Hai~, ketemu lagi nih. Udah lama ane tidak menampakkan batang hidungnya. Setelah melewati ujian berat, dari UN sampai ujian masuk SMA serta UTS dan UAS, saya kembali dari keterpurukan *nangis bahagia*.

Kemungkinan ini chapter terakhir, tapi jangan khawatir. Karena mungkin saya bikin fic baru. Itu juga berarti, banyak chara yang disiksa, MUAHAHAHAHAHA! 'dikeroyok masa'.

Btw, kita balas review-nya yuk~

shebyebhychan : tebak aja terus, nanti juga ketauan :P (balasan macam apa ini!?) bentar ya, dijamin yg ini kocak walaupun isinya agak garing, soalnya aku lagi bingung bagian humornya

penggemar : nih udah update, dijamin seru~

razekun : perasaan udah ada deh di chapter sebelumnya deh

LinRef358 : bilang cantiknya nggak usah maksa, nggak dibilang cantik juga nggak apa-apa paling kamu ntar dikutuk sama saya (what the!?)

Renkachan : KEBAKARAN! *langsung siram api semangat-nya* (gajenya saya sebagai author) ini mau update kok

MasterArkain : sabarlah sedikit, ini mau update

RavenAlche : maaf ya pendek, soalnya ide mepet dan banyak kerjaan, soalnya aku udah sma

Guest : mau baca chapter 10? Ok! dan saya kasih tau, ane cewek loh, tapi kadang disangka laki-laki soalnya dulu pas tk sering main ama cowok #curhatmodeon #plakked

Yuk, kita langsung ke ceritanya~

Disclaimer : Mana Khemia 2 : Fall Of Alchemy dan Mana Khemia : Alchemists Of Al-Revis/Student Alliance itu punya NIS dan GUST, bukan punya teman saya 'di-AOA'

Dan seperti fic bikinan saya yang lain, saya akan memasukkan teman curhat saya. Tenang, dia udah setuju kok. Namanya Miyuki.


Mana Khemia 2 : Fall Of Alchemy © NIS & GUST

Soul Phrase I © "Yuuki" YuMi Project

Pertarungan antara Ulrika C.S dan wanita itu pun dimulai

Et : "Dancing Shadow!"

? : "Ups! *menghindar*"

Ulrika : "Intent To Destroy!"

Chloe : "Hellburn Gate!"

Yun : "Exploding Dragon Shot!"

Lily : "Frozen Cannon!"

DUAR! JGEER!

Dan muncul asap mirip Persona 4 yang lagi All-Out-Attack (Reader : "FANDOM-NYA OI!FANDOMNYA!")

Enna : "Berhasil?"

.

.

.

Puniyo : "PUNI!"

? : "Kalian jago juga ya,"

Et : "Nggak mungkin!"

Ulrika : "Dia selamat!?"

? : "Kalian akan mati *ngeluarin katana*,"

Vayne : "STOP! *lempar author Yuuki ke wanita misterius*"

? : "*ditindih*"

Yuuki : "Kenapa gue yang dilempar!?"

Vayne : "Sori, soalnya nggak ada batu,"

Yuuki : "Tapi nggak usah lempar gue juga kali! Udah deh, kita lanjut lagi,"

.

.

Vayne : "Kamu selalu saja salah paham, Anna,"

Chloe : "Vayne-sensei tahu wanita ini?"

Vayne : "Dia teman sekaligus adik kelasku dulu,"

Anna : "Jadi, Vayne tidak diculik?"

Vayne : "Tidak,"

.

.

.

Anna : "HUAH! Maafkan saya!"

All : "*diam*"

Anna : "Mohon maaf, nama saya Anna Lemouri,"

Et : "Anna Lemouri yang udah jago belajar katana selama 5 tahun itu!"

Whim : "Nggak nyangka kita bakalan ketemu langsung sama orangnya,"

Enna : "Btw, kita langsung balik ke Al-Revis Academy aja yuk,"

All : "OK!"

Semuanya pun langsung kembali ke Al-Revis Academy.


Di pintu gerbang Al-Revis, terlihat bapak-bapak berambut merah 'ditebas Flay' sedang melihat Ulrika C.S. dari 7 km (Yuuki : "Gila! Tuh orang punya mata elang ya?")

Flay : "Hohoho, kalian datang juga rupanya,"

Vayne : "Yah, sudah lama sekali, sudah beberapa tahun aku tidak ke sini,"

Pepperoni : "Kalian saling kenal?"

Vayne : "Ya, dia teman workshop kami,"

All kecuali Anna dan Pamela : "HAH!? *jawsdrooped dan sweatdrooped*"

Flay : "Dan kalian pasti baru tahu, mereka akan mengajar di Al-Revis Academy,"

All kecuali Anna dan Pamela (lagi): "WHAT!?"

Chloe : "Jadi Vayne-san, Pamela-san, dan Anna-san bakal jadi guru kita!?"

Flay : "Ya, di mana Roxis, Nikki dan Jess?"

Vayne : "Roxis dan Nikki sedang merawat Jess, jadi jangan khawatir,"

Gotou : "Kami akan kembali ke workshop,"

Ulrika : "Semoga semuanya bisa mengajar di sini,"

Pamela : "Ya~"

Ulrika C.S. pun kembali ke workshop.


Di workshop Lily, mereka pun melihat bahan-bahan dan peralatan untuk membuat penawar obat itu.

Ulrika : "Ok semua, ayo kita cek bahannya,"

All : "Siap!"

Ulrika : "{Tercia Pollen}!"

Chloe : "Ada,"

Ulrika : "{Anger Fruit}!"

Puniyo : "Puni!"

Enna : "{Clear Water}!"

Pepperoni : "Hadir! (?!)"

Ulrika : "Raze!"

.

.

.

Whim : "HILANG!"

All : "APA!?"

KRESEK! KRESEK!

Puniyo : "Puni?"

Puni Jiro : "Suara apa itu?"

Gotou : "Jangan-jangan...,"

Pepperoni : "Jangan-jangan apa Gotou?"

Gotou : "Nggak tahu,"

All : "*gubrak!*"

Et : "JANGAN BIKIN KITA PANIK DONG!"

Enna : "Jantung kita hampir lepas!"

Gotou : "Maaf deh,"

KRESEK! KRESEK!

Chloe : "Ulrika, kamu aja deh yang cek,"

Ulrika : "Kenapa aku?"

Lily : "Udah deh, turutin aja,"

Ulrika : "*gulp*"

Ulrika pun mengecek asal suara tersebut. Suara itu berasal dari lemari. Ketika dia mulai mengecek lemari tersebut, ternyata di dalamnya ada Raze sedang bermain dengan Uryu.

Raze : "Halo kakak!"

Uryu : "Uh, uh!"

Ulrika : "Kalian kenapa di sini?"

Raze : "Kita berdua bosan, jadi kami masuk ke lemari deh,"

Ulrika : "Kalian tetap di sini, kami semua ada urusan, mengerti?"

Raze : "Iya~"

Lily : "Tuh Country Bumpkin mirip babysitter aja,"

Yun : "Sebaiknya kita lanjutkan saja,"

All : "Ya~"


Mereka pun memulai bikin penawar itu.

Ulrika : "Chloe, apa saja yang tertulis di buku itu?"

Chloe : "Tertulis, siapkan semua bahan yang ada di buku ini, potong {Anger Fruit} jadi 100 bagian, terus rebus {Clean Water}, campurkan dengan {Tercia Pollen} dan aduk dengan rata, setelah air telah matang masukkan {Shiny Puniball} dan buah tadi, kemudian aduk sampai matang, tunggu sampai 4 jam, tapi kalau mau lebih cepat masukkan barang yang tidak ada di dunia ini, tapi ada di dunia author, penawar telah siap dihidangkan,"

All : "*sweatdrooped*"

Et : "Panjang amat,"

Enna : "Tidak ada di dunia ini tapi ada di dunia author? Barang apa yang ada seperti itu?"

Puniyo : "PUNI!"

Enna : "Kamu tahu!"

Puniyo mengambil sesuatu dari tasnya dan ternyata, sebuah jaket berwarna hitam yang ada tulisan huruf kanji jepang dengan logo aneh.

Et : "Jaket apa itu?"

Enna : "Kamu nemu di mana?"

Puniyo : "Punipuni, punini,"

Enna : "Nyolong di suatu tempat? *sweatdrooped*"

Di tempat author,

Yuuki : "HUAA?!"

Miyuki : "Kenapa?"

Yuuki : "Jaket sekaligus kostum ane hilang!"

Miyuki : "Jaket doang, kan bisa beli di tempat lain,"

Yuuki : "Tapi ini jaket langka dan keluarnya CUMA di festival khusus,"

Miyuki : "Jaket apa emang?"

Yuuki : "Jaket cosplay gue,"

.

.

.

Miyuki : "WHAT! Kenapa bisa hilang!?"

Yuuki : "Nggak tahu, semoga aja nanti ketemu,"

Kembali ke workshop, mereka pun memulai bikin penawarnya.

CSSS! TRENG! CHOP! CHOP! CIAT! (Readers : "Suara macam apa ini,")

Ulrika : "Selesai!"

Chloe : "Sekarang, tinggal simpan di botol aja, "

Lily : "Nah, yang susah tuh, gimana caranya Raze pingin minum nih cairan?"

Whim : "Bikin aja makanan terus masukin cairannya,"

Enna : "Nice idea!"

Lily : "Tumben lu pinter,"

Whim : "Nggak juga ah,"

Ulrika : "Raze, kamu suka makanan apa?"

Raze : "Ng, sup krim,"

Pepperoni : "Ok, kita bikin sup krim,"

All kecuali Raze : "YEAH!"

Mereka pun membuat sup, sedang author dan temannya masih sibuk mencari jaket kesayangannya. Dua jam kemudian,

Puniyo : "PUNI!"

Et : "Akhirnya selesai juga,"

Lily : "Kok, kalau kita masak sup krim sampe 2 jam, author aja cuma butuh 1 menit,"

Chloe : "Ya iyalah, itu kan sup instant,"

Puniyo : "Puni, punipuni?"

Puni Taro : "Katanya, apa ramuan itu sudah dimasukkan?"

Ulrika : "Sudah,"

Lily : "Ayo kita mulai,"

Mereka pun pergi ke tempat di mana Raze sedang bermain dengan Uryu.

Ulrika : "Raze, kami punya makan siang untukmu,"

Raze : "Yay, makan siang?"

Pepperoni : "Siang itu bukannya nama hewan ya?"

Yun : "Itu singa!"

Whim : "Di saat krisis ini masih sempat ngelawak ya -_-","

Gotou : "Lawakannya garing seperti authornya,"

Di rumah temannya author,

Yuuki : "ACHU! Brrr, dingin,"

Miyuki : "Kenapa lu? Sakit?"

Yuuki : "Mungkin, soalnya sekeluarga lagi sakit semua,"

Pada saat tertentu, Ulrika menyiapkan sup itu di meja (Reader : "Mejanya muncul mendadak!?" Yuuki : "Udah ada di sana tahu?!"), dia tidak menyentuh sup itu.

Ulrika : "Kenapa? Nggak suka?"

Raze : "Suapin,"

All : "APA!?"

Et : "Kayaknya, Raze yang anak –anak benar-benar jauh sama yang kita liat setiap hari, *bisik-bisik*"

Enna : "Dia juga menyimpang sama prinsip dia sendiri, *bisik-bisik*"

Chloe : "Turutin aja, ntar dia nggak mau makan lagi,"

Ulrika : "Iya deh,"

Ulrika pun pasrah. Mereka melihat Ulrika dan Raze yang lagi asyik sendiri langsung merinding.

Lily : "*gigit saputangan*"

Whim : "Nonaku kayaknya jealous tingkat dewa ya? *bisik*"

Yun : "Bukan tingkat dewa lagi, tapi tingkat "The Universe" *bisik*"

Whim : "Bagusan, "The World" tahu, *bisik*"

Yun : "Nggak, "The Universe" yang bagus, *bisik*"

Enna : "Udah oi, kaliang ngomongin tingkat atau arcana sih, kayak author aja,"

Di rumah author,

Yuuki : "HASYIM!"

Miyuki : "Kenapa sih, akhir-akhir ini kamu bersin melulu?"

Yuuki : "Nggak tau nih, kayaknya ada yang ngomongin aku deh,"

Miyuki : "Nggak mungkin, kita kan habis renang,"

Yuuki : "Ane bisa bedain bersin sakit sama bersin yang lagi ngomongin ane,"

Miyuki : "*dalam hati* lu tuh manusia atau bukan sih?"

Yuuki : "Ngomongin gue ya?"

Miyuki : "Nggak kok, *dalam hati* lu kok tau isi pikiran ane sih?"

Yuuki : "Tuh kan, ngomongin gue lagi!"

Miyuki : "Iya bu, ampun! TT_TT"

Kita lanjut ke workshop, Raze pun telah menghabiskan sup krim itu.

Raze : "Terima kasih atas makanannya!"

Ulrika : "Ya,"

Tiba-tiba Raze ambruk.

Raze : "Zzzzz,"

Ulrika : "Kok dia tiba-tiba tidur?"

Chloe : "Ah!"

Gotou : "Kenapa Chloe?"

Chloe : "Di buku ini tertulis "Orang yang meminum ini akan tidur dan efeknya akan dimulai besok","

Ulrika : "Kok baru bilang!?"

Chloe : "Aku juga baru baca!"

Puniyo : "Puni, punini?"

Puni Taro : "Kata Puniyo, kita harus gimana sekarang?"

Enna : "Kita bawa aja ke kamarnya,"

Et : "Iya, daripada dia tidur di sini,"

Akhirnya mereka membawa Raze ke Dorm, tentu saja dibawa sama Yun, Gotou, dan Enna.


Besoknya, semua berada di workshop masing-masing.

Lily : "Kira-kira, berhasil nggak ya?"

Et : "Nggak tau nih,"

Yun : "Moga-moga ramuannya nggak gagal,"

Whim : "Kita harus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,"

Lily : "Tumben lu alim,"

Whim : "Ih, nona kejam,"

Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu depan *soundeffect misterius*. Kemudian, terdengar suara misterius #plakked.

KNOCK! KNOCK! KNOCK!

Lily : "Siapa ya?"

? : "Tukang pos dari dunia lain, ya gue lah, Si Raze! Emang siapa lagi?"

Semua kaget, bahwa sepertinya ramuan dari Chloe sepertinya berhasil (untuk sementara 'dikutuk Chloe'). Tapi mereka menahan panik agar tidak dicurigai Raze.

Lily : "Ya udah, masuk dulu aja,"

KREK!

Raze pun masuk ke workshop itu, dan melihat semua orang sepertinya mau pasang muka kaget-kayak-habis-ada-kejadian-yang-tak-terduga-di-dunia-ini (Reader : "Kepanjangan oi!")

Raze : "Loh, kalian kenapa? Kayak habis liat setan aja, emang wajahku kenapa?"

Puniyo : "Puni, punini,"

Puni Jiro : "Katanya, barusan ada badai mendadak,"

Raze : "Badai?"

Yun : "Ceritanya panjang deh, bahkan lebih panjang lagi kalau kita yang cerita,"

Raze : "?"

Whim : "Anu, tapi tuan Raze jarang banget ketuk pintu dulu,"

Raze : "Kenapa? Emang aneh kalau aku ketuk pintu?"

Et : "Nggak kok, nggak biasanya aja kamu ngetuk,"

Raze : "Biasanya pas aku masuk, suka gak ada orang, makanya aku ketuk pintu dulu,"

Lily : "Oh, kemarin, kamu ingat sesuatu nggak?"

All kecuali Raze : "!"

Raze : "Kemarin? Emang kemarin aku kenapa?"

Whim : "Nggak kok, gak apa-apa,"

Raze : "Ya udah, aku mau keluar dulu,"

Raze pun keluar dari workshop dan pergi ke taman. Semua yang ada di workshop yang awalnya hening, tiba-tiba,

Et : "KITA BERHASIL!"

Puniyo : "Puni! Punini!"

Lily : "Lega rasanya!"

Whim : "Sebaiknya kita berterima kasih kepada Chloe,"

Yun : "Ya, kalau nggak, kita yang dikutuk,"

Mereka pun pergi ke workshop-nya Ulrika dan menemui Chloe. Di saat yang sama, Raze sedang memandang langit di taman itu. Tiba-tiba datang Uryu yang sepertinya ingin menemani Raze.

Raze : "Kau!"

Uryu : "Uh~"

Raze : "Kenapa kamu ada di sini? Harusnya kamu sama perempuan itu,"

Uryu : "Uh, uh, *dekat ke Raze*"

Raze : "Jangan dekat aku, nanti aura membunuhku akan muncul,"

Uryu : "Uh, uh~"

Raze : "Kamu, aneh, tapi sepertinya kau mengerti perasaanku,"

Uryu akhirnya menemani Raze. Raze sepertinya menyukai Uryu, mungkin karena Uryu mengerti perasaan Raze. Terdenger suara samar-samar,

Ulrika : "URYU! KAMU DI MANA!?"

Uryu : "Uh, Uryurika!"

Ulrika : "Ur...!"

Ulrika kaget, sepertinya Raze kembali seperti semua tapi yang jadi pertanyaan, kenapa dia memeluk Uryu.

Ulrika : "Kau! Ngapain pegang Uryu!? Mau membunuhnya ya?"

Raze : "Enak aja, jangan sembarangan nuduh!"

Uirika : "Terserah kamu mau bilang aku apa, asalkan balikin Uryu dulu,"

Uryu : "Uh,"

Raze : "Sebaiknya kamu kembali ke majikanmu,"

Uryu : "Uh, *pergi ke Ulrika*"

Ulrika : "Ayo Uryu,"

Mereka pun pergi meninggalkan Raze, tapi Ulrika tidak menyadari bahwa Uryu sedang menghadap ke Raze.

Uryu : "Bye, bye, *sambil dadah (Author : "Ane gak punya kata yang bagusnya,")*"

Raze : "*Melambaikan tangan (Reader : "Tuh ada!")*,"

Mereka akhirnya telah pergi jauh meninggalkan Raze.

Raze : "Ulrika, sebenarnya aku, menyukaimu, tapi, tidak bisa menyampaikan perasaanku,"

OWARI (THE END)


Raze : "*diam*"

Ulrika : "*diam*"

Whim : "Loh, kok sepi sih?"

Raze : "Authornya lagi gak ada di studio,"

Ulrika : "Dan kita udah nyari di setiap sudut studio ini,"

Whim : "Kalian cek aja di rumahnya author,"

Ulrika and Raze : "Woke!"

Di rumah author yang lumayan-gak-gede-tapi-juga-nggak-kecil, semua yang ada di rumah ini, isinya udah kayak kapal hancur.

Raze : "What the!? Ini rumah kenapa coba?"

Ulrika : "Berantakannya minta ampun,"

Raze : "Tuh, authornya, *nunjuk Yuuki*"

Ulrika : "Dia tepar, kita cek tuh author masih hidup atau nggak,"

.

.

Ulrika : "Udah mati belum?"

Raze : "*megang Yuuki pakai ujung sapu* Belum,"

Yuuki : "HUWA! *bangun dan berdiri kayak zombi*"

Raze and Ulrika : "GYAA! *kaget*"

Yuuki : "Akhirnya fic ini selesai juga, dengan ini, fic saya dinyatakan, complete!"

Raze : "Beneran nih complete!?"

Ulrika : "Ciyus?"

Yuuki : "Iya,"

Raze and Ulrika : "HORE!"

Yuuki : "Untuk sementara,"

Ulrika : "Hah?"

Raze : "Maksudnya?"

Yuuki : "Soul Phrase akan mulai dengan season II!"

Raze and Ulrika : "WHAT! TIDAK!"

Yuuki : "Ok, minna, ini adalah chapter terakhir dari fic Soul Phrase I, cerita ini akan dilanjutkan dengan Soul Phrase II, mohon bantuannya dan kalian boleh review sambil ngasih ide loh, boleh lewat PM, maaf kalau fic ini OOC, aneh, garing, dan alay kayak saya, dan satu hal lagi, ane bukan cowok loh, tapi cewek yang perilakunya hampir sama kayak cowok,"

Ulrika and Raze : "Dan seperti biasa,minna,"

All : "Review and Ja Maata!"

Special Thanks To:

Miyuki (My Neighbour and also My Buddy)

Kagami Hoshina a.k.a AbracaForte (My Supporter and The Leader of YuMi Project)

My Classmate who give me ideas

And YOU! The Reviewers and The Authors who support me!