Chapter : 9
Cheer up
Cast :
Bae Jinyoung x Park Jihoon; Kang Daniel x Ong Seongwoo;
Lai Guanlin x Yoo Seonho; Park Woojin x Ahn Hyungseob;
Joo Haknyeon x Lee Euiwoong; Kwon Hyunbin x Hwang Minhyun;
Kim Jonghyun ; Kim Jaehwan ; Yoon Jisung ; Kim Taedong.
.
– T. YAOI, AU, OOC, and Typo. Romance, Humor gagal.
.
.
.
"Daehwi hyung?"
Daehwi membuka matanya dan langsung mendorong Samuel saat mendengar suara dari arah belakang. Ia berdiri dari tempatnya dan menatap Seonho dengan gugup. Samuel pun sama seperti Daehwi, sama-sama gugup.
"A-ada apa, Seonho-ya?" Tanya Daehwi tergagap.
Seonho masih melongo ditempatnya. Tadi ia tidak salah lihat kan? Daehwi dan Samuel, berciuman?
"Hyung.. Kau.. dan Samuel.. ber-" Daehwi langsung menghampiri Seonho sebelum anak itu menuntaskan ucapannya. Dan menarik tangan Seonho agar pergi dari sana. Meninggalkan Samuel yang masih terduduk sambil menundukkan kepalanya.
.
.
Sekarang Daehwi dan Seonho sudah berada didalam villa menuju kamar mereka. Tapi saat akan menaiki tangga, Seonho menghentikkan langkahnya, otomatis Daehwi pun ikut berhenti.
"Hyung, aku ingin penjelasan tentang kejadian tadi?" Tanyanya dengan tatapan intimidasi khas Yoo Seonho.
Daehwi menelan ludahnya, matanya memandang keberbagai arah, agar tidak bertemu dengan manik Seonho yang sedang mengintimidasi dirinya. Sesekali menggigit bibir bawahnya, gugup. Seonho masih diam, menunggu jawaban dari Daehwi.
Beberapa menit masih hening. Daehwi masih belum mau membuka mulutnya. Seonho yang sudah mulai jengah, merotasikan mata bulatnya.
"Hyung, ayolah jelaskan padaku. Kenapa kau bisa berciuman dengan si bule itu?" Tanya Seonho yang sudah jengah dengan keterdiaman hyungnya ini. Daehwi yang tadinya hanya menunduk akhirnya menatap Seonho.
"Aku.. aku juga tidak tau, apa yang terjadi." Jawab Daehwi lirih dan kembali menundukkan kepalanya. Alis Seonho pun menukik saat mendengar jawaban Daehwi.
"Heol! Yang benar saja, hyung." Ucap Seonho tidak percaya.
"Aku memang tidak tau apa yang terjadi, Seonho. Ini terjadi begitu saja dan-"
"Hyung, menikmatinya." Daehwi langsung membulatkan matanya saat Seonho mengatakan itu. Dan pipinya sedikit merona.
"Kau tidak bisa berbohong, hyung. Aku mengenalmu sudah lama, jadi hyung tidak pandai berbohong padaku. Dan apa yang kulihat tadi, hyung memang benar-benar menikmati ciuman itu." Seonho menatap Daehwi dengan tatapan teduhnya. Daehwi jadi bingung sendiri, yang lebih tua disini siapa dan yang lebih muda siapa.
Seonho saat ini seperti seorang kakak yang memberi pengertian terhadap adiknya. Daehwi takjub juga, Yoo Seonho si anak ayam punya sisi dewasa juga ternyata.
"Tapi, aku memang benar-benar tidak tau apa yang terjadi." Ucap Daehwi, Seonho tersenyum simpul dan menggenggam tangan Daehwi.
"Yasudah, lupakan saja. Ok, hyung?" Daehwi tersenyum dan mengangguk.
"Lebih baik kita ke kamar." Ajak Seonho, yang lagi-lagi hanya diangguki oleh Daehwi. Mereka berdua pun melangkah menaiki tangga menuju kamar mereka.
Fyi, penghuni lain belum ada yang keluar dari kamarnya ngomong-ngomong. Jadi, saat Seonho dan Daehwi membicarakan hal ini, tidak ada yg ikut menimbrung dikarnakan mereka masih koma. You know lah ya.
.
.
Dihalaman belakang, Samuel masih terduduk ditempatnya. Kepalanya masih menunduk. Sesekali Samuel mengacak rambut hitamnya. Ia masih bingung dengan kejadian tadi.
Samuel mendongak dan menghembuskan nafasnya kasar. Pandangannya ia alihkan kearah depan.
"Kenapa aku menciumnya?" Tanyanya pada diri sendiri. Bayangan tentang ia mencium Daehwi melintas begitu saja dipikirannya.
"Argh! Entahlah!" Erangnya sambil mengacak lagi rambut hitamnya.
Saat sedang meratapi nasibnya, ada seseorang yang duduk disebelahnya dengan anteng tanpa menimbulkan suara.
"Kenapa lagi, Samuel?" Tanya seseorang itu. Samuel menoleh saat mendengar suara disebelahnya.
"Daniel hyung?" Samuel mengerutkan dahinya bingung, sejak kapan Daniel hyung ada disini? Pikir Samuel.
"Ck! Bocah ini. Aku bertanya padamu, Kim." Daniel merotasikan mata sipitnya. Samuel kembali menatap depan.
Hening beberapa saat, tidak ada yang mau mengeluarkan suaranya. Hanya suara burung dan air yang terdengar. Daniel maupun Samuel sibuk dengan pikiran masing-masing. Samuel masih ragu, apa ia harus menceritakan pada hyungnya tentang kejadian tadi?
Dan Samuel lebih memilih menceritakannya dibanding memendamnya.
"Aku.. menciumnya, hyung." Ucap Samuel menghilangkan keheningan diantara mereka berdua.
Daniel mengerutkan dahinya, ia masih belum bisa memproses ucapan Samuel. Siapa yang mencium siapa, pikir Daniel.
"Mencium? Maksudmu?" Tanya Daniel masih belum paham. Samuel menghela nafasnya sejenak.
"Aku mencium Daehwi."
Mata sipit Daniel membulat dengan sempurna. Ia langsung menoleh kearah Samuel, sedangkan orang yang ditatap masih anteng menatap kearah depan.
"WHAT?!" Daniel dengan suara beratnya spontan berteriak. Samuel sempat menjauhkan dirinya karna teriakan Daniel. Lumayan pengang juga telinganya.
"Heol! Dude~ Kau mencuri start duluan, heh?" Ucap Daniel sambil tersenyum miring, Samuel mengerutkan dahinya, sekarang ia yang belum paham dengan ucapan Daniel.
"Maksudmu, hyung?"
"Ya, kau mencium Daehwi terlebih dahulu, sebelum aku." Ucap Daniel, alis Samuel menukik tajam.
"Yak! Hyung ingin menciumnya juga?!" Semprot Samuel. Cemburu ya, Sam?
"Tidak, mana mau aku mencium bocah pecicilan seperti Daehwi." Ucap Daniel menatap Samuel tidak suka.
"Lalu?"
"Seongwoo, Ong Seongwoo. Aku ingin dia, bukan Daehwi." Ucap Daniel tanpa beban.
"O-oh.." Hanya itu yang keluar dari mulut Samuel, ia malu serius.
"Lagi pula, Lee Daehwi kan hanya milikmu." Lanjutnya sambil menggoda Samuel. Samuel salah tingkah, pipinya sedikit inget sedikit ya, memerah.
"Bu-bukan. Daehwi bukan milikku. Kekasih juga bukan." Ucap Samuel sewot membuat Daniel semakin ingin menjahili adiknya ini.
"Ya ya, tapi masih calon." Ucap Daniel sambil mencolek dagu Samuel, Samuel bergidik ditempatnya.
"Daniel hyung, sudah hentikan!" Erang Samuel.
"Hahahahaha." Dan diakhiri dengan tawa super keras dari seorang Kang Daniel.
.
.
Kembali ke dalam villa, Euiwoong baru saja keluar dari kamarnya, ingin pergi ke dapur. Ia bangun karna haus ngomong-ngomong. Euiwoong pergi menuju dapur dengan mata yang belum terbuka sempurna, rambut yang mencuat keberbagai arah, sweater pink yang kebesaran dan celana training hitam panjang. Tapi, kalau dasarnya sudah imut mah, walau penampilan seperti itu tetep aja imut.
Euiwoong sudah sampai dapur, ia mengambil gelas dan menuju kulkas untuk mengambil minum. Ia tuangkan air itu kedalam gelasnya dan langsung menenggakknya habis, sepertinya Euiwoong benar-benar haus. Gelas itu ia simpan ditempat cucian piring dan ia ingin kembali ke kamar, ingin melanjutkan tidur cantiknya.
Saat berbalik, Euiwoong terlonjak ditempatnya karna didepannya sudah ada orang yang tidak ingin Euiwoong lihat.
"Pagi, Ung." Sapa Haknyeon dengan senyum bodohnya, itu kata Euiwoong. Senyumnya tampan gitu Ung, bodoh darimananya?
Euiwoong menghela nafasnya. Ia mendongak -karna Euiwoong dan Haknyeon tingginya tidak sama- dan menatap Haknyeon dengan tatapan sebal.
"Minggir, jangan menghalangi jalanku." Ucap Euiwoong ketus. Yang justru dimata Haknyeon itu terlihat lucu. Jadi ingin bawa pulang, pikir Haknyeon.
Haknyeon itu sudah kebal diketusin sama Euiwoong. Sudah tidak mempan, kawan. Ini buktinya, bukannya minggir malah diam sambil senyum-senyum.
"Kalau aku tidak mau, bagaimana?" Tanyanya dengan nada yang menyebalkan, Euiwoong mendecak.
"Ayolah, aku ingin ke kamar dan melanjutkan tidurku." Entah sadar atau tidak, Euiwoong merengek pada Haknyeon.
"Tidur lagi? Ini sudah siang Ung, jangan tidur lagi. Lebih baik, pergi keluar denganku. Mau?" Tawar Haknyeon dengan senyum tampannya.
"Tidak mau!"
"Sayangnya, aku tidak menerima penolakkan."
"Yak!"
Haknyeon langsung menarik tangan Euiwoong pergi dari dapur. Euiwoong berusaha melepaskan tangannya yang digenggam oleh Haknyeon. Entah tenaganya yang kurang kuat atau memang Haknyeon tenaganya lebih kuat? Euiwoong yang sudah berusaha akhirnya pasrah saja diseret oleh pemuda Jeju ini yang entah akan pergi kemana.
.
.
Haknyeon dan Euiwoong sedang berkeliling disekitar villa. Villa ini lumayan luas ngomong-ngomong. Haknyeon sesekali tersenyum saat angin berhembus menyapa wajahnya. Sedangkan Euiwoong hanya menunduk sambil menatap tangannya yang masih Haknyeon genggam.
Hening menyelimuti mereka. Hanya terdengar suara burung dan angin yang berhembus. Diantara keduanya tidak ada yang mau mengeluarkan sepatah kata pun.
"Lepaskan tanganku." Euiwoong mengeluarkan suaranya. Haknyeon berhenti dan menoleh kearah Euiwoong yang sedang menatapnya sebal.
"Kenapa? Aku suka seperti ini." Ucap Haknyeon dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya.
"Tapi, aku tidak suka." Euiwoong merengut. Haknyeon mati-matian menahan dirinya untuk tidak mencubit Euiwoong yang kadar lucunya tidak pernah habis.
Haknyeon memposisikan dirinya dihadapan Euiwoong, tangannya yang mengenggam tangan Euiwoong belum ia lepas. Haknyeon menatap Euiwoong lembut dan ditatap balik oleh si pemuda manis yaa walaupun harus sedikit mendongak.
"Kau tau kan, kalau aku sudah menyukaimu dari lama?" Euiwoong hanya diam mendengarkan perkataan Haknyeon.
Euiwoong tau, Haknyeon memang sudah lama menyukainya. Saat Euiwoong menjadi siswa baru disekolah tepatnya.
Saat itu, saat masa orientasi siswa. Haknyeon sedang berjalan dengan Jihoon dan Hyungseob menuju kelasnya tidak sengaja melihat siswa ajaran baru berada dilapangan yang sedang diberi wejangan oleh organisasi siswa sekolahnya. Mata Haknyeon tiba-tiba melihat seorang pemuda manis yang memakai topi kerucut dari karton berwarna hitam sedang mengipasi dirinya yang kepanasan dengan tangannya. Entah kenapa, pemuda manis itu sangat lucu dimata Haknyeon.
Dan saat itulah, Haknyeon mengklaim dirinya bahwa ia sudah menyukai pemuda manis itu dari pandangan pertama. Dan menanggalkan status lelaki kardusnya demi mengejar si pujaan hati, yang sekarang malah menjadi rivalnya.
"Aku tau, pasti aku sangat menyebalkan, selalu menganggumu, dan masih banyak lagi. Karna kau tau? Aku hanya ingin kau memperhatikanku. Karna dengan hal itulah, kau bisa memperhatikanku." Euiwoong belum membuka suaranya, mebiarkan Haknyeon menyelesaikan ucapannya.
"Dan bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" Tanya Haknyeon, Euiwoong mengangguk.
"Tanyakan saja."
"Kenapa kau menganggapku dan teman-temanku, sebagai.. rivalmu?" Tanya Haknyeon menatap kedalam mata Euiwoong.
Euiwoong bingung harus menjawab apa. Ia pun sebenarnya tidak tau, kenapa mereka bisa menjadi rival begini.
"Karna kalian berisik." Alis Haknyeon naik satu, karna itu? Pikir Haknyeon.
"Hanya itu?"
"Kalian tidak tau malu."
"Lalu?"
"Pokoknya aku tidak suka! Termasuk kau. Aku tidak suka!" Setelah mengucapkan itu Euiwoong pergi meninggalkan Haknyeon yang terdiam ditempatnya. Menatap punggung pemuda manis itu menghilang dari pandangannya.
"Dia.. benar-benar membenciku ya?" Gumam Haknyeon sambil tersenyum miris.
.
.
Tak jauh dari tempat Haknyeon, ada dua orang yang sedang mengintip dibalik tembok. Dua orang itu Hyungseob dan Jihoon yang tidak sengaja melihat Haknyeon yang menarik Euiwoong keluar tadi, dan mereka berdua memutuskan untuk mengikuti Haknyeon dan Euiwoong.
"Sebenarnya, ada hubungan apa Haknyeon dan Euiwoong itu?" Tanya Hyungseob pada Jihoon. Jihoon menggeleng tidak tau.
"Aku juga tidak tau. Apa mungkin mereka berdua pacaran?" Hyungseob menoleh kearah Jihoon dengan mata membulat.
"Tidak mungkin, Jihoonie."
"Mungkin saja, Seobie. Kau tidak ingat, Haknyeon kan memang sudah lama menyukai Lee Euiwoong." Ujar Jihoon, Hyungseob mengangguk-anggukan kepalanya.
"Ah kau benar. Tapi, Haknyeon kan selalu modus, memangnya Euiwoong tertarik pada lelaki modus seperti Haknyeon?" Tanya Hyungseob lagi sambil menatap Jihoon, Jihoon mengendikkan bahunya.
"Loh, dia pergi kemana?" Ucap Jihoon saat kembali menatap depan dan tidak menemukan Haknyeon ditempatnya. Hyungseob mengedarkan pandangannya mencari Haknyeon.
Saat sedang celingukkan mencari keberadaan Haknyeon, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak keduanya dari belakang, membuat Hyungseob dan Jihoon terlonjak dan akan memaki siapa orang sudah menepuk pundaknya. Mereka berbalik siap memaki orang itu, dan mata mereka berdua langsung membulat lucu, makian yang siap dikeluarkan tertelan kembali saat tau pelaku penepukkan.
"Sedang apa kalian disini?"
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued...
Bawain Hakwoong:) Tapi cuman segitu doang:v Semoga suka:) Soalnya peminat Hakwoong gak sebanyak peminat Winkdeep, Samhwi, Jinseob sama Ongniel:') Padahal mereka unyuk kan yak:'v
Yatuhan, favorit+followernya nembus angka seratus:") Terciduq akutu. Tengkyusomach yg udah review dari yg pendek sampe yg reviewnya panjang, aku senang:")
Typo Everytime Everywhere~~
Sekian,
Babychickjojang.
