HALO~ HAHAHA MAAF FANFIC ANEH INI GA KEUPDATE, MAAF *dibunuh*
Nyari idenya susah sih + battle-nya saya gatau mau jadi apa~
Oh ya, yang FALSE=ANSUL di chapter sebelumnya itu fiksi—ya jelas mana ada lah—FALSE=ANSUL disini itu Reyvateil Origin yang sudah ter-corrupt untuk keperluan perang ratusan tahun lalu di El Elemia. Lengkapnya ada di chapter sebelumnya sih, eheheh, saya mau nambah Terminology. Soal Cosmosphere, di chapter ini bakal ada lagi kok—dan saya cuma ngehususin 10069-nya, soal XS dan pairing lain...mungkin akan saya pisah di bagian lain kalo ada idenya + sempet apa nggak. Sekaligus penjelasan, memori Mukuro kembali sesuai event di Cosmosphere—mirip kayak Cloche di AT2.
Disclaimer: Amano Akira owns Katekyoushi Hitman Reborn!, GUST-BANPRESTO owned Ar Tonelico series.
Warning: Sekali lagi maaf kalau characternya OOC. Dan ingatlah ini FULL AU. Don't like, don't read~
Ar Tonereborn : Melody of Mist
/
Phase 3.2 Emperor of Wailing Thunder
Dikarenakan suatu hal, sekali lagi perjalanan mereka terhambat. Kali ini, kereta yang mereka tumpangi berhenti beroperasi. Naluri sang knight langsung berkata bahwa kereta itu dihentikan paksa—atau dengan kata lain, dibajak seseorang. Sekian menit berlalu setelah Yamamoto dan Gokudera memeriksa badan kereta dan menemukan ketiadaan penumpang lain selain mereka dan juga tidak adanya kondektur yang membimbing jalan.
"Tidak ada pilihan lain selain jalan kaki ke stasiun terdekat." Yamamoto menunjuk jendela. "Pintu kereta tidak bisa terbuka—dan aku tidak mau merusak kereta dengan song magic Gokudera—jadi kita lewat situ saja,"
"Stasiun terdekat mana, Yakyuu-baka?" tanya Gokudera yang tengah melompat keluar. "Seingatku stasiun terakhir kereta ini di Shimon City,"
"Aah, aku ingat satu stasiun," Byakuran menaikkan jarinya. "Pasti stasiun Ala Alba, kan?"
Gokudera menyela,"Itu stasiun Axis Train baru, dan itu tempat transit bagi mereka yang mau menuju Sol Marta Gate, Sol Cluster Gate atau menuju ke arah Shimon City,"
"Sol Marta Gate?" Mukuro tertinggal bingung.
"Kau benar-benar tak tahu soal Sol Infel, eh, Mukuro-kun?" pria berambut putih itu mengedip. "Tower ini adalah persilangan antara tiga tower pendahulunya. Karena itu ada semacam jalur cepat selain lewat Cloudshine,"
"Oh," Male Reyvateil itu hanya mengangguk.
"Dekat sih, kurang lebih ada 5 kilometer..." Yamamoto memeriksa peta yang ada di sakunya. "Kita bisa melaporkan soal kereta itu disana,"
"Rasanya kita punya banyak musuh ya?" ucap Byakuran. "Tapi menurutku lebih seru seperti ini,"
"Hmph," Mukuro mendengus.
/
Stasiun Ala Alba,
Selain stasiun, Ala Alba juga merupakan tempat peristirahatan—mengingat fungsi tempat tersebut sebagai wilayah transit—dan tak heran, di dekat pintu stasiun utama ada Dive Shop, penginapan serta beberapa lapak yang membentuk pasar kecil yang menjual beberapa item yang didapatkan dari berbagai tower lain.
"Jadi, aku dan Yakyuu-baka akan menemui pengurus stasiun ini, bagaimana dengan kalian?" Gokudera menunjuk kantor stasiun. "Ini akan lama, dan untungnya aku punya lisensi dari Giotto-sama untuk melaporkan dan menanyakan kejanggalan..."
"Dive Shop!" sahut Byakuran bersemangat, memotong narasi panjang Gokudera. Mukuro yang mendengarnya pun bergidik.
"Eh? Yaaah terserah andalah, Byakuran-san," Yamamoto nyengir. "Kita akan ketemu disini lagi, oke?"
"Nah~ ayo ke Dive Shop, Mu-ku-ro-kun~"
"Tolong lepaskan," Mukuro berdiam diri. "Kau takkan kuizinkan masuk ke dalam Cosmosphere-ku,"
"Oya, Mukuro-kun, apa kau marah soal yang kemarin itu~? Hahaha!" Byakuran tertawa puas. "Yasudah, yasudah! Bagaimana kalau kita jalan-jalan di pasar sampai kau mau melakukan Dive?"
Mukuro tidak mengindahkan ajakan Byakuran dan berjalan sendirian ke tengah pasar, knight berambut putih itu tak bereaksi apapun selain mengikuti Reyvateil Partner-nya itu. Di tengah pasar, tiba-tiba Mukuro menghentikan gerakan kakinya.
"Le-lepaskan aku, Spica bodoh!" sahut wanita pendek berambut panjang sepunggung (bahkan, lebih) pada pedagang berkacamata di balik konter. "Aku masih ada kerjaan di Dive Shop, Croix menunggu—"
"Sudahlah, Jakuri. Sedikit service begini tidak masalah kan?" wanita berkacamata itu terkekeh puas ketika ia menyelesaikan dandanan maid costume pada 'korban' didepannya.
"Hm? Kufufufu..."
Mukuro tersenyum ketika melihat adegan seseorang familiar sedang berada di balik lapak bertuliskan 'Firefly Alley Goods' dan tengah dipaksa oleh seorang pedagang wanita berkacamata yang mengenakan topi akademik biru keunguan dengan blus berwarna sama. Ia lalu mengetok meja konter dan mengejutkan mereka berdua—Byakuran yang ada jauh di belakang Mukuro tampak mengenal wanita berambut hitam panjang tersebut—ia pernah melihatnya disalah satu Cosmosphere Mukuro.
"Halo...Mir," Mukuro menampilkan senyum trademarknya. "Atau disini kau dikenal dengan sebutan Jakuri, eh?"
"K-Kau! Rokudo Mukuro!" pekik wanita berambut hitam itu. "Apa yang kau lakukan disini?"
"Kufufu, rahasia," Male Reyvateil bermata tidak serasi warna itu menempatkan jari telunjuknya didepan bibirnya. "Ternyata kau sering cosplay tanpa bilang-bilang padaku, hm?"
"Apanya yang cosplay!" sergah wanita itu membela diri. "Wanita tua gila itu terlalu biasa mengancamku!"
"Siapa yang kau bilang tua, Mir?" aura ungu keluar dari wanita berambut putih di belakangnya. "Jelas-jelas kau lebih tua dariku...dasar sok muda,"
"Maksudmu apa, Spica!"
"Oya, nostalgia yang sangat ramai," Byakuran menghampiri mereka—yang tadinya ingin melihat dari kejauhan saja. "Siapa wanita-wanita ini, Mukuro-kun?"
"Mereka kenalanku—ah, kecuali wanita kacamata itu," ucap Mukuro pendek. "Wanita berpakaian maid itu bernama Jakuri,"
"Wah, wah, kau yang takut Dive sudah punya partner ya, Rokudo Mukuro?" sekarang Jakuri balik tersenyum—ia tampak tertarik dengan situasi tersebut. "Siapa namamu, pria berambut putih?"
Mukuro terdiam, Byakuran menanggapi pernyataan Jakuri, "Namaku Byakuran, dan ya~ aku ini partner Mukuro-kun~"
"Masa muda yang menyenangkan ya, Jakuri?" wanita bermata empat itu tersenyum senang. "Ternyata Reyvateil Divophobia kesayanganmu itu sudah punya partner, aku ucapkan selamat untuk kalian berdua ya, ini kartu nama dariku sebagai tanda selamat."
Pedagang itu menyerahkan kartu nama ke tangan Byakuran dengan tulisan 'Spica Neal' tercetak tebal ditengahnya.
"Spica, kembali ke topik." Jakuri beralih ke Spica. "LEPASKAN. SEMUA. INI. DARI. BADANKU."
"Kau tak sabaran, Jakuri," Spica kembali tertawa kecil. "Maid Costume spesialku ini takkan kulepaskan darimu sehari penuh,"
Jakuri meng-glare wanita yang tertawa puas itu dan kembali menatap Mukuro dan Byakuran. "Kebetulan kau ada disini, aku ingin mengetes soal Divophobiamu,"
Male Reyvateil itu langsung sweatdrop, rekoleksi ingatannya tentang wanita Reyvateil itu mulai terbayang dibenaknya."Maksudmu...Dive...lagi?"
"Tentu, kau sudah biasa kujejali Dive sejak Shurelia memintaku menjadi pengawasmu kan?"
"Wah~ ternyata anjuranku ke pasar ini benar!" pekik Byakuran dalam hati.
/
Sementara itu, Ala Alba Railway Station Site
Gokudera dan Yamamoto sudah berbicara dengan penjaga loket dan beberapa staff, mereka bilang tidak ada kecelakaan atau gangguan yang terjadi selama kurun waktu terakhir. Mereka mengusulkan untuk pergi ke kantor Direktur Pusat Ala Alba yang letaknya dekat dengan pintu gerbang menuju Sol Marta.
Di dalam kantor itu, mereka berdua langsung ditunjuk ke dalam ruangan direktur—dan kebetulan sang direktur sedang bersantai di dalam kantornya.
"Hm? Oh, akhirnya kalian datang juga...~" orang yang tengah berpangku tangan diatas meja menyambut mereka.
Pria itu berdiri dari tempat duduknya, tanduk keemasan yang ada di tepi rambut ikal serta gaya jalannya yang membungkuk dan senyum main-mainnya terlihat jelas di mata Male Reyvateil FALSE=ANSUL dan salah satu knight level tinggi itu.
"Lambo...?" Gokudera mengernyitkan dahinya. "Kau...? Setelah kami meninggalkan Shimon City ternyata kau masih hidup?"
"Ceritanya panjang, Gokudera-niisan," ia mengedipkan satu matanya, tangannya melambai ke arah sofa empuk yang ada di sebelahnya. "Dan Yamamoto-san juga, silahkan duduk sambil aku menceritakannya,"
/
Bartel Dive Shop, Ala Alba Railway Station Market
Toko ini dikelola oleh Jakuri sendiri—begitulah ungkapnya—dan ia didampingi oleh seorang knight yang berasal dari Metafalica sebagai Grand Bell Knight Commander bernama Croix Bartel. Croix jarang berada disana, tetapi kebetulan saja ia sedang mendapat hari libur dari Maiden Aqua dan Maiden Homura yang memimpin disana—entah apa alasannya. Setelah sedikit penjelasan, Croix menunjukkan mereka pada mesin Dive toko tersebut. Dan yah, Jakuri tidak menggratiskan jasa tersebut—Byakuran setuju-setuju saja dengan alasan 'apapun untuk Mukuro-kun'.
"Kau membawa banyak orang ya, Jakuri," Croix menaikkan kacamatanya. "Jadi, mereka mau mencoba Dive?"
"Ya, berikan mereka yang spesial, Croix." Jakuri berdehem. "Ingatlah, Byakuran. Cosmosphere itu bukan hanya berisi kumpulan emosi dan memori secara langsung, tetapi kadang mereka dijelaskan secara abstrak atau tersusup dalam sebuah cerita,"
"Aku mengerti~"
Mukuro yang dianggap subyek penelitian hanya diam, sementara Byakuran yang ada di sampingnya tetap tersenyum penuh kepuasan.
"Baiklah, silahkan kalian berdua bersiap," cowok yang berada di balik mesin Dive itu mengacungkan ibu jari.
...
"Nah Mir, aku punya pernyataan,"
"Apa itu, Croix?"
"Kau terlihat manis di kostum Maid i—"
"...Kau mau kubakar, hah?"
"Tidak, ahahaha. Tapi aku serius, Mir."
/
"Ah halo Byakuran-san," Fran menyambut Byakuran. "Semoga kau menikmati porsi kali ini,"
"Maksudmu apa?"
"Master akan lebih menutup diri dan cosmosphere akan dibagi-bagi dalam sekian bagian..."
/
Cosmosphere Mukuro Rokudo [Level 4]
Alkisah di sebuah kota kecil bernama Estraneo, seorang pemuda yang duduk di bangku SMU tengah memulai hari barunya sebagai murid pindahan di sekolah khusus pria Estraneo High. Ia datang kesana karena sebuah program pertukaran pelajar yang dilakukan OSIS Gesso High, sekolah asalnya. Pemuda itu bernama Tachibana Byakuran, rambutnya seputih salju, ia jenius dalam pelajaran, jagoan basket dan juga senyumnya sangat ramah lingkungan. Hari itu adalah hari pertamanya sebagai seorang siswa Estraneo High. Tidak ada yang mengetahui bahwa ia adalah seorang penting di Gesso High—sebagai seorang pemimpin geng Giglio Nero yang ternyata mengincar kekuasaan di Estraneo High.
"Namaku Tachibana Byakuran," ucapnya dengan senyum, ia lalu membungkukkan diri. "Mohon bantuannya di satu tahun kedepan,"
Murid-murid langsung menanggapinya sebagai seseorang yang menarik. Guru kelas yang bernama Rasiel pun menutup kegiatan homeroom setelah mempersilahkan Byakuran duduk di bangku pojok belakang kanan di sebelah satu-satunya kursi kosong di kelas itu.
"Yo, Tachibana. Terima kasih kau sudah menerima rekomendasi OSIS kami," pria tegap dengan banyak luka-luka di pipinya serta kacamata half-frame menyapanya—ditemani salah seorang pria yang rambutnya panjang sampai awalnya Byakuran kira Rapunzel—sayang warnanya perak. "Selamat datang di Estraneo High, aku ketua kelas ini dan juga ketua OSIS, Xanxus."
"VOI! AKU WAKIL KETUA OSIS, SUPERBI—ADAWWWW XANXUS! LEPASKAN TANGANMU DARI RAMBUTKU!"
"Kecilkan suaramu sedikit, sampah!" Xanxus berdehem. "Ada yang ingin kau tanyakan, Tachibana?"
"Siapa yang duduk di sebelahku, ketua OSIS?" Byakuran menunjuk kursi yang dimaksud.
"Maksudmu, Rokudo Mukuro?" seseorang berkacamata dengan rambut silver pendek yang membelah dahinya ikut menghampiri meja Byakuran. "Palingan dia bolos lagi, ia murid bermasalah."
"Oya? Bermasalah?" Byakuran memiringkan kepalanya tanda penasaran.
"Absensinya selalu bolong-bolong, ia cuma masuk sekali dalam sebulan, sampah yang terlalu pintar untuk ditaruh di kelas ini." Xanxus mendelik. "Ia juga pemipin geng sampah bernama Kokuyo yang tahunya cuma merusak dan berbuat onar,"
"Seperti apa orang itu?" tanyanya lagi. Kokuyo adalah rival utama geng Giglio Nero miliknya—entah dewi Fortuna sedang berpihak padanya, tetapi ia punya kesempatan menghabisi geng itu untuk mendapat teritorial Estraneo.
"Dia itu berambut ungu panjang, warna matanya beda, voi." Squalo menjawab.
Bel tanda pelajaran pertama berbunyi, kelas pun kembali sibuk dengan kehidupan sekolah.
/
Sepulang sekolah, tepat di depan sekolah terdapat orang-orang membagi selebaran tentang Maid Cafe yang dibuka di pusat kota.
"Kau tertarik kesana, Tachibana?" salah seorang teman sekelas Byakuran yang bernama Dino Cavallone tengah membaca selebaran itu.
"Yah, aku ingin makan parfait..." jawabnya. "Dan lumayan bila ada maid yang menarik perhatianku~ kau mau menemaniku, Cavallone? Kutraktir!"
"Aku pass, aku mau kencan dengan seseorang," Dino tersenyum. "Kyouya-ku pasti sedang menunggu di rumah,"
Adat yang tak bisa terlepaskan dari sekolah serba cowok itu adalah ketertarikan sesama lawan jenis—Byakuran menyadari hal itu dan ia mendiamkannya saja—karena ia jatuh di lubang yang sama. Tadi di sekolah juga matanya tak luput dari adegan ciuman yang dilakukan Gokudera dengan seorang murid berambut hitam dari kelas lain ketika Byakuran ingin mencari tempat sepi untuk menikmati bekalnya, atau terdengar erangan yang dikeluarkan suara merdu wakil ketua OSIS dari salah satu bilik kamar mandi—ah, ia sudah hafal apa yang akan terjadi.
Byakuran lalu menuju kearah tengah kota dan mencari Maid Cafe yang dimaksud. Ia masuk di cafe yang sepi itu dan duduk di sisi tengah—dan langsung membuka daftar Menu yang ada di atas meja. Seorang maid mendekatinya.
"Pesan apa, tuan?"
Ketika Byakuran mengalihkan matanya dari daftar Menu, ia melihat sang maid yang ciri-cirinya ia akrabi.
Rambut ungu, warna mata yang tidak serasi...
Ditambah tubuhnya ramping yang dibungkus dengan pakaian maid yang manis...
Dia Rokudo Mukuro, ketua geng Kokuyo yang ditakuti sebagian besar penghuni sekolah?
"Maaf, pesan apa tuan?" ucapnya lagi, menyadarkan Byakuran dari lamunannya.
"Ah, satu jumbo parfait, tolong tambahkan gula." Pemuda berambut putih itu menyatakan pesananannya. Ketika sang maid mencatat pesanannya, ia terlihat terkesiap dengan logo Estraneo yang ada di blazer almamater Byakuran.
"...Jarang sekali murid Estraneo kemari," ucapnya.
"Mungkin mereka semua sudah punya pacar dan lebih mau menghabiskan waktu di rumah~?" jawab Byakuran.
"Oh," maid itu berbalik badan menuu dapur.
"Tunggu sebentar, aku mau tanya sesuatu." Byakuran menahan tangan maid. "Apa benar kau Rokudo Mukuro, pemimpin geng Kokuyo?"
"...Darimana kau tahu hal itu?" sorot mata sang maid menajam.
"Oya, oya...ternyata ketua geng berprofesi sebagai maid...eh?" senyum Byakuran meruncing. "Sebaiknya kuberitahu orang-orang Estraneo High..."
"Tunggu, aku punya alasan!" ia membela diri. "Jangan mem-blackmail atau tulangmu akan kuremukkan,"
"Coba saja, Meidofuku-chan~"
Kepalan tinju Mukuro melayang ke wajah Byakuran—yang mentah-mentah ia tangkis dengan sebelah tangan—Mukuro hanya bisa menatap tidak percaya dengan penuh amarah.
"Kau mau dengarkan syaratku atau tidak?" Byakuran terkikik.
"Tampaknya aku tak punya jalan lain ya?" maid itu masih tersenyum, tetapi ia tampak kesal. "Sebutkan,"
"Kau harus menghidangkan jumbo parfait untukku setiap hari disekolah~!" ucapnya senang.
"Bu-buat apa aku harus masuk sekolah itu lagi!"
"Atau kau harus menahan malu ketika foto-fotomu tersebar di kota..."
"Baik, baik! Seenak jidatmu saja!" geramnya tanda setuju. "Siapa namamu, brengsek?"
"Aku Tachibana Byakuran, Meidofuku-chan~"
Rangkaian kegilaan hubungan Tachibana Byakuran dan Rokudo Mukuro pun dimulai, tidak ada yang tahu rahasia masing-masing yang tersimpan di sanubari mereka.
[Gained costume : Meidofuku]
/
"Kau dihidupkan seseorang setelah kejadian di Shimon City itu?" ucap Yamamoto tak percaya.
"Yap~ dia sangat baik dan sekarang aku bekerja dibawahnya~"
"Hm...sekarang apa yang kau lakukan?" tanya Gokudera.
Lambo dengan bangga berdehem sebelum berbicara, "Menghentikan kalian untuk menemukan FALSE=ANSUL lain,"
/
To Be Continued.
/
Oke, another fail dan short chapter. Ada review sebagai penutup chapter? XD
