Main pairing : Park Chanyeol x Oh Sehun

Disclaimer : author cuma minjem nama2 member EXO yang disebutkan di sini

Warning : Yaoi, BL, mungkin typo dan gak ngikuti aturan EYD sama sekali


Pagi sudah tiba dan Sehun kembali terbangun di apartemen Minho. Lagi-lagi Sehun menjadi salah tingkah mengingat kecupan dari Minho semalam.

Sehun sudah selesai mandi dan mau pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Ia teringat sejak semalam belum menyalakan ponselnya lagi karena baterai sedang habis. Sehun mengambil ponselnya di kamar dan menyalakannya setelah baterai sudah terisi penuh. Ada beberapa notifikasi pesan dan panggilan masuk yang tak terjawab. Sebagian dari Chanyeol dan ada pesan dari ibu Chanyeol. Sehun teringat semalam dia berniat menghubungi ibu Chanyeol. Sehun membaca pesan masuk dari ibu Chanyeol dan ia sungguh terkejut dengan isinya. Sehun menyambar dompetnya dan berlari keluar kamar.

"Sehun ada apa? Kenapa terburu-buru?" Minho sedang duduk santai di depan televisi.

"Chanyeol hyung…" Sehun tampak panik.

"Ada apa dengan Chanyeol?" Minho beranjak dan mengusap punggung Sehun untuk membuatnya tenang.

"Chan hyung kecelakaan! Dan bodohnya ponselku semalam mati. Ibu Chanyeol hyung sudah menghubungiku sejak semalam dan aku malah dengan enaknya terlelap dalam tidur.. aku harus pergi!" Sehun semakin frustasi.

"Hei.. sini biar ku antar kau ke rumah sakit"

xxxxx

Setibanya di rumah sakit, Sehun segera berlari mencari kamar di mana Chanyeol di rawat dan Minho mengekor di belakangnya.

Sehun menghentikan langkahnya ketika melihat dari jendela ada Kyungsoo, Baekhyun, dan Jongdae di dalam kamar Chanyeol. Chanyeol sendiri sedang duduk bersandar di atas tempat tidur.

"Kenapa berhenti?" tanya Minho.

"Sudah ada yang menemani Chanyeol hyung.." maksud hati Sehun adalah menunjuk pada Baekhyun.

"Hei.. bukankah kau tadi begitu panik? Ayo ku antar ke dalam.."

Sehun memandang Minho dengan ragu-ragu.

"Jangan pikirkan dulu masalah yang terjadi di antara kalian kalau kau memang berniat menjenguknya." Minho tersenyum meyakinkan pada Sehun kalau akan baik-baik saja.

Sehun berdiri di depan pintu yang sudah terbuka dan Minho merangkul bahunya.

"Sehun?!" Chanyeol berusaha menegakkan duduknya dan tampak meringis menahan sakit.

Sehun masih tampak ragu untuk masuk terlebih lagi ada pandangan tak suka dari Baekhyun.

"Kemarilah Sehun.. Minho hyung.." Kyungsoo mengajak masuk.

"Hai hyung, maaf aku terlambat mengetahui berita tentangmu" kata Sehun tapi tak berani menatap Chanyeol.

"Bagaimana keadaanmu Chanyeol?" sambung Minho.

"Bahu kananku terluka. Aku jatuh dari motorku dan aku baru saja operasi" jawab Chanyeol.

"Op.. operasi? Begitu parah kah?" Sehun menatap perban yang menutupi bekas luka yang sedikit terlihat di balik baju Chanyeol.

"Gara-gara kau Chanyeol jadi terluka seperti ini!" jawab Baekhyun ketus.

"Baek, sudahlah. Aku tidak apa-apa. Aku masih selamat dan aku tidak cacat. Aku tidak menyalahkan siapapun dan jangan menyalahkan Sehun." Chanyeol berkata tegas.

Baekhyun hanya memandang tajam ke arah Sehun.

"Tapi kau kecelakaan karena kau mencarinya kan semalam?! Lalu apa kalau bukan karena dia?!" Baekhyung berbicara masih dengan nada tinggi.

"Sudahlah.. aku tak mau berdebat lagi. Aku tidak menyalahkan Sehun."

"Sehun!" tiba-tiba ibu Chanyeol datang.

Sehun langsung menghambur dan memeluknya.

"Ibu maaf. Aku baru membaca pesan dari ibu. Kalau dari semalam aku tahu pasti aku akan menemani ibu."

"Tidak apa-apa Sehun. Kondisi Chanyeol juga tidak terlalu parah, hanya ada patah sedikit di bagian bahunya" ibu Chanyeol mengusap punggung Sehun dengan lembut.

"Lalu kapan Chan hyung bisa pulang?"

"Sebentar lagi dokter akan datang melihat kondisinya, kalau dia baik berarti hari ini sudah bisa pulang"

Tak lama kemudian dokter yang dimaksud datang untuk memeriksa Chanyeol. Sehun memilih menunggu di luar kamar dan duduk di sebuah bangku yang tak jauh dari situ. Minho ikut duduk mendampinginya.

"Sehun.." Minho menggenggam tangan Sehun dengan lembut, ia melihat Sehun sedang tidak fokus, seperti orang banyak pikiran.

"Ada apa hyung?"

"Soal waktu omonganku waktu itu.. sebaiknya kau lupakan saja ya.."

"Eh, yang mana?"

"Soal perasaanku padamu, dan aku minta maaf sudah menciummu semalam"

"Maksud hyung apa?"

"Aku memang tidak mengerti apa masalahmu dengan Chanyeol, tapi yang ku baca dari dirimu adalah kau masih menyayanginya meski dia sudah menyakitimu. Melihat kedekatanmu dengan Chanyeol, aku tahu kau suka padanya dan aku rasa aku tak akan bisa merebutmu darinya. Jadi lupakan saja perasaanku padamu.." Minho menghela nafas panjang dan mengusap punggung tangan Sehun.

"Hyung.." Sehun kehabisan kata-kata. Ia sungguh tak tega terhadap Minho yang sudah sangat baik padanya tapi ia juga tak tahu bagaimana perasaan Chanyeol padanya mengingat ciumannya waktu itu dengan Baekhyun. Yang Sehun yakini keduanya sedang berkencan.

"Aku yakin kalau Chanyeol memiliki perasaan yang sama terhadap dirimu, selesaikanlah masalah kalian dan jangan kabur lagi dari rumah" Minho tersenyum dibalik rasa beratnya untuk mengikhlaskan Sehun.

"Bagaimana hyung tahu?" Sehun tampak semakin bingung.

"Kalau dia tidak menyukaimu, mengapa dia harus mengejarmu bahkan berlutut dihadapanmu dan memohon agar kau kembali ke rumah? Percaya padaku.. aku tidak apa-apa, tapi kalau kau membutuhkanku, jangan sungkan untuk menghubungiku. Aku akan ada untukmu.."

"Terima kasih hyung. Maaf jadi seperti ini"

"Kalau begitu aku pulang saja ya. Habiskan waktumu dengan Chanyeol. Jaga dia.." Minho bangun dari duduknya dan mengusap kepala Sehun sejenak.

"Hyung.. boleh aku memelukmu sekali lagi?"

Minho pun mendekap erat tubuh Sehun yang rasanya sudah seperti momen perpisahan saja.

"Sudah kembalilah ke dalam. Dia pasti menunggumu. Kalau dia bertanya, bilang saja aku ada keperluan dan titip salam saja untuknya.."

Sehun memandangi punggung Minho yang terus menjauh dan kemudian menghilang masuk ke dalam lift sebelum akhirnya kembali menuju Chanyeol.

"Chanyeol sudah bisa pulang, tinggal rawat jalan saja beberapa hari ke depan. Ibu mengurus administrasi dulu ya.." kata ibu Chanyeol ketika Sehun kembali masuk ke dalam kamar.

"Bisakah kalian memberiku waktu sejenak? Aku ingin bicara berdua dengan Sehun.." pinta Chanyeol pada ketiga temannya yang masih ada di sampingnya.

Setelah Jongdae, Baekhyun, dan Kyungsoo pergi ke luar, Sehun berjalan mendekati Chanyeol.

"Kemarilah.." Chanyeol meminta Sehun untuk duduk di sisi kirinya, di sisi bahu yang tidak terluka.

"Apa ada bagian lain yang juga terluka?"

"Badanku rasanya sakit semua dan mungkin di kakiku akan muncul lebam karena tertindih motor.."

"Maaf ya karena aku jadi begini.." Sehun tertunduk, hatinya ikut sakit melihat Chanyeol terluka.

"Hei, sudah ku katakan aku tidak menyalahkanmu. Siapa yang tahu datangnya musibah. Bersyukurlah aku masih hidup" di usapnya pipi Sehun dengan lembut.

Seketika saja Sehun langsung memeluk Chanyeol begitu mendengar kata-kata 'aku masih hidup'.

"Aww.. sakit Sehun, pelan-pelan.."

Sehun melepaskan pelukannya dan melihat Chanyeol meringis menahan nyeri di tubuhnya.

"Maaf.. aku hanya tidak bisa membayangkan kalau kau.."

"Apa?"

"Kalau kau mati.." sambung Sehun.

"Sehun", digenggamnya tangan Sehun dengan erat, "Maafkan aku waktu itu.."

"Sudahlah hyung, aku mengerti. Aku tidak apa-apa. Ini bukan saat yang tepat untuk membicarakannya. Aku hanya ingin kau kembali sehat saja dulu.." terlintas lagi bayangan bagaimana ketika Chanyeol dan Baekhyun berciuman di pikiran Sehun.

Suara Sehun agak bergetar, berusaha menahan agat tangisnya tidak tumpah.

"Aku hanya ingin segera menyelesaikannya, Sehun. Dengarkan aku.."

Chanyeol menyentuh pipi Sehun dan membuat kedua mata mereka saling berpandangan.

"Maaf aku terlambat menyadarinya tapi lebih baik aku mengatakannya sekarang. Aku tidak mau menunda lagi. Aku mencintaimu.."

Sehun terdiam tak berkedip, tak percaya apa yang dia dengar.

"T.. tapi Baekhyun.. hyung?"

Chanyeol menggeleng, "Kau mengira aku berpacaran dengannya kan? Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya, Sehunnie.."

"Dan ciuman itu?"

"Itu kebodohanku. Aku akui aku memang pernah menyukainya tapi dia terlalu lama menggantungkan perasaanku. Sejak kau datang, perlahan semua mulai berubah. Sebenarnya waktu itu dia yang menciumku terlebih dahulu tapi yang terlintas dipikiranku saat itu adalah kau. Maafkan aku, Sehun. aku tak bermaksud membodohi atau mempermainkanmu, hanya caraku saja yang salah.."

Sehun menghela nafas panjang.

"Maaf juga aku sudah kabur dari rumah dan membuat ibu dan ayah khawatir."

"Jadi kau memaafkanku?"

Sehun mengangguk. Ada lega dihatinya.

"Dan bagaimana kalau kita berpacaran? Kau masih suka padaku kan?" tanya Chanyeol dengan pedenya.

Sehun tersipu, pipinya bersemu merah dan salah tingkah.

"Sembuhkan dulu bahumu, baru pikirkan hal itu. Bukankah sudah ku bilang kesehatanmu itu.."

Belum Sehun menyelesaikan kata-katanya, Chanyeol sudah membungkamnya dengan ciuman. Bukan ciuman karena usil tapi karena memang kesungguhannya. Perlahan tapi pasti, Sehun membalasnya.

"I love you too, Sehun" Chanyeol tersenyum bahagia.

"Siapa yang bilang kalau aku mencintaimu?" elak Sehun.

"Kau peduli padaku memangnya bukan karena cinta? Terlebih lagi bawelmu sudah kembali, bukankah itu pertanda baik? Atau kau mau ku cium lagi?" Chanyeol menggoda Sehun yang sudah semakin salah tingkah.

"Huh.. apa-apaan ini? Tidak keren sama sekali.. menyatakan perasaan di rumah sakit. Padahal aku berharap di suatu tempat atau suasana romantis" gerutu Sehun.

"Sudah ku katakan, sebelum aku berubah pikiran lagi. Mumpung aku masih hidup juga.."

"Eh apa-apaan? Chanyeolku jangan mati!" Sehun memeluk Chanyeol lagi dan tak peduli kalau Chanyeol merintih kesakitan lagi.

"Apa kau bilang?"

"Apa?"

"Yang baru kau katakan tadi.. kau panggil aku apa?" Chanyeol menggoda Sehun lagi.

"Aku tidak bilang apa-apa.." kata Sehun pura-pura tidak paham.

"Ayolah katakan lagi.. aku menyukainya. Kau tidak bilang kau mencintaku dan kau tidak mau mengulangi kata-kata yang barusan juga. Menyedihkan sekali nasibku, terlebih lagi aku sudah terluka seperti ini.." kata Chanyeol sambil memasang tampang sedihnya.

Sehun sudah benar-benar memerah, Chanyeol membuatnya malu dan salah tingkah. Chanyeol tidak pernah gagal untuk selalu menggodanya.

"Iya.. iya.. I love you, Chanyeolku" kata Sehun sambil tertunduk malu.

"Sekali lagi dan tataplah aku.."

Sehun memandang Chanyeol dan mengulanginya sekali lagi, "I love you, Chanyeolku"

"Terima kasih Sehunie.."

Di luar sana, Baekhyun yang sedari tadi mengamati Chanyeol dan Sehun di dalam kamar harus menerima kekalahannya karena kesalahannya sendiri.

"Oke.. cukup drama romantisnya. Berarti seletah setelah kau sembuh kau harus mentraktir kita semua" kata Jongdae yang tiba-tiba masuk ke kamar lagi seenaknya.

"Traktir apa?" tanya Chanyeol pura-pura tidak tahu.

"Jangan kau kira kami tidak melihat apa yang kalian lakukan tadi.."

"Jadi kalian mengintip?"

"Kami tidak mengintip, hanya berjaga-jaga siapa tahu kau mencelakai Sehun." jawab Jongdae asal.

"Sehun.. aku minta maaf atas sikapku. Meski aku belum bisa menerima sepenuhnya, aku hanya bilang kau beruntung memiliki Chanyeol. Jaga dia.." kata Baekhyun.

"Maafkan juga kalau aku membuatmu kesal. Terima kasih.."

"Apa ibu melewatkan sesuatu?" tiba-tiba ibu Chanyeol kembali lagi ke dalam kamar.

"Sedikit, bu. Aku dan Sehun sudah berbaikan.." jawab Chanyeol.

"Lebih dari berbaikan malah.." kata Kyungsoo menimpali.

Chanyeol dan Sehun melotot bebarengan ke arah Kyungsoo.

"Bibi tak perlu jauh-jauh cari menantu.." tambah Jongdae lagi.

Chanyeol makin melotot tapi di sisi lain ibunya tampak tak mengerti.

"Jadi begini Bibi.. jadi Chanyeol dan Sehun sekarang.."

"Berkencan?" ibunya langsung menebak dan memandang anaknya yang telinganya sudah memerah.

Sehun yang ada di sampingnya juga tak kalah malu.

"Ah.. kalau begitu ibu tak perlu susah-susah mengawasi karena kita tinggal serumah, ibu tahu Sehun seperti apa dan yang paling penting ibu tidak perlu khawatir Chanyeol akan menghamili pacarnya, Sehun kan laki-laki" lalu ibu Chanyeol terkekeh.

Chanyeol dan Sehun sudah seperti kepiting rebus dan ibu dan ketiga temannya malah tertawa terbahak-bahak melihat dua sejoli yang masih baru itu.

"Oke..berarti malam ini akan ada tiga perayaan. Chanyeol pulang ke rumah dan dapat pacar baru, dan juga Sehun kembali ke rumah lagi. Ah.. senangnya hati ibu. Kalian bertiga mau ikut bergabung?" tanya ibu Chanyeol pada Kyungsoo, Baekhyun, dan Jongdae.

"Tidak.. tidak.. kami pergi saja. Kami tidak mau mengganggu acara keluarga. Ya kan?" tanya Jongdae pada Baekhyun dan Kyungsoo.

xxxxx

Benar saja ketika jam makan malam tiba, ibu Chanyeol sudah menyiapkan makan malam spesial. Memang semuanya memesan dari luar, terlalu lelah untuk masak sendiri setelah semalaman menemani Chanyeol di rumah sakit, tapi tetap terasa istimewa.

Seperti biasa, setelah selesai makan, Sehun akan membantu membereskan meja makan dan mencuci piring.

"Sehun.. letakkan saja semuanya di bak cuci. Kau tak usah mencucinya, biar ibu saja. Nikmatilah waktumu dengan Chanyeol.." goda ibu Chanyeol.

"Tapi.. aku kan sudah biasa membantu ibu.."

"Sudah sana.. temani saja Chanyeol.." ibu Chanyeol mengusirnya dari dapur.

"Mau ke mana?" tanya Chanyeol pada Sehun yang lewat di hadapannya.

"Membereskan kamarmu. Berantakan sekali.."

"Hehe.. maaf, waktu itu aku uring-uringan karena kau pergi jadi aku mengacak-acak semuanya.." jawab Chanyeol sambil mengusap tengkuk.

"Untung kau tidak mengacak-acak seluruh isi rumah.."

"Eh tunggu.. besok saja kalau mau membereskan kamarku, biar malam ini kita bisa tidur bersama di kamarmu" Chanyeol menyeringai nakal.

"Ya Sehun! Biar besok saja ibu yang bereskan! Kau pasti juga lelah, jadi beristirahatlah!" teriak ibu Chanyeol dari dapur.

"Tuh kan, ibu saja mendukungku. Jadi sekarang kemarilah, temani aku nonton TV. Aku rindu sekali padamu.."

Sehun akhirnya menurut, duduk di sebelah Chanyeol.

"Sayang, habis ini kita pergi tidur ya. Jangan ganggu pasangan baru!" teriak sang ayah pada ibu dan kemudian beranjak pergi ke kamarnya.

"Ayah.. ibu.. aku mencintai kalian!" balas Chanyeol.

Kini hanya mereka berdua yang duduk di depan televisi. Hening, hanya suara televisi yang tidak terlalu keras. Sehun canggung.

"Jangan kaku begitu.. aku kan tidak akan menyakitimu. Kau ini sudah seperti bertemu orang asing saja" kata Chanyeol lalu merangkul bahu Sehun.

"Jangan macam-macam kalau tidak mau luka jahitanmu terbuka" ancam Sehun.

"Terus saja bawel. Aku menyukainya, jauh lebih baik daripada kau mendiamkanku. Sudah pernah ku bilang kan?" dengan sengaja Chanyeol terus menggoda Sehun yang makin salah tingkah.

"Berhenti menggodaku.. kau sungguh menyebalkan!"

Chanyeol hanya terkekeh. Hatinya sungguh senang melihat Sehun sudah kembali seperti dulu.

"Apa kau tahu. Dulu ketika pertama kali kau bercanda menciumku, sebenarnya saat itulah kau mencuri ciuman pertamaku. Aku sempat merasa kau menyukaiku waktu itu, aku senang. Tapi ternyata aku salah, kau malah membuatku bimbang.." kata Sehun sambil bermain-main dengan jemari Chanyeol.

"Tadi aku sudah minta maaf padamu kan? Kalau begitu ku kembalikan lagi ciuman pertamamu.."

Chanyeol mencium bibir Sehun tanpa aba-aba, membuat Sehun bungkam. Meski badannya masih sakit, tapi Chanyeol tidak peduli. Dilumatnya bibir merah mungil itu dengan lembut dan tanpa ada penolakan dari pemiliknya. Sehun membalas kecupan itu dengan lembut.

"Jangan cari alasan kalau kau memang sengaja mau menciumku lagi. Dasar pencuri kesempatan!" lagi-lagi bawelnya Sehun muncul.

"Salah sendiri punya bibir yang menggoda. Hei, jangan pernah pergi lagi ya. Kau boleh marah padaku atau mendiamkan aku kalau aku tak sengaja menyakitimu, tapi jangan tinggalkan aku.." bisik Chanyeol.

Dan Sehun menjawab permintaan Chanyeol itu dengan sebuah kecupan lembut, sekali lagi.

"I love you.."


TBC - TBC - TBC


udah lega kan chanhun udah jadian? author jangan diomeli lagi yaa

kalo alur kecepetan ya biar deh yg penting readers ga marah2 lagi..wkwkwkwk

masi sisa satu chapter lagi kok..

ntar author kasi momen2 so sweet biar readers melting lagi, biar author disayang lagi hehe