JOMBLO

(Rewrite dari Novel "JOMBLO" karya Aditya Mulya)

Alur cerita tidak dirubah, hanya sedikit menyesuaikan.

Nama Tokoh, tempat dan Universitas diganti demi keseimbangan cerita.

Part 10

Embun

.

.

.

Sehun berjalan dengan cuek sambil membaca Detektif Conan. Dia ingin menunggu kuliah di kos-kosan Kai. Berbeda dengan Kai, Sehun adalah anak yang cukup polos. Dia adalah anak yang baru sadar di umur 15 tahun bahwa manusia tidak lahir dari telur. Langkahnya terhenti di pekarangan depan rumah kos itu. Kaca jendela Kai tak mampu ditembus mata. Sekilas tidak ada yang aneh, kecuali kenyataan bahwa kaca tersebut berembun.

"Embun? Di siang hari?" batin Sehun bingung

-tok tok tok-

-tok tok tok-

-tok tok tok-

Celah pintu terbuka sedikit. Kai menatap dengan nafas berat.

"Lu ngapain ke sini?"

"Gua mau meneliti jenis algae yang hampir punah di kamar lu. SEJAK KAPAN GUA KUDU PUNYA ALASAN MAEN KE KOSAN LU?"

"Sejak hari ini. Balik lagi aja sejam lagi." Kai terdiam sebentar.."Eh, make that 3 jam lagi aja."

-BRAK- Pintu ditutup dengan tidak ramah.

.

.

Tiga jam kemudian Sehun kembali ke kos-kosan Kai, siap dengan segala amarahnya.

"GUA BAKAL CINCANG LU PAKE PISAU TUMPUL KARATAN! TUNGGU AJA LU!" ujarnya dalam hati.

Pintu kamar Kai terbuka sedikit, Sehun masuk. Kai tidak ada di kamar. Yang ada di kamar adalah wajah yang ia kenal. Wajah yang memiliki reputasi tertentu di kantornya. Sekarang wajah itu terlukis kaku mematung dengan tangan sedang mengaitkan kancing kemeja paling atasnya. Wajah itu menatapnya. Sehun adalah orang yang memiliki daya nalar yang setingkat dengan amuba. Lambat.

"Oh, oke, gua ngerti sekarang. Krystal pasti tadi numpang ganti baju….tapi ngapain Kai juga di dalem kamar? Kenapa ganti baju sampai 3 jam?...eh…YA TUHAN…." batin Sehun menyadari asumsi yang terlambat masuk ke otaknya.

Sehun merasa canggung sekarang.

"Hi"

"Hi"

"Hi." Hi ketiga datang dari arah belakang Sehun. Sehun menoleh dan melihat Kai telanjang dada berlapis handuk sehabis mandi.

"Mandi Kai?" Sehun terjebak dalam percakapan paling basi sedunia.

"Iya, panas."

"Oh…iya, Daejon sekarang memang panas." ujar Sehun sambil salah tingkah.

"Iya"

"….jadi…."

"….jadi…."

"Gua denger di radio lu tadi, harga cabe turun drastis Kai," ujar Sehun sambil menepuk-nepuk tangan ke depan belakang, dengan suksesnya menambah kecanggungan semua orang.

"Iya…"

"Kayaknya gua mesti pergi dulu deh…" ujar Krystal memohon diri.

"Jangan, biar gua aja," sanggah Sehun sambil meraih sesuatu di atas meja Kai, dengan asal. "Tadi gua mau minjem ini." sambil mengacungkan sesuatu.

"Minjem Fiesta?" tanya Krystal heran. Situasi semakin hancur.

"…Iya…mmm…ya gua sih gak bakal ML atau gimana, soalnya kan dosa…" Sehun terhenti dari omongannya sendiri, sadar bahwa kalimat yang keluar akibat salah tingkah itu telah menambah kecanggungan semua orang dan mampu menghancurkan karirnya. Dia berusaha memperbaiki perkataannya dengan cara membawa percakapan ke jurang kehancuran lebih dalam. "….tapi ya gua sih gak bakal mandang jelek orang-orang yang ML..apalagi temen kantor…"Sehun menggesturkan tanda kutip di kata 'jelek'.

Muka ketiga anak menjadi semakin merah.

"Gua yakin lu mau pergi sekarang kan SEHUN?" tanya Kai menahan marah. Sehun pun menjadi semakin terbata-bata.

"Iya…gua mau ke tengah jalan minta ditabrak truk manggis….makanya gua butuh kondom ini."

.

.

.

Note :

ML = Making Love = Bercinta = Bayangin aja sendiri ya *ehe

.

.