You're Not A Slut Soo~
.
Cast : Just KaiSoo Focus! And maybe the other Cameo and Couple
Genre : Romance. Angst. Hurt. Drama.
Rated : Still T
Lenght : Chaptered
.
.
Warning : Shounen ai, BL, Yaoi, OOC, Gaje, Kependekan, and Typo(s).
Disclaimer : Cerita ini 100% hasil pemikiran saya. Saya Cuma pinjem nama doang sama sooman.
.
.
WARNING! YAOI HERE!
.
THIS FF IS HAVE MATURE CONTENT!
.
NO BASH NO FLAME YAA~~~
.
Don't like don't read~
.
.
.
Teleport Kim
Present
2014
.
.
Before :
"kau tidak mau keluar hyung?" Jongin mencondongkan dirinya kearah Kyungsoo setelah ia membuka pintu mobil yang berada tepat disamping Kyungsoo. Kyungsoo benar benar salah tingkah dan akhirnya keluar dari mobil audi tersebut dengan cara mendorong tubuh Jongin untuk menjauh dari pintu tersebut.
"aku sudah menambahkan nomorku kedalam kontakmu. Kalau sudah selesai, telpon aku. Kau harus pulang denganku. Kau mengerti?" Jongin mensejajarkan wajahnya untuk melihat wajah Kyungsoo yang sedikit menunduk.
"AISSHH! Iya iya aku mengerti!" Kyungsoo sedikit berteriak dan dengan cepat pergi meninggalkan Jongin. Sungguh jika ia bersama Jongin lebih lama mungkin ia tidak bisa menahan dirinya sendiri.
"Sial kau Kim Jongin" Kyungsoo mengumpat ditengah langkah kakinya yang sedikit kasar.
.
.
.
.
O. o. O. o. O. o. O. O
.
"YAK KIM JONGIN!"
Jongin hampir saja kehilangan gendang telinganya saat ini. Bagaimana tidak? Seorang Park Chanyeol yang memiliki suara menyeramkan itu berteriak seenak jidatnya. Apa Chanyeol terlalu idiot untuk memahami arti berisik? Entahlah, hanya Tuhan dan Chanyeol lah yang tau.
"Apa kau mau aku memotong lidahmu agar tidak bisa berteriak lagi eum?" Kim Jongin melototkan matanya dengan wajah mengancam. Chanyeol? Ia hanya terkekeh aneh melihat Jongin yang mulai marah.
"Hey aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu! Ini penting!" sekarang Chanyeol malah berbicara dengan cara berbisik terhadap Jongin. Sungguh Jongin sangat ingin melemparkan Chanyeol dari atas gedung sekolahnya saat ini. Apa Chanyeol tidak tau suara beratnya terlalu menyeramkan.
"Hey Park Chanyeol…." Jongin menggantungkan kalimatnya.
"Apa Kim Jongin?" Chanyeol menyahut masih dengan cara berbisik.
"BISAKAH KAU BERHENTI BERTINGKAH BODOH DAN CEPAT KATAKAN APA YANG INGIN KAU KATAKAN! ATAU AKU AKAN MELEMPARMU KELUAR GEDUNG INI" Jongin pun akhirnya berteriak meluapkan semua kekesalannya terhadap keidiotan park Chanyeol.
Sedangkan Chanyeol? Iya hanya termenung melihat Jongin yang baru saja berteriak kepadanya. "Kau menyeramkan" Chanyeol malah menatap Jongin takjub.
"Oh tuhan Chanyeoool KAU—"
"Baik baik. Kenapa kau selalu saja marah padaku? Aku hanya ingin bertanya apa yang kau lakukan dengan Kyungsoo tadi pagi? Apa kau tidur dengannyaa?" akhirnya Chanyeol berbicara dengan cepat dan menyelesaikan semua pertanyaannya sekaligus.
Mendengar pertanyaan Chanyeol Jongin hanya tersenyum simpul. "Eum… aku memang tidur dengannya" Jongin menerawang kejadian semalam. Secara teori Jongin dan Kyungsoo memang tidur bersama di ranjang yang sama bukan?
"APA?" Chanyeol kembali berteriak dan Jongin langsung saja melempari tas miliknya kearah Chanyeol.
"MEMANGNYA KENAPA HMM? SUDAHLAH PARK CHANYEOL! KAU ITU TERLALU BERISIK DAN INI BUKAN KELASMU!" Jongin pun bangkit dan segera menyeret Chanyeol untuk segera pergi dari kelasnya.
"Dia benar benar kejam!" Chanyeol memandangi Jongin yang kembali masuk setelah menelantarkannya diluar dengan sangat kejam.
.
.
.
.
.
O. o. O. o. O. o. O. O
.
Sesampainya Chanyeol dikelasnya, ia hanya duduk manis ditempatnya sembari memperhatikan Kyungsoo terus menerus. Yah begitulah, Chanyeol tidak akan berani bertanya kepada Kyungsoo seperti ia bertanya kepada Jongin tadi pagi. Ia terlalu takut dengan tatapan Kyungsoo. Jadilah Chanyeol hanya memperhatikan gerak gerik Kyungsoo. Dan coba pikirkan apa yang Chanyeol dapatkan sebenarnya? Entahlah hanya Chanyeol dan Tuhan yang mengetahuinya.
Baekhyun yang mengetahui jalan pikiran sang kekasih yang terlalu idiot ini hanya menghembuskan nfas beratnya. Oh demi apapun Baekhyun sangat ingin mencuci otak Chanyeol menjadi lebih jernih saat ini juga. Baekhyun hanya tidak mengerti mengapa Chanyeol harus ikut campur dalam urusan Jongin? Dan Baekhyun semakin muak melihat Chanyeol terus saja memandangi Kyungsoo selama mata kuliah berlangsung .
"Yak Park Chanyeol. Apa kau tidak lelah memandanginya terus terusan? Oh ayolah! Aku ada disampingmu!" Baekhyun pun bersuara saat mata kuliah selesai. Dan oh terdengar seperti Baekhyun yang sedang cemburu, well ya memang benar Baekhyun sedikit cemburu saat ini.
"aku sedang mencoba mengumpulkan bukti Baek… jangan ganggu aku… kita bisa saja melakukan hal lebih dari sekedar memandangi satu sama lain nanti." Chanyeol berkata pelan tanpa sedikitpun berpaling dari Kyungsoo.
PLAKK
"AAAWWW BAEK APA YANG KAU LAKUKAN?" Chanyeol pun berteriak dan berhenti memandangi Kyungsoo secara sepontan saat Baekhyun dengan keringanan hatinya mengayunkan sebuah buku berukuran medium ke atas kepala Chanyeol.
"Awww maaf Yeol, aku tidak sengaja" Baekhyun berpupura pura imut. "DAN BERHENTILAH MELAKUKAN HAL BODOH DASAR BODOH! Apa kau tidak lelah ikut campur urusan orang lain hm?" Baekhyun bangkit dari kursinya dengan wajah yang sangat teramat kesal. Oh entah apa yang terjadi dimasa lalu sehingga Baekhyun harus memiliki seorang kekasih seperti Chanyeol.
"Baeeekkk kecilkan suaramuu" Chanyeol malah menyuruh Baekhyun mengecilkan suaranya karena takut Kyungsoo akan menyadari apa yang ia lakukan. Dan demi apapun sebenarnya Kyungsoo sudah tau semuanya sejak tadi.
Kyungsoo yang mendengar keriuhan dari arah belakangnya hanya memutar bola matanya malas. Sungguh ia muak dengan seseorang yang bernama Chanyeol. Ia terus terus saja memandangi Kyungsoo seharian ini dan heeii Kyungsoo tidak terlalu bodoh untuk tidak menydari hal tersebut. Dan bertambah lagi sekarang mereka bertengkar? Oh Kyungsoo sangat ingin menendang mereka saat ini.
"baiklah" Baekhyun mengecilkan suaranya mengikuti perkataan Chanyeol. Sejenak wajah Chanyeol tampak lega. Detik berikutnya Baekhyun mendekatkan wajahnya dengan telinga Chanyeol. "jika kau terus ikut campur dalam urusan Jongin dan Kyungsoo… aku tidak akan memberikan jatah padamu dan jangan harap aku masih mau menjadi kekasihmu lagi park Chanyeol" Baekhyun menjauhkan wajahnya dan tersenyum simpul pada Chanyeol sebelum ia pergi meninggalkan kelas.
Chanyeol? Oh ya sepertinya Chanyeol terlalu shock dan tidak bisa berkata kata saat ini. Ia hanya terdiam ditempatnya saat ini. Nyawanya sudah menguap entah kemana meninggalkan jasadnya yang terlihat semakin idiot tanpa nyawanya disana. Bayangkan saja Chanyeol harus kehilanga Baekhyun yang sangat ia cintai? Dan jangan lupakan bahwa dia juga akan kehilangan jatahnya yang sangat ia tunggu? Oh demi neptunus dan seluruh samudera! Chanyeol tidak bisa kehilangan itu semua.
"BYUN BAEKHYUUUUUUN" Chanyeol pun meneriaki nama Baekhyun sembari berlari keluar kelas hendak menyusul Baekhyun dan mengatakan bahwa ia tidak akan ikut campur lagi dalam hubungan Jongin dan Kyungsoo. Persetan dengan hubungan mereka saat ini. Jatahnya jauh lebih penting bagi Chanyeol.
.
.
.
.
.
O. o. O. o. O. o. O. O
.
Kyungsoo menghela nafas lega saat Chanyeol meninggalkan kelas. Ya, setidaknya Kyungsoo terlepas dari pandangan bodoh seorang Park Chanyeol yang terus saja memandanginya selama jam kuliah berlangsung. Kyungsoo tentu saja merasa terganggu karenanya.
Saat ini Kyungsoo hanya mendudukkan dirinya didalam kelas disbanding pergi ke kantin untuk mengisi perut atau semacamnya. Kyungsoo menggunakan ketenangan ini untuk kembali memikirkan siapa sebenarnya Kim Jongin. Ya, sudah dari kemarin Kyungsoo berusaha keras berfikir ada hubungan apa sebenarnya dia dengan Jongin? Apa sebenarnya tujuan Jongin terhadapnya? Dan apa sebenarnya yang telah ia lupakan?
Ya, memang benar setelah kejadian di masa lalunya, Kyungsoo mengalami shock berat dan banyak melupakan masa lalunya dan mungkin saja Jongin salah satunya. Kyungsoo hanya mengingat tentang keluarganya dan penderitaannya Selama ini. Tidak lebih dari itu yang bisa Kyungsoo ingat. Kyungsoo terlalu takut untuk melihat kembali ke masa lalu walau hanya untuk mencari serpihan ingatannya bersama orang yang bernama Kim Jongin itu.
Kyungsoo hanya tidak mengerti bagaimana bisa Jongin sangat baik dengannya? Dan Jongin juga terlihat sangat mengenalnya. Ada sebesit rasa bersalah karena Kyungsoo telah melupakan seorang pria baik sepertinya. Ya, setidaknya Jongin adalah satu satunya yang menilai dirinya berbeda. Dan Kyungsoo suka itu.
Tidak bisa juga Kyungsoo pungkiri bahwa Kyungsoo sangat nyaman berada disampingnya. Walau Kyungsoo tentu saja belum mengenal siapa itu Jongin atau orang seperti apa dia. Yang pasti Kyungsoo tau, dia adalah orang yang benar benar mengenalnya dimasa lalu. Ya, begitulah pemikiran Kyungsoo untuk saat ini.
"aku mengenalmu lebih dari dirimu sendiri. Dan persetan dengan dirimu yang tidak ingat siapa aku. Tapi aku mengenalmu hyung"
Kalimat yang pernah Jongin katakana padanya terus saja mengiang di telinganya. Pada akhirnya Kyungsoo pun memutuskan untuk menemui Jongin saat ini. Kyungsoo pun segera bangkit dari duduknya dan hendak meninggalkan kelas, namun baru saja Kyungsoo keluar seorang pria segera menghampirinya.
"Hei manis, apa kau punya waktu malam ini eum?"
"…"
Kyungsoo terdiam ditempat dan kelihatan seperti berpikir, sedangkan sang pria masih menunggui jawaban atau sahutan dari Kyungsoo tentunya.
"Aku sibuk" Kyungsoo menjawab singkat dan hendak meninggalkan pria itu. Namun pria yang ternyata seniornya itu dengan cepat menghentikan langkah Kyungsoo dengan menghadangnya. Kyungsoo hanya mendengus kecil melihatnya.
"baiklah, bagaimana kalau besok? Aku sudah merindukan holemu yang sempit itu Kyungsoo" ucap Eunhyuk sang senior.
"aku akan sibuk hari ini, besok, dan seterusnya. Aku tidak akan bisa melayanimu dan berhentilah memintaku untuk melakukannya denganmu lagi mulai sekarang" Kyungsoo mengatakannya dengan mantap dan jelas.
Eunhyuk hanya terkekeh merendahkan perkataan Kyungsoo barusan. "APA KAU BILANG? Dasar pelacur bodoh… apa kau mau bilang kalau kau berhenti melacur eum?" Eunhyuk mencengkram dagu Kyungsoo
"Dasar pelacur!" Eunhyuk mendorong tubuh Kyungsoo merapat kedinding dan hendak menciumnya paksa.
"Leppaasskkkaann" Kyungsoo pun dengan sekuat tenaga berusaha melepas cengkraman Eunhyuk dan mencoba mendorongnya untuk menjauh darinya. Seperti de ja vu, semua yang ada dimasa lalunya seakan kembali diputar saat ini. Kyungsoo pun berdoa agar Tuhan benar benar menolongnya saat ini.
.
.
.
BUGH
Detik berikutnya Eunhyuk tersungkur dilantai koridor dengan sudut bibir yang berdarah akibat bogem mentah yang baru saja Jongin layangkan kewajahnya dengan sangat keras. Kyungsoo hampir saja menangis karena takut dan tubuhnya bergetar. Jongin pun segera merengkuh tubuh Kyungsoo lembut.
"sshhh tenang hyung. Ada aku disini" Jongin bergumam lembut sembari merengkuh tubuh Kyungsoo.
"DASAR BAJINGAN! SIAPA KAU? BERANI BERANINYA KAU MEMUKULIKU EUM? APA KAU TIDAK TAU SIAPA AKU HAH?" Eunhyuk yang baru saja bangkit pun berteriak kearah Jongin.
Jongin menyeringai dan kembali bangkit untuk menghadapi Eunhyuk yang sedang murka. "tentu saja aku tau siapa kau! Putra dari LH group bukan?" Jongin berbicara tenang namun nada persaingan masih kentara didalamnya.
"HAHAHA ya memang benar! Jadi jangan macam macam denganku atau ayahku akan membuatmu menderita!" Eunnhyuk mengeluarkan sebuah tawa kemenangan.
Jongin mendecih keras membuat Eunhyuk berhenti tertawa. "LH group?" Jongin memicingkan sebelah alisnya. "melakukan investasi gelap, penjualan saham illegal, perusahaan yang memiliki kualitas kerjasama yang paling buruk saat ini. AAHH dan juga jika ayahmu bisa membuat orang lain menderita, sebaiknya ingatkan dia untuk membayar hutangnya dengan KJ group sebelum ayahmu yang menderita terlebih dahulu. Kau tau? Aku tidak suka berbisnis dengan orang yang hanya menyusahkan perusahaanku" Jongin menyeringai setelah menyelesaikan kalimatnya.
"A-apa? K-KJ group? SIALAN KAU" Eunhyuk pun mengumpat pelan sebelum ia pergi begitu saja meninggalkan Jongin dan Kyungsoo disana.
Setelah Eunhyuk pergi, Jongin pun kembali menghampiri Kyungsoo yang meringkuk dilantai dengan tubuh yang bergetar. "Hyung… bagaimana kalau kita pulang saja hm?" Jongin merengkuh tubuh Kyungsoo dan mengelus surai hitam miliknya lembut.
Jongin pun memapah Kyungsoo untuk berdiri setelah Kyungsoo memberikan sebuah anggukan sebagai jawabannya untuk pertanyaan Jongin tadi. Memang benar Kyungsoo harus pulang sesegera mungkin. Pikirannya sudah telalu jauh kembali dimasa lalu dan membuat tubuh dan pikirannya kembali sakit dan lelah saat ini. Kyungsoo terlalu takut dengan semua itu.
.
.
.
.
Jongin langsung saja membawa Kyungsoo untuk pulang kerumah milik Kyungsoo dan ia melupakan tasnya dan juga tas Kyungsoo. Jongin pun menyuruh seseorang untuk mengambil tasnya dan Kyungsoo sekaligus menghadap dosen mereka untuk meminta izin ketidak hadiran.
Jongin membaringkan Kyungsoo dikamarnya dan Jongin berniat untuk membuat sesuatu yang hangat untuk Kyungsoo. Namun baru saja Jongin hendak meninggalkannya, Kyungsoo mencengkram lengannya erat. Kyungsoo menggeleng pelan mengisyaratkan bahwa ia tidak ingin ditinggal oleh Jongin saat ini.
"aku hanya sebentar, aku ingin megambilkan sesuatu yang hangat untukmu. Kau membutuhkannya Kyungsoo" Jongin pun melepaskan cengkraman Kyungsoo perlahan dan memberikan sebuah anggukan yang berarti "percayalah padaku" sebelum ia menghilag dari pintu kamar Kyungsoo.
Kyungsoo bingung bagaimana bisa ia begitu nyaman dan aman bersama Jongin. Bahkan disaat yang mengerikan ini Kyungsoo sangat bergantung dengan Jongin.
.
.
Jongin pun memutuskan untuk membuatkan teh hangat untuk Kyungsoo. Dengan hati hati Jongin membuatkan teh tersebut karena sesungguhnya Jongin tidak terlalu berbakat untuk sesuatu yang berhubungan dengan dapur.
"Oppa!"
Untung saja Jongin tidak menumpahkan air panas ketangannya sendiri saat mendengar seruan gadis kecil secara tiba tiba.
"Ohh Kyunghee-ya~ kau sudah pulang hm?" Jongin bertanya dengan mata yang masih sibuk dengan cangkir teh didepannya.
"eum… apa yang oppa lakukan disini? Apa Kyungsoo oppa ada dirumah?" Kyunghee bertanya dengan semangat.
"aku disini untuk menjaga oppa mu sayang" Jongin tersenyum lembut kearah Kyunghee yang berdiri didekatnya.
"Kyungsoo Oppa kenapa? Apa dia sakit?" Kyunghee bertanya dengan nada khawatir didalamnya.
Jongin hanya memasang wajah menyesal dan mengangguk beberapa kali. Detik berikutnya Jongin menjongkok dan mensejajarkan dirinya dengan Kyunghee. "Aku akan menjaga oppamu… jadi jangan khawatir eum?" Jongin ternyum dan mengelus surai Kyunghee.
"ayo temui oppamu!" Jongin pun mengajak Kyunghee kekamar Kyungsoo dan tidak lupa teh yang sudah ia buat barusan.
.
.
.
.
.
O. o. O. o. O. o. O. O
.
"sudah baikan hm?" Jongin bertanya setelah ia memasuki kamar Kyungsoo.
"Kurasa begitu…" Kyungsoo tersenyum simpul. "Kyunghee pergi dengan siapa?"
"Aku terlalu khawatir untuk meninggalkanmu sendiri, jadi aku menyuruh seseorang untuk mengantarkan Kyunghee ketempat lesnya dan aku bisa menjagamu disini" Jongin mendudukkan dirinya di sebuah kursi yang ada dikamar Kyungsoo.
"Aku senang kau berhenti melakukan hal itu hyung" Jongin tersenyum kearah Kyungsoo yang terbaring disana.
"aku hanya… lelah" Kyungso berkata lirih.
"Tidak hyung" Jongin pun bangkit dan menghampiri Kyungsoo yang ada diranjangnya. Jongin pun beringsut turun dan berjongkok disamping ranjang Kyungsoo.
"Kau bukanlah orang yang seperti itu. Jadi hentikan semuanya hyung. Berhentilah melakukan pekerjaan itu hyung" Jongin berhenti sejenak dan meraih telapak tangan Kyungsoo dan menggenggamnya erat. "Aku ada disini untukmu… aku akan membiayai semua keperluanmu. Jadi berhentilah melakukan itu semua" Jongin tersenyum dan mengecup tangan Kyungsoo lembut.
Kyungsoo pun mendudukkan dirinya diatas ranjang dan memandangi Jongin sengan wajah sendunya. "Sebenarnya mengapa kau melakukan ini semua? Kenapa kau begitu baik padaku? Aku-aku bukanlah orang baik Jongin. Kau tidak pantas membantuku. Aku hanya manusia hina dan kotor… aku… aku…" Kyungsoo menggantungkan ucapannya, sungguh entah mengapa ia sangat ingin menangis sekarang.
Kyungsoo hanya merasa ini semua salah, Jongin tidak seharusnya baik dengan pria sepertinya. Peia yang kotor dan hina sepertinya tidak pantas dibantu oleh seorang Kim Jongin. Sungguh Kyungsoo benar benar merasa dirinya tidak berguna.
"Ssshhh jangan berbicara seperti itu hyung." Jongin pun mengusap air mata Kyungsoo yang akhirnya turun tanpa bisa dibendung lagi olehnya.
Jongin mendudukkan dirinya disamping Kyungso dan menangkup wajah Kyungsoo agar menghadap kearahnya. "Kau… seorang Do Kyungsoo adalah pria terbaik yang pernah kutemui. Dan berhentilah berbicara seperti itu. Kau tidak akan pernah tau seberapa sempurnanya dirimu dimataku Hyung" Jongin tersenyum lembut kearah Kyungsoo.
Kyungsoo meneteskan air matanya kembali saat mendengar perkataan Jongin. Sungguh Jongin adalah orang ertama yang menilainya dengan sangat baik seperti ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa Kyungsoo sangat senang mendengar semua perkataan Jongin. Kyungsoo ,erasa bahwa hidupnya menemukan sebuah titik terang sekarang.
Jongin pun tersenyum kembali sembari menghapus air mata yang menuruni Kyungsoo. "Berhentilah menangis hyung... aku lebih menyukai senyuman mu." Jongin menyentil hidung Kyungsoo lembut.
"Jongin-ah" Kyungsoo bergumam dengan suara seraknya.
"hm?"
Kyungsoo memajukan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Jongin. Jongin sedikit memundurkan wajahnya namun sayang kepalanya bertemu dengan kepala ranjang dan Jongin hanya bisa memandangi wajah Kyungsoo yang terus saja maju mendekatinya.
.
.
.
.
.
-To be continued-
Assalamualaikum…
Saya balik muehehehe. Alhamdulillah mood lumayan bagus Lol.
Saya Cuma mau bilang makasih masih mau nungguin dan maaf banget kalo lama apdetnya. Mungkin beberapa dari kalian udah tau "kisah" hidup saya yang penuh warna. Dan buat yang gatau saya tetep jelesin biar gaada yang marah atau emosi. Dan saya jelasin itu agar kalian bisa kasi pengertian buat saya *bow*
Pertama Saya emang lagi sibuk.
Kedua, waktu lagi semangat mau lanjutin ff eh malah ada yang ng bash! Dan saya langsung males banget bahkan nggak niat lanjutin semua ff saya. Tapi saya mikirin yang nunggu juga kasian. Tapi beneran saya kesel banget sama orang itu
Ketiga belum lama kena bash salah satu ff saya dihapus! What the fuck man?
Dan keempat tak lama setelah penderitaan saya diatas sebuah berita langsung saja membuat sayasakit berhari hari yaitu kepergian WU YIFAN dan SAYA BENER BENER SEDIH TTATT
Jadi begitulah kisah hidup penuh warna milikku.
Dan lagi mungkin saya bakalan pindah ke aff karena ffn udah banyak problem. Saya bakalan repost kesana dan publish ff disana. Readers juga pindah yuk? Disana masih sepi banget TAT
Yaudah banyak bacot. Minta review aja deh
Big Thanks To :
kaisooism. Insooie baby. Diary1412. Michelle kim. Jung Eunhee. Kim Hyunshi. miszshanty05. ParkOna. . baekyeolidiots. RirinSekarini. Thousand Spring. Dyodyokyung. Kadislove. uwiechan92. I Was A Dreamer. exindira. loveHEENJABUJA. KaiSoo Fujoshi SNH. yamanaka aya. opikyung0113. ulfarafida. Lalala Kkamjong. Jonginnie. Kai's twin. WulannS. Myeonsoo baby. Kim Eun Seob. wflyhr. ChangChang. dumzie. Tatiana12. ReikiAkishima28. KS-shipperaddict. DyahKaisoo. Jung Rae Ra. redkimchi. Amortentia Chan. Ia. OhSooYeol. lailatulmagfiroh16. Berlindia. Dyodo Hyung. leedongsun3. Nabilaadzkia. DobiPanda. kaisoobscribe. EdeLweISS O.O. Keepbeef Chiken Chubu. dokimkyungsoojongin. kaisoo13. rebeccakiney81. syafasalsabila67 . Kim Hyunshi. miszshanty05. 20Gag. Aku suka ff. dokydo91. Guest. Baekyeolidiots. toanyone05. Sintia. luhan90. Uchiha Tachi'4'Sora. kaisoo daughtie. SyAgung. rebeccakiney81. Fzkhrfa. hdkL12. GotchaCode. BangMinKi. arinacassiopeia. Kim Bo Mi .Maple fujoshi2309. flowerdyo.kaidozwag. yesungyehet. JongInyah . Crayson . nonapanda. Chanyumi . fykaisoo. Haihaihai. Kkambaek. rebeccakiney81. Thousand Spring. Dobaek.raul sungsoo12. volturi6. uffiejung. Emaknya HunHan. . yoyoye. Hany Kwan. k0j3t4.younlaycious88. MissJIA. wereyeolves. Angellous90. Dildillkyung. Rei Akisima. kyungie22. Dominique. Rexs. rossadilla17. . mrblackJ. KaiSooLovers. Desta Soo. DO Bitches. Rei Akisima. t.a. Erika GalaxyPark. reiasia95. 369. hea. gotbubbleteacha.naideel.kaisoul. diamonds. kkamjong13. wereyeolves.Luxiaolu.volturi6. Realjongout. Sen no fuyu.
