Hole in Heart

~Meiton no Naruto~

.

.

.

.

.

Disclaimer :

Naruto dkk itu bukan punya saya kecuali Tatsuke Clan itu asli punya saya.

Rate :

T semi M

Genre :

Advanture, Fantasy, Romance and sedikit Humor

Pair :

(Tokoh Utama)

Naruto x Shizuka, Shikamaru x Kurotsuchi, Ichigo x Orihime

(Selain Tokoh Utama)

Gaara x Matsuri, Genma x Shizune, Kuzuma x Kin Tsuchi, Menma x Hinata, Sasuke x Sakura, Neji x Tenten, Sai x Ino, Raito x ? (bisa nambah atau pun berkurang hehehehe)

Warning :

Typos(s), Gaje, OC, OOC, Jutsu ada yang buat sendiri, Biodata char buat sendiri, gray!Naruto (maybe), etc

Note :

Kalau ndak suka silahkan tekan tombol 'Back'

Chapter 10

Meet With True Love

.

.

.

.

.

TRAINING GROUND TEAM 5

Di sebuah training ground terdengar suara suara ledakan kecil. Walau ini baru jam 4 pagi. Ternyata usut punya usut yang menimbulkan ledakan tersebut adalah jutsu jutsu milik Naruto. Ya, Naruto saat ini sedang berlatih di training ground tim 5, sendiri.

NARUTO'S POV

Kucoba lagi untuk membuat insou, kali ini jutsu api yang ingin aku keluarkan. "KATON : GOUKAKYU NO JUTSU" ku kosentrasikan untuk melepaskan chakra ku untuk membentuk sebuah jutsu yang sempurna. Kutarik nafas ku dalam-dalam, dan kemudian ku hembuskan secara besar namun juga secara berkala. Dan kulihat ini berhasil, aku berhasil menciptakan sebuah jutsu bola api yang bisa di bilang dengan intesitas yang besar. Setelah merasa aku sudah mulai kehabisan nafas ku berhentikan jutsu tersebut, tapi yah di sekeliling ku banyak yang terbakar. Tapi untung saja aku berlatih di dekat sungai. Yah walaupun aku tak mempunyai elemen SUITON, tapi setidaknya bisa mengurangi dampak jutsu ku plus terhindar dari amukan Gema sensei yang demi otak Ichigo yang tidak ada pintar-pintarnya aku tidak mau membuat Genma-sensei marah karena saat itu sesudah tertangkap hampir saja kita berakhir naas di pohon yang ndak jelas asal usulnya.

Tapi, Sira-sensei pernah berkata bahwa, 'kita jangan mudah puas dengan sebuah hasil yang kita dapat, sebab itu bisa membuat kita menjadi berbangga diri dan malas untuk berkembang' tapi ya, setidaknya jangan berlebihan! Karena jika berlebihan itu bisa berbalik menjadi sifat ingin menguasai segalanya alias serakah.

Walaupun begitu, aku juga manusia biasa, butuh istirahat untuk memulihkan Chakra dan stamina dan bisa lebih vit untuk melanjutkan latihan.

Ku rebahkan tubuhku di bawah pohon yang lumayan rindang dan sesekali aku melihat sekeliling. Bbbrrr pagi ini cukup dingin juga di tambah tubuhku yang berkeringat menjadi tubuhku dingin saja. KUpeluk tubuhku sendiri berharap suhu tubuhku bisa naik. Dan, lagi pula aku juga memakai pakaian dengan celana pendek selutut dan juga baju merah dengan corak api hitam lengan pendek pula, Hmph begitu bodohnya aku. Kemudian aku mencoba untuk memejamkan mata ku dan menikmati hembusan angin pagi yang serasa dingin dan menyejukkan ketika menyentuh kulit. Dengan perlahan kuambil nafas panjang dan kunikmati segarnya udara pagi di setiap paru-paru ku. Kemudian ku hembuskan perlahan. Ah, nikmatnya pagi hari.

Tapi tanpa kusadari kantuk mulai menyerangku.

NARUTO'S POV END

SKIP TIME

"...to"

"...ruto"

"Naruto"

Sayup-sayup Naruto mendengar sebuah suara memanggilnya sekaligus yang membuatnya harus kembali dari bunga tidur. Dengan perlahan dia membuka kedua matanya, dan iris sapphire yang menghanyutkan bagi siapapun yang melihatnya, menangkap seorang Jounin sedang berdiri menyilangkan tangannya di kedua dadanya dan menatap dirinya. "Hah, kau menggangu ku saja sensei, dan apa yang yang kau lakukan di sini?" Tanya Naruto.

Genma mendengus. "Justru aku yang bertanya, apa yang kau lakukan di sini pagi begini? Dan ngomong-ngomong kau belakangan ini tak seperti biasanya. Kau dan karakter dinginmu itu sedikit berkurang!" Genma menanggapi. Yah saat melihat SEDIKIT perubahan Naruto Genma merasa bahwa mungkin Naruto itu demam atau mungkin dirinya yang berhalusinasi. Naruto menaikan kedua alisnya. "Apa maksudmu sensei? Aku merasa biasa-biasa saja" sahut Naruto. Pasalnya belakangan ini Dia biasa biasa aja tuh.

"Ooh, ya sudahlah, lupakan saja" Kemudian Genma duduk di bawah pohon yang cukup rindang dan menikmati udara pagi yang segar dan melihat matahari yang sudah terlihat sepenuhnya walau baru naik sedikit. Ah, Naruto menyadari sesuatu. 'Tu-tunggu dulu! Matahari sudah terlihat sepenuhnya? jangan-jangan~' Fikir Naruto panik. "Sensei!" Naruto memanggil Genma. Dengan perlahan Genma membuka matanya dan melirik ke arah Naruto. "Ada apa? mengganggu saja" Tanya Genma errrr Kasar. "Emm Kira-kira sekarang jam berapa ya?"Tanya Naruto. "Oh menurut analisisku jika matahari sudah terlihat sepenuhnya, jika panjang bayangannya sudah tidak terlalu panjang dan hampir semua tempat tersinari~" "Cepatlah sensei" Naruto mulai kehilangan kesabaran. "Baiklah-baiklah kira-kira pukul 09.00."

Seketika mata Naruto melotot dan kemudian dia langsung berdiri dan shunsin dengan kecepatan tingginya yaitu dengan dicampurkan Chakra RAITON.

Sedangkan Gema yang melihat tingkah Naruto barusan, menghela nafas. "Dasar, dia selalu terburu-buru." Kemudian dia kembali melakukan kegiatannya yang sempat tertunda.


KAGE AIZU'S HIDEOUT

Owh Shikamaru mulai bosan. Ia tak sanggup jika harus menunggu lebih lama lagi. Ia sudah menunggu lebih dari satu jam di sini. apalagi ia sekarang sedang bersama seorang Jinchuriki no Ichibi yang dicap oleh orang-orang dari asal sang Jinchuriki. Bukannya ia membenci Gaara, Tapi tatapannya itu lho seperti buaya dalam diam yang bisa bergerak dan membunuh sewaktu-waktu. Dan saat dirinya menatap Gaara, orang yang selalu membawa gentong yang berisi pasir hidup ini langsung menoleh dan menatapnya dengan sepasang mata yang pinggirnya berwarna hitam bak seseorang yang sudah 2 hari tak tidur, di tambah lagi dia atas matanya tak tampak pun sehelai rambut yang biasanya menghalangi keringat yang menetes dari atas mata alias tanpa alis. menambah kesan sangar, di mata Shikamaru. 'Haduuuh dia manusia atau bukan sih?' Yah kira-kira begitu lah isi fikiran dari orang pemilik rambut gaya nanas ini.

Gaara. Sabaku Gaara lengkapnya. Mendapat julukan Jinchuriki no Ichibi. Memiliki rambut berwarna merah darah yang berasal dari gen ibunya. Jangan lupakan tato tulisan kanji 愛 yang di baca 'AI' atau bila diartikan dalam kamus berarti 'Cinta Kasih'. Dan juga wajah sangar seperi preman pasar *Sabaku soso* hehehe bercanda dan wajah yang sangar nan tampan yang bisa membuat perempuan mabuk kepayang plus tepar seketika. Itu bisa saja terjadi, tapi sayang dia di benci oleh penduduk desanya. Gaara yang malang. Dan yang difikirkan Gaara adalah...Tidak ada. Kalian pasti bingung saya membahas ini kalau Gaara tak memikirkan apa-apa? Karena saya sebenernya hanya ingin menambah word saja hehehehe *di lempar bakiak*. Oke mulai serius.

Gaara menolehkan kepalanya ke Shikamaru. "Apa, temanmu itu selalu terlambat?" Tanyanya. "Tidak" Shikamaru menggeleng. "Dia selalu tepat waktu" Balas Shikamaru sambil bersandar, melipat tangannya di depan dada dan menutup mata di ruang yang minim cahaya ini. Gaara semakin penasaran. "Lalu, kenapa dia lama sekali datangnya?" Tanya Gaara. Shikamaru membuka mata kirinya untuk menatap Gaara dan tetap menutup mata kanannya. Tak berselang lama, ia kembali menutupnya. "Entahlah, mungkin ada hambatan di perjalanan, aku tidak tau" Jelas Shikamaru. Gaara menautkan kedua alsinya, oh ya saya lupa, Gaara 'kan tidak memiliki alis. Gaara mengerutkan dahinya. Tapi itu tak berselang lama. "Ketiduran barangkali" Tebak Gaara. Shikamaru membuka kedua matanya dan sedikit menegakkan posisinya. "Tidak mungkin, Naruto tidak pernah melakukan hal yang konyol seperti itu" Jelas Shikamaru. Padahal dia sendiri sering ketiduran. Ngaca donk! Tapi sepertinya tebakan Gaara tepat 100%. "Owh" hanya gumaman tak jelas yang dilanturkan oleh Sabaku Gaara. Dan di sana terjadi keheningan.

DRRRTT

DRRRTT

DRRRTT

Tiba tiba alat yang ada di tangan Shikamaru dan bergetar. Dengan reflek ia langsung mengangkat salah satu tangan yang terdapat alat itu di sana. setelah meng klik beberapa tambol muncul sebuah pesan tertulis di sana. yah kira-kira seperti ini pesannya.

From : Naruto

To : Shikamaru

Temui aku di dinding dekat hutan kematian. Dan maaf aku tak bisa kesana karena suatu alasan.

TTD : Naruto

Shikamaru memutar bola matanya bosan. Dia sudah menduga bahwa iini akan terjadi. 'Huh dasar Naruto, seenaknya saja' Fikir Shikamaru. Kemudian dia menoleh ke arah Gaara dan memasukkan tangannya di masing masing kantongnya. "Kau mendapatkan pesan juga?" Tanya Shikamaru kepada Gaara. Gaara menoleh ke Shikamaru. "Iya" Jawab nya singkat. Shikamaru menghela nafas. "Tunggu apa lagi" Kemudian Shikamaru shunsin menuju tempat yang sudah di tentukan. Dan Gaara juga perlahan-lahan tubuhnya melebur menjadi pasir dan terbawa angin.


Naruto sedang menunggu sambil bersandar di salah satu pohon, menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan memejamkan matanya. kebanyakan orang yang lalu lalang disana menatap Naruto. Mereka mengira Naruto sedang tertidur di bawah pohon itu karena tidak bergerak sama sekali. Tapi mereka salah, Naruto sedang mengobrol dengan Scorch di alam awah sadarnya.

NARUTO'S MINDSCAPE

Angin berhembus di sebuah padang rumput hijau yang sangat luas. Yang membuat rumput bergerak seirama bak sedang menari di tengah musim panas yang cerah. Hamparan rumput hijau sejauh mata memendang. Dengan perlahan tokoh utama kita membuka matanya perlahan. Ia sedikit terkejut saat mendapati sebuah hamparan rumput yang amat luas sejauh mata sapphire miliknya memandang. Ia memejamkan matanya dan menghirup nafas dalam dalam dam menikmati setiap detik ia menghirup udara yang sangat segar ini. Kemudian mengeluarkan nafasnya secara perlahan. 'Yah setidaknya ini lebih baik dari padang bunga' Itulah tanggapan Naruto Terhadap tempat yang di setting oleh Scorch.

"Jadi, bagaimana?" tiba tiba sebuah suara mengejutkan Naruto. Reflek ia langsung menoleh kesumber Suara. Dan mendapati Scorch sedang berdiri dengan gagah disana. Naruto terlihat bingung. "Bagaimana apanya?" Tanya Naruto. Scorch menghela nafas. "Tempat ini, katanya kau kurang suka dengan bunga, jadi aku ganti saja dengan rumput" Jelas Scorch sembari menatap sekitar. Naruto mengikuti arah pandang Scorch. "Lumayan, tapi aku lebih suka yang sebelumnya" Naruto memberi komentar. Scorch mulai kesal. "Huff kau ini bagaimana? Katanya tidak suka bunga, tapi kenapa malah suka padang bunga?" Tanya nya kesal. Naruto menoleh ke arah Scorch. "Entahlah, aku hanya merasa tenang saat ada di tempat yang sebelumnya." Balas Naruto. "Begitukah? Kalau begitu akan ku ganti setting tempat ini" Ucap Scorch. Naruto kembali menatap sekitar. "Tidak usah" Jawab Naruto. Scorch mulai bingung. "ini juga tidak apa-apa" Balas Naruto. "Ah, kedua temanmu itu sudah datang!" Scorch memberitahukan kepada Naruto. Naruto kemudian bergegas pergi dari sana.

Scorch menghela nafas "Se'enaknya saja dia datang dan pergi, dan ngomong-ngomong kenapa aku dan dia selalu membahas tentang latar tempat ini?" Scorch bertanya entah kepada siapa.

NARUTO'S MINDSCAPE END

Dengan perlahan Naruto membuka kedua matanya dan sudah mendapati orang yang sudah ia tunggu. "Kenapa kalian lama sekali?" Tanya Naruto dengan wajah datar. Shikamaru memutar kedua bola matanya. "Justru aku yang bertanya sejak kapan kau menjadi seperti ini?" Tanya Shikamaru malas. Naruto melirik Shikamaru. "Apa maksudmu?" Tanya Naruto yang tidak mengerti penjelasan Shikamaru. Shikamaru mulai jengkel. "Maksudku kenapa kau terlambat tadi bukankah kau adalah orang yang menggap setiap detik itu berharga? Dan apa-apaan kau seenaknya saja mengganti tempat pertemuan, merepotkan" Jelas Shikamaru panjang lebar. Naruto mulai mengerti. "Emm tadi aku terlambat karena ketiduran" BINGO 10 poin untuk Gaara. Gaara menolehkan wajah tampannya ke arah Shikamaru dan ekspredinya seakan mengatakan 'Aku-benar-kan?'. Shikamaru memutarkan bola matanya (lagi). "Baik-baik aku kalah dan kau menang, puas?" Tanya Shikamaru malas. Naruto hanya geleng-geleng kepala melihat keduanya.

Kembali ke topik. Gaara mengalihkan pandangannya ke Naruto. "Jadi bagaimana kita akan keluar dari sini jika kita melewati keatas tanpa diketahui penjaga kemungkinannya hanya 30%!?" Gaara bertanya. Naruto menyeringai kecil bahkan mereka -yang ada dihadapan Naruto- pun tidak mengetahui bahwa itu sebuah seringai. "Aku sudah memperhitungkan itu, jadi..." Naruto membuat insou. "kai" tiba tiba sebuah lubang terlihat didinding konoha"!" Shikamaru dan Gaara terkejut. "...aku sudah menyiapkan lubang yang kulapisi Genjutsu sebelumnya" Jelas Naruto. Wajah naruto kembali seperti semula. dengan santai mereka pun masuk ke lubang tersebut. Kemudian Naruto menutupnya kembali dengan genjutsu dan pergi ketujuan mereka.


MEANWHILE

Genma saat ini sedang berjalan-jalan di sekitar dinding Konoha (Didalamnya) untuk menikmati Suasana Konoha yang pada saat itu sedang indah. Tapi, tiba-tiba ia merasakan 3 buah chakra, 2 sudah tidak asing dan 1 lagi dia pernah merasakannya juga tapi lupa dimana. Dengan menekan Intesitas Chakranya dan dengan mengendap-endap, Genma mendekati chakra tersebut. Ia pun menaikkan alisnya saat melihat Naruto, Shikamaru dan satu orang lagi yang ia duga sebagai peserta ujian Chuunin memasuki sebuah lubang yang ada di dinding Konoha. 'Hm? Sepertinya mereka ingin keluar dari Konoha secara diam-diam. Dari kelihatannya mereka tidak membawa Ichigo berarti meereka akan kembali kesini hm! Well biaarkan saja toh mungkin mereka punya urusan penting' Itulah yang ada dipikiran genma.


SKIP TIME

Naruto, Shikamaru dan Gaara sedang melompati cabang-cabang pohon. Bersyukurlah mereka berdua karna perjalanan mereka kali ini cukup tenang dan hening karena rata-rata orang yang Kemudian Naruto berhenti di salah satu cabang Pohon. Kedua temannya Heran. "Ada apa?" Shikamaru menyakan keheranannya. Naruto menatap sekitar. "Hari mulai gelap. Bagaimana kita mencari tempat yang pass untuk bermalam?" Naruto menjawab. Yang dijawab anggukan oleh kedua orang lainnya. Dengan perlahan mereka kembali melompat dan mencari tempat untuk bermalam. Mata emerald gaara melihat sesuatu. "Bagaimana jika kita bermalam di sana?" Gaara mengusulkan sembari menunjuk sebuah tempat. Reflek mereka langsung melihat tempat yang ditunjuk Gaara. Kemudian mereka menemukan sebuah tempat dibawah cabang pohon yang lebat dan juga disana terlihat kering. "Mungkin bisa" Setelah ucapan Naruto tersebu mereka langsung melesat kearah tempat tersebut.


Tidak bisa tidur. Itulah yang mungkin bisa kita deskripsikan tentang keadaan Naruto saat ini. Dengan sedikit merenung mungkin ia bisa langsung terkantuk. tapi dugaannya salah. Sudah hampir 10 menit ia memejamkan mata untuk merenung tapi kantuk tak kunjung datang. Dia mengela nafas. Dia memutuskan untuk membuka matanya. Ia bisa melihat kedua rekannnya sedang tertidur pulas. Shikamaru? Jangan ditanya, dia memang jagonya dalam hal urusan tidur. Mungkin Shikamaru bisa tidur walau dalam keadaan tergantung di jurang, menurut Naruto. Tapi Shikamaru tetap tidur dengan posisi yang bisa dibilang elit. Gaara juga demikian dia juga tidur dengan pulas dan dengan posisi elit juga. Keluar dari pikirannya dan kemudian berdiri sembari menatap bulan.

"Hiks,,,hiks,,,"

Sayup-sayup Naruto mendengar sebuah suara tangisan. Berterima kasihlah kepada Scorch Karena sudah memberikan 30% kekuatanya yang menjadikan pendengarannya sedikit lebih tajam yang tentunya berguna bagi perkerjaannya sebagai ninja. Dia kembali menatap kearah bulan. Dan ternyata...tertutup awan. Menurut orang-orang dulu jika bertemu seseorang berlawanan jenis saat bulan purnama dan bulan itu tertutup awan maka orang tersebut akan merubah hidupnmu. Tapi sayang, Naruto bukan orang yang percaya mitos. 'Tak ada salahnya mencoba, bukan?'. Yah mungkin kau benar. Memang benar, mitos itu memang kadang-kadang benar. Dan pada saat ini juga mitos itu akan benar-benar berlaku. Seseorang yang akan menyelamatkanmu dari jurang yang gelap di lubuk hati terdalam.

dengan langkah sedikit cepat dia menuju sumber suara tersebut. Dan ia sedikit terkejut saat melihat seorang anak perempuan memiliki rambut hitam bagian samping sebahu dan bagian belakang tergerai yang Naruto asumsikan selisih umur mereka hanya setahun atau mungkin beberapa bulan saja, sedang menangis sesenggukan. Merasakan ada seseorang didekatnya reflek ia langsunng menoleh dan mendapati sesosok siluet hitam sedang menatap kearahnya dengan mata berwarna sapphire yang menyala. Anak perempuan itu terlihat ketakutan dan hendak menangis lagi tapi itu terhenti karena awan yang menutupi bulan sudah berlalu dan kini ia bisa melihat siapa sosok siluet tersebut. Yaitu sorang laki-laki dengan paras tampan dan bersurai merah. Kemudian dia tersenyum.

"Si-siapa kau?" Dengan sedikit ketakutan ia memberankan diri untuk bertanya. Naruto sedikit tersenyum, bukan seringai, maupun senyuman palsu, kali ini benar-benar tulus dari hati yang terdalam. "Tenanglah aku tidak akan menyakitimu" Balas Naruto. "Setidaknya beri tahu namamu" Ucap Anak itu. "oh maaf, namaku Uzumaki Naruto" Jawab Naruto. "Shizuka" Ucap anak itu yang Naruto asumsikan adalah namanya yang tadi dia ucapkan. "Kau tidak memberitahu'kan margamu?" Tanya Naruto. Shizuka menatap ke arah Naruto. "Bukankah tidak boleh memberitahu marga kepada seseorang yang belum dikenal?" Tanya Shizuka. Naruto menaikkan kedua alisnya. "Kau benar". Sizuka mulai heran. "Lalu kenapa kau memberitahukan margamu kepada ku, dan bukankah marga uzumaki dibenci dibeberapa negara?" Tanya Shizuka. "Kau benar, orang keturunan Uzumaki memang dibenci dibeberapa Negara khusussnya desa Iwa dan desa Kumo, Untuk pertanyaan pertamamu, aku yakin kau tidak akan berbuat buruk kepadaku lagi pula aku bisa melindungi diriku sendiri."

"Dan oh ya ngomong-ngomong Kenapa kau menangis tadi?" Tanya Naruto. Mata Shizuka kembali berair dan kemudian menangis keras "Huuweeee". Naruto sedikit terjengit mendengar tangisan Shizuka. 'Huff mengagetkan saja' Itulah yang ada dipikiran Naruto. Naruto mendekat kearah Shizuka, duduk disebelahnya dan memeluknya dari samping. "Sudahlah jangan menangis!" Ucap Naruto mencoba menenangkan. Dan cara itu ternyata efektif dengan perlahan tangisan Shizuka mulai mereda dan kembali seperti sedia kala. "Emmm tanganmu" Ucap Shizuka canggung. Naruto menyadari sesuatu. "Oh maaf" Naruto segea menyingkirkan tangannya dari pinggang Shizuka. 'Sial, sial, sial, kenapa aku jadi seperti ini ayo Naruto kendalikan dirimu' Naruto menoba menyemangati dirinya sendiri. 'Kenapa aku jadi seperti ini? Aku merasa nyaman di dekatnya. Dan oh Kami-sama kenapa jantungku berdebar' Pikiran Shizuka mulai kacau. Dan sepertinya Socrch sedang menyeringai saudara-saudara

Naruto menoleh Ke arah Shizuka. "Bagaimana jika aku mengantarmu pulang?" Tanya Naruto. Shizuka terkejut kemudian menoleh kearah Naruto. "Emm apa boleh?" Tanya Shizuka gugup. Terukir senyum tipis di bibirnya. "Tentu, kenapa tidak" Balas Naruto. Kemudian dia beranjak dari tempat ia duduk dan jongkok di depan Shizuka. "Ayo naik!" Ucap Naruto. Dengan malu-malu Shizuka naik dipunggung Naruto. Dengan perlahan dia melingkarkan tangannya di leher Naruto. Kemudian Naruto juga memegang paha Shizuka supaya dia tidak jatuh. 'Aku bahagia' Shizuka bahagia. "Siap?"."Iya". Dengan perlahan Naruto melompat tinggi. Dan dengan kekuatan bulan aku me- eh salah dengan background bulan sebuah cinta sejati dumulai.

.

.

.

.

.

To Be Continue

Bagaimana? mengecewakan? maaf bila mengecewakan. Dan juga di sini lumayan banyak typo semoga tidak membuat para reader sekalian sakit mata. Dan saya bersyukur karena ide saya sekarang sedang mengalir. Dan juga tolong koreksi fic saya karena dengan komentar anda saya akan menjadi lebih baik. Tidak banyak yang ingin saya sampaikan. Dan word kalo ini kurang lebih 2.800 word. Sekian dari saya kurang lebihnya saya mohon maaf. Thanks to:

firdaus minato

.7

erwin

Ame

reyfanrifqi

The KidSNo OppAi

Saikari Nafiel

Ferluci97

m.

Dj Neon (redup)

Nokia 7610

.104

Hole in Heart Log out