31 Maret 2014


Disclaimer_: Masashi Kishimoto and Eiichiro Oda.

Disclaimer Retaliation_: Vin'diesel No Giza.

Rate_: T Semi M

warning_: membingungkan. Kurang sempurna. Kalian nilai sendiri.


A/N:

('wewewew') = dalam hati/pikiran.

("wewewew") = bicara biasa.


Summary:

Keluarganya membuangnya gara-gara Dia lemah karena tak mempunyai chakra. 'Kehidupan yang tidak adil bisa menumbangkanku, tetapi aku akan bangkit dari itu dan akan menakhlukkannya', ,Slight Crossover. DF!Naru Godlike!Naru (Maybe) InfinityPower ..


Sebelumnya:

.

"Sebagai teman harus membantu temannya yang btuh bantuan bukan?."

"Itu benar naruto."

Naruto tersenyum, lalu.

"Kalau begitu tolong bantu aku." ucap naruto.

Tobi hanya mengangguk, dalam batinnya dia haruslah bisa akrab dengan naruto, dan kalau bisa naruto harus bisa percaya sepenuhnya dengannya, karena dia juga tahu bahwa naruto belumlah sepenuhnya percaya dengannya.

"Bantu apa?." tanya tobi.

"Temani aku pergi -."

.

.

.

.

.

"KE KONOHA."

火=火Retaliation火=火

.

Chapter 9

.

.

.

Dibalik topengnya. Tobi kaget, yang benar saja, menemani Naruto pergi ke konoha?, desa yang menurutnya adalah sebuah neraka. Desa yang membuat ia memakan apa yang disebut kepedihan.

Jika ia menolak permintaan Naruto yang mengajaknya pergi, tentu ia tidak akan mendapat kepercayaan Naruto dan bahkan mungkin ia akan diacuhkan. Tetapi jika ia menerimanya maka ia mungkin akan mendapat semakin dan membuat akrab Naruto dengannya, ia tahu Naruto mempunyai kekuatan yang belum diketahuinya. Ia percaya waktu itu tobi melihat pertarungan naruto saat melawan deidara dan sasori, yang disimpulkan bahwa kekuatan Naruto sangatlah 'unik'.

Tetapi tobi juga harus berpikir dua kali, jika ia ke konoha maka ia akan bertemu dengan orang-orang lama yang menurutnya, mereka hanyalah sebuah 'halusinasi' yang diciptakan oleh 'dunia ilusi' ini.

Tobi POV.

'Ke konoha?. Apakah aku harus menerimanya atau menolaknya?, sial.'. Batinku.

Kalau bisa akan kuhilangkan perasaan ini, bukankah 'katanya' dunia ini hanyalah sebuah ilusi, semua ini hanyalah ilusi, dunia yang sebenarnya adalah dunia yang saa ini aku usahakan nyata dalam sebuah proyej yang aku emban 'darinya' dan sudah kuputuskan, Naruto akan berpartner denganku, yah, tetapi sekarang dia sedang mempermainkanku, aku akan mempermainkannya duluan.

Ini kesempatan yang baik bagiku untuk membuat naruto lebih akrab denganku, Baiklah, kesampingkan perasaan.

Tobi POV End.

"Aku setuju saja menemanimu, tetapi memang kau mau apa ke desa yang pemimpinnya sudah membuangmu?." Kali ini tobi berbicara serius, tidak bertingkah seperti tadi yang seperti orang tetapi mental balita.

Naruto yang tadinya mengira kalau orang yang ada didepannya ini menolak permintaannya karena yah masa lalunya yang buruk terhadap konoha ternyata mau menemaninya, Menghela nafas sejenak lalu.

" Aku hanya ingin bernostalgia dengan sesuatu yang 'panjang' dan 'melegenda'."

Panjang dan melegenda?. Apa maksudnya, sesuatu yang panjang dan melegenda, apakah suatu benda atau seseorang, Naruto benar-benar membuat wajah tobi dibalik topengnya mengkerut, bingung.

"Ahahaha, kau bingung ya?. sudahlah ikut saja nanti kau akan tahu sendiri, dan mungkin kau akan suka dengan ini." Ucap kembali Naruto yang seolah-olah mengerti apa yang sedang dipikirkan teman barunya ini.

Hanya helaan nafas yang bisa tobi lakukan kali ini, Tobi/ yang mengaku Uchiha Madara yang selalu berpikiran 'Datar' tapi berbahaya dan bagaikan cangkang kosong didalam tubuhnya bisa dibuat bingung oleh Naruto, Tobi hanya memaklumi itu.

"Baiklah, kapan kita akan kesana?." Tanya tobi.

"Tanggal berapa ini?."

"2 Oktober xxx."

"Tanggal 10 kita akan kesana dan menyapa konoha tobi."

'DEG'

Satu lagi kalimat yang membuat muka dibalik topeng itu terkejut.

10 Oktober, dimana 15 tahun lalu ia melakukan penyerangan ke konoha sendiri dengan menggunakan atau memanfaatkan kyuubi untuk memporak-porandakan desa terkuat di negara Hi tersebut.

Tapi bukan itu masalahnya sekarang, 10 oktober yang sekarang dibuat konoha untuk pesta perayaan penyegelan kyuubi no yokou dan perayaan hari ulang tahun putri dari Yondaime Hokage yang merupakan wadah dari penyegelan kyuubi tersebut, Saudara dari orang yang ada di depannya saat ini, siapa yang tidak tahu tentang itu, pesta rakyat yang sangat meriah, bahkan banyak orang-orang desa lain yang selalu melihat festival rutin tahunan ini.

"Naruto, kau mungkin sudah tahu kalau tanggal itu adalah waktu dimana konoha melakukan festival dan sudah pasti penjagaan disana akan ditingkatkan berlapis-lapis. Apa yang kau rencanakan?." Ucap tobi.

Direksinya menatap tobi, Naruto tidak tahu apa yang dikatakan temannya saat ini, Sebuah festival?, festival apa?. Tentu saja naruto tak mengerti. Benar, Naruto tidak pernah mendapat informasi apapun tentang konoha saat ditempatnya dulu

"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. aku tak pedulu dengan apapun, entah itu festival, perayaan, reuni atau semacamnya, aku hanya ingin 'itu' saja. dan kalaupun ninja konoha mengganggu, kau kan bisa mengalahkan mereka, benarkan?." Bantah Naruto. Ya kalaupun Naruto tahu, dia pasti tidak akan bilang apa yang barusan ia katakan kalau tobi itu bukanlah madara, dan mendengar ucapan Naruto tadi, entah mengapa membuat hati tobi jengkel.

"Baiklah-baiklah. aku ikut denganmu saja." Tobi menghela nafas.

"Tapi Naruto, aku minta satu hal saja, mungkin ini berat untukmu." Ucap kembali tobi.

"Apa itu?."

"Ada sebuah pulau, nama pulau itu adalah pulau 'Sanzoku', seperti namanya pulau itu dikuasai oleh bandit yang kejam, Barang jarahan,wanita dan harta mereka semuanya ada disana, bisakah kau membersihkan atau memusnahkan pulau itu, ya hitung-hitung untuk berbuat kebaikan. bagaimana, apa kau sanggup, jika sanggup, aku akan memberimu peta pulau itu?." Ujar tobi yang secara langsung tidak langsung meminta bantuan Naruto untuk memusnahkan segerombolan penjahat.

"Maa maa, kau tidak ikhlas menemaniku ke konoha ya?, Hhah baiklah, aku menerimanya, akan aku usahakan itu." Jawab Naruto tenang.

Seringaian terpampang jelas jika saja tobi tidak mengenakan topengnya. Kemudian Tobi langsung mengambil sebuah gulungan peta di balik jubah hitamnya lalu melemparkannnya kearah Naruto, dan Naruto menangkapnya lalu memasukkannya kedalam jubah birunya.

"Kau boleh berangkat kapanpun kau mau, semakin cepat kau kesana, semakin banyak pula orang yang akan kau selamatkan,dan satu lagi Naruto, bawalah semua barang mereka apapun itu, selamatkan semua manusia yang diculik mereka dan bawa mereka ke desa ini." ucap tobi datar.

"Baik-baik." jawab Naruto sekenanya. mungkin ini akan menjadi hal yang merepotkan bagi Naruto. ya mungkin saja.

Kembali seperti semula, setelah berbicara begitu panjang, akhirnya mereka berdua saling diam, karena naruto kembali meminta ijin untuk kembali menyantab makanannya yang tadi ia hentikan, dan tobi sendiri kembali menyenderkan badannya di tembok dan sesekali ia menatab Naruto.

Setelah menghabiskan makannya, kini Naruto juga diam untuk merasakan proses pencernaan yang terasa di dalam perutnya, sambil melihat-lihat sudut ruangan yang terlihat agak gelap itu, lalu Naruto teringat sesuatu..

"Tobi."

"Ya, ada apa Naruto?."

Naruto mengambil jeda sejenak. "Apa orang-orang berpakaian hitam seperti tadi adalah organisasi yang kau pimpin?."

.

HENING

.

Baiklah, sekarang tobi hanya diam, Naruto pun juga diam menunggu jawaban dari tobi.

Tanpa mengalihkan pandangannya di tembok, tobi menjawab. "Kau benar, mereka yang berpakaian hitam tadi adalah organisasi bernama 'Akatsuki' dan -." Ucapan tobi terhenti.

"Mungkin kau benar, akulah pemimpin mereka, atau mungkin juga tidak, tujuan organisasi ini adalah untuk mencari perdamaian yang abadi, apa kau mau bergabung dengan mereka?." ucap tobi kali ini sambil memandang Naruto.

Mendengar jawaban dari tobi, Naruto hanya mengangguk tanda mengerti, tapi bergabung dengan sebuah organisasi?.

"Ah tidak terima kasih, aku hanya ingin sendiri." jawab Naruto pelan. Naruto menolak menolak ajakan tobi untuk bergabung, sebuah organisasi yang ia masih belum jelas seluk beluknya, Mencari kedamaian abadi?. Kalau dilihat waktu itu di Sunagakure, organisasi ini adalah kriminal, dan jangan lupa, tadi naruto diseret paksa (baca=disengaja) oleh salah satu anggota itu dan ternyata mau dibunuh. Itulah yang ada dibenak naruto, rumit menurutnya.

Naruto hanya ingin bersantai, sendiri, duduk di atas batang pohon memejamkan matanya lalu dibelai oleh lembutnya angin segar dari alam, Ia tak mau berurusan dengan apapun, jika ada orang yang membutuhkan pertolongan atau tenaganya, pastinya dengan senang hati ia akan membantunya, kecuali kalau bertujuan 'hitam' naruto tak akan membantu, Naruto hanya suka abu-abu dalam hidupnya, yang diinginkan Naruto hanyalah itu saja dalam hidupnya, Tak ada yang lain.

Hal-hal merepotkan sebisa mungkin akan Naruto hindari, ia terlalu malas, Tak ingin mencolok di muka umum, tetapi jika sudah terlanjur, Naruto akan menuntaskannya sampai ia benar-benar puas dan bebas.

Mendengar penolakan dari Naruto memang agak membuat tobi kecewa karena ia akan semakin sulit berpartner dengan Naruto, tapi ia juga tak masuk ke dalam organisasi itu, Dia hanya bayangan akatsuki.

"Oh tak apa Naruto." Naruto dan Tobi kembali dalam diamnya. Naruto kemudian berdiri lalu berjalan membelakangi tobi.

"Tobi, aku mau keluar, jika butuh aku, cari saja aku ditempat penjual bakpao." Ujar Naruto yang sudah merasa bosan ditempat agak gelap dan menyeramkan, disini sangat membuatnya tak enak dan tak betah sehingga memutuskan untuk keluar.

'Aku akan mengawasimu teman.' Batin tobi menyeringai.

"Baiklah." jawab Tobi terhisap seperti vortex lalu menghilang sepenuhnya.

Berjalan menuruni tangga membuat Naruto agak jenuh, sebenarnya bisa saja ia keluar dengan kekuatannya, tapi naruto hanya hemat saja, Setelah terus-terusan turun kebawah akhirnya Naruto mendapati pintu keluar dari gedung tersebut. Tapi beberapa langkah dari pintu keluar, Naruto menghentikan langkah kakinya karena merasa ada yang mengikutinya, Naruto hanya menghela nafasnya.

'Sekarang kenapa lagi perempuan itu?.' Batin Naruto.

Naruto kembali melangkahkan kakinya dan membiarkan penguntitnya mengikutinya.

.

火=火Retaliation火=火

.

Naruto terus berjalan amegakure, Di waktu itu cuaca sangatlah cerah, sambil meliha-lihat toko yang ada dipinggir jalan. Tapi saat berjalan Naruto mencium bau, bau yang membuatnya lapar lagi dan naruto pun langsung menelusuri sumber bau yang enak itu, dan sosok itu terus mengikuti Naruto dari kejauhan.

Dan setelah mengikuti arah bau tersebut, akhirnya Naruto berhenti di depan sebuah kedai bakpao dan Naruto pun langsung masuk kedalam kedai tersebut. [A/N: ingatkah kalian dengan kedai bakpao yang dihampiri jiraiya saat mencari info pain?.]

Setelah masuk Naruto langsung duduk di tempat yang sudah disediakan, tak lama kemudian Naruto dihampiri oleh seorang perempuan berbadan agak besar dan sudah agak tua yang Naruto asumsikan bahwa Dialah pemilik kedai ini, dan benar saja, perempuan itu bertanya.

"Ada yang bisa saya bantu nak?."

Naruto pun menjawab. "Ano, aku beli bakpao semua rasa satu-satu bibi, tolong dibungkus ya.".

"Baiklah tunggu sebentar ya." Setelah mengucapkan itu Bibi tersebut pergi kebelakang untuk mengambil pesanan Naruto.

Sambil menunggu pesanannya, Naruto melihat sudut demi sudut dalam kedai tersebut. Sederhana dan nyaman menurutnya, kemudian pandangannya beralih keluar kedai itu. Ia melihat sosok yang terus mengikutinya dari tadi dibalik tiang besi dipinggir jalan, dengan wajah datar Naruto terus menatap sosok itu. Tapi itu tak lama karena ada suara yang menginterupsi naruto.

"Ini nak pesananmu, semuanya 1500 Ryo." Ucap bibi pemilik kedai yang baru keluar dari belakang.

Naruto berdiri lalu segera merogoh uang 'curian' di sakunya lalu memberikannya ke bibi tersebut.

"Ini bibi uangnya, arigatou." Naruto menerima bungkusan bakpao, menundukkan setengah badannya untuk memberi hormat, setelah itu Naruto melenggang keluar dari kedai tersebut dan kembali berjalan, Tak lupa sosok itu juga kembali mengikutinya.

.

火=火Retaliation火=火

.

Terus berjalan sambil sesekali mencium aroma bakpao yang keluar dari bungkusnya, dan kini tujuan Naruto adalah sebuah tempat yang ada pohonnya untuk menikmati hangatnya bakpao. "Uwah, tak sabar aku untuk memakannya, hihi." Ucap Naruto senang.

Tapi setelah mengitari beberapa area, Naruto tak menemukan tempat yang cocok untuk menikmati bakpaonya karena disekelilingnya yang ada hanyalah gedung-gedung pencakar langit, tak ada tanah lapang ataupun sebuah pohon, dan itu membuatnya kesal ditambah lagi sosok yang terus mengikutinya dari tadi.

Dan untuk menurunkan rasa kesalnya, Naruto akhirnya berpikir untuk mencari sebuah pohon dipinggir desa ini, dan itu pun langsung Naruto lakukan. Ia pun kembali berjalan, sekarang tujuannya adalah pinggiran desa amegakure, dan dalam perjalanannya pun Naruto juga berdo'a semoga penguntitnya tidak mengikutinya lagi.

Tapi do'a Naruto tidak terkabul karena sosok itu terus mengikutinya. Terus berjalan keluar desa, akhirnya Naruto menemukan tempat yang cocok untuk memakan bakpao, Ya, di depannya kini ada pohon yang rindang, semilir angin dan cuaca yang cerah membuat Naruto tersenyum akan hal itu.

Segeralah Naruto Maenaiki pohon itu dan duduk di salah satu dahannya, setelah itu Naruto langsung membuka bungkus bakpaonya dan memakannya perlahan untuk menikmati setiap detail komposisi setiap bakpao tersebut, sesaat sudah menghabiskan 2 bakpao dan hendak mengambil satu lagi, Naruto melirik kesebuah semak-semak, disitulah sosok yang mengikuti Naruto dari tadi bersembunyi. Naruto pun tidak jadi mengambil bakpaonya dan memilih bersandar di pohon dan memejamkan matanya. Kemudian.

"Keluarlah Konan, ap kau tidak lelah mengikutiku terus?." Ucap naruto tenang. Ternyata Naruto sudah tahu yang mengikutinya adalah orang yang menyeretnya paksa beberapa waktu lalu.

Sosok yang dibalik semak itu kaget bukan main karena orang yang diikutinya sudah tahu dari tadi. Dan sosok itu keluar dari dalam semak-semak, menampilkan figur perempuan berparas cantik berambut ungu dan mengenakan jubah hitam berhiaskan awan merah berjalan mendekat ketempat Naruto berada.

"Ada apa kau mengikutiku terus Konan?." Ucap naruto datar tanpa membuka mata dan melihat orang yang sekarang ada dibawahnya. Naruto tahu, dalam posisinya sekarang ia dengan mudah bisa diserang kapanpun. Tapi Naruto tahu bahwa orang yang ada dibawahnya tidak memiliki niat buruk jadi Naruto santai saja.

Menunduk dan tidak mau menatap Naruto karena Konan merasakan aura yang berwibawa yang keluar dari dalam diri Naruto yang seakan-akan membuatnya merasa rendah. Masih menundukkan kepalanya, Konan pun menjawab pertanyaan Naruto.

"A-ano, Maaf karena terus mengikutimu, ta-tapi aku tidak ingin berbuat buruk kepadamu kok, A-aku ingin kau memasang kembali jantungku yang kau keluarkan."

Mendengar ucapan Konan, Naruto pun langsung membuka matanya lalu menatap konan dari atas dan tersenyum. "Souka?. ah aku lupa kalau aku melepaskan jantungmu, Maaf hehe."

Maendengar itu Konan mengangkat wajahnya dan melihat wajah Naruto, entah kenapa saat melihat senyum Naruto tiba-tiba mukanya memerah dan jantung yang ia simpan dibalik jubahnya berdegup dengan cepat. Sesegera mungkin Konan langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.

'Ada apa denganku?.' Batin Konan.

Naruto pun turun dari pohon lalu mendekati Konan. Naruto bingung karena Konan sama sekali tidak menatapnya, tapi ya sudahlah itu bukan urusannya.

"Baiklah, sekarang mana jantungmu?. Aku akan memasangnya." Ucap Naruto.

Tnpa memandang Naruto, Konan langsung mengambil jantungnya dibalik jubahnya dan memberikannya ke Naruto. Dan Naruto pun menerimanya.

"Benar-benar jantung yang sehat Konan." Puji Naruto sambil melihat-lihat bagian sisi jantung yang terbungkus kubus transparan itu.

"Ba-bagaimana caramumengembalikan jantung -." Ucapan Konan terhenti saat Sepasang tangan memegang jubahnya dan mencoba membukanya.

Setelah ditelusuri ternyata itu adalah tangan Naruto, dan saat itu juga.

"KYAAAAAA".

'DUUAKH'

Konan menjerit lalu langsung menonjok Wajah tanpa dosa Naruto dengan sekuat tenaga, dan selanjutnya Naruto langsung Terkapar tidak elitnya setelah tubuhnya menghantam pohon yang ada dibelakangnya dengan muka mengeluarkan asap dan hidung yang mengeluarkan darah.

"K-kau, mau apa hah?. Mau memperkosaku ya?." Sembur Konan, kedua tangannya ia silangkan didepan dadanya, entah kenapa Konan tida terpikirkan untuk mengeluarkan jurus ninjanya.

"Aduh, kau ini kenapa?. katanya mau dipasangkan jantungmu, kenapa aku malah kena pukul sih?. Dan apa katamu tadi?. Perkosa?. Apa itu perkosa?." bantah Naruto sejujur-jujurnya sambil bangun dari jatuhnya sambil mengusap darah yang terus mengalir dari hidungnya.

"Aduh sakit sekali sih, mantab amat pukulanmu."

Mendengar keluhan dari Naruto membuat Konan sadar bahwa ia salah dan segera meminta maaf.

"Ma-maafkan aku -."

"Naruto, panggil aku Naruto." ucap Naruto memberitahu namanya.

"Maafkan aku Naruto." Ucap konan, dia merasa sangat malu saat ini.

"Sudahlah tak apa, sekarang buka semua baju atasmu aku akan memasang jantungmu, kujamin aku tidak akan membunuhmu kok, apa lagi apa yang kau bilang tadi, memperkosa?. Aku tidak akan memperkosamu karena aku tidak tahu apa itu memperkosa." Ucap Naruto sedetail dan setulus mungkin.

Naruto benar-benar tidak tahu apa itu memperkosa, sebuah kata asing yang baru masuk kedalam telinganya, 'memperkosa', senseinya tidak pernah mengajarkan itu bahkan berbicara itu. LOL. [A/N: Numpang ketawa ya, whahahahaha.].

Mendengar ucapan Naruto membuat Konan cengo plus shock, Konan berpikir kalau orang yang ada didepannya ini memang polos atau benar-benar bodoh, tapi melihat kejujuran yang tersirat dari mata Naruto membuat dia ragu.

"Hei, kenapa malah diam sih, kau buka sendiri atau kau yang buka, tidak baik juga jantungmu diluar seperti ini." Ucap Naruto yang membuyarkan lamunan Konan.

"A-apa kau berjanji tidak akan berbuat mesum kepadaku?." ujar Konan yang mukanya sudah semerah tomat.

"Eh mesum?. apalagi itu?." Ucap Naruto bingung.

"B-baiklah, aku tidak akan bertanya lagi."

Setelah itu Konan menoleh kekanan dan kekiri dan hanya keadaan sepilah yang ia temukan, kemudian dengan semburat merah dipipinya Konan membuka setengah jubah atasnya lalu membuka kembali pakaian dalamnya. Konan hanya menahan rasa malunya sekuat mungkin dengan menutup kedua matanya erat-erat.

Dan kini terpampanglah jelas pemandangan yang sangat indah, dua aset wanita yang pasti mengundang nafsu para kaum lelaki untuk menjamahnya, tetapi tidak untuk Naruto, dia hanya menatap biasa pemandangan yang ada didepannya, tak ada nafsu, tak ada gairah sama sekali karena Naruto tidak mengerti sama sekali surga dunia. #Plak.

Naruto heran kenapa wanita yang ada dihadapannya menutup matanya, Naruto pikir mungkin Konan takut, tapi entahlah, Naruto hanya mengangkat bahunya sebagai tanda tidak mau tahu.

Kemudian mata Naruto menatab sebuah lubang berbentuk kotak yang ada dibagian dada kiri polos Konan lalu Naruto langsung memasukkan kubus berisi jantung kedalam lubang tempat yang seharusnya jantung itu ditempatkan. setelah selesai memasang, Naruto langsung kembali naik ke atas dahan pohon tempatnya tadi ia duduk.

.

'DEG DEG'

.

Konan yang masih memejamkan matanya merasakan kalu jantungnya sudah kembali terpasang ditubuhnya, tapi Konan tetap memejamkan matanya sampai tiba-tiba terdengar suara lembut dari Naruto.

"Konan, sudah selesai, kenapa kau masih menutup matamu?."

Konan pun membuka matanya lalu melihat Naruto yang sudah duduk kembali diatas pohon tanpa memandangnya sama sekali. Angin semilir membuat rambut kuning Naruto melambai indah yang membuat Konan bersemu merah. Dan tanpa diduga Naruto meliriknya sedikit.

"Kenapa kau tidak membenarkan bajumu?." Spontan Konan pun melihat ke baian tubuh atasnya yang polos dan.

"KYAAAA." Konan dengan cepat-cepat langsung membenarkan kembali pakaiannya seperti semula, dan Konan tahu kini mukanya sangat memerah karena malu.

'Heh? teriak gak jelas lagi' batin Naruto, dan Naruto tak menghiraukannya lagi, Ia pun kembali mengambil bakpaonya lalu memakannya. Tapi tak disangka Naruto, ternyata Konan masih berdiam diri dibawahnya. Kaeadaan itu membuat Naruto heran dan jengkel, Naruto menghela berat Nafasnya.

"Aku sudah memasang jantungmu dengan imbalan pukulan maut, sekarang mau apa lagi kau?." tanya Naruto tanpa memperhatikan Konan, jika saja Naruto melihatnya mungkin Naruto akan tahu Bahwa Konan menatapnya dengan kedua tangannya memegang perutnya yang menandakan bahwa ia sedang Lapar.

"A-ano aku lapar, belum makan, b-boleh ak -." ucapan Konan terhenti karena tersela kata Naruto.

"Naiklah keatas." Tanpa disuruh dua kali, Konan langsung melompat ke atas dahan tempat Naruto berada lalu ikut duduk disamping Naruto sambil memegangi perutnya.

"Makanlah ini semua, aku sudah kenyang." Ucap Naruto sambil tersenyum, Tanpa diduga, Naruto memberikan semua bakpaonya ke Konan, Konan tersenyum senang, tapi setelah melihat Hidung Naruto yang disumbat oleh dedaunan, Konan pun kembali merasa bersalah.

"Maafkan aku karena telah memukulmu Naruto." Naruto yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.

"Tidak apa-apa, kau memukulku itu benar karena kebodohanku sih, ya sudah makanlah, aku mau tidur sebentar." Konan pun hanya mengangguk lemah, dan diapun memakan bakpao pemberian Naruto untuknya.

.

.

Langit pun semakin berwarna orange,menandakan baha waktu sudah sore, setelah menghabiskan bakpaonya, Konan terdiam, matanya terpejam menikmati belaian angin disore hari, ini merupakan hal langka untuknya, karena dulu Amegakure selalu 'menangis' tetapi sekarang hanyalah cerah yang ada, entah karena itu apa Konan tidak tahu, bukan karena jutsu milik Nagato itu yang ia tahu.

Menikmati angin segar kemudian mata Konan terbuka lalu menoleh kesamping dan melihat Naruto yang masih tertidur, dapat dilihatnya ajah NAruto yang manis begitu damai plus tampan. Membayangkan itu membuat hatinya tak karuan, Ia tahu mungkin Naruto berbeda umur dengannya, tapi ia akan mengatakannya walau ini sangat cepat.

"Naruto." ucap Konan pelan, takut kalau menggangu tidur Naruto.

"Ada apa?." tak disangkanya, Naruto menjawabnya walau matanya masih terpejam. Baiklah Konan langsung menghadapkan tubuhnya ke Naruto, Ia akan mengatakannya sekarang supaya jelas.

"Na-naruto, ap-apakah kau sudah punya kekasih?. ap-apa kau sudah mencintai orang lain?." Ucap Konan sambil menundukkan kepalanya.

Mendengar perkataan dari Konan barusan membuat Naruto langsung membuka matanya, bukan ekspresi sebagaimana mestinya, Naruto malah menatap Konan dengan pandangan bingung.

"Eh, kekasih itu apa ya?. Cinta itu apa?."

'JLEB'

Konan pun langsung menatap Naruto dengan pandangan yang bisa diartikan 'kau bohongkan, kau baka'.

"Maksudmu kau tidak mengerti apa itu kekasih dan apa itu Cinta." Ucap Konan shock.

"Tidak, aku tidak tahu, apakah itu sejenis makanan?." Ujar Naruto polos. Perlu diketahui Naruto memang tidak tahu apa itu cinta, apa itu kekasih, Dibuang disebuah pulau tak bertuah dan terisolir saat umurnya masih polos-polosnya yaitu umur 8 tahun dan dilatih oleh seorang Dewa yang bodohnya juga senseinya tidak memberi ilmu tentang 'jasmani dan rohani'. [A/N: itu benar. #plak]

"Itu bukan makanan Naruto, Baiklah aku akan menjelaskannya secara simpel, kekasih adalah pasangan, satu pria satu wanita yang mengikatkan diri mereka untuk saling menyayangi, Dan cinta adalh sesuatu yang membuatmu nyaman disamping pasanganmu, sesuatu yang membuatmu selalu ingin melindungi pasanganmu dan rela berkorban demi pasanganmu, berharap pasanganmu selalu merasa bahagia,nyaman dan aman." Jelas Konan sambil tersenyum.

Mendengar perkataan panjang dari Konan hanya membuat Naruto tersenyum linglung. "Terima kasih sudah menjelaskan itu kepadaku, tapi aku masih tidak mengerti, hehe maaf, Ahh Sudah sore aku harus pergi, terima kasih sudah menemaniku." Kemudian tubuh Naruto bersinar terang yang menyilaukan Mata Konan, dan Kemudian pecah menjadi Serpihan-serpihan kecil seperti cahaya kunang yang indah yang terbang bebas ke angkasa.

Tanpa diketahui Naruto, Konan tersenyum, senyuman yang sangat tulus. Konan mendongakkan kepalanya dan memandang ke langit sambil berkata.

"Mungkin ini terlalu cepat, tapi aku meraskan ini dihatiku saat pertama aku bertemu denganmu."

" Kau sangatlah polos, ijinkan aku untuk mengenalkanmu apa itu cinta, Aku menyayangimu, aku akan memberikan semuanya untukmu dan ijinkan aku untuk egois sekali ini saja -."

'

"Aku Mencintaimu, Naruto-kun."

Setelah mengucapkan kata yang sangat tulus dari dalam hatinya, tubuh Konan pun berubah jadi ribuan kertas dan melayang menuju kedalam desa Amegakure. Tak lama setelah itu Desa Amegakure di lingkupi mendung lalu hujan.


.

.

.

Disebuah lautan, dimana malam itu sangat cerah berhiaskan bintang-bintang yang begitu indahnya, cahaya kerlap-kerlip menambah kesan cantik di langit angkasa, tak lupa juga dengan Bulan yang memantulkan cahaya matahari yang membuat Bulan bersinar menerangi gelapnya malam yang benar-benar cerah tak ada mendung, dan jika saja ada nelayan yang melaut dan mereka melihat keatas langit terus, pasti nelayan itu akan melihat sebuah cahaya kuning yang melesat seperti bintang jatuh.

Jika kalian bisa mengikutinya, kalian akan tahu kemana arah cahaya kuning itu pergi bukan?.

Disebuah pulau, ya, disebuah pulau tempat cahaya itu mendarat, kemudian cahaya itu memudar dan terlihatlah siluet manusia berambut kuning memakai haori warna putih dengan aksen api biru dibagian bawahnya, itulah Naruto.

Naruto baru saja melakukan perjalanan panjang dari Amegakure kepulau tempatnya dulu ia hidup. Naruto memandang tempat itu, senyuman tersungging diwajahnya. dapat dilihat tempat itu Berantakan seperti baru terkena gelombang pasang air, itulah gambaran di pulau itu. Naruto kemudian melangkahkan kakinya dan memasuki area hutan di pulau itu.

.

火=火Retaliation火=火

.

Disinilah Naruto berada, dihadapannya terdapat sebuah batu berbentuk bulat yang sangat besar berdiameter 7 meter.

"ROOM"

Setelah mengucapkan satu kata, dibawah tangan kanan Naruto tercipta kubah bulat transparan berwarna biru dan kubah transparan itu membesar melingkupi area disana.

"Tact" Naruto mengangkat jari telunjuk kanannya keatas dn tiba-tiba batu yang ada dihadapan Naruto terangkat keatas. Setelah itu hanya dengan permainan jari telunjuknya, Naruto meminggirkan batu itu kesampingnya dan menurunkannya kembali lalu menghilangkan kubah biru transparan yang merupakan kekuatan dari salah satu Devil Fruitnya.

Bekas tempat batu besar tadi terdapat lubang persegi panjang yang tak begitu dalam di tanah, kemudian Naruto mendekati lubang itu dan melihat sesuatu benda yang membuatnya kembali tersenyum.

"Maaf aku hampir melupakanmu."

Seperti mempunyai nyawa dan perasaan, setelah mendengar ucapan Naruto, Benda itu bersinar kemerah-merahan kemudian redup lagi.

"Hhehe, kau tak pernah berubah ya, Iya aku memang salah, Maafkan aku."

Benda itu bersinar kemerah-merahan lagi lalu redup kembali. Naruto pun tersenyum dan Langsung mengambil benda yang ternyata sebuah pedang dan ia pasang di punggungnya dan pedang itu bersinar terang dipunggung Naruto.

"Kita adalah satu, kita tak akan terpisah, kau bagian dari tanganku, Bantulah aku -."

'

'

'

'

'

'

"Shodai Kitetsu."

. . .

. .

.

TBC


Ket:

Shodai Kitetsu: Sama halnya dengan pedang Kitetsu lainnya, pedang ini memiliki kutukan atau membuat sial si pengguna/pemilik (seperti yang dimiliki Zoro, Sandai Kitetsu). Ada varian Pedang Kitetsu, yaitu Sandai Kitetsu, Nidai Kitetsu, dan Shodai Kitetsu. Di antara ketiganya, Shodai Kitetsu merupakan yang terkuat dan masuk level kelas 12 Pedang Tertajam (Saijō Ō Wazamono),Shodai Kitetsu sendiri tidak diketahui pemiliknya dan hanya saja pernah disebutkan oleh Tashigi [OP information].


Response to reviews:

Baiklah, ini adalah beberapa reviews yang saya anggap penting untuk kalian simak.

= Disini Naruto tetap baik?. [kan sudah aku bilang dari dulu, Disini Naruto aku buat gray, tidak jahat juga tidak baik. :) ]

.

= Update cepat biar yang baca tambah banyak!. [ ahh maaf, kayaknya gak bisa deh, ,karena kebanyakan main game on, hehe. ]

.

= Naruto terlalu cepat pergi ke konoha?, [ ehh, kukira 1 chapter lagi deh, apa itu terlalu cepat?.]

.

= Apakah Naruto akan gabung ke akatsuki?. [ Hmm, sudah aku jawab di chapter ini.]

.

= Apakah Naruto akan menghancurkan konoha?. [ ahh aku tadi sms Naruto dan menanyakan tentang itu, tapi Naruto gak dibalas smsnya, kwkwkwkwkwkwk. :D ]

.

= Apakah Naruto tidak bisa mengeluarkan jutsu apapun?. [ tentu tidak bisa kawan, kan Naruto tidak punya chakra. ]

.

= maksud dari ucapan naruko("Karena orang yang menyelamatkan Kazekage
adalah 'belahan jiwaku' Naruto." Ucap naruko) itu apa ya.
Apa seperti hubungan antara kembaran(keluarga) atau seperti hubungan antara wanita dg pria(pasangan)?. [ wah, ini juga, aku tadi juga sms Naruko tapi gak dibalas ama dia, wkwkwkwkwk. :D ]

.

= jangan buat naruto gampang memaafkan minato, kushina dan naruko, lucu sekali menurutku setelah dicampakkan, dibuang dan dianggap sampah, tapi dengan mudah memaafkan mereka setelah apa yg mereka perbuat pada naruto!. [ Banyak yang reviewnya hampir sama dengan pertanyaan ini, ,kenapa kalian bisa berpikir begitu?, Naruto tidak akan mudah memaafkan kushina dan minato, saya akan buat kekejaman perlahan-lahan, zehahahahaha, :D ]

sudah ini dulu ya, terima kasih atas review kalian, ahahaha, yah maaf juga kalau saya ingkar janji update cepat. *PLAK


A/N: saya sudah memunculkan pedang Naruto, yaitu pedang yang saya ambil dari dunia One Piece yaitu Shodai Kitetsu, dan ini yang akan saya jelaskan,, ,Pedang Shodai Kitetsu itu belum dimunculkan oleh Odachi, jadi imajinasilah seperti apa bentuk dari pedang itu. kalau saya berimajinasi kalau bentuk pedangnya seperti pedang katana panjang dengan batas gagang dan pedangnya berbentuk lambang Nazi berwarna Merah.

Oh iya, yang mau UNAS seperti saya, kalian janganlah takut, kita sudah melawan soal itu 2x dan kita menang, dan sekarang kita akan dihadapkan itu lagi, tak usah takut, tak usah grogi, main selow aja. tapi jangan lupa belajar teratur dan berdo'a oke, Ganbatte. :)

Sekian.

Review boleh, gak Review juga boleh..

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA KARANGANKU. :) :)