CONTROL YOUR HORMON

[ CHAPTER 10 ]

AUTHOR : HADI EKO SISWANTO PUTRO (Prince Hadhi ESP)

CAST : OFFICIAL EXO COUPLE dan Bertambah Sesuai alur cerita ...

PAIRING :CHANBAEK, HUNHAN, KAISOO, TAORIS, SULAY, CHENMIN

GENRE : SCHOOL-LIFE, ROMANCE, LITTLE BIT COMEDY, YAOI.

RATE : M (NC 18+)

LENGTH : CHAPTERED

DISCLAIMER :

Member EXO milik keluarga mereka masing-masing, SM entertainment dan tuhan, Fanfiction ini murni milik saya pribadi dari hasil pemikiran otak saya yang terbatas dan imajinasi liar saya ini, CERITA INI PUNYAKU BUKAN PUNYAMU. SO, DIHARAMKAN UNTUK COPAS atau PLAGIAT MILIKKU...

maaf ya kalo alur ceritanya kecepetan.

Oiya, banyak banget TYPO disini... harap maklum ya, Karena saya bukanlah manusia yang sempurna. Jadi maaf, jika kalian membacanya tidak begitu nyaman !

#

#

#

WARNING : Mohon Jangan jadi SILENT READERS !

NC 18+

Disini Banyak DIRTY TALK !

YANG DIBAWAH UMUR DIMOHON JANGAN BACA !

I TOLD YOU

IF YOU DON'T LIKE THIS FANFIC, PLEASE DON'T READ

AND GET OUT!

#

#

#

*** HAPPY READING ***

#

#

"Truth or Dare?" tanya Luhan.

"Dare." Jawab Chen seketika.

"Kau yakin, Saem?"

"Sangat Yakin, Luhan."

"Kau yakin tidak akan menyesal?"

"Katakan saja."

Luhan menyeringai, "Oke, aku harap kau tidak akan menyesal Saem."

"Aku bukan tipe orang yang akan menyesali apa yang pernah aku katakan." Chen pun tak kalah memperlihatkan seringaiannya.

"Oke, Lakukan Sex dengan Sehun Saem didepan kami."

"MWO?!."

#

#

~ CONTROL YOUR HORMON [ Chapter 10 ] ~

#

#

"Ahhh.. jangan Ahhh bergerak begitu Suho Saem.. aaahhh itu geli ahhhh..."

"Kau jugaaahhh.. jangann gigit peniskuhh Chanyeolahhhh..."

Saat ini Chanyeol dan Suho telah sadar dari pingsannya, reaksi obat bius itu telah habis. Mereka berdua sedang berusaha melepaskan diri dari sana.

"Ahhh Shitttt.. hffttttt.." erang Suho saat vibrator di hole-nya bergetar hebat. Ini pertama kali dalam hidupnya ada benda menerobos masuk hole miliknya. Benda nista itu terus saja bergetar memberikan sensasi yang aneh, perih, panas dan nikmat. "Ahhh fucckkkk... aahhhh"

"Ouucchhhh lubangkuhhh aaahhhh.. hmmmmpptttt...aahh aahhh ahhh enakkk." Desah Chanyeol, yang sepertinya menikmati vibrator itu bergetar di hole miliknya. Lihat saja penisnya saat ini, sudah banjir precum miliknya sendiri. "Ahhh fasterrrr ... aaahh ... ahhhh.."

"Chanyeoll aahhhh... appaahhh yang kau lakukann aahhh?"

"Ini enakkkk Suhoo aahhhh... nikmatilahh.. ahhhh.. ahhh"

"Akuhh seme Ahhhhh... bagaimana mungkin ahhhh akuhh aahh .. ahhhhh.. fucking gooddd.. aahhh... " benda bergetar itu menumbuk sesuatu disana, Suho merasakan badannya menegang nikmat saat vibratoor itu menyentuk sweet spot miliknya. "Fuck... aahhh.. fuckkkk..."

"Dasarrr munafik... ahhhh ... ahhhh..."

.

.

.

"MWO?! jangan gila Luhan."

Luhan menyeringai senang, "Gila? Ayolah Chen Saem, kau sendiri yang memilih Dare dan aku sudah berulang kali memperingatimu tapi kau tetap pada pendirianmu untuk memilih Dare."

"Tidak adakah Dare yang lain?" kali ini Sehun yang bertanya, dia merasa ikut andil disini karena nama dia disebut untuk ikut melakukan Dare yang diajukan Luhan pada Chen.

Luhan menggeleng sambil menampilkan senyum manisnya, "Tidak."

"Jangan curang Saem." Xiumin membela Luhan.

"Seorang guru seharusnya mengajarkan muridnya yang baik Saem, berbuat adillah Saem." Lay memeberi tahu.

"Lakukan saja Saem, tidak sulitkan melakukan sex." Kyungsoo kali ini yang berbicara sambil tertawa cekikikan bersama Baekhyun.

"Pasti Saem ahli dalam melakukan Sex, iya kan? Tunjukkan pada kami Saem." Ucap Tao polos.

Chen dan Sehun saling berpandangan dengan tatapan yang sulit dimengerti. Bukan mereka tidak bisa melakukan Dare yang diberikan Luhan, tapi mereka berdua menganggap kalau diri mereka adalah Seme. Yang berarti bereka adalah Top yang hanya bermain diatas dan mereka mana mau salah satu dari mereka menjadi Bottom. Oh My God, ini mimpi buruk.

"Bagaimana Saem?" tanya Luhan, tangannya saat ini sedang memainkan penis putih mulus miliknya membuat beberapa pasang mata enatap lapar dan hanya bisa menelan saliva kasar.

"Ba—baiklah." Ucap Chen akhirya, bir bagaimana pun dia adalah seorang pria jantan yang harus jantan juga menerima tantangan.

"Bagaimana kalau Blowjob saja?" usul Sehun, sepertinya Sehun tidak ingin melakukan Sex, biar bagaimana pun dia Seme. Dia tidak mau menjadi bottom.

"Aku minta Sex."

"Pengecualian mungkin?"

"Tidak bisa." Luhan perlahan mendekati Sehun, meapatkan tubuh telanjanganya ditubuh Sehun. Luhan bisa mendengar dengan jelas debaran jantung Sehun yang memacu cepat. Jemari Luhan mulai nakal membelai dada bidang Sehun. "Saem tadi menyuruhku telanjang, aku telanjang kan? Nah, sekarang aku mau Saem melakukan sex, masa begitu saja tidak bisa, hmmm? apa—"

"—Ahhh fuck."

"Penis ini tidak berfungsi, Saem?" tanya Luhan seduktif seksi, tangannya meremas lembut penis Sehun, membuat Sehun bergelinjang nikmat karena sentuhannya itu.

"Penisku sangat perkasa, enas saja kau bilang tidak ber—Ahhh shitt."

"Benarkah Saem?"

"Jangan menantangku, Luhan." Sehun mendekatkan wajahnya pada Luhan sampai jarak mereka hanya sebatas satu senti saja. "Kau mau mencobanya, emmmm?"

Luhan mengelus rahang tegas Sehun, "Boleh, tapi penuhi dulu tantangan dariku dan buktikan kalau—."

"—Ahhh emmm, please, jangan menggodaku Luhan."

Luhan menampilkan senyuman menggoda miliknya, "Aku tidak menggoda, aku hanya ingin penis yang Saem bilang perkasa itu memang perkasa."

"Akan kubuktikan." Sehun segera melepas satu persatu kancing kemeja berwarna biru lautnya, menampilkan tubuh bagian atasnya yang sekarang Topless.

Luhan menyeringai, "Chen Saem, sepertinya Sehun Saem sudah siap untuk melakukan sex bersama anda."

SKAK MAT !

Luhan tersenyum, mencubit pelan Nipple Sehun yang sedikit membuat Sehun berjengit nikmat. "Ayo buktikan padaku Saem."

Chen menatap horor pada Sehun, lain Chen lain Sehun yang menatap Chen penuh maksud. Dia menatap Chen seolah Chen adalah hidangan yang menggiurkan. Bukan karena Sehun bernafsu pada Chen, tapi karena Sehun ingin membuktikan pada Luhan kalau penis miliknya perkasa. Hhaahahaa.

Perlahan Sehun mendekati Chen menampilkan seringaian mesum miliknya, Chen menautkan alisnya bingung.

"Ma—mau apa kau?"

"Melakukan sex denganmu tentunya."

Chen membulatkan matanya sempurna saat Sehun mengucapkan kalimat yang tidak dia sangka itu, "Kau yakin dengan ucapanmu, Sehun-ah?"

Sehun tersenyum aneh sambil mengangguk, "Tentu saja, ini permainan jadi kita harus sportif kan?"

Chen menelan salivanya kasar, matanya menyapu semua pasang mata yang melihat kearahnya, pandangan yang sulit diartikan antara menyuruhnya dan meremehkannya. "Oke aku akan melakukannya."

"KYAAAAAA, HOOREEEEE, OOHH MY GODNESSS, YEEAAAAYYY, WWWOOOOOOOO, YIIPEEYYYYY." Sorak ke Enam murid nakal itu antusis.

"Kau siap?" ucap Sehun seduktif.

"Aku siap tapi kau harus menjad Uke-nya, Sehun-ah."

"Jadi Uke?"

Chen mengangguk mantap, "Iyappp, kau yang menjadi Uke-ku disini."

"Kita lihat saja siapa yang memasuki dan dimasuki, Kim jongdae."

.

.

.

.

.

"Ahhh Chanyeoolll fuckkk... ARRGGHHH..." pekik Suho, dia sedang mengalami Orgasme-nya untuk yang kesekian kalinya. Mungkin cadangan sperma-nya saat ini sudah hampir habis—dikeluarkan dan ditelan Chanyeol.

"Ahhh... ahhh Suho aku mau keluar lagihh.. kulumm penisku.. aahhh..." chanyeol pun sepertinya akan klimaks, Suho dengan cekatan mengulum penis Chanyeol—bergantian meminum sperma Suho. "ARGHHH nikmattt.. ahhhh"

"Chanyeol-ah aku capekk.. ahhh fuckkk.. benda sialan itu terus saja Ahhhh menyodok lubangkuhh Ahhh fuckkk ... " Suho meracau,

"Iyahhh suho-ya.. Ahhh ahhhhh... dia bergetar terus... aahhhhhh... "

Ini sudah lebih dari setengah jam waktu berlalu, Suho dan Chanyeol masih dalam keadaan terikat dan—mengenaskan. Tubuh telanjang mereka penuh keringat, meggeliat penuh nikmat saat mereka merasakan vibrator itu bergetar dan terus menusuk-nusuk tepat di prostat mereka berdua—mungkin saja prostat mereka sudah mulai meembengkak.

mereka berdua sudah pasrah dengan keadaan ini, apalagi jika mereka ditemukan oleh orang lain dan melihat keadaan mereka yang seperti ini, runtuh sudah predikat Seme pada diri mereka.

Tidak ada yang menolong mereka, karena akses untuk menuju tempat dimana mereka di kurung sudah di tutup oleh ke enam anak setan itu. suho dan Chanyeol hanya bisa berharap penis mereka masih sanggup mengeluarkan sperma.

.

.

.

"Ahhh ... " desah Chen, saat Sehun mulai menginvasi lehernya dengan gigitan-gigitan kecil yang memberikan bekas merah keunguan disana.

Sehun menyeringai, "Sudah ku bilang kau yang akan menjadi Uke-nya, Chen Sa—Hmmpptt."

Chen menarik kedua pipi Sehun, melumat kasar bibir sewarna Cherry itu, Chen tidak menghiraukan Sehun yang memukul dadanya. lumatan demi lumatan diberikan Chen, bahkan sekarang Chen mulai memainkan lidahnya. Lidah nakal itu menyapu bibir Sehun, meminta akses untuk memasuki rongga mulutnya. Namun, Sehun menutup mulutnya rapat-rapat.

"Argghhh, Ap—hmmppp." Sehun memekik saat bibitnya digigit Chen, memaksa lidahnya masuk menerobos rongga mulut nan hangat milik Sehun, "Eunghh.."

Chen tersenyum dalam lumatannya saat memdengar lenguhan Sehun, lain Chen yang menikmati dirinya yang sedang melumat Sehun lain juga Sehun yang memejamkan matanya merasakan rongga mulutnya yang digelitik nakal oleh lidah nakal Chen.

"Gak asik." Celetuk Kyungsoo, celetukan yang sukses membuat tautan panas antara Chen dan Sehun terlepas dan refleks keduanya menoleh kearah Namja bermata bulat itu.

"Iya, Gak seru." Tambah Xiumin.

"Sex macam apa itu? ayolah langsung saja main ke intinya, Saem." Protes Tao.

"Dalam Sex harus ada foreplay-nya, bodoh." Kris membela

"Foreplay? Hey, Luhan bukan memberi Dare foreplay tapi Sex Saem, ayolahhh." Baekhyun pun tak mau kalah.

"Langsung tusuk saja Saem, ditusuk—ah, Saem tau kan ditusuk? Itu penisnya masuk ke lubang Saem, Lubang, Isshhh aku greget nih." Seru Lay heboh sendiri.

"Hey, ayolah kalian tinggal menontonnya saja, gampang kan?" Kai juga ikut bicara.

"Menghabiskan waktu Saem, langsung intinya saja." Luhan kali ini yang bicara.

"Isshh, kalian ini benar-benar anak setan." Gerutu Kris

"MEMANGGGGG... " sembur enam anak setan itu kompak. Kris hanya bisa diam mendengarnya.

"Chen Saem, Sehun Saem langsung saja ke intinya." Titah Luhan, Chen dan Sehun hanya bisa saling perpandangan saat ini masih pada ego mereka masing-masing yang tetap tidak ada yang mau menjadi Uke. "Terserah kalian siapa yang menjadi Uke, atau kalian mau Seke juga tidak apa-apa."

Tanpa banyak kata lagi Chen membuka satu persatu kencing kemeja miliknya, Sehun yang melihatnya pun ikut membuka kancing kemeja miliknya. Hanya beberapa detik saja semua pakaian yng mereka pakai tanggal semua, sekarang mereka benar-benar telanjang bulat. Para manusia yang berada disana melihat itu tanpa kedip sama sekali.

BUGGG

"Arrggghh..."

Chen mendorong Sehun sampai Sehun terjungkal kebelakang, dengan sigap si pemilik wajah dinosaurus itu menindih Sehun, "Sudah siap menjadi Uke, Sehun-ah?"

"In your dream, Chen."

"Argggghhh..."

Dengan sigap Sehun membalikkan tubuh Chen yang notabene lebih kecil dari tubuhnya, cepat Sehun mengunci kedua lengan Chen diatas kepalanya. Sehun menyeringai, "Sudah siap menjadi Uke, Chen-ah?"

Chen menggerakkan tubuhnya, mencoba meleaskan diri dari kungkungan Sehun, namun nihil kekuatan Sehun ternyata lebih besar. Sehun mengesekkan penisnya ke penis Chen, membuat Chen menggeliat dengan sensasi yang diberikan Sehun padanya.

"Ahhh... hentikan Sehun ...ahhhhh..."

Tak lama kemudian kedua penis yang saling bergesekan itu menengang sempurna, terlihat Penis Chen yang sudah mengeluarkan precum—mungkin dia terlalu terangsang saat ini dengan perlakuan yang diberikan Sehun padanya.

"Tahan, Chen-ah."

JLEBBB

"ARRRGGHHH... FUCK YOUUU SEHUNNN... " pekik panjang Chen saat penis Sehun yang sudah tegang sempurna itu menerobos paksa hole perjaka miliknya. Chen berani bersumpah ini pertama kalinya lubang miliknya dibobol oleh orang. Oh my god.

"Sabar, kau akan merasakan enak.. aahhhh,, jangan kau jepit penisku aaahhh..."

"Jangan diam saja bodoh, bergeraklah, kalau kau diam begitu lubangku sakit."

Sehun tertawa lebar, "Sekarang kau sudah pasrah, Eoh?"

"Cuih." Chen memalingkan wajahnya. "Ahhhh... pelannaahhh pelan..."

Sehun mulai menggenjot Chen dengan cepat tanpa memerdulikan jeritan menahan sakit dari Chen dibawahnya. Sehun menutup matanya merasakan nikmat yang dirasakan penisnya saat setiap gesekannya enisnya melewati otot rectum milik Chen yang sangat memuskan itu.

"Ahhh Chen, lubangmuhh nikmat ahhh... "

"Fuckkk ahhh.. ahhhh.. shittt... "

"Arrggghhhh..." jerit Sehun, bukan, bukan karena nikmat melainkan karena Chen membaikkan paksa tubuh Sehun.

JLEBBBBB

"CHENNNNN TOLOLLLL... ARRRGGHHHH..."

"Hahaha ... rasakan, kau juga harus merasakan penisku juga Sehun-ah."

"Ahhh fuckkk it, inihh ahhh sakitttt bodohh .. ahhh..."

Tanpa aba-aba Chen langsung menggenjot paksa hole Sehun tanpa ampun, Sehun mencoba melepaskan Chen dari atas tubuhnya namun susah. Karena dia merasakan sakit yang luar biasa di lubang miliknya.

"Ahhh.. ahhhh tahan saja Sehun-ahh.. ahhhh inihh akan nikma Oucchhh lubangmu nakal ya..."

Terlihat ke enam anak setan disana cekikikan menahan tawa mereka melihat adegan aneh itu, menurut mereka Sex yang dilakukan gurunya itu benar-benar tidak romantis. Dasar.

Lima belas menit berlalu, permainan Sex yang dilakukan Chen dan Sehun berakhir sudah. Dengan bukti terlihat lelehan sperma yang merembes keluar dari dalm lubang bokong mereka masing-masing.

"Oke kita lanjutkan permainan." Seru Luhan, dengan tanpa basa basi dia memutar botol berwarna hijau lumut itu. botol tersebut kembali berputar.

"Tao."

"Trurt or Dare, Tao?" tanya Baekhyun

Sejenak Tao berpikir, "Truth."

"Kau yakin?" tanya Luhan memastikan.

Tao mengangguk, "Aku yakin."

"Apa kau sedang mencintai seseorang?" Kyungsoo bertanya.

Tao menoleh kearah Kyungsoo lalu mengangguk, "Iya."

"Siapa?" tanya Lay to the point. "Kris Saem, kah?"

DEG~

Sebuah pertanyaan singkat namun membuat Tao dan Kris yang namanya disebut ikut membeku. Tao diam sejenak lalu mengangguk, "Iya, benar aku mencintai Kris Saem."

Ya, Sejak Kris menyatakan cintanya pada Tao waktu itu, Tao mulai membuka hati untuk Kris. Walaupun Kris bersikap seperti sekarang ini—memepermainkannya, namun didalam hati Tao masih ada cinta untuk Kris. Kris menatap dalam wajah Tao yang sekarang sedang menunduk menahan malu, terasa ada sesuatu yang mendesir dalam hatinya.

"Oke, Tao kau putar botolnya." Titah Baekhyun.

Botol itu kembali diputar, semua pasang mata menatap botol yang sedang berputar kencang itu. menanti botol itu berhenti kearah mana dan pada siapa.

"Kai Saem." Seru enam anak setan itu, Kai sedikit terlonjak saat botol itu memang berhenti kearahnya.

"Truth or Dare, Saem?" tanya Xiumin.

"Dare."

"Jangan bodoh Kai, pilih yag benar." Kris memperingati, Kris takut nasib rekannya akan sama dengannya dan empat rekannya yang lain.

"Aku memilih Dare, aku yakin."

"Oke." Luhan menjentikkan jarinya.

"Tapi tidak ada Sex."

"Lakukan handjob." Celetuk Kyungsoo, semua mata tertuju padanya.

"Hanya Handjob? Akan kulakukan."

"Semprotan sperma yang keluar dari penis Saem harus bisa lebih dari satu meter, kalau tidak Saem harus melakukan Sex foursome, bersama Kris Saem, Chen Saem dan Sehun Saem." Lanjut Kyungsoo.

""MWORAGO?"

"Gampang kan, Saem?"

#

#

#

*** TO BE CONTINUED ***

*** © Prince Hadhi ESP ***

#

#

#

HAI READERSSSS ...

Doohhh maaf ya saya Update-nya lama ...

Jadi sekali lagi maaf ya kalau membuat kalian menunggu ... #BOW

Maaf ya, Saya sedang gak mood bikin FF,

Mungkin efek dari berita/rumors dari Appa Kris yang dikabarkan hengkang dari EXO...

Duhhh bener-bener berita yang sangat mengejutkan,

Semoga saja berita itu bohong,

Semoga saja Kris masih tetap bersama EXO...

Kita doakan yang terbaik untuk Kriis dan juga EXO...

Semoga EXO tetap ber-12

We Are One, We Are EXO ...

EXO SARANGHAJAAAAA !

OKEHHH,,

Bagaimana dengan Chapter ini ?

Apakah kurang memuaskan?

Maaf ya kalo kurang memuaskan para Readers semua ...

Okehh..

Semoga kalian puas dengan Chapter ini ...

Ditunggu Komenan dari kalian semua ...

Itu membuat saya semangat loh ngelanjutin FF ini ...