Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
"Hal apa yang harus kau jelaskan pada kami, Nona Hinata?" tanya Ino pada Hinata yang duduk dibangku rumah sakit sambil melipat tangannya.
"Ino, ini bukan waktu yang tepat." Ucap Sakura yang sedang berdiri di depan pintu kamar Sasuke.
Begitu dokte keluar, Sakura langsung menghampirinya.
"Dia tidak apa-apa, hanya mendapatkan luka kecil di punggungnya karena tertimpa beban yang lumayan berat, kalian boleh menemuinya." Ucap sang dokter.
Sakura orang pertama yang langsung membuka pintu dan langsung memeluk Sasuke yang sedang duduk dengan tubu berbalut perban.
"Aawww..Sakura…sakit." rintih Sasuke sambil memeluk Sakura kembali.
"Maaf…tapi aku sangat bersyukur kamu tidak apa-apa…syukurlaaah.." ucap Sakura sambil menangis.
"Hhhh... kenapa orang-orang itu selalu sadar akan sesuatu yang berharga ketika akan kehilangan yah." Kata Ino memandang Sakura dan Sasuke yang berpelukan.
"Itulah sifat manusia." Jawab Shikamaru.
"Sasuke…" panggil Naruto mendekati Sasuke. "Terima kaih sudah menyelamatkan Sakura."
"Bicara apa kau, kau kan juga ikut menolong." Kata Sasuke sambil tersenyum.
Sakura melepaskan pelukannya dan duduk disamping Sasuke, Ino menduduki sofa disana karena kamar Sasuke adalah kamar VIP, Shikamaru dan naruto bersender di jendela. Mereka berbincang-bincang tentang perkelahian sebelumnya. Ketika mereka sedang asik berbicara. Tiba-tiba Sai datang ke kamar Sasuke.
"Sai..?" ucap Sakura yang panic, melihat wajah takut Sakura, Sasuke langsung menggenggam tangannya dengan lembut. Sakura menoleh kearah Sasuke, dan Sasuke mengisyaratkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Maaf mengganggu." Kata Sai sambil mendekati Sakura, begitu posisinya tepat di depan Sakura, dia meneruskan bicaranya.
"Aku tidak akan minta maaf." Kata Sai.
"Aku juga tidak perlu maafmu." Jawab Sakura sambil tidak melihat Sai. "Lalu buat apa kamu kesini? Sudah cukup kamu…"
"Aku tidak melakukannya." Potong Sai.
Sakura terbelalak dan memandang Sai dengan wajah kebingungan.
"Malam itu, aku tidak melakukannya, aku bersumpah." Ucap Sai sekali lagi.
"T..Tapi…kenapa..kenapa aku bisa tidak memakai baju saat itu? Dan kenapa aku bisa ada di hotel? Kenapa kau melukai dadaku? Kenapa kau menyebarkan fitnah saat itu di sekolah?" teriak Sakura yang bertanya pertanyaan yang selama ini ingin dia tanya pada Sai.
Sai terdiam dan menatap Sakura yang wajahnya marah dengan tatapan tenang.
"Awalnya, kami mengerjaimu." Jawab Sai.
"Kami?" kata Ino.
"Aku dan Rin." Kata Sai memperjelas.
"Rin? Kenapa dia tega? Aku pikir dia adalah saha.."
"Memang! Tapi hanya dia yang berfikir bahwa kalian bersahabat, akan kujelaskan dari awal." Kata Sai.
"Apa kamu ingat, ketika pertama kali kau menolakku, apa yang kau ucapkan?" tanya Sai.
Sebelum Sakura menjawab Sai sudah menyambungnya duluan.
" 'Maaf, yang kucintai adalah Naruto teman kecilku, tidak bisa kalau bukan dia.' Itulah yang kau ucapkan, saat itu aku menerimanya, dan sejak saat itu, kau banyak bercerta tentang Naruto pada kami, hingga Rin tahu bahwa aku sedang patah hati, dia menghiburku dan selalu ada untukku,akhirnya kamipun berpacaran dan ketika aku berkunjung ke festival sekolahmu aku tidak sengaja mendengar kau mengucapkan sesuatu pada teman sekelasmu. 'Naruto adalah Sahabatku satu-satunya di dunia ini.' lagi-lagi Naruto, tadinya aku ingin menganggap omongan itu tidak ada, tapi ternyata saat itu Rin ada di belakangku dan mendengar semuanya, kau tahu…saat itu, Rin menangis." Kata Sai sambil tetap menatap Sakura.
"Dia merasa bahwa dirinya tidak kau anggap, dia merasa kesal, kekesalankupun menjadi 2kali lipat padamu, yang tadinya kami menyukaimu, semua berubah menjadi benci padamu, karena kami merasa hanya menjadi pengganti Naruto." sambung Sai.
Sakura menunduk kebawah dengan tangan masih di genggam oleh Sasuke, Ino berdiri mengahmpiri Shikamaru dan Naruto.
"Lalu, kami merencanakan pergi ke karaoke saat itu, ingat mengapa Rin sangat memaksamu untuk ikut saat itu?" kata Sai.
Sakura mengadahkan kepalanya pada Sai.
"Itu karena, aku dan Rin telah merencanakan semuanya, ketika aku membelikan minuman, aku memasukkan obat tidur di dalam minumanmu, dan kubawa kau ke hotel, dan ketika sampai disana, Rin lah yang melepaskan semua pakaianmu, dan yang memfotomu, setelah itu dia pergi. Ketika dia pergi, ingin rasanya aku menyerangmu, tapi saat itu…aku melihat wjaah tidurmu, aku sadar…aku masih menyukaimu, begitu kau tersadar, kau menyebut nama Naruto, itu membuatku sangat kesal. Dan akhirnya." Kata Sai memberhentikan omongannya.
Sakura mulai mengingat semuanya.
Flashback.
"S..Sai? apa yang kau lakukan?" tanya Sakura panic sambil menyambar selimut untuk menutupi tubuhnya yang tidak memakai baju.
"Yang kulakukan? Aku tidak melakukan apa-apa, kita melakukannya karena sama-sama mau." Kata Sai yang sudah membuka bajunya.
"Tidak…tidak mungkiin…aku tidak mau semua ini! kau bohoong!" kata Sakura sambil teriak."
"Diaam! Atau kutusuk kau!" bntak Sai sambil menodongkan pisau pada dada Sakura.
"Aku tidak peduli, aku lebih baik mati dari pada harus melakukan ini padamu!" teriak Sakura sambil memajukan tangan Sai.
Secara tidak sengaja Sai menggores dada Sakura, dan goresan itu lumayan dalam dan panjang, lalu Sai berdiri karena panic.
"Sakura…percuma menyesal, karena kita sama-sama menikmatinya." Ucap Sai yang langsung meninggalkan Sakura sendirian.
Sakura tercengang sendirian, dia hanya menutupi dirinya memakai selimut sambil menangis, lalu dia kembali memakai pakaiannya dan keluar dari hotel.
Keesokan harinya, ketika di sekolah, Sakura melihat semua orang sedang berkumpul di depan gerbang dan ketika Sakura tiba, semuanya memandang Sakura dengan tatapan jijik, Sakura sangat bingung saat itu. Lalu dia bertemu dengan Rin.
"Riiin." Panggil Sakura
"Rin, kamu masih mau berteman dengannya? Padahal dia sudah merebut pacarmu!" kata salah satu cewek dekat Rin.
"Apa maksudmu?" tanya Sakura bingung.
"Ini! lihat sendiri!" kata cewek itu sambil melempar foto-foto telanjang Sakura yang sedang dipeluk oleh Sai.
Sakura sangat kaget melihatnya, begitu dia melihat ekspresi Rin, Rin memandang sinis kearah Sakura dan pergi.
End Flashback.
"Sejak saa itu, kita semua bermusuhan, kecuali aku dan Rin yang menjalani kehidupan di SMA yang sama, Rin sangat sedih harus bermusuhan denganmu, bahkan dia tidak tahu harus menyesal atau tidak karena telah memfitnahmu, ketka aku bertemu denganmu sekali lagi, aku melihatmu sedang berbahagia bersama Uchiha, bukan Narutto." Ucap Sai.
"Bisa-bisanya kau berbahagia sedangkan Rin selalu berada dalam bayangan penyesalan, karena Rin kau di tindas! Itulah yang selalu diucapkannya padaku! Saat aku melihatmu kemarin, aku menganggapmu sebagai orang yang munafik! Dulu kau bilang tidak bsia kalau bukan Naruto! tapi sekarang kau berpacaran dengan Uchiha!" bentak Sai.
Sakura hanya menundukkan wajahnya, Sasuke memandang Sai yang telah kehabisan nafas karena membentak Sakura, sedangkan Naruto hanya bisa menyesal karena dia telat mendapatkan Sakura.
"Kenapa kau bisa menemukan Sakura bersekolah disini?" tanya Ino.
"Itu karena ada seorang wanita mengunjungi rumah Rin, dan kebetulan aku sedang bersamanya, dia meminta pertolongan kami untuk meneror Sakura, saat itu aku langsung setuju, karena aku tidak terima kalau Sakura berbahagia sendiri!" kata Sai dengan nada kesal.
"Cukup Sai," ucap seorang wanita yang muncul dari pintu.
Begitu mereka semua menoleh.
"Rin..?" kata Sakura dengan terkejut.
"Kamu…masuklah, minta maaf pada Sakura." Ucap Rin menarik Hinata keraha Sakura.
Hinata hanya terdiam tidak berbicara apa-apa, Sai melihat keraha Rin yang mendekati Sakura.
"Saat itu…pemikiran kita belum dewasa, yang ada dipikiranku, adalah keegoisanku, aku ingin selalu menjadi nomor 1, bahkan untuk menjadi sahabatmu, kau tahu aku egois, dank au menerima keegoisanku, saat aku mendengar kau mengucapkan Naruto adalah sahabatmu satu-satunya, aku merasa kalah, aku kesal, tapi setelah dipikir-pikir, sifat itu sangat kekanakan sekali." Ucap Rin sambil memandang Sakura dengan tatapan sedih.
"Akulah yang menyebabkan dirimu di tindas, dan akulah yang memberikan negative foto itu pada Hinata, tapi setelah aku mendinginkan kepala…itu adalah masa lalu, aku tidak berhak mengusikmu lagi." Ucap Rin.
"Aku…minta maaf…aku…" kata Sakura.
"Cukup, jangan meminta maaf, karena aku juga tidak minta maaf, biarkanlah masalah yang lalu berlalu, dan mulai sekarang…anggap saja kita tidak saling kenal." Kata Rin tersenyum pada Sakura.
Rin tidak bisa membohingi perasaannya, dia ingin berteman dengan Sakura kembali, tapi dia merasa sudah tidak pantas untuk menjadi temannya, maka dari itu. Dia memutuskan tali persahabatan mereka.
"Ayo Sai…kita pulang, aku rawat luka-lukamu." Ajak Rin.
Said an Rin berjalan keluar, tapi sebelum mereka keluar, Hinata menghentikannya.
"Kau tahu, kenapa Sasuke datang menyelamatkanmu?" kata Hinata yang telah menghentikan langkah Sai.
"Saat itu, Sakura memohon padanya untuk menyelamatkanmu, karena Sakura bilang, kau adalah Sahabatnya." Ucap Hinata dengan suara bergetar.
Rin dan Sai menoleh kearah Sakura yang telah menangis dan sedang dielus kepalanya oleh Sasuke. mreka tesenyum dan pergi tidak mengatakan apa-apa.
"Pada akhirnya kau tidak menjelaskan apa-apa, Hinata." Kata Ino.
"Maaf…maafkan aku…aku hanya merasa iri pada Sakura, awalnya aku memang ingin berteman dengan Sakura, dan setelah mengetahui Sakura adalah sahabatnya Naruto, aku memanfaatkannya…aku memanfaatkannya dengan niat akan terus berteman dengan Sakura…tapi…Naruto, kenapa dia jadi suka padamu…padahal awalnya dia mengatakan suka padaku…" ucap Hinata yang pelahan menangis.
Sakura berdiri menghampiri Hinata, ketika Hinata menoleh kearah Sakura, dia menamparnya dan memeluknya.
"Aku tidak mau lagi kehilangan teman lagi…aku mohon jangan benci aku, lupakan hal buruk yang telah terjadi." Kata Sakura yang memeluk Hinata.
"Huu..huuuu…Maafkan akuu..~" ucap Hinata.
Mereka berdua berpelukan dan ditambah oleh ino yang memeluk mereka berdua. Para lelaki hanya menghela nafas mereka karena lega akhirnya masalah ini selesai.
"Ehem…lalu, bagaimana dengan kami?" ucap Naruto.
"BERISIIK!" ucap Sakura, Ino dan Hinata bersamaan.
"Hhh…wanita kalau sudah berkumpul seperti ini pasti melupakan kita." Ucap Shikamaru.
"Tidak apa kan, sekali-sekali." Ucap Sasuke tersenyum pada Sakura yang memeluk Hinata.
"Hhmm…sebelum itu, pasti ada hal yang ingin di bahas kan oleh kalian." Ledek Ino pada Sakura dan Sasuke.
"Nah, para pengganggu…ayo keluar." Ucap ino menarik Shikamaru dan Naruto.
Mereka semua keluar meninggalkan Sasuke dan Sakura berduaan di kamar, ketika di luar, NAruto memanggil Hinata.
"Hinata." Panggil Naruto. "Maafkan aku sudah membuatmu begini, maaf."
"Ya, aku juga minta maaf." Jawab Hinata sambil tersenyum, dan Narutopun tersenyum kembali pada Hinata.
Kembali pada Sasuke dan Sakura, Sakura duduk disamping Sasuke, sedangkan Sasuke menatapi Sakura dengan wajah datar.
"K…Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Sakura grogi.
"Buka bajumu." Perintah Sasuke.
"Apa? Kau gilaa..jangan.." ucapan Sakura terputus karena Sasuke membuka kemeja Sakura tiba-tiba, dan terlihat bekas luka yang panjang itu. Sasuke menoleh kearah Sakura yang sedang menutup matanya. Dan dengan tiba-tiba, Sasuke menicum luka itu.
"Ini bukan masalah buatku." Ucap Sasuke sambil tersenym.
"Sasuke…" panggil Sakura dengan lembut.
Sasuke memindahkan bibirnya yang tadi mencium dada Sakura menuju bibir Sakura, bibir mereka berdekatan, dan ketika sedikit lagi bersentuhan.
"Sasukeeeee….bagaimana keadaanmu?" tiba-tiba Itachi datang dengan wajah khawatir.
'Kali ini aku akan benar-benar membunuhmu, Itachi!' pikir Sasuke yang tiba-tiba posisinya berlawanan dengan Sakura.
"Ahahahaa, kak itachi." Sapa Sakura sambil cengengesan.
"Aahh, aku sangat khawatir padamu, tahu-tahunya kau baik-baik saja." Kata Itachi kecewa.
"Memangnya kau mengharapkan aku kenapa?" sewot Sasuke.
"Oh iya, sabtu ini ulang tahunku, Sakura…pastikan kau berdandan cantik yaah, aka nada tamu khusus nanti.
"Siapa?" tanya Sakura.
"Kakekku." Jawab Itachi sambil tersenyum.
"Haaa? Orang tua itu kembali?" tanya Sasuke dengan nada tidak senang.
"Ya, katanya dia juga mau lihat calon istri keluarga Uchiha ini." ledek itachi.
"C…Calon istri?" kata Sakura kaget.
"Hahahahaa, iya..makanya kau dandan yang cantik yaah…aku harus rapat lagi, daaah." Itachipun pergi lagi dengan cepat.
"Kakak yang semangat yah." Ucap Sakura.
"Sakura." Panggil Sasuke. "Sabtu nanti, apa yang dikatakan oleh Kakekku, jangan kamu dengarkan, ya"
"Memangnya kenapa? Seperti apa kakekkmu itu?" tanya Sakura.
Sasuke terdiam sejenak, dan menutup matanya, lalu memegang tangan Sakura.
"Cukup berjanji padaku, saat ulang tahun Itachi, jangan pernah pergi dari sampingku." Ucap Sasuke.
Sakura mengangguk dan terdiam, dia sangat penasaran seperti apa kakek Sasuke sehingga Sasuke memintanya untuk menurutinya.
end of Sakura's past...hehehehee...chapter 11 mulai untuk Sakura's future...^^
