Title: Super Junior Story Zhoury Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 10 / 14.
Main Cast: Zhoumi & Henry Lau.
Rated: T
Genre: Romance, Drama, little angst.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg, Don't Like Don't Read.
SUmmary: Zhoumi sangat mencintai daongsaengnya, Henry. Bagaimana cara dia untuk memiliki Henry? ZhouRy BL, Yaoi, Rated M, M-preg.
Note: ini ff lama aku yang di tulis ulang lagi. jadi banyak kata-kata yang di tambahkan dalam ff ini. Yang nggak suka NC apa lagi M-preg mending jangan baca deh sebelum kalian kenapa-kenapa. Karena aku nggak mau nanggung resikonya.
Author Pov
"He.. He… Mimi mau apa?" Tanya Henry sambil terus mundur-mundur saat Zhoumi mendekatinya dengan tatapan setan di wajahnya.
"Mimi…." Panggil Henry pelan sambil terus mundur. Tak ada jawaban dari Zhoumi, ia hanya terus menatap tajam pada namja imut tadi sembari terus melangkah sedikit demi sedikit mendekati Henry. Hingga akhirnya Henry terdesak di antara Zhoumi dan dinding yang ada di belakangnya.
"Kamu hamil? Bagaimana bisa?" Tanya Zhoumi.
"Ya bisalah Mimi. Kan ada yang ngehamilin" kata Henry dengan polosnya.
"Siapa Appa bayi itu?" Tanya Zhoumi lagi.
"Ya Mimi lah. Emang siapa lagi. Kan selama ini aku Cuma berhubungan sama Mimi aja" jawab Henry santai.
"Anakku? Nggak mungkin. Kamu tidur dengan namja lain kan. Lalu setelah kamu hamil kamu ngaku-ngaku kalau bayi itu anak aku" kata Zhoumi dengan pandangan meremehkan.
"Mimi kok jahat banget sih bilang kaya gitu ke aku. Bayi yang aku kandung tuh beneran anak Mimi. Usianya udah empat minggu" kata Henry.
"Aku nggak akan percaya. Aku udah nggak pernah nyentuh kamu hampir dua bulan tapi kenapa kamu bisa hamil anak aku empat minggu? Pasti itu anak orang lainkan" introgasi Zhoumi.
"Siapa bilang. Belum lama ini kita ngelakuinnya kok" kata Henry tak mau di tuduh begitu saja oleh Zhoumi.
"Nggak mungkin. Aku nggak akan mudah percaya gitu aja" kata Zhoumi.
"Tapi bayi yang aku kandung beneran anak Mimi. Kita ngelakuinnya udah empat minggu yang lalu" jelas Henry.
"Mana buktinya?" Tanya Zhoumi.
"Kenapa diam? Kamu nggak punya buktikan kalau kita pernah berhubungan badan empat minggu yang lalu" kata Zhoumi dengan penekanan di setiap kata-katanya.
"Siapa bilang aku nggak punya bukti. Aku punya kok buktinya" kata Henry dengan berani karena dia sangat yakin tak akan kalah dari Zhoumi kali ini.
"Kalau begitu tunjukan padaku" pinta Zhoumi.
"Oke… tunggu" Henry lalu beranjak ke lemari miliknya mencari sebuah benda yang selama ini ia simpan dengan hati-hati.
"Nih… lihat aja sendiri. Tapi jangan nafsu ya setelah ngelihatnya. Karena aku lagi capek nggak akan kuat neladenin nafsu Mimi yang besar" ledek Henry. Henry memberikan sebuah handycham yang menjadi kunci kemenangannya pada Zhoumi.
"Maksudmu apa?" Tanya Zhoumi sambil menatap Henry.
"Nanti juga tahu. Udah lihat aja video yang ada di situ. Itu kejadian live lho. Tanpa rekayasa" Zhoumi mengikuti kata-kata Henry di setelnya video yang ada di handycham tadi. Matanya terbelalak saat melihat isi video tadi yang merupakan video dirinya dan Henry yang sedang melakukan hubungan sex.
"Henry…." Panggil Zhoumi pada Henry yang tengah asik berbaring-baring ria di atas tempat tidur.
"Kenapa Mimi? Nafsu ya? Nanti malam aja ya. Sekarang aku lagi nggak mood nih" kata Henry sambil tersenyum manis pada Zhoumi.
"I-Ini…. kenapa bisa ada video ini?" Tanya Zhoumi tanpa menghiraukan kata-kata Henry sebelumnya.
"Ya bisalah. Kan aku yang rekam" kata Henry dengan polosnya.
"Kenapa kamu bisa rekam kejadian ini?" Tanya Zhoumi sedikit marah.
"Buat aku jadiin buktilah Mimi. Kalau nggak ada video itu pasti Mimi nggak bakal mau ngakui anak yang aku kandung sebagai anak Mimi ia kan" kata Henry sambil mengelus-elus perutnya.
"Kamu…" marah Zhoumi.
"Mimi jangan marah dong. Kan semua demi kebaikan kita" kata Henry.
"Aku nggak mau tahu. Gugurin bayi itu" kata Zhoumi sangat marah.
"Nggak akan Mimi. Mau Mimi paksa gimana pun aku bakal tetap mempertahankan bayi kita ini" kekeh Henry.
"Gugurkan…." Kata Zhoumi lagi.
"Nggak Mimi. Kalau Mimi tetap maksa aku bakal laporin Mimi ke Umma dan Appa zhou" ancam Henry.
"Kamu….. Aish…." Zhoumi yang sedang sangat marah karena ia merasa di permainkan segera pergi dari hadapan Henry.
Mimi mian…. Sekarang Mimi boleh tak mau menerima anak yang ada di dalam perutku. Tapi aku pastikan Mimi pasti akan mencintaiku dan bayi ini selamanya. Kata Henry dalam hati.
^_^ ZhouRy ^_^
"Mimi….." teriak Henry sambil berlari kearah Zhoumi yang kini tengah duduk diam di ruang tamu.
"Kenapa sih teriak-teriak" Tanya Zhoumi sebal.
"Mimi…. Mochi Pengen Mimi ngelus-ngelus perut Mochi" kata Henry.
"Nggak mau…" jawab Zhoumi singkat.
"Mimi… kok gitu sih" Henry menjatuhkan tubuhnya di samping Zhoumi.
"Jangan nempel-nempel" kata Zhoumi mencoba beranjak dari duduknya.
"Mimi jangan pergi. Sini aja elus-elus perut Mochi" Henry menarik lengan Zhoumi saat namja tampan itu hendak beranjak pergi. Akibatnya Zhoumi yang tubuhnya tak seimbang jadi terjatuh menimpa tubuh Henry. Posisi mereka saat ini Zhoumi di atas sedangkan Henry di bawahnya. Zhoumi pemandang tajam mata Henry begitu pula dengan Henry.
Chu…
Henry mencium kilat bibir Zhoumi yang membuat namja tampan itu jadi salah tingkah.
"Apa yang kau lakukan" Tanya Zhoumi sambil beranjak dari atas tubuh Henry.
"Cium Mimi" jawab Henry polos.
"Mimi…. Wajahnya merah tuh. Malu ya gara-gara aku cium" goda Henry yang membuat Henry semakin salah tingkah.
"Nggak. Muka aku nggak merah kok. Kamu salah lihat aja" kata Zhoumi menyembuyikan rona merah di pipinya.
"Mimi mau kemana?" Tanya Henry saat Zhoumi beranjak dari sampingnya.
"Tidur" jawab Zhoumi singkat lalu beranjak hendak kekamarnya. Henry langsung mengikutinya dari belakang.
"Kamu kenapa ngikutin aku?" Tanya Zhoumi saat sadar Henry ikut masuk ke kamarnya.
"Mau tidur juga" kata Henry.
"Kenapa di sini. Sana ke kamar kamu aja" suruh Zhoumi. Henry mengelengkan kepalanya.
"Nggak mau. Aku mau tidur seranjang sama Mimi. aku kan istri Mimi masa kita pisah ranjang sih. Jadi mulai sekarang aku bakal tidur di sini" kata Henry lalu naik keatas tempat tidur. Zhoumi memandang Henry sesaat.
"Terserah kalau kamu mau tidur disini aku yang pindah tidur di tempat lain" kata Zhoumi lalu beranjak pergi namun sempat di cegat oleh Henry. Namja imut itu menarik lengan Zhoumi hingga ia terjatuh di atas tempat tidur.
"Mimi nyebelin kenapa sih selalu menghindar dari aku? Dulu Mimi selalu ngejar-ngejar aku. Bahkan Mimi sempat memperkosa aku sampai-sampai aku hamil anak Mimi walaupun akhirnya anak itu pergi. Dulu Mimi sayang banget sama aku tapi sekarang…."
"Sekarang Mimi benci banget kan sama aku. Kenapa Mimi? Kenapa? Padahal aku udah mencintai Mimi seperti Mimi dulu cinta ke aku. Apa lagi yang harus aku lakukan biar Mimi bisa kembali kayak dulu. Bisa membalas perasaan aku saat ini. apa aku harus berbuat kasar kaya Mimi dulu. APA HARUS" kata Henry dengan emosi yang meluap-luap.
Butiran air mata jatuh membasahi pipi putih Henry dengan perlahan. Henry mulai terisak pelan sambil menatap tajam pada Zhoumi. Zhoumi tak tahu kata-kata apa yang sebaiknya ia keluarkan. Ia hanya memandang Henry yang sedang terisak.
"Baik… kalau Mimi maunya kaya gitu. Mulai sekarang aku bakal main kasar ke Mimi" kata Henry tegas. Di hapusnya air mata yang membasahi pipi putihnya itu dengan kedua tangannya.
Tangan-tangan ramping Henry turun pada bajunya. Di bukannya dengan cepat baju yang saat ini menempel di tubuhnya. lalu di lempar dengan sembarang baju tadi ke sembarang tempat. Di tatapnya tajam namja tampan yang sedang terbelalak melihat tindakannya saat ini.
"Henry kamu mau apa?" Tanya Zhoumi dengan gugup.
"Meminta hakku pada Mimi" kata Henry meniru kata-kata yang pernah Zhoumi ucapkan padanya dulu (ingat super junior story zhoury part 3? Lw gx buka lagi sana part 3. #ngintrogasi reader smbil pegang" pentungan hasil nyolong dari satpam tetangga#).
Dengan cepat Henry menyerang bibir Zhoumi di lumatnya bibir suaminya itu dengan ganas. Zhoumi mencoba berontak dari kegilaan Henry. Di dorongnya tubuh namja imut itu dengan keras hingga tubuh mereka menjauh.
Plak….
Zhoumi menampar pipi Henry keras hingga meninggalkan bekas merah di pipi putih namja imut itu. Henry meringis sakit sambil memegangi pipinya. Air mata kembali membanjiri wajah imutnya.
"APA YANG KAU LAKUKAN. APA KAMU MAU JADI NAMJA MURAHAN" teriak Zhoumi marah.
"YA… AKU MEMANG NAMJA MURAHAN ITU SEMUA KARENA KAU ZHOUMI" Henry balas teriak.
"Aish…. Jangan tampakan wajahmu lagi di depanku kalau kelakuanmu masih seperti ini' kata Zhoumi lalu pergi meninggalkan Henry yang semakin terisak-isak.
Mimi kenapa seperti ini? apa tak ada lagi cinta untukku? Apa kau sudah sangat membenciku, apa kau tak bisa memaafkanku? Aku cinta sama kamu Mimi….. tapi kenapa kamu nggak mau mencoba mencintaiku lagi seperti dulu. Apa tak ada cinta itu lagi untukku….. kata Henry sambil melampar semua benda yang ada di dekatnya.
Henry menangis selama beberapa menit lamanya. Di hapusnya air mata yang membasahi ke dua pipi putihnya. Ia segera turun dari atas tempat tidur lalu mengenakan baju yang tadi sempat ia tangalkan.
Henry melangkah pelan keluar dari kamar Zhoumi. Langkahnya terhenti saat ia melihat Zhoumi sedang berada di ruang tamu. Di tatapnya namja itu. Zhoumi langsung membuang muka saat tatapan mereka berdua saling bertemu.
Mimi… kenapa? Hanya memandangku saja Mimi tak mau. Apa sebegitu bencinyakah Mimi padaku. Kalau memang Mimi tak akan bisa mencintai aku lagi… aku akan berhenti mencintai Mimi. Aku tak mau terus merasa sakit seperti saat ini. kata Henry lalu pergi meninggalkan Zhoumi keluar dari drom.
Henry terus berjalan menyusuri jalan kota yang sudah sepi karena sekarang jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Ia tak tahu harus kemana lagi. Saat ini ia tak mau kembali ke drom, ia tak ingin berjumpa dengan Zhoumi dahulu sampai ia bisa menata hatinya kembali. Ia juga tak mungkin pergi ke drom suju karena pasti semua hyung-hyungnya akan menanyakan banyak hal nantinya.
Henry berjalan sambil menatap ke bawah tanpa melihat jalan hingga akhirnya ia menabrak seseorang. Hingga orang yang ia tabrak itu terjatuh.
"Mian… gwencanayo?" Tanya Henry sambil menjulurkan tanganya pada orang yang ia tabrak. Setelah di amati ternyata ia menabrak seorang yeoja.
"Ne gwen…." Kata yeoja itu terhenti saat ia dan Henry saling bertatapan. Kini yeoja itu sudah berdiri dengan bantuan Henry.
"Clara…." Ucap Henry saat tahu saiap yeoja yang ia tabrak tadi.
"Henry…." Kata Clara balik.
"Henry…." Clara mendekati Henry lalu memeluk namja imut itu dengan erat.
"Bogoshippo….." kata Clara lagi.
"Nado….." jawab Henry yang juga memeluk tubuh Clara dengan erat.
"Henry….. saranghae….. aku sadar ternyata aku tak bisa lepas darimu. Aku masih mencintaimu Henry. Tolong kembalilah padaku. Aku sudah dengar dari Ummamu kalau kau keguguran bahkan Zhoumi oppa juga berniat menceraikanmu. Jadi kembalilah padaku. Ku mohon" pinta Clara.
"Clara….." ucap Henry pelan sambil melepas pelukan Clara.
"Henry ku mohon… saranghae…" kata Clara.
"Jeongmal saranghae…." Kata Clara lagi. Henry terdiam memandangi Clara. Clara terdiam pula menunggu jawaban dari Henry. Perlahan Henry memberi sebuah senyum termanisnya lalu menarik Clara kembali dalam pelukannya.
^_^ TBC Again… ^_^
kl kalian menghargai aku, please comment n buat para SR, gomawo udah baca. but please next time TINGGALKAN JEJAK.
Mianhae... Belum bisa balas review kalian semua d chap" kemarin #deep Bow
