Author : Melody-Cinta

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Romance/Fantasy

Pairing : Gaara x Sakura H.

A/N : Kelihatannya sekarang ganti genre jadi Supernatural/Fantasy deh..

--

Snow Never Make Sakura Dead Again

--

"Namun orang dewasa akan tahan lama dengan hujan. Iya kan Sasuke?"

Sasuke menoleh ke sumber suara. "Sa.. Sakura? Kenapa kau bisa ada disini?" Tanya Sasuke kaget,

Sakura tersenyum, "Ini semua karena kalung ini Sasuke. Kau tahu? Kalung ini yang menuntunku." Jawab Sakura,

Sasuke memicingkan matanya, "Hh.. Kalung itu ada pada semua anggota keluargamu ya?" Tanya Sasuke yang terdengar seperti mengejek,

"Ya. Ini adalah kalung tanda cintaku dan Gaara. Dengar itu." Sakura menggenggam kalung itu erat, "Maka dari itu kau tak'kan bisa memisahkan kami."

Sasuke berjalan pelan menuju Sakura. "Sakura.." Dia terus berjalan kearah Sakura, "Mungkin kau tak'kan terpisah dari Gaara." Sasuke sekarang sudah berada didepan Sakura. Dia membelai rambut Sakura dengan penuh perasaan. "Namun kau akan menjadi milikku."

Sakura diam, membiarkan Sasuke membelai rambutnya penuh perasaan. Dia tersenyum kearah Rainy, Rainy pun membalas senyuman itu.

"SNOSAWA!!!" Rainy segera terbang secepat kilat menuju punggung Sasuke, dengan air yang membeku dan kelopak bunga sakura yang dingin, Rainy pun menyerang Sasuke.

Sasuke membelalakan matanya, "WACAS!!!" Dan..

BUM! Sebuah tameng besar menghalangi serangan Rainy. "Hosh.. Hosh.." Rainy kelelahan karena baru saja mengeluarkan jurus terkuatnya,

"Hahahaha… Kau kalah kan Rainy? Berarti aku dapat mengalahkan ayahmu sekarang." Sasuke tertawa lepas, merasa dirinya terdapat di atas angin sekarang.

"Tidak selama ada aku. SAKUMOOO!!!" Sakura segera mengucapkan sebuah mantra. Dan beberapa pohon sakura sudah tumbuh mengelilingi Sasuke seakan pohon sakura itu adalah sebuah pemecah dimensi antara yang lain dengan Sasuke.

Sasuke yang lengah langsung terkena serangan itu. Dia menjadi tak dapat menyerang sekarang. "Sakura, bukankah kau menyukaiku? Kenapa kau seperti ini?" Sasuke berteriak agar Sakura dapat mendengarnya.

Sakura tersenyum, "Ya. Aku memang menyukaimu, namun dulu." Dan kata-kata terakhir Sakura membuat Rainy kembali tertawa.

Rainy terbang kesebuah celah kecil dipohon sakura itu agar dapat melihat Sasuke. "Kau dengar itu paman? Semua itu hanya dulu. Bukan sekarang! Hahahaha…" Rainy masih terus tertawa girang, "Sudah dulu ya paman. Aku ingin berangkat sekolah dulu. Lain kali kita main lagi deh!" Rainy segera menjadi Rainy biasa dan segera berangkat ke sekolahnya.

Blam!

Dan Rainy pun menutup pintu itu. Sakura segera terduduk. Tanpa dia sadari, air mata sudah keluar dari matanya.

Sasuke terdiam saat mendengar suara isakan itu. "Sakura? Kau kenapa?" Tanya Sasuke cemas,

"Kenapa.." Sakura masih menangis, "Kenapa kau bisa hidup kembali Sasuke? Bukankah kau sudah.." Sakura membisu dalam tangisnya,

Sasuke menghela nafasnya, "Kau pikir aku sudah mati kan? Ya. Aku memang sempat ingin bunuh diri. Namun aku berpikiran lain. Aku.. Aku akan berusaha merebtmu lagi." Sasuke menjawab semua pertanyaan Sakura yang belum terlontarkan,

Sakura memandang wajah Sasuke dari celah-celah pohon sakuranya. "Sasuke, sebenarnya aku itu masih membencimu. Membencimu karena kau terlalu bodoh. Kau terlalu bodoh menyekap temanmu sendiri. Terlalu bodoh untuk memberitahuku semua yang terjadi."

Sasuke juga memandang Sakura dari beberapa celah pohon itu, Sasuke menghela nafas seraya menunduk. "Ya. Aku memang bodoh, bahkan gila. Aku seperti ini karena mencintaimu Sakura. Namun kau telah memilih Gaara." Sasuke kembali menatap Sakura. "Sakura, seharusnya kau dapat menerima takdir bahwa salju tak'kan dapat menghidupkan Sakura. Hanya hujan yang bisa."

"Tapi Sasuke, kau tak tahu kan kalau aku itu hidup bahagia bersama Gaara? Kau seharusnya mendengar takdir ini." Sakura menghela nafasnya untuk melanjutkan, "Snow never make sakura dead again."

Sasuke mendengus kesal, "Snow never make sakura dead again atau snow will be make sakura dead again?" Sasuke bertanya, "Hei Sakura! Bukankah kau sudah tahu bahwa tak ada pohon sakura yang hidup dengan salju?"

Sakura menggenggam kalungnya, membukanya perlahan lalu melihatnya. "Ada. Dan pohon sakura yang hidup dengan salju itu adalah… Aku." Sakura kembali mengalihkan pandangannya dari kalung menuju Sasuke. "Kau tahu? Mungkin bisa saja kita merubah takdir kalau kita mau."

Sasuke terdiam lalu tersenyum licik, "Kalau begitu aku juga bisa kembali merubah takdir agar pohon sakura kembali dengan hujan kan?" Sasuke masih tersenyum,

Sakura membelalakan matanya kaget. Dia menggenggam kalungnya erat seakan melindungi kalung itu. "Tak akan kubiarkan takdir itu berjalan." Kata Sakura,

Sasuke tersenyum, "Namun kau akan biarkan takdir itu mengalirkan? Aku yakin kau juga pasti masih menyukaiku" Sasuke kembali percaya diri,

"Mungkin. Jika kau dapat menumbuhkan perasaan sukaku padamu lagi." Kata Sakura menantang, "Namun kujamin itu tak'kan terjadi karena Gaara adalah tambatan terakhir hatiku." Sakura melanjutkan,

"Aku akan merebut hatimu kembali Sakura." Kata Sasuke tersenyum, "Camkan itu!"

***

"Aku akan merebut hatimu kembali Sakura"

Kata-kata itu selalu terulang diotak Sakura. "Aku tak'kan membiarkan itu terjadi." Sakura geram sendiri,

Sakura menghela nafasnya, "Namun, apa yang dapat kuperbuat untuk menghindari Sasuke? Apa aku harus meminta bantuan Gaara?" Sakura berpikir, "Jangan! Gaara pasti sangat marah padaku kalau mendengar aku menantang Sasuke seperti itu."

"Jadi aku harus minta bantuan siapa?" Sakura berpikir keras, dia memandangi kaca dimana tempat-tempat indah dinegeri langit terlihat jelas.

Swiiing!!

Angin kencang bertiup menggoyangkan beberapa pohon sakura. Sakura mengamati itu secara seksama sampai akhirnya dia menemukan siapa orang yang dapat membantunya.

"Temari-nee!"

***

Braaak!!

Temari memukul mejanya keras, "Kau ini bagaimana sih Sakura? Seharusnya kau jangan menantang Sasuke seperti itu!!" Tukas Temari kesal setelah mendengar penjelasan Sakura tadi.

"Ma-Maaf, habisnya dia terlalu percaya diri aku akan menyukainya lagi." Ujar Sakura ketakutan,

"Hh.. Memang itu pelajaran yang paling baik sih. Tapi bagaimana kalau kau jadi suka dia kembali?" Tanya Temari kesal dengan Sakura,

"A-Aku yakin sih tidak akan. Namun kemungkinan untuk menyukainya kembali juga ada." Sakura menjadi bingung sendiri.

"Hanya ada satu syarat, jangan pernah kasih tahu Gaara kecuali saat masalah ini selesai." Kata Temari memberitahu Sakura,

"Tentu saja kau tak'kan memberitahunya Temari-nee. Namun tolong kau! Setidaknya untuk menjauhi Sasuke saja." Sakura mengatupkan kedua tangannya,

"Hh.. Akan kucoba. Namun jangan salahkan aku kalau tidak berhasil ya." Kata Temari, Sakura mengangguk.

-

TBC

-

Hehe… Seperti biasa, satu chapter satu hari. Mm… Kira-kira apa yang terjadi selanjutnya ya? Aku juga belom mikirin. Hehe *dipukul karena jadi author tak bertanggung jawab*

Okelah, mohon reviewnya aja. Sebanyak-banyaknya ya!!

Review?