"Akhh..Woojin sakithhh." Hyungseop langsung teriak kesakitan saat kepala junior Woojin baru menyentuh permukaan lubangnya.
"Tahan sayang, sakitnya cuma sebentar kok." Woojin makin ngelebarin kaki Hyunhseop agar lubang lelaki itu juga semakin melebar, lalu kemudian Woojin mulai memasukan lagi juniornya itu.
"Akhhh... Hikss.. Hikss Woojin sakithh banget, keluarin jin keluarin sakithh." Hyungseop ngeremas-remas seprei Woojin sebagai pelampiasan rasa sakitnya.
Woojin akhirnya ngeluarin lagi juniornya yang tegang itu, lalu Woojin segera menyambar bibir Hyungseop, dia sedang mencoba menenangkan lelaki itu.
"Hmmpttt ahhh.." desahan Hyungseob kembali muncul saat jari-jari Woojin mulai bermain lagi di nipplenya.
Makin lama mulut Woojin makin turun, mulai dari leher mulus Hyungseop sampai ke nipple tegang itu, dan akhirnya daging tak bertulang itu masuk kedalam lubang Hyungseop, menjilat jilat setiap inci bagian itu.
"Aahhhh ohh my god, Woo ahh Jinn, gueehh eungghh mau keluar aahhhhh~" Akhirnya Hyungseob mendapatkan orgasme pertamanya, cairan putih itu menyemprot keluar hingga mengenai wajah Woojin yang memang tepat berada didepan junior Hyungsoeb.
Woojin mengusap wajahnya dengan punggung tangan, lalu ia menjilati bekas cairan Hyungseop yang menempel ditangannya itu.
"Gue masuk lagi yah." Woojin kembali ngelebarin kaki Hyungseop, lalu ia mulai mendekatkan kepala juniornya ke dalam lubang berkedut Hyungseop.
Kali ini Woojin tidak langsung memasukan benda itu kedalam, ia lebih memilih untuk menggosok-gosok kepala junior teganganya dimulut lubang Hyungseop.
"Ahhhh... Ashhh Jin gatall aahh." dan hal itu berhasil membuat Hyungseop ngedesah lagi dan lagi
Setelah merasa Hyungseop cukup siap untuk menerima juniornya kembali, Woojin mulai Ngemasukin juniornya perlahan lahan.
"Akhh.. Woojin sakiithh" dan kembali Hyungseop berteriak kesakitan.
"Sayang, Hyungseob liat sini." tanpa melepaskan juniornya yang telah masuk sebagian, Woojin mulai mencium bibir Hyungseop lagi, dan disaat Hyungseop sudah mulai tenang, dengan satu dorongan Woojin telah berhasil menanamkan seluruh juniornya didalam lubang hangat Hyungseop.
"Akhhh..ahh." Hyungseop merasa lubangnya seperti baru saja dirobek dengan kasar, rasanya sungguh sakit bahkan sangat sakit.
"Sayang, apa gue sudah boleh bergerak?" Woojin bertanya pada Hyungseop yang sepertinya mulai terbiasa dengan keberadaan Woojin didalam dirinya.
"Euhmm" Hyungseop cuma bisa nganguk lemah.
Mendapat lampu hijau dari Hyungseop, Woojin mulai ngegerakin Juniornya perlahan lahan.
"Eughhh aahhh.. Jin inihh nikmathhh" Hyungseop benar-benar merasa diatas awan sekarang.
"Seobhh, enghhh fak lubangmu sempithh ahahhh." Woojin ikut ngedesah nikmat, karna juniornya yang terasa dijepit oleh lubang sempit Hyungseop.
"Aahhh woo..jinn lebih cepathh." Badan Hyungseop mulai tersentak-sentak akibat dari tusukan Woojin yang semakin mengila.
"Sudahh sayanggh eunghhh."
Woojin terus menusuk juniornya semakin dalam hingga kepala juniornya merasa telah menyentuh sesuatu yang kenyal dan seiring dengan itu desahan Hyungseop kian berkibar.
"Yashhhh Ohhh my god, disituhh yahh disituhh." Hyungseop seakan-akan melayang setiap junior Woojin menyentuh titik kenyal itu.
"Euhmm, apa itu titk manismu hem?" Woojin semakin menumbuk titik manis Hyungseop hingga lelaki itu mendesah tak terkendali.
"Oohh ahhh yahh ahh woo..jinhh jangaanhh berehti aahhh." sensasi ini terlalu nikmat untuk Hyungseop, bahkan ia sudah tak sadar kalau dia masih berada dibumi sekarang.
"Tidak akan ahh sayanghh." yah benar Woojin tidak berhenti dan malah semakin menumbuk lubang Hyungseop tak beraturan.
"Woojinhhh gue mauhh keluaraahhh nghhhh lagihhh aaahhhhh..." Hyungseop orgasme untuk yang kedua kalinya, namun Woojin tidak juga berhenti, lelaki itu sedang mengejar orgasme pertama nya sekarang.
"Seobb ahhhh lo sempithh ahhh." Woojin makin mempercepat tempo tusukannya hingga dibeberapa tusukan terakhir Woojin berhasil menyemburkan cairannya didalam lubang Hyungseop, bahkan cairan putih itu memrembes keluar dari lubang Hyungseop yang kini berkedut-kedut.
Woojin yang telah sampai diujung kenikmatannya menjatuhkan diri diatas perut Hyungseop, ia mencoba mengatur kembali napasnya yang kini tersengal-sengal.
"Jin, lo mau apa? Gue capek, sumpah." Hyungseop yang udah berhasil merem langsung bangun kembali saat Woojin kembali beraktifitas di tubuh bagian bawahnya.
Woojin tak menggubris pertanyaan Hyungseop, karna sekarang cowok itu masih sibuk menarik keluar juniornya dari dalam lubang Hyungseop, sehingga cairan Woojin yang tadi, merembes kembali, dan hal itu malah membuat Woojin kembali tegang.
Bayangkan saja Hyungseop yang lagi ngangkang lebar plus telanjang bulat dengan lubang berkedut yang masih ngeluarin sisa cairan berwarna putih kental, sungguh mahluk manapun akan tergoda melihat pemandangan indah seperti ini.
Namun senapsu-napsunya Woojin, dia masih sayang sama Hyungseop yang udah keliatan capek banget hingga akhirnya cowok itu cuma ngelurusin kaki Hyungseop biar gak ngangakang lagi terus nyelimutin Hyungseob pake selimut yang dari tadi sudah jatuh dilantai akibat dari pertempuran hebat mereka.
"Selamat tidur sayang " Woojin ngelus-ngelus rambut Hyungseop dari samping, terus dia nyiumin bibir Hyungseop kilat karna kalau lama-lama takut keterusan.
Dan setelah itu mereka berdua tertidur dengan badan tanpa pakaian yang hanya ditutupi oleh selimut berwarna putih merah milik Woojin, terlalu pulas untuk bangun dari mimpi indah masing-masing dan terlalu nyaman dengan posisi tidur mereka kali ini, Hyungseop yang menengelamkan wajahnya didada telanjang Woojin dan Woojin yang merengkuh tubuh polos Hyungseop dalam dekapannya.
TAMAT
.
.
.
.
.
.
.
.
JINSEOB
