Happiness

Cast : Stefia kim ( OC ), Cho Kyuhyun ( Super Junior ), Kim Ryeowook ( Super Junior ), Kim Hyesung ( OC ), and other.

Rate : T

Genre : Friendship

Disclaimer : They belong to God, their parents, and themselves

Warning : Typo, tidak sesuai EYD, dan banyak kekurangan yang lain

Enjoy :)

Chapter 10

Kebahagiaan terlihat jelas dari ketiga namja yang baru saja beranjak dari Bluerose. Mereka tidak menyangka jika akan mendapat kejutan seperti itu, terutama Cho Kyuhyun. Meski pada awalnya dia mendapat hadiah yang sangat tidak biasa dari salah satu pegawai Bluerose. Senyum yang jarang terukir diwajahnya, kini sedikit terlihat. Beberapa lebam di wajahnya sama sekali tidak mengurangi ketampanannya. Ditambah lagi bertemu dengan seseorang yang cukup lama tidak dia jumpai merupakan hadiah istimewa lain yang didapatkannya hari ini.

"Gomawo untuk hari ini"katanya kepada kedua namja yang berjalan bersisisan dengannya.

"Tak masalah, tapi sepertinya kau juga harus mengucapkannya pada Fia"sahut Kris.

"Mwo? Yeoja gila itu? Tidak akan"balas Kyuhyun kesal mengingat apa yang telah dilakukan yeoja tadi.

"Jangan bicara seperti itu tentang Fia, kau belum mengenalnya kan?" lanjut Kris.

"Aku sama sekali tidak tertarik dengan yeoja barbar sepertinya" jawab Kyuhyun.

"Lwagwipwulwa dwiwa mwemwukwulmwu dwengwan awlawsan" sahut Changmin dengan mulut penuh crepes.

"Dan kau Ming, telanlah makananmu sebelum bicara. Itu menjijikkan" kata Khuhyun seraya membersihkan bajunya dari remahan crepes Changmin.

"Hehehe, mianhe Kyu. Dan kau tidak akan menyesal jika mengenal Fia. Dia yeoja yang sangat baik."

"Entahlah, aku sendiri tidak tahu kenapa kalian begitu gigih membelanya"lanjut Kyuhyun. Jujur dia benar-benar bingung dengan sikap kedua temannya yang membela seorang yeoja. Karena biasanya mereka tidak pernah begitu peduli dengan yeoja, sebab Kyuhyun mengenal mereka adalah seorang casanova. Dan predikat itu telah mereka dapat sejak High School.

"Karena dia berbeda dengan yeoja-yeoja yang lain Kyu"jawab mereka serempak.

"Whatever" kata Kyuhyun sebelum akhirnya mereka berpisah untuk keruangan masing-masing.

*Kyuhyun Pov*

Aku benar-benar tidak menyangka jika hari ini akan mendapat kejutan seperti tadi. Aku pikir tidak ada lagi yang peduli dengan hari kelahiranku, tapi aku salah. Changmin dan Kris memberikan hadiah yang sangat berarti tahun ini. Meski tidak terlalu meriah, tapi aku suka. Bahkan pukulan yang diberikan gadis bernama Fia itupun dapat membuatku berpikir jika eksistensiku di dunia ini masih diharapkan.

Dia memukulku karena dia berpikir jika aku adalah orang yang bodoh. Bagaimana seseorang yang tidak mengenalku bisa berpikir seperti itu. Mungkin karena kebiasaan kedua sahabatku yang sering mengatakan jika aku selalu mencoba mengakhiri hidupku kepadanyalah yang membuatnya menyinmpulkan jika aku bodoh.

"Hyung aku benar-benar bahagia hari ini, tak pernah kubayangkan aku akan merasakan kebahagiaan seperti ini lagi" aku selalu tersenyum setiap kali melihat senyum di wajah hyungku itu.

"Dan aku pasti bisa mendapatkan kebahagiaan yang selama ini kuimpikan bukan?" lanjutku bermonolog dengan menatap sayu kearah foto kami bertiga. Dalam foto itu hyung dan noonaku tampak sangat tampan dan cantik dengan senyum di wajah keduanya, sementara aku hanya bisa merenggut saat foto diambil.

*Flashback*

Hallowen adalah satu-satunya hal yang kubenci. Meski perayaan semacam ini tidak terlalu popular di Korea, keluargaku selalu melakukannya demi menghormati suami pamanku yang berasal dari California. Setiap tahunnya kami semua akan menggunakan kostum konyol hanya untuk mendapatkan permen. Sebenarnya aku sangat menyukai makanan manis itu layaknya anak seusiaku, tapi sangat memalukan saat harus mengenakan pakaian peri warna pink dengan sayap dibelakangnya. Aku sempat menolak keluar kamar ketika eomma memngatakan jika semua keluarga besar Cho telah berada di ruang tamu dan siap membagikan permen.

Keputusanku keluar kamar adalah sesuatu yang akan aku sesali seumur hidup. Semua sepupuku mengenaka kostum yang sangat keren, sementara aku mengenakan pakaian peri yang seharusnya dikenakan oleh yeoja. Tawa mereka langsung pecah saat mereka menyadari keberadaanku, bahkan Siwon hyung dan Ahra noona sampai meneteskan airmata melihat penampilanku. Aku tahu penampilanku sangat memalukan, tapi aku mencoba untuk mengacuhkannya.

Dan sesuatu yang ingin aku hindari saat itu adalah acara pengambilan foto. Aku tidak mau mereka menyimpan fotoku dengan kostum aneh ini. Tapi hyung dan noonaku menyeretku untuk berfoto bertiga dengan posisi aku di tengah, sementara hyung dan noonaku berada disisi kanan kiriku. Siwon hyung terlihat tampan dalam balutan kostum vampirenya, Ahra noona sangat cantik dengan kostum putri Aurora, sementara aku terlihat sangat tidak nyaman dengan apa yang aku kenakan. Saat disuruh tersenyum, aku malah mempoutkan bibirku karena kesal. Dan hasilnya benar-benar membuat tawa keluarga besarku kembali pecah.

*Flashback End*

"Pasti bisa, aku percaya hal itu" lanjutku setelah terdiam cukup lama sambil mengingat kembali saat-saat bahagiaku bersama dengan keluarga besarku. 'Tapi hyung, sampai kapan aku harus tetap bertahan dengan keadaan yang seperti ini?' batinku seraya melihat foto seseorang yang paling berharga dalam hidupku. 'Tidak bisakah aku menyusulmu? Aku sangat merindukanmu hyung' lanjutku sambil menyentuh bingkai emas yang sengaja kugunakan untuk melengkapi keindahan seseorang dalam foto itu.

Karena tidak mau terlalu larut dalam kesedihan, aku mencoba mengalihkan rasa sesak ini dengan mengerjakan dokumen yang menumpuk di mejaku. ' Setidaknya hari ini aku bisa melaluinya tanpa harus bertatap muka dengan orang-orang yang tidak pernah menganggapku ada setelah kejadian itu' batinku lagi. Terlalu fokus pada pekerjaan membuatku lupa waktu. Tak terasa matahari telah kembali keperaduannya beberapa menit yang lalu. Kuregangkan sedikit otoku yang kaku karena terlalu lama duduk sebelum membereskan beberapa dokumen dan memasukkannya ke dalam tas. Aku berencana melanjutkannya di rumah.

Seperti biasa hanya beberapa maid yang kutemui ketika memasuki rumah mewah ini. 'Cih, untuk apa membangun rumah sebesar ini jika tidak ada seorangpun yang menempatinya' batinku miris. Tak kuhiraukan tatapan bertanya para maid yang menyadari beberapa lebam di wajahku. Aku terus melangkahkan kaki menuju kamarku di lantai dua. Kuletakkan tasku di meja dan bersiap untuk membersihkan diri. Berendam bisa sedikit membuatku merasa nyaman. Kuputar ulang lagi apa saja yang telah terjadi hari ini. Mulai dari rumah sakit hingga adegan pemukulanku oleh gadis yang sempat kuselamatkan. Dan sepertinya aku memiliki cara untuk bisa menghargai hidupku lagi.

*Kyuhyun pov end*

Setelah selesai dengan mandinya, penerus Cho Corp. itu langsung bergegas turun ke bawah. Terlihat dia mencari keberadaan seseorang yang selalu ada untuknya. Setelah beberapa waktu, akhirnya Kyuhyun menemukan seseorang yang sejak tadi dicarinya.

"Ahjuma, aku akan meninggalkan rumah ini" katanya antusias. Sementara seseorang yang dipanggilnya ahjuma tidak mengerti dengan maksud tuan mudanya itu. Mengetahui jika lawan bicaranya tidak mengerti, Kyuhyun mengatakan semua ide yang didapatnya ketika berendam tadi kepada pengasuhnya.

"Tapi tuan muda, apa orang itu bisa menerima dan memperlakukan anda dengan baik?" tanya Song ahjuma khawatir.

"Aku yakin dia akan menerimaku" jawabnya yakin, seulas senyum terukir di wajah tampannya.

"Saya hanya berharap yang terbaik untuk anda tuan" kata Song ahjuma ikut bahagia melihat sang tuan muda menemukan harapannya lagi.

Hari itu berjalan sebagaimana biasanya. Meski telah menjadi asistem Kibum, Fia tetap harus melayani Max dan dua temannya. Kejadian kemarin telah dilupakan oleh Fia dan Kyuhyun. Bahkan mereka terlihat mulai bercanda satu sama lain. Hyesung pun tidak keberatan saat mengetahui jika yeojachinggunya harus menghabiskan waktu dengan namja lain yang bisa dikatakan cukup tampan. Baginya asal Fia tidak terlalu lelah semuanya tidak masalah. Lagipula Hyesung percaya jika Fia hanya mencintainya, dan dia juga sudah menganggap Kyuhyun sebagai temannya seperti halnya Kris dan Changmin.

Waktu berjalan dengan cepat. Kesibukan yang lumayan banyak membuat semua pegawai Bluerose merasakan kemerdekaannya saat jam telah menunjukkan pukul sembilan malam. Tanda untuk mengistirahatkan badan setelah seharian bekerja keras.

"Mau kuantar pulang?" tawar Hyesung kepada yeojanya yang tampak kelelahan.

"Bagamana dengan Nathan?" balasnya seraya menyamankan diri didekapan sang kekasih.

"Dia tidak akan keberatan aku rasa, atau aku bisa mengajak Onew agar dia membonceng Ryeowook"balas Hyesung. Mereka tidak sadar jika apa yang mereka lakukan di loker dijadikan tontonan gratis oleh pegawai Bluerose yang lain, bahkan Kibum ikut mengintip keduanya.

"No, thank's. Aku tidak mau semakin merepotkanmu" kata Fia sambil melepas pelukannya.

"Itu tidak merepotkan" balas Hyesung cepat.

"Ayo pulang, aku sangat lelah hari ini. Bryan menguras semua tenagaku hari ini" ucap Fia sambil terkikik. Tanpa mereka tahu jika seseorang yang baru saja mereka bicarakan mendapat banyak deathglare dari rekannya yang lain.

"Jangan terlalu percaya dengannya. Sebaiknya kita segera bubar sebelum mereka tahu kita mencuri dengar apa yang mereka bicarakan" Kibum mencoba menyelamatkan diri dan langsung meninggalkan yang lainnya. Setelah sadar akan ucapan terakhir Kibum, para pegawai Bluerose langsung membubakan diri dan bersikap seolah-olah tak mengetahui apa-apa saat Hyeusung dan Fia keluar dari loker bersamaan.

Mereka tidak mau mengambil resiko mendapat omelan panjang dari Fia. Meski dikenal sebagai yeoja yang pendiam tapi jika sudah marah jangan harap kau akan bisa pergi sebelum yeoja cantik itu menyelesaikan omelannya atau kau akan diacuhkannya selama yang dia inginkan. Dan tidak ada yang mau diacuhkan oleh saudara Ryeowook itu.

TBC

Aigooo apa ini? (Teriak pake toa)

Entahlah kalian suka apa tidak, aku hanya mencoba sebaik yang aku bisa dan berharap ada yang mau membaca cerita yang semakin gak jelas ini

Dan sebuah kritik ataupun bash akan diterima dengan senang hati, tapi jika tidak punya waktu untuk melakukannya it's okay. Karena aku juga sering melakukan hal seperti itu (Be Sider) hehehe

Terima kasih banyak buat semua yang telah meluangkan waktunya untuk bersedia membaca dan meninggalkan jejak.

Salam

Opie ^^