BALADA TETSUYA : SEIJUUROU'S POV

[part 6]

Seijuurou dapat undangan! Undangan loh, undangan masuk! Mungkin sampai di dalam nanti SIM-nya turun!

"Bhwahahahahahaha…." Seijuurou ngakak setan.

Ogah nunggu kelamaan, cowok itu merangsek masuk, sebelum roda-roda gigi yang sudah susah payah dia buka nutup lagi. Selangkah ke dalam, Seijuurou nahan napas.

Ini jauh dari yang dia kira. Rasanya hangat, hampir-hampir panas, sampai Seijuurou cemas dia bakal terbakar. Tapi tempat ini sesak. Seolah dinding-dindingnya hidup, perlahan-lahan menyempit meski telah Seijuurou regangkan dengan mengerahkan seluruh cadangan tenaga dalam. Seijuurou bergidik saat membayangkan tempat ini punya pikiran sendiri, mendeteksi tubuhnya sebagai bakteri nakal yang perlu digencet, dilumat, dan digilas sampai bersih. Seijuurou bisa habis kalau cuma diam di tempat.

Lidah digigit, Seijuurou maju. Terseok-seok, terseret-seret. Tenggorokan menggeram, bibir meringis, mendesis-desis. Susah payah Seijuurou melangkah persis orang sekarat. Tapi di depan sana, Seijuurou melihat terang. Seberkas cahaya biru yang berpendar. Semudah membalik telapak tangan, Seijuurou terpesona. Mendadak pikirannya bersinar-sinar. Lagian, sudah terlanjur basah, nyelam aja sekalian!

Seijuurou semangat!

Sayangnya, Seijuurou lupa antisipasi. Cowok itu sama sekali tidak menyangka akan langsung menghadapi perlawanan brutal Tetsuya.

Maju selangkah, pantatnya disepak. Maju lagi, pinggangnya dilutut. Selangkah lagi, punggungnya dicakar. Tapi Seijuurou kekeuh maju. Maju lagi, kupingnya dijewer. Maju lagi, mukanya ditabok. Maju lagi, pundaknya digigit. Maju lagi, rambutnya dijambak sampai rasanya mau brodol.

Tapi cahaya biru di sana kian terang. Seijuurou lupa segalanya. Tujuannya cuma satu.

Ternyata peribahasa 'berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian' itu benar. Seijuurou berhasil sampai ke tempat 'harta karun', setelah rangkaian siksaan mental, lahir, dan batin.

Seolah-olah tempat cahaya itu sendiri dilahirkan, titik-titik biru terus bermunculan. Semakin lama semakin banyak, semakin berpendar, semakin terang, menarik obsesi Seijuurou untuk menggapai, meraih, merangkul, dan memiliki semuanya, utuh!

Hingga detik saat Seijuurou merasa begitu damai, begitu tenang, bahagia, dan tercerahkan, sampai-sampai dia pikir dunia seisinya tak lagi bermakna.

Seijuurou praktis memahami. Bahwa 'garang'nya Tetsuya cuma topeng dan jubah. Hanya kamuflase untuk mengelabui mata manusia. Sekaligus penjaga demi melindungi 'harta karun' yang paling berharga.

Karena Seijuurou sudah melihat, bahkan merasakan sendiri, 'sejatinya Tetsuya'.

Hangat. Manis. Lembut. Halus. Cantik. Dan luar biasa indah.

Tetsuya adalah rangkaian misteri. Seakan tak pernah habis, Seijuurou selalu melihat dan merasakan sensasi yang berbeda, menghadapi teka-teki yang jumlahnya setara total seluruh varietas koloni semut di bumi. Tak akan pernah cukup waktu seumur hidup Seijuurou demi memecahkan semuanya. Membuat Seijuurou berpikir dalam mode 'aji mumpung' dan 'selagi sempat, kenapa tidak?'. Praktis menarik Seijuurou datang dan masuk, lagi dan lagi, berulang kali.

Misteri Tetsuya adalah pesona langka, bisa jadi malah cuma satu-satunya.

Pesona yang membuat Seijuurou, secara sadar [lahir batin, sehat mental, jasmani dan rohani] sepenuhnya menyerahkan diri, ingin tetap tinggal di dalam, dan [kalau bisa] tak perlu lagi keluar.

END of Seijuurou's POV

A/N : dipost sebagai status fesbuk pada 13 Oktober 2017 [saya baru sadar kalau nulis beginian juga perlu perjuangan, konsentrasi, dan fokus, terutama saat ngebut lantaran cepet pengen kelar]