SasuSaku

By: AkinaYuki Nyo

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Genre: Romance/ General.

SasuSaku Pair

Story Ten

- Different–

Kalau Sasuke ditanya kegiatan apa yang paling dibencinya, pasti jawaban ini yang akan keluar dari bibir sempurnanya itu..

"Pergi dengan perempuan."

Jangan berpikir Sasuke itu benci perempuan atau dia adalah pecinta homogan alias sesama jenis. Hello? Dia masih waras dan tertarik dengan wanita. Buktinya saja dia mempunyai pacar bernama Haruno Sakura. Seorang wanita tulen cantik luar dalam yang kini sedang menemaninya jalan-jalan. Ah... sepertinya Sasuke-lah yang menemani Sakura.

"Sasuke! Lihat! Lucu kan?"

Dengan malas sasuke memandangi Sakura yang sedang asik melihat-lihat sederetan hewan di stand pet shop. Dan jari telunjuk wanita itu sedang menunjuk hewan yang dibilangnya lucu.

Dahi Sasuke terlihat menekuk ketika mata onyx-nya menganalisa hewan yang dibilang lucu oleh pacarnya itu.

Anaconda.

Apa yang lucu dari mahkluk itu? Mungkin kalau ditambah dasi dan topi, ya.. ular itu akan terlihat lucu.

"Beli yuk! Kita pelihara!" ajak Sakura dengan mata berbinar-binar.

"Tidak" jawab Sasuke singkat dan memberikan tatapan 'kau sedang bercanda?'

"Yaaah~!"

"Kau tidak bisa memilih hewan yang normal untuk dipelihara?" tanya Sasuke dengan menekan kata normal di kalimatnya.

"Tapi ini kan lucu! Lihat! Wajahnya itu loh.."

"Mirip Orochimaru" lanjut Sasuke dingin. Dia benci sekali laki-laki tua yang kulitnya mirip Michael Jakson itu. Dengan eyeliner ungu dan rambut iklan shampo.. benar-benar ingin membuat Sasuke menyangkal bahwa Orochimaru adalah ketua direksi di perusahaannya.

"Hahahahaha" Sakura tertawa sebentar kemudian merubah wajahnya menjadi ekspresi sinis. "Bukan itu."

"Kenapa tidak anjing, kucing atau kelinci?" tanya Sasuke lagi.

"Itu sudah biasa! Aku mau yang berbeda!"

Sasuke menghela nafas panjang mendengar jawaban Sakura. Dia lupa kalau pacarnya itu berbeda dengan wanita pada umumnya.

Disaat para gadis akan berkata 'aku capek' ketika mereka berjalan kaki dengan jarak jauh, Sakura malah akan bersemangat dan sanggup menggendong nenek-nenek sampai di tujuan. Bahkan dia bisa berlari tanpa berkata 'capek'

Atau.. disaat mereka tidak mau berlajar bela diri dan berkata

'Nanti kuku-ku patah'

'Badanku nanti penuh luka'

Atau bahkan 'aku tidak mau berkeringat bau' Sakura justru malah senang mengikuti kegiatan 'kekerasan' seperti itu. Katanya wanita itu harus bisa bela diri meski sedikit. Kalau terjadi apa-apa seperti diganggu lelaki hidung belang atau preman-preman kota yang beringas, Sakura bisa langsung menghajarnya.

Sepertinya Sasuke tidak perlu memberitahukan apa saja yang berbeda dari Sakura dari wanita lainnya. Dengan mengatakan bahwa dia ingin memelihara Anaconda sudah merupakan suatu bukti kalau dia adalah wanita yang tidak umum.

"Yang lain, jangan ular" kata Sasuke lagi dengan nada intimidasinya. Sakura mencibir dan kembali melihat-lihat stand itu.

Banyak yang bilang perbedaan itu bisa menghadirkan banyak kontroversi. Menimbulkan masalah dan pro-contra. Tapi bagi Sasuke, itu semua hanya masalah menerima atau tidak. Kebanyakan orang susah untuk menerima sesuatu yang baru atau di luar penalaran mereka. Bahkan mereka sudah melarang hal baru itu meski itu membawa semilyar kebaikan.

Hidup dengan sesuatu yang sama selamanya itu hal yang membosankan. Butuh sesuatu yang berbeda untuk membuat hidup menarik. Seperti sosok Sakura di dalam hidup Sasuke.

"Sasuke! Bagaimana dengan yang ini?" tanya Sakura sambil menunjuk seekor anak buaya.

"Tidak."

Kami-sama.. bagaimana kalau buaya itu tumbuh besar dan berkeliaran di rumah Sakura? Mungkin Sasuke tidak akan bisa hidup tenang karena kuatir sepenuh mati.

"Kalau yang itu?" tanya Sakura lagi sambil menunjuk anak macan putih.

"Itu dilindungi negara, bodoh."

"Siapa tahu bisa dibeli!"

"Ya dan kita akan ditangkap polisi" sahut Sasuke sarkastik. "Yang lain."

"Baiklah.. baiklah.." Sakura mencibir untuk kedua kalinya dan kembali mencari.

Meskipun berbeda-nya Sakura sering membuat Sasuke untuk berpikir keras di luar akal sehatnya dan kadang membuatnya kesal karena gadis itu selalu memikirkan hal yang aneh-aneh. Tapi, Sasuke sangat menyukainya. Sasuke senang mendengar ide-ide gila yang sering dilontarkan oleh gadis berambut merah muda itu.

Pernah Sasuke berpikir bagaimana bisa Sakura yang mempunyai pikiran tidak rasional itu bisa menjadi seorang dokter yang harus berpikir logis? Dia sangat yakin kalau hasil test IQ Sakura mengatakan bahwa Sakura harus mengembangkan logika yang di bawah rata-rata.

Tapi Sakura adalah seorang dokter hebat adalah fakta. Dan Sakura mempunyai wajah canitk itu juga fakta.

Sasuke sering melihat para perawat di rumah sakit yang sedang berdandan dengan bedak tebal atau lipstik norak yang menurut mereka membuat wajah tampil cantik. Untuk saja Sakura bukan tipe-tipe gadis seperti itu.

Mungkin karena itu lah Sasuke mencintai Sakura selama ini.

Sakura yang selalu tampil apa adanya. Sakura yang tidak pernah malu untuk mengungkapkan pikiran-pikiran aneh-nya setiap saat dan Sakura yang tidak ragu-ragu untuk menunjukkan betapa besar rasa cintanya kepada Sasuke.

"Hei Sasuke~!" suara Sakura dalam jarak dekat membuyarkan lamunan Sasuke.

"Hn?" Sasuke menoleh kearah gadis berambut merah muda yang sudah berdiri di depannya. "Sudah?"

"Ummm..." dengan sedikit ragu-ragu Sakura mengangguk pelan.

"Lalu apa?" tanya Sasuke yang penasaran apa yang akhirnya dibeli Sakura untuk menjadi hewan peliharaannya. Mata onyx Sasuke sama sekali tidak melihat keberadaan hewan hidup disekitar Sakura.

"Ada disini!" jawab Sakura sambil menunjuk kantong plastik putih kecil kepada Sasuke. Sebuah senyuman lebar menghiasi wajahnya.

"Kau taruh di situ?" tanya Sasuke lagi yang semakin penasaran. Sebelah alisnya terangkat karena tidak mengerti hewan apa yang sebenarnya dibeli oleh Sakura hingga bisa dimasukkan kedalam kantong plastik sekecil itu.

Apakah sejenis serangga?

"Yup! Aku pikir kau pasti setuju untuk memelihara yang ini!" tangan Sakura masuk ke dalam kantong plastik itu dan mengeluarkan isinya. "Kita akan memelihara pohon tomat!" sahut Sakura dengan sebuah cengiran kecil, di tangannya terdapat benih tomat yang siap untuk ditanam.

"Waktu aku berpikir hewan apa yang disukai Sasuke, tiba-tiba saja pohon tomat ini memenuhi kepalaku! Pohon kan juga mahkluk hidup! Lagipula kau suka tomat kan Sasuke?" tanya Sakura lagi memandangi Sasuke.

Soal jawaban tadi, sepertinya Sasuke lupa untuk memberitahukan lanjutannya. Bahwa hal yang dibenci Sasuke adalah 'pergi dengan perempuan...'

"Hn, dasar aneh" kata Sasuke tersenyum kecil kemudian mengacak-acak rambut Sakura.

'... Selain Haruno Sakura'

OWARI

a/N : Story ten sudah keluar nyoo! XD

pertama-tama Aki mau mengucapkan terima kasih kepada teman Aki yang sudah membuat Aki mendapatkan ide untuk story ten ini.

Dia adalah laki-laki yang tidak suka pergi dengan pacarnya karena pacarnya adalah tipe-tipe gadis yang suka berkata 'kuku-ku nanti patah' ituuu~ wkakakakaka

Yosh! Terima kasih bagi para readers maupun reviewers! Aki sangat berterima kasih atas dukungannya nyo!

Hounto ni Arigatou for : VLouchi Hisagi/chiu-chi Hatake/.chiichii-chaan./ kazuka-rizu ichirunatsu23/Risle-coe/Naru-mania/Je-jess/popoChi-moChi/Green YupiCandy Chan/So-Chand 'Luph pLend'/juraquileJana/aya-na rifa'i/Sakura Haruno 1995

And for my friend who would shared his love exp ifn't just 2 sentence geez.. you make me got this idea bro! Thx XD

Oh ya! Kira-kira fic ini kapan tamat yak nyo? Ada saran? Biar Aki bisa targetin sampai berapa chapter gitu!

Satu lagi.. kalau ada yang punya ide untuk chapter-chapter selanjutnya, silahkan saja nyo! Aki akan menerimanya dengan sangat sukarela! XD

Review nyo? :3