oOOo CHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLY oOOo
Author : rainy hearT
Length : Series
Rated : M
Cast :
- Cho Kyuhyun
- Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin
- Park Jung Soo
- Jungmo (Trax) as Choi Jungmo
- Other SUJU and DBSK member.
Pairing : KYUMIN || JUNGTEUK|| and other pair
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi, Sungmin selalu dan akan selalu menjadi milikku#plak#ngarep#Sungmin juga milik Kyuppa#
Genre : Romance / Drama/Humor (dikit)
Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, TYPO (S), EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, GS.
Summarry : "Hidup ini terdiri dari berbagai rasa dan warna. Manis, asin, terkadang juga asam. Warna merah, putih ataupun kuning, semua warna bercampur menjadi satu. Tersaji dalam sebuah mangkuk kehidupan yang akan terus berjalan dan berakhir pada kebahagiaan. Chicken Soup, satu mangkuk penuh warna, penuh rasa."
Maafkan author yang Moody ini. Tapi Chicken Soup tetep end di ch. 7
Ini hanya side storynya kehidupan mereka
Be Patient with Me please
.
No Copas No Bash No Flame No Like No Comment No Review
No Money No Honey No Cry No-ngkrong aja dah... .
.
.
HAPPY READING
oooCHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLYooo
SIDE STORY 2
CHOI JUNGMO X PARK JUNG SOO
KYUMIN SIDE
.
.
Setelah menidurkan Sunghyun dan Minhyun, Sungmin beranjak dari kamarnya menuju kamar Kyuhyun. Menemui namja yang kini sedang sibuk dengan berkas pekerjaannya yang masih menumpuk. Ia membuka pelan pintunya dan duduk diam di tepi kasur mereka.
Kyuhyun, sedikit melirik Sungmin. Ia segera membereskan semua berkasnya dan berjalan mendekati Sungmin. Mengangkat dagunya, dan tersenyum pada Sungmin.
"Wae?"
Sungmin hanya menggeleng. Ia kemudian beranjak dari duduknya dan berbaring di kasur mereka. Diikuti Kyuhyun yang kini juga berbaring disisinya. Ia memiringkan tubuhnya dan menatap pada Sungmin. Mencium kecil leher Sungmin dan melingkarkan lengannya di tubuh Sungmin.
"Waeyo? Sepertinya moodmu tidak bagus hari ini."
Sungmin memutar tubuhnya dan kini menghadap Kyuhyun matanya menemukan leher Kyuhyun dan adam applenya. Ia memeluk erat tubuh Kyuhyun dan melesakkan wajahnya ke tubuh Kyuhyun.
"Aku hanya tak ingin Umma menikah, apa lagi dia dulunya calon suami Heenim Umma."
Kyuhyun menghela nafasnya. Mengusap lembut punggung Sungmin dan menciumi pucuk kepalanya. "Tenanglah, umma pasti bahagia."
"Tapi Kyu itu artinya Umma akan tinggal di rumah Choi. Aku tak masalah berbagi Umma dengan Kibum dan Siwon, yang lebih ku takutkan adalah Tuan Choi itu tak benar-benar mencintai Umma."
Kyuhyun hanya tersenyum kecil. Dia mengangkat wajah Sungmin dan mencium keningnya. Ciuman untuk menenangkan Sungmin dari segala pikiran aneh yang terus mengganggunya.
"Percaya padaku. Kau mau Teukkie Umma bahagia bukan?" Sungmin hanya mengangguk kecil. "Jadi restui saja."
"Hajiman, Kyunie..."
"Sudahlah Minnie."
"Heumm... Arrasseo."
Untuk sesaat kedua makhluk ini diam dalam hangatnya pelukan mereka. Hingga akhirnya Kyuhyun mengingat satu hal penting yang ia ingin tunjukkan pada Sungmin.
Kyuhyun membantu Sungmin untuk duduk dan bersandar pada sandaran kasur mereka. "Wae Kyu?"
Kyuhyun hanya tersenyum kecil dan beranjak dari kasur mereka. Mengambil sesuatu di tas kerjanya. "Selebaran?" Sungmin mengernyit membaca selebaran itu. "Kau mau twins mengikutinya?"
"Nde, tentu saja. Mereka pasti senang. Tahun kemarin mereka masih terlalu kecil, tapi sekarang mereka hampir lima tahun, kurasa sudah cukup besar. Bukankah tak apa-apa jika mereka ikut?"
"Tapi kau harus ikut mengawasi Kyu. Jika hanya Sungie masih tak masalah, tapi Minhyunie..." Sungmin menghentikan perkataannya sebentar. "Pernafasannya kurang baik Kyu. Kalau dia sesak nafas atau jengkel saat kalah... Kau tahu sendiri kan?"
Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dan memeluk kedua bahunya. "Tenanglah, Minhyunie kuat. Kau harus belajar melepaskannya Minnie. Atau Hyunie akan tertekan."
.
.
"Ayo Sungie cepat !"
"Ayoo Hyunie... Hati-hati chagi."
Kedua baby kecil itu berlari pelan melewati semua rintangan dan mengumpulkan sebanyak mungkin mainan berbentuk bintang yang tersembunyi disetiap sudut. Sangat terlihat, sesekali Minhyun mengambil nafas dan terbatuk tapi sebisa mungkin Sungmin menahan air matanya dan terus menyemangati Minhyun.
"Ya! Stop!"
Terdengar bunyi peluit menandakan waktu telah habis. Paniti lomba kemudian mendekati para baby dan mengumpulkan hasilnya. Segera saja Sungmin dan Kyuhyun meraih Si Kembar. Sungmin segera mengusap keringat Minhyun dan Kyuhyun pun langsung memberikan minum pada Sunghyun.
"Mommy... Min bica..."
"Nde tentu saja."
"Chunnie juga Mom." Sunghyun tersenyum lebar dan meraih leher Kyuhyun. Menciumnya. "Dad, Chunnie bica. Hebat kan?"
"Nde, Minhyunie dan Sungie memang hebat."
Lalu semua mata tertuju pada ketua panitia yang sudah berdiri di panggung. "Baiklah, pemenangnya akan mencapatkan voucher belanja gratis sebesar seratus ribu won. Dan juga paket dari mom and kid's shop. Selain itu, trophy tentunya."
"Ya, so the winner is..."
Sunghyun dan Minhyun sama tegangnya dengan baby yang lain. Seakan mereka mengerti apa arti hadiah itu. Dan Sungmin juga duduk dan memeluk erat kedua aegyanya. Dan Kyuhyun berdiri tegak, memegang kedua bahu Sungmin.
"Cho Sunghyun! Chukkae !"
"Ya! Daddy ! Mommy ! Min... Chunnie menang yeay !"
.
.
"Ini Min, oppa kacih. Buat Min ajah."
"Hikss... Shireo! Wae... Hiks... Huweee... Mommy... Huweee..."
"Sshhh... Sudahlah Hyunie, Chunnie oppa kan juga kasih hadiahnya ke Hyunie."
"Hajiman Mom! Minhyunie kalah. Hikss... Huwee... Jahat... Oppa jahat!"
Dan namja kecil yang ketakutan itu hanya bisa menatap penuh kasih pada adik kecilnya yang masih terus saja menangis sembari menyodorkan trophy kecil itu pada Minhyun.
"Ssshhh... Tenanglah baby, jangan menangis. Kalau hyunie nangis nanti malah kalah terus."
"Pokoknya Min gag mau main lagi."
"Oke kita pulang."
Kyuhyun menghentikan tragedi kecil di ruang VIP di kantornya. Langsung menggendong Sunghyun dan menenteng hadiah mereka. Sedangkan Sungmin masih terus mengusap punggung Minhyun.
"Uljima baby kita pulang nde."
"Eum... hiks... hiksss..."
Minhyun mengangguk kecil dan memeluk erat leher Sungmin. Masih menangis, meski tak sekencang tadi.
.
.
"Ini Min, untuk Min ajah."
"Shirreo! Min kalah. Min ga dapet hadiah tchu puna oppa."
"Telus Min macih malah camah oppah?"
Minhyun menggeleng pelan. Sekarang mereka hanya berdua di kamar mereka. Kyuhyun dan Sungmin sengaja meninggalkan mereka berdua agar keduanya saling memaafkan dan saling melengkapi.
Kyuhyun, sudah memberikan sedikit nasehat agar uri little oppa bisa lebih mengalah pada Minhyun. Dan Minhyun...
'Ikuti semua yang Chunnie oppa lakukan kalau kau tak mau kalah. Jangan main PSP terus. Arrasseo.'
Dan kata-kata itulah yang kini terus berputar di otak Minhyun. "Min ga malah cama oppa. Mianhe, Min tadi teliak-teliak."
"Eum..."
Sunghyun mengangguk kecil dan memeluk Minhyun. Dari pintu, kedua namja dewasa itu mengintip kedua aegya mereka. "Hei, untunglah mereka meniruku."
"Ish, kau ini seenaknya saja. Jika hanya kepintaran yang ditiru, aku tak masalah." Sungmin menutup pintunya memberikan waktu tersendiri bagi kedua aegyanya hingga waktu mandi nanti sore. Sedangkan ia sendiri, mendorong pelan tubuh Kyuhyun dan masuk ke kamar mereka.
"Dan jangan pikir aku tak melihatnya. Minhyunie itu sedikit pervert, sama sepertimu."
"Kan dia anakku, jadi wajar chagi. Sunghyun pun mirip sekali denganmu. Meski ia menuruni kepintaranku tapi sikapnya benar-benar sama sepertimu."
.
.
Baby Side
Kindergarten 1
.
Kali ini suasana kelas lebih tenang. Semua anak-anak mengumpul pada kelompoknya sendiri-sendiri. Terlebih dengan Sunny yang dipindahkan ke kelas playgroup membuat suasana lebih tenang sekarang. Sedangkan twins, Eunhae dan Jongki sudah memasuki tingkat K-1. Meski baru di awal mereka terus diajari bagaimana caranya mandiri dan mengurus semua kebutuhan mereka sendiri.
Bagi Sunghyun yang memang sedikit lebih mandiri dari Minhyun, sangat mudah baginya jika hanya untuk merapihkan dirinya sendiri dan semua kebutuhannya. Dan jam istirahat selalu menjadi waktu yang menyenangkan untuknya.
Sunghyun beranjak dari duduknya dan mengambil botol minum di tas kecilnya yang dikumpulkan di sebuah rak tempat tas dan bekal. Dan Minhyun juga mengekor di belakangnya. Saat Sunghyun mengambil air minum, maka Minhyun juga akan mengambilnya.
Kemudian Sunghyun membawa botol itu beserta kotak bekalnya, dan tentu saja Minhyun mengikuti tingkah Sunghyun. Saat Sunghyun mulai memakan potongan celery-nya, Minhyun mencoba untuk memakannya juga. Dan salahkanlah anak itu, dia benar-benar tak menyukai sayuran tapi saat Sunghyun memakannya dia ikut juga memakannya.
"Huekkk..."
"Wae Min?"
"Oppa cuka makan ini yah?"
Sunghyun mengangguk kecil dan kembali memakan batang celery miliknya.
"Acin. Ga enak Oppa. Lasanya aneh"
"Ya jangan makan Min. Kan biasanya Min makan ham cama kejunya. Kenapa jadi makan celely-nya?"
Dan kedua baby lainnya hanya menatap heran pada Minhyun yang tetap berusaha memakan celery yang memang ada di kotak bekalnya.
.
.
"Min, apa cih? Oppa mau baca buku ini, wae Min talik-talik begitchu?"
"Min juga mau baca oppa, bukunya ga ada lagi."
"Ish, ini."
Dan dengan rasa kesal yang mendalam akhirnya Sunghyun memberikan buku itu pada Minhyun. Dan karena buku dengan aneka gambar makanan itu hanya tersisa satu dan itu artinya Sunghyun membaca buku yang lain, dan Minhyun kembali hanya melempar buku itu dan kemudian mengikuti Sunghyun yang mencari buku lain di perpustakaan kecil di sudut ruang kelas mereka.
"Ish, Min. Apa lagi cih?" Akhirnya Sunghyun yang gemas menyeret Minhyun untuk duduk dengan kedua teman mereka yang lain dan menanyainya. "Min, kamu cakit heh?"
Minhyun hanya menggeleng dan tersenyum, memamerkan barisan gigi putihnya yang kecil-kecil itu. Rambut pendeknya ikut bergerak seiring dengan gelengan pelan Minhyun yang ia lakukan terus menerus.
Ya, itu adalah salah satu aegyo kecil Sunghyun. Saat jengkel atau menolak sesuatu, maka Sunghyun akan terus menggeleng dan memainkan rambutnya kesana kemari. "Ish! Cetop! Min, belhenti."
Mata Minhyun mengerjap pelan saat Jongki yang kesal menghentikan gerakan kepala Minhyun. "Bial saja, Min kan lagi copy-cat Oppa."
"Mwo? Copy-cat?" Ketiga namja itu hanya melongo mendengar istilah baru dari Minhyun.
"Eum, copy cat itchu apa cih? Makanan atau minuman?"
"Atau monstel yang ada di pecepe Min? Atau monstel di pilem?"
"Atau mainan balu Min? Wae oppa ga punya?"
Minhyun mendengus kesal menatap ketiga namja yang benar-benar penasaran itu. "Oppa, Juniol dan Jongki chagi. Copy cat itu altinya Min lagi nilu oppa, bial milip opa gitchu."
"Eih?" Sunghyun merengut sedikit dan menggabungkan kedua alisnya. Ia menatap kedua namja lain di sisinya. "Menilu? Wae?"
"Oppa ingat, waktchu Min kalah main dan ga dapet piala?"
"Eum."
"Eh, kalian ikut lomba?"
"Nde Juniol."
"Wae, juniol ga diajak?"
"Jongki juga ga diajak."
"Ish, Mommy lupa ajak kalian." Lalu Minhyun menepuk punggung Jongki dan mengusapnya sekilas. "Lagi juga Min kalah. Dan Chunnie oppa menang."
"Wah! Debak! Debak!"
"Ish... bukan debak Juniol... tapi daebak." Jongki membenarkan perkataan aneh Eunhae. Tapi tetap saja namja kecil itu mengucapkan kata –kata yang memang sudah menempel jelas di otak kecilnya. "Debak! Yeay!"
"Telselah deh. Jadi tchu kan celitanya Min kalah." Minhyun memulai ceritanya tapi langsung dipotong oleh Sunghyun.
"Dan Min nangis telus, kan Chunnie jadinya gag tega. Chunnie mau kacih hadiahnya tapi Min ga mau. Telus Min nangis telus."
"Ih... Min pasti jelek kalau nangis." Dan Jongki kembali spontan berbicara, sangat mirip dengan Yesung.
"Kya! Jongki!"
Sebuah teriakan di telinga kecil Jongki menandakan kalau yeoja kecil yang duduk disisinya itu tidak suka diremehkan. "Min tetep cantik tau. Buktinya ajah Jongki cuka cama Min."
"Ga cuka. Ciapa bilang?"
"Ish, pokonya Jongki cuka!"
"Ga cuka Min-ah!"
"Pokoknya cuka."
"Ga."
"Cuka."
"Engga. Ish ga pelcaya banget cih."
"Oppa, Chunnie Oppa." Minhyun yang kesal akhirnya menyeret lengan Sunghyun dan mulai terisak lirih. " Jongki jahat... huweee... Oppa... hiks... hikss... Jongki jahat Oppa." Lalu Minhyun menatap tajam pada Jongki. "Awas, nanti dangko mau Min kacih ke kucing Qhie Mommy. Bial dimakan. Wleee..."
"Eih... ddangko tchu puna Jongki tau."
"Bial, nanti Min culuh Daddy buat ambil dangkko. Jongkie jahat cama Min."
"Ish, iya deh... Jongki cuka cama Min."
"Udah telat."
"Ngga."
"Iya."
"Ga."
"Iya."
"Ga ya engga."
"Iya ya iya...! Ish... Jongki nyebelin."
.
Dan kedua namja yang lainnya hanya bisa menggeleng melihat pertengkaran kecil didepannya. "Huhh... Chunnie hyung, kenapa bica cih punya caeng kaya Min?"
"Mola Juniol, Mommy cama Daddy ga pelnah bilang. Nanti Chunnie tanya deh cama mommy."
.
.
"Mom, Juniol tanya wae Chunnie punya caeng kaya Min?"
"Eih, wae Oppa tanya begitcu?"
Minhyun menatap horor pada Sunghyun. Ia tak menyangka jika Sunghyun akan menanyakan hal seperti itu pada Sungmin. Dan Sungmin hanya menggeleng pelan melihat pertengkaran kecil itu.
"Ish Min, Juniol chu tatut liat Min di cekolah tadi. Min celem, teliak-teliak begitu cama Jongki."
"Emangnya Min cetan apah. Pake tatut cegala."
"Iya, habisna Min teliak-teliak. Kan Jongki kacian. Dia campe melem-melem ketakutan gitchu."
"Ya abisna Jongkie nyebelin cih. Maca ga cuka cama Min." Kemudian yeoja kecil itu menoleh pada Sungmin. "Min kan cantik, kaya Mommy."
"Oppa juga cakep kaya mommy."
Minhyun yang sudah terlanjur kesal , berbalik arah dan menatap tajam pada Sunghyun. "Chunnie oppa milip Daddy tau. Chunnie opa kan cama kaya daddy, cama-cama nyebelin."
Dan Sungmin hanya bisa tersenyum dan menggeleng kecil meihat perdebatan itu. Ia hanya membiarkannya, tak sekalipun berniat untuk ikut mencampuri pertengkaran itu. Menurut tutor di kelasnya, pertengkaran itu bagus untuk memancing emosi dan juga rasa perhatian antara sesama mereka.
Terlebih lagi mereka itu kembar, dan tutor mereka sangat menyarankan Sungmin untuk tidak selalu membantu. Karena akan terlihat jika Sungmin pilih kasih atau membedakan dan menyayangi salah satu dari kedua baby yang masih saja bertengkar itu.
.
.
At the Wedding Day
.
.
"Chukkae Umma."
Sungmin memeluk wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu. Kini mereka tengah duduk di dalam mobil pengantin Teukki. Sengaja memang, Sungmin ingin menikmati saat terakhirnya bersama Teukie.
Ia menatap dalam pada sang Umma dan terus mencium kecil punggung tangan Teukkie. "Mianhe Umma, tapi aku benar-benar berharap Umma akan bahagia."
Teukki hanya tersenyum kecil dan memeluk Sungmin. Mengusap punggungnya dan menangkup kedua pipi chubby Sungmin. "Umma bahagia, jadi tenanglah. Mianhe jika membuatmu khawatir tapi kau tahu kan, kesepian itu tidak mengenakkan."
"Eum."
Sungmin mengangguk pelan. Ia tahu benar jika kesepian dan kesendirian itu sungguh tidak menyenangkan. Seperti halnya dirinya sendiri yang seringkali ditinggal pergi oleh Kyuhyun. Bukannya Kyuhyun tidak mengajak Sungmin, tapi karena Sungmin tidak mau.
Dan alasannya sudah sangat jelas, kedua aegyanya terlalu berharga baginya untuk ia tinggalkan di rumah. Dan tiba-tiba saja kaca mobil itu diketuk dari luar. Dan saat Sungmin membukanya, ia kembali hanya mendengus kesal melihat namja dengan pakaian rapihnya tersenyum kecil padanya.
"Ayo chagi, mengertilah. Teukki Umma juga akan merindukanmu, dan kurasa appa barumu butuh istrinya untuk saat seperti ini. So, jangan ganggu nde."
"Arrasseo!"
Sungmin sedikit berteriak kesal, ia lalu menatap Teukki. "Umma, berjanjilah kau akan sering mengunjungi kami. Atau kau akan mengunjungiku di sekolah baby, kau pasti akan merindukan mereka."
"Nde tentu saja, dan kuharap mereka tak menangis saat tahu aku pergi."
.
.
At Choi's House
.
"Selamat datang."
Jungmo membuka pintu rumahnya. Teukkie sedikit mengangkat gaunnya yang memang cukup panjang itu. Ia mengedarkan pandangannya kesemua sudut ruangan. Dan tangan Jungmo terulur untuk meraih pinggang Teukki dan mengajaknya melihat rumah barunya.
"Seharusnya kau mau, saat aku mengajakmu ke rumahku jadi saat kita menikah kau sudah terbiasa. Tapi tak apa, asal kau sudah mau belajar untuk mencintaiku itu sudah cukup."
Teukkie refleks menghentikan langkahnya dan sedikit memutar tubuhnya menghadap pada Jungmo. Sedikit tertegun saat mata cantiknya menemukan wajah tampan itu tersenyum padanya. Tak perlu ada kata-kata lagi. Ia sudah meyakini ini. Meyakini semuanya, pernikahan dan juga kehidupan barunya. Tak seharusnya ia berpikir lagi dan berharap bisa menghapus semua jalan yang mulai ia goreskan sekarang.
Kedua lengan Teukki mengeratkan lengan Jungmo yang melingkar di pinggangnya. Seakan meminta namja itu untuk mengeratkan pelukannya. Dan untuk kemudian kembali menatap Jungmo. Teukkie melingkarkan satu lengannya di leher Jungmo dan satu tangannya dengan jari pintarnya menarik pelan dasi Jungmo. Ia mendekatkan telinga Jungmo pada bibirnya.
"I am ready now. Let's start a brand new life, just you and me and our love. Please just trust me and keep loving me."
Semua perkataan Teukkie seakan mengukuhkan pendirian seorang Choi Jungmo untuk terus mencintai yeoja yang kini memeluk tubuhnya begitu erat. Untuk kemudian mengangkat tubuhnya dan membawanya ke sebuah ruangan yang cukup luas. Menutup pintunya dengan kakinya dan menguncinya.
Perlahan membaringkan tubuh mungil Teukkie diatas bed dengan cover sheet berwarna kuning gading dengan begitu banyak rangkaian bunga mawar putih disetiap sudut ruangan itu.
"It feel's so good when it has to be you. You will never know how much I Love You, 'cause my love will always growing up together with you. Jeongmal saranghaeyo Choi Jung Soo."
Dan tak ada lagi perkataan setelah senyuman lembut itu. Bibir Jungmo menyapu bibir tipis itu. Jemarinya mengusap lembut pipi Teukkie dan tubuhnya mulai menindih tubuh mungil itu perlahan. Jungmo melumat lembut bibir itu dan menghisapnya pelan. Kali ini ia melakukannya dengan hati-hati dan begitu pelan. Tak akan melakukan dengan kasar dan memaksa seperti sebelumnya.
"Eummmhhh...hhhhnnn..."
Teukkie sedikit melenguh dan seakan membiarkan lidah Jungmo untuk masuk dan menyesapi seluruh rasa didalam mulut hangat itu. Lidah Jungmo bergerak liar seiring dengan suasana yang semakin terasa panas di sana. Tangan Jungmo sedikit demi sedikit melepaskan jalinan pengikat gaun pengantin Teukkie yang terdapat di bagian depan dadanya.
Jungmo sedikit mengangkat tubuhnya dan melepaskan dua helai tali itu dan melemparnya. Hingga terbukalah gaun pengantin Teukkie. Menunjukkan kulit putihnya yang terbalut lingerie putih yang menyembunyikan dengan baik semua yang diinginkan Jungmo.
Tapi bukan Jungmo namanya jika dia menyerah begitu saja. Baginya, begini saja juga sudah cukup sebagai permulaan. Jungmo memperdalam ciumannya, bertambah gemas menghisap dan menggigit bibir dan lidah Teukie. Kecipak saliva terdengar jelas dan nyaring menggema diruangan itu. Kedua tangan Jungmo meremas pelan payudara Teukki. Semakin lama semakin terasa panas dan semakin kuat. Kebutuhan oksigen seakan menuntut Jungmo untuk menyudahi ciumannya. Ia mengangkat wajahnya dan menjilat seduktif sisa saliva di bibirnya.
"Ready?"
Teukkie hanya mengangguk pelan dan perlahan duduk bangkit dari posisinya. Ia membantu Jungmo untuk melepaskan kaitan kancing tuxedo dan kemejanya. Hingga terekspose-lah abs yang masih terlihat jelas meski diusia yang tidak muda lagi itu. Jungmo yang topless itu dengan langkah pelan mendorong Teukki untuk kembali berbaring di kasur mereka. Menarik pelan gaunnya dan menyisakan lingerie putihnya dengan sepatu pengantin yang masih melekat di kaki indahnya.
Mata Jungmo tertuju pada sepatu itu. Ia melepas pelan sepatu itu dan menciumi setiap inchi kulit kaki Teukkie. Dan menjilatnya saat menemukan paha putih mulus Teukkie dan juga wangi khas yang ia kenal benar. Dengan tak sabar Jungmo merobek lingerie yang memang berbahan tipis itu. Melepaskan celana dalamnya dan menatap takjub pada sesuatu yang begitu mengundang nafsunya.
Jungmo mengendus pelan wangi vagina Teukki dan menciumnya. Kemudian membawa wajahnya untuk mencium bibir Tukkie. Melumatnya, menghisap dan menggigitnya. Membuat Teukki mengerang pelan tertahan, terlebih lagi saat Jungmo dengan sengaja membuka kaitan celana panjangnya dan menurunkan celana dan boxernya. Hingga junior yang sedikit tegang itu menggesek pelan vagina Teukkie.
Kedua tangannya membuka kaitan bra Teukkie yang terdapat di dadanya. Dan terbebaslah, payudara yang masih sangat menggoda itu. Dan Jungmo langsung melahapnya dengan bibir nakalnya tanpa ampun. Jari tangan Teukkie meremas pelan rambut Jungmo dan sedikit menekan kepalanya seakan memohon agar namja itu semakin kuat mengulum dan menghisap nipplenya.
"Ouhhh... Jungie... Morehhhh ouhhhh..."
Tubuh naked Teukkie menegang dan darahnya terasa mendidih. Jungmo dengan sengaja terus menggesek bibir vagina Teukkie dengan juniornya. Menggoda Teukkie. Nafasnya pun sudah memburu begitu cepat. Tubuhnya merinding merasakan nikmat yang terasa memenuhi setiap tetes darahnya.
"Eunghh... Ouhhh..."
Teukkie melenguh pelan saat Jungmo hanya memasukkan sedikit juniornya dan memaju-mundurkannya. Dan Jungmo terus saja menghisap kuat nipple Teukkie dan tangannya memainkan klitoris Teukkie.
"Aahhhhnnn...! Jebal ouh... Masuk...khannn... Ahhhnnn...deeper... ouuhhhhhh..."
Jungmo mengangkat wajahnya dan tangannya bertumpu pada payudara Teukkie dan meremasnya seiring dengan genjotannya yang pelan dan juga menggoda bagi Teukkie. Yeoja itu begitu frustasi sekarang. Ia sudah benar-benar harus melepaskan semua hasratnya, dan Jungmo masih mempermainkannya.
"Ouuuuhhhh... Ahhnnn... Masukkhhhnnn..."
"Nikmatilah yeobo ... Uhhh...uh... Kau pasti menyukainya."
Dan Jungmo menarik juniornya yang sedikit basah dengan cairan Teukkie. "Horny eohhh?"
"Menurutmu? Ahhhnnn... Pelan... Kau meremasnya terla... Ouhhhhh... Jungie ouhhh..."
Jungmo memainkan ibu jarinya memilin klitoris Teukkie membuat Teukkie terus menendang angin melampiaskan rasa nikmat yang melanda tubuhnya. Cairannya terus keluar dan membasahi junior Jungmo. Sangat menggoda.
Dan Jungmo menarik juniornya lalu dengan cepat memasukkannya ke liang vagina Teukkie. Membuat yeoja itu menggelinjang hebat karna junior yang begitu besar dan panjang terus menusuk g-spotnya lagi dan lagi. Seluruh tubuh Teukkie seakan terpanggil untuk menikmati semua servis yang diberikan Jungmo.
"Ouhhh... more yeobo... ouhhhhh..."
"Ahhhh... Teukkie baby... so sexy... ahhh... ssshhh..."
Keringat membasahi tubuh mereka berdua. Tangan Jungmo yang masih memainkan payudara Teukkie dan juga klitorisnya semakin menambah kegilaan Teukki. Tubuhnya menggelinjang hebat dan semakin terasa panas.
"Ahhhnnnnnn... ouhhhhh... hhhh...hhhh..."
Nafas memburu begitu cepat. Dan tubuh Teukkie semakin menggila saat dengan sengaja Jungmo menaikan kedua kakinya di bahunya. Membuat junior Jungmo semakin masuk kedalam liang Teukki dan terasa menusuk rahimnya.
"Ahhhhhh...Jungie ahhhhh..."
"Yeah yeobo...ahhhhh... nikmati semuanya... ouuhhhh"
"Ahhhhsssshhh... ahhhh..."
"Kau suka... huh... ouhhhh..."
Teukki mengangguk pelan. Dia sungguh menyukainya. Rasanya sudah begitu lama dia tak dimanjakan seperti ini. Dan Teukkie bisa merasakan junior Jungmo yang terus berkedut cepat, begitu juga iang vaginanya.
"Akuhhhh Jungie ouhhhh..."
"Arrrggghhhh...!"
Jungmo menembakkan berjuta spermanya diliang vagina Teukkie hingga beberapa cairan mereka keluar dari vaginanya. Dan Jungmo belum puas bermain. Dia tak akan membiarkan cairan itu terbuang sia-sia.
Dengan sengaja, ia menghisap cairan yang terus keluar dari liang Teukkie dan perlahan lidahnya masuk menerobos ke liang Teukkie. Membuat kepalanya sedikit terjepit kedua paha Teukkie saat dengan sengaja yeoja itu perapatkan kedua kakinya.
"Ahhhh Jungie... ouhhh... kau membuatkuhhhh ohhhh ..."
Dan Jungmo masih terus melakukan pekerjaannya. Menghisap kuat klitoris Teukkie dan kedua tangannya membantu melebarkan kaki Teukkie dan menahannya. Dengan mudah ia memasukkan tiga jarinya yang panjang itu kedalam liang Teukkie.
Mengocoknya dengan kasar dan cepat. Sungguh tak sabar dan membuat Teukkie kembali menggelinjang hebat. Seluruh tubuhnya terangsang dan membuatnya meremas payudaranya sendiri.
"Ouhhh... masukkan Jungiee... ouuuhhhh..."
Dan Jungmo tersenyum dalam hatinya. Dia sedikit mengurut juniornya yang memang sudah menegang lagi dan kemudian duduk bertumpu dengan kedua lututnya yang terlipat dan menumpu bokong Teukki.
Ia menyanggka bokong Teukkie dengan kedua pahanya dan kemudian menaikkan kembali kedua kaki Teukkie di bahunya dan...
.
Jleb~
.
"Ouhhhhh...!"
Teukkie sedikit berteriak karena Jungmo langsung memasukkannya dengan kasar dan menggerakkannya dengan cepat. Terus menusuk dalam dan lebih dalam lagi. Kedua tangan Teukkie hanya meremas payudaranya sendiri saat kedua tangan Jungmo sibuk mengendalikan kedua kaki Teukkie yang terus saja bergerak kesana kemari.
"Ouhhhh... more Jungie..."
"Yesss ... ahhh... yeobo... ahhh..."
"Ouhhhh... so hot ... sssshhhh aahhhhnnnn ahhhhh... "
Teriakan dan lenguhan terdengar jelas dirumah yang besar itu. Kedua makhluk naked yang ada di dalamnya terus saja berteriak melampiaskan nikmat yang terasa mengalir disetiap tetes darah mereka.
"Jungie akuhh..."
"Bersama yeobohhh...ahhhh... ahhh..."
Bunyi benturan alat kelamin yang sangat khas terdengar jelas ditelinga keduanya. Dan mereka sangat menikmati itu. Jungmo semakin bersemangat menggenjotnya saat Teukki perlahan ikut bergerak berlasanan arah.
Ya, tubuh Teukkie menuntut lebih. Ia terus saja bergerak hingga akhirnya...
.
Crot~
.
"Akhhhhh...Jungie... ahhh..."
"Arrggggghhhh..."
Jungmo terjatuh lemas diatas tubuh Teukkie. Ia menatap lekat wajah cantik itu. Kemudian menghisap kuat bibirnya dan melumatnya. Menyusupkan lidahnya dan meremas kuat payudara Teukkie.
Kemudian Jungmo melepaskan ciumannya dan menatap wajah Teukkie yang begitu sexy baginya, dan kedua tangan Jungmo masih setia memainkan payudara Teukkie.
"Yeobo jangan memasang wajah seperti itu."
"Ouhhh... kau membuatku gila Jungie..."
"Wae?"
"Ouhhhh... hentikan. Akhhhh... jangan menyiksakuh..."
Dan Jungmo sudah tuli untuk itu. Dia semakin bersemangat menyiksa Teukki dengan berjuta kenikmatan yang melanda tubuhnya. Ia menghisap kuat leher jenjang Teukkie dan meninggalkan kissmark yang cukup terlihat jelas di kulit putih itu.
"Ahhhh... Jungie... Jebal... bergeraklah... ahhhh..."
Dan Jungmo sangat menyukai teriakan ini. Ia menyukai semua yang ada pada istrinya itu. Semuanya...
"Akhhhhh... Jungie... ouhhh... deeper... ohh..."
.
.
.
.
2BeecON...
.
.
ooOOoo CHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLY ooOOoo
.
KYUMIN IS REAL
.
Gomawo untuk yang sudah review di chap sebelumnya.
Big Hug and Kiss for my lovely reader di side story sebelumnya :
Novya Eka putri, Clouds54, nn, Choiikimleekyuhyun, Rizka Iwanda, Lianzzz, fishy 861015, Mrs. LeeHyukJae,MINeral-C.O7, Wookppawife, Kim Nuri Shfly, Kim Ri Jaejong, Enno Kim Lee, Kim Eun Mi, Winter Boy, Kyuminnie aegyo, Kang Ji Ae, kyumin forever, E.L.F, Yeppen Yeoja Erry, minnienyaevil9tha, Park Soohee, dinlovekyuminsj, Kim Young Min, andah anfrindah, widya adjahh, Cho MiNa, Cho Ummu Archuleta, Min190196, anon, Cho Hyun Jin, Winda1004, Shin HyeRim, Clouds25, The, Park Min Rin, Kyuminlinz92, jotha aurigth, dhian kyuhae elf, Bunny Ming, Rosa Damascena, inniko06, Jisuu Kim, KarooMinnie and temen yang udah fav this story and me.
Mianhe jika buruk atau sama sekali tak layak baca.
Gamsahae
.
