"Need A Man"

Pairing :

YeWook (Yesung x Ryeowook)

Rate :

T (Normal)

Author :

Always YeWook

Disclaimer :

FanFiction ini milik SAYA!

YeWook milik Tuhan, orang tua dan shipper!

Dan YeWook saling memiliki dong pastinya

Warning :

SHOUNEN AI – OOC – TYPO

Enjoy~~

Sebelumnya...

"Hey! Buka pintunya!. Sungmin! Kau pasti Sungmin kan! Cepat buka pintunya, pengecut!"

Yesung kembali berusaha membuka pintu, tapi kali ini terasa sangat sulit dari sebelumnya.

"Bagaimana ini?," lirih Ryeowook.

"Aku akan mencari jalan keluar lain."

"Tidak ada jalan keluar lain! kalian menginap saja disini. Oke!," sahut Sungmin dari luar.

Chapter 11

"Buka pintunya Lee Sungmin agar aku bisa menghajarmu!," teriak Yesung sambil menggedor-gedor pintu malang itu.

"Yesung-ah, Ryeowook-ah. Tidak apa-apa kan kalau malam ini kalian menginap disini?"

Suara lainnya terdengar dari arah luar. "Umma/Ahjumma?," tebak Yesung dan Ryeowook bersamaan.

"Iya, ini aku. Kalian pasti sangat terkejut, sebenarnya ini semua hanya akal-akalan Umma saja, Yesung-ah. Umma yang menyuruh Sungmin melakukannya, dan sebenarnya Sungmin hanya berpura-pura jahat saja, jadi jangan membencinya. Dia begitu baik sudah mau mengikuti ide gila Umma ini. Hahaha"

"Ahjumma, kenapa harus sampai seperti ini. Ini tidak lucu sama sekali"

"Ini memang tidak lucu. Tapi kalau tidak seperti ini, kapan akan majunya hubungan kalian."

"Ryeowook-ah, hyung minta maaf, hyung akan menjelaskan semuanya besok. Dan kau Yesung, tolong jaga Ryeowook malam ini, Oke"

Yesung dan Ryeowook terdiam, mereka benar-benar masuk perangkap sekarang.

"Kami pulang dulu yah. Oh iya, didalam Umma sudah menyiapkan karpet, bantal dan selimut didalam kardus, dan kardus satunya lagi ada makanan ringan. Lumayan untuk mengganjal kalau perut kalian lapar. Selamat menikmati malam ini"

"Sampai jumpa besok," pamit Sungmin.

Setelah ditinggal pergi Sungmin dan Umma Yesung, kini keduanya mengalihkan pandangan ke dua kardus yang ada di sudut ruangan.

"Tidak ada pilihan lain," ucap Yesung. Mereka mengeluarkan isi didalam kardus tersebut dan mulai menyiapkan tempat istirahat mereka. "Umma ingin membunuhku? Kenapa dia tidak memberi kasur"

"Sudah untung dia memberikan ini kepada kita. Bersyukurlah sedikit"

"Kenapa kau jadi marah padaku?"

"Siapa yang marah padamu"

"Ah sudahlah. Aku sedang tidak ingin ribut"

"Ya sudah," Ryeowook mengambil 1 minuman kaleng yang tersedia dan meminumnya hanya dalam beberapa kali tegukan.

"Itu kopi, kau bisa tidak tidur nanti"

"Aku sangat haus dan lagipula hanya itu yang disediakan Ahjumma"

"Aish, sepertinya Umma menginginkan supaya kita tidak segera tidur"

Lebih dari 1 jam keduanya hanya diam saja, mereka lebih memilih duduk bersandar di dinding dengan selimut menutupi kaki mereka.

"Apa yang sedang kau perhatikan?," tanya Ryeowook pada Yesung yang sedari tadi memperhatikan setiap sudut ruangan.

"Aku hanya memastikan kalau tidak ada kamera CCTV disini"

"Apa itu mungkin?," tanya Ryeowook lagi. "Tidak ada yang tidak mungkin bagi Umma ku"

"Haha~ Kau benar. Umma mu luar biasa"

"Kau bisa tertawa disaat seperti ini?"

"Lalu aku harus apa?. Menangis karna malam ini aku harus bersamamu sepanjang malam?"

Suasana kembali hening, Yesung tidak berniat untuk membalas ucapan Ryeowook kalau pada akhirnya mereka akan kembali ribut.

"Yesung hyung"

Panggil Ryeowook, Yesung menoleh karna ini kali pertama Ryeowook memanggilnya Hyung tanpa harus dipaksa dulu.

"Terima kasih sudah menolongku, walaupun pada akhirnya ini hanya penculikan tipuan saja tapi aku begitu bahagia dan lega saat kau datang menolongku. Aku tidak percaya kau masih peduli padaku. Terima kasih"

Yesung tersenyum mendengar ucapan terima kasih Ryeowook. "Kalau diingat lagi, wajahku pasti terlihat bodoh saat tau kau dalam bahaya, aku jadi ingin tertawa saat membayangkannya"

Ryeowook ikut tersenyum, tidak menyangka kalau Yesung sepeduli itu kepadanya.

"Aku juga ingin minta maaf padamu, Ryeowook-ah. Mengenai perkataanku tadi pigi saat aku mengatakan kalau aku tidak akan peduli lagi padamu"

"Tidak, aku mengerti sekarang kenapa kau bisa semarah itu padaku. Kau pasti sangat kesal padaku karna tidak percaya omonganmu kalau aku akan dalam bahaya. Tapi tetap aku yang benar, Sungmin hyung tidak sejahat yang kau bayangkan, dia seperti itu karna dia disuruh oleh Umma mu"

"Aku benar-benar tidak percaya kalau Umma akan berbuat sampai sejauh ini demi kita"

"Iya, Umma mu benar-benar punya ide yang sangat jenius. Dimulai dari liburan ke tempat Nenek mu sampai akhirnya kita dikurung disini"

"Lalu, apa yang bisa kita lakukan agar usaha Umma ku ini tidak sia-sia?"

Yesung dan Ryeowook saling tatap, mencari kira-kira jawaban apa yang pas untuk pertanyaan tersebut.

"Akkh~"

Adegan saling tatap itu berakhir saat Yesung mengeluh sakit. "Hyung, kau kenapa?"

"Tidak apa-apa"

Ryeowook tidak mudah percaya begitu saja saat melihat Yesung memegang lengan kanan atasnya. Disitu Ryeowook teringat sesuatu, pasti Yesung menggunakan bagian itu untuk mendobrak pintu.

"Astaga, Lenganmu pasti sakit kan, Hyung?. Kau mendobrak pintu berulang kali tadi," Ryeowook tampak khawatir.

"Tidak apa, hanya nyeri biasa saja"

"Apanya yang tidak apa. Kau mendobraknya dengan sangat kuat, aku bisa merasakannya, kau pasti sangat kesakitan sekarang. Hyung, apa kau membawa ponsel?"

"Tertinggal dimobil"

Ryeowook mendecak kesal, "Apa yang harus aku lakukan sekarang?"

"Aku tidak apa, Ryeowook-ah. Kau khawatir padaku saja sudah membuatku lebih baik" Yesung mencoba meyakinkan Ryeowook.

Pendengaran Ryeowook seolah tuli, dia membuka cardigan yang Yesung pakai. Ryeowook membulatkan mata sipitnya saat melihat memar di lengan kanan atas Yesung. "Astaga! Lenganmu sampai merah seperti ini, Hyung"

"Sudah ku bilang aku tidak apa-apa. Ini akan segera sembuh"

"Gara-gara aku kau jadi sakit. Aku harus bagaimana sekarang, aku jadi merasa bersalah padamu"

Yesung menggigit bibir bawahnya, "Kau merasa bersalah?"

"Tentu saja. Aku mau melakukan apapun untuk membayar kesalahanku, Hyung"

"Apapun?," tanya Yesung lagi. "Hmm~ Apapun. Aku bahkan mau menjadi pesuruhmu selama seminggu "

"Ryeowook, sepertinya aku harus berterima kasih pada Umma ku yang sudah merencanakan ini semua. Setelah semua ini terjadi, aku baru menyadari kalau aku takut sesuatu yang buruk terjadi padamu dan itu bukan karna aku kasihan melainkan aku menyukaimu. Aku benar-benar menyadarinya sekarang."

"Hyung~," Ryeowook tidak tau harus berkata apa. Yesung yang berada disampingnya ini benar-benar berbeda dengan yang dia kenal, bahkan pernyataan Yesung lebih lembut daripada di sungai Han. Ryeowook jadi teringat saat Kangin bilang kalau Yesung sebenarnya adalah orang yang baik.

"Apa kau mau menjadi kekasihku?"

Kini Ryeowook benar-benar tidak bisa mengeluarkan suaranya, dia terlalu shock. Karna Ryeowook tak kunjung menjawab pertanyaannya, Yesung menarik tengkuk Ryeowook dengan tangan kirinya yang tidak terasa nyeri, dengan satu tarikan Yesung berhasil mencium Ryeowook tepat dibibirnya.

Yesung tersenyum saat tau Ryeowook tidak melepas ciumannya, justru dia malah memejamkan kedua matanya. Yesung pun ikut memejamkan matanya dan melumat bibir manis Ryeowook dengan sangat pelan, tak disangka juga Ryeowook membalas ciumannya. Bagi Yesung itu sudah cukup jelas sebagai jawaban dari pertanyaannya tadi

"Terima kasih, Ryeowook," ucap Yesung setelah ciuman itu selesai. Ryeowook hanya diam menyembunyikan wajah memerahnya.

.

.

"Pintunya terbuka!," heboh seorang Yesung dipagi hari.

Ryeowook sampai terkejut dan terbangun dari tidurnya, dilihatnya Yesung sudah diambang pintu. "Bagaimana keadaan tanganmu, Hyung?"

"Sudah agak mendingan," Yesung mendekati Ryeowook yang kini sibuk melipat selimut. "Setelah tau pintunya sudah terbuka kenapa aku merasa kecewa yah?"

"Kecewa?," tanya Ryeowook bingung. "Ah! Mungkin waktu kita untuk berduaan sudah selesai. Apa aku harus membuat pintu itu terkunci lagi?"

BUGH

Ryeowook memukul tepat dilengan Yesung yang memar. "Aww~~ Sakit."

"Rasakan!"

"Kenapa aku mempunyai kekasih kejam sepertimu. Memangnya kau tidak mau berduaan denganku eoh?"

SIAL

Wajah Ryeowook merona saat Yesung mengatakan kalau dia adalah kekasih namja berkepala besar itu. "Ayo kita pulang. Karna tanganmu sakit, aku saja yang menyetir"

Dengan mulut yang dimanyunkan Yesung mengikuti Ryeowook yang sudah lebih dulu keluar. Ah~ Sepertinya Ryeowook baru saja melewatkan tingkah kekanakkan Yesung. Sayang sekali.

30 menit kemudian mereka sampai di rumah Yesung.

"Ah~ Kalian sudah pulang. Astaga, lenganmu kenapa Yesung?," tanya Umma Yesung yang memang menanti kepulangan keduanya.

"Umma masih bertanya setelah kejadian kemarin?. Masih untung tanganku tidak patah karna mendobrak pintu terlalu keras," jelas Yesung.

"Omo! Umma akan menelfon Dokter sekarang. Ryeowook, kau antar Yesung ke kamarnya yah?," Ryeowook mengangguk mendengar perintah Umma Yesung.

Setelah sampai di kamar, Yesung berbaring dengan nyaman di atas kasur empuknya."Nyamannya. Kau mau tidur juga Ryeowook-ah? Tempat tidurku masih cukup untuk menampungmu"

Ryeowook tidak mau membuang-membuang suara untuk menjawab tawaran tidak penting Yesung. Dia heran saja, dengan keadaan seperti itu Yesung masih sempat menggodanya, Padahal Ryeowook begitu mengkhawatirkannya keadaan lengan Yesung.

"Umma sudah menelfon Dokter untuk memeriksa lenganmu," ucap Umma Yesung begitu masuk kamar anaknya tersebut.

"Terima kasih, Umma"

"Ryeowook, kau sendiri tidak apa-apa kan?"

"Tidak apa, Ahjumma. Ah iya, sepertinya aku harus segera pulang juga"

"Hey~ kau istirahat saja disini. Ahjumma akan menyiapkan kamar untukmu"

"Umma~ Biarkan kekasihku istirahat dengan nyaman di apartemennya"

"MWO? Apa barusan kau katakan? Apa Umma tidak salah dengar? Kekasih?"

Yesung hanya mengangguk sebagai jawaban. Umma Yesung langsung memeluk Ryeowook begitu mendapat konfirmasi langsung dari Yesung.

"Aigoo! Akhirnya hari ini datang juga. Tidak sia-sia usaha Umma selama ini. Terima kasih, Ryeowook-ah"

"Hehe~ sama-sama, Ahjumma"

"Tunggu dulu. Ini bukan akal-akalan kalian saja kan supaya Umma tidak merencanakan hal yang aneh-aneh lagi untuk kalian?"

Yesung mendengus, "Kami bersungguh-sungguh, Umma. Anakmu yang satu in tidak pernah berbohong padamu"

"Baguslah. Kalau begitu mulai sekarang Ryeowook tidak perlu memanggil Ahjumma lagi tapi Umma"

Ryeowook menatap Yesung, seolah meminta jawaban apa yang yang harus dia katakan. Ryeowook pun menjawab Ne setelah melihat Yesung menganggukkan kepalanya. "Tunggu sebentar, Umma akan menyuruh supir untuk mengantarmu pulang."

"Terima kasih, Umma"

"Umma begitu menyukaimu," Yesung tersenyum mengingat betapa senangnya Ummanya ketika tau dia sudah berpacaran dengan Ryeowook.

"Aku memang yang terbaik," Ryeowook juga ikut tersenyum. "Aku pulang dulu, Hyung"

"Lidahmu sudah terlatih untuk memanggilku Hyung, senangnya. Sebelum kau pulang apa kau tidak mau memberiku kiss bye?"

"Apa itu harus?"

"Tentu saja. Kita sepasang kekasih sekarang. Kemarilah," Yesung merentangkan kedua tangannya, meminta Ryeowook untuk mendekatinya.

" .mau. bwekk!," setelah menjulurkan lidahnya, Ryeowook buru-buru keluar dari kamar Yesung.

"Hah~ dia masih malu-malu."

.

.

.

"Hyung, aku pulang!"

"RYEOWOOK!," Sungmin langsung berlari dan memeluk begitu dia tau Ryeowook sudah kembali. "Maafkan hyung ne sudah membuatmu takut semalam"

"Gwaenchana, Hyung"

"Umma Yesung yang menyuruh Hyung untuk membantunya melakukan itu semua. Hyung benar-benar tidak enak untuk menolaknya, lagipula kalau rencananya berhasil itu demi kebahagiaanmu juga. Jadi bagaimana kau dengan Yesung? Apa saja yang sudah kalian lakukan semalaman?"

"Apa yang kau pikirkan, Hyung?. Kami tidak melakukan apapun. Tapi, kami sudah resmi berpacaran"

Wajah Sungmin kontan begitu bahagia. "Kau serius?! Syukurlah, rencana ini jadi tidak sia-sia. Ahjumma benar-benar hebat!"

"Kau benar tidak apa-apa, Hyung?" Ryeowook mendadak cemas, takut kalau ternyata Sungmin masih menyimpan perasaan untuk Yesung.

"Kenapa kau berpikir seperti itu setelah aku melakukan ini semua untuk kalian. Sudahlah, Hyung sudah menyiapkan sup ayam untukmu. Kau pasti kedingingankan semalaman. Ayo kita makan.

.

.

.

Always_Yewook

.

.

.

Sudah seminggu sejak Yesung dan Ryeowook resmi menjalin hubungan asmara. Tangan Yesung sudah kembali pulih, bahkan dia sudah menyelesaikan syuting MV terbarunya kemarin. Albumnya sendiri akan dirilis 3 hari kemudian, setelah itu akan dipastikan jadwal Yesung akan sibuk dengan berbagai bentuk promosi yang akan dia dijalani. Itu artinya, dia akan jarang bertemu dengan kekasihnya, Kim Ryeowook.

"Ada apa kau menelponku, Hyung?. Aku sedang sibuk dicafe sekarang"

"Kenapa kau malah mengomeliku, seharusnya kau senang ditelfon kekasih tampanmu ini"

Ryeowook memutar bola matanya, jengah. "Kalau tidak ada yang penting aku matikan saja. Aku benar-benar sibuk, aku harus mengecek bahan yang baru masuk"

"Aku mau mengajakmu berkencan nanti malam"

"Kemana?"

"Menikmati malam kota Seoul"

"Apa sebaiknya waktumu kau pakai untuk beristirahat?. Kau akan segera sibuk kan?"

"Terima kasih atas perhatianmu. Tapi kau tau sendiri jadwalku akan segera sibuk, jadi kapan menurutmu kita akan punya waktu berkencan?"

"Apa kencan itu penting?"

Yesung menggaruk kepalanya, "Ryeowook-ah, Ayolah!," geram Yesung.

"Hehe~ Aku hanya bercanda. Jemput aku setelah cafe tutup"

PIP

Ryeowook mematikan telfon secara sepihak, senang rasanya mengerjai Yesung.

.

.

Seperti perintah Ryeowook ditelfon tadi, Yesung datang ke cafe untuk menjemput Ryeowook. "Aku datang," sapa Yesung begitu masuk ke cafe.

Ryeowook, Kyuhyun dan Sungmin yang masih berada di cafe hanya melihatnya sekilas lalu kembali sibuk membereskan cafe.

"Oh.. Kalian sudah sepakat untuk mengacuhkanku ternyata, tidak masalah. Ryeowook-ah, ayo berangkat, sekarang sudah jam 10 malam."

"Kemana wajahmu, Hyung?," tanya Ryeowook karna saat ini Yesung memakai topi, kacamata hitam, masker dan tidak lupa juga hoodie yang bertengger di kepalanya.

"Kita kan akan menelurusi jalan Seoul. Jadi aku telah mempersiapkan penyamaranku. Kau juga harus pakai"

"Tidak mau"

"Bagaimana kalau orang-orang mengenali kita?. Nanti bukannya pergi berkencan malah jumpa fans dadakan"

Kyuhyun tertawa meremehkan yang seperti mengatakan –memangnya kau punya banyak fans- , "Aku mendengar tawamu, Kyu"

"Jangan terlalu malam membawa Ryeowook pulang, Yesung," pinta Sungmin. "Sungmin hyung, bagaimana kalau kita pergi kencan juga?"

"Sebaiknya kita segera beristirahat saja, Kyu"

Kali ini Yesung yang menertawakan Kyuhyun. Tidak seperti Yesung dan Ryeowook, hubungan Sungmin dan Kyuhyun masih seperti itu saja. Sama sekali belum ada kemajuan.

.

.

Ryeowook dan Yesung sedang berjalan disisi jalan perkotaan Seoul, malam ini cukup ramai juga yang sedang berjalan-jalan.

"Kau ingin makan apa?," tanya Yesung saat mereka melewati deretan restoran.

"Daging sapi panggang!," jawab Ryeowook mantap. "Aku sedang diet"

"Aku tidak memaksamu untuk memakannya juga."

"Jadi kau membiarkan aku hanya melihatmu makan?"

"Jadi bagaimana? Kau tadi yang menanyakanku ingin makan apa, kenapa sekarang kau jadi marah karna tidak bisa ikut memakannya?"

"Ah baiklah.. baiklah.. Kita makan daging"

Ryeowook tersenyum menang, akan sangat menyenangkan menurutnya kalau Yesung bisa mengalah terus seperti ini.

Mereka pun masuk ke salah satu restoran daging yang cukup ramai dan duduk disalah satu spot yang menurut mereka tidak terlalu jadi bahan perhatian. "Ah~ sudah lama tidak makan ditempat seperti ini"

"Kau pernah makan ditempat seperti ini?, bukankah kau selalu makan di kedai soju yang di pinggir jalan saja? Hahaha"

Ryeowook sudah melayangkan tangannya untuk memukul kepala besar Yesung tapi dia menahannya, tidak baik menunjukkan kekerasan ditempat umum, pikir Ryeowook.

"Hentikan tawamu kalau kau tidak ingin orang-orang mengenali suaramu, hyung."

Yesung terdiam seketika dan melihat ke sekelilingnya, aman.

"Untung kau mengingatkanku," ucap Yesung sambil membenahi letak kacamata hitamnya.

Setelah makanan yang mereka pesan datang, Ryeowook langsung menikmati daging panggang yang dipesannya tanpa jeda. Dia benar-benar suka daging. Yesung bahkan kenyang hanya melihat Ryeowook makan.

"Kau tidak takut gemuk?," tanya Yesung penasaran. "Seberapa banyak aku makan, aku tidak akan gemuk. Ini mukjizat."

Yesung hanya mengangguk, terserah apa kata kekasihnya itu yang penting Ryeowook senang. "Setelah makan kau mau kemana?," tanya Yesung lagi.

"Ice cream. Kita lanjut menikmati ice cream"

"Tidak. Ini sudah malam, kau bisa masuk angin"

Ryeowook mengunyah dagingnya dengan kesal. "Yasudah kalau tidak mau, langsung pulang saja."

"Bagaimana kalau kita menyewa kamar lalu melakukan yang iya-iya?," tawaran Yesung membuat keningnya seketika mendapat lemparan sumpit.

"Dasar mesum. Sekalian saja kau menyewa seorang wanita"

"Untuk apa, aku kan mempunyaimu"

"Jangan harap kau mendapatkannya sebelum kita menikah"

"Kalau begitu, ayo kita menikah!,"

BLUSH

Wajah manis Ryeowook memerah, "Jangan bicara omong kosong! Kita belum lama berpacaran."

"Bukankah kita saling mencintai, jadi aku rasa itu tidak masalah. Kalau kau setuju, kita akan segera menemui orang tuamu"

"Orang tua ku pasti tidak percaya kalau aku menikah dengan orang sepertimu"

"Maksudmu orang yang seperti apa?," tanya Yesung penasaran. "Kau tampan, terkenal, kaya, memiliki segala. Bisa-bisa Umma ku pingsan kalau tau kau siapa. Dan jika kau datang ke rumahku nanti, aku harap kau tidak terkejut karna rumahku sangat kecil"

Yesung menghela nafasnya, "Aku menerimamu dan keluargamu apa adanya. Jangan mengkhawatirkan hal seperti itu," Yesung tersenyum untuk meyakinkan Ryeowook.

"Hah~ Kau berbeda sekali dengan Yesung yang aku lihat pertama kali. Aku tidak menyangka kau mengeluarkan kata-kata itu untukku"

"Beginilah sifat asliku yang sebenarnya jika sudah menyayangi seseorang"

Ryeowook mengangguk mengerti, "Kalau diingat-ingat saat dimana kau mengatakan bahwa aku adalah penulis artikel palsu itu dihadapan banyak wartawan ingin sekali rasanya aku membunuhmu saat itu juga. Kau benar-benar brengsek"

"Aku tidak punya pilihan lain. Aku sungguh berterima kasih pada Kangin hyung karna sudah membawamu saat itu"

"Haruskah aku berterima kasih juga?"

"Tentu saja"

Setelahnya keduanya tertawa bersama, menertawakan betapa konyolnya awal pertemuan mereka. Tanpa disadari keduanya, seseorang tengah mengabadikan moment keduanya, bahkan sedari mereka sedang berjalan tadi. "Ini berita besar"

.

.

.

"Astaga. Mereka sungguh berpacaran?"

"Aku tidak menyangka Yesung menyukai type seperti itu"

"Apa ini hanya tipuan saja?"

"Mungkin skandal ini sengaja dibuat. Yesung kan akan mengeluarkan album"

Telinga Kyuhyun seperti memanas mendengar suara-suara dari pengunjung cafe. "Benar-benar bodoh," desis Kyuhyun pelan.

"Tahan emosimu, Kyu" Sungmin yang mendengar desisan Kyuhyun menepuk bahu Kyuhyun pelan. "Aku sudah menahannya sedari tadi, Hyung"

"Lanjutkan pekerjaanmu, aku mau menemui Ryeowook sebentar," Sungmin pun pergi menuju ruangan Ryeowook. Dilihatnya Ryeowook sedang menatap ponsel layar sentuhnya dengan pandangan cemas.

"Bagaimana ini bisa terjadi, Hyung?"

"Tentu saja bisa, Ryeowook-ah. Itukan pekerjaan mereka."

Jika ditanya apa masalahnya, ini semua disebabkan acara kencan Yesung dan Ryeowook semalam. Seorang wartawan yang tanda dengan mobil Yesung, mengikuti mereka saat berkencan. Mengambil foto secara diam-diam saat Yesung dan Ryeowook bergandengan tangan ketika menyusuri jalanan dan foto keduanya saat di Restoran. Dan pagi ini Ryeowook seolah dilempar Bom. Dirinya kembali menjadi bahan omongan.

"Kalau tau seperti ini aku tidak akan menerima ajakan kencan Yesung hyung"

"Bukannya bagus kalau semua orang tau kalau kau adalah pacarnya Yesung?"

"Tidak. Aku tidak suka jadi pembahasan orang-orang. Kau baca saja di Internet, Hyung. Fans Yesung menuduhku yang tidak-tidak. Mereka menyebutku penggoda, pelacur dan apa itu tadi, bitch? yang benar saja!," kesal Ryeowook.

Sungmin mendekati Ryeowook yang duduk dikursinya, memeluk namja yang sedang menahan tangisnya itu. "Kenyataannya kau bukan orang yang seperti itukan? Jadi kau tidak perlu mempedulikan ucapan mereka. Mereka hanya iri saja denganmu karna berhasil mendapatkan Yesung. Dan aku yakin Yesung tidak akan tinggal diam kekasihnya dicap seperti itu."

.

.

"Bukankah aku sudah memperingatkanmu untuk tidak pergi berkencan?. Dan lihatlah sekarang, kau membuat masalah –lagi"

Yesung memainkan ponselnya santai, sementara Kangin serasa ingin menutup telinganya karna deringan beberapa telepon dan juga ponselnya tak kunjung berhenti sedari tadi diruangan itu. Mereka sedang berada di kantor agency sekarang, tentu saja untuk membahas skandal Yesung.

"Sudahlah, konfirmasi saja hubunganku dengan Ryeowook. Dia kan benar-benar pacarku"

"Enak sekali kau mengatakannya. Masalahnya sekarang adalah mereka menganggap ini hanya sekedar tipuanmu saja, sama saat kau menipu mereka kalau Ryeowook adalah pembuat artikel itu. Dan lagi, skandal ini tersebar didetik-detik kau akan merilis albummu! Tentu saja mereka pikir ini adalah sebuah settingan"

"Mau percaya atau tidak itu terserah mereka. Memangnya apa peduliku"

Kangin sudah membuat gerakan ingin mencekik Yesung dengan tangannya, tapi dia masih berakal sehat untuk tidak melakukannya dengan nyata. "Dosa apa aku bekerja sebagai managermu. Benar-benar merepotkan"

"Begini saja, aku akan mengkonfirmasi langsung didepan semua wartawan dengan Ryeowook berada disampingku. Aku akan membuat mereka semua percaya kalau Ryeowook benar-benar kekasihku," senyuman tercetak jelas di bibir kissablenya.

"Kau benar ingin melakukannya sendiri?," tanya Kangin meyakinkan dirinya dengan pernyataan Yesung. "Tentu saja, sebelum aku berubah pikiran."

"Baiklah, aku akan segera menyiapkan konferensinya. Kau yang mengurus Ryeowook supaya datang"

Yesung hanya mengangguk, dia kembali memainkan ponsel pintarnya.

.

.

Tidak perlu menunggu waktu lama mengumpulkan wartawan untuk menghadiri berita konfirmasi kali ini. Para wartawan tampak begitu semangat untuk mendapatkan kejelasan dari Yesung secara langsung.

Sementara itu di ruang tunggu, Ryeowook sudah ada disanaa. "Jadi kau ingin kita berdua yang mengkonfirmasinya langsung?" tanya Ryeowook.

"Ini adalah pilihan yang terbaik. Kau ingin masalah ini selesaikan?"

"Tentu saja. Tapi apa tidak bisa kalau kau saja, aku tidak ingin menampakkan wajahku lagi dihadapan wartawan itu, Hyung"

"Tidak bisa, aku hanya bisa melakukannya jika kau ada disampingku," Yesung menghampiri Ryeowook yang berdiri cemas, kemudian di peluknya kekasihnya itu. Tanpa diketahui Ryeowook, saat ini Yesung tengah tersennyum setan dibalik pelukkannya. Ntah apa yang ada dipikirannya.

.

.

Yesung dan Ryeowook sudah masuk ke ruang konferensi. Ryeowook menghela nafasnya, dia tidak percaya kalau dirinya harus berhahadapan lagi dengan wartawan-wartawan itu, dia tidak suka. Sementara Yesung, senyum tercetak jelas di wajah tampannya. Keduanya duduk berdampingan dengan sebuah meja panjang di depannya.

"Terima kasih semuanya sudah hadir. Sepertinya jumlah kalian lebih banyak dari konferensi pers sebelumnya," sapa Yesung.

"Sepertinya aku tidak ingin lama-lama. Aku akan langsung menjelaskan mengenai foto-fotoku dan Ryeowook yang tersebar di salah satu media online. Di media itu mengatakan kalau aku dan Ryeowook sedang menikmati kencan kami. Jadi sebenarnya kami- ah~ Ryeowook, kau saja yang memberitahu mereka"

Ryeowook yang sedari tadi menundukkan wajahnya sontak menoleh ke Yesung. Apa-apaan dia? pikir Ryeowook. Yesung mengangkat kedua alisnya sebagai perintah agar Ryeowook membuka suara.

Dengan gugup Ryeowook menoleh ke depan, menatap risih sorotan kamera yang mengarah kepadanya. "A- aku-"

Yesung menggenggam tangan Ryeowook yang terlihat gemetar dibalik meja, berharap itu bisa menghilangkan kegugupan Ryeowook. Ryeowook menghela nafasnya lagi, "Aku dan Yesung sudah menjadi sepasang kekasih"

Melihat ekpresi Ryeowook yang gugup, para wartawan tidak langsung percaya dengan omongannya, segera saja mereka langsung memberikan bermacam pertanyaan.

"Ini hanya settingan saja kan?"

"Apa kalian melakukannya karna Yesung akan mengeluarkan album?

"Apa kalian punya bukti yang kuat untuk membuktikan kalau kalian benar-benar berpacaran sekarang?"

Heol. Ryeowook mendengus pelan, dia bahkan sudah ketangkap basah sedang berkencan. Memangnya mereka butuh bukti seperti apa lagi?

Yesung tersenyum kembali menghadap seluruh media, "Aku tau kalian tidak akan percaya setelah sebelumnya aku pernah membohongi kalian. Tapi kali ini kami bersungguh-sungguh. Kami bisa menjadi sepasang kekasih berkat bantuan seseorang yang sangat menginginkan kami untuk bersama dan orang itu adalah Umma ku sendiri, dia melakukan segala cara agar aku dan Ryeowook bisa saling suka. Ternyata pilihan Umma ku tidak salah, aku sendiri tidak tau kapan aku mulai menyukai Ryeowook tapi sekarang aku benar-benar mencintainya. Terima kasih banyak untuk Umma atas semua usahanya."

Ryeowook tersipu saat Yesung bilang kalau dia sangat mencintainya, dia benar-benar suka. "Katakanlah sesuatu," bisik Yesung.

Seperti mantra. Ryeowook menurutinya, kali ini tanpa kegugupan. "Sebenarnya aku tidak tau harus mengatakan apa, tapi aku ingin berterima kasih dengan Umma Yesung. Beliau selalu mencari cara agar aku dan Yesung selalu bersama padahal saat itu aku sangat membenci Yesung"

Yesung memicingkan matanya, Kekasihnya tidak perlu sejujur itu juga kan. "Dan aku berterima kasih juga pada Yesung yang sudah meyakinkanku untuk menerimanya sebagai kekasih"

Chu~

Yesung meraih dagu Ryeowook agar berhadapan dengannya dan dalam sekejap mereka sudah berciuman di depan seluruh wartawan. Yesung gila. Ryeowook ingin menyudahi acara dadakan itu tapi tangan Yesung yang lain malah menarik tengkuknya agar tidak melepas ciuman itu.

Semua kamera mengarah sempurna ke arah keduanya. Berharap saja setelah kejadian ini Ryeowook tidak langsung memutuskan hubungannya dengan Yesung.

"Kau manis sekali, sayang" dengan wajah tanpa dosanya Yesung mengatakan itu. Ryeowook justru tidak bisa berkata apa-apa, dia malu, marah, kaget, kesal. Wajahnya memerah sempurna saat wartawan menyoraki mereka saat ciuman itu selesai. "Ahahaha~ Maafkan aku. Dia benar-benar menggemaskan sih."

.

.

.

END

.

.

.

Nggak END kok -_-v masih ada jatah 1 chapter lagi, abis itu beneran kelar /semoga/.

Saya mau minta maaf kalok Update nya kelamaan. Maklum lah, wanita karir. Eh bukan deng, wanita kurir.

Oke, ini gak penting sama sekali. Jadi apa kalian siap untuk chapter terakhir? Ngomong-ngomong saya suka sad ending loh, tapi saya juga suka bohong.

So REVIEW yeh?