KARMA HAS NO DEADLINE
Sepertinya Sehun sedang mengalami masa ini. Bagaimana tidak, ia saat ini menyaksikan sendiri kekasihnya, Luhan sedang jalan berdua dengan seorang pengusaha tampan asal China yang beberapa saat lalu menjadi pembicara dalam acara kampus mereka.
Anehnya, sehun tidak merasa cemburu. Hanya saja harga dirinya tidak mengijinkannya untuk mengakui bahwa dirinya kini telah diselingkuhi oleh pria gila harta macam Luhan. Seingatnya tadi pagi pria itu mengatakan padanya bahwa dirinya sedang sakit sehingga tidak bisa menemaninya pergi mencari buku untuk kerja kelompok Sehun. Sayangnya, sehun melihatnya keluar dari sebuah kafe yang memiliki minibar di dalamnya. Cafe khas untuk orang kaya.
Fuck off his life
.
.
.
Dan kali ini Sehun harus rela gigit jari untuk kedua kalinya. Di depan sana. Ya, disebuah panggung festival music kampus mereka, seorang Kim Jongin sedang menarikan sebuah tarian bertema erotic bersama pasangan dance nya Jaehyun. Harga dirinya tidak mengijinkan dirinya untuk mengatakan dirinya menyesal memutuskan sosok sexy yang sedang meliukan badannya tersebut.
" Ah, betapa sexynya Jongin... sayangku.. Ah kenapa kau tidak pernah melihat ke arahku. Wajah tampanku, dompet tebalku, tinggi semampiku... " Oh tentunya kita tidak perlu melihat siapa pria yang sedang berbicara ini bukan?
" Hentikan racauan tidak jelasmu dobi."
" Oh,... bahkan kini sahabatku tidak mengijinkanku mengagumimu sayang,"
" YA! Kelakuanmu semakin menjijikan HYUNG!"
Oke, suara Sehun yang terakhir mengindikasikan bahwa dirinya sedang dalam mode SERIUS.
" Kenapa sehunnie?" Tanya Chanyeol sok imut dengan mata belonya.
" Kau terlihat menjijikan!"
" Ah... Gara-gara kau aku kehilangan moment memandang jonginku yang manis."
Saat mereka mengedarkan pandangan mereka ke panggung memang sudah tidak nampak Jongin dan Jaehyun disana. Hanya ada duo MC dengan suara berisik yang sedang mengisi waktu kosong sebelum penampilan selanjutnya di mulai.
.
.
.
Jonginsedang berjalan bersama Jongdae saat berpapasan dengan gank Sehun.
" Apa kabarmu Jongin?"
" Ah kabarku baik Chan Hyung"
" Penampilanmu tadi keren sekali, ah... kenapa kau tidak jadi kekasihku saja sih?" Ujar Chanyeol.
Tolong, seseorang segera sadarkan manusia telinga peri ini karena sepasang tatapan menusuk sedang mengarah padanya. Andaikan tatapan bisa membunuh mungkin saat ini Chanyeol sudah terkapar dengan luka tercabik cabik benda tajam.
" Hahahaha.. Chan hyung lucu sekali sih... tidak pernah berubah."
" Aku laki-laki berpendirian teguh sayang, tidak akan berubah seiring berjalannya waktu." Ujar Chanyeol mendramatisir.
" Baiklah akau pergi dulu chan hyung, kris hyung, tao hyung.. Anyeong!"
Well, jika tubuh manusia bisa menghasilkan api mungkin sekarang sehun dengan kebakaran karena telinganya panas mendengar sapaan Jongin untuk ketiga manusia kelembihan kalsium ini. DAN yang lebih penting adalah Jongin tidak mengucapkan namanya untuk berpamitan. PADAHAL sehun itu tinggi loh, tidak mungkin tidak terlihat. Ah, hati sehun sakit jadinya.
.
.
" Hey sehun ada apa kau mengajakku kesini?" Ujar Luhan di tengah taman fakultas
" Kita Putus." Ujar sehun datar
" APA?"
" KITA PUTUS"
" Sialan Kau Oh SEHUN"
Bugh
PLAK
Well. Pemandangan ini dulunya sudah biasa mereka lihat, namun menjadi tidak biasa ketika seorang Jongin yang diputuskan sehun beberapa minggu yang lalu. Tidak ada kekerasan, tidak ada makian.
Dan, kini rutinitas putus dari playboy cap ikan teri macam Oh Sehun kembali lagi setelah ia memutuskan manusia gila harta maca Xi Luhan.
" Silahkan pukul aku sesukamu, tapi aku tahu apa yang kau lakukan dengan pengusaha muda dari China itu Xi"
"..."
" Rendahan" Ujar sehun menabrakkan pundaknya dengan Luhan. Well, mungkin sekarang semua mahasiswa akan tahu bahwa seorang Xi Luhan berselingkuh dibelakang Sehun.
Tapi,
Apakah ada yang empati terhadap sehun?
" Situ sih karmaya sehun, putusin orang baik macam Jongin
" Iya, lagian sudah dapat pria manis masih aja mau nyosor pria putih, eh tahunya putih karena byclean"
" Biar kapok Si Sehun itu..."
" Tahu rasa tu kena karma... Apalagi sekarang Jongin tambah manis dan dekat sama cowok-cowok ganteng. Huh menyesal tuh pasti dia."
Dan suara bisik-bisik dari mahasiswi di kampus tentang sehun yang kena karma tidak akan berhenti meski sehun lewat disekitar mereka.
Ah, sehun sakit hati tapi sehun punya ego yang tinggi. Mana mungkin dia mau mengakui bahwa dia menyesal memutuskan Jongin.
.
.
.
" Jong, sehun udah putus.." Ujar Jongdae
" Lalu?"
" Kenapa tampangmu biasa aja?"
" Ya kan emang aku gak ada hubungan sama sehun, mau dia putus, jadian lagi, menikah kek.. aku gak perduli."
" Wah,.. keren banget jurus move on kamu Jong."
" Hahaha.. aku hanya mencoba mencintai orang yang tulus mencintaiku dan melupakan orang yang tidak pantas kucintai. Bohon kalau aku bilang sudah lupa semua tentang Sehun. Tapi semua itu hanya masa lalu hyung, dan gak ada gunanya mengingat masa lalu yang tidak penting."
Coba kalau luka hati bisa berdarah mungkin sehun sudah terkapar kehabisan darah karena ucapan Jongin.
Ia tidak sengaja mencari buku di deretan rak buku perpustakaan saat mendengar percakapan antara Jongin dan Jongdae di sisi lain rak buku.
KARMA REALLY HAS NO DEADLINE FOR SEHUN
END
