NARUTO KUNOICHI NADESHIKO
Disclaimer : semua chara di fanfic ini bukan punya saya. Jadi jangan tanya saya .
Warning : typo berserakan, bahasa terserah author, female naruto (di fic ini naruto jadi perempuan), uciha naru, dan lain-lain.
Sumarry : Pada saat pembantaian klan uchiha naruto di bawa oleh kaa-sannya keluar konoha dan dia terdampar di pulau tempat desa nadeshiko dan membuang marga ucihanya agar tidak ada yang tau bahwa dia adalah uciha, bagaimana kehidupan naruto saat dia menjadi kunoichi di sana /fem naru /uchiha naru.
Chapter kemarin
Marah. Itulah yang ada di pikiran Naruto saat ini, bagaimana dia tidak marah jika hal yang paling di bencinya kembali di sebutkan, perlukah dia mengucapkannya sekali lagi bahwa yang paling di bencinya adalah saat wanita hanya di jadikan sebagai pemuas nafsu.
Itulah hal yang paling di bencinya, tapi kenapa hampir setiap pikiran penjahat yang dia temui pasti berpikiran seperti itu. (namanya juga penjahat naru-chan)
"Naru-chan,," teriak Serafall
Mendengar teriakan itu membuat naruto tersadar dari lamunannya, tapi dengan wajah yang masih menghadap ke bawah, narutopun memejamkan matanya untuk sekedar berkonsentrasi.
Beberpa detik kemudian naruto merasakan bahwa dagunya dicengkram dengan agak keras, setelah wajahnya yang pertama menunduk menjadi mengadah karena paksaan tangan itu.
Naruto yang merasa wajahnya menghadap agak ke ataspun membuka kelopak matanya dengan bergumam.
"sharinggan"
Mata hitam kelam Naruto pun berubah menjadi merah dengan enam tomoe melingkari lingkaran kecil di tengah semua tomoe itu, dan lingkaran hitam agak tebal menggabungkan seluruh tomoe itu.
Saat itu juga Kasim bersumpah melihat mata yang begitu indah dan mengerikan di saat bersamaan.
...
Chapter saat ini.
Mulai
'deg'
saat pandangan Kasim terarah ke mata Naruto dia merasakan sesuatu yang sulit di jelaskan oleh logika, sesaat setelahnya pandangan kasim menjadi kosong seperti tidak ada jiwa dalam tubuh itu.
Kejadian itu berlangsung selama sepuluh detik, sebelum Kasim membuat headseals.
"Doton: ganchuso" gumam kasim.
'srak' 'sraakk' 'sraakkk'
'jraass' 'jlebb' 'jlebb'
'arrrgghh' 'arrgghh' 'arrgghhh'
Di tempat para bandit itu muncul ratusan tombak tanah yang menusuk puluhan bandit, dan hanya menyisahkan, bandit yang memiliki reflek cukup tinggi yang merupakan missing nin dan beberapa bandit yang agak jauh dari ranjau tombak itu.
Kasim mengambil pedangnya, dan menebaskan pedang di tangannya ke tali yang mengikat tubuh Naruto.
Bandit yang tersisa hanya menatap bingung ketua mereka yang melepaskan salah satu gadis yang mereka tangkap.
"k-ketua kenapa kau melepaskannya,," tanya salah satu bandit
Untuk sesaat keadaan menjadi hening, namun tak lama setelah itu sang ketua bandit membalikkan badannya menghadap sisa dari para bandit itu.
Kini tampaklah alasannya ketua mereka berubah, dari pandangannya yang tampak hanya tatapan kosong dari ketua mereka.
"a-apa yang kau lakukan ke ketua kami j*lang" ucap salah satu missing nin, kepada naruto yang kini tampak jejak darah di pipi kirinya yang tadi mengalir karena menggunakan salah satu kartu AS-nya.
"kheh,,, kenapa tidak kalian tanya sendiri saja" ucap Naruto dengan acuh.
"dan Kasim, serang mereka" lanjut Naruto.
Seakan mendengar perintah dari tuannya kasim langsung melesat menuju para bandit yang tersisa dengan kecapatan jounin.
Bandit yang melihat sang ketua di kendaliakan layaknya boneka tentu saja marah, namun apa daya mereka tidak memiliki pilihan selain melawan ketua mereka sendiri.
"maafkan aku ketua" gumam salah satu bandit sebelum melesat menyerang ketuanya sendiri di ikuti yang lainnya.
.
Kasim datang dari depan dengan menebaskan pedang yang telah di aliri chakra secara horizoltal.
Namun berhasil di hindari oleh bandit itu dengan meloncatkan tubuhnya ke udara, namun tanpa pengetahuannya pedang tadi sudah berbalik arah yakni dari bawah kanan menuju ke kiri atas.
'craassss'
'bruk' 'brukk'
Terlambat menghindar, bandit tadipun terbelah menjadi dua secara diagonal, entah pedang itu yang terlalu tajam atau karena tubuh itu yang terlalu rapuh.
Suasana hening untuk beberapa saat, sebelum salah satu bandit kembali maju dan menusukkan pedangnya ke kasim.
Dengan lihai kasim menghindari serangan itu ke samping kanan, tak sampai di situ bandit lainnya kembali muncul dengan menebaskan senjata di tangannya secara vertical kearah kasim.
'cting'
'buakkk'
Namun kasim berhasil menangkisnya dengan pedang di tangannya, merasa saatnya membalas kasim menandang bandit tadi hingga tersungkur.
Seakan belum puas kasim kembali menyerang bandit itu dengan pedang yang di pegangnya dengan gaya menusuk.
Melihat temannya dalam bahaya bandit lain muncul, namun karena jaraknya yang cukup jauh bandit itupun terlambat menyelamatkan temannya.
'crasshhh'
Kembali satu orang tumbang dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya, kejadiannya begitu cepat sehingga tidak ada yang menyadarinya.
Kemudian kembali dua orang bandit maju dan setelah sampai dengan cepat mereka kembali menusukkan pedang mereka ke kasim, namun lagi-lagi kasim berhasil menghindar dengan menjongkokkan badannya, lalu dengan dengan cepat kasim berputar dan langsung menebas pedangnya pada ke dua bandit itu.
'crassshhhh' 'arrrgghhh'
Hari itu adalah pembantaian bagi para bandit di perbatasan barat kirigakure, di iringi dengan teriakan atau makian para bandit sebelum mereka tewas dengan mengenaskan.
…()()()…
Sore hari telah sampai di wailayah perbatasan barat kirigakure, naru dan serafall kini sudah pulih sepenuhnya.
Naruto pov
'Aku tak menyangka jika obat tidur yang mereka berikan ternyata memiliki efek yang lama, untung saja kami tidak bertemu dengan ninja desa lain'
'Aku yang sudah bisa menggerakkan semua anggota tubuhku merenggangkan badan, yah pegal juga jika seharian harus diam agar efek obat bius tadi lebih cepat habis'
'Efek obat tidur tadi bertambah karena aku menggunakan satu kartu AS ku, yaitu genjutsu yang membuat musuh berpihak pada kita tapi itu tak bertahan lama, karena sangat sulit untuk mengendalikannya'
'Tadi saja dia (kasim) hampir lolos dari genjutsu itu, tapi sebelum dia sepenuhnya lolos aku berhasil memperkuat genjutsunya dengan menghambat aliran chakra bergerak cepat di tubuhnya'.
Naruto pov end
Naruto memperhatikan sekeliing, namuan yang dilihatnya banyak warna merah agak kehitaman di sekitarnya dan juga puluhan tubuh, baik yang hanya ada luka memnjang ataupun yang kehilangan anggota badannya.
Melihat itu naruto sedikit mual, pasalnya dia juga merupakan perempuan, yang memang di takdirkan mempunyai hati lembut juga kuat, namun mengingat ini merupakan resiko menjadi konoichi maka wajah Naru berubah menjadi datar kembali, seakan tidak pernah melihat hal barusan.
Sedangkan Serafall sudah pulih terlebih dahulu, karena Serafall tidak menggunakan genjutsu seperti Naruto, dia (Serafall) tadi pergi untuk mencari air dan memeriksa sekitar tempat ini.
…()()()…
Tak berselang lama Serafall kembali namun dia tidak sendiri dia kembali dengan membawa beberapa wanita di belakangnya, para wanita di belakang Serafall hanya memakai selembar selimut yang menutupi tubuh mereka, karena Naruto melihat beberapa tubuh mereka terekspos cukup jelas.
'tap' 'tap' 'tap'
"bagaimana keadaanmu Naru-chan,,," Tanya Serafall setelah cukup dekat.
"umm,, aku merasa lebih baik Sera-nee,, tapi siapa mereka,,," jawab dan tanya Naruto sambil melirik wanita di belakang Serafall.
"biasa, apa lagi jika bukan pengikutku" ucap Serafall dengan percaya diri
Mendengar itu Naruto hanya menampakkan wajah datarnya "Hn,," gumam naruto.
"baiklah-baiklah, kau sama sekali tidak bisa di ajak bercanda,,"
"mereka adalah para tawanan dari bandit tadi" lanjut Serafall
"terserah, lalu apa yang akan kita lakukan dengan mereka,," tanya Naruto
Mendengar pertanyaan naruto ada benarnya Serafall berbalik menghadap para tawanan wanita tadi.
"baiklah sekarang kalian sudah bebas, terserah kalian ingin pergi ke mana, tapi jika ingin ke kirigakure kalian bisa mengikuti kami" ucap Serafall agak keras.
Mereka saling pandang satu sama lain sebelum menjawab. "kami akan ikut dengan kalian, karena kami sudah tidak punya tujuan tapi, mungkin kami bisa menemukannya di sana" ucap seorang wanita yang terlihat lebih dewasa dari yang lainnya.
"baiklah jika itu keinginan kalian, lebih baik kita mengambil perlengkapan milik para bandit di sini sebelum kita berangkat" ucap Serafall tegas.
Mereka yang mendengarnya segera melakukan perintah Serafall, namun setelah melihat keadaan sekitar, dengan darah dimana mana dengan porongan tubuh yang terlepas dari badan membuat para wanita itu mual.
Tapi mereka menahan mual itu dan kembali mencari semua yang kiranya bisa berguna di perjalanan nanti.
Begitupun dengan Naruto, dia kini sedang mencari apapun yang berguna, namun saat dia mencari, pedang yang berada di tangan ketua bandit tadi (kasim), entah kenapa pedang itu terlihat kuat dan unik di saat yang bersamaan.
Dengan alasan itu Naruto menghampiri pedang itu dan mengambilnya, saat menyentuhnya Naruto merasakan kekuatan dari pedang itu, walaupun tidak besar tapi mampu membuat Naruto lebih tertarik lagi.
'sepertinya pedang ini cocok untukku, apalagi pedang ini terlihat kuat' batin naruto sambil melihat pedang yang kini di pegangnya.
Merasa sudah cukup dengan peralatannya sekarang Naruto kembali ke tempat mereka akan berkumpul lagi. (AN: pedang tadi Naruto simpan di fuinjutsu tangan kirinya)
…()()()…
Sang rembulan telah menampakka dirinya, lagitpun sudah gelap menandakan bahwa waktu malam hari telah tiba.
Karena hari telah malam maka Serafall memutuskan agar bermalam di tenda yang dulu sudah para bandit itu buat.
Skip time
Matahari telah muncul walaupun masih sedikit, namun itu tak menjadi halangan untuk rombongan Serafall memulai perjalanan.
Setelah semuanya berkumpul rambongan itu melakukan perjalanan ke desa kirigakure, dengan berjalan kaki karena banyak dari mereka yang bukan ninja.
Dan sekarangpun baju yang di pakai oleh tawanan itu terlihat lebih baik, karena lebih menutupi tubuh mereka yang sebelumnya hanya menggunakan selembar kain, mereka bergerak dengan menggunakan formasi naruto dan serafall di depan sedangkan ke2 bushin mereka di belakang dan samping kanan kiri.
Selama beberapa menit perjalanan mereka sangat sunyi kerena tidak ada satupun yang mau berbicara, namun itu tak bertahan lama karena Serafall membuka pertanyaan.
"kalian apa dari satu desa yang sama,," tanya serafall
Salam satu dari mereka tampak berpikir sebelum menjawab pertanyaan Serafall.
"sebenarnya tidak semuanya berasal dari desa yang sama, karena ada beberapa yang datang setelah desa kami di hancurkan" jawab wanita itu sambil menahan tangisnya karena mengingat kembali kematian seseorang yang dekat dengannya.
Seakan merasakan perasaan yang sama Serafall menepuk pelan bahu wanita itu.
"sekarang aku merasa lebih baik, karena pengorbanan mereka tidak sia-sia, sekarang kami harus bertahan hidup agar mereka juga bahagia di alam sana" lanjut wanita tadi
"itu benar, oleh karena itu kau dan yang lainnya harus bahagia saat ini, karena sudah cukup kalian menderita beberapa saat yang lalu" ucap Serafall
Perjalanan mereka di isi dengan berbagai perbincangan kecil kecuali naruto yang hanya diam mendengarkan, karena menurutnya mendengar lebih baik daripada ikut ngerumpi. (plaakkk)
…()()()…
Skip time
Tak terasa satu setengah hari berjalan dengan cepat, mereka terlambat sehari karena mereka berjalan kaki, berbeda jika mereka melompat dari pohon ke pohon apalagi jika menggunakan chakra boost di kaki.
Matahari telah cukup tinggi, dan Naruto dan Serafall kini telah berada di kantor mizukage, untuk menyerahkan laporan dan juga berpamitan tentunya, untuk pulang ke kampung halaman mereka.
"Lapor mizukage-sama, misi berjalan dengan sukses, dan juga kami berhasil menyelamatkan para sandra yang mereka tawan" ucap Serafall selaku ketua tim.
"apa tidak ada hal mencurigakan lain di sana,," tanya mizukage a.k.a. Mei terumi
"sejauh saat kami tiba di sana, masih belum ada hal lain yang mecurigakan mizukage-sama, memang ada apa mizukage sama,," jawab dan tanya Serafall.
"aku hanya memastikan jika tidak ada pemberontak. Dan apakah kalian akan kembali sekarang,," jelas dan tanya mei Terumi kembali
"ya, kami akan langsung kembali, karena hikari-sama sudah mengirim pesan agar langsung kembali"
"Memang ada apa, kenapa kalian langsung di suruh kembali,," tanya mizukage penasaran.
"dari berita yang hamba dengar, beberapa minggu lagi akan di adakan tes untuk calon pemimpin selanjutnya"
"ohh,, jadi akan ada pengetesan untuk calon pemimpin kalian, dan apakah aku akan di undang,," tanya mizukage
"benar mizukage-sama akan di adakan pengetesan untuk calon pemimpin, dan tentu saja anda di undang, untuk itu,," jeda Serafall sambil merogoh tas ninjanya.
"ini undangannya, mizukage-sama" lanjutnya sambil memberikan gulungan kepada mizukage.
"lalu siapa yang akan menjadi musuhnya,,"
"jika di lihat dari usianya yang masih 16 tahun kemungkinan musuhnya hanyalah beberapa chunin atau jounin" ucap Serafall, dan hanya di jawab dengan anggukan oleh mizukage.
Itu bukan rahasia lagi. karena pada umumnya umur yang paling banyak menentukan jumlah chakra di dunia ini (kecuali uzumaki yang katanya punya chakra lebih banyak), usia kematangan seorang shinobi adalah saat dia berumur 17 tahun, karena pada umur itu semua titik chakra mereka sudah stabil jadi mempermudah mengalirkan chakra.
"baiklah, karena sudah tidak ada urusan kalian sekarang bisa pergi" ucap mizukage setelah membaca gulungan tadi.
"ha'i,, kalau begitu kami pamit. Mizukage-sama" ucap Serafall terakhir kali sebelum pergi setelah melihat anggukan mizukage.
…()()()…
Skip time
Beberapa hari telah berlalu dengan cepat, dan sudah sedari tadi Naruto dan Serafall berada di kantor pemimpin mereka, dan menjelaskan secara detail (ada juga yang di ubah, salah satunya soal tertangkapnya mereka) kepada Hikari.
Mendengar itu juga hikari agak geram, namun apa yang bisa di lakukannya, pasalnya itu adalah resiko menjadi kunoichi.
"Karena saya sudah memberi laporan, maka kami ijin pergi dulu" ucap Serafall
"kau boleh pergi Sera, tapi Naru-chan tetap di sini, ada yang ingin aku bicarakan dengannya" ucap Hikari
"ha'I" ucap Serafall sebelum keluar seorang diri
Kini di ruangan itu hanya tinggal Naruto dan Hikari, ruangan itu tenang semejak kepergian Serafall yang kira-kira 5 menit yang lalu.
"jadi,,," ucap Naruto memecah kesunyian.
"Naruto apa kau yakin tidak mau mengambil posisiku sekarang ini,," tanya Hikari memastikan, karena sudah dari jauh-jauh hari Naruto di bujuk untuk mengambil posisinya sekarang.
Kenapa Hikari menginginkan itu, karena Hikari sudah tau jika Shizuka (anaknya) sudah memiliki orang yang di sukainya, namun bukan itu permasalahannya tapi, karena orang yang di sukai Shizuka merupakan pedagang biasa, dan itu menentang tradisi mereka, karena yang boleh menikahimu adalah lelaki yang sama atau lebih kuat darimu.
Apalagi Shizuka merupakan calon pemimpin mereka, coba banyangkan jika Shizuka melanggar hal itu, pasti banyak kunoichi yang akan melakukan hal serupa, dan lihat dampaknya, dampaknya adalah generasi kunoichi yang di hasilkan akan lebih lemah.
Karena itu Tetua desa banyak yang menentang hubungan itu dan terpaksa Tetua akan mencari pemimpin yang kuat, serta bisa di pastikan memiliki keturunan yang kuat pula.
Kembali ke percakapan.
"entahlah, aku bingung setelah mengetahui alasannya" ucap naruto datar
"dan sebaiknya Kaa-sama memberi tahu ini ke Nee-chan, agar dia yang memutuskan,,, aku keluar" lanjut Naruto sebelum keluar ruangan.
Setelah Naruto keluar Hikari memikirkan ucapan anak angkatnya (Naruto)
"mungkin kau benar Naru-chan, aku harus memberitahukannya ke Shizuka" gumam Hikari
TBC
Akhirnya bisa di up juga,,, maaf atas terlambatnya update kawan, hehehe,,,,, entah kenapa saya agak sibuk akhir-akhir ini karena membaca fic senpai-senpai yang lain, baik itu naruto biasa maupun naruto crossover.
Saya berterima kasih pada semua yang sudah mendukung serta menunggu fic ini.
Dan kedepannya akan masuk . jadi umur naruto akan 17 tahun dan umur rookie 12 adalah 18 tahun, dan untuk nasip naru di jajaran petinggi tergantung pair.
Ayo rapat soal pair sebentar, jadi menurut kalian siapa yang cocok jadi pair femNaru
…Menma (dengan adegan yang masih di fikirkan, karena menma itu polos dan menma juga tidak bisa meninggalkan desa konoha, apa saya buat menma agak mesum saja ya.? Gurunya kan jiraiya, atau kalian bisa bantu author)
…Sasuke (yang ini lebih gampang karena sasuke merupakan ninja pelarian, dan juga sasuke merupakan teman kecil naru, dan ini pair pertama yang terfikirkan author karena dulu kasian sama sasuke)
….. (isi sendiri, gak usah adegan ketemunya gpp asalkan punya kekuatan dan gak harus dari dunia naruto)
Sedikit jawaban review chapter kemarin
Q : Lanjut.
A : ok ini sudah lanjut
Q : pair jangan sasuke, sudah bosen
A : ahaha,, pair masalah gampang tapi, tolong bantu author deh soalnya menmakan polos, hinata saja nunggu sampai bertahun tahun, jadi minta tolong ya kalo menma gimana agar bisa terjadi –you know lah-
Q : masih banyak typo fahzi-san, saya saranin baca fic punya rifuki-senpai, dan fuyutsuki hikari-senpai.
A : jujur ya untuk typo itu adalah tidak di sengaja, dan soal fic lain author pasti baca, tapi entah kenapa author lebih suka cari fic sekolah magic akhir-akhir ini, setelah baca the worst one (bukan promosi)
Kalo ada pertanyaan silahkan di tanyakan, bisa melalui review ataupun pm (kalo author baca/ khusus pm), dan setiap pertanyaan akan di posting di fanfic ini.
Saya selaku author meminta maaf bila memiliki kesalahan, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI.
Mohon maaf lahir dan batin.
See you next chap,,,,,,
Special thanks for :
Captain0nemo, Azrielbael, yuko, LavenderWhite99, nagi-cchi14, ice D gun
semua yang udah nyempatin baca fic yang entahlah (karena setiap pemikiran orang berbeda).
FFFFFFF
FFFFFF
FFFFF
FFFF
FFF
FF
F
