Dan epik lagi kembali dan akan terus Update Hingga masa ini berakhir atau sudah tua (ahhh lupakan saja lagi ngomong Yang ngawur) ohhh dan saya cukup terkejut dengan salah satu Review tapi, biarkan saja karena sikapnya cukup kekanakan dan tak harus aku ladeni jadi, aku tak begitu ambil pusing mau Orang ngomong jelek atau bagus itu i Don't Care dan saya masih sangat senang dengan beberapa Orang yang menikmati fic saya ini meski terkesan udah mainstream tapi, untuk fandom indo memang masih langka kalau yang inggris tidak usah perlu ditanyakan lagi, apalagi jika Xover dengan Naruto sudah Pasti berjibun di setiap sudut Pasti bakal nemu yang kayak gitu.
P.s : Ohhhh, aku lagi liat Anime DxD dan cukup terkejut dengan Penampilan Serafall yang berbeda dan masih tak percaya bahwa itu Dia karena yang kita tau dia mengenakan Pakaian Cosplay dan Rambut Kuncir dua sebelum itu belum Pernah melihat Pakai Kimono tradisional jadi gitu deh.
.
...
.
- Gereja terbengkalai
Issei dan yang lain kini mereka berada di sebuah Gereja yang ada dan satu-satunya di kota Kuoh ini meski sudah tak terpakai lagi tapi, Tempat ini memiliki sejarah dimana dia mempermalukan salah satu Datenshi yang mengambil Sacred Gear Asia dan disini Juga Gadis Biarawati itu dijadikan Oleh Rias sebagai Iblis untuk dihidupkan lagi meski sebentar tapi, hal seperti ini tak Pernah dia lupakan.
Dan mereka Semua sudah sepakat dan saling kerja sama dengan tujuan yang masing-masing berbeda Duo Gereja ingin membawa Pulang kembali Excalibur, sedangkan Yumi ingin menghancurkan Pedang itu, Issei dan Koneko ingin Gadis Pirang itu kembali normal dan seperti biasa lagi, dan Saji sendiri dia hanya sukarelawan yang dipaksa Ikut dalam Misi ini meski hatinya enggan sama sekali.
Mereka Semua mendengar dan mengikuti rencana yang sesuai karena ini cukup berbahaya mereka Semua mengenakan Jubah Pendeta Gereja kecuali Duo Gadis itu karena alasan Penyamaran selain itu tidak akan menyakiti mereka tak seperti Kalung Salib dimana Issei melihat Asia tak mengenakan benda itu lagi sebab akan menyakiti dirinya sendiri karena sekarang Gadis wajah Polos itu Iblis bukan Biarawati lagi.
"Jadi bicara soal menyamar kau sudah tau Tempat Pelaku itu?" Tanya Issei jika tak tau Tempat musuh berada itu sama saja dengan mencari Jarum di tumpukan jerami yang Pasti akan sangat lama "karena aku yakin kau kemari bukan asal kemari saja tanpa memikirkan Apapun?"
"Aku sudah mengecek itu meski belum Pasti tapi, aku merasakan Aura Superanatural dari Bangunan itu" Jawab Xenovia mau ada bantuan atau tidak bagi dirinya cukup sendiri saja sudah bisa mengatasi masalah ini.
"Cukup jauh kah Lokasi yang kau maksud?" Tanya Yumi masih sangat berhasrat tinggi untuk membalaskan Dendam teman-temannya itu
"Kalau dari sini jika berjalan kaki hanya lima belas menit saja" Jawab Xenovia mengecek ketajaman Pedangnya "yah, tapi aku ingatkan ini bukan sekedar Tur Darmawisata"
"Hah, berhenti bercanda itu gak lucu tau" Irina hanya Sweatdrop.
"Siapa yang sedang ngelawak aku sedang serius" Balas Xenovia tak mau kalah atau mengalah dalam berbicara
"Kau baik-baik saja kawan?" Issei menyeringai Jahil kepada Lelaki dari Anggota Osis ini yang secara paksa ikut dalam rencana ini sebenarnya dia tak masalah Saji Juga tak ikut tapi, itu sudah terlambat dan sama saja dengan bunuh diri jika diketahui oleh (King) itu sendiri yang tak lain adalah Souna 'ahhh, menyenangkan Juga Hidup bebas tak diatur' dia merasa senang karena tak harus menurut seperti Budak.
[Nah, itulah Gunanya kau melatih kekuatan kita dari dulu hingga sekarang sebab, kau akan bernasib sama seperti Vritra itu jika tak melatih tubuhmu sendiri]
(Aku tak bisa membayangkan bagaimana Ekspresi Wajahnya nanti hahahaha)
[Mungkin sedang Depresi tapi, Issei kekuatan Orang itu masih lemah dengan kata lain masih belum bisa mengaktifkan Balance Breaker]
(Tak usah begitu Jauh bahkan Cara kerja sesungguhnya kekuatan dari Vritra itu sendiri masih belum tau makanya kekuatan dia terasa lemah)
"Separah itukah?" Issei cukup terkejut bahkan kurang tau Saji masih belum bisa masuk dalam tahap itu mungkin yang dikatakan Albion memang benar yaitu tak mengetahui kekuatan yang sesungguhnya.
[Yah, begitulah jika Orang itu sedikit berlatih dan Belajar sendiri aku yakin dia level yang sama denganmu mengingat Vritra cukup kuat Juga dengan keahlian khususnya itu]
(Ingat Issei kita ini seperti sebuah Alat yang akan selalu digunakan oleh siapapun untuk kepentingan Apapun jadi, jangan terlalu berharap banyak jika Sacred Gear itu akan membantumu semua masalahmu karena, jika tak kau yang mendorong itu maka kita hanya rongsokan saja)
Issei mengerti dengan ucapan Dua Naga Surga ini dengan kata lain untuk menjadi kuat dengan kekuatan mereka harus berlatih yah, ini mengingakan dirinya waktu Pertama kali mengaktifkan Balance Breaker dan terasa sangat kuat meski tak mudah mencapai itu tapi, dengan bantuan Penjelasan mereka dirinya bisa kuat sampai sekarang.
"Hah, entahlah Hyoudou jangan tanya aku sekarang" Saji menghela nafas Pasrah karena harus terlibat dalam hal ini dan sudah sangat jauh jika kembali sambil menjelaskan Semua itu sama saja dengan bohong, jika diteruskan maka hasilnya akan tetap sama yaitu terkena Amukan dari Kaichonya sendiri "Hah, brengsek kau nanti akan ku Balas nanti"
"Akan aku tunggu nanti" Balas Issei tak Peduli dengan keluhan Saji karena menurutnya Susah atau senang harus bersama "oi! Koneko kau sudah siap dengan ini?" dia bertanya Pada Gadis kecil Nekomata itu yang sedari tadi diam saja.
"Aku sudah siap Senpai!" Jawab Koneko yang mengenakan Sarung Tangan karena dia adalah [Rock] maka fokus kekutannya Pada Tenaga Dalam.
'Tapi, dia belum berani mengaktifkan mode Nekomata itu' Batin Issei yang dia dengar Kouhainya ini cukup kuat tapi, terlihat Gadis itu belum berani menggunakan kekuatan aslinya sampai sekarang.
"Baiklah, Ayo berangkat" Ucap Xenovia yang mengenakan Kostum tempur.
"Yah!"
.
.
.
.
.
- Rumah Issei
Ada Tiga Orang Wanita Cantik yang berada di kediaman Hyoudou lebih tepatnya berada di Kamar Issei tampaknya mereka sedang menunggu sang Pemilik kamar yang sedari tadi belum kembali, Asia tengah mengerjakan PR dengan Cara mencontek milik Issei karena belum begitu faham tulisan Jepang, Raynare hanya mendengarkan Musik di Handphone, Kalawarner membaca Majalah Dewasa di atas kasur.
"Issei-San belum kembali Juga?" Tanya Asia khawatir dia menghentikan sebentar mengerjakan PR "Apa, dia Pergi ke suatu tempat atau sedang ada masalah?"
Raynare menjawab keluhan dari Gadis itu "Kau terlalu cemas sekali Asia, meski aku juga khawatir tapi dia Orang kuat dan mustahil tak bisa menjaga diri sendiri" dengan kekuatan Hebat itu mustahil ada yang mendekat.
"Mungkin itu yang dinamakan Cinta terkadang sangat khawatir yang berlebihan dengan seseorang" Ucap Kalawarner menyeringai Jahil dan menggoda Gadis itu.
Asia Blush malu dengan wajah Panik "tidak mungkin! Issei-San dan aku hanya teman saja" dia ingin menyangkal itu tapi, Ekspresi wajahnya berkata hal lain.
Gadis Datenshi Berambut Hitam itu hanya mendengus "begitukah Cara bicara seseorang yang hanya mengenakan Pakaian setengah Bugil?"
"Hei, hal itu Juga berlaku sama untuk kau Nona" Kalawarner menyipitkan matanya mendengar Komentar tadi yang terasa menyinggung sekali "Jangan kau fikir hanya kau saja yang bertingkah sok normal"
Memang benar Dua Datenshi ini memang bersikap terlalu terbuka Pantas saja dia menjadi Jatuh karena Raynare mengenakan Piyama Pink dengan kancing terbuka menampakan belahan Dadanya yang besar dan Celana Pendek transparan, Kalawarner lebih Extreme lagi Mengenakan Tanktop berwarna Hitam, dan Celana Dalam Biru Gelap yang terkesan sangat Sexy sekali, Semua Lelaki akan Mimisan Dahsyat jika melihat ini.
"Aku rasa ini Normal dan Juga ini membuat Ise-Kun Betah di rumah" Ucap Raynare dengan Gaya menggoda niatnya dia ingin melakukan hal Ecchi tapi Orang itu tak ada "dan aku yakin dia akan tertarik tak seperti kau yang mengenakan Pakaian seperti Jalang"
"Jalang Huh, aku rasa Pada Seperti ini saja toh, Issei tak mempermasalahkan ini dan malah menyetujuinya jadi, aku rasa dia menyukai tubuhku?" Ucap Kalawarner memasang Pose menggoda "dan nanti malam akan aku buat dia jadi milikku dengan tubuhku ini"
"Milikmu? Jangan kau fikir dia hanya barangmu saja karena kau harus berbagi dan biar itu Adil" Raynare menatapnya tajam karena tak suka dengan tadi dia tak masalah jika harus berbagi.
"Okay, aku hanya bercanda jadi tak ada masalah jika berbagi" Balas Kalawarner tersenyum karena berhasil menggoda Temannya itu meski sebentar.
Asia hanya diam saja dan terus menulis meski begitu Wajahnya memerah malu mendengar obrolan tadi, tentu saja dirinya bukan Bandingan Dua Wanita itu yang memiliki tubuh Bagus dan Sexy siapapun lelaki yang melihat Pasti tergoda bahkan sejak awal dirinya sudah kalah bersaing jika soal bentuk tubuh dan Ukuran Dada tapi, dia takkan menyerah sama sekali.
"Bicara Soal itu tampaknya kita kedatangan Tamu Nih" Ucap Raynare melihat Lingkaran Sihir Merah dan dia sudah tau siapa mereka
Dan muncul Dua Onee-sama yang terkenal Cantik di Academy Kuoh ini dan tentu saja mereka masih mengenakan Seragam Academy.
"Ahhh, Bucho dan Fukubucho ada keperluan Apa kalian kemari?" Tanya Asia menyapa Ramah Dua Gadis itu.
"Kita kesini sedang mencari Koneko karena terakhir dia sedang bersama dengan Issei" Jawab Rias cukup khawatir dengan Gadis kecil ini.
"Hah, kau ini bahkan Orang yang kau tuduh Juga belum Pulang" Jawab Raynare tak begitu cemas sekali terlebih Issei adalah Seorang Lelaki.
"Aku fikir dia berkujung kesini" Rias cukup terkejut dan memang dia tak melihat atau merasakan keberadaan Issei sama sekali.
"Jika dia ada kau harusnya sudah melihatnya disini sekarang tapi, gak ada dia sekarang" Ucap Raynare menatap ke arah luar "mungkin mereka sedang melakukan sesuatu yang tak kau ketahui atau memang tak ingin ikut campur dengan masalah mereka"
"Ngomong-ngomong kenapa kau mengenakan Pakaian Sexy seperti itu dan di kamar Issei Pula" Tanya Akeno cukup curiga tapi, jika situasi seperti ini memang ada satu hal saja yang bakal terjadi.
"Hmmm! Bagaimana harus bilang yah, Toh Issei tak mempermasalahkan hal ini malahan dia setuju jadi, kita tak bisa menolak sama sekali" Jawab Kalawarner mencoba menggoda Gadis setengah Datenshi ini dan ingin memancing kemarahan.
"Ara, begitu nakal sekali Fufufu!" Akeno tertawa Jahil dan dia tau apa yang dimaksud "apakah dia tak keberatan jika aku ikutan juga?" dia tak sabar untuk menggoda kouhainya itu yang terlihat sulit tergoda oleh hal remeh seperti itu.
"Tentu kita bisa melakukan Foursome" Kalawarner menyeringai senang karena ada yang satu fikiran dengannya "kau tinggal datang saja dan mengenakan sesuatu yang bagus"
"Akeno, sudah hentikan itu" Ucap Rias menghentikannya agar tak bertindak lebih jauh lagi dan dia cukup tak senang dengan keberadaan tiga Wanita itu yang tinggal di rumahnya, dia berencana untuk tinggal disini Juga setelah ini.
"Ara! Rias cemburu" Akeno tertawa senang karena menggoda Gadis Berambut Crimson itu.
"Baiklah, Maaf sudah menganggu" Ucap Rias kembali Pergi bersama Akeno melalui lingkaran Sihir.
"Tidakkah Kalian takkan mencari Issei-San? Aku takut terjadi sesuatu" Asia masih tak bisa menyembunyikan rasa khawatir ini.
"Tidak, dia akan kembali jadi aku yakin" Jawab Raynare tak begitu cemas sama sekali tapi, ada sesuatu yang ingin dia bicarakan "Soal itu, apakah kalian tak Curiga dengan Nekomata bernama Kuroka itu? Semenjak pertarungan lertunangan itu sikapnya berbeda dan dia jarang sekali berada di rumah"
"Yah, aku juga berfikir begitu tapi, aku yakin dia sedang menyembunyikan sesuatu yang tak diketahui oleh Issei" Kalawarner mengangguk setuju dan memang sedikit curiga dengan Nekomata itu "aku memang tak ingin ikut campur tapi, jika hal itu membahayakan Issei aku tak bisa Diam begitu saja"
"Jangan terlalu cepat bertindak karena, kekuatan kita sekarang bukan tandingannya saat ini" Ucap Raynare setuju dan ingin menyelidiki tentang Kuroka "tapi, kita harus tetap Curiga kepadanya karena Orang itu tak Jujur"
"Bukankah itu terlalu berlebihan namanya?" Ucap Asia meski Seorang Iblis tapi, sifatnya yang lembut membuatnya tak lepas dari kehidupan Biarawati dulu.
"Tak ada yang berlebihan karena, kita takkan membiarkan siapapun membahayakan Issei meski itu Orang terdekatnya sekalipun" Ucap Raynare dia takkan ragu menyerang siapapun meski kekuatannya masih rendah.
"Setuju!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Hutan
Kelompok Duo Gereja dan Juga Pihak Iblis mereka sekarang tengah bersembunyi di balik Pohon sambil memantau situasi Kondisi sebuah Bangunan berbentuk mangkuk yang dicurigai sebagai Tempat yang berbahaya dan yang dimaksud Issei sendiri merasakan Aura Superanatural dari dalam bangunan dan bisa dipastikan itu adalah Tempat yang dicari.
"Untuk sebuah Tempat yang memiliki kekuatan aku tak Pernah melihat ada Penjaga yang menjaga diluar" Ucap Issei tak melihat Apapun dari Kejauhan.
"Ada beberapa Kelompok Pendeta di dalam sana tapi, mereka lemah" Jawab Koneko yang ahli dalam merasakan Aura Orang lain meski sembunyi bakal ketahuan Juga.
"Jadi, kau berniat melawan mereka?" Tanya Saji yang tetap ikut meski resiko ini membuatnya terancam.
"Yah, aku rasa kita bisa serahkan ini Pada mereka berdua" Jawab Issei tak melihat Duo Gereja itu karena sudah maju terlebih dahulu tanpa diketahui oleh mereka.
"Lalu Apa Gunanya jika kita memakai ini?" Saji berkeluh kesah karena Jubah ini sangat merepotkan untuk bergerak atau berlari bebas bagi yang belum terbiasa "kalau mereka Pada akhirnya Langsung Maju aku fikir kita akan menyamar lebih dulu"
"Ahhh, mungkin ini hanya berguna untuk menutupi Aura Iblis kau yang bersifat sebentar" Jawab Issei hanya tertawa mencoba Humor meski Gak Lucu "kita hanya Pemeran Pembantu jadi ikuti saja yang terjadi"
"Kita tunggu Sinyal dari Mereka jika sudah terlihat maka kita akan langsung maju" Ucap Yumi sangat serius sekali dalam misi ini karena masalah Dendam Pribadi "karena aku sudah tak sabar ingin menghancurkan Pedang itu"
*Duarrrrr!
Terdengar Suara ledakan dari dalam bangunan itu Mereka melihat Asap yang mengepul keluar dan tanpa ragu Yumi langsung berlari cepat kesana setelah melihat sinyal itu dan Tiga Orang yang lain berlari menyusulnya.
Issei melihat beberapa Orang yang tepar di tanah karena bekas sabetan Pedang dan dipastikan ini adalah beberapa Pendeta tingkat rendah dan melihat ke depan bangunan yang setengah Hancur, ada Juga Xenovia dan Irina siap dalam mode tempur dan di atas Bangunan itu ada sebuah Bayangan seseorang.
"Hmmmm! Siapa sangka Tamu tak diundang itu adalah Utusan dari Gereja Vatikan"
Muncul Bayangan itu berjalan mendekat, dia Seorang Kakek Tua Gendut, dengan Rambut keriting Beruban, mengenakan Peci Putih, Dan Kacamata Bulat dan Pakaian ala Gereja bisa dipastikan itu adalah Seorang Pastor yang berkhianat karena mustahil seseorang yang memiliki sifat keagamaan seperti itu bertingkah seperti Iblis.
"Balba Galliel Atas Nama Tuhan kau dihukum atas tindak kejahatan yang telah kau Perbuat" Teriak Irina cukup kencang.
"Aku ragu hal seperti itu bakal terjadi" Ucap Kakek Tua ini yang diketahui bernama Balba ini.
"Balba Galliel?... Grrr!" Yumi terlihat sangat marah sekali ketika mendengar nama itu dan sudah jelas sekali dia memang memiliki masalah dengan Kakek Tua itu.
Issei bisa melihat Ekspresi Yumi yang berubah drastis sekali ketika menyebut nama itu Ekspresi Wajahnya sangat marah dan Dendam yang ditahan dan ingin segera dilepaskan yang dia tau Gadis dan Pastor itu memiliki Hubungan masa lalu yang tak bagus tapi, dia tak berani menanyakan hal itu sekarang.
"Akan aku bayar semua Dendam ini!" Ucap Yumi mengerang kesal dan dia langsung maju dengan cepat lalu menyerang Kakek Tua itu tapi.
*Trang!
Sebelum Yumi berhasil menebas musuhnya itu ada seseorang yang berhasil menahan serangan itu dengan Pedang juga dan ternyata Orang itu yang tak lain adalah tak bukan orang yang Pernah dia lawan di gereja, Seorang Pendeta Gila Berambut Perak dan Juga memiliki sifat mesum Parah yang melebihi Duo mesum di Academy Kuoh yaitu Freed Zelzan.
"Yo! Kita bertemu lagi Iblis kecil!" Freed menyeringai Gila dia mementalkan Serangan itu dan langsung menendang Yumi tapi, Gadis itu langsung cepat mundur.
'Dia lagi, menyebalkan sekali' Issei hanya mendengus sebal melihat Orang yang tak pantas Hidup ini dan memang salahnya juga membiarkannya Hidup pada Waktu itu karena dia terlalu fokus Pada Penyelamatan Asia dan mungkin untuk balas Dendam tapi, dia takkan takut sekali.
"Aku sudah bilang jangan muncul dan lakukan tugasmu saja" Ucap Balba menghela nafas kesal dengan tingkah Pendeta tak jelas seperti ini "kau jangan meremehkan aku karena tak seperti aku mudah dikalahkan oleh Mereka"
"Diam saja Boss! Karena aku ingin sesuatu yang menarik disini" Balas Freed tak Peduli dengan ocehan yang membuat telinganya sakit dan Juga dia sangat maniak sekali dengan Pertarungan "ohhhh, ternyata kita tak lama bertemu Iblis kecil?" dia menatap ke arah Issei.
"Yo, Pendeta mesum" Issei menyapa balik dengan nada sarkastik.
"Berhenti Freed, kita takkan bertarung sekarang jika kau ingin tunggulah sebentar Hingga waktu itu tiba" Ucap Balba tak mau banyak cari masalah karena rencana yang dia buat cukup lama akan Gagal "Baiklah, aku Pergi dulu dan tak lama kita takkan bertemu lagi" dia menghilang dalam sebuah Asap yang dibuat.
*Srrrrtttt! Srrratt!
"Maaf saja aku tak bisa membiarkan kau lolos begitu saja" Ucap Saji langsung mengaktifkan Sacred Gear miliknya itu dan membuat Freed tak bisa bergerak bebas "karena tak bagus membiarkan Semua Pelaku kabur begitu saja"
"Tch! Apa-apaan ini, hal Bodoh yang kau lakukan takkan mempan kepadaku" Freed mencoba berontak dan tubuhnya terasa dihisap meski sangat kecil tapi, itu tak berpengaruh kepadanya akhirnya dia berhasil lepas dari Tehknik itu "hah! Sampai Jumpa lagi Bocah!" Dia berlari cepat menghilang.
"Tch! Payah!" Saji menggerutu kesal karena tak berguna sama sekali.
"Takkan aku biarkan lolos kalian!" Teriak Xenovia dan langsung berlari mengejar mereka dan disusul Irina
"Sial, dia lolos!" Yumi yang masih menyimpan Dendam itu tanpa berfikir langsung mengejar Mereka meninggalkan tiga Orang temannya.
Issei hanya melihat Sacred Gear Saji yang berbentuk seperti Jam tangan berwarna Hitam dan ada Matanya Juga terlepas dari bentuknya seperti yang Draig bilang bahwa kekuatan Saji masih melemah bahkan Freed dengan mudah lepas dari Jeratan Tali yang melilitnya tadi tapi, menurutnya itu seperti tehknik khusus yang bukan hanya mengikat lawan saja.
"Astaga, apa yang terjadi disini?"
"Bisa kalian jelaskan kenapa bertindak seenaknya?"
Dan muncul lingkaran sihir di depan Mereka dan ada Dua dengan berbeda Warna Issei sudah tau dengan yang warna merah tapi untuk biru dia kurang kenal tapi, sedikit terkejut melihat Ekspresi Saji yang langsung gemetar ketakutan dengan bulir keringat yang membasahi seluruh tubuh seolah melihat seseorang yang lebih kuat darinya mungkin dia tau siapa Pemilik lingkaran sihir biru ini.
Dan tak lama muncul Rias bersama dengan Akeno tapi, Issei Agak terkejut dengan kedatangan Ketua dan Wakil Ketua Osis Souna dan Tsubaki mungkin alasan Mereka kesini adalah Saji dia merasa tak enak mengajak Lelaki Pirang itu ke dalam Masalahnya padahal dia hanya meminta bantuan mencari Duo Gereja itu.
"Saji, apa yang terjadi disini dan bisa kau jelaskan Padaku?" Ucap Souna dengan nada dingin bisa dipastikan Gadis ini sedang marah "kenapa kau tiba-tiba melakukan hal seenaknya tanpa sepengetahuan dariku"
"A-anu Ka-kaichou! Ini se-semua sa-salah Hyoudou ya-yang mengajakku terlibat da-dalam masalah ini" Jawab Saji Panik tak karuan karena Orang yang dia kagumi menatapnya dengan wajah dingin sekali "A-aku dipaksa O-olehnya u-untuk ikut da-dalam se-seperti ini!" dan dia tak ingin terkena efek kemarahan dari Kaichou.
"Astaga, Saji kau sudah jelas salah malahan menyalahkan Orang lain itu benar-benar tak baik sekali" Ucap Souna melipat tangannya Ekspresi wajahnya tak berubah sama sekali "apa kau ingin mencoba membohongi aku?"
"Ti-tidak Kaichou aku benar-benar Jujur!" Jawab Saji dengan wajah memohon dan ingin mencari alasan lain Agar tak dapat Hukuman.
"Berhenti mengelak dan sekarang terima Hukuman atas Perbuatan kau" Ucap Souna mengangkat tangan dan tampak lingkaran sihir di telapak Tangan "dan tunjukan Pantatmu Hukuman kau adalah 1000 Tamparan dan harus berteriak kencang"
"Baik!" Saji sudah Pasrah dan menurut saja.
[Ini benar-benar lucu sekali aku tak menyangka nasib Vritra sangat buruk sekali Hahahaha!]
(Aku berani bertaruh Vritra sangat malu sekali dengan hal itu hahahaha)
Issei tak bisa menyembunyikan rasa kasihan terhadap Saji harus menerima Hukuman yang memalukan seperti itu jika semua Orang melihat itu yang ada bakal Mati karena rasa malu sementara Dua Naga ini masih sibuk tertawa keras dengan Pemandangan ini dan mereka benar-benar senang tertawa di atas Penderitaan Naga lain, itu sungguh Kejam.
"Koneko, kenapa kau melakukan itu?" Tanya Rias dengan nada lembut berbeda sekali dengan Souna yang terdengar sangat marah.
"Aku hanya ingin membantu menyelesaikan masalah Yumi-Senpai karena aku tak ingin dia murung terus" Jawab Koneko dengan kepala tertunduk.
"Kalau begitu baiklah aku mengerti sekarang" Rias langsung memeluk Gadis kecil itu dengan erat "tapi, sebagai tingkahmu yang seenaknya kau harus dihukum 1000 Tamparan Pantat yah?!" Koneko langsung menurut saja.
"Sudah, Rias cukup dengan Hukuman karena ini Semua salahku yang membiarkannya ikut" Ucap Issei memberi Pembelaan dia tak ingin Gadis itu terkena Hukuman yang bukan salahnya sama sekali "dan Juga berhenti seperti itu kau harus bisa mengerti tentang Perasaan ingin menolong Orang lain"
"Baiklah aku berhenti" Rias menurut dan tak jadi memberi Hukuman Pada Gadis itu "tapi, bisa kau jelaskan Semua yang terjadi?"
"Jadi begini.." Issei mulai menjelaskan dari awal.
'Menarik fufufu!' Akeno tertawa kecil karena melihat Rias langsung menurut begitu saja biasanya dia akan keras kepala dan tak mau diperintah tapi, sifat itu berubah ketika bersama Issei seolah Seorang Istri yang menuruti Perintah suami.
"KAICHOU INI TAK ADIL! KENAPA MEREKA TAK DIHUKUM!"
"JANGAN SAMAKAN AKU DENGAN RIAS KARENA KITA BERBEDA JADILAH PRIA DAN TERIMA HUKUMANMU!"
"AKU MINTA MAAF KAICHOU!"
"DITOLAK!"
Pada akhirnya terdengar suara teriakan Saji yang sedang menjalani masa hukuman sementara Draig dan Albion tak Pernah berhenti tertawa karena sang Pemilik Vritra dihukum dan dipermalukan seperti Seorang Bocah kecil.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Jalan Kota
Setelah kejadian tadi Mereka Semua kembali ke rumah masing-masing tapi, Issei masih kefikiran tentang Saji yang menerima Hukuman itu dan dapat dipastikan tak bisa tiduran atau Duduk Hingga besok mengingat Jumlah Tamparan yang diterima dan Kedua Partnernya yang masih saja tertawa soal kejadian tadi dan sisa dari Kejadian itu sudah dibereskan oleh Rias.
Selain itu dia masih kefikiran tentang Tiga Orang yang mengejar musuh itu, apakah mereka baik-baik saja atau ada sesuatu yang buruk terjadi, karena dia tak yakin hanya Mereka saja yang membuat masalah di kota ini Pasti Mereka memiliki Perlindungan dari Orang yang kuat.
Issei Pulang dari Swalayan membeli beberapa makanan Ringan alasan dia ke Tempat itu karena Handphone miliknya Penuh dengan Notif Pesan dan Panggilan tak terjawab dari Tiga Wanita Penghuni Rumahnya itu yah, semenjak tinggal di kediaman Hyoudou ketiga Wanita itu dibelikan Handphone untuk sekedar mudah berkomunikasi dan dia tak aneh mereka cepat menguasai itu.
Yah, Issei memilih membalas Pesan Mereka dan menyuruh untuk menunggu sebentar lagi tapi, di Perjalanan dia melihat ada seseorang yang terlihat banyak sekali membawa barang belanja sendiri dengan kepayahan agar tak terjatuh, dia tak tega lalu membantunya.
"Ahhhh, terima kasih Tuan aku sungguh kerepotan tadi jika tak ada kau" Ucap Lelaki itu terdengar senang dan kembali berjalan lancar.
"Jika membawa barang sebanyak ini kau seharusnya menggunakan Motor atau Mobil" Ucap Issei memberi Usulan "karena itu akan memudahkan kau"
"Terima kasih saran kau tapi, sayangnya aku tak begitu banyak memiliki Uang untuk membeli kendaraan hahahaha" Jawab Lelaki itu dengan tertawa lepas "selain itu jarak Apartemen Tempat aku tinggal tak jauh hanya terhalang 5 rumah dari sini"
"Ohhhh!"
Dan memang benar setelah beberapa menit berjalan Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah Apartemen Tua yang masih kokoh berdiri.
"Ahhh, terima kasih anak muda aku tertolong" Ucap Lelaki itu.
Issei bisa melihat wajah Lelaki itu sekitar berumur di atas 30 tahun, dengan Rambut Pendek Coklat Gelap, dengan warna Kuning di bagian Poni Depan, Mata berwarna Ungu, dengan bulu Di sekitar Dagu, dia merasakan Aura kuat dari Lelaki ini tapi memilih bungkam saja.
"Tidak masalah aku hanya kebetulan lewat dan melihat kau repot jadi aku tolong" Balas Issei dia melihat Jam di Handphone "Baiklah, aku rasa harus segera Pulang karena Ibuku sedang menunggu" dia membungkuk lalu berjalan Pergi.
"Okay, aku tak keberatan jika kau berkunjung kemari lagi!" Teriak Lelaki itu "jadi, tinggal datang saja kemari!"
"Tentu!" Balas Issei melambaikan tangan.
Lelaki itu menyeringai setelah melihat Issei Pergi dan Pasti ada sesuatu yang membuatnya tertarik.
"Siapa sangka aku bertemu dengannya di Tempat seperti ini sang Hakuryuukou"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Academy Kuoh
Hari yang biasa di kelas ini dan tak ada yang spesial sama sekali, Issei menikmati bekal makan siangnya ditemani dua Gadis Cantik yang satu Datenshi dan yang satu lagi adalah Mantan Biarawati hal seperti ini adalah sebuah Anugrah dan diidamkan bagi setiap Lelaki di dunia ini atau bisa dibilang dia tengah diberikan makanan.
"Ise-Kun buka mulutmu katakan Ahhh!" Ucap Raynare sedang dalam mode Yuuma tengah menyuapi Issei menggunakan sumpit sebenarnya mereka dibekali Kotak makan siang masing-masing tapi, Gadis ini lebih suka makan bersama "sedikit lebih lebar lagi jadi, sulit nih memasukan ini"
"Ahhhhhh!" Issei menurut dan membuka Mulut lalu melahap makanan yang masuk ke dalam mulutnya dan rasanya cukup enak Juga.
"Uhhhh! Padahal aku juga Punya bekal makan siang" Ucap Asia terlihat ingin bergabung dengan hal romantis itu tapi, dia bingung harus berbicara apa dan agak memiliki sifat malu "aku ingin makan bersama Juga"
"Ayo, kemari saja kita makan bersama Juga" Issei mengajaknya jika dia tak bicara bakal dipastikan Gadis Berambut Pirang itu akan diam saja disana tanpa melakukan Apapun.
"Issei-San tolong buka mulutmu" Ucap Asia meniru hal yang sama seperti Gadis Berambut Hitam tadi lakukan dan menyuapinya.
Issei menerima dan sudah dia duga rasanya sama-sama enak sekali dan mirip sekali dengan masakan yang sering ibunya buatkan yah, semenjak Mereka tinggal di tempatnya Awalnya Mereka tak bisa memasak sama sekali tapi, terlihat Ibunya secara Perlahan mengajari Mereka dengan alasan untuk menjadi Istri yang baik tapi, Issei sendiri tak mempermasalahkan hal ini malahan senang ada yang membantu Ibunya Agar tak terlalu kerepotan.
Mereka melakukan hal romantis itu di dalam Kelas tak Peduli dengan Murid-murid yang masih disini tapi, tetap saja ada yang tak suka dengan tingkah laku Mereka bertiga yah, siapa lagi kalau bukan Sahabat yang memiliki Julukan Duo mesum itu.
"Jangan sedih Motohama! Kau bisa memukul Issei setelah Pulang Sekolah nanti" Ucap Matsuda dengan Air mata berlinang sedih karena keberuntungan tak memihak kepadanya "sialan kau Issei! Bisa-bisanya bermesraan seperti itu kau membuat kita Iri! Ohhh Tuhan! Kenapa Hidup ini tak adil sama sekali"
"Hahhh! Ayolah kita Pergi, aku sudah menemukan sebuah Tempat Rahasia tersembunyi" Ucap Motohama mengusap Air matanya mungkin yang dia maksud adalah Tempat mengintip para Gadis "ini sebagai Hiburan kita karena Issei tak mau berbagi kebahagiaannya dan itu membuatku kesal!"
"Aku setuju!"
Dan Mereka berdua berlari Pergi keluar dengan maksud mengintip para Gadis.
"Anu, Issei-San setelah Pulang sekolah nanti kau di suruh ke ruang Klub katanya soal masalah kemarin" Ucap Asia barus teringat karena dititip sebuah Pesan.
"Baiklah, Aku akan kesana" Balas Issei.
"Aku dengar si Pendeta Bejat itu Hidup lagi huh?" Tanya Raynare yang dia dengar dari Issei sendiri dan ingin memastikan Apakah Orang itu masih hidup karena selama dengannya waktu belum bertemu dengan Issei cukup membuat Dirinya Jengkel dengan tingkah Mesum yang sudah lewat batas "Jika, itu benar berarti aku ingin sekali membunuhnya" dia tampaknya bisa Balas Dendam.
"Yah, aku memang lihat sendiri dia memang masih hidup" Jawab Issei karena dia hanya mengalahkannya bukan membunuhnya "dia langsung kabur setelah kita menyelamatkan Asia jadi aku tak sempat membunuhnya"
"Aku harap dia cepat dihukum" Ucap Asia masih takut mengingat kejadian itu yang sudah cukup lama terlewat tapi, tetap saja tak bisa dia lupakan perlakuan senonoh terhadap dirinya.
"Yah, Pokoknya kau harus berhati-hati saja dalam bertindak dan jangan terlalu gegabah" Raynare tersenyum dan memegang kepalanya sambil mengelus Rambutnya "aku tau kau kuat tapi, jangan terlalu menimbulkan banyak masalah karena kau masih Manusia yang sudah Pasti bakal terluka dan aku tak ingin itu terjadi"
"Tak masalah karena aku tau apa yang harus dilakukan" Balas Issei tersenyum.
Mereka mendekatkan wajah Mereka dan akhirnya membuka Mulut dan saling menyatu dalam Ciuman, Mereka saling bertukar mulut dan terdengar desahan dari Gadis itu tapi Mereka tetap terus melakukan itu dan tak Peduli jika ada yang melihat beberapa menit kemudian mereka lepaskan untuk mengambil nafas.
Raynare Blush merah di wajahnya karena ini masih sama dengan Issei yang selalu mendominasi ketika seperti ini "kau, seperti biasa Pencium yang terbaik dan aku selalu kalah" dia tersenyum Jahil melihat Gadis Pirang itu blush Juga "lihat Ise-Kun Asia-Chan jadi Cemburu jadi, kenapa kau tak berikan Ciuman juga?"
"Akan aku lakukan" Jawab Issei langsung menarik kepala Asia dan menciumnya di bagian Pipi, alasannya melakukan itu karena dia takkan memaksa jika Gadis itu tak ingin mencium di Mulut.
"Te-terima ka-kasih Issei-San" Ucap Asia Gugup dengan wajah memerah malu karena tindakan secara tiba-tiba itu tapi, itu tak jadi masalah malahan membuatnya senang.
Untung saja bagi Mereka benar-benar tak ada yang melihat kejadian ini jika ada bakal terjadi kehebohan besar dan mereka kembali melanjutkan Makan siang yang sempat tertunda sebentar.
.
.
.
.
.
- Bukit ( Sore Hari )
Grup Rias sekarang bersama Issei menelusuri Tempat ini karena setelah kejadian kemarin malam Gadis itu tak bisa membiarkan Para Musuh bertindak seenaknya di Kota Kuoh atau masih daerah Wilayahnya dan ada yang membuatnya terkejut adalah Kelompok Souna yang ikut serta meski tak Semua tapi, Alasan Gadis Berambut Hitam itu adalah ingin membantu temannya.
"Bagaimana Kondisi keadaan kau?" Tanya Issei kepada Lelaki Pirang itu yang ikut serta dalam pencarian ini.
"Yah, agak mendingan sih" Jawab Saji memegang Pantatnya tampaknya efek dari Hukuman itu masih terasa sekarang.
"Kau, yakin ada di sekitar sini Rias?" Tanya Souna jika level musuhnya sedikit lebih tinggi maka dia tak bisa diam begitu saja.
"Yah, menurut Familiarku yang merasakan ada Pertarungan di sekitar sini" Jawab Rias.
"Entah, aku yang salah lihat atau memang ada seseorang yang tergeletak di tanah?" Saji menunjuk yang dimaksud dan memang benar itu adalah Seseorang dan jaraknya agak jauh dari lokasi Mereka berdiri.
Issei langsung berjalan mendekatinya karena merasa tak asing dan memang benar itu adalah Teman masa kecilnya "Irina! Bagaimana bisa!" dia langsung berlari menghampirinya dan Kondisi Tubuh Gadis Berambut Jingga itu cukup parah dengan banyak luka sabetan Pedang dan Juga Irina terlihat tak sadarkan diri.
"Aku rasa memang ada sebuah Pertarungan disini" Ucap Akeno mengawasi sekitar.
"Coba biar aku sembuhkan!" Ucap Asia langsung menyembuhkan Gadis itu dengan kekuatannya namun, tak ada hasil yang menunjukan baik-baik saja "Ughh! Lukanya terlalu banyak dan dalam selain itu dia cukup lama menahan luka ini" dia tak bisa berbuat banyak.
"Serahkan Gadis itu kepada kita dan biarkan kita yang menyembuhkannya" Ucap Souna mengambil tindakan dan dia menoleh ke belakang "Hey, Tsubaki bisa kau bawa dia ke Tempat Aku biar disembuhkan disana?"
"Baik" Jawab Tsubaki membawa Irina dan langsung menghilang dalam lingkaran sihir.
!
Beberapa Saat kemudian langit Perlahan menjadi Biru Gelap yang tak beraturan, Issei sudah tau apa yang bakal muncul nanti dan tak lama sebuah Hujan Tombak Cahaya kecil bergerak ke arah Mereka, ketiga Gadis ini bisa melindungi diri Mereka dengan Perisai Sihir sementara Saji dan Issei berlari menjauh sambil menarik Asia yang sedari tadi bengong saja.
"Kita bertemu Juga pada akhirnya Adik Raja Iblis Lucifer dan Juga Adik Maou Leviathan"
Issei melihat ada seseorang yang berada di atas langit tengah duduk di kursi terbang dan sudah diduga bahwa Orang itu Adalah Malaikat Jatuh tapi tingkatannya lebih tinggi, dengan Wajah buruk, Gigi Seperti Hiu, dan Mata merah Tajam, dengan kuping Panjang bisa dipastikan Orang ini benar-benar Pembuat masalah.
"Jadi, Gadis itu umpan untuk memancing kita" Ucap Souna yang langsung sadar dengan tadi.
"Seperti yang diharapkan dari Keturunan Keluarga Sitri yang Pintar" Ucap Lelaki itu dengan Sarkastik entah bermaksud mengejek atau merendahkan.
"Apa yang kau lakukan di wilayahku Malaikat Sesat?!" Rias Memberi Deathglare.
"Ow! Ow! Cukup seram untuk Adik Seorang Raja Iblis tapi, izinkan aku Memperkenalkan diri namaku Kokkabiel mungkin Pihak Iblis sudah tak asing dengan nama itu" Ucap Lelaki itu menunjukan 10 Pasang Sayap Hitam yang mengembang "dan tujuan aku tak berbelit hanya untuk Perang itu kembali?"
"Kau sudah Gila? Berapa banyak Yang jadi Korban dari Semua Pihak!" Rias sulit mempercayai dengan alasan absurd "tapi, aku tak bisa membiarkan itu terjadi" dia melepaskan kekuatan 'Power Destruction' dalam sekala kecil.
Kokkabiel dapat menahan itu dengan mudah sekali "tak ada yang Gila setelah Genjatan Senjata itu dan aku merasa tak Puas sekali" dia mengangkat tangannya dengan maksud memberi serangan "tapi, jika kalian ingin tau lebih banyak lagi temui aku di kota" dia langsung menghilang dan memberi serangan Hujan Tombak Cahaya.
Souna dengan mudah menahan serangan itu "Sial! Kita tak bisa membiarkannya bertindak seenaknya saja" Wajahnya terlihat sangat Panik sekali.
"Kaichou lihat itu!" Saji menunjuk ke arah kota dan muncul sebuah Pilar Cahaya yang menjulang ke langit.
"Sial, dia sudah bergerak sekarang!" Souna bertingkah lebih beda dari biasanya, Wajahnya yang selalu kalem kini Panik dan Gelisah "kita harus menghentikannya karena Malaikat Jatuh dengan tingkatan kekuatan seperti itu bisa menghancurkan satu kota"
"Aku setuju, kita tahan dia" Rias langsung menghilang dan disusul yang lain meninggalkan Issei dan Asia berdua sendirian.
"Issei-San Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Asia sangat cemas sekali.
"Tenang saja, itu bukan berarti aku bakal membiarkan Wajah Jelek itu bertindak sesuka hati" Jawab Issei tetap tenang disaat Orang lain sangat Panik sekali "tapi, aku takkan mengikuti rencana Mereka karena aku Punya rencana sendiri untuk menghajarnya tapi, kau harus membantu aku sedikit"
"Baiklah" Asia mengangguk menurut.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Di Atas Sebuah Gedung
Tampak siluet Bayangan yang tak begitu Jelas bentuk dan rupanya tengah berdiri di atas Gedung dan memandang Academy Kuoh yang muncul sebuah Pilar Cahaya secara tiba-tiba dan dia hanya diam saja tak bergeming dari sana.
"Aku rasa itu dia, jadi sebaiknya aku lebih baik funggu saja"
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Dan Juga akhirnya selesai lagi aku bersyukur masih diberi kesehatan untuk terus menulis lagi dan tetap Pantau terus fic ini yah see ya!
Pm
RnR
