Hello to Myself

Pairing : Haehyuk/ kyumin slight haemin

Rated : T

Summary : Akankah seorang eunhyuk akan bahagia seluruhnya, bisakah ia memilih untuk hidup menjadi dirinya?

Warning : Typo, Gaje, Alur kemana-mana, GS

Author last chapter Hello to Myself, mianhae kelamaan, yang kangen boleh baca, yang enggak juga boleh,jangan lupa review setelah baca~~ gomawo Happy Reading

Ini 100% buatan author.

Nb: Readers semua boleh bash author ini tapi jangan bash cast yang author masukin ya? ^^ gomawo

.

.

.

.

.

.

.

Don't like don't read

Kalo gak suka

Tinggal klik close [x]

.

.

.

.

Replay last chapter~

"Aku hanya ingin bertanya… apa… perasaanmu padaku masih seperti dulu?" tanya donghae ragu, eunhyukpun melepas topangan pada dagunya, wajahnya tiba-tiba berubah ekspresi yang sulit dibaca

"Ke..kenapa bertanya seperti itu?" jawab eunhyuk bingung,

"Aku… hanya ingin memastikan saja, apa yang harus kulakukan selanjutnya." Jawab donghae santai, ia menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya, berharap bahwa apa yang ia harapkan terdengar di telinganya sendiri.

"Aku…"

CHAPTER 10

Donghae sedikit tegang menunggu jawaban eunhyuk. Ia berharap apa yang ia baca dari mata eunhyuk, akan sesuai dengan apa yang akan eunhyuk katakan.

"Hyuk… jujurlah pada perasaanmu…" ujar donghae sedikit lirih, tampak eunhyuk yang menjadi gelisah sendiri, eunhyuk ingin mengatakan sesungguhnya, namun mengingat siapa status donghae membuatnya menjadi bingung.

"Hae…aku… maaf, aku bingung pada perasaanku sendiri, aku ingin melupakanmu, aku merasa sungmin jauh lebih baik untukmu." Ujar eunhyuk menundukkan kepalanya. Donghae hanya dapat menghela nafas berat, jawaban eunhyuk benar-benar jauh dari apa yang ia harapkan. Bukan penolakan, namun sebuah kejujuran dari hati.

"Hyuk, jebal… jujurlah… kalau kau tak jujur pada perasaanmu sendiri, tak hanya kau yang sakit, tapi kau juga akan menyakitiku, kau benar-benar bodoh membohongi perasaanmu sendiri." Ujar donghae seraya menggenggam telapak tangan eunhyuk sebelah kanan. Eunhyukpun menengadahkan kepalanya dari menunduk untuk sekedar melihat apa yang dilakukan donghae. Ia sendiri ragu ingin mengatakan apa, perasaannya menjadi bercampur aduk, ia hanya tak ingin menyakiti donghae. Apa benar jika ia berbohong terhadap perasaannya donghae akan tersakiti? Sesakit itukah donghae? Kenapa harus donghae? Kenapa bukan dirinya saja? Bukankah dirinya sudah janji akan membuat orang lain bahagia?

"Hae… aku…. Aku tak bisa melupakanmu, aku mohon…. Menikahlah dengan sungmin, aku hanya ingin sungmin eonnie bahagia, ia mencintaimu, jeongmal…" ujar eunhyuk seraya menggenggam tangan donghae,

"Hyuk, aku mau… asal kau tak seperti ini, aku.. hanya mencintaimu." Ujar donghae seraya menunduk, entah kenapa perasaannya tiba-tiba sakit mengingat semuanya, dari awal dimana ia acuh tak acuh terhadap perasaan eunhyuk, dimana ia mengabaikan eunhyuk karena dekat dengan sungmin, saat akhirnya ia tahu eunhyuk mencintainya, dan pada akhirnya mereka saling mencintai, namun hanya dapat saling mencintai tanpa ikatan yang jelas. Ia menyesal selama ini menyia-nyiakan eunhyuk, tapi… eunhyuk sendiri yang menginginkan semua ini, eunhyuk yang membuatnya harus menikah dengan yeoja yang sama sekali tak ia cintai, yeoja itu sempat merelakan dirinya untuk eunhyuk namun, mungkin sekarang yeoja itu sudah kembali mencintainya. Kenapa rasanya seperti cinta itu sebuah mainan? Bukankah seharusnya cinta itu tak boleh dipermainkan? Apa donghaelah yang mempermainkan cintanya? Donghae semakin tidak mengerti dengan semua ini.

Eunhyuk menatap donghae khawatir, namja dihadapannya itu menunduk dalam jangka waktu lama 10 menit, mungkin? Apa donghae benar-benar tersakiti? Eunhyuk semakin merasa bersalah melihat donghae tampak begitu buruk. Dengan berani, eunhyuk meraih pipi wajah donghae,

Basah,

Donghae menangis? Apa eunhyuk benar-benar menyakiti donghae? Apa begitu sakit perasaan donghae? Benarkah donghae sangat mencintainya?

Eunhyuk menatap sendu namja dihadapannya. Donghaepun dengan berani menatap eunhyuk,air mata masih mengalir disana, membuat eunhyuk tak dapat membendung air matanya. Air mata ketulusan, pelampiasa rasa sakit, bahagia, marah menjadi satu. Keduanya hanya menangis dalam diam, donghaepun menyeka air matanya yang masih terus mengalir. Ia bangkit dari tempat duduknya, eunhyuk berpikir bahwa donghae pergi. Namun pikirannya salah total.

SRET

Seseorang meraih tubuhnya dan memeluknya erat, eunhyuk tahu pelukan siapa ini. Hangat menjalar di sekujur tubuh eunhyuk, ia merasa tenang dalam pelukan donghae, benarkah ia masih mencintai namja dihadapannya ini? Satu tahun bertahan dalam rasa sakit, bukankah itu cukup untuk membuat perasaan eunhyuk luluh dan akhirnya menyerah untuk mencintai donghae. Tapi kenapa? Pada kenyataannya eunhyuk masih mencintai donghae, sekuat itukah rasa cinta eunhyuk pada donghae. Apa eunhyuk akan menyerah untuk melupakan donghae? Kemudian merebut kembali apa yang telah ia relakan. Sekejam itukah eunhyuk? Apa ia termasuk serakah? Lalu bagaimana dengan sungmin? Bukankah yeoja itu akan merasakan apa yang ia rasakan saat ini jika eunhyuk melakukannya? Sungguh eunhyuk merasa menjadi orang terkejam jika berani melakukannya, Sungguh….

Eunhyukpun melepaskan pelukannya, ia menatap manik mata hitam kecoklatan namja dihadapannya, Tulus. Eunhyuk tahu itu, tak ada akting ataupun kebohongan yang terlihat dalam mata itu dan eunhyuk yakin, donghae sama sakitnya dengan dirinya.

"Hae… aku mencintaimu, tapi.. aku tak ingin sungmin sakit sepertiku, biarkan hanya aku yang merasakannya." Ujar eunhyuk seraya menghapus jejak air mata di wajah donghae, namja dihadapannya hanya menghela nafas berat.

"Hyuk, aku tak butuh sisi pahlawanmu, aku hanya butuh dirimu sendiri, serapuh apapun dirimu, akulah yang akan melindungimu, aku hanya butuh dirimu!" ujar donghae sedikit keras,

"hae, jebal… …" ujar eunhyuk seraya melepaskan pelukannya, ia meraih tasnya dan berlari keluar café, ia terus mengusap wajahnya. Donghae yakin eunhyuk pasti sedang menangis. Ia merasa bingung saat ini, ia semakin yakin apa yang harus ia lakukan. Ia harus meyakinkan eunhyuk bahwa cinta mereka adalah benar, dan akan membawa akhir yang bahagia.

Donghae memutuskan untuk langsung pulang. Sesampainya di rumah, ia mengurung diri di kamar, sang eomma yang khawatir pada donghae memutuskan untuk menghampiri putra semata wayangnya. Ia menemani donghae hingga larut malam, namun yang ditunggu hanya diam seperti batu menatap jendela kamarnya, bahkan donghaepun juga tak mau makan atapun menelan makannya sedikitpun. Eommanya menjadi sangat khawatir, sepertinya ada yang mengganggu pikiran putranya itu. Padahal malam ini keluarga sungmin akan berkunjung ke rumah mereka untuk mempermasalahkan desain rumah yang akan donghae dan sungmin tempati.

"Donghae-ah… eomma mohon, pergilah mandi, keluarga sungmin akan kemari." Ujar sang eomma memohon

"Ani, donghae tak ingin bertemu siapapun, donghae hanya ingin sendiri eomma" jawab donghae santai kemudian bangkit dan mengambil ponselnya, ia menghubungi seseorang berulang kali, namun tidak ada jawaban dari orang yang ia hubungi sekalipun. Orang yang ia hubungi adalah orang yang sama yang membuat dirinya buruk hari ini, dialah eommanya hanya terus memohon padanya dan donghae hanya terdiam mengacuhkannya. Akhirnya donghaepun luluh, iapun mengambil mandi dan menemui keluarga sungmin. Namun saat berunding, donghae tetap bungkam tanpa mengeluarkan sepatah katapun, hingga akhirnya eunhyuk yang terlambat datangpun tiba.

"Annyeong haseyo, mianhamnida saya datang terlambat, tadi ada keperluan tugas, ahjumma, ahjusshi.. appa memintaku untuk turun tangan dalam pembangunan rumah donghae dan sungmin eonnie, mianhae saya datang terlambat." Ujar eunhyuk membungkukkan badan, kemudian mengambil duduk diseberang donghae,

"Ah begitu ya, mianhae sekali harus merepotkanmu, appamu ini memang aneh, donghae sendiri bisa turun tangan sudah cukup, kenapa kau harus ikut." Ujar eomma donghae ramah, eunhyuk hanya tersenyum membalas, setelah itu iapun mulai menggambarkan sebuah desain mewah minimalis untuk rumah masa depan sungmin dan donghae, donghae menjadi sangat fokus pada runding itu. Bukan karena rundingan yang dibahas, melainkan fokus pada yeoja yang nampak manis dihadapannya, rambut pirangnya sudah dicat menjadi coklat tua, dipadu dress selutut berwarna hijau muda soft yang tidak mencolok. Penampilan sederhana eunhyuklah yang membuat dirinya tampak mempesona di mata donghae. Kemudian donghae melihat sungmin sejenak, penampilannya berbeda dengan eunhyuk, sungmin menggunakan bedak dan lipstick tipis merah muda, memang cantik, namun kecantikan eunhyuk jauh lebih terpancar menurut donghae, eunhyuk bahkan tidak menggunakan make up sama sekali, terlihat jelas bagi mata donghae, walaupun begitu eunhyuk begitu memikat hati donghae.

Appa eunhyuk dan sungmin terbingung dengan donghae yang terus menatap eunhyuk dengan seksama. Keraguan appa sungmin dan eunhyuk semakin kuat, ia takut hal seperti ini akan terjadi. Dimana donghae tidak dengan tulus mau menikah dengan sungmin, sejenis paksaan? Mungkin, tuan lee hanya ingin putrinya bahagia, tidak seperti ini. Kenapa harus satu namja yang kedua putrinya sukai? Bukankah namja banyak di dunia ini? Bahkan cho kyuhyun juga baik untuk sungmin sendiri. Kalau eunhyuk… yah tuan lee tahu bahwa hati putrinya yang satu itu sudah tertutup. Tertutupi rasa sakit yang masih ia rasakan, sesungguhnya tuan lee khawatir dengan eunhyuk, namun mau bagaimana lagi. Semua sudah terlanjur, sudah terlambat untuk mengakhiri semuanya dan memulai kisah baru. Ia setuju dengan pernikahan eunhyuk dan donghae, namun dengan sungmin? Bukankah ia juga mungkin merasakan hal yang sama dengan eunhyuk? Ia sendiri yang hanya sebagai orang tua saja bingung, apalagi putrinya dan donghae yang merasakannya. Namun, ia tak boleh menyerah, ia juga harus membahagiakan eunhyuk, bagaimanapun ia adalah orang tua eunhyuk saat ini.

"Donghae-sshi, kenapa kau terus menatap eunhyuk?" tanya appa sungmin berpura-pura bingung, membuat donghae terkaget. Sedang yang lain termasuk eunhyuk, menatap donghae saat ini.

"Ah… aku…" donghae bingung harus menjawab apa,

"Jujurlah hae, aku tak ingin mendengar kebohonganmu." Ujar sungmin lembut namun tepat memojokkan donghae,

"Aku… ani, tidak ada apa-apa." Ujar donghae lirih,

"Jujurlah saja, appa merasa kau ragu mengucapkannya, appa tak pernah mengajarkan kebohongan padamu donghae."

"Mianhe.. tapi sungguh…"

"DONGHAE! Jujurlah saja!" bentak sungmin seraya menggebrak meja, membuat seluruh insane disana terkaget

"Mi…mianhae ming, sepertinya aku belum bisa melupakan eunhyuk, aku masih mencintainya."

"Hae…" panggil sang eomma lirih, ia sangat kecewa dengan apa yang putranya katakan

PLAKK

Appa donghae bangkit dan menampar pipi putra semata wayangnya. Emosinya benar-benar membuncah, sang eomma menutup mulutnya terkaget, ia tak menyangka suaminya bertindak hingga seperti ini.

"LEE DONGHAE! Appa tak mengajarkanmu ketidak tanggung jawaban! Kenapa kau baru mengakuinya! Jika kau memang tak ingin, maka TOLAKLAH SEJAK AWAL!" bentak sang appa penuh emosi, kedua orang tua sungmin hanya duduk tenang menatap kejadian itu. Mereka takut untuk ikut campur, ini adalah masalah pribadi keluarga donghae. Donghaepun bangkit, air mata menumpuk di kedua mata donghae

"Appa yang tak mau mendengarkan donghae, bahkan appa sungmin tahu semuanya! Tapi, tak ada yang pernah mengerti keadaanku, AKU HANYA INGIN BAHAGIA BERSAMA EUNHYUK!" ujar donghae keras dan tegas, emosi tuan lee semakin naik mendengar penuturan putranya.

"Baiklah, eunhyuk-ah…. Apa kau mencintai donghae?" tanya tuan lee sedikit melemah pada eunhyuk, air mata eunhyuk juga sudah menumpuk di sudut kedua matanya

"mianhae, tapi aku tidak mencintai donghae." Ujar eunhyuk bangkit kemudian berlari keluar rumah. Sungmin dan yang lain terkaget mendengar penuturan eunhyuk, mereka semua tahu eunhyuk mencintai donghae. Donghae mematung di tempat, tetapi kemudian berlari keluar mengejar eunhyuk yang pergi. Appa donghae hendak melarang, namun appa sungmin mencegahnya

"Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri, kita istirahat dulu, tenangkan pikiranmu, emosi bukan diri anda tuan lee." Ujar appa sungmin kemudian duduk tenang, appa donghaepun duduk tenang dan mulai menurunkan emosinya.

Donghae terus mengejar eunhyuk, yeoja itu terus berlari dan hingga akhirnya berhasil mendapatkan sebuah taksi. Donghae terus mengejar taksi itu, tak peduli hujan yang mulai mengguyur dengan derasnya, ia terus berlari sekuat tenaga. Ia tahu semua ini takkan berhasil, hanya menyia-nyiakan tenaganya saja. Namun donghae tak menyerah, ia hanya ingin tahu kemana eunhyuk pergi, ia ingin bertemu dengannya, ia rindu pada eunhyuk, ya dialah lee hyuk jae yang begitu digilai oleh sosok donghae. Seseorang yang sangat berarti bagi donghae.

"Lee Hyuk Jae!" Teriak donghae keras terus berlari, hingga akhirnya ia lelah dan terjatuh, ia tak tahu lagi, biarlah dirinya sakit, biarlah dia dibilang bodoh, yang ia butuhkan hanya eunhyuk disisinya, itu sudah sangat lebih dari cukup.

Donghaepun memutuskan jalan menuju depan rumah eunhyuk. Ia melihat rumah mereka sudah mulai gelap, ia yakin keluarga sungmin sudah pulang. Iapun berdiri di depan gerbang rumah eunhyuk, dibawah guyuran hujan yang membasahi jalanan, menemani penantian donghae.

=~=~=~=~=~=~ Hello to my self =~=~=~=~=~=~

Eunhyuk membuka jendela kamarnya yang langsung mengarah ke depan. Ia melihat seseorang berdiri di depan gerbang, dekat jalanan. Ia tak bisa melihat siapa orang itu, namun eunhyuk yakin dia namja, namja itu berdiri dekat gerbang, sehingga sedikit tertutup. Namja itu mengingatkan eunhyuk dengan apa yang ia lakukan pada donghae. Eunhyukpun masuk kedalam dan bersiap.

"Eomma appa, hyukkie berangkat!" pamit eunhyuk lesu kemudian melangkah keluar, ia berpamitan entah pada siapa, sudah tidak ada siapapun di rumahnya, iapun membuka gerbang rumahnya

"Donghae?" ujar eunhyuk bingung, pasalnya donghae masih dengan pakaian formalnya, ia yakin semalam donghae belum mengganti pakaiannya,

BRUG

Tubuh donghae ambruk kearah eunhyuk. Eunhyuk menjadi tempat berlandainya,

"Donghae, gwenchana?" ujar eunhyuk khawatir, donghae terasa berat, sepertinya terjadi sesuatu pada namja ini. Eunhyuk pun memegang telapak tangan donghae perlahan,

PANAS

"Donghae, kau demam… apa yang kau lakukan ?!" ujar eunhyuk bingung kemudian memapah tubuh donghae untuk masuk ke rumahnya

Eunhyuk batal berangkat kuliah. Ia mengurusi donghae yang demam tinggi, kedua orang tuanya sudah berangkat. Sungmin tidak dapat dihubungi, ia sungguh khawatir dengan keadaan donghae, wajahnya pucat pasi, demam tinggi. Eunhyuk mengompres donghae, mengukur suhu tubuhnya setiap 15 menit. Bahkan donghaepun belum sadar semakin membuat eunhyuk khawatir.

"Hyukkie.. jeongmal saranghae, jujurlah padaku… aku sungguh tak ingin kehilanganmu.." donghae berbicara dalam tidurnya, sepenting itukah diri eunhyuk bagi donghae, eunhyuk menatap wajah namja dihadapannya. Wajah tampan yang selalu tersenyum itu kini berubah pucat mengkhawatirkan.

"Hae.. aku… aku juga tak ingin kehilanganmu, maaf selama ini aku membuatmu bimbang selama ini, aku hanya tak ingin menyakiti siapapun." Ujar eunhyuk seraya mengusap wajah donghae.

Saat eunhyuk sibuk mengurus donghae, tiba-tiba ponselnya berbunyi, saat eunhyuk melihat nama yang tertera disana, ternyata Sungmin menelponnya, eunhyukpun mengangkatnya masih diselingi kegiatan merawat donghae.

"Hyukkie, kau tahu kenapa donghae tak kuliah hari ini, kau juga kenapa tak kuliah?" tanya sungmin bingung,

"Em… aku sedang di rumah, tadi aku kesiangan." Ujar eunhyuk bohong, ia tak ingin sungmin salah paham dengan keadaannya di rumah hanya berdua dengan donghae,

"Kau itu…. Kesiangan saja tidak kuliah, dasar dongsaeng nakal, lalu donghae?" tanya sungmin lagi, eunhyukpun bingung akan menjawab apa

"Molla, kan aku di rumah, eonnie bisa menghubunginya sendiri bukan, aku hanya sahabat, bukankah eonnie yang calon istrinya, seharusnya eonnie yang menghubunginya sendiri." Ujar eunhyuk sedikit ketus, ia hanya malas jika sungmin mulai menanyakan donghae padanya, dia itu sahabat donghae, bukan bodyguard donghae.

"Ne ne ne…. kau itu, yasudah, oh iya nanti kau di rumah sendiri sampai malam ne, aku ada tugas, appa dan eomma ada banyak pekerjaan, jadi harus lembur." Ujar sungmin kemudian mengakhiri pembicaraan itu

"Y..ya eonnie!" eunhyuk hendak menyela, namun sungmin lebih dulu mengakhiri perbincangan singkat itu. Ia hanya menghela nafas, bersama donghae berdua? Bukankah akan mengundang berbagai isu dan berita? Haha… eunhyuk berfikir bahwa ia seorang artis, memiliki berita sensasi, selayaknya apa saja, iapun memutuskan menonton televise di ruang tengah, ia takut mengganggu donghae.

Televisi sudah menyala, namun pandangan eunhyuk masih belum teralihkan, ia memang duduk di ruang keluarga yang berada di depan kamarnya, namun matanya masih menatap kea rah kamarnya, mengkhawatirkan seseorang yang terbaring disana. Seseorang yang akan selalu berada dalam hati eunhyuk sendiri.

"Hyuk…" panggil seseorang, dari kamarnya, bukankah yang ada di kamarnya hanya…

"Donghae?" jawab eunhyuk tak bergeming dari posisinya, keluarlah seseorang yang eunhyuk takuti, yang eunhyuk khawatirkan, dan sekaligus membuat hati eunhyuk tak tenang. Ia melangkah perlahan menghampiri eunhyuk, berdiri tepat dihadapan eunhyuk yang masih tak bergeming dari posisinya. Suara televisi mereka abaikan begitu saja seakan tak ada yang bersuara, saling menatap satu samalain tanpa ada sebuah pembicaraan. Entah dorongan dari siapa, dengan berani eunhyuk bangkit dan memeluk namja dihadapannya erat

"Hae… berhenti berbuat bodoh, berhenti menjadi seorang nappeun namja, berhenti membuatku khawatir, berhenti membuatku bimbang, berhenti…."

CHU ~~

Donghae membungkam bibir eunhyuk dengan menciumnya, membiarkan eunhyuk tenang sebentar, kemudian melepaskannya

"Hyuk.. aku hanya ingin memastikan perasaan kita,aku tak ingin kita sakit satu samalain, jangan mencoba untuk jadi pahlawan atau jadi yang lain, cukup jadi eunhyuk apa adanya, eunhyuk yang ceria, ramah, rapuh, cerewet, tidak bisa diam eunhyuk yang selalu membuat jantungku berdebar, eunhyuk yang selalu kucintai." Ujar donghae tulus kemudian menatap eunhyuk, ia tersenyum manis pada eunhyuk

"Ha ha ha… jeongmal paboya!" ujar eunhyuk tertawa, namun air mata mengalir dari kedua sudut matanya, donghae terbingung.

"Aku hanya ingin mengungkapkan apa yang ingin kukatakan, jangan mentertawainya.. kau itu…" ujar donghae berpura-pura kesal, ia melipat kedua tangan di depan dadanya, mulutnya sedikit dimajukan

"Jangan bertingkah kekanakan, kau aneh jika seperti itu!" ujar eunhyuk, kali ini diselingi tawanya, tawa tulus, bukan sebuah akting ataupun sandiwara.

"Aku ingin makan sesuatu yang manis, bagaimana kalau kita membuat kue?" ajak donghae ramah diselingi senyuman senangnya

"Kau sakit, tapi ingin melakukan hal yang aneh-aneh." Ujar eunhyuk seraya memukul bahu donghae ringan

"Tapi baiklah, khajja!" lanjutnya kemudian berlari lebih dulu menuju dapur, disusul donghae yang berlari ringan

Other Side

Seorang yeoja dan namja duduk di bangku berhadapan, hening menyelimuti suasana sekitar mereka. Hanya dalam pemikiran rumit tanpa ada yang ingin berbicara sedikitpun.

"Huhh…. Kyu uisainim, apa ini yang kau maksud penyelesaian? Ini namanya mengheningkan cipta, kau kira kita sedang dalam acara kelulusan?" ujar sungmin seraya menghela nafas bosan.

"Kau sendiri diam, kenapa tidak minta maaf saja padaku?" ujar kyuhyun cemberut.

"Ayolah uisainim, kau ini kekanakan, aku sudah bilang akan melepas'nya' jadi jangan marah lagi, atau aku akan pulang." Ancam sungmin kemudian meminum minuman yang sejak tadi ia abaikan.

"Arraseo… kau itu, ingat… rencana kita harus berjalan lancar!" ujar kyuhyun seraya menjulurkan jari kelingkingnya, sungmin membalasnya, keduanya mentautkan jari kelingking mereka

"Tapi.. aku takut lee ahjusshi akan memukuli donghae lagi, aku kasihan…." Ujar sungmin lirih

"Percaya padaku, ini akan berhasil… kau jangan takut.." ujar kyuhyun seraya mengacak rambut sungmin

"Jangan diacak ini butuh waktu lama untuk menatanya!" bentak sungmin kesal, kemudian mereka tertawa bersama.

Wedding Day

Sungmin didandani dengan cantik, ia menggunakan gaun pernikahan mewah, kedua keluarganya yang kaya membuatnya harus berpenampilan mewah. Sejenis tuntutan? Ya seperti itulah, fisiknya tampak bahagia dan tulus, namun hatinya… masih ada keganjalan terasa, ia sendiri tak yakin dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, ia hanya ingin bahagia, bukanah itu hak setiap manusia? Kalau boleh, ia akan bahagia dan membahagiakan orang lain. Setitik air mata sungmin menetes dari kedua sudut matanya

"Ming eonnie.." panggil seorang yeoja dari belakang sungmin, sontak sungmin menghapus air matanya, kemudian berbalik dan tersenyum semanis mungkin

"Kau,, menangis? Menangis bahagia?" tanya yeoja itu polos, senyum masih mengembang disana, tapi sungmin yakin hati yeoja itu tak tersenyum sama sekali, sungmin yakin itu dan sungmin hanya mengangguk ragu.

"Banyak hal yang sudah kita lalui bersama, banyak perasaan yang sudah kau ketahui yang kurasakan pada donghae, terlalu banyak kenangan yang sulit kulupakan, tapi aku akan berusaha, semoga kau bahagia." Ujar eunhyuk tersenyum manis kemudian melangkah keluar. Sungmin hanya terdiam, kenapa adiknya seperti malaikat? Kenapa adiknya harus sepolos itu? Membuatnya merasa menjadi setan yang selalu berlaku seenaknya. Sungminpun bangkit hendak menghubungi kyuhyun, ia begitu khawatir jika rencananya gagal, ia hanya ingin dirinya bahagia itu saja. Sudah berkali-kali sungmin menghubungi kyuhyun namun tak ada jawaban yang ia jawab, pernikahannya sudah hampir dimulai, bagaimana ini? Ia jadi sangat gugup

"Ming!" panggil kyuhyun berlari tergesa-gesa ke dalam ruangan sungmin,

"Waeyo?" tanya sungmin khawatir, perasaannya sungguh tak enak sekarang, ia merasa akan gagal.

"Hyukkie…hyukkie dia.. " ujar kyuhyun menggantung kemudian mengambil nafas sebanyak-banyaknya

"Hyukkie dia per..pergi ke amerika, ia sedang dalam perjalanan menuju bandara." Ujar kyuhyun lelah, nafasnya masih tersengal-sengal, mata sungmin membulat mendengarnya, dugaannya benar, rencananya akan gagal, pantas saja eunhyuk berkata demikian, pasti ada sesuatu.. iapun berlari keluar menemui appanya.

"Appa…. Eunhyuk.. dia…" ujar sungmin menahan tangisnya

"Dia menuju amerika hari ini, appa khawatir padanya, ia tampak buruk beberapa hari ini, akhirnya ia memutuskan untuk pergi kesana, melupakan donghae dan merelakannya padamu." Ujar sang appa lesu, dia sendiri sesungguhnya ingin eunhyuk juga bahagia, bukan seperti ini. Namun, mau bagaimana lagi? Ini sudah keputusan putrinya.

#Flashback

Eunhyuk duduk setelah lelah bermain dengan donghae, nafasnya terengah-engah, ia masih tertawa ringan dengan donghae yang asik memakan kue buatan mereka, mereka sangat menikmati hari ini, mereka tertawa,tersenyum, menangis bersama..sebagai sahabat. Eunhyuk sendiri masih terpikir, bahkan donghae sudah berusaha menghiburnya, namun masih belum ada yang dapat mengubah jalan pikir eunhyuk, ia masih khawatir. Bagaimana ia akan membicarakannya pada donghae? Rencananya yang sudah ia susun dan tinggal menunggu waktu. Eunhyuk sendiri bingung, ia takut mengecewakan sahabatnya satu ini.

"Hyukkie…" panggil sang appa yang sudah tiba,

"Appa? Eomma mana?" tanya eunhyuk senang, sedang sang appa menatap donghae dengan tatapan sulit diartikan

"Kami hanya bermain saja appa, aku kesepian… mana eomma?" jawab eunhyuk seakan mengerti dengan tatapan sang appa

"Eommamu menginap di rumah sahabatnya karena kantor terlalu jauh, lalu donghae akan pulang kapan, ini sudah malam." Ujar sang appa mengingatkan

"Hae, kau akan pulang kapan?" tanya eunhyuk pada donghae yang masih sibuk dengan kuenya

"Ne? eh abeoji datang, mianhae ne… aku boleh menginap? Aku akan pamit dengan eomma dan appa nanti, tidur di sofa juga tidak masalah, besok.. aku ingin bermain lagi dengan eunhyuk, boleh ya abeoji?" pinta donghae seakan tidak ada masalah sama sekali, appa eunhyuk yang sudah lelah hanya mengangguk

"Kau bisa pakai kamar tamu, sebelah kamar eunhyuk, baiklah… nanti dibereskan, appa istirahat dulu, oh iya.. sungmin pulang besok pagi, ia juga menginap di rumah temannya." Ujar appa eunhyuk kemudian hendak memasuki kamarnya, namun eunhyuk menahannya

"Appa.. hyukkie ingin bicara, 5 menit saja, boleh?" ijin eunhyuk sedikit memohon, sang appa hanya mengangguk mantap

"Tapi jangan disini, di kamar appa saja." Ujar eunhyuk kemudian menarik lengan sang appa menuju kamarnya.

"Ada apa?" tanya sang appa bingung, jarang sekali eunhyuk mengajaknya berbicara empat mata seperti ini, eunhyuk tipe orang yang sangat terbuka dengan orang lain.

"Appa, hyukkie sudah putuskan.. hyukkie akan ke amerika ketempat bibi kim, hyukkie akan kuliah disana, setelah itu kembali jika sudah lulus." Ujar eunhyuk mantap, sang appa yang menatap matanyapun dapat merasakan keyakinan eunhyuk yang 'sedikit' dipaksakan, namun karena sudah keputusan eunhyuk, ia hanya tersenyum dan mengacak rambut eunhyuk

"appa harap itu yang terbaik untukmu, appa mencintaimu." Ujar sang appa seraya mencium kening eunhyuk dan memutuskan untuk mandi, eunhyuk keluar dari kamar sang appa dan kembali bermain dengan donghae. Keesokan harinya, eunhyuk menghabiskan hari bersama donghae untuk berjalan-jalan, bermain, makan, dan melakukan banyak hal bersama donghae, baginya… itu adalah sebuah kenangan yang akan ia ingat hingga Ia menjadi bibi untuk anak donghae kelak.

#End Flashback

"Appa, mana donghae?!" tanya sungmin keras, ia harus menemui namja itu sekarang, ia yakin eunhyuk tidak pamit dengan donghae

"Kau belum boleh menemuinya min.."

"Appa! Dimana donghae?!" bentak sungmin keras, ia benar-benar harus bertemu dengan donghae, persetan dengan peraturan sebelum pernikahan, ia takkan menikah dengan donghae, ia melakukan rencana untuk donghae agar hari ini menikah dengan eunhyuk, tapi semuanya hancur. Kebahagiaan eunhyuk sudah di depan mata, ia akan menikah dengan pria yang mencintainya dan juga ia cintai. Eunhyuk akan menikah dengan donghae dan kelak mereka akan menjadi keluarga yang bahagia. Itu bayangan sungmin sebelumnya, namun terbang entah kemana setelah mendengar berita dari sang appa. Sungmin berlari sekuat tenaga, ia sedikit kesulitan karena gaun yang panjang. Ia harus bertemu donghae secepatnya, sebelum acara pernikahannya dengan donghae dimulai, ia boleh saja bertemu dengan donghae, toh.. bukan donghae yang akan menikah dengannya, melainkan kyuhyun… cho kyuhyun, namja yang selama ini sudah berkorban untuknya, menantinya walau ia sendiri tak yakin akan kuat seperti kyuhyun.

Sungmin berlari ke depan, ia melihat donghae turun dari mobilnya. Ia berlari menghampirinya, ia tahu bahwa wajah donghae sangat datar dan terpaksa. Dengan berani ia mengendap-endap agar tidak ketahuan, beruntung barang donghae ada yang tertinggal di mobil, donghaepun kembali ke mobil sedang yang lain masuk.

"Psssst…stttt.. donghae-ya!" panggil sungmin sedikit pelan namun terdengar donghae, donghaepun mencari sumber suara.

"Sungmin?" tanya donghae bingung, sungminpun keluar dari tempat persembunyiannya,

"Hubungi kyuhyun sekarang!" ujar sungmin sedikit membentak, donghae yang tidak tahupun mengikuti perintah sungmin dan menghubungi kyuhyun. Namun ternyata kyuhyun sudah tiba.

"Kyu, hae… tukar pakaian kalian!" ujar sungmin keras, donghae terbingung

"Lho, kan yang akan menikah aku, bukan kyuhyun." Elak donghae bingung, ia sendiri tak tahu rencana pasanagn itu

"Kau harus mengejar eunhyuk, dia hendak ke amerika, sekarang ia sedang dalam perjalanan menuju bandara, kau harus cepat!" bentak sungmin menarik lengan donghae untuk berganti pakaian dengan cepat, donghae yang sudah mengerti tentang rencana keduanyapun mengikutinya.

At airport

Eunhyuk baru tiba di bandara. Wajahnya benar-benar menyunggingkan senyum paksaan, bahkan orang yang melewatinya menatapnya khawatir. Eunhyuk mengabaikan pandangan yang ditujukan padanya. Mereka hanya seorang manusia biasa, toh untuk apa ia perhatikan, tak ada untungnya baginya. Menunggu waktu untuk masuk ke ruang boarding pass, eunhyuk duduk di sebuah bangku. Ia membayangkan donghae ada dihadapannya sekarang, membawa sebuah bucket bunga yang indah, tersenyum manis padanya. Namun ia hanya angan-angan untuknya, mana mungkin namja itu ada dihadapannya sekarang, ia pasti sedang mengucapkan perjanjian sacral dan menjadi suami sah untuk eonnienya sendiri. Ia menghela nafas berat, menggunakan headphone untuk sekedar menghibur diri. Ia menutup matanya, menikmati lagu yang terlantun indah, terbayang masa lalunya saat ia masih bersama donghae, tertawa bersama, menangis, marah, bercanda, melakukan banyak hal bersama. Ia sungguh ingat dimana ia baru pulang dari shanghai bersama ayahnya dan sungmin, dan donghae menjemputnya.

#Flashback

Eunhyuk dan sungmin berjalan bersama seraya bercanda, sungmin menyenggol bahu eunhyuk dan eunhyuk membalasnya. Mereka tampak akrab, appa sungmin menggandeng sungmin, sedang eunhyuk dirangkul sungmin

"Hyuk, antar aku ke kamar mandi yuk!" ajak sungmin, eunhyuk hanya mengangguk, namun appa sungmin langsung menyela ucapan sungmin

"Appa juga ingin ke kamar mandi, ayo kita berdua kesana bersama, kau tunggu barang-barang kita sebentar." Ujar appa sungmin kemudian menarik lengan sungmin, sungmin hendak menolak, namun eunhyuk hanya tersenyum mengangguk. Sungminpun melangkah pergi bersama appanya. Eunhyuk sendirian duduk di sebuah bangku, menunggu kedua keluarganya , tiba-tiba seseorang menendang koper sungmin hingga terjatuh, eunhyuk hendak marah, namun ia dan orang itu sudah menjadi tontonan orang lain

"YA! Apa yang kau lakukan! Kalau berjalan hati-hati!" bentak eunhyuk seraya membereskan pakaian sungmin yang berserakan, ia sendiri bingung apa sungmin tidak mengancingkan kopernya dengan benar? Bahkan sampai terbuka begitu saja, padahal hanya tertendang orang dan jatuh. Orang tadi membantu eunhyuk membereskan pakaiannya

"Mianhae noona." Ujar orang itu seraya ikut membantu eunhyuk.

"Ne, kena… donghae?" sapa eunhyuk bingung, kenapa sahabatnya ada disini

"Hyuk, ah.. mianhae… aku tadi terburu-buru, jadi aku tak sengaja menabrakmu." Jawab donghae menyesal.

"Sudahlah, bantu saja aku." Ujar eunhyuk tegas, donghaepun langsung membantu eunhyuk membereskannya.

Tak lama dari kejadian tadi, appa dan sungmin sudah tiba. Mereka langsung menuju mobil mereka yang sudah tiba, namun eunhyuk menuju kamar mandi terlebih dahulu, ditemani donghae. Ia meninggalkan kopernya karena ia kira appanya dan sungmin akan menunggunya. Namun saat eunhyuk kembali bersama donghae, hanya tinggal kopernya saja, appanya dan sungmin sudah tidak ada. Sepertinya ia tertinggal.

"Hyuk, pulang saja bersamaku, meski tidak naik mobil, setidaknya kita bisa naik kendaraan umum." Ajak donghae, eunhyuk hanya mengangguk senang.

Eunhyuk dan donghae menunggu di sebuah halte, mereka menunggu bus mereka tiba,

"Kau tau, di china banyak sekali makanan berbahan dasar anjing." Cerita eunhyuk pada donghae

"Hyuk, kalau kau makan anjing, berarti kau makan choco." Ujar donghae diiringi tawa, sedang eunhyuk merengut kesal dan memukul bahu donghae pelan

"YA! Kau menakut-nakutiku? Mana mungkin aku tega memakan choco, dia itu anjing yang kau berikan padaku, manamungkin aku melakukannya!" bentak eunhyuk kesal. Akhirnya bus merekapun tiba, eunhyuk hendak masuk dan mengangkat kopernya, namun donghae menahannya

"Biar aku yang membawanya, kau masuk saja." Ujar donghae, eunhyuk hanya tersenyum dan masuk lebih dulu.

#EndFlashback

Lamunan eunhyuk membayangkan masalalu terputus, pengumuman bahwa ia harus segera menuju pesawat sudah disiarkan, namun ia juga belum masuk ruang boarding pass. Saat eunhyuk bangkit, ia tiba-tiba merasa ingin ke kamar mandi, akhirnya ia menuju kamar mandi lebih dulu sebelum emasuki ruang boarding pass.

Donghae berlari memasuki bandara sekuat tenaga, ia menoleh kesana-kemari mencari sesosok yeoja yang selama ini mengisi relung hatinya, ia bahkan berulang kali menabrak orang karena berlari tanpa melihat jalan. Tanpa donghae sadari, saat ia mencari kearah lain eunhyuk berjalan di belakangnya menarik kopernya. Mereka berjalan tanpa saling menyadari ada seseorang yang mereka cari di dekat mereka.

"Sekali lagi, para penumpang menuju Los Angeles, dimohon untuk segera memasuki pesawat, karena waktu take off sudah dekat." Pengumuman sudah disiarkan lagi, donghae yang mendengarnya tubuhnya lemas seketika

'A..ku terlambat?' pikir donghae. Wajah namja itu berubah sayu, ia melangkah lesu keluar bandara, apa yang ia takutkan terjadi…. Sebuah perpisahan ditengah-tengah sebuah permasalahan. Eunhyuk begitu pengecut menurutnya, bagaimana bisa? Yeoja yang ia cintai pergi begitu saja? Padahal permasalahan belum juga selesai.

Donghae menoleh kearah pintu masuk boarding, ia melihat seorang yeoja berpenampilan cerah. Wajahnya begitu pucat, tampak tak ada kegembiraan sama sekali dari wajah yeoja itu. Namun donghae mengabaikannya, baginya eunhyuklah yang hanya ada difikirannya

"Eun… eunhyuk-ah!" tiba-tiba donghae ingin berteriak memanggil nama itu, entah kenapa tubuh donghae terdorong untuk menahan bahu yeoja tadi.

"Kau… eunhyuk bukan?" tanya donghae yakin, namun yeoja itu menggeleng lemah tanpa berbalik. Kelakuan aneh yeoja itu membuat donghae curiga, akhirnya ia membalikkan tubuh itu paksa. Ia melihat wajah seorang yeoja manis berlinang air mata, yeoja itu tampak begitu buruk. Dengan yakin donghae memeluk yeoja itu, namun yeoja itu tetap berusaha menahan tubuhnya.

"Kau sudah menjadi suami orang, mana mungkin aku memelukmu." Ujar eunhyuk menunduk dalam, membuat donghae hanya bisa terkekeh. Yeoja dihadapannyapun menengadahkan kepalanyadan menatap wajah donghae dengan tatapan yang sulit diartikan,

"Siapa bilang, kau sendiri aneh, kakakmu menikah kau malah pergi, kau tahu tidak… appamu ingin kau batal ke amerika, cukup jadi pendamping hidupku dan tak perlu ke amerika untuk sukses, aku yang akan menafkahimu hingga akhir hayat nanti." Ujar donghae lembut seraya menggenggam kedua tangan eunhyuk dan meletakkannya di dadanya sendiri. Yeoja dihadapan donghae itu tampak terbingung, air matanya kembali mengalir dari ujung kedua mata indahnya. Ia sendiri menjadi tidak yakin dengan keinginannya mencapai cita-citanya di negeri paman sam itu. Bukankah ia sendiri yang memutuskannya, kalau ia juga yang membatalkannya tidakkah ia egois, inilah keputusan yang benar-benar harus ia pilih salahsatu yaitu penentu kelangsungan hidupnya selanjutnya.

"Hyuk, kali ini biarlah kau egois, biarlah kau berbuat semaumu dan lakukan apa yang kau inginkan, aku tak butuh sisi baik atapun sisi pahlawanmu, cukup jadi dirimu yang sesungguhnya, akulah yang akan menerimamu apa adanya, tidak ada yang lain untukmu kecuali namja dihadapanmu saat ini, yang akan terus mencintaimu." Donghae semakin menggenggam kedua pergelangan tangan eunhyuk erat

"Gomawo hae, kurasa aku harus berhenti menjadi egois sementara, lain waktu… aku akan berubah." Eunhyuk melepaskan tangan donghae yang menggenggamnya. Ia menghirup nafas panjang dan membuangnya perlahan, dengan keyakinan yang sedikit terpaksa dan tidak ada ketulusan disana, eunhyuk melangkah memasuki ruang boarding pass. Donghae hanya menatap sayu kepergian eunhyuk yang memasukiruang boarding pass

3 Years later….

Seorang namja menggendong balita mungil yang sibuk menggeliat digendongannya. Keduanya tampak begitu bahagia bercanda dan tertawa bersama

"Donghae ah…. " panggil seorang yeoja manis mengambil alih balita yang berada dalam gendongan namja bernama donghae itu

"Sungminnie… kau itu… Sun ri masih mau bermain denganku, kau pelit sekali… benarkan baby, kau masih mau bermain dengan daddy?" donghae hendak menggendong balita yang bernama lengkap le sun ri itu

"Ya! Lihat jam! Kau harus bekerja, pergi kerjalah! Kau tak akan menafkahi anakmu kalau kau tidak bekerja!" bentak sungmin mendorong donghae yang sudah berpakaian rapi keluar rumah

"Tunggu, aku ingin berpamitan dengan baby satu kali lagi…" donghae mengelak

"BERANGKAT!" teriak sungmin kemudian menutup pintu rumah dan menguncinya agar donghae tidak masuk ke dalam rumah lagi.

Sungmin tersenyum menggendong anaknya menuju kamar untuk memandikan anak pertamanya itu. Wajah mereka benar-benar mirip, apalagi sun ri juga memiliki pipi chubby seperti sungmin. Sungmin memandikan sun ri dengan semangat, ia sedikit menggoda putrinya itu.

"Daddymu benar-benar menyebalkan, dia paling malas berpisah denganmu, dasar keterlaluan!" gerutu sungmin masih memandikan sunri.

Donghae memasuki kantornya semangat, senyum tak henti-hentinya ia sunggingkan pada karyawan lain. Ia memasuki ruangannya semangat, ia menyalakan computer yang berada diatas mejanya. Ia memulai pekerjaannya seperti biasa, membuat beberapa desain terbaru untuk sebuah gedung yang telah bekerjasama dengannya.

Drrrttt…drrrrttt

Tiba-tiba ponsel donghae yang ia letakkkan diatas meja bergetar. Donghaepun melihat siapa yang menelponnya

'Ming'

"Yobseyo."

"Hae…. Dia datang!"

"Maksudmu, bicaralah yang jelas ming, aku sedang bekerja, bukankah kau yang memaksaku untuk bekerja, apa babyku merindukan daddynya?" donghae memutar kursi kerjanya seperti anak kecil

"Hei…. Dia datang, dia pulang hari ini…"

"Siapa, kyuhyun?" donghae menyeruput kopi yang baru saja dibuatkan asistennya itu

"Pokoknya nanti kau harus menjemputnya di bandara jam makan siang!" teriak sungmin kemudian mengakhiri percakapan yang 'sangat' singkat itu.

Donghae hanya menghela nafas mendengar omelan sungmin yang sudah menjadi kebiasaannya setiap hari. Benar-benar istri yang baik, tidakkah memperhatikan suaminya itu penting? Donghae sendiri tidak yakin menjadi suami yang betah mendengar omelan sungmin yang seperti kereta beruntun, memang bertujuan baik… tapi donghae bukanlah pendengar yang baik, malah berkesan cuek dan sangat tidak peduli. Namun pada akhirnya saat jam makan siang ia bergegas menuju bandara sebelum mendengar kembali omelan beruntun sungmin. Ia menunggu seseorang yang sungmin maksud sangat lama, sudah sejak jam makan siang tiba ia duduk di kursi tunggu. Perutnya sudah lapar karena belum sarapan dan lebih sibuk bermain dengan sun ri.

"Kurasa kau sudah menunggu lama, apa merepotkan?" tanya seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri di depan donghae yang menatap lantai, donghaepun menengadahkan kepalanya melihat siapa yang bicara padanya

"Kau…."

"Apa di rumah dengan sungmin sangat menyenangkan…..,… nae wanjangnim?" Donghae menatap seseorang dihadapannya tidak percaya, wajahnya benar-benar tampak terkejut.

"Hyukkie, kau sudah pulang?" tanya donghae semangat seraya bangkit dan memeluk eunhyuk

"Kurasa menumpang di rumah orang itu menguntungkan untukmu." Eunhyuk melepas pelukan donghae dan masih tertawa

"Apanya yang enak, uisainim itu benar-benar menyebalkan, meninggalkan istri cerewetnya dan membuat telingaku sakit setiap hari, kau tahu tidak, sungmin seperti akan menyiksaku setiap hari, kurasa aku benar-benar hanya cocok dengan yeoja yang sabar sepertimu." Donghae menarik lengan eunhyuk dengan semangat

"Ayo kita pulang ke rumah!" ajak donghae senang seperti anak-anak, benar-benar berbeda saat ia dulu selalu mencoba menjadi orang yang romantis untuk mengejar eunhyuk, namunitu juga sisi baik donghae bagi eunhyuk.

END

Hahaha… mian ne kalau mengecewakan,

Jujur author kecewa dichap kemarin riviews yang paling sedikit ,waeyo? Apa FF author buluk sekali (?) jujur itu sempet bikin author down juga, tapi karena author tetep setia nulis dalam keadaan apapun, jadi author semangat lagi nulis FF ini, nanggung kalau dibiarin, ini chap terakhir, dan akhirnya SELESAI! Gomawo semuanya! Buat para readers setia maupun yang gak setia (?) pokoknya gomawo, gak bakalan ada skyMonkey3012 kalau gak ada readersnya… gomawo semua… saranghae !

Di chap kemarin ada yg bilang chap kemarin membingungkan… hahaha… aku kasih penjelasannya hohoho aku sengaja sih #evil ini soalnya ceritanya si eunhyuk itu masih belum tahu masalah perpisahannya, nah si umin itu sejujurnya mau ngerelain tapi agak susah, terus pas si eunhyuk bilang biar donghae mau nikah sama sungmin, si sungmin ngikut aja, dia kira si eunhyuk beneran ikhlas, jadi makanya pas sungmin minta eunhyuk ngerelain donghae, eunhyuk mau-mau aja, tapi… pada akhirnya sungmin juga yang jera, masih membingungkan kah? Mianhae ne…. hehehe… okedeh, sampe ketemu di next FFku! Makasih, gomawo, xie cie, matur nuwun, semuanya deh… Semoga di next FFku kalian masih setia pada author abal ini, oke haehyuk shipper, terima kasih semuanya, buat yang udh mau riviews juga, semuanya deh, makasih juga udah yang mau do'ain author, yang enggak juga makasih, aku jadi bingung mau bilang apa.. pokoknya jangan anggap ini sebuah perpisahan ne, kita bertemu lagi lain waktu gomawo, saranghae ^_^

Big thanks to : anchofishy, deehyuk04, WooChaHyunHyuk, yndaariezz, gdtop, shizu, indah, lee maria, nurul. , wonnie, all Guest, Hehehe Lee Eun, Jae dwiihae, 7, leehyunseok99, ,lee jasminie, fitri jewel hyukkie, Jiaehaehyuk, VIPKYUHYUNEUNHAESHIPPER,dian, Channie860404, imnavisay, aYue SoeKa Haehyuk C, and other (mianhae yang berlum author cantumkan namanya soalnya takut kelamaan yang update) semuanya gomawo….. ^^