Because of You
Kuroko no Basuke milik Tadatoshi Fujimaki
Kise Ryota X reader as Kaneko Harumi
Rate : T
Genre : romance, friendship, hurt(mungkin), a little bit humor
GJ,TYPO,OOC,dsb. Yang mau baca silahkan~~
Chapter 10.
"Kalau begitu, aku mau kau menuruti apa kataku, sampai aku benar-benar memaafkanmu." Dia mengangkat dagu ku sehingga aku dapat melihat wajahnya. Senyum jahil terpampang di wajahnya yang tampan itu. Mendengar hal itu, reflek aku membulatkan mataku. "Hah?"
...
.
.
.
Harumi`s point of view:
Jadi hari ini aku berakhir di gym setelah pulang sekolah. Buat apa aku kesini padahal masih ada pekerjaan di rumah? Buat ngeliatin si Ryota latihan sodara-sodara! Kalau nggak gara-gara perjanjian kemaren malam, aku pasti udah ngerjain komikku... T^T Hiks hiks
Flashback on~
Hari ini aku berangkat bareng Ryota-kun. dia mengirimiku email tadi pagi-pagi sekali, mengajak berangkat bersama. Dan disinilah aku, di jalan menuju sekolah bersama Ryota-kun. Tapi ku rasakan ada yang aneh dengan Ryota-kun. Dia dari tadi tidak banyak bicara. Dia hanya akan berbicara jika aku bertanya padanya. Ini benar-benar aneh. Ryota-kun akan memulai pembiacaraan, bercanda, kemudian menggodaku. Ada apa ini?
"Ryota-kun," aku memanggilnya. "Kau masih marah dengan yang kemarin?" aku bertanya dengan hati-hati. Dia hanya menatapku sekilas. Aku pun terdiam. Hening yang kurasakan selama perjalanan kami ke sekolah.
Ryota-kun kenapa ya? Apa dia masih marah ya? Padahal kemarin dia sudah mulai menggodaku.. gimana ini? Gimana ini? Pusing..
Dan tidak terasa kami sudah di depan gerbang sekolah.
Aku pun berhenti dan menarik lengan bajunya. "Ryota-kun.." panggil ku lirih. "Maaf." Aku menunduk, menyembunyikan wajah ku yang memerah. Dan jujur rasanya aku ingin menangis. Bukan berarti cengeng. Aku bingung. Sangat.
Tangan Ryota-kun mengusap pipi ku pelan. Aku mengangkat wajahku, menatapnya dengan tatapan bingung karena sikapnya. Dia tersenyum dengan hangatnya. Kemudian dia mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan ku.
"Aku bertingkah tidak biasanya, karena aku masih cemburu dan marah Harumicchi." dia mengusap pipiku pelan.
"Cemburu gara-gara yang kemaren malam?" aku menatap matanya. "Maaf.." ku lihat dia menggeleng. Mataku membulat. Jujur aku sangat bingung bagaimana cara agar dia mau memaafkan ku.
"Lalu Ryota-kun, apa yang kau mau? Aku akan melakukannya asalkan aku bisa dimaafkan." air mata ku rasanya sudah hampir keluar. Dan kulihat mata Ryota-kun membulat. Sepertinya kaget dengan ucapan ku barusan. Tapi ekspresi itu tidak bertahan lama.
"Let me see," dia tampak berpikir. "Bagaimana kalau Harumicchi datang setiap hari saat aku latihan, menyerukan namaku, menyuapiku saat break, memberi kan ku handuk dan minum saat break latihan, dan sebagainya."
Aku hanya mengerjapkan mataku. "Nggak bisa 3 itu aja? Nggak ditambahi 'dan sebagainya'?" Ryota-kun tersenyum sambil menggeleng. "Apakah dengan begini aku bisa dimaafkan?" dia tiba-tiba memelukku. "Tentu saja." Dia berbisik di telingaku. Dalam hatiku aku sangat senang. Aku tidak mau kehilangan dia.
Setelah ia menjawab pertanyaanku, seketika itu juga ia mengecup bibirku.
End flashback~
"Harumicchi~" dia memanggilku. Aku pun memberikannya handuk dan drink sport. "Tolong dilap dong~" aku pun mengelap wajahnya yang penuh keringat. Dengan wajah yang sangat memerah.
Ryota`s point of view:
Jujur, aku masih kesal dengan perbuatan Sato. Dia seperti ingin merebut Harumicchi dari ku! Bukannya aku yang aneh atau gimana, tapi feeling aja. Kudengar ceweknya lebih dari 3. Dan kelakuannya itu, kayak orang-orang modus aja! Padahal dia udah punya cewek sendiri, masih aja ngedeketin punya orang.
Tapi sepertinya, aku bisa mengambil keuntungan dari perbuatan si Sato itu.
Apalagi aku udah pura-pura ngambek ke Harumicchi. Dan dia sampai mau mencium ku, meskipun Cuma di pipi sih. Tapi itu menandakan dia sayang banget sama aku kan? Dan dia kayak panik banget pas aku marah. Jadi nggak sabar buat ngelihat apa yang selanjutnya terjadi.
Good night my queen.
.
Esoknya~
.
Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Biasanya aku masih tertidur jam segini. Hmm, bagaimana kalau aku berangkat bareng Harumicchi pagi ini ya? Yosh! Akan ku kirimi dia email. Untuk sekarang, aku akan memikirkan rencana apa yang akan kuminta dari Harumicchi. Tapi nggak bisa yang aneh-aneh kayak ngelakuin french kiss. Bisa-bisa Harumicchi nganggap aku cowok mesum! Meskipun itu udah naluri nya laki-laki sih.. Tapi kan tetep aja!
Kalau gitu, aku akan minta Harumicchi untuk datang ke latihanku, memberikanku handuk dan minuman, menyemangati ku saat latihan. Dan akan kutambahkan 'dan sebagainya'. Ok deh! Dan kulihat jam sudah menunjukkan pukul 6.15. Harus segera bersiap ke sekolah nih. Aku pun mengiriminya email.
Aku segera mandi. 15 menit kemudian aku pun selesai. Aku mengecek hp ku dan membaca balasan emailku dari Harumicchi. Senyum ku pun mengembang. Selesai menggunakan pakaianku, aku pun turun untuk sarapan dan pergi secepat mungkin.
"Ittekimasu okaa-chan!" aku mengecup kedua pipi kaa-chan ku, kemudian bergegas pergi. Menuju apartemen pacar ku tersayang. Dan kulihat Harumicchi sudah menungguku di jalan depan apartemennya.
Hmm, bagaimana kalau aku sedikit mengerjainya?
Oh! Dia menyadari keberadaanku.
"Ohayou." Aku hanya menyapanya singkat. Ku lihat melalui ujung mataku, dia tampak tegang. Apa gara-gara sapaanku yang kurang panjang ya? Hehe, kalau gitu tahap pertama ngerjain Harumicchi berhasil.
Kami pun berjalan dalam hening. Aku tidak berbicara dengan semangat seperti biasanya. Tidak bercanda seperti biasanya. Ataupun tidak menggoda Harumicchi.
Kadang Harumicchi berusaha untuk membuka percakapan dengan bertanya padaku. Tapi percakapan itu berhenti karena aku yang menjawab dengan singkat dan Harumicchi yang mengira moodku lagi nggak enak untuk diajak ngobrol.
Dan kami pun sampai di depan gerbang sekolah.
Aku merasakan lengan bajuku ditarik. Aku pun menoleh, menatap Harumicchi.
"Ryota-kun, maaf." Dia meminta maaf sambil menundukkan kepalanya. Jangan konyol, aku sudah memaafkanmu Harumicchi. Aku hanya cemburu kok Harumicchi, dan itu bukan salahmu.
Arere? Wajahmu memerah Harumicchi. Malu ya bertingkah seperti ini? Hehehe
Aku pun mengusap pipinya pelan. Bisa kurasakan lembutnya kulit Harumicchi. Pipinya yang agak chubby menambah kesan manis anak kecil. Dia pun mengangkat kepalanya, menatapku dengan tatapan bingung menurutku. Senyum secerah mentariku, kuberikan kepada gadis ku itu. Mensejajarkan tinggi ku dengan Harumicchi yang lebih pendek 30 cm dariku. Benar-benar seperti anak kecil. Pingin kupeluk saja rasanya.
"Aku bertingkah tidak biasanya, karena aku masih cemburu dan marah Harumicchi." aku melanjutkan kegiatanku. Mengusap pelan pipinya.
"Cemburu gara-gara yang kemaren malam?" Harumicchi menatapku dengan kalut. "Maaf.."
Sudah kubilang kau tidak salah Harumicchi. Lagi pula bagaimana aku bisa marah dengan jangka waktu yang lama dengan Harumicchi. Pingin ku bungkam mulutmu dengan kecupan pan- ekhm, kecupan lembut jika kau meminta maaf lagi Harumicchi.
"Lalu Ryota-kun, apa yang kau mau? Aku akan melakukannya asal bisa dimaafkan." Kulihat mata Harumicchi seperti hendak menangis. Eh? Kenapa Harumicchi mau nangis? Dan yang lebih membuatku terkejut adalah perkataan Harumicchi barusan.
Kata-katamu barusan bisa membuat seorang lelaki berpikir yang enggak enggak lho Harumicchi.
"Let me see," sengaja kuberi jeda pada kalimatku. "Bagaimana kalau Harumicchi datang setiap hari saat aku latihan, menyerukan namaku, menyuapiku saat break, memberi kan ku handuk dan minum saat break latihan, dan sebagainya."
Harumicchi mengerjapkan mengerjapkan mata. "Nggak bisa 3 itu aja? Nggak ditambahi 'dan sebagainya'?" Aku hanya tersenyum sambil menggeleng. Yah, kumaklumi sih. Harumicchi kan malu kalau disuruh begini. "Apakah dengan begini aku bisa dimaafkan?" aku pun memeluknya. "Tentu saja." Bisakan kau berhenti menyebut kata maaf itu Harumicchi?
Ternyata kamu memang pingin banget buat dicium ya?
Bibir itu itu ku kecup sekilas. Manis. Harumicchi masih bingung dengan apa yang kulakukan padanya. Jangan salahkan aku kenapa aku mencium Harumicchi. Aku melakukannya agar kau tidak meminta maaf lagi karena itu memang bukan kamu yang salah. Sekali saja cukup kok dear.
Author's point of view:
Ryota mengecup sekilas bibir ranum Harumi di depan gerbang sekolah. Disaksikan oleh banyak orang.
"Jangan lupa ke gym ya Harumicchi!" Ryota pun meninggalkan Harumi yang masih setengah sadar akibat kecupan sekilas dari Ryota.
Harumi pun pergi ke kelas dengan pipi yang merona. Dan dia tidak tahu bahwa kejadian tadi pagi di gerbang, telah memunculkan desas desus yang kebanyakan negatif.
"Ohayou, Kaneko." Sapa Hideo saat Harumi akan masuk ke dalam kelasnya. Harumi pun menoleh ke sumber suara. "Oh, ohayou Hideo-kun."
"Bagaimana tadi ciumannya? Apakah Ryo-Kise seorang good kisser?" Hideo bertanya dengan nada menggoda. Harumi yang ditanya pun spontan mukanya memerah.
"Aha haha ha. A-aku tidak tahu bagaimana seorang good kisser itu, jadi.." Harumi menundukkan kepalanya, malu. "Dan tadi itu memalukan banget. Aku takut dipanggil guru BP gara-gara kejadian tadi pagi."
"Hee, Harumicchi mau tahu gimana seorang good kisser itu? Bagaimana ia memperlakukanmu ketika berciuman, dan apa yang dia lakukan ketika berciuman. Apa kau tidak ingin tahu?" Ryota tiba-tiba sudah berada di antara Harumi dan Hideo.
"Ah! Ryota-kun! kau membuatku kaget!" Harumi mundur selangkah akibat kedatangan Ryota yang tiba-tiba.
"Tak apa kok Sato. Aku bisa mengajarkan Harumicchi sendiri bagaimana seorang good kisser itu bertindak." Ryota pun menarik tangan Harumi sehingga bibir mereka bersentuhan.
Ryota mengulum bibir Harumicchi dengan agak sedikit kasar. Dan ciuman Ryota kali ini tidak berdasarkan cinta atau sesuatu semacam itu. Melainkan ciuman yang menandakan kepemilikan, kekuasaan. Menunjukkan milik siapa gadis itu.
Ryota meminta akses untuk merasakan mulut Harumi. Tetapi oleh Harumi tidak dikasih izin untuk menjelajah lidahnya.
Ryota pun mendekap Harumi, mengelus pelan pinggang Harumi yang membuat Harumi ingin protes karena geli. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Ryota. Lidahnya mulai menginvasi mulut Harumi.
Kemudian, bibir mereka yang saling bertautan pun terlepas. Menyisahkan saliva mereka berdua dan kebingungan di wajah Harumi.
'Ryota-kun kalau mencium ku tidak begini. Ciuman ini .. tidak ada perasaannya.'
Plak!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Ryota, meninggalkan bekas kemerahan di sana.
"Apa yang kau lakukan hah?!" Harumi segera masuk kelas, tidak mempedulikan Ryota dan Hideo.
Dan sisa hari itu, Harumi tidak memandang ke arah Ryota dan Hideo serta tidak menghiraukan mereka berdua.
.
Pulang sekolah..
.
Harumi hendak pulang, oh nggak. Dia harus ke gym. Dan begitu ia hendak memakai sepatunya, ia merasakan sesuatu menusuk telapak kakinya.
Darah.
Ternyata ada yang memasukkan paku ke dalam sepatunya.
'Oh, sudah dimulai ya?'
Harumi pun duduk lalu melepas kaus kakinya, mengobati luka tersebut. Setelah memakai bandage, ia pun menggunakan kembali sepatunya- yang sudah dikeluarkan pakunya.
"Aduh kaki sakit banget deh kayaknya ya? Ahahahaha!"
Tawa itu menggelegar di lobi tempat loker sepatu, dan wajah orang yang tertawa itu pun tampak.
Ojima Hana.
Mantan 'teman'nya Avaron.
Penusuk dari belakang.
Bitc*.
Yah, lebih baik aku segera membereskan paku-paku ini dan pergi ke gym.
Dan, ukh.. rasanya kaki ku sakit. Biarlah, nanti juga sembuh sendiri.
Dan dengan begitu, Harumi pun pergi ke gym untuk menepati janjinya.
.
Di gym.
.
Begitu Harumi membuka pintu, tiba-tiba ada yang menyerangnya.
Maksud Author, memeluknya dengan sangat erat.
"Harumicchi! Gomen-ssu! Tadi pagi aku terbawa emosi!"
"Ryota, lepas. Aku. Nggak. Bisa. Nafas."
Ryota pun melepaskan Harumi. Harumi pun mengatur nafasnya. Selesai mengatur nafasnya, ia memandang Ryota dengan poker, kemudian menghelas nafas. Dan setelah dia menghela nafas, ekspresinya berubah menjadi ekspresi tsundere Harumi yang biasanya.
"Ryota, kamu sudah SMA, jangan mudah terbawa emosi seperti itu. Dan ya, aku memaafkanmu. Tapi! Aku nggak mau kamu menciumku dengan tidak memakai perasaan seperti tadi! Ngerti?"
Ryota menerbitkan senyum secerah mentarinya.
"Hai`ssu!"
.
Di lain tempat..
.
"Sialan si Harumi itu. Cewek culun, pendek kayak dia bisa jadi pacarnya Ryota-kun! Jangan khawatir Harumi, aku bakal ngejauhin kamu darinya dan menjadikan Ryota-kun milikku! Milikku seorang!"
Krak.
Pendengaran gadis itu menangkap adanya seorang penguping.
"Siapa di sana?!"
"Bagaimana kalau kita berkerjasama?"
Dan sepertinya akan ada badai di kehidupan Ryota dan Harumi.
.
.
.
TBC
Nyaharoo~~ ketemu lagi sama author~~
Yah, akhirnya! Ada juga konflik nya! Berarti tinggal beberapa chapter~~
Nggak sabar nunggu tamat~~
By the way,
Makasih bagi para readers sekalian yang udah mau baca fanfcit ini~~ udah mau ngefav, ngefol, ngecomment makasih!
Dan author akan berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikan ff ini~~
Sekian~~
See you, in next chapter,
HikarinRin23
Nb: ngomong-ngomong, kemaren ada typo yang godd itu.. itu harusnya good.. maafkan karena kurang teliti..
