Title : Totally Captivated (Super Junior's Version)

Disclaimer : Totally Captivated© Yoo Ha Jin

Rating : T

Warning : Typo, Boring, Alternative Universe, Boys Love

.

.

.

CHAPTER 9

.

.

.

Eunhyuk sesekali tersenyum gugup saat mendapati pertanyaan Siwon yang mengarah pada hal-hal yang jauh dari bayangannya. Karena pada kenyataannya, Eunhyuk bukanlah kekasih Kyuhyun. Dan karena kenyataan yang sebenarnya Kyuhyun telah memiliki Sungmin. Namja yang dicintainya.

"Apa saat mabuk tadi Kyuhyun menggigit leher sensitifmu itu? Hingga meninggalkan tanda merah menyala, hm?" Pertanyaan yang terlontar dengan mudah dari mulut Siwon sukses membuatnya tersedak minuman yang baru saja ditenggaknya.

Dengan wajah memerah, Eunhyuk menatap pria tampan di hadapannya. Sama sekali tak mendapat jawaban, Siwon menyimpulkannya sebagai jawaban—iya—terlebih ia dapat melihat jelas hickey yang berada di kulit putih susu Eunhyuk.

"Jangan hawatir, Kyuhyun memang selalu seperti itu. Setiap kali ia dalam pengaruh alcohol, pasti ia akan menjadi pribadi yang lain. Sosok yang liar dan tak terkendali." Jawab Siwon santai.

"A—hahaha. Anda benar Presdir. Boss memang orang yang sangat buas jika sudah terpengaruh alcohol." Jawab Eunhyuk dengan senyuman dipaksakan. 'Dan gara-gara itu, aku harus merasakan sakit akibat ulahnya.' Tambahnya dalam hati.

Mereka memang mudah sekali akrab. Namun setiap perkataan yang diutarakan Siwon terasa sangat menyudutkannya. Membuat Eunhyuk merasa dirinya benar-benar tak sepadan dengan mereka.

Saat suasana percakapan yang kian menarik. Sosok Zhoumi keluar dari balik pintu yang menghubungkan lantai dua dengan ruang tamu tersebut. Menginterupsi apapun yang tengah sibuk dibicarakan oleh Siwon dan Eunhyuk.

"Tuan Presdir, boss sekarang sedang tidur. Saya akan undur diri jika memang sudah tidak ada yang harus saya kerjakan." Ucap Zhoumi sambil membungkuk hormat.

"Hm, baiklah. Kau bisa pergi sekarang." Balas Siwon tenang. Kemudian matanya terpaku pada sosok Eunhyuk yang kini hendak berdiri. "Dan kau Lee Eunhyuk. Senang bisa mengenalmu." Ucapnya dengan senyum penuh charisma menghiasi wajah tampannya.

Eunhyuk hanya bisa membungkuk hormat. Senyuman itu terasa janggal baginya. Namun, walaupun begitu ia tetap membalasnya dengan senyuman manis. "Ne, sama-sama tuan Presdir. Suatu kehormatan bisa berbincang dengan anda."

Sebelum benar-benar menghilang dari balik pintu suara Siwon membuat keduanya menghentikan langka. "Zhoumi, kau tahu apa tugasmu kan?" Tanya Siwon dengan suara yang dingin.

"I-iya Tuan…"

"Bagus. Jangan biarkan siapapun menyentuhnya. Mengerti?"

"Tentu tuan." Jawab Zhoumi singkat dengan kepala menunduk. Lalu dengan cepat ia menarik tangan Eunhyuk untuk mengikutinya keluar dari apartemen mewah tersebut.

"Kau kenapa Mimi?" Tanya Eunhyuk hawatir. Terlihat dari raut wajahnya Zhoumi sedang dilanda kebingunangan dan ketakutan disaat yang sama. Dan hal itu berhasil membuat Eunhyuk merasa hawatir.

"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin memintamu berjanji padaku." Jawab Zhoumi dengan senyum damai menghiasi wajahnya.

"Katakan!"

"Berjanjilah bahwa apapun yang terjadi kau tak akan menyerahkan orang yang kau cintai pada siapapun." Pinta Zhoumi. Walau matanya menerawang jauh, namun ia bisa merasakan rasa penasaran yang ada di benak Eunhyuk.

"Maksudku bukan Sungmin. Melainkan cinta baru yang cepat atau lambat akan menghampirimu." Lanjut Zhoumi.

"Hm, baiklah. Aku berjanji tak akan membiarkan cintaku lepas dari dekapanku lagi. Apa kau senang?" Sindir Eunhyuk dengan nada sakartis. Namun hal itu berhasil membuat tawa renyah Zhoumi menggema di udara malam tersebut.

"Kau benar-benar polos… Hahahaha"

Keduanya menghabiskan waktu bersama. Sebelum akhirnya kembali menuju tempat masing-masing. Mengistirahatkan tubuh penat mereka di balik dekapan selimut yang akan menghangatkan diri.

.

.

.

Cericit burung membangunkan siapapun yang masih terlelap di balik selimut tebal. Begitu pula dengan namja blonde bernama Eunhyuk tersebut. Ia dengan malas menyeret langkahnya menuju kamar mandi kecil yang tersedia di kamar kontrakannya tersebut.

Matanya yang masih setengah terpejam itu segera menyipit tajam saat mendapati bekas kiss mark yang berwarna terang di lehernya. Dengan kesal ia mengumpat pada siapapun orang yang telah membuat paginya menjadi seburuk ini.

"Dasar evil Cho Kyuhyun sialan… kalau bukan karena kebiasaan mabuknya itu, aku tak mungkin sampai seperti ini kan?" Kesalnya saat menatap leher naasnya yang kini ternodai.

"Hmm… sebaiknya aku plaster saja… dari pada semua orang melihatnya…" Dengan segera ia menggeledah kotak P3K yang selalu tergantung indah di dekat kamar mandi. Senyum mengembang di wajahnya saat ia menemukan benda kecil yang ia cari. Tanpa basa-basi ia tempelkan benda kecil itu di atas luka yang berada di lehernya.

"Semoga tak ada yang mengetahuinya… terutama Sungmin hyung… hah…" Desahnya. Kini ia tengah bersiap untuk berangkat kuliah. Semangatnya yang hampir hilang kini kembali bercahaya, secerah sinar mentari yang menghangatkan pagi ini.

.

.

.

Eunhyuk berjalan dengan langkah was-was, meskipun ia tadi sempat bersemangat ekstra. Kini seolah sedikit demi sedikit luntur dari dirinya. Ditambah dengan pikiran keruhnya yang kini menghantui paginya.

Baru saja ia akan memasuki kelasnya, sosok Sungmin telah berdiri diambang pintu. Matanya menatap sangsi kehadiran Eunhyuk. Seolah menyelidiki ada sesuatu yang tak beres disana.

"H-hyung…" Sapa Eunhyuk gugup. Matanya tak berani menatap Sungmin yang kini menatapnya tajam.

Tanpa menjawab apapun Sungmin melangkah pergi. Menyisakan Eunhyuk yang berdiri diam di depan pintu. "Heh, kau dan nafsu sexmu itu…" Gumam Sungmin saat tubuhnya bersimpangan dengan Eunhyuk. "Menyedihkan…" Lanjutnya.

Tak lama setelah Sungmin pergi Eunhyuk hanya bisa menghela nafas lelah. Ia muak dengan semua ini. Ia lelah dengan semua tuduhan dan kesalahpahaman yang tertangkap oleh mata Sungmin. "Andai kau tahu siapa yang melakukan ini…" Lirihnya seraya menyentuh pelan plaster yang menempel di leher jenjangnya.

"Apa kau akan berhenti berpikiran buruk tentangku? Atau malah kau akan semakin membenciku?"

.

.

.

Suasana kelas memang sudah ramai seperti biasa. Namun hal itu bukan masalah bagi Eunhyuk yang sejujurnya ingin menikmati waktu dengan kesendiriannya. Ia kembali larut dalam tumpukan buku yang secara bergantian ia baca satu per satu.

Tak disadarinya kehadiran sosok namja tampan dengan angelic smile yang kini menatapnya intens. Namja tampan tersebut semakin mengeliminasi jarak yang ada diantara keduanya. Menyejajarkan wajahnya dengan wajah serius Eunhyuk yang dibalut kacamata tipis.

"Kau serius sekali…" Ucapnya pelan. Eunhyuk segera melepaskan pandangannya dari buku yang ia baca, menatap sosok sahabat sekaligus orang yang sejak dulu selalu ada di dekatnya.

"Hae… Kau sudah kembali dari Jeju?" Senyum Eunhyuk segera mengembang saat mengetahui siapa namja yang ada dihadapannya. Namja bernama Lee Donghae, pewaris tunggal keluarga Lee. Keluarga politikus terkemuka yang menjadi bagian dari pemerintahan pusat Korea Selatan.

"Tentu saja, aku sangat merindukanmu Hyukkie… itulah mengapa aku kembali secepat ini." Senyum kekanakan menghiasi wajah cassanovanya. Tak segan-segan ia memeluk dan mencium kedua pipi putih Eunhyuk.

"Aish… apa-apaan sih… kau selalu menciumku di depan banyak orang!" Kesal Eunhyuk. Wajah cemberutnya membuat Donghae semakin gemas. Ia malah mengeratkan dekapannya pada tubuh Eunhyuk, seolah tak mau melepaskannya.

"Hyukkie… benar-benar menggemaskan kalau sedang kesal. Aku jadi ingin memakannya saja." Tawa Donghae. Ia melepaskan pelukannya, namun sama sekali tak menambah jarak keduanya.

"Yak, Hae! Berhenti… semua orang melihat ke arah kita."

"Tenang saja, mereka sudah terbiasa kok!" Sahut Donghae santai.

Namun tiba-tiba mata Donghae menyipit curiga saat mendapati pemandangan ganjal yang ada pada sosok manis namja favoritnya tersebut. Wajahnya semakin mendekat, seolah hendak mencium bibir cherry Eunhyuk.

Sayangnya bukan itu yang menjadi pusat perhatiannya saat ini. Melainkan sebuah plaster yang tertempel indah di leher putih susu milik Eunhyuk.

"Kenapa dengan lehermu? Siapa yang berani 'menandai'mu?" Ucap Donghae serius.

"Eh? Bagaimana kau bisa menyimpulkan seperti itu?" Tanya Eunhyuk mencoba menutupi rasa gugupnya.

"Kau tak bisa membohongiku, Hyukkie." Jawab Donghae pelan. "Katakan lelaki brengsek mana yang telah 'menandai' milikku?" Suara Donghae beresonansi di telinga Eunhyuk. Membawa aliran listrik yang menjalar di sekitar tubuhnya.

"Aku bukan milikmu. Kita sahabat. Dan lagi pula… ini hanya kecelakaan." Eunhyuk mencoba menghindari tatapan tajam Donghae. "Percayalah…" Tambahnya berusaha meyakinkan.

"Baiklah." Jawab Donghae mengalah. "Tapi, aku yakin dia pasti namja yang sangat istimewa… karena aku tahu kau Hyukkie…" Ia menghentikan kalimatnya. "Kau adalah permata yang menyilaukan, dan hanya orang-orang tertentu yang bisa menjamahmu…"

.

.

.

Ruangan dengan kesejukan AC itu terasa panas, bukan karena udara sekitar yang tinggi, hanya saja suhu di ruang tersebut meningkat beberapa derajat.

Disana, duduk dua orang yang saling memadu kasih mereka. Bertukar cinta dalam sebuah ciuman panjang yang memabukkan.

Sosok namja manis dengan mata hitamnya yang terpejam tengah menikmati lidah terampil sang kekasih yang kini menyelusup masuk dalam rongga mulutnya. Mengabsen deretan gigi kelincinya yang tertata rapi, serta menyesapi setiap sudut goa manis yang dimilikinya.

Sungmin, namja tersebut tengah menikmati setiap kelembutan dan sentuhan yang diberikan kekasihnya itu padanya, hanya padanya. Namun kenyataan yang sebenarnya ia sama sekali tak bisa merasakan cinta yang tersalur lewat ciuman tersebut.

Bukan karena ia mengharapkannya, namun kerena ia sendiripun tak yakin dengan perasaannya. Memang, sekarang mereka terikat dalam sebuah hubungan kekasih, tapi disudut hati Sungmin yang paling dalam ia masih menyisahkan sedikit ruang kosong untuk seorang namja.

Namja, yang bahkan sampai saat ini ia belum bisa lupakan. Lee Eunhyuk. Cinta pertama sekaligus cinta yang rumit baginya.

"Kyuhnn… mmhh…" Desahnya saat kedua bibir yang semula saling mengunci satu sama lain kini terlepas karena pasokan udara yang menipis.

"Minnie…" Panggil sosok tampan Kyuhyun. Mata tajamnya menatap tepat di manik hitam Sungmin. Memberikannya tatapan intens yang mampu memenjarakan Sungmin dalam pesonanya.

Terlebih dengan posisinya yang kini ada di pangkuan Kyuhyun membuatnya dapat melihat dengan jelas wajah tampan nan sempurnya milik kekasihnya itu. Ia tersipu, mencoba menghindar dari tatapan mata Kyuhyun yang seolah mampu membaca hatinya.

"Tak melihatmu beberapa hari terakhir ini bisa membuatku merindukanmu." Ucapnya dengan senyuman yang mampu meruntuhkan pegunungan es sekalipun. Senyuman penuh charisma seorang Cho Kyuhyun.

"Hm, sekarang Tuan muda Cho Kyuhyun sudah pandai merayu, eh?" Cibir Sungmin. Ia tahu benar seperti apa karakter seorang Kyuhyun. Ia bukanlah namja yang suka memuji, apalagi merayu orang lain untuk mendapatkan perhatian.

Itu mustahil, karena yang ada hanyalah sikap coolnya yang penuh charisma lah yang mampu menarik siapapun dalam pesona ketampanan sang evil prince.

"Kau tak percaya?" Kini Kyuhyun menampakkan wajah seriusnya. Namun dihatinya ia sendiri tak yakin apa pertanyaannya itu tulus atau hanya sekedar kata-kata yang spontan keluar begitu saja dari bibirnya.

Ia tak tahu, hanya saja ia merasa biasa berada di dekat Sungmin, bukan perasaan aneh yang tiba-tiba menelusup ke hatinya saat si monyet kecil berada di dekatnya.

'Dia benar-benar memberi pengaruh berbeda padaku. Dasar monyet kecil.' Batin Kyuhyun tak terima.

"Tentu aku tak percaya, mengingat kau selalu bersama Eunhyuk di setiap waktu luangmu. Aku jadi ragu, jangan-jangan kau tertarik dengan mantan kekasihku tersebut." Perkataan Sungmin membawa Kyuhyun kembali ke realita. Satu hal yang diketahuinya ada sebagian kecil hatinya yang seolah meng-iya-kan pernyataan tersebut.

"Dia? Si Monyet kecil? Kurasa itu tidak akan pernah terjadi." Jawabnya santai.

"Benarkah? Tapi… Hyukkie itu orang yang istimewa loh. Ia mampu memerangkap orang lain dalam pesonanya yang unik." Balas Sungmin.

"Apa itu tentang dirimu?"

"Maksudmu?" Tanya Sungmin bingung.

"Yah, kurasa orang yang terperangkap dalam pesonanya adalah kau. Dan bukan aku Minnie…" Kyuhyun beranjak dari sofa yang di dudukinya. Tapat setelah Sungmin pergi dari pangkuannya.

"Hm, mungkin. Tapi itu telah berlalu." Kini tangan Sungmin sibuk merapikan semua barangnya dan ia bersiap pergi dari kantor Sinkyung.

"Baiklah, aku akan kembali ke kampus." Jawabnya beranjak menuju pintu keluar, namun baru saja ia akan memutar knop pintu mahogany yang berdiri megah di hadapannya. Langkahnya terhenti, namun ia sama sekali tak membalikkan badannya.

"Tapi ingatlah, suatu saat nanti, kau pasti akan merasakan pesona Eunhyuk. Seiring berjalannya waktu kau akan mengerti apa yang ku rasakan dulu. I Love You… bye…" Ia segera beranjak pergi.

Suara dentuman pintu yang tertutup mengisi kesunyian yang ada di sana. Wajah datar Kyuhyun pun luruh, meninggalkan tatapannya yang kini melembut. "Ku rasa bukan karena ia mempesona, tapi karena ia istimewa." Gumamnya sebelum ia beralih memandang pemandangan yang tersaji di balik jendela kaca ruang kerjanya.

.

.

.

'Ckek'

Suara pintu yang terbuka membangunkan Kyuhyun dari alam fantasinya. Entahlah, akhir-akhir ini ia selalu larut dalam pikirannya, terlebih sejak mimpi buruk yang selalu menghantuinya, membuatnya tak pernah bisa berpikir jernih lagi.

"Selamat siang boss…" Sapa suara familiat dari balik pintu. Ia tahu benar sispa orang tersebut, karena ia telah hafal benar suara namja yang hampir di sepanjanng waktunya di Sinkyung selalu bertemu dengan sosoknya. Sosok Eunhyuk si monyet kecil-nya.

"Berhenti membuat keributan di kantorku. Lee Eunhyuk. Atau kau mau aku pecat?" Tanyanya, dan ia yakin reaksi apa yang akan di terimanya.

"Ja-jangan boss… jangan memecatku dari sini…" Balas Eunhyuk dengan nada memelas. Berbeda jauh dengan nada cerianya tadi.

Mau tak mau Kyuhyun pun membalikkan badannya menghadap sosok namja yang ada di dekat pintu. Namun ada satu hal yang tertangkap matanya yang membuatnya merasa tak nyaman.

Didekatinya sosok pirang yang memandangnya dengan penuh tanda tanya, dengan segera ia melepas sesuatu yang melekat di leher Eunhyuk, membuat sang empunya meringis kesakitan karena tarikan paksa tersebut.

"Ya! Apa yang kau lakukan?" Teriak Eunhyuk spontan, ia bahkan lupa tengah berhadapan dengan siapa saat ini.

"Kau…" Desis Kyuhyun. Namun sama sekali tak mampu menyadarkan Eunhyuk dari luapan kekesalannya. "Darimana kau dapatkan kissmark seperti itu, hm?" Ucapnya dengan nada dingin.

"Kau mau tahu!" Masih dengan kekesalan yang terkandung dalam suaranya Eunhyuk membalas pertanyaan yang diajukan padanya dengan pertanyaan lain.

"Heh, kau bilang kau tak mau menghianati Sungmin. Kau bilang kau orang baik-baik yang tidak akan mau melakukan 'itu' selain dengan orang yang kau cintai… lalu… tanda ini… ck, munafik" Cibir Kyuhyun. Namun ia sendiri merasa tak suka jika memang kenyataan Eunhyuk tengah dekat dengan namja lain.

"Kau pikir siapa yang membuat tanda ini di leherku, hm?"

"…" Tak ada jawaban apapun. Kyuhyun hanya memandang sangsi padanya. Membuat kesabaran Eunhyuk mencapai puncaknya.

"Kau yang melakukannya Cho Kyuhyun. Kau… namja aneh, menyebalkan yang saat mabuk tiba-tiba menggigitku. Dan kau tahu? Kau membutaku benar-benar dalam masalah hari ini. Itu semua gara-gara kau!"

"Aku… tak merasa melakukannya. Memangnya kau yakin itu aku?" Tanya Kyuhyun masih dengan tatapan sangsinya.

"Tentu, kau dan liquormu yang membuatku seperti ini. Kau yang membuat kissmark itu di leherku tadi malam. Dasar boss mesum, menyebalkan… Kalau saja Sungmin melihatnya tadi… aku ya—mpphhh!"

"Mimi!" Teriak Kyuhyun saat mendapati siluet Zhoumi yang melintasi pintu ruang kerjanya. Tak lama muncul sosok jangkung dengan senyuman hangatnya memasuki ruangan. Namun, baru saja ia melihat apa yang terjadi, senyuman di wajah tampannya hilang.

"Apa yang terjadi? Kenapa boss menutup mulut Eunhyuk seperti itu?" Tanya Zhoumi dengan wajah ingin tahu. Tentu saja melihat pemandangan aneh di hadapannya mau tak mau membuatnya peasaran.

Di sana, berdiri Eunhyuk yang salah satu lengannya digenggam erat oleh Kyuhyun, sedang tangan yang lain berusaha melepaskan kuncian tangan sang boss yang membekap mulutnya. Jika tidak dicermati. Orang bisa salah mengartikan. Mengingat posisi Kyuhyun yang seolah memeluk Eunhyuk erat dari arah belakang.

"Katakan dengan jujur. Apa benar tadi malam aku mabuk dan membuat kissmark di leher bocah pirang ini?" Ucapan Kyuhyun membuat Zhoumi berpikir sejenak.

Tak lama kemudia ia menganggukkan kepala sebagai tanda meng-iya-kan.

"Jadi maksudmu dia tidak berboho—Arrgh!" Sontak Kyuhyun berteriak saat merasakan sakit di telapak tangannya.

Mengetahui kesempatan untuk kabur Eunhyuk segera berlari menjauh dari Kyuhyun. Ia bersembunyi dibalik tubuh tinggi Zhoumi.

"Apa yang kau lakukan padaku monyet kecil?" Murka Kyuhyun menatap Eunhyuk yang terengah di balik punggung Zhoumi.

"Itu sebagai balasan agar kau tahu bagaimana rasanya digigit orang lain. Weeeeeeek" Usai mengatakan hal itu Eunhyuk segera kabur dari ruang kerja Kyuhyun. Menyisakan Zhoumi yang sedang mencoba menghalangi amukan Kyuhyun.

"Awas kau Lee Eunhyuk! Beraninya kau membangunkan pangeran kegelapan yang tengah tertidur…" Geram Kyuhyun berusaha mengejar Eunhyuk yang entah kemana.

"Su-sudahlah boss…. Tenang…" Bujuk Zhoumi.

.

.

.

"Apa yang kau lakukan disini?" Suara bass seorang namja tampan mengisi keheningan dalam sebuah ruangan temaram.

Dihadapannya bediri sosok lain yang memandangnya tajam, tak luput seringaian menghiasi bibirnya. Sangat kontras dengan wajahnya yang cenderung cantik untuk ukuran namja.

"Apa hanya 'boneka kecil'mu itu saja yang boleh datang padamu?" Ucapnya masih menunjukkan seringian yang sama. Namun jika ditelisik dengan seksama, nada bicaranya mengandung kekecewaan yang kasat mata.

"Kau, apa hanya ingin menyampaikan hal yang memang sudah jelas itu?" Tanya namja tampan yang masih tetap menunjukkan ketenangan. Ia bahkan semakin menyamankan diri di atas kursi kerjanya.

"Hm, kau tidak pernah berubah Choi Siwon. Kau tetap sama seperti dulu, selalu mendapatkan apa yang kau mau. Tapi…" Ia menghentikan perkataannya, membiarkannya menggantung di udara. "Suatu hari nanti, aku percaya, bahwa 'boneka kacil'mu itu akan meninggalkanmu." Ucapnya santai, seolah apa yang dikatakannya adalah hal yang lumrah.

"Diam kau Kim Heechul. Kyuhyun sudah berjanji untuk selalu menemaniku. Dan aku yakin dia tidak akan pernah menghianatiku." Balasnya.

"Kita lihat saja nanti." Heechul bergumam pelan. Ia mulai meninggalkan sosok Siwon yang kini memandang punggung orang yang sangat dikenalnya itu.

"Sepertinya… kau harus waspada pada namja pirang yang selalu di dekatnya… dia sangat menarik." Usai mengucapkan kalimat tersebut, Heechul segera meninggalkan ruangan temaram tersebut. Tanpa sedikitpun menolehkan kepala melihat ekspresi yang tergambar di wajah Siwon.

"Kau tak bisa mempengaruhiku Kim Heechul… dan tanpa kau beri tahu pun, aku sudah menduganya… Lee Eunhyuk… dia memang 'unik'."

.

.

.

TBC

.

.

.

Alhamdulillah… Akhirnya Kira bisa update juga…

Mian bagi yang sudah lama menunggu… Hahaha, Kira sebulan penuh ujian, jadi waktu buat update nya gak ada…

Ini mumpung ada free tiga hari, sebelum Ujian Akhir Sekolah hari Senin depan…

Waaaaaaaaah gak nyangka banyak yang nunggu cerita saya… *Ge Er Banget*

Hahaha buka… maksudnya Kira makasih buat Reader yang setia menanti cerita abal bin geje ini…

Nah… Ada yang nunggu Donghae keluar? Dia udah Kira masukin ke cerita loooooooh, tapi mungkin nasibnya bakal kayak Sungmin *Maksudnya? #Dibantai reader*

Hehehe udahan, kasian reader sshi harus baca Curcol geje Kira… Mianhae *Bow*

Ah iya, Kira mohon doa dari semua Reader sshi agar hasil ujian Kira bisa maksimal dan berjalan lancer.

Untuk comeback resmi Kira, Kira belum tahu pasti. Mungkin kalau tidak Akhir April yah bakal mundur setelah kesibukan di PTN selesai…

Please… Sabar ne… Kalau ada waktu Kira usahain kok! Tapi mungkin tidak pasti… Untuk updatenya mungkin Kira bakal umumin di wall FB… hehehe

Oke balasan Ripiu… .!

Liu HeeHee : Masa lalu Hyukkie yah? Kira juga belum tahu nih… Hahaha, tenang… nanti bakal Kira usahain bahas masa lalu Hyukkie, tapi tidak sekarang… Hehehe… Gomapta for Reviewnya…

Hyukkiechan : Eonnie… *hug* Huwaaaaaaa Makasih kalau eon suka sama cerita ini… Ne Kira juga suka Kyuhyuk setelah Haehyuk! Hehehe makasih ujian Kira tinggal 3 lagi, UAS, UN sama SNMPTN… tapi Kira usahain update kalau free… Emmm eonnieee… Kira masih nunggu cerita eonnie yang lain… ne?

HaEHyuk : Hehehe kayaknya iyah mereka berteman, ne… Wah makasih banyak atas dukungannya… Kira jadi semangat buat Ujian. Emang sih Kira selalu semangat kok! Makasih atas reviewnya… Kira udah update nih! Moga tidak mengecewakan…

Enno KimLee : Jadian? Emmm… Kira pikir-pikir dulu yah… *Ditabok Kyuhyuk* hahaha, masih belum waktunya mereka buat jadian… terlalu cepat *Pletak* Hahaha, mungkin iyah yah kalau mereka berteman? Neeeeeeeee. Teukkie oppa Kira bikin beda, tapi tenang ajah… ntar ada baiknya juga kok!

Mimiyeon : Alloha saeng! Masuk kok reviewnya… huwaaaaa maafkan eeteuk oppa ne? gara-gara main di cerita Kira dia jadi jahat… *Pletak #Lagi* Hahaha…Makasih kalau saeng penasaran… ini Kira lanjutin… moga bisa sedikit mengurangi rasa penasarannya… Ne gomapta…

Gamekyu : Chingu mianhae, ne? *Bow* Kira sedang ujian jadi yah updatenya bakal lama… wah sampai dibaca berulang kali? O.o Makasih banyak Kira tersanjung (?)… Ini Kira update… Moga bisa buat Chingu suka… n Mian lama, Kira ucapin makasih banyak chingu…

Kyuhyunchintahyukieskarang: Hahaha ne…Mian jika lama sekali updatenya… chap depan bakal gak nentu updatenya chingu… Kira juga masih masa Hiatus kok! *Bow* Errr… nembak hyukkie yah? Belum kepikiran tuh *Pletak #Dikejar Reader* Ne… ini Kira udah update… makasih udah mau baca…

Chwyn : Hyukkie yah? Kira belum tau dia itu lupa apa amnesia yah? Hahaha lihat saja di chap depan nanti gimana… hehehe Eh? Donghae? Dia sudah saya munculkan chingu… Hehehe chap ini perdana munculnya Donghae si Fishy Prince… Wuaaaaaaah Kira menanti cerita chingu yang lain loh!

NakamaLuna : Eoonniiieeeee… Makasih udah sempatin baca epep geje saya… hahaha gak papa eonnie meskipun gak update tapi kan bikin cerita baru… jadi sama saja… eh? Ditatoin? Wah sayangnya Kira lagi pengen ikutin Ha Jin Seongsaengnim, neeee memang dimanganya udah bakal banyak momentnya… tapi Kira belum tau bakal update bagian itunya kapan…Makasih banyak atas doanya… Kira bakal berjuang! Dan jangan lupa update cerita eonnie juga ne?

Choi Chinatsu :Waaaaaaaaah natsu datang juga rupanya… hehehe… Iyah hyukkie pengen ngaku2 tuh! Padahal harapan Kira sih bukan Cuma ngaku2 tapi beneran gitu…hehehe… Wonnie bakal ngalah gak yah? *Sok misterius* Okeeeee Kira udah update loh… makasih banyak ne… Kira juga nunggu black cloudnya Natsu…

Ressijewelll :Ne… makasih doanya… Hummm Hyukkie akan menjadi role cerita yang disukai banyak orang, termasuh sayaaaaaa*Plak!*… Hehehe Eteuknya lagi pinjam jiwa evilnya Kyu makanya dia bisa begitu… #Deathglare# hehehe mian jika menunggu lama, sekarang Kira update ne… makasih…

Akhirnya selesai juga…

Huft… Makasih banyak buat semua Reader yang sudah review atau yang udah baca cerita saya…

Kira benar-benar berterimakasih atas dukungan kalian semua…

Akhir kata, mohon maaf atas telat dan leletnya updatenya fanfic ini…

With Love,

Hyukkie/Yuuki Akira a.k.a Eunhyukkie's