memberi kecupan-kecupan kecil di sekujur wajah Sungmin.

"Aku, hiks~ yang harusnya minta maaf," isak Sungmin.

"Ne, aku tidak pernah marah padamu chagi."

Sungmin menatap wajah tampan di hadapannya. Itu Kyunnie-nya.

"Bogoshippo, Kyunnie~" satu garis air mata kembali turun.

"Nado chagi, Bogoshipposeoyo my little sweetheart," ucap Kyuhyun kembali memeluk erat Sungmin.

.

.

.

Di balik pintu sana, orang-orang usil itu terlihat tengah mengintip Kyuhyun dan Sungmin.

"Ukh, becok Minnie mau peluk Minho hyung juga deh!" ucap Taemin.

"Minho? Nuguya chagi?" tanya Taecyeon.

"Namjachingu Minnie dong appa, tingginya cama cepelti Kyu ajuchi."

"MWO?" Eunhyuk dan Donghae berseru heboh mendengar penuturan Taemin.

"Ya chagi! Kau ini bicara apa?" tanya Yoona tak percaya.

"Wae eomma, Minho hyung namjachingunya Minnie kok," jawab Taemin cepat.

"Aigo Minnie! Kenapa kau lebih mirip Sungmin sih! Jangan-jangan kau ini anak Sungmin samchon," ucap Yoona seolah-olah meragukan legalitas putra kandungnya.

"Bial, Minnie mau jadi anak Minnie gomo caja, dalipada eomma, eomma cuka malah celewet lagi," balas Taemin sambil memeletkan lidahnya.

"Ish! Evilnya ini gen siapa sih?"

"Tentu saja Kyuhyun, kau pikir siapa yeobo~"

"Aigo! Benar. Jangan-jangan kau benar-benar anak Kyu oppa dan Minnie," gurau Yoona sambil menusuk-nusuk pipi bulat anaknya.

Taemin memilih tak peduli kemudian berlari ke rah Kyuhyun dan Sungmin.

"Appa! Eomma!" panggil Taemin menginterupsi acara pelukan Kyuhyun dan Sungmin.

Melihat Taemin yang menarik-narik ujung kemejanya, Kyuhyun langsung bergerak menggendong bocah berambut kuning itu.

"Kenapa memanggil kami begitu, huh?" tanya Kyuhyun.

"Kata eomma, Minnie itu anaknya Kyu appa cama Minnie eomma," ucap Taemin dengan polosnya.

Kyuhyun dan Sungmin tergelak bersamaan.

"Eomma?" tanya Sungmin.

"Ne, wae? Gomo gak cuka ya?"

"Ya~ setelah memanggil samchon dengan sebutan gomo sekarang kau memanggil samchon dengan sebutan eomma. Samchon kan namja, jadi kalau Minnie ingin jadi anak samchon, Minnie harus panggil samchon dengan sebutan appa."

"Eoh? Macak appanya dua? Catu dong gomo, Kyu ajuchi kan lebih tampan dali gomo jadi Kyu ajuchi yang jadi appa," jelas Taemin.

"Tapi chagi-"

"Wae? Cuka-cuka Minni dong!"

Kali ini Kyuhyun yang tertawa keras sedangkan Sungmin langsung mengerucutkan bibirnya sebal.

"Ne chagi, kau pintar sekali sih, sebagai hadiahnya nanti appa dan eomma buatkan dongsaeng untukmu, ne?" canda Kyuhyun yang langsung mendapatkan cubitan keras dari Sungmin.

.

~(*o*)~

.

Sungmin tampak menyamankan diri di atas kasurnya, mata bulatnya yang sejak tadi tak bisa terpejam bergerak menatap jam yang menggantung di dinding kamarnya.

"Sudah tengah malam," lirihnya saat pandangannya menangkap angka duabelas lah yang ditunjuk jarum pendek jam kelinci berwarna pink pastel itu.

Sambil menyamankan posisi tidurnya, namja manis itu melirik dua sosok yang tidur di sebelahnya. Dua sosok itu nampak tidur dengan lelap membuat Sungmin meringis iri karena jujur dia benar-benar mengantuk.

Lagi. Kali ini Sungmin merubah posisi tidurnya dengan memiringkan tubuhnya menghadap dua sosok yang tengah berkelana di alam mimpinya masing-masing.

"Ming?"

Sungmin yang awalnya memejamkan mata langsung menatap Kyuhyun yang terbangun dari tidurnya.

"Eh, Kyunnie?" kagetnya.

Kyuhyun tampak mengusap-ngusap matanya guna memfokuskan pandangannya.

"Ah, a-apa aku mengganggu?" tanya Sungmin merasa bersalah.

Kyuhyun menggeleng kemudian menatap Sungmin.

"Wae? Motjayo eoh?" tanya Kyuhyun.

Sungmin menganggukkan kepalanya.

"Aku sudah mencoba tidur sejak tadi, tapi sulit sekali," keluh Sungmin sambil ikut mendudukkan tubuhnya di atas kasur.

"Kau memikirkan sesuatu mungkin?" tanya Kyuhyun pelan.

"Ani, kurasa sejak tadi aku hanya memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa cepat tidur," jawab Sungmin pelan, matanya melirik Taemin, khawatir bocah penyuka susu pisang itu terbangun juga karena mendengar suaranya.

Yeah, bocah 4 tahun yang kini bertransformasi menjadi anak Kyuhyun dan Sungmin itu memaksa agar Kyuhyun tidur bersama dengan dia dan Sungmin karena biasanya dia tidur bersama Taecyeon dan Yoona.

"Mungkin kau tidak bisa tidur karena terlalu memikirkanku," gurau Kyuhyun sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Eoh?" Sungmin membeo bingung, matanya mengerjab lucu saat Kyuhyun melontarkan kalimat yang tak ia pikirkan sama sekali.

"Tidak kok," sahut Sungmin cepat, namja manis itu mengalihkan pandangannya dari wajah Kyuhyun saat evil smile yang sudah sangat lama tak dilihatnya terlukis di bibir Kyuhyun membuat namja kelahiran Februari itu berkali-kali lipat lebih tampan.

Kyuhyun tersenyum saat melihat wajah manis Sungmin bersemu merah hanya karena godaan kecilnya. Rasanya ingin sekali menggoda Sungmin agar wajah manis itu semakin memerah karena Sungmin akan terlihat jauh lebih manis saat tengah malu-malu. Namun mengingat Taemin masih berada di antara mereka, Kyuhyun memilih untuk menepis keinginannya.

"Kau harus pergi sekolah kan besok pagi?" tanya Kyuhyun membuat Sungmin mau tak mau menatap Kyuhyun untuk menganggukkan kepalanya.

"Kalau begitu kau harus cepat tidur chagi."

"Ck!" decak Sungmin sebal.

"Kalau aku bisa tidur tidak mungkin aku masih terjaga seperti sekarang kecuali kau membangunkanku," lanjutnya dongkol.

Kyuhyun terkekeh kemudian mengisyaratkan Sungmin untuk mendekat.

"Wae?" tanya Sungmin saat Kyuhyun mengulurkan dua tangannya untuk meraih wajah cantiknya.

"Obat agar kau bisa cepat tidur," kata Kyuhyun kemudian mencium dua kelopak mata Sungmin. Namja manis itu berjengit kaget awalnya, namun saat merasakan hangat yang Kyuhyun salurkan untuk tubuhnya Sungmin memejamkan matanya.

"Tidurlah," kata Kyuhyun setelah mengecup lama kening Sungmin.

Sungmin tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Dua namja itu kembali berbaring dengan posisi miring dan saling menatap satu sama lain. Di tengah-tengah mereka tampak Taemin yang masih setia memimpikan Minho hyungnya.

"Kalau kau terus menatapku, aku makin tidak bisa tidur Kyunnie," keluh Sungmin saat melihat Kyuhyun yang menatapnya dengan tatapan teduhnya.

Kyuhyun terkekeh kemudian mengulurkan lengannya untuk meraih tubuh Sungmin.

"Jangan terlalu jauh, aku sulit memelukmu," katanya.

Sungmin beringsut mendekat saat Kyuhyun terus menarik pinggangnya. Taemin tampak menggeliat pelan saat Sungmin dan Kyuhyun mengapit tubuhnya.

"Eomma~" igau bocah imut itu kemudian beringsut menenggelamkan wajahnya ke dada Sungmin sambil memeluk kuat perutnya.

Kyuhyun kembali terkekeh, posisi Taemin yang seperti itu menguntungkan dirinya untuk bisa lebih dekat dengan Sungmin.

Sungmin mulai memejamkan matanya saat Kyuhyun menepuk-nepuk pelan punggung namja manis itu, lantutan lullaby yang Kyuhyun nyanyikan seolah makin mendukung Sungmin untuk segera memasuki alam mimpinya.

"Jalja~" bisik Kyuhyun saat mendengar deru napas Sungmin yang berhembus teratur.

Kyuhyun berniat memejamkan matanya untuk kembali tidur, namun pikirannya masih berputar-putar memikirkan wajah manis Sungmin yang sejak tadi ia pandangi.

Merasa masih ada yang mengganjal dipikirannya, Kyuhyun kembali membuka matanya untuk kembali menatap wajah Sungmin. Wajah itu masih sama imutnya dengan wajah Minnie-nya 11 tahun yang lalu, yang membuat berbeda hanya kadar keimutannya makin menanjak drastis. Minnie-nya selalu sempurna bagi Kyuhyun, dia mencintai segala sesuatu yang ada dalam diri namja manis itu.

"Kau tahu? Aku adalah namja paling beruntung di dunia karena bisa memiliki namja semanis dirimu, Ming," kata Kyuhyun kemudian mendekatkan wajahnya untuk mencium singkat bibir tipis Sungmin.

'Seperti pencuri saja,' batin Kyuhyun menertawakan tindakannya sebelum akhirnya kembali memejamkan matanya untuk menyusul Sungmin ke alam mimpi.

.

~(*o*)~

.

TOK! TOK! TOK!

"Minnie! Ireona, sudah siang nak," kata Heechul.

Sejak tadi maid berkali-kali menetuk pintu kamar Sungmin namun tak ada jawaban dari si penghuni kamar.

"Kyuhyun-ah, kau sudah bangun?" kali ini Heecul bertanya pada Kyuhyun sambil terus mengetuk pintu kamar Sungmin.

Sementara tiga orang penghuni kamar bernuansa putih itu tampak mulai menggeliat saat bunyi ketukan pintu yang dilakukan Heechul makin mengeras dan cukup mengganggu mereka.

TOK! TOK! TOK! TOK! TOK!

"Minnie? Bangun sayang, kau bisa telat pergi sekolah,"

Sungmin yang mendengar namanya di panggil langsung mengusap-usap matanya untuk menormalkan pandangannya yang mengabur efek bangun tidur.

"Eung, jam berapa?" katanya sambil menoleh bingung mencari tempat jam dindingnya menggantung.

"Minnie! Aigo!"

Sungmin langsung menoleh ke arah pintu padahal keinginannya melihat jam dinding belum terlaksana.

"Jam berapa ini?" satu suara yang sangat Sungmin kenal pemiliknya menyentak kesadaran Sungmin sepenuhnya.

Mata bulatnya menelisik cepat ke sela-sela gorden kamarnya yang telah menampakkan sinar terang menyilaukan.

"Oh, jangan bilang-"

"Jam 7," ucap Kyuhyun membuat Sungmin langsung membeliakkan matanya kemudian berlari ke kamar mandi.

"KYAAAAAAAAAA!"

TOK! TOK! TOK!

"Minnie! Waeyo?"

Kyuhyun hanya bisa menutup telinganya saat teriakan nyaring Sungmin di padu dengan bunyi ketukan pintu yang Heechul lakukan benar-benar membuat telinganya berdengung sakit.

"Eommaaaaaaa! Jangan belicik!"

'Oh Tuhan!' seru Kyuhyun dalam hatinya saat telinganya makin berdengung karena Taemin ikutan menjerit.

"Minnie, buka pintunya. Ini halmeoni bukan eomma, buka pintunya nak," kata Heechul.

Kyuhyun menghela napas, sepertinya dia harus bergegas menyelesaikan ini semua sebelum kepalanya ikutan berdenyut nyeri.

CKLEK!

"Oh, Kyuhyun-ah. Kenapa kalian bangun sesiang ini?" seru Heechul kemudian bergerak cepat memasuki kamar Sungmin, disana tampak Taemin yang asik bergumul dengan selimut tebal milik Sungmin.

"Aish, setiap tidur di kamar Minnie selalu susah bangun," gerutu Heechul sambil menghampiri Taemin.

"Eomma, aku belum menyiapkan seragamku," teriak Sungmin dari dalam kamar mandi.

Heechul memutar bola matanya jengah, belum selesai urusan membangunkan Minnie kecil, Minnie besar sudah membuat urusan baru.

Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya kemudian melangkah keluar kamar Sungmin.

"Oppa, kenapa kalian baru bangun?" tanya Yoona yang tiba-tiba muncul di hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun mengerutkan keningnya saat mendapat tatapan menyelidik dari Yoona.

"Mwo? Apa yang kau pikirkan?" tanya Kyuhyun sengit.

Yoona hanya mengedikkan bahunya cuek.

"Ada apa?" tanya Taecyeon yang muncul dari kamarnya dengan pakaian kerjanya. Matanya menatap Kyuhyun dan Yoona bergantian.

"Tanya saja pada istrimu," dumel Kyuhyun. Demi apa paginya kali ini benar-benar buruk.

Taecyeon menatap Yoona yang kembali menatap penuh selidik ke arah Kyuhyun.

"Ada apa, yeobo? Apa ada yang aneh dengan Kyuhyun?"

Yoona mengedikkan bahunya kemudian menatap suaminya dan melemparkan senyum manisnya.

"Tidak, aku hanya bertanya kepada Kyuhyun oppa, kenapa mereka bisa telat bangun. Itu saja," katanya.

"Cih! Apa-apaan cara memandangmu tadi? Kau pikir aku melakukan apa pada Sungmin?" kesal Kyuhyun kemudian beranjak menuruni tangga.

"Bisa saja kan?" sahut Yoona sambil pura-pura membenarkan dasi Taecyeon.

Kyuhyun menghentikan langkahnya kemudian menatap sengit Yoona yang berpura tak melihat Kyuhyun.

"Kau pikir aku bisa melakukan apa pada Sungmin kalau Taemin ada bersama kami, seharusnya kau berterimakasih padaku karena kalian bisa bebas melakukan apapun tadi malam."

"Ya!" Yoona langsung memutar tubuhnya dan menatap malu ke arah Kyuhyun.

"Aku bicara fakta," ujar Kyuhyun kemudian pergi meninggalkan Yoona yang masih menanggung malu karena ucapan Kyuhyun yang terkesan blak-blakan.

Taecyeon hanya bisa tertawa-tawa menanggapi ucapan Kyuhyun.

"Geureom. Gomawo Kyuhyun-ah!" ucap Taecyeon.

Kyuhyun hanya mengangkat satu tangannya sebagai jawaban sambil terus berjalan ke pintu keluar.

.

.

.

.

Heechul hanya bisa berdecak sebal saat Sungmin mengunyah sarapannya dengan kecepatan maksimum.

"Min, kalau kau tersedak tak tak bisa berhenti batuk sampai nanti malam, eomma tidak mau bertanggung jawab," ujar Heechul.

Sungmin meringis pelan kemudian mengangguk.

"Ne, eomma," jawabnya sambil menormalkan gerakan mengunyahnya.

Matanya bergerak menatap pintu mansionnya. Sepertinya si manis berpipi chubby ini tengah menunggu seseorang.

Drrttt Drrttt Drrttt

Sungmin langsung meraih ponselnya, matanya membulat heboh saat melihat ID caller si penelepon.

"Yeoboseyo, hyuk?"

'Hai Min,'

"Eotte?"

'Yeah, aku berhasil membujuk Baek seonsaengmin untuk mengundur test susulan besok. Kau berhutang banyak hal padaku, Lee Sungmin.'

Sungmin menghela napas lega.

"Ne, aku berhutang banyak hal padamu Hyukkie, apa kau menginginkan sesuatu? Mungkin bekal, eomma akan membuatkannya dengan senang hati, kau mau?" tanya Sungmin semangat.

'Tidak Min, aku hanya ingin kau cepat sampai sekolah. KAU PIKIR AKU DAN DONGHAE TIDAK LELAH MENUNGGUMU SEJAK JAM 6 PAGI!'

Sungmin menjauhkan ponsel dari telinganya saat suara Eunhyuk terdegar menjerit kesal. Bahkan Heechul dan Yoona yang duduk di sebelah Sungmin berjengit kaget saat teriakan Eunhyuk terdengar ke telinga mereka.

"Aish! Ne! Aku pergi sekarang, tidak perlu berteriak, Lee Hyukjae!" balas Sungmin kemudian memutus panggilan.

"Ada apa, Min?" tanya Yoona saat Sungmin kembali memasukkan ponsel ke dalam tasnya.

"Gwaenchana, tadi Hyukkie hanya sedang kesal saja," jawab Sungmin kemudian meneguk susu vanilla nya.

"Aku berangkat," ujarnya sambil meraih tas sekolahnya.

"Ne, hati-hati di jalan," pesan Yoona.

"Kemana Kang ajushi?" monolog Sungmin namun Yoona mendengar itu.

"Kang ajushi sedang mengantar hyungmu, dia sedang malas membawa mobil."

"Lalu aku?" tanya Sungmin kaget.

"Eh? Noona pikir kau pergi dengan Kyuhyun oppa," sahut Yoona cuek.

"Oh, noona! Kau pikir Kyunnie tidak punya pekerjaan? Tentu saja dia sedang sibuk! Dasar!"

Yoona hanya mengedikkan bahunya cuek membuat Sungmin menghentakkan kakinya kesal. Supir pribadi Hankyung sudah pasti sedang mengantar appanya. Mobil Yoona pasti Yoona gunakan untuk mengantar Taemin sekolah nanti.

"Eomma~" rengek Sungmin.

"Eomma antar kau sampai halte bus, pagi ini eomma ada janji dengan Teuki ajjuma, eotte?" ujar Heechul.

Sungmin mengerang frustasi. Dia tidak pernah naik bus sendirian. Satu kali dia naik bus bersama Eunhyuk dan Donghae, itupun alasannya untuk seru-seruan. Tapi sekarang? Ukh, rasanya tidak mungkin mengingat jam kelas pertama akan segera di mulai.

"Annyeong~" sapa sebuah suara.

Sungmin menolehkan kepalanya dan berseru gembira dalam hati saat Kyuhyun tengah melambai kan tangan ke arahnya.

"Kyunnie!" serunya heboh.

"Ne?" tanya Kyuhyun bingung saat Sungmin menerjang tubuhnya hingga namja tampan itu nyaris limbung dan terjatuh.

"Antarkan aku ke sekolah, sejak tadi Hyukkie menungguku~"

"Hanya itu? Kupikir apa," kata Kyuhyun sambil mengacak-acak rambut halus Sungmin.

"Ja, kita pergi sekarang," ajak Kyuhyun.

Sungmin menganggukkan kepalanya kemudian melambaikan tangannya ke arah Yoona dan Heechul.

"Bye~"

Heechul membalas lambaian Sungmin sementara Yoona hanya tersenyum menatap tawa ceria adiknya.

"Eomma, Minnie kita kembali," katanya terharu.

Heechul meraih tangan Yoona kemudian mengusapnya pelan.

"Tuhan juga menganugerahkan Minnie yang lain untuk keluarga kita."

Yoona menatap eommanya kemudian tersenyum misterius.

"Dan asal eomma tau, cucu eomma juga sedang menjalin hubungan dengan namja berusia 16 tahun," ujarnya.

Heechul membeliak.

"MWO?"

Oh! Jangan katakan kisah Kyuhyun dan Sungmin terulang pada Taemin mereka.

.

~(*o*)~

.

Sungmin mendesah frustasi saat melihat pintu gerbang sekolahnya telah tertutup rapat.

"Ya! Eotteokhe?" tanyanya sendiri. Wajah manisnya ditekuk berlipat-lipat dengan bibir mengerucut sebal.

Kyuhyun tersenyum melihat itu.

"Tenang sayang," hiburnya.

"Bagaimana bisa tenang, Kyunnie. Kau tidak lihat pintunya sudah tertutup, aku tidak mau bertemu Shin seonsaengnim," kesalnya sambil membayangkan wajah Shin seonsaengnim yang tengah marah-marah padanya.

"Tidak akan," kata Kyuhyun tenang.

TIN! TIN!

Seorang satpam tampak muncul dan menatap kaca mobil Kyuhyun. Kyuhyun membuka kaca mobilnya kemudian tersenyum ramah ke arah satpam galak itu –menurut Sungmin dan kawan-kawan.

"Tuan Cho," sapanya kemudian membungkuk ke arah Kyuhyun.

Sungmin mengerjab beberapa saat.

"Sungmin terlambat," ujar Kyuhyun to the point.

"Ah ne, silahkan masuk."

Tanpa menunggu hitungan ke-tiga pintu gerbang tinggi itu terbuka luas.

"Gamsahamnida," kata Kyuhyun yang justru di balas bungkukan hormat oleh satpam yang usianya Sungmin kira-kira setengah abad.

"Woah, Kyunnie kenal?" tanya Sungmin penasaran mengingat Kyuhyun begitu mudahnya masuk ke sekolahnya hanya dengan bermodal senyum ramah.

"Ne," jawab Kyuhyun singkat.

Sungmin mengangguk-nganggukkan kepalanya.

"Ayo," ajak Kyuhyun.

"Eh? Sudah sampai?" kata Sungmin sambil bergerak melepas seatbeltnya.

Sungmin berniat untuk membuka pintu mobil, namun gerakannya terhenti saat pandangannya tak menangkap sedikitpun gerakan yang Kyuhyun lakukan.

"Kyunnie?" panggil Sungmin saat Kyuhyun hanya diam menatap wajahnya.

'Ada yang salah dengan wajahku?' tanya Sungmin dalam hati, namja manis itu bergerak menyentuhkan tangannya ke permukaan wajahnya.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Kyuhyun sambil tersenyum geli.

"A- ani. Kupikir ada yang salah dengan wajahku," jawab Sungmin kemudian menundukkan kepalanya.

Kyuhyun terkekeh melihat tingkah polos Sungmin.

"Ya, wajahmu memang salah-"

"Eoh?"

"-karena terlalu manis."

"Ya! Jangan menggodaku, Kyunnie!" serunya malu sambil memukul bahu Kyuhyun.

Kyuhyun mengelak lalu meraih pergelangan tangan Sungmin. Sejenak Sungmin terpekur sebelum akhirnya Kyuhyun menarik tubuh mungil itu ke pelukannya.

"Aku merindukanmu, Ming. Sangat."

Sungmin merasakan jantungnya berdebar hebat. Kyuhyun begitu dekat dengannya, wangi maskulin ini masih sama seperti 11 tahun yang lalu. Mereka sering berpelukan seperti ini saat itu, Kyuhyun selalu memeluknya dengan hangat sambil membisikkan kata-kata yang membuat Sungmin tersenyum malu mengingatnya.

"Saranghae~"

Kyuhyun tersenyum dalam pelukannya, namja itu mengeratkan pelukannya saat suara lembut Sungmin membelai pendengarannya.

"Terimakasih," jawab Kyuhyun sambil mencium pelipis Sungmin. Sungguh menyayangi sosok dalam pelukannya ini.

Sungmin melepaskan pelukan Kyuhyun kemudian mengenggam tangan kekasihnya dan menciumnya lembut.

"Terimakasih sudah menjadi Kyunnie yang mencintaiku."

Kyuhyun tersenyum kemudian meraih wajah Sungmin.

"Morning kiss?"

Sungmin tergelak, mereka sering sekali melakukan itu tiap pagi 11 tahun yang lalu.

"Apapun untukmu, Kyunnie," jawab Sungmin kemudian memejamkan matanya.

Kyuhyun hanya bisa tertegun menatap wajah cantik Sungmin dihadapannya, namja itu tak henti-hentinya berterimaksih pada Tuhan yang telah mengirim Sungmin untuk hidupnya.

Kyuhyun memejamkan matanya saat bibirnya menempel di atas bibir Sungmin, hanya sebatas menempel, ciuman untuk menyalurkan perasaannya pada Sungmin. Dia menyayangi Sungmin dan berjanji tak akan melakukan hal berlebihan sebelum mereka menikah nanti.

Kyuhyun menjauhkan wajahnya membuat Sungmin membuka matanya saat tak merasakan napas Kyuhyun yang berhembus hangat di sekitar wajahnya.

"Sudah?" tanya Sungmin dengan polosnya.

"Memangnya kau berharap aku menciummu seperti apa?" tanya Kyuhyun sambil tergelak.

Sungmin cepat-cepat memperbaiki posisi duduknya saat menyadari ketololannya.

'Hae dan Hyukkie tidak seperti itu saat berciuman,' pikir Sungmin.

"Aku tidak akan melakukan hal yang berlebihan sebelum kita menikah."

Mendengar kata menikah, wajah Sungmin langsung memerah padam.

TOK! TOK!

Kyuhyun dan Sungmin menoleh bersamaan ke arah kaca mobil Kyuhyun yang baru saja diketuk seseorang. Sungmin membulatkan matanya saat melihat Donghae dan Eunhyuk mengacungkan kepalan tangannya ke arah Sungmin.

"Aduh, kupikir mereka sudah masuk kelas," ringis Sungmin buru-buru membuka pintu.

Tepat saat pintu mobil Kyuhyun terbuka Donghae dan Eunhyuk langsung mengomel panjang lebar.

"Oh Lee Sungmin, kau berhutang lagi padaku, demi apa aku harus mengeluarkan uangku untuk menyuap seorang office boy agar memasukkan obat tidur ke dalam kopi Shin seonsaeng hanya karena menunggumu," omel Eunhyuk.

"Ne, ne. Maaf," jawab Sungmin merasa bersalah.

"Ya hyung! Kau harus menjadi wali kami, jelaskan pada seonsaeng alasan kita terlambat kalau tidak kita bisa diusir mentah-mentah dari kelas," kesal Donghae.

Kyuhyun hanya mengengguk-nganggukkan kepalanya kemudian menggandeng tangan Sungmin.

.

.

.

"Psstt, siapa yang bersama Sungmin sunbae? Tampan sekali~" yeoja-yeoja yang mendapat jadwal olahraga terlihat berkeliaran di koridor sekolah.

"Iya, tampan sekali~"

Donghae yang biasanya menjadi paling tampan diantara Eunhyuk dan Sungmin hanya bisa mengumpat sebal ke arah Kyuhyun.

"Besok tidak usah mengantar Minnie, hyung!" sungutnya sebal.

Kyuhyun hanya mengedikkan bahunya sementara Eunhyuk dan Sungmin hanya bisa cekikikan.

"Dimana kelas kalian?" tanya Kyuhyun.

"Satu blok lagi," kata Sungmin sambil mengacungkan tangannya membentuk angka 1.

Kyuhyun terseyum menanggapi tingkah imut Sungmin.

"Kenapa kau manis sekali sih?" puji Kyuhyun sambil mencubit gemas pipi Sungmin.

Eunhyuk dan Donghae langsung mencibir.

"Dasar pasangan baru," ejeknya.

Kyuhyun mengabaikan dua makhluk menyebalkan itu.

"Yang ini?" tanya Kyuhyun sambil menunjuk pintu sebuah kelas yang sudah tertutup rapat pertanda pelajaran sedang berlangsung.

Tiga namja berseragam sama itu mengangguk bersamaan.

Kyuhyun sedikit merapikan jasnya sebelum mengetuk pintu.

TOK! TOK!

"Masuk," jawaban terdengar dari dalam ruangan.

CKLEK!

"Selamat pagi, seonsaengnim," sapa Kyuhyun sambil membungkukkan badannya.

"Sela- ah, Kyuhyun?"

Kyuhyun mendongakkan kepalanya saat mendengar namanya di panggil.

"Oh, kau hyung," balasnya saat melihat Kibum mulai berkacak pinggang menatap 3 orang siswanya yang menunduk takut di belakang tubuh tinggi Kyuhyun.

'Kenapa bisa Kim seonsaeng yang mengajar pagi ini?' batin Donghae.

"Guru Yoon tidak masuk jadi aku menggantikannya," jawab Kibum membuat Donghae menggaruk belakang kepalanya salah tingkah. Dia melupakan fakta kemampuan 'main reader' gurunya satu ini.

"Maaf mereka terlambat, tadi ada masalah kecil," ucapa Kyuhyun sambil memalingkan wajahnya sebal saat beberapa teman sekelas Sungmin memotretnya secara terang-terangan.

"Omo~ tampan sekali~"

"Malaikat tak bersayap,"

Kibum memicingkan sebelah alisnya.

'Yang benar saja. Malaikat tak bersayap darimananya? Setan tak bertanduk baru benar,' batinnya saat mendengar pujian konyol muridnya untuk Kyuhyun.

Sungmin hanya bisa mengembungkan pipinya dengan bibir mengerucut sebal saat teman-temannya terlalu memuji kekasihnya.

"Omo! Omo! Sungmin oppa! Kyaaaaaaa~" jerit seorang yeoja yang tak sengaja menangkap ekspresi cute Sungmin.

"YA! JANGAN BERISIK!" teriak Kibum membuat suasana kelas langsung senyap.

"Baiklah, aku tak akan membuat keributan lebih lanjut di kelas ini," ucap Kyuhyun sok tampan membuat Sungmin mencubit keras pinggang Kyuhyun.

"Akh! Appo chagi," keluh Kyuhyun sambil mengusap pinggangnya.

"Chagi?" sahut teman-teman Sungmin bersamaan.

"Cho Kyuhyun, cepat pergi sekarang!" ujar Kibum penuh ancaman.

"Ne, ne, ne. Aku pergi sekarang," kata Kyuhyun kemudian memutar tubuhnya menghadap Sungmin.

"Belajar dengan baik, sayang. Aku harus ke kantor," pamit Kyuhyun.

Sungmin menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum ke arah Kyuhyun.

"Omo! Omo! Sungmin-ah!"

Kyuhyun hanya mengedikkan bahunya mendengar kehebohan kembali terjadi di kelas Sungmin.

"Aku titip kekasihku-"

"KEKASIH?"

"-kalau sampai dia kenapa-kenapa, Hyukkie ku pindahkan ke benua lain," ancam Kyuhyun bercanda.

"Aish hyung! Dasar menyebalkan!"

Kyuhyun hanya terkekeh kemudian beralih ke arah Sungmin lagi.

"Aku menjemputmu nanti, bye~" kata Kyuhyun kemudian menempatkan ciumannya di kening Sungmin.

"Bye Kyunnie~"

"KYAAAAAAAAAAAA!"

"Huwaaaaaa! Sungmin oppa sudah memiliki kekasih!"

Kibum hanya menahan emosinya kuat-kuat, seharusnya tadi dia menemui Kyuhyun di luar saja. Jadi tidak perlu ada keributan yang sangat mengganggunya seperti ini. Oh Tuhan! Mengurus murid-murid yang susah di atur bukan keahliannya sama sekali.

Sungmin mentap minta maaf pada Kibum, suasana kelas jadi seperti ini karena Kyuhyun dan dirinya. Sebaiknya dia tak lagi menyuruh Kyuhyun untuk mengantarnya kesekolah mengingat siswi-siswi di sekolahnya sangat agresif pada namja tampan macam Kyuhyun.

'Oh tidak! Kyunnie hanya milikku,' batin Sungmin posesif.

Sepertinya ia harus menjaga ketat Kyunnie-nya agar tak jatuh ke tangan orang lain ataupun pergi darinya lagi. Karena, ya~ dia sangat mencintai namja Cho itu. Mengingat Kyuhyun membuatnya tersenyum sendiri.

'Terimaksih Tuhan~'

END

Ya, katakan aku garing. Endingnya cuma kepikiran sampai situ chingudeul jadi terima aja ya? *peace* yang minta sequel maaf aku gak bisa buatin sequelnya. Mian, mian, mian.

Ah, terimaksih buat readers maupun siders yang sudah mendukung kelanjutan FF ku selama ini. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk meninggalkan jejak kalian di FF abalku. Aku terharu loh atas apresiasi kalian buat FF-ku *hugkisseubow*

Aku mau sedikit menanggapi review dari,

Park Minnie: Sebelumnya aku mau mengucapakan terimakasih buat eonnie karena sudah mau mengoreksi kesaahanku, itu bermanfaat sekali buat aku. Gomawo . Aku minta maaf kalu penulisanku mungkin gak disukai orang lain. Aku mengerti kalau tulisanku banyak typonya dan banyak gak konsistennya mengingat disini aku baru belajar nulis, tapi aku minta maaf dan juga minta tolong jangan bandingkan aku sama author-author senior yang udah kelas atas seperti yang eonnie katakan, jujur saya agak down mendapat kritik sepedas itu, entah saya yang sensitif atau apa. Tapi memang menurutku aku ini masih anak bawang banget dan dibandingkan dengan author senior itu masih gak terpikir sama sekali di otakku. Tapi aku berterimakasih eonnie sudah mau membaca Ffku yang masih jauh dari kesan bagus ini. Gomawo . Untuk selanjutnya aku pasti berusaha menulis dengan baik *bow*

Oke, sekian cuap-cuap dari author paling sarap sepanjang masa ini, jangan lupa tinggalkan jejak di chapter ini. Buat yang follow ataupun fav FF-ku terimakasih banyak, hopeless kalian bisa review walau cuma di chapter terakhir ini *nadahintangan*

Oiya, minnggu ini aku UTS, doain sukses ya chingudeul. Errr, udah nyiapin FF baru sih, hehe. Tapi gak tau mau di update kapan #bletak

NEXT!

RCL please~

Gomawo udah baca \(*o*)/