Aku menghela nafas panjang sebelum berappearate meninggalkan Manor Cedric, berpura-pura tak mendengarkan apapun yang ia katakan lagi, karena aku tak mau menyakitinya lebih jauh lagi…
Kugigit bibirku saat aku berdiri didepan Manor Sirius dan Harry, aku terlalu lelah untuk menghadapi Draco sekarang, kuketuk gerbang besar manor itu dan seketika aku mendengar suara seorang peri rumah
"kediaman Mr Black dan Potter…"
"aku Hermione Granger..aku perlu bertemu Harry Potter…"setelah jeda beberapa detik gerbang itupun terbuka
"Mr Potter menyambut anda Miss Granger…"aku mengabaikan kata-katanya dan segera masuk kedalam, aku sudah hafal betul seluk beluk Manor ini, tak ada yang perlu mengantarku untuk menemukan kamar Harry
"hai Mione…kebetulan kau kemari, aku baru saja akan ke Malfoy Manor untuk bertemu dengan mu dan Draco"aku tersenyum pada Harry
"ya, aku disini..dan kurasa kau tidak perlu ke Malfoy Manor sekarang…"Harry terkekeh menatapku
"apa?"tanyaku dengan nada kesal
"kalian berkelahi ya?"Tanya Harry masih sambil terkekeh
"tidak Harry…kami…well…hanya sedikit berargumen…"aku mengelak sambil duduk di sofa dekat jendela lalu menatap keluar
"aku sangat mengenalmu Mione…kau hanya datang tiba-tiba kesini jika ada masalah"aku cemberut lalu melempar bantal sofa itu kearah Harry
"bisakah kau pura-pura tidak tahu untuk sekali saja?I have tons of problem here"aku memutar kedua bola mataku lalu Harry kembali terkekeh dan duduk disampingku
"kau bisa ceritakan padaku…tons of your problem…"Harry membuat tanda kutip saat menyebutkan tons of problem ku
"well done Harry, kau sudah menghancurkan sisa-sisa moodku…"
"ayolah Mione..katakan saja..kau tahu bisa cerita apa saja padaku, lagipula lusa hari besarmu dan Draco, jangan sampai kalian masih bertengkar pada saat itu...karena aku tak mau membuang begitu saja hadiah yang sudah kubelikan untuk kalian berdua"aku tersenyum mendengar kata-kata Harry
"tenang saja, the wedding is still on"
"bagus…lalu ada apa?kau terlihat…kacau…"Harry mengerutkan keningnya kali ini, dia pasti sudah bisa membaca tulisan "aku idiot yang tak bisa melakukan apapun untuk orang-orang yang kucintai" tertera di dahiku
"Mione?"ucap Harry lagi, akupun otomatis membenamkan wajahku dipelukannya, pelukan Harry selalu jadi hal mujarab untuk menyembuhkanku dari masalah, kami selalu memecahkan masalah kami bersama, kami sudah seperti saudara. aku mengingat wajah Cedric saat kutinggalkan tadi dan juga Draco yang selalu bicara mengenai dirinya dan harga dirinya, lalu aku yang terjebak dengan kebodohanku sendiri, tak ada air mata kali ini, aku sama sekali tak merasa sakit karena harus berpisah dengan Cedric, aku hanya tahu bahwa aku orang terbodoh didunia karena harus kecewa dengan apa yang kuputuskan untuk diriku sendiri…
Cukup lama aku diam dipelukan Harry, aku berusaha mencari sakit yang harusnya kurasakan bersama Cedric…aku baru saja putus dengannya padahal aku mencintainya..aku selalu merasa nyaman didekatnya, tersenyum saat ia tersenyum, dan jantungku selalu berdegup kencang saat ia menatapku…itu harusnya cinta kan?aku tak mungkin bisa jadi lulusan terbaik jika hal ini saja tidak tahu…
"cukup sudah..ada apa sebenarnya?"Harry menarikku dari pelukannya agar ia bisa menatap wajahku, kupikir hanya Harry yang bisa kuceritakan mengenai ini, hanya dia yang selama ini bisa membantuku…
"aku sebenarnya ingin mengakui sesuatu padamu Harry, sebelum semuanya terlambat dan aku sudah menikah…"ucapku pelan, baru saja aku akan melanjutkan Harry membelalakan matanya
"Bloody Hell Mione…kau tidak mungkin mencintaiku kan?"Tanya Harry terkejut, aku mengerutkan keningku dan menatapnya sejenak sambil berpikir dan akhirnya mengerti
"well, I definitely love you Harry…you are my bestest friend….but I'm NOT in love with you…silly!"Harry terlihat menghela nafas
"maafkan aku kalau begitu, aku sedikit over react…"ucap Harry sambil menahan malu, terlihat jelas dari wajahnya yang memerah
"jadi kau mau katakan apa tadi?"tanyanya lagi, aku tersenyum lalu melanjutkan
"aku akan bicara, tapi kau janji tidak akan mengambil kesimpulan lagi, okay?"Harry mengangguk sekali
"baiklah…kau tentu sudah tahu bahwa Sophie sakit keras…dan Orang tuaku benar-benar bankrut"aku bisa mendengar Harry terkesiap saat mendengar kabar yang satu itu, dia sama sekali tak tahu jika keluargaku sudah seperti itu, ia baru saja ingin membuka mulutnya saat aku melarangnya menyela
"tak perlu meminta maaf, itu sudah terjadi cukup lama, sudah setahun sekarang…"
"dan kau tidak pernah memberi tahuku Mione?sahabat macam apa itu!"dengus Harry
"kau masih mau mendengar ceritaku atau tidak?"selaku, Harry menatapku lalu mengangguk lagi
"mereka tak memberi tahuku ataupun Sophie, aku baru tahu saat pulang ke Australia dan mereka sudah tidak ada dirumah kami yang dulu…akhirnya mereka menceritakan semuanya padaku dan memberiku kabar bahwa Sophie semakin memburuk, tapi mereka tak punya biaya lagi sehingga terpaksa harus membawa Sophie pulang dari pusat penanganan kanker, aku bertemu dengan Sophie dan tak mungkin bagiku untuk membiarkan dia sekarat tanpa berusaha menyelamatkannya…lalu suatu hari keluarga Malfoy mengajakku makan malam dan offer me a proposal…"
"keluarga Draco?proposal apa Mione?"
"kau harus janji tidak akan marah pada kami…keluarganya menawari pembiayaan penuh atas pengobatan Sophie asalkan aku mau menikah dengan Draco, dan aku menerimanya"Harry menghentikan ceritaku dan memegang kedua bahuku
"please..jangan bilang pernikahanmu lusa hanyalah sebatas itu?"
"aku biasanya akan mengelak, tapi yeah…it is...Harry, saat itu aku masih tertekan dengan keadaan orang tuaku dan Sophie, pikiranku benar-benar kacau dan aku merasa tak punya pilihan lain"
"aku bisa membantu Sophie,Mione…Sirius tak akan pernah keberatan untuk membantu keluargamu"
"aku tak mungkin meminta uang mu Harry…aku merasa memanfaatkan sahabatku sendiri jika aku melakukan itu…"
"dan kau rela menerima tawaran dari keluarga Draco?apa Draco juga tahu hal ini?"Tanya Harry tak percaya, aku mengangguk pelan
"masalahnya bukanlah penawaran keluarga Malfoy padaku Harry…aku dengan sangat rela berkorban untuk keluargaku, tapi…masalahnya adalah…aku dan Draco membuat kesepakatan sendiri…keluarga Malfoy mengira bahwa kami berdua akan benar-benar menjalani penikahan ini, tapi kami tidak sebodoh itu untuk menerimanya begitu saja…Draco membuat beberapa persyaratan yang saling menguntungkan untuk kami berdua, dan ia berjanji akan melepaskanku saat kerajaan bisnis Malfoy sudah kembali mendapat kepercayaan sepenuhnya"
"lalu?"
"kami sepakat untuk boleh bersama dengan orang lain walaupun kami bertunangan ataupun menikah nanti, kami sama sekali tidak mencintai jadi kami sangat setuju dengan kesepakatan satu itu, aku berpikir akan mudah bersama orang lain saat aku sudah bersama orang lain lagi, kupikir karena aku tak akan bersama Draco selamanya maka hal itu akan baik-baik saja…tapi..aku sekarang baru menyadari bahwa hal itu adalah hal terbodoh yang pernah terpikir olehku, perasaan seseorang tidak semudah itu diatur seperti yang kami inginkan"Harry menatapku yang terdiam beberapa saat, aku bingung harus mengatakan apalagi sekarang
"kau bicara seolah-olah kau dan Draco sudah pernah bersama orang lain, Mione?"aku menggigit bibirku lagi
"Draco sudah pasti bersama dengan beberapa gadis lain selama setahun ini, walaupun sesudahnya aku harus berpura-pura marah besar dihadapan gadis-gadis itu, dan aku sebenarnya tak pernah terpikir untuk bersama pria lain, meski I'm kinda have feeling for this other guy…secara tak sengaja this other guy find out dan ternyata ia juga mencintaiku, aku tahu ini gila tapi ia bilang akan menunggu sampai urusanku selesai dengan Draco, dan aku tak tahu bagaimana menolak this other guy, tapi ternyata saat Draco tahu siapa other guy itu dia malah berubah dan marah pada kami berdua, akhirnya aku memutuskan untuk menyelesaikan semua urusanku dan Draco dulu sebelum memulai dengan orang lain…jadi sebenarnya aku baru saja dari tempat other guy itu sebelum kesini"aku melirik Harry setelah panjang lebar bercerita
"kau bisa mengerti apa masalahku sekarang kan Harry?"tanyaku lagi, sedikit tak yakin melihat Harry yang hanya menatapku balik sambil mengerutkan keningnya, terlihat jelas Harry sedang berpikir keras
"kau mengacaukan hidupmu sendiri Mione, sejak awal kau sudah mengambil langkah salah, dan dari ceritamu tadi, kau semakin memperburuk keadaan yang sudah buruk itu…"ucap Harry sambil menghela nafas
"dan kurasa aku bisa menduga siapa other guy yang bisa membuat Draco marah itu…Cedric?aku sudah menduga ada sesuatu yang tidak beres diantara kalian bertiga"Harry menggeleng-gelengkan kepalanya
"sekarang menurutmu aku harus bagaimana?mengatakan bahwa aku mengacaukan semuanya tidak membantu sama sekali Harry…"
"apa yang kau rasa mengganggumu sekarang?"Tanya Harry balik
"Cedric yang terus-terusan bilang akan menungguku, pernikahan lusa nanti, Mom dan Dad yang sama sekali tidak tahu tentang hal ini, Sophie, dan tingkah Draco yang sama sekali tak bisa kumengerti…?"
"kau mengurutkannya dari yang paling mengganggu atau yang tidak terlalu mengganggu?"
"dari yang tidak terlalu mengganggu"jawabku cepat
"jadi Cedric tak terlalu menggangumu dan tingkah Draco lah yang paling mengganggumu?"Tanya Harry lagi
"bukan begitu, maksudku adalah…umm..okay, anggap saja aku mengatakannya secara random…"Harry tersenyum
"kau tidak bisa menarik kembali kata-katamu Mione…"
"masalah Draco tidak terlalu mengganggu, itulah mengapa aku menyebutkannya terakhir, aku hampir lupa tadi"Harry terkekeh
"bohong…"ucap Harry singkat
"whatever Harry, lalu sekarang bagaimana?"aku menyandarkan diriku disofa berharap mendapat solusi dari semua masalah ini
"jalani saja apapun yang telah kau sepakati dengan Draco, there's no way back now…untuk masalah Cedric…dia cukup cerdas untuk tahu sampai kapan dia harus menunggumu,orang tuamu sebaiknya memang tidak dilibatkan dalam hal ini, dan kudengar Sophie sudah kembali dirawat dan perkembangannya cukup baik, aku baru saja berkunjung ke rumah nenekmu beberapa hari lalu…dia menceritakannya padaku"aku tersenyum masam
"kau memang bisa sangat mudah memecahkan masalahku Harry…"Harry menggeleng
"tidak, aku yakin kau memang hendak menjalaninya persis seperti yang aku katakan tadi...bahkan sebelum kau datang kesini, hanya saja kau perlu aku untuk meyakinkanmu…lagipula yang kau sebutkan tadi bukanlah masalahmu yang sebenarnya Mione…"aku menatap Harry
"lalu apa?"
"perasaanmu lah yang jadi masalah, kau terlihat tidak yakin menjalani ini semua karena kau sendiri tidak yakin atas perasaanmu…"
"aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan Harry"sahutku pelan
"kau bilang mencintai Cedric dan bukan Draco, tapi kau bilang baru saja putus dengan Cedric demi Draco dan datang kesini tanpa sedikitpun tanda-tanda patah hati…apa itu masuk akal?"
"bukan demi Draco tapi demi kesepakatan kami"Harry menatapku
"pikirkan lagi baik-baik Mione, apa memang hanya demi kesepakatan kalian?"
"itu juga demi Cedric..aku tak mau dia terluka terus menerus melihatku bersama Draco padahal dia merasa aku memilihnya…"
"merasa memilihnya?"ulang Harry
"merasa memilih berarti tidak dipilih bukan?"lanjut Harry lagi sambil menatapku serius
"pikirkan lagi semuanya baik-baik Mione…kau pasti bisa menemukan jawaban dari masalahmu…percayalah…"Harry mengacak-acak rambutku lalu berdiri
"kau harus kembali ke Malfoy Manor sekarang, Draco akan dapat masalah jika orang tuanya mencarimu dan kau tidak ada"
"tapi Harry…"
"Draco dan Cedric juga sahabatku Mione…perasaan mereka juga penting bagiku, jika kau merasa tidak bisa menghadapinya kau tahu aku selalu ada disini kan?"aku tertegun menatap Harry sejenak, Harry memang benar, aku terlalu egois jika memaksa dia hanya memikirkan perasaanku…kedua orang itu juga sahabatnya, yang harus kulakukan sekarang hanya mencari tahu apa perasaan yang kumiliki sebenarnya, mengapa bahkan sampai detik ini aku belum menemukan lubang yang ditinggalkan oleh Cedric?apa itu karena ia bilang masih akan menungguku?apa aku masih menganggap dia bersamaku?
"baiklah Harry, aku akan kembali…terima kasih…"ucapku lalu melangkah meninggalkan kamar Harry, mengambil nafas panjang lagi, menyiapkan diriku untuk bertemu dengan Draco…si masalah utama!
.
.
.
Aku membuka pintu kamar pelan dan melihat Draco sudah tidur cukup pulas di atas tempat tidurnya, aku menatapnya sejenak…melihat kerutan dikeningnya yang menggambarkan bahwa ia sangat lelah, nafasnya tidak teratur…dia mungkin sangat kesal sebelum tertidur tadi, tak sadar aku menyapukan tanganku lembut kewajahnya, menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya…ia memang sangat tampan, tak salah orang-orang menyebut dia Prince of Slytherin
"kalau kau bersikap lebih baik sedikit saja…aku mungkin akan dengan rela bersama denganmu Draco…"bisikku pelan lalu merebahkan diriku disampingnya…
.
.
.
Draco's Pov
""kalau kau bersikap lebih baik sedikit saja…aku mungkin akan dengan rela bersama denganmu Draco…"aku menahan diri untuk tidak membuka mataku walaupun aku sangat ingin menatap wajahnya saat ia mengatakan itu, apapun yang telah ia lakukan dengan Cedric sejak pergi tadi tidaklah mengganggu karena aku tahu keputusannya pasti akan tetap sama, tapi apa perasaannya berubah?apa ia masih memutuskan untuk bersama Cedric sementara menungguku pergi dari hidupnya?aku mengepalkan tanganku dibawah balutan selimut tebal yang menutupi tubuhku dan Mione, aku mendengar suara nafas Mione sudah mulai teratur dan ia sudah tidak bergerak-gerak gelisah lagi, ia pasti sudah tertidur sekarang, akupun membuka mataku dan menatapnya, ia tidur menghadap kearahku...
"kau gadis bodoh…jika kau memang tidak rela bersamaku, aku akan melepasmu untuk bersama dengan si bodoh Cedric itu, tunggulah beberapa waktu lagi, dan kau akan bebas"bisikku padanya dan menariknya kepelukanku, ia bergerak sedikit tapi lalu terlihat nyaman
"dasar bodoh"bisikku lagi lalu memejamkan mataku
.
.
.
Hermione's pov
Aku dan Draco seharian kemarin tidak bicara, kami berdua terlalu sibuk dan tak diberikan waktu sedikitpun untuk berdua, segala tetek bengek pernikahan benar-benar membuat kami berdua sibuk sehingga hampir lupa dengan apa yang terjadi diantara kami sebelumnya…sekarang aku sudah duduk diruang rias lengkap dengan gaun pengantin dan segalanya, aku bisa mendengar kerumunan orang yang semakin banyak di luar ruangan ini, pernikahan akan diadakan kurang dari satu jam sekarang… Draco dan keluarganya pasti sekarang sedang sibuk meladeni para tamu, hanya pengantin wanita yang tidak boleh muncul sampai prosesi pernikahan dimulai…aku menghela nafas dan mendengar pintuku diketuk
"masuklah"ucapku sedikit gemetar, pernikahan dengan cinta ataupun tidak benar-benar akan membuatmu gugup…aku melihat pintu dibuka dan Harry menyembulkan kepalanya
"Mione…bagaimana keadaanmu?"Tanya Harry sambil melangkah mendekatiku
"aku baik-baik saja Harry, dimana Cho?"Harry tersenyum
"dia menunggu dibawah, sedang berbincang dengan beberapa teman kita dari Hogwarts…"aku mengangguk-angguk lalu menatap bayanganku dicermin
"aku kelihatan aneh ya?"tanyaku sambil mengusap pipiku sendiri
"kau kelihatan hebat Mione…Draco pasti akan pingsan saat melihatmu nanti"
"seperti biasa, kau berlebihan"ucapku sarkastis, kami berdua tertawa sebentar lalu terdiam
"kau yakin?"Tanya Harry tiba-tiba
"yakin atau tidak…inilah aku Harry, aku disini sekarang, siap menghadapi konsekuensi apapun"Harry tersenyum lagi
"maaf karena tidak bisa membantumu keluar dari masalah ini, tapi aku pasti akan selalu mendukungmu"aku mengangguk lalu Harry pun meninggalkan aku sendiri, kupegang keningku sebentar lalu menggelengkan kepalaku
"ini perkara gampang Mione, kau pasti bisa"baru saja aku berusaha meyakinkan diriku sendiri, pintuku sudah diketuk lagi
"ya, masuk saja"ucapku masih dengan nada sedikit gemetar, rasa gugupku belum hilang juga, tak ada suara lagi kecuali suara pintu terbuka pelan, aku menengok untuk melihat siapa yang datang
"Cedric?"ucapku sedikit tidak percaya
"hai Mione, big day huh?"aku tersenyum padanya, ia memang tersenyum padaku tapi senyumnya terlihat sangat dipaksakan
"kau sudah lebih baik?"tanyaku padanya sambil bergeser dari tempat dudukku sedikit, membiarkan Cedric duduk disampingku
"lumayan lah…kau sendiri?"aku menggeleng
"lumayan..."jawabku singkat, kami berdua pun terdiam sejenak
"Mione..aku…"ucap Cedric tapi lalu tiba-tiba terpotong
"Miss Granger, Ayah anda sudah menunggu, anda harus segera memasuki ruang prosesi…"ucap seorang peri rumah sambil menunduk hormat
"maaf Ced, aku harus pergi..thanks for coming…"ucapku lalu keluar dari ruangan, Cedric berjalan disampingku dalam diam, dia tidak berkata apa-apa lagi... saat melihat kami Ayahku tersenyum
"Mione..kau terlihat luar biasa…"ucap Ayahku
'thanks Dad…kau juga terlihat hebat…"Ayahku tertawa dan wajahnya memerah, Cedric menyentuh pundakku lalu berkata
"aku pergi dulu Mione…"aku menatap Cedric yang langsung berbalik meninggalkanku sebelum aku sempat berkata-kata…melihat ia yang berjalan menjauhiku membuat jantungku seperti tertusuk pisau, inikah sakit yang seharusnya kurasakan sejak hari itu?sakit yang harusnya kurasakan bersama Cedric?aku baru merasakannya setelah aku mendengar bahwa Cedric akan pergi, mungkin ia sudah memutuskan untuk meninggalkan aku…
"kau kenapa dear?"Tanya Ayahku saat melihat ku tertegun menatap Cedric yang sudah menghilang dibalik pintu
"aku…"aku menahan tangisku, mataku sudah penuh dengan air mata tapi aku tak mungkin menangis disini, dihadapan Ayahku...
"aku tidak apa-apa Dad..hanya gugup…"ucapku pelan sambil menahan air mataku, Ayahku memelukku
"tidak apa-apa Mione…pengantin wanita memang menangis dalam pernikahannya, kau akan baik-baik saja dear…aku mengobrol dengan Draco tadi, dia sangat mencintaimu…kalian akan bahagia"aku menggigit bibirku dalam pelukan Ayahku, keluargaku semuanya termakan oleh kebohongan kami, Draco Malfoy memang penipu ulung yang bisa membuat Ayahku percaya bahwa ia mencintaiku…
"aku tahu, terima kasih untuk semuanya Dad…"aku menyeka air mataku dan menarik nafas panjang
"ayo kita masuk, semua orang sudah menunggu…"ucap Ayahku.
Saat aku memasuki ruangan besar itu, musik pernikahan pun mulai mengalun, lembut dan indah, aku merasa jantungku berdetak dua kali lebih cepat…aku menyapukan pandanganku kesekeliling, aku dapat melihat Harry dan Cho duduk di sebelah Sirius, lalu dibelakang mereka ada keluarga Weasley…aku dapat melihat Ron dan Ginny yang tersenyum lebar padaku…disisi lain aku dapat melihat Narcissa dan Lucius duduk dibangku paling depan bersebelahan dengan Mom, Granny,dan Sophie…mereka semua tersenyum padaku…aku melihat Mr Diggory sekilas tapi tidak berani melihat lebih jauh karena takut akan melihat Cedric yang sudah pasti duduk disebelah Ayahnya, aku menatap lurus kedepan dan melihat Draco berdiri disana, menatapku dengan seringaian khasnya…tatapanku terpaku padanya,dan tersadar bahwa dia memang tepat berdiri disitu, berdiri untuk menungguku...aku ingin segera menggapainya, mencari jawaban atas segala pertanyaan yang tiba-tiba muncul dikepalaku, mengapa untuk beberapa detik aku dapat merasakan manisnya sebuah pernikahan saat melihat Draco?walaupun hanya beberapa detik?aku memegang keningku dan berhenti melangkah
"ada apa Mione?apa kau sakit?"Tanya Ayahku sedikit panik karena aku tiba-tiba berhenti melangkah…semua orang menatapku bingung…aku melihat kesekeliling dan menatap Draco yang terpaku menatapku, ia sepertinya takut aku akan berubah pikiran
"aku tidak apa-apa Dad, hanya sedikit pusing"bisikku lalu mulai melangkah lagi, aku tidak mungkin membatalkan perjanjian sekarang, aku bukan tipe orang seperti itu, aku tiba di altar dan tangan Draco menyambutku, ia tersenyum dan mengangguk pada Ayahku sebelum membawaku naik, aku menatapnya lagi, mengapa matanya begitu berbinar?dan tangannya terasa tulus saat menyambutku?aku tak mendengar apa yang dikatakan orang-orang lain lagi, aku hanya focus pada Draco yang mengatakan "I do" dengan suara lantang, bagaimana bisa ia menjadi penipu seulung ini?bahkan ia dapat menipuku dan membuatku berpikir untuk sejenak bahwa kami saling mencintai…
"Miss Granger?apa kau bersedia menjadi istri dari Draco Lucius Malfoy?untuk mencintai dan menghormatinya dalam suka maupun duka?"aku menatap wajah Draco berusaha mencari jawaban untuk semua kebodohan yang mengisi kepalaku, tapi aku tidak menemukan jawaban apapun melainkan mendapat semakin banyak pertanyaan…
"I do"jawabku pada akhirnya dan Draco pun menciumku, tidak, ia tidak mencium bibirku…ia hanya mengecup keningku pelan…aku menatap matanya, apa ia juga merasakan hal yang sama beberapa saat yang lalu? Apa ia menyadari pertanyaan-pertanyaan bodoh yang tiba-tiba muncul dikepalaku?semua orang berdiri dari tempat duduknya untuk menyelamati kami, aku tak sengaja melihat Cedric, ia duduk dibangkunya sambil menatapku, menatapku dengan ekspresi tak terbaca…
.
.
.
"aku harus pulang malam ini juga Mione…aku harus sekolah besok, aku sudah banyak ketinggalan pelajaran karena harus kembali menjalani perawatan"ucap Sophie sambil merapikan gaunnya, aku beralih menatap Ibuku
"apapun yang terjadi…Mom harus katakan padaku yang sebenarnya, aku tidak suka dibohongi"Ibuku membelai pipiku
"maafkan aku Mione…aku hanya tidak mau kau khawatir…"aku merengut
"khawatir tidak akan menyakitiku Mom, kalian harus mengatakan padaku yang sejujurnya mulai sekarang…"Ayah dan Ibuku mengangguk
"maafkan kami Mione, tapi untuk apa kita membicarakan hal itu sekarang…?ini hari bahagiamu sayang…"aku tersenyum
"thanks Mom…apa kalian yakin akan langsung ke London?"
"ya, Sophie besok harus sekolah…lagipula Mom dan Dad mu akan segera kembali ke Australia untuk bekerja"ucap Nenekku, aku mengangguk pelan, walaupun sebenarnya masih tak rela membiarkan mereka pergi, aku masih sangat merindukan mereka
"tidak usah khawatir Mione, kita akan mengunjungi Mom dan Dad jika ada waktu senggang dikantor"aku terkejut mendengar suara Draco yang tiba-tiba muncul dibelakangku
"Draco benar Mione…kau tidak perlu sedih seperti itu"ucap Ayahku sambil tersenyum, aku mengangguk dan melihat Draco dan Sophie sedang bicara
"kau akan menjaga Mione kan?"Tanya Sophie setengah berbisik, Draco mengangguk sambil tersenyum
"aku akan menjaganya…tapi kau juga harus janji padaku"
"apa?"
"kau harus segera sembuh…"bisik Draco, Sophie mengangguk antusias
"ya, aku janji"dia memeluk Draco lalu keluargaku pun pamit
.
.
.
Aku duduk ditempat tidur, melamun untuk memikirkan apalagi yang harus kulakukan mulai sekarang, aku sudah memenuhi janjiku dengan Draco dan keluarganya juga sudah memenuhi janjinya untuk Sophie...lalu apalagi?terbersit kata-kata Draco pada Sophie tadi… "kau harus segera sembuh" ya, Draco pasti berharap aku segera pergi dari hidupnya, makanya ia mengatakan itu pada Sophie…sesuai perjanjian kami…Sophie sembuh, usahanya kembali...kami pun akan berpisah!bodohnya aku sempat berpikir yang macam-macam saat pernikahan tadi, itu pasti hanya pengaruh dari acting Draco yang sempurna…Draco Malfoy, si penipu ulung!
.
.
.
TBC
Thanks again for all reviewers, readers, and silent readers…
Semoga kalian suka…
Maaf buat banyaknya kekurangan…
