Chap ini selingan aja buat chap kemarin. N di sini bakal ada Akashi vs Naru (^o^)
3 tahun lalu, tepatnya saat penerimaan murid tahun ajaran pertama
Di SMP Teikou benar-benar SMP yang terkenal, dengan fasilitasnya yang lengkap, guru-guru yang berkualitas, lulusannya juga merupakan lulusan terbaik se Jepang
Hari ini SMP Teikou mengadakan pengenalan klub-klub yang ada di sana, dan tentu saja para murid berkumpul di halaman SMP Teikou yang luas itu
Seorang remaja berambut merah terang, dengan mata ruby, dan pembawaan yang tenang, remaja itu tampak berjalan dengan santai menuju stand klub basket
Di sana dilihatnya seorang remaja yang sedikit lebih pendek darinya, berdiri di depan stand klub basket. Remaja dengan rambut pirang cerah, mata sapphire yang memancarkan ketertarikan pada stand klub basket, wajahnya yang terlihat sangat kekanakan untuk usia 12 tahun
Dalam hatinya, si remaja merah itu terkekeh melihat si remaja pirang yang benar-benar seperti seorang balita yang baru saja mendapatkan mainan baru
Si remaja merah yang tak lain adalah Akashi, mendekati si remaja pirang yang tak lain adalah Naruto di stand klub basket
Dengan ramah, Akashi menyapa
"Hei."
Naruto yang merasa disapa segera menoleh dan membalas
"Hai!"
"Tertarik masuk klub basket?"
"Tentu saja. Aku ingin teman-temanku juga ikut, tapi mereka tidak mau."
"Sayang sekali. Basket itu menyenangkan, benar?"
"Kau benar. Oh, Namaku Namikaze Naruto, kcukup panggil aku Naruto."
"Akashi Seijuurou, tak masalah jika kau memanggilku dengan nama kecilku. Salam kenal, Naruto."
"Salam kenal juga, Sei."
"Sei?"
"Namamu terlalu panjang untuk kusebut."
"Kalau begitu, aku boleh memanggilmu Naru kan?"
Naruto menggeleng cepat
"Tidak! Tidak boleh!"
"Kenapa?"
"Namaku tak terlalu panjang, dan lagi, itu terdengar..err girly."
"Kuakui kau memang girly."
"Apa!? Beraninya kau menyebutku seperti itu!"
"Aku hanya bercanda."
"Oh iya, kau dari kelas apa?"
"Aku kelas 1-1."
"Waahhh! Kita sekelas."
"Benarkah?"
"Ya. Aku, Sasuke, Kiba, dan Shikamaru."
"Siapa?"
"Teman masa kecilku."
"Hoo. Mereka di klub apa?"
"Entahlah, mereka tak bilang apapun padaku."
"Ya sudah. Lebih baik kita segera mengisi formulir ini dan menunggu dipanggil pihak panitia klub basket."
"Ah! Kau benar, hampir saja lupa."
Keduanyapun segera mengisi formulir pendaftaran untuk bergabung dengan klub basket
Selesai dengan urusan pendaftaran, keduanya kembali ke kelas yang ternyata sudah ada Sasuke, Kiba dan Shikamaru yang menunggu Naruto di depan pintu kelas
Naruto menyapa "Hai! Aku membawa teman baru!"
Shikamaru berkomentar malas "Tak perlu sesenang itu kan?"
Kiba menimpali "Bukan Naruto kalo dia biasa saja saat mendapat teman baru."
Sasuke memilih diam, ada sesuatu dalam dirinya yang tak menyukai si remaja merah itu
Kini Akashi menyapa sambil memperkenalkan diri dengan tenang dan ramah
"Hai. Aku Akashi Seijuurou, sekalas dengan kalian. Salam kenal."
Shikamaru menanggapi "Nara Shikamaru."
Kiba tersenyum ramah "Inuzuka Kiba."
Sasuke diam beberapa saat, lalu berkata "Uchiha Sasuke."
Naruto menatap heran pada Sasuke yang tak biasanya seperti itu, tapi akhirnya mengabaikan keheranannya dan mereka segera masuk ke kelas
Pelajaran berjalan lancer, dan masih dalam proses pengenalan, karena itu, mereka bersantai, apalagi, ini hampir jam istirahat
Naruto menghampiri bangku Akashi
"Sei. Mau main basket saat pulang nanti?"
"Tentu. Dimana?"
"Uhm..bagaimana kalau di lapangan basket di dekat taman kota."
"Baiklah."
Skiptime no jutsu
Sepulang sekolah, sesuai kesepakatan, Naruto ditemani Sasuke, Kiba, Shikamaru, Neji, dan Lee juga Akashi pergi ke lapangan yang dimaksud Naruto
"Nah. Kita one-on-one, Sei."
"Kenapa tidak mini game saja, Naruto?"
"Naah, mereka tak tertarik pada bakset. Jadi biarkan saja mereka menonton."
"Baiklah."
Permainan dimulai
Ternyata Naruto selalu menyimpan bola basket di lapangan itu, jadi saat Naruto ingin main, tinggal datang ke lapangan basket ini
Bola dikuasai oleh Akashi yang mendriblenya denga sangat baik dan lancer, tapi Naruto tak membiarkannya begitu saja
Naruto mencoba menghalangi ruang gerak Akashi, saat Akashi akan melewatinya dari sisi kanan, Naruto dengan gesit menghalangi. Dan sebaliknya, saat Akashi akan lewat dari sisi kiri, Naruto kembali menghalangi
Selama beberapa saat hal itulah yang terjadi, tapi bukan Akashi jika dia tak bisa melewati lawannya
Akashi memainkan bolanya dengan gesit, cepat, dan sempurna membuat Naruto sedikit lengah begitu bola dengan cepat memantul tinggi hingga melewati kepalanya, dan Akashi menggunakan kesempatan itu untuk lepas dari Naruto
Akashi mengejar bola dan kembali menguasainya hingga mencapi ring, lalu dengan sedikit lompatan, Akashi mencentak angka
Sasuke dan lainnya cukup terkesan, karena ini pertama kalinya ada orang yang bisa lepas dari penjagaan Naruto
Dengan senyum lebarmnya, Naruto berkata "Kau hebat, Sei! Ternyata kau pintar main basket juga. Tubumu sangat membantumu untuk bergerak dengan bebas."
"Kau juga, Naruto. Aku akui, aku kesulitan lepas darimu. Kau benar-benar sangat mengagumkan."
"Tidak juga. Kau bahkan orang pertama yang bisa lepas dari penjagaanku."
Tentu saja Akashi sedikit terkejut, lalu menyeringai "Kau juga orang pertama yang mempersulitku dengan penjagaanmu itu. Kau hebat."
Permainan kembali berlanjut, kali ini bola dikuasai oleh Naruto
Naruto dengan gesit mendrible bolanya, menggunakan beberapa gerakan pengecoh untuk lepas dari penjagaan Akashi. Dan dengan mudah Naruto melewati Akashi yang terlihat terkejut Naruto bisa melewatinya
Dengan cepat, Naruto mendrible bola dan menembaknya dari area three point, dan tentu saja bola itu masuk dengan sempurna
Lagi-lagi membuat Akashi terkejut, tapi sebuah seringai tercetak dibibir tipisnya
"Tak buruk juga, Naruto."
"Ahahaha. Belum seberapa."
Permainan terus berlanjut hingga matahari mulai menyembunyikan diri, digantikan oleh bulan yang mulai menampakan diri
Kiba bicara sedikit keras "Oii! Naruto! Sudah sore! Ayo pulang! Aku tak mau dimarahi anikimu itu!"
Naruto tampak kesal "Kenapa cepat sekali? Aku masih ingin main."
Akashi sedikit terkekeh "Kita masih bisa main besok."
Naruto kembali tersenyum "Kau benar. Kalau begitu ayo pulang. Rumahmu dimana?"
"Oh, aku akan dijemput nanti. Kalian duluan saja."
"Yakin? Mau kami antar?"
"Tidak. Sepertinya teman-temanmu mulai panic."
"Arrrrgggh! Aku lupa!"
Akashi sedikit terkejut dengan suara keras dan panik Naruto
"Kenapa harus sepanik itu?"
"Sei! Kau tak tau semenakutkan apa aniki kalau sedang marah! Sudah ya. Kami duluan. Sampai jumpa besok!"
Tanpa menunggu balasan dari Akashi, Naruto cs segera berlari kencang, meninggalkan Akashi yang terheran-heran dengan apa yang baru saja terjadi
Esok harinya
Akashi sudah berada di kelas dan tengah membaca sebuah buku yang cukup tebal
Belum ada yang datang hingga Naruto, Sasuke, Shikamaru dan Kiba masuk dengan wajah kurang tidur mereka
Dengan heran Akashi bertanyan "Ada apa dengan kalian?"
Naruto menjelaskan dengan lelah "Kami terlambat pulang. Aniki memarahi kami berjam-jam sampai kami ketiduran. Dan berakhir dengan omelan lagi."
Akashi kembali terkekeh pelan membuat Naruto kesal
"Hei! Jangan tertawa!"
"Maaf, sepertinya kakakmu itu sangat saying padamu ya."
"Tentu saja, biarpun aniki bisa sangat kasar dan menyebalkan."
Makin lama, makin banyak murid yang datang
Pelajaran berjalan seperti biasa, dan tak terasa sudah waktunya jam pulang
Sebelum Akashi dan lainnya keluar, seorang senpai masuk ke kelas
"Siapa yang diantara kalian bernama Akashi Seijuurou dan Namikaze Naruto?"
Akashi dan Naruto saling pandang sejenak, lalu mengangkat tangan mereka
Bagaikan sinkro, keduanya menjawab "Aku."
Sang senpai yang ternyata Nijimura itu berkata "Kalian, ikut aku ke gedung olahraga."
Sasuke protes "Kenapa Naruto harus ikut denganmu?"
Nijimura memicingkan mata, menatap tak suka pada kouhainya yang satu itu "Aku, Nijimura Shuuzou, kelas 2-1, kapten tim basket di sini."
Mata sapphire Naruto berbinar "Benarkah? Apa kami diterima?"
"Belum. Karena kalian masih harus di tes."
"Baiklah! Kalian mau pulang? Atau menunggu?"
Kiba menjawab "Kami tak mau ambil resiko kena marah lagi. Kami menunggu saja."
"Baiklah. Ayo, Sei!"
Di ruang gedung olahraga, terlihat para anggota tim basket tengah berkumpul
Ada beberapa orang yang menarik perhatian Naruto. Mereka memiliki warna rambut seperti pelangi
Kuning, biru malam, ungu, hijau dan baby blue
Tunggu. Yang rambutnya baby blue itu mirip dengan Akashi
"Hei, Sei."
"Ya?"
"Apa kau punya saudara kembar?"
"Tidak. Aku anak tunggal."
Sambil menunjuk si baby blue, Naruto berkata "Lalu dia?"
"Dia? Yang mana? Yang biru malam itu?"
"Ha? Kau bercanda kan Sei?"
"Tidak. Dan darimana kau berpikir dia adalah saudaraku. Kami sangat berbeda."
"Bukan dia, tapi yang baby blue itu."
"Baby blue? Yang mana?"
Naruto memucat "Sei. Aku sedang tidak melihat hantu kan?"
"Naruto. Bisa kau membicarakan sesuatu dengan lebih jelas?"
'Serius? Sei tidak melihatnya?'
Kelemahan-err mungkin lebih tepatnya ketakutan Naruto adalah terhadap hal-hal gaib semacam hantu
Akashi merasa Naruto memang tidak main-main, dan mulai memfokuskan pada apa yang ditunjuk Naruto tadi
Dan benar saja, ada sesosok remaja yang mirip dengannya, kecuali warna rambutnya yang baby blue itu
'Sejak kapan dia ada di belakang si biru malam itu? Apa anak itu yang dimaksud Naruto? Tapi, bagaimana?'
Akashi berkata "Naruto. Sepertinya aku tau siapa yang kau maksud. Dan ya, dia mirip denganku, tapi kami bukan saudara. Bahkan aku tak mengenalnya sama sekali."
"Kau tadi bilang seolah kau tak melihatnya."
"Ya. Sepertinya aura anak itu benar-benar tak terasa."
"Bernarkah? Menurutku dia biasa-biasa saja. Kecuali kulitnya yang seperti susu itu."
Acara perkenalan dimulai, begitu juga dengan tesnya
Tesnya adalah one-on-one dan lagi-lagi Akashi akan one-on-one dengan Naruto
Tentu saja membuat keduanya sangat senang, karena mereka bisa bermain lagi
Tes Akashi-Naruto dimulai
Seperti semalam, mereka saling berhadapan, bola dikuasai Naruto
Tidak seperti semalam, Naruto cukup kesulitan melewati Akashi
Tampaknya Akashi sudah bisa mengatasi gerak tipuan Naruto, buktinya, bola itu bisa di rebut oleh Akashi yang langsung mendriblenya menuju ring
Tentu saja Naruto tak akan diam, Naruto mengejar Akashi dengan kecepatan larinya yang bisa dibilang 2 kali lebih cepat dari yang semalam, dan dengan tiba-tiba sudah muncul dihadapan Akashi yang langsung berhenti berlari dengan masih memantul-mantulkan bolanya
"Aku tak akan membiarkanmu lolos kali ini, Sei."
"Kita lihat saja."
Akashi membuat gerak tipuan yang diikuti Naruto dengan baik dan seperti seolah bisa membaca gerakannya, tapi bukan Akashi namanya jika Akashi tak bisa menemukan cara untuk bisa melewati si pirang itu
Masih berusaha membuat gerak tipuan, Akashi melakukan trik yang sama, memantulkan bola diantara kedua kaki Naruto yang terbuka cukup lebar untuk dilewati bola
Lagi-lagi Akashi memanfaatkan Naruto yang fokus pada bola yang memantul di antara kakinya sehingga Akashi melewati Naruto dan kembali mencetak angka
Bukannya kesal, Naruto malah senang "Hebat, Sei! Tapi, aku tak akan kalah darimu."
"Itu yang kuharapkan darimu, Naruto."
Permainan kembali dilanjutkan, bola dikuasai oleh Naruto
Akashi merasa sedikit aneh dengan Naruto yang mendrible dengan sangat santai, berjalan juga dengan santainya mendekati Akashi
Semua yang melihat berpikir bahwa Naruto sudah menyerah, dan membiarkan bolanya direbut kembali oleh Akashi
Tapi mereka salah
Begitu Naruto berada tepat di depan Akashi, tiba-tiba Naruto berlari dengan kecepatan tinggi, melompat dan memasukan bolanya ke ring
Akashi sama sekali tak bisa bereaksi, bahkan seperti tak melihat Naruto telah melewatinya
Yang lain juga terkejut dengan apa yang baru saja terjadi tadi. Mereka benar-benar terkejut dengan gerakan Naruto tadi
Akashi juga sama seperti Naruto, bukannya kesal, justru Akashi terlihat senang "Hoo. Gerakan apa tadi? Aku tak melihatmu melewatiku tadi."
"Oh, itu. Flash stap, langkah cepat."
"Sepertinya kau punya teknik yang menarik."
"Tidak juga, itu hanya sebagian kecil yang di ajarkan pamanku."
"Pamanmu pemain basket?"
"Tidak juga. Dia pemain tenis, tapi menemaniku latihan basket."
Nijimura berkata dengan keras "Akashi Seijuurou, Namikaze Naruto! Kalian lolos!"
Naruto yang saking senangnya langsung memeluk Akashi dari samping "Yeey! Kita berhasil!"
Akashi hanya terkekeh melihat kelakuan Naruto yang benar-benar seperti anak kecil itu
TBC ^.^
Oke, sekarang membalas review yang sedikit ini ^.^
Naru Namikaze : Gyaahaaahaha ^o^ itu cuman figuran kok, tuh 2 orang gak bakal keluar banyak. Masalah 'dia' itu masih rahasia, begitu pula masa lalu Naru cs. Ikuti chap yang akan datang, dan semua rasa penasaranmu perlahan akan terpuaskan *^.^*
(Guest) : Cowok semua kok, devil gak terlalu fokus sama tokoh cewek. Mereka itu berisik, girly, etc
PlayerToBeWriter : Devil emang anak yang rajin, biar kalo hari-hari kuliah devil gak up cepat *^_^ Naru itu netral, artinya dia bisa apa aja, teknik bagus, strategi juga bisa buat. Kalau Akashi sih, dia putih, hitem ato abu-abu masih di rahasiakan, tapi di chap ini dia masih putih kok :3
agustatsumi : Tiap hari up. Cuman waktunya yang nentu .
uzumaki naruto (Guest) : Yang ditelpon Naru bakal keluar chap depan kok ^_~
titoallstar (Guest) : Yups, devil tomboy. Suka balap-balap, suka berantem, suka sadis-bukan psikopat- ^o^
See you next chap \(^.^)/
