My Annoying Boy
.
.
Dhienhie Kyuminshipper Fujoshi
.
.
Genre: Romance, Drama, Friendship.
.
.
Rate: T
.
Lenght: Chaptered
.
.
Disclaimer: KyuMin milik Tuhan. Kyuhyun milik Sungmin dan Sungmin milik Kyuhyun, mereka saling memilki walau sebenarnya saya ingin memonopoli Sungmin untuk diri sendiri *bletak* Tapi yang pasti FF abal ini milik saya seutuhnya. :D
.
.
Warning: YAOI, Typo(s), AngryKyu! SuperInnocentMing! DON'T LIKE DON'T READ! NO BASH! NO PLAGIAT!
.
.
.
enJOY~
CHAPTER 10
.
~(*o*)~
.
This fict is dedicated..
To the world biggest shipper..
The JOYers..
Dengan tangan setengah gemetar, Leeteuk berusaha mencari nama Donghae di list contact ponselnya. Namja berwajah cantik itu tampak melafalkan beberapa doa penenang selama nada sambung masih terdengar.
KLIK!
"Hae?"
'Ne eomma? Ada apa?'
"Hae~ appamu~"
'Huh? Kenapa? Apa appa marah-marah pada eomma?'
Leeteuk menggelengkan kepalanya walaupun ia tahu Donghae tak bisa melihat itu.
"Bukan Hae, appamu akan take off hari ini ke Seoul."
'APA? Eomma bercanda? Appa bilang akan mengunjungi kita 6 bulan lagi,' Donghae benar-benar terkejut, namja tampan itu tanpa sadar menaikkan nada suaranya seolah tak percaya dengan apa yang eommanya paparkan.
"Tidak Hae. Eomma tidak tahu kenapa, tapi appamu akan naik penerbangan kedua hari ini. Bagaimana sekarang?"
Tak terdengar jawaban dari Donghae. Leeteuk mengerti Donghae pasti tengah kebingungan setengah mati.
"Hae?" panggil Leeteuk.
Helaan napas berat terdengar jelas di telinga Leeteuk.
'Kenapa mendadak eomma? Bagaimana kalau Minnie susah dibujuk?' keluh Donghae sambil mengerang frustasi.
Leeteuk memejamkan matanya untuk sesaat.
"Kau tahu dengan pasti kemungkinan apa yang terjadi kalau appamu tahu semua ini."
Ganti Donghae yang memejamkan matanya, dia benar-benar seolah tercekik dengan situasi yang tengah terjadi.
'Eomma, aku harus bagaimana?'
"Bujuk Minnie Hae~ eomma yakin dia pasti mendengarkanmu."
Untuk beberapa saat hanya helaan napas Donghae dan bising suara orang-orang di sekitar Donghae-lah yang terdengar.
"Hae, masih dengar eomma?" tanya Leeteuk memastikan.
'Ne, aku akan berusaha membujuk Minnie. Eomma tenang saja.'
"Yasu-"
TUT! TUT! TUT!
Leeteuk menatap ponselnya. Donghae memutus panggilan secara tiba-tiba menandakan betapa gugupnya putra sulungnya itu. Helaan napas kembali terdengar, pikirannya melayang pada sosok suaminya. Ingin menyalahkan siapa jika situasinya sudah begini.
"Tapi kau keterlaluan Kangin-ah~"
.
FLASHBACK
"Hyung! Bagaimana bisa?" teriakan marah Kangin membuat Leeteuk yang tengah meringkuk di ranjangnya menangis makin keras. Saat marah Kangin pasti memanggilnya hyung, bukan yeobo ataupun panggilan manis lainnya.
"Maaf Kangin-ah~"
"Ceroboh!" bentak Kangin sambil melempar apapun yang ada di sekitarnya.
Hankyung tampak sibuk melakukan panggilan sementara Heechul terlihat diam dengan wajah pucat pasi, Kangin marah besar, namja yang biasanya selalu melakukan hal konyol itu berubah mengerikan saat kehilangan kontrol seperti ini.
"Kangin!"
"Diam kau hyung!" tuding Kangin sambil menunjuk marah wajah Heechul.
Heechul yang berniat membuka suara untuk menenangkan sahabatnya itu hanya bisa diam sambil mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Dia cukup kaget mendapat bentakan sekasar itu dari Kangin.
"Tuan Lee bisakah kau bersikap sedikit tenang!" bentak Hankyung disela kegiatan meneleponnya.
"Haruskah aku duduk diam sambil memasang wajah tenang sementara putraku yang bahkan belum bisa mendengar apapun itu hilang entah kemana! Haruskah aku tenang!" balas Kangin dengan nada tak kalah kasar, wajahnya memerah dengan letupan emosinya.
Hankyung memutus panggilan sebelum akhirnya menghela napas pelan agar ia tak ikut terbawa emosi.
"Kangin-ah, tenanglah sedikit. Mereka sedang melakukan pengejaran, mobil yang membawa putramu sedang dalam pengejaran, tenanglah~" ujar Hankyung dengan nada tenang.
Mendengar itu, wajah emosi Kangin perlahan melembut, tanpa sadar hatinya berdoa dengan sendirinya, mengharapkan keajaiban Tuhan-lah yang membawa putra mereka kembali. Namja itu langsung jatuh terduduk dan menangis terisak-isak.
"Donghae kami sudah menunggu ini hyung, dia sangat menginginkan adik kecilnya, aku~"
Kangin urung melanjutkan kalimatnya saat merasakan pelukan hangat 'istri'nya, samar-samar Kangin mendengar bagaimana Leeteuk meredam isakan di punggungnya.
"Maaf~ maaf~" kata itu terus terlontar dari bibir Leeteuk. Ini terlalu cepat. Dia hanya pergi sebentar untuk ke kamar mandi dan kembali dengan menemukan kekosongan di kasur putra kecil mereka.
Dalam dunia bisnis segala sesuatu seolah menjadi halal demi mencapai tujuan utama. Siapa yang bertahan, dia yang terbaik. Jadi, melumpuhkan lawan terkuat adalah hal yang harus pertama dilakukan untuk mencapai keunggulan yang sesungguhnya. Lee Kangin adalah salah satu pengusaha tersukses di Seoul, namja yang sempat mendapat sorotan sinis masyarakat umum karena orientasi seks-nya itu telah membuktikan kepakan sayapnya di dunia bisnis. Hidupnya benar-benar terasa sempurna setelah Tuhan menganugerahkan ia seorang putra yang lahir dari rahim 'istri'nya yang nyatanya adalah seorang namja. Lee Donghae nama putra tampan mereka.
Diawal kelahiran Donghae, keluarga kecil itu tampak hidup dengan bahagia. Hingga persaingan-persaingan curang antar eksekutif berpengaruh menyerang Kangin. Teror dari sana-sini seolah tak henti menyerang keluarganya. Saat itu, entah harus disebut berita bahagia atau tidak, Leeteuk kembali hamil saat usia Donghae menginjak 4 bulan. Putra kecil mereka –Donghae sempat menjadi incaran beberapa penculik yang dibayar oleh saingan bisnis Kangin. Hal ini membuat kepala keluarga Lee itu benar-benar menjaga ketat keluarga kecilnya.
"Kau tenangkan mereka sebentar Chullie-ya, aku harus menerima beberapa panggilan," ujar Hankyung yang hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Heechul.
Menyedihkan memang, kekayaan berlimpah yang dimiliki Kangin harus dibayar dengan nyawa-nyawa tak berdosa putra kecil mereka. Heechul terlihat mengelus dada, tak habis pikir bagaimana bisa orang-orang jahat itu tega sekali menculik bayi yang bahkan masih berumur dua hari. Ya, saat itu adalah tepat dua hari setelah Leeteuk kembali menghadiahkan malaikat kecil di tengah-tengah situasi mencekam yang masih menyerang keluarga Lee.
"Kangin-ah, tenanglah~ Hannie berjanji akan menemukannya. Kalau kau terlalu emosi seperti ini Hannie jadi ikut bingung, tenang Kangin-ah~" bujuk Heechul sambil menepuk pelan punggung Kangin.
"Aku kecewa hyung, aku kecewa pada diriku sendiri. Aku pikir dengan kejadian gagalnya penculikan Donghae, mereka akan berhenti. Aku tidak menyangka jika-" Kangin menengadahkan kepalanya. Air matanya seolah mengalir deras tanpa bisa dihentikan.
"Bahkan putraku belum mendengar suaraku hyung, dia belum melihatku, belum melihat ibunya, belum melihat hyungnya, bagaimana bisa mereka-"
Heechul menganggukkan kepalanya, air matanya ikut mengalir. Sungguh, dia iba memikirkan kondisi keluarga sahabatnya ini. Orang jahat mana yang tega melakukan ini pada Kangin, padahal dia tahu dengan jelas kalau Kangin selalu berhubungan baik dengan relasi bisnisnya.
"Tenangkan dirimu, aku berjanji Hannie akan kembali dengan membawa berita baik."
Kangin hanya bisa menganggukkan kepalanya, perasaan bersalah karena telah membentak Leeteuk mendadak memenuhi dadanya. Tidak seharusnya dia melimpahkan kesalahan sepenuhnya pada Leeteuk, seharusnya dia membenarkan masukan beberapa orang kepercayaannya agar Kangin mempekerjakan pengawal atau bodyguard handal untuk melindungi putra mereka, seharusnya Kangin melakuka itu sejak awal.
"Maaf, aku benar-benar minta maaf yeobo~" ujar Kangin sambil merengkuh Leeteuk dalam pelukannya.
Leeteuk hanya bisa menganggukkan kepala disela isakannya. Dia juga sedih, teramat sedih malah, dia yang mengandung putra mereka, yang melahirkan putra mereka, dan dia juga yang pertama kali menemukan raibnya putra mereka, sosok ibu mana yang tidak terpukul jika di hadapkan dengan kondisi seperti itu.
"Kangin-ah!" seruan keras Hankyung membuat Kangin, Leeteuk dan Heechul menoleh bersamaan ke arah pintu ruang rawat Leeteuk.
"Pihak rumah sakit menemukan beberapa peristiwa mencurigakan, mereka barusaja menyerahkan rekaman CCTV seminggu terakhir pada pihak kepolisian."
Kangin buru-buru melepas pelukannya kemudian sedikit berlari menghampiri Kangin.
"Setidaknya kita harus lihat hyung."
"Sudah, aku sudah melihatnya. Mereka merencanakan ini dengan baik, suster yang menangani Leeteuk hyung ternyata bagian dari mereka."
Kangin memejamkan matanya, napasnya berembus berat.
"Kupikir aku sudah sangat selektif memilih segala hal hyung, bagaimana bisa?"
Hankyung hanya menepuk bahu Kangin sebelum kembali menerima panggilan.
"NE?"
Kangin menolehkan kepalanya mendengar seruan keras Hankyung, dadanya mendadak bergemuruh hebat, pikirannya bercabang antara bayinya selamat atau tidak selamat.
"Ne, lakukan pertolongan secepat mungkin! Aku segera kesana!"
Leeteuk langsung berdiri dari posisinya, namja cantik berdimple itu langsung menghampiri Hankyung.
"Apa? Apa yang mereka katakan Hankyung-ah? Bagaimana kondisinya?"
Hankyung menghela napas, bibirnya terlihat beregarak ragu, antara harus memberitahu berita ini atau tidak.
"Hyung, aku tahu hal buruk sedang terjadi. Katakan sekarang!" sentak Kangin tak sabaran.
"Itu~"
Hankyung menghela napas sejenak, dengan mengumpulkan segenap keyakinannya, namja berdarah Cina itu menatap Kangin dan Leeteuk bergantian.
"Putra kalian sudah ditemukan, saat ini sedang dilarikan ke rumah sakit terdekat. Mereka sedikit melukai-"
"Apa? Melukai siapa hyung?" tanya Kangin tak percaya.
"Putramu," jawab Hankyung pelan.
"A-apa?" suara Leeteuk dan Heechul terdengar bersahutan.
"Tidak hanya itu, mereka meracuni putra kalian dengan gas beracun, malaikat kecil kalian sedang meregang nyawa."
Seolah oksigen berhenti melingkupi dunianya, Leeteuk merasakan sesak menyerang dadanya tanpa ampun. Kepalanya serasa dijatuhi godam besar, yang bisa ia lakukan hanyalah meneteskan air mata sebelum gelap menghampiri seluruh kesadarannya.
BRUK!
"Teukie!" jerit Heechul saat melihat Leeteuk limbung ke arahnya.
Kangin terdiam, namja bermarga Lee itu terlihat mengepalkan tangannya kuat-kuat, manusia biadab mana yang tega melakukan hal itu pada bayi yang bahkan baru belajar menghirup udara bebas.
"Bangsat!" teriaknya marah.
"Kangin-ah!" pekik Heechul seolah memperingatkan Kangin akan kondisi Leeteuk.
Dalam satu gerakan tegas bercampur emosi yang meletup-letup, Kangin meraih Leeteuk dalam rengkuhannya. Kepala keluarga Lee itu benar-benar dalam kondisi buruk, air matanya mengalir namun wajahnya menunjukkan kemarahan yang amat dalam.
"Aku bersumpah! Aku bersumpah akan menghabisi mereka semua hyung! Tidak akan kubiarkan mereka menyentuh keluargaku seujung kuku-pun. Teukie, Donghae, dan~"
Kangin kembali terisak kuat.
"Sungmin, namanya Lee Sungmin hyung, aku sudah menyiapkan nama yang bagus untuknya, haruskah Tuhan mengambilnya dari kami?"
Heechul hanya bisa memeluk Hankyung meredam isakan yang sejak tadi memang ingin sekali ia keluarkan.
"Lee Sungmin, hyung~ namanya Lee Sungmin, aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhnya! Tuhan harus menyelamatkannya! Aku bersumpah hyung akan menjaganya hyung, aku bersumpah!"
FLASHBACK END
.
~(*o*)~
.
Karena malu menjadi bahan perbincangan masyarakat satu kampus, Kyuhyun memilih menyeret Sungmin pulang. Bahkan namja pemilik smirk terbaik sepanjang masa itu belum mengikuti jadwal kuliah pertamanya.
KLING!
Sungmin yang tengah menonton acara kartun favoritnya ditemani beberapa batang coklat langsung berlari kecil ke arah pintu apartemen.
CKLEK!
"Annyeong~ mencari siapa?"
Tamu yang mungkin lagi-lagi mencari Kyuhyun itu hanya diam sambil menatap wajah Sungmin yang belepotan coklat. Merasa diperhatikan se-intens itu, Sungmin langsung menatap tubuhnya dengan pandangan bingung sambil mengerjab-ngerjab tak mengerti akan pandangan yang tamu itu layangkan.
'Eung? Sepertinya pernah lihat,' batin Sungmin sambil memiringkan kepalanya, berusaha mengingat wajah tamu ini. Wajahnya cantik, rambutnya pirang dan bisa dikatakan panjang. Sepertinya~
"Ajjuma?" sapa Sungmin dengan riang, namja manis itu langsung melambai-lambaikan tangannya begitu mengenali wajah tamu yang ternyata Cho Heechul itu.
"Ne chagi, ingat denganku?" tanya Heechul sambil menusuk gemas pipi gembul Sungmin menggunakan jari telunjuknya.
"Tentu saja!"
"Nah, mana Kyuhyun?"
Sungmin melongokkan kepalanya ke dalam apartemen.
"Oh, Kyu hyung sedang mandi sepertinya. Ajjuma masuk dulu saja~" tawar Sungmin.
Heechul menggeleng kemudian mengulurkan lengannya untuk mengelus sayang kepala Sungmin.
'Anak ini tidak sadar rupanya, bahkan dia sudah menipuku kemarin. Dasar Cho Kyuhyun bodoh! Bisa-bisanya dia memanfaatkan anak sepolos Sungmin. Kalau dia benar-benar jatuh cinta, dia pikir aku mau membujuk Kangin untuk menikahkan mereka. Jangan-jangan sampai mati sekalipun Kangin akan tetap bersikap seperti itu pada Sungmin,' batin Heechul sambil menggeleng tak percaya.
"Ajjuma kenapa?" tanya Sungmin yang bingung dengan sikap Heechul.
Heechul hanya tersenyum kemudian kembali menggeleng.
"Tidak apa-apa, Minnie-ah. Ajjuma tidak bisa mampir, katakan pada Kyu hyung-mu ajjuma hanya kesini untuk melihat-lihat."
Sungmin hanya bisa mengangguk patuh.
"Hmm, good boy! Ajjuma pergi dulu ne chagi~" pamit Heechul setelah menepuk pelan kepala Sungmin.
"Ne. ajjuma hati-hati ya? Nanti kalau sudah sampai di rumah telepon Kyu hyung ya?" pesan Sungmin membuat Heechul terkikik pelan sebelum akhirnya melangkah menuju lift.
Sungmin masih berdiri di pintu, menatap ke arah Heechul yang sekali lagi melambaikan tangannya sebelum memasuki lift.
"Bocah nakal! Apa yang kau lakukan disitu?" suara bass Kyuhyun yang selalu mengalun ketus terdengar di telinga Sungmin.
"Oh, hyung sudah selesai mandi?"
"Kelihatannya?" tanya balik namja jangkung itu, sengaja berkacak pinggang seolah menegaskan pada Sungmin kalau ia sudah segar dan artinya dia sudah selesai mandi.
"Sudah," jawab Sungmin sambil tersenyum kecil. Namja penggemar makanan manis itu terlihat menutup pintu apartemen sebelum melangkah ke arah Kyuhyun.
"Sedang apa kau di sana?" tanya Kyuhyun sambil menunjuk ke arah pintu apartemennya.
Sungmin menolehkan kepalanya ke arah yang ditunjuk Kyuhyun kemudian tersenyum lebar.
"Ajjuma yang kemarin baru saja pergi, tadi sih mencari Kyu hyung. Aku sudah menyuruh masuk, tapi ajjumanya tidak mau hyung, katanya hanya mau lihat-lihat," jelas Sungmin.
Kyuhyun terlihat mengerutkan kening berusaha menelaah penjelasan Sungmin.
"Ajjuma?" tanya Kyuhyun sambil memicingkan matanya, pikirannya mendadak melayang pada hobi Sungmin yang suka sekali berfantasi. Jangan-jangan ajjuma yang dimaksud Sungmin juga hayalannya. Oh ayolah, kita tahu dengan pasti kalau Sungmin selalu menempeli Kyuhyun, jadi mustahil Sungmin memiliki kenalan ajjuma-ajjuma. Ajjuma yang mana? Kyuhyun rasa tetangganya bukan orang sosialis, hidup individulis. Jadi? Ajjuma mana?
"Ajjuma yang mana Ming? Jangan menghayal."
"Huh? Bukan, bukan ajjuma menghayal. Ajjuma sungguhan hyung, ajjuma yang ada di rumah Kyu hyung, ajjuma yang Kyu hyung panggil eomma," oceh Sungmin berusaha menjelaskan siapa ajjuma yang ia maksud.
"Maksudmu eommaku?" tanya Kyuhyun sambil melotot kaget.
Sungmin mengerjab sesaat sebelum akhirnya mengangguk polos.
"Dan kau berpakaian seperti ini?"
Kali ini Sungmin mengamati pakaiannya sebelum mengangguk polos.
"Astaga Sungmin!" Kyuhyun memekik keras sambil menjambak rambutnya frustasi, masalah yang satu belum selesai, masalah lain sudah menunggu.
"Kenapa kau selalu menyusahkanku sih!"
Sungmin yang tak mengerti apa-apa hanya bisa mengerjab bingung.
KLING!
Kyuhyun dan Sungmin menoleh ke arah pintu bersamaan.
"Mungkin ajjumanya kembali lagi, aku buka pintu dulu ya hyung."
Sungmin kembali melangkah ke arah pintu sementara Kyuhyun terlihat menahan napas, ia berharap yang berdiri di balik pintu adalah orang yang salah memencet bel kemudian meminta maaf karena sudah mengganggu.
CKLEK!
"Ajjuma?"
Tamu yang kali ini dipastikan mencari Kyuhyun itu langsung memasang wajah sadisnya.
"Siapa yang kau panggil ajjuma?"
Kyuhyun mengumpat dalam hati saat samar-samar mendengar suara Sooyeon-lah yang terdengar. Harinya sedang buruk, untuk apa yeoja dengan ke-pede-an overlimit itu mengunjunginya.
"Aku mencari Kyuhyun oppa, jadi minggir sekarang!"
Sungmin hanya menurut dan mundur beberapa langkah. Sooyeon melirik Sungmin sekilas lalu melenggang angkuh ke arah Kyuhyun yang terlihat memasang wajah stay cool-nya. Dia harus berakting suka-suka saja menerima Sooyeon agar image-nya sebagai namja paling berpengaruh soal menjerat wanita di Kyunghee tetap berada dalam genggamannya.
"Oppa~" sapa Sooyeon dengan nada teramat manis.
Kyuhyun memasang satu senyum tampannya saat Sooyeon sudah berdiri dengan cantik di hadapannya.
"Ne, Yoonnie~ tidak pergi ke kampus, hm?"
Sungmin mengerucutkan bibirnya. Ekor matanya tampak melirik sinis ke arah Kyuhyun dan Sooyeon. Sungmin benci Kyuhyun yang selalu sok manis pada noona-noona genit yang tidak ia sukai.
"Aniya oppa, aku kemari untuk menemuimu. Soal berita di kampus~"
Sooyeon sengaja menggantung kalimatnya, matanya melirik remeh ke arah Sungmin sebelum akhirnya kembali menatap lembut pada mata Kyuhyun.
"Aku tak pernah percaya soal itu, soal ciuman itu~ aku yakin 'dia' yang memaksamu. Oppa, tenang saja, aku selalu percaya pada oppa~"
CHUP!
Kyuhyun dan Sungmin melotot bersamaan saat Sooyeon dengan seenak jidatnya menempatkan ciuman sekilasnya di bibir Kyuhyun. Sungmin tidak mengerti itu apa, hanya saja tangannya bergerak refleks memegangi dadanya saat melihat adegan tadi.
Sooyeon melirik Sungmin dengan ekor matanya dan menyunggingkan senyum penuh kemenangan saat mendapati wajah pucat Sungmin.
"Hyung?" panggil Sungmin lirih.
Kyuhyun menatap Sungmin yang juga tengah menatapnya, bibir Sungmin mengatup rapat namun matanya terlihat menunjukkan kesedihan dan ketidak-relaan yang mendalam.
"Ming~" sebut Kyuhyun tak kalah lirih.
Dengan cepat Sungmin mengalihkan pandangannya. Namja manis itu bersyukur ponselnya berdering di waktu yang benar-benar tepat. Dengan gerakan sedikit canggung, Sungmin menutup pintu apartemen sebelum melangkah cepat meninggalkan Kyuhyun dan Sooyeon menuju ruang TV.
"Sooyeon-ah, duduk dulu. Akan ku buatkan minum," ucap Kyuhyun terkesan buru-buru.
Walau sejujurnya tengah mengumpat dalam hati, Sooyeon hanya bisa tersenyum manis sambil menganggukkan kepalanya. Yeoja berwajah sinis itu langsung menatap dingin punggung Kyuhyun, dia cukup tahu kalau letak dapur bukanlah di ruangan yang baru saja di masuki Kyuhyun, yeoja itu cukup paham apa yang akan Kyuhyun lakukan di ruangan itu.
Sungmin baru saja mengakhiri panggilan setelah Kyuhyun muncul di hadapannya. Namja manis itu segera menyambar coklat dan mengantongi ponselnya, bersiap untuk beranjak namun Kyuhyun menahannya.
Entah kenapa ia perlu menjelaskan kejadian tadi pada Sungmin. Mungkin, kebiasaannya menerima tamu yeoja dan segala jenis ke-playboy-annya masih dalam batas normal, namun untuk kali ini, entah kenapa Kyuhyun merasa Sungmin tidak seharusnya melihat kejadian menggelikan itu.
"Mau kemana?" tanya Kyuhyun.
Sungmin menatap cengkraman tangan Kyuhyun di lengannya sebelum berusaha mengukir satu senyum untuk hyung tampannya.
"Hyukkie hyung sedang menunggu di bawah, katanya kami akan pergi jalan-jalan."
Kyuhyun mengerti, namja jangkung itu bahkan menganggukkan kepalanya namun tangannya tak berniat melepas cekalan tangannya di lengan Sungmin.
"Ming~"
Lantunan lagu Howl-Love U membuat Kyuhyun urung melanjutkan kalimatnya.
Sungmin menatap ponselnya dan menemukan nama 'Hyukkie hyung' di layar ponselnya.
"Aku harus ke bawah sekarang hyung~" ujar Sungmin sambil mengantongi ponselnya. Senyum palsu itu kembali terukir di bibir kissable Sungmin.
"Tidak, kau tidak boleh turun sekarang. Aku tidak mengizinkamu pergi dengan siapapun."
Sungmin menatap Kyuhyun yang juga tengah menatapnya.
"Tapi Hyukkie hyung sudah menunggu, hyung~"
"Kita pergi berdua. Aku janji kita pergi berdua hari ini."
Sungmin tersenyum hambar.
"Diluar sedang ada noona hyung, besok saja pergi berduanya~" jawaban Sungmin membuat Kyuhyun mengerang frustasi dalam hati, pikirannya mendadak kacau saat mengingat panggilan lirih dan wajah terluka Sungmin karena kelakuan nekat Sooyeon.
Tanpa sadar Kyuhyun mengumpat dalam hati, seharusnya ia menolak yeoja itu sejak dulu. Sooyeon sudah seperti monster!
"Hyung, aku pergi ya~" pamit Sungmin berusaha melepaskan cekalan tangan Kyuhyun. Namun yang ia dapati adalah makin mengeratnya cekalan Kyuhyun di lengannya.
"Jangan bicara begitu, katakan kau hanya pergi jalan-jalan," pinta Kyuhyun.
Sungmin kembali tersenyum kecil kemudian mengangguk.
"Hyukkie hyung bilang hanya jalan-jalan hyung."
Dengan gerakan setengah rela dan tak rela, Kyuhyun melepas cekalannya. Namja jangkung itu menatap Sungmin yang kembali mengukir senyum padanya. Kyuhyun mendengus pelan saat tak melihat ketulusan di balik senyum manis Sungmin.
"Jangan tersenyum, apa yang lucu?" tanya Kyuhyun setengah tak suka.
Sungmin yang semula menarik dua sudut bibirnya langsung mengendurkan tarikan pada otot pipinya setelah mendengar pernyataan Kyuhyun. Namja manis itu langsung menundukkan kepalanya membuat pandangan Kyuhyun terarah pada pucuk kepala Sungmin.
"Apa –apa kau merasa sakit?" tanya Kyuhyun yang langsung dijawab oleh anggukan jujur Sungmin.
"Dimana?"
Sungmin mengangkat kepalanya, tubuhnya bergerak jujur, tangan kanannya terangkat menyentuh dada bagian kirinya. Kyuhyun terdiam, matanya menatap bergantian ke arah mata dan tangan Sungmin yang tengah menyentuh dadanya. Satu senyum tulus Kyuhyun lukiskan di bibirnya.
Dalam satu gerakan lembut namja jangkung itu meraih pinggang Sungmin ke arahnya, dan dengan gerakan sangat lembut pula Kyuhyun menempelkan bibirnya di bibir Sungmin kemudian melumatnya pelan, mengecap rasa manis bercampur pahit yang terasa di bibir Sungmin mengingat namja mungil itu baru saja menghabiskan beberapa batang coklat hitam.
Sungmin masih memejamkan matanya bahkan saat sesi ciuman mereka sudah berakhir.
"Apa masih sakit?" tanya Kyuhyun sambil mengelus pipi chubby Sungmin dengan buku jarinya.
Tak terdengar jawaban apapun, mata mereka bertemu dalam satu padangan teduh saat Sungmin membuka matanya.
"Hei~"
"Aku tak tahu kenapa aku tak bisa tersenyum walaupun hyung sudah menciumku~"
Kyuhyun mengangguk, dia mengerti sebagian hati Sungmin senang akan tindakannya, namun sebagian lainnya merasa tak rela dan tersakiti setelah melihat Sooyeon menciumnya di depan mata Sungmin.
"Jangan tersenyum kalau begitu~"
Sungmin mengangguk.
Kyuhyun tersenyum konyol dalam hatinya, sejak awal ia yang meragukan rasa 'suka' Sungmin terhadapnya, namun saat ini justru ia sendiri yang berusaha, meyakinkan diri, dan menemukan bukti kalau Sungmin –sosok polos yang selalu menempelinya ini benar-benar menyukainya bahkan lebih dari sekedar menyukai.
Kyuhyun bersyukur, walaupun otak Sungmin terkesan lamban, namun hati kecilnya lekas tanggap dengan kondisi yang terjadi. Dan point bagusnya lagi, Sungmin sangat polos dan mengatakan dengan detail apapun yang ia rasakan.
"Aku turun sekarang ya hyung, nanti Hyukkie hyung terlalu lama menunggu," ucap Sungmin mengingat Eunhyuk tengah menunggunya.
Kyuhyun mengangguk sekali kemudian menyambar kotak tissue yang ada di meja ruang TV.
"Sebentar," ujar Kyuhyun lalu membersihkan sisa-sisa coklat yang mengotori wajah Sungmin.
Kali ini Sungmin benar-benar tersenyum, namja manis itu tersenyum senang dengan perlakuan hangat Kyuhyun terhadapnya.
"Aku mau peluk hyung, boleh?" tanya Sungmin.
Kyuhyun tersenyum sebelum merentangkan dua lengannya.
Sungmin tertawa pelan, namja manis itu langsung menghambur memeluk Kyuhyun sementara Kyuhyun hanya bisa tersenyum sebelum menempatkan pipinya di pucuk kepala Sungmin.
"Setelah selesai langsung pulang~" bisik Kyuhyun.
Sungmin mengangguk patuh sebelum Kyuhyun melepaskan pelukan mereka.
"Yasudah, aku ke bawah sekarang ya hyung."
"Jangan nakal apalagi berulah, dengar bocah nakal?" pesan Kyuhyun sambil menarik gemas ujung hidung lancip Sungmin.
"Ne hyung, aku janji tidak akan nakal."
Dua namja itu saling melempar senyum dan tawa tak menyadari jika tamu 'spesial' Kyuhyun (read: Sooyeon) tengah menatap mereka penuh kebencian. Ini yang ia takutkan, sejak awal ia curiga dengan Kyuhyun dan Sungmin.
"Sejak kedatangannya, aku tahu akan begini. Tapi, Kyuhyun milikku! Tak akan kubiarkan bocah gila itu merebutnya dariku!" gumam Sooyeon penuh dendam. Yeoja ambisius yang sejak awal mengklaim kepemilikan dirinya atas Kyuhyun itu hanya bisa mengepalkan tangannya.
.
~(*o*)~
.
Eunhyuk melambaikan tangannya ke arah Sungmin yang tampak kebingungan mencarinya di area depan apartemen. Namja manis itu langsung tersenyum cerah saat melihat Eunhyuk. Dengan gerakan tak sabar ia berlari menghampiri Eunhyuk yang berdiri di dekat mobil Donghae.
"Mian lama hyung."
"Gwaenchanayo, Minnie-ah. Ayo!" ajak Eunhyuk kemudian menggandeng Sungmin memasuki mobil.
"Hae hyung juga ikut ya?" senyum Sungmin makin melebar melihat Donghae tengah duduk di bangku kemudi sedang ia dan Eunhyuk duduk di jok belakang.
"Ne chagi," jawab Donghae seadanya.
"Kita mau kemana hyung?"
"Kita ke kedai ice cream dulu, kau mau ice cream kan?" tawar Eunhyuk yang diterima Sungmin dengan anggukan senang hati. Ide Eunhyuk lumayan bagus untuk sedikit memberikan waktu agar Donghae bisa memikirkan cara membujuk Sungmin
"Tentu saja mau hyung! Aku mau rasa strawberry, coklat, vanilla, dan emm –semuanya!" seru Sungmin membuat Eunhyuk terkikik gemas dengan tingkah imut calon adik iparnya itu.
"Ne, kau boleh menghabiskan rasa apapun yang kau mau."
Sungmin langsung terlonjak senang.
"Jeongmal? Kyu hyung bilang aku harus cepat pulang setelah jalan-jalan, jadi aku mau rasa coklat untuk Kyu hyung nanti. Boleh kan hyung?"
"Bo-boleh~" Sungmin makin gembira saja, tak menyadari perubahan raut wajah Eunhyuk.
Untuk beberapa detik terjadi keheningan, mereka masih berada di depan area apartemen Kyuhyun.
"Eung~ hyung?"
Donghae menolehkan kepalanya mendengar panggilan Sungmin.
"Kenapa mobilnya diam saja? Kita jadi beli ice cream kan?" tanya Sungmin bingung.
Donghae kembali menghadap stir mobilnya, tangannya menggenggam erat kunci mobil yang urung diputarnya.
"Hae~" panggil Eunhyuk pelan.
Donghae terlihat menghela napas lalu kembali menolehkan kepalanya ke arah Sungmin dan Eunhyuk.
"Min.."
Sungmin mengejab bingung melihat tatapan Donghae terhadapnya.
"Hari ini appa akan terbang ke Seoul, kita-"
Donghae meneguk ludahnya banyak-banyak.
"Harus pulang Min~"
Sungmin terhenyak kaget, bukan karena kepulangan appanya, tapi karena ajakan Donghae.
.
.
Kyuhyun terlihat duduk gelisah di atas sofanya, sejak tadi Sooyeon mengajaknya bicara banyak hal namun pikiran Kyuhyun benar-benar tak berada disana. Sungmin, Sungmin, dan Sungmin. Ia benar-benar gelisah karena bocah 19 tahun itu.
Helaan napas lesu terdengar dari Sooyeon.
"Aku rasa aku masih ada urusan lain oppa, lain kali aku akan berkunjung lagi~" ucap Sooyeon menyentak kesadaran Kyuhyun.
"Ah? Geuraeyo?" tanya Kyuhyun kaget.
Sooyeon mengangguk dengan senyum masam, malas juga mengoceh sendiri tanpa mendapat tanggapan. Dengan gerakan halus bercampur kesal, yeoja yang selalu menggunakan high heels dengan ukuran ekstrim itu melangkah menuju pintu apartemen tanpa harus diantar Kyuhyun.
Menyadari itu senyum Kyuhyun langsung terkembang, Sungmin baru saja pergi, mungkin saja namja manis itu masih berada di bawah bersama Eunhyuk.
Dengan segera namja jangkung itu berlari keluar apartemennya, memencet semua tombol lift berharap salah satu dari kotak berjalan itu membuka saat ini juga.
"Sial!" umpat Kyuhyun saat sampai hitungan 10 detik tidak ada satupun pintu lift terbuka. Tangga darurat adalah pilihan satu-satunya, Kyuhyun berlari cepat menuruni tangga, mengabaikan sandal jepit dan pakaian rumahan yang ia gunakan. Yang ada di pikirannya hanyalah menemui Sungmin di bawah sana, berharap sosok polos itu tersesat dan tak menemukan Eunhyuk, jadi mereka bisa pergi berdua sesuai janji Kyuhyun.
Napas Kyuhyun mulai memburu saat ia baru berhasil melewati 5 lantai.
'Jangan datang sekarang penyakit bodoh!' batin Kyuhyun sambil menekan kuat-kuat dadanya, masih perlu beberapa lantai untuk benar-benar sampai ke bawah. Kyuhyun menolehkan kepalanya dan melihat satu pintu lift terbuka.
"Tunggu!" teriaknya keras.
Seseorang namja paruh baya melongokkan kepalanya dari dalam lift membuat pintu tertahan untuk tetap terbuka.
"Kau berniat ke bawah anak muda?"
Kyuhyun menganggukkan kepalanya kemudian berlari memasuki lift.
'Sebentar saja Ming!' batinnya sambil menekan tombol menuju lantai satu.
.
.
.
"Hyung~ hyung sudah janji.."
Donghae menganggukkan kepalanya berkali-kali seolah mengakui kesalahannya pada Sungmin.
"Hyung minta maaf Min, appa sangat sibuk jadi hyung belum bisa bicara soal itu," ucap Donghae penuh sesal.
Sungmin terlihat diam dengan wajah pias, sungguh dia ingin keluar dari mobil Donghae, kembali berlari menuju apartemen Kyuhyun, mengunci diri dalam kamar dan tak membiarkan siapapun membawanya dari apartemen Kyuhyun.
"Minnie, hyung benar-benar minta maaf~" ujar Donghae lagi.
Sungmin menatap Donghae, untuk beberapa detik Donghae menangkap sinar kecewa di mata adiknya.
"Hyung mohon kali ini saja~ satu kali ini saja~ kita pulang ke rumah, hyung akan bicara baik-baik dengan appa. Hyung janji Min!" ucap Donghae sambil menyatukan telapak tangannya memasang gestur memohon dengan sangat pada adiknya.
Sungmin menolehkan kepalanya ke arah jendela apartemen Kyuhyun, untuk sesaat Sungmin berharap Kyuhyun memarahi Donghae ataupun Eunhyuk ataupun dirinya, lebih bagus lagi kalau Kyuhyun bisa membawanya keluar dari mobil Donghae.
"Min~" panggil Donghae.
Sungmin menolehkan kepalanya dan mendapati Donghae tengah menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Melihat itu, Sungmin yang pada dasarnya amat menyayangi Donghae hanya bisa mengangguk pasrah.
Donghae menghela napas lega, kemudian buru-buru memutar kunci mobilnya sebelum Sungmin berubah pikiran.
Sungmin menolehkan kepalanya sekali lagi, berharap Kyuhyun berdiri di lorong utama lantai satu. Namun sampai mobil Donghae melaju meninggalkan area apartemen, Kyuhyun tak terlihat menunjukkan batang hidungnya. Sungmin menundukkan kepalanya, air matanya mendadak menetes.
"SUNGMIN!"
Sungmin dan Eunhyuk menoleh bersamaan, sementara Donghae terlihat melirikkan matanya ke arah spion mobilnya.
Disana tampak Kyuhyun tengah berlari mengejar mobilnya, dia melihat jelas bagaiman peluh membanjiri wajah Kyuhyun.
"Hyung berhenti sebentar, itu Kyuhyun hyung!" pinta Sungmin sambil membuka paksa pintu mobil yang sudah Donghae kunci.
"Hyung!" Sungmin memekik kesal karena Donghae seolah menulikan telinganya, bahkan namja bermata indah itu makin menginjak gas nya menambah kecepatan mobilnya sambil mengalihkan pandangannya ke segala arah, berusaha menahan laju air matanya.
"Hyung! Aku mau turun! Hyung! Buka pintunya hyung!" Sungmin mulai berteriak kesal sambil terisak kuat saat melihat Kyuhyun tampak kepayahan berlari bahkan tubuhnya merosot perlahan sebelum akhirnya berlutut seperti orang bodoh meratapi mobil Donghae.
Eunhyuk terlihat membuang pandangannya ke segala arah saat air matanya mengalir, dengan sedikit keras namja bergummy smile itu menggigit kuat bibirnya. Dia tidak boleh menangis sekarang. Ini salahnya.
'Kyuhyun bodoh!' umpat Eunhyuk dalam hatinya.
TBC
Annyeong~
Aku datang membawa yang pada minta flashback.
Soal kemaren pada melting ye gara-gara KyuMin kissue-an? Pada mesum sih readersnya #bletak
Oke, dikit ajah cuap-cuapnya. Tinggalin jejak yah~
Yang new readers beneran selamat datang tapi kalo mantan siders sini saya gatak! #plak
Yasudah sampai jumpa chapter depan~
NEXT!
RCL please~
Gomawo udah baca \(*o*)/
