Heenim Mommy sungguh mengacaukan rencana indah sang menantu. Dengan sangat terpaksa, Choi Siwon melepaskan 'Kitty' imutnya untuk kali ini. Digantinya pakaian formalnya dengan baju rumahan. Err, kasihan sekali 'adiknya' harus gagal mendapatkan bagiannya.
''Mommy!'' panggil Kyuhyun saat melihat Mommy kandungnya tengah duduk di ruang tamu sambil sibuk dengan ponselnya.
''Baby, astaga kenapa Babyku sekarang nampak kurus eoh? Apa suamimu itu tidak memberikanmu makan dengan baik?'' Heechul balik bertanya. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, ''Aku sedang diet Mom.'' ucap Kyuhyun secara tidak langsung membela Siwon.
''Benarkah? Sejak kau lahir dan menjadi anakku, aku tidak pernah melihatmu diet? Apa Siwon yang menyuruhmu Baby?'' Heechul terus saja menyangkut-pautkan semuanya dengan Siwon.
''Mom, Siwon tidak pernah menyuruhku. Eoh, Mommy membawa apa? Kenapa terlihat mencurigakan.'' Kyuhyun memicingkan matanya menatap box yang dibungkus kertas kado di atas meja. Heechul tersenyum dan menggeser box itu mendekati Kyuhyun, ''Buka saja Baby!'' ucapnya.
''Mommy, kapan Mommy datang.'' Siwon muncul dan bertingkah layaknya menantu idaman.
''Baru saja Siwon, duduklah. Kalian buka saja kado dari Daddy Kyuhyun.'' ucap Heechul. Siwon dan Kyuhyun berpandangan curiga dengan box besar di depan mereka.
Kyuhyun menyentuh atas box itu, menarik pita yang menghiasinya. Siwon menggerakan gunting, memotong bagian perekat di atas boxnya. Perlahan bungkus box itu terbuka, menampakan sebuah box kardus. Siwon membuka box itu, ''Apa itu?'' pertanyaan pertama Siwon.
Kyuhyun penasaran lantas membuka paksa boxnya, ''Mommy!'' teriak Kyuhyun mengetahui kalau Mommynya memberi hadiah berupa kereta bayi berwarna biru. Heechul menutup kupingnya yang sakit, ''Jangan berteriak Kyuhyun!'' Siwon hanya menatap horor mertuanya.
''Apa maksudnya Mommy? Kenapa Daddy memberikan hadiah itu?'' tanya Siwon. Heechul menatap gemas menantunya, ''Aish, ingat umur Siwon. Disini aku dan suami bertanggung jawab atas kehidupanmu disisi lain sebagai menantu, orang tuamu menitipkanmu pada Kami. Aku memberikan anak manisku padamu, aku harap kalian tidak menunda soal momongan.'' jelas Heechul. Kyuhyun bermonolog sendiri, ''Maksudmu aku harus punya babies?''
''Eerrrr, Mommy kami masih belum mencari anak yang akan kami adopsi. Lagipula aku tidak bisa mengurus anak-anak.'' ucap Kyuhyun mendapat jitakan Heechul, ''Apa maksudnya adopsi? Mommy tidak mau mempunyai cucu yang bukan darah dagingmu.'' Kyuhyun hanya memegangi kepalanya. Siwon mengacak rambut hitamnya, ''Kami baru saja mulai, astaga mertuaku seperti penjajah!'' batinnya.
''Mwo? Aku harus meniduri Yeoja begitu? Lalu bagaimana dengan Ahjusshi?'' pertanyaan Kyuhyun membuat Siwon dan Heechul berteriak, ''Kau tidak mengerti!'' Kyuhyun memegangi kupingnya, ''Memangnya apa maksudnya?'' Kyuhyun bertanya.
Heechul memijat pelipisnya yang menegang, dia lupa jika anak tunggalnya itu masih polos, kecil dan belum dia ceritakan soal kelebihan keluarga mereka. Siwon hanya menggeleng pasrah memiliki istri polos seperti Kyuhyun. Apa bahasan mereka malam ini adalah membuat anak kecil paham persoalan dewasa, ck!
-Sweet Love-
''Aku masih tidak mengerti pikiran Mommy.'' Kyuhyun merebahkan tubuhnya disebelah Siwon yang memiringkan tubuhnya menghadap Kyuhyun.
''Maksudmu soal kronologis kelahiranmu?'' tebak Siwon. Kyuhyun mengangguk, ''Dulu Mommy hanya mengajariku jika sepasang orang yang mencintai saling melepas pakaian mereka lalu salah satu dari mereka akan hamil. Tapi selama ini Seonsaengnim hanya berkata jika bayi lahir dari rahim wanita.'' jelas Kyuhyun. Masih terlihat jika dia tidak mengerti soal cerita Mommynya yang mengatakan jika Kyuhyun terlahir dari seorang pria. Dan kemungkinan dia juga bisa merasakan itu karena Kyuhyun anaknya.
Siwon sebenarnya sudah diceritakan perihal hal itu sejak awal. Tidak mungkin jika orang tuanya menikahkan Siwon dengan Kyuhyun jika tidak memungkinkan memiliki keturunan. Namun Kyuhyun yang selama ini sekolah di sekolah normal dengan sistem pendidikan dan pelajaran umum tentu tidak pernah mendapatkan pendidikan soal hal semacam itu.
''Suatu saat nanti kau akan mengerti Kyuhyunnie. Bagaimana agar kau mengerti aku akan membuatmu hamil.'' ucap Siwon. Kyuhyun menatapnya tajam, ''Apa maksudmu? Kau mau perutku besar, tidak!'' tolak Kyuhyun. Siwon berusaha merayunya, ''Apa kau mau selamanya hidup berdua tanpa tangis seorang bayi, tanpa penerus keluarga. Kau mau memiliki rumah tangga seperti itu?''
Kyuhyun bangun dari duduknya, sejujurnya dia masih penasaran dengan cerita Heechul. Mungkin akan lebih ia mengerti dan pahami jika apa yang Heechul katakan terjadi padanya. Saat ingat lagi jika dia dan Siwon memang sepertinya sudah berjodoh.
''Aku mau Ahjusshi, asal dengan syarat kau harus menuruti semua yang aku katakan. Semua peraturan yang sudah kita buat harus kau bakar. Sekarang hanya ada satu peraturan yaitu, apapun yang aku mau harus dituruti.'' ucap Kyuhyun. Siwon tersenyum mendengarnya, rasa penasaran yang tinggi membuat Kyuhyun menerima permintaan orang tua mereka.
''Kau serius? Kau harus berjanji akan menjaga Baby kita dengan baik.'' pinta Siwon. Kyuhyun yang tidak tahu bagaimana rasanya dan apa yang akan dia alami kedepannya menganggukan kepala, ''Tentu saja!'' senyum manis terpantri di wajahnya.
''Tapi bagaimana caranya?'' tanya Kyuhyun polos. Siwon mendekatkan kepalanya dan membisikan sesuatu, ''Mwo?'' kaget Kyuhyun. Siwon tersenyum tampan padanya, ''Hanya itu satu-satunya cara Kyunie.'' Mendengar dan membayangkannya saja membuat bulu kuduk Kyuhyun berdiri semua.
''Bagaimana kalau nanti saja, aku mengantuk!'' Dengan cepat Kyuhyun menyelimuti seluruh tubuhnya. Siwon hanya memakluminya sambil memikirkan cara melakukannya tanpa menyakiti Kyuhyun.
-Sweet Love-
Pagi-pagi sekali Siwon bangun untuk menghubungi orangtua dan mertuanya. Sejak awal mereka bekerja sama untuk melakukan cara agar Kyuhyun bisa mendapatkan keturunan. Hal ini juga yang pernah dilakukan orang tua Kyuhyun maupun Siwon di masa lalu.
Namun hal ini berbeda saat Kyuhyun yang akan mengalaminya. Mengingat jika dia masih sangat muda, proses dan waktu yang dibutuhkan akan cukup lama. Ditambah rasa sakit yang akan Kyuhyun terima. Tentu prosesnya berbeda dengan pasangan normal, yang mana saat sperma membuahi sel telur dalam proses penetrasi bisa menghasilkan embrio. Mungkin jika male-pregnant akan membutuhkan cara lain dan waktu yang lama.
''Ne, Mommy. Nanti aku akan membawa Kyuhyun ke ruma.'' Siwon mematikan ponselnya. Beruntungnya dia memiliki Ayah seorang dokter. Dengan begitu ayahnya memilki banyak koneksi dengan dokter, termasuk dokter kandungan.
''Ahjusshi, hari ini aku pergi ke rumah Henry.'' ucap Kyuhyun baru saja bangun dari tidurnya dengan masih memakai piyama lucunya. Siwon tersenyum simpul membayangkan namja manis itu berperut buncit, kkk~
''Ne, tapi nanti sore kita pergi ke rumahku.'' ucap Siwon. Kyuhyun mengernyitkan alisnya, ''Jika bertemu Nenek aku tidak mau!'' ucapnya. Siwon tertawa, ''Jangan takut pada Nenekku. Nenek orang baik Kyu.''
Kyuhyun tetap tidak peduli. Sudah cukup waktu itu tulangnya yang hampir patah karena menggendong Nenek Siwon. Lalu-luka lebam dan semprotannya membuat Kyuhyun kapok berkunjung.
''Tetap tidak mau!''
''Ne, tenang saja. Nenek sudah kembali ke Busan sejak minggu lalu. Jadi kita tidak akan bertemu dengannya, lagipula sebelumnya kita pergi ke rumah sakit ayahku.'' jelas Siwon sambil menyiapkan sarapan. Kyuhyun duduk di meja makan dengan menyantap sarapan yang Siwon buat, ''Apapun itu terserahlah!'' ucapnya. Siwon mengacak pelan rambut coklat Kyuhyun, ''Good Wife! Habiskan sarapanmu, jangan lupa bersihkan rumah.''
''Masih membersihkan rumah? Bukankah peraturan itu...''
''Kau lupa, kau belum hamil dan itu artinya peraturan itu masih berlaku. Sudah aku pergi kerja dulu, bye!'' Siwon menenteng tas kerjanya dan pergi meninggalkan rumah.
Kyuhyun mendengus pelan, ''Tidak! Kapan aku hamil sih.'' ucapnya malah menjadi antusias. Tapi detik kemudian dia tersadar, ''Ahhh, aku sudah gila!'' Kyuhyun memilih menghabiskan sarapannya dalam diam. Membersihkan rumah lalu dia pergi menemui sahabatnya.
-Sweet Love-
Zhoumi hanya membolak-balik file di depannya. Pikirannya sekarang tertuju pada perkataan Siwon tempo hari. Apa ia dia terlalu mengatur kehidupan Changmin. Siwon yang bukan siapa-siapanya saja peduli pada kehidupan dan kesukaan adiknya.
''Sajangmin, saya buatkan kopi. Semoga dengan ini anda bisa lebih relaks.'' Sunmi masuk dan meletakan secangkir kopi di meja Zhoumi. Zhoumi mengalihkan pandangannya dari file ke wanita itu, ''Kau tahu nomor ponsel guru Changmin yang waktu itu datang?'' tanya Zhoumi.
Sunmi mengingat-ingat, ah dia ingat mungkin maksudnya guru yang memiliki bentuk dada yang beda sebelah itu. ''Sepertinya saat menulis di buku tamu dia hanya meninggalkan nomor rumah.'' ucap Sunmi. Zhoumi tersenyum, ''Berikan padaku!''
-Sweet Love-
Kyuhyun curhat pada Henry dan Ryeowook soal kesepakatannya dengan Siwon. HenWook tidak menyangka jika Kyuhyun mau menerima permintaan Siwon hanya karena syarat seperti itu. Sebodoh-bodohnya manusia, tentu mereka tahu jika hal yang akan Kyuhyun lalui kedepannya akan sulit.
''Kau yakin? Hamil dan melahirkan itu menyakitkan.'' ucap Henry. Kyuhyun sebenarnya merasa takut tapi dia kasihan pada orang tuanya.
''Kalian tahu bukan, aku anak tunggal. Siapa lagi yang akan memberikan orang tuaku cucu.'' ucap Kyuhyun terdengar dewasa memang. Kedua sahabatnya tidak bisa berkata apa-apa lagi.
''Lalu bagaimana dengan kuliahmu? Apa tidak malu?'' tanya Ryewook. Kyuhyun lupa memikirkan soal hal itu, ''Aku akan tetap kuliah. Tapi mungkin nanti akan cuti.'' jawabnya santai. Kedua sahabatnya heran kenapa Kyuhyun bisa santai. Apa yang sudah dikatakan Siwon untuk merayunya.
Kring!
Telepon rumah Henry berbunyi, dengan cepat Henry mengangkat panggilan itu. ''Ne, Emmm, Marry?'' Henry menggigit bibirnya saat seorang namja menelpon menanyakan nama samaran Kyuhyun saat jadi Yeoja.
''Ne, tunggu sebentar.'' Henry langsung berlari menghampiri Kyuhyun, ''Kyu gawat! Jung Zhoumi meminta kau bertemu dengannya.''
''Mwo?!''
-Sweet Love-
Zhoumi tersenyum lebar saat Marry atau dalam pikirannya wanita itu adalah guru terbaik adiknya. Zhoumi senang karena Marry mau menemuinya untuk membahas soal masa depan Changmin. Seandainya guru itu tahu kalau dia sudah jatuh cinta sejak pertemuan pertama mereka. Sunmi memberikan bunga yang sudah Zhoumi pesan, ''Good luck, Sajangmin!'' Sunmi menyemangati. Zhoumi tersenyum lebar lalu pergi ke tempat yang sudah ia janjikan dengan Marry.
Di tempat lain, Kyuhyun sudah memutuskan kalau dia akan jujur jika tidak ada guru yang bernama Marry. Dia akan meminta maaf karena sudah membohongi Zhoumi. Jika dia tidak jujur dari sekarang, Kyuhyun takut masalah akan semakin berkembang dan justru membuat persahabatannya dengan Changmin hancur, Siwon dan Zhoumi akan semakin berselisih.
Namja manis itu sudah menunggu kedatangan Zhoumi dengan tegang. Dari meja yang tidak jauh, Henry dan Ryeowook memantau mereka. Sesekali HenWook menyemangati Kyuhyun. Rasanya sangat mendebarkan dan menakutkan, lebih takut dari pada saat Kyuhyun menyamar dulu.
Sosok Zhoumi datang, pelayan menunjukan meja Kyuhyun. Tanpa sadar Zhoumi berjalan kearah meja itu tanpa curiga jika sosok pria yang duduk di meja itu. Kyuhyun sudah berkeringat hebat, semoga Zhoumi tidak membunuhnya.
''Choi Kyuhyun? Sedang apa disini? Apa Marry Saem, mengajakmu juga?'' tanya Zhoumi heran. Kyuhyun berusaha tenang agar bisa mengatakan semuanya dengan benar.
''Hyung, duduklah. Ada yang ingin aku sampaikan.'' ucap Kyuhyun. Dengan wajah bingungnya Zhoumi duduk di depan Kyuhyun. Kyuhyun melihat bunga yang Zhoumi bawa, rasa bersalah semakin besar saat tahu jika dia sudah membuat Zhoumi menyukai wanita fiksi yang tidak pernah ada.
''Ada apa? Kemana Marry Saem?'' tanya Zhoumi. Kyuhyun menarik napasnya, ''Sebenarnya aku Marry Saem.'' jujur Kyuhyun. Zhoumi tertawa keras, ''Hahaha... Mana mungkin, jangan bercanda bocah!''
Kyuhyun mengambil wig dari dalam kantong dan memakainya, ''Bagaimana? Kau percaya Hyung?'' Zhoumi menghentikan tawanya dan menatap shock Kyuhyun. ''Apa maksudnya semua ini. Apa Choi Siwon yang menyuruhmu membohongiku! Dia sudah ikut campur lebih jauh!''
''Tidak Hyung. Ini murni ideku. Aku sangat menyayangi sahabatku, Changmin. Aku ingin dia terus melanjutkan pendidikannya, hanya itu Hyung. Jebal~ Maafkan aku.'' ucap Kyuhyun tulus. Zhoumi terlihat sangat kecewa, dia sudah dipermainkan oleh seorang anak kecil. Bodoh karena Zhoumi bisa menyukai wanita palsu!
''Kau keterlaluan! Aku berterima kasih karena kau memperdulikan adikku, tapi caramu membuatku muak!'' marah Zhoumi membuat pengunjung menatap kearah mereka. Kyuhyun menangis dan berjongkok di depan Zhoumi, ''Maafkan aku Hyung. Aku benar-benar menyesal... Aku mohon bantu Minnie, aku mau dia bahagiaa...'' pinta Kyuhyun sambil menangis. Zhoumi berusaha melepaskan tangan Kyuhyun, ''Pantas saja Choi Siwon begitu peduli pada adikku, jadi semuanya karenamu!''
''Maafkan aku, aku janji tidak akan mencampuri urusan kalian lagi. Tapi aku mohon jangan paksa Minnie~''
Zhoumi sebenarnya tidak bisa menyalahkan semuanya pada Kyuhyun. Dia sadar kalau sikapnya pada Changmin memang keterlaluan. Dia seharusnya sadar, seorang pria rela menyamar menjadi wanita hanya untuk adiknya. Hati kecilnya berkata kalau sudah saatnya dia berubah dan memberikan apa yang adiknya mau, bukan memaksakan kehendaknya.
''Untuk kali ini aku memaafkanmu! Katakan juga pada Siwon, ucapannya sudah menyentuh hatiku. Terima kasih semuanya!'' Zhoumi bangun dan meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan Zhoumi, dia bangun dan menatap kepergian Zhoumi dengan senyuman. Kedua sahabatnya mendekati Kyuhyun, ''Kyu, bagaimana? Dia memaafkanmu tidak?''
Kyuhyun tersenyum lalu mengambil bunga yang tadi Zhoumi bawa, ''Ini untukku bukan?'' ucapnya sambil tersenyum. Kedua sahabatnya tersenyum, ''Syukurlah dia memaafkanmu.''
-Sweet Love-
''Kyuhyun, kenapa dengan matamu?'' ribut Siwon saat mereka datang ke tempat janjian mereka di depan halte. Kyuhyun beralasan, ''Aku tadi habis menonton film sedih dirumah Henry.'' jawabnya. Siwon mengangguk, kadang Kyuhyun memang seperti wanita juga.
''Masuk, kita pergi ke rumah sakit.'' titah Siwon. Kyuhyun menurutinya dan masuk kedalam mobil Siwon. Siwon memasangkan sabuk pengaman, memandangi wajah Kyuhyun sebentar lalu mengecup bibir pinknya. Wajah Kyuhyun memerah saat merasakan ciuman Siwon.
''Ahjusshi~'' rajuknya dengan wajah merah padam. Siwon tersenyum lalu meletakan telunjuknya dia bibir Kyuhyun, ''Rasanya manis, aku mulai menyukainya bahkan membuatku kecanduan.'' ucapan Siwon membuat Kyuhyun kembali merajuk.
''Sudah, cepat jalankan mobilnya!'' Kyuhyun menunduk menyembunyikan rona merah di pipinya. Siwon tersenyum lalu mulai melanjutkan mobilnya. Sesekali menatap kearah Kyuhyun, diraihnya tangan kiri Kyuhyun dan diciumnya. ''Aku senang memilikimu.'' ucap Siwon. Kyuhyun hanya terkikik, Kyuhyun tidak pernah membenci Siwon hanya saja kadang pria itu membuatnya kesal jika sudah memerintah.
''Ahjusshi, nanti beli PSP baru ya.'' pinta Kyuhyun. Siwon hanya menggeleng-gelengkan kepala, ''Terserah kau saja. Apapun akan aku belikan,''
-Sweet Love-
Hospital.
Setelah perbincangan panjang antara Dokter, Siwon, Kyuhyun dan Ayah Siwon mereka mulai masuk kedalam lab khusus. Dari luar, Kyuhyun bisa melihat banyak sekali botol-botol obat yang berjejer di dalam entalase besar. Dokter meminta Kyuhyun duduk di sofa sementara Siwon ia ajak mencari pil khusus.
''Ingat Siwon, aku pastikan Kyuhyun siap lahir dan batin.'' ucap Dokter. Siwon melirik Kyuhyun yang duduk sambil berbincang dengan ayahnya, ''Aku yakin dia siap Dokter.'' jawab Siwon. Dokter lalu mengambil botol yang berisi pil hormon.
''Beri pil ini pada Kyuhyun.'' Dokter memberikan satu botol pada Siwon.
''Pil apa ini?'' tanya Siwon.
''Pil Hormon. Pil ini akan membantu Kyuhyun untuk mempersiapkan kehamilan. Mungkin nanti efeknya akan aneh, dia akan banyak mengalami hal yang wanita alami saat akan memulai pembuahan. Kyuhyun dengan sendirinya akan menghasilkan sel telur alami.'' jelas Dokter. Siwon berbisik, ''Apa boleh melakukan hubungan dok?'' tanyanya.
''Tentu itu dianjurkan. Saat Kyuhyun meminumnya, dia akan menjadi panas. Kau wajib membuat Kyuhyun mengeluarkan spermanya sebelum akhirnya berubah menjadi sel telur. Tapi setelah kedua kalinya dia meminum, kau tidak akan bisa menyentuhnya karena perubahan hormon di dalam tubuhnya akan membuat tubuhnya super sensitif.''
-Sweet Love-
Saat sudah sampai dirumah. Siwon meminta Kyuhyun untuk mandi, Kyuhyun menurut saja karena dia juga sudah mendapat perintah dari mertuanya untuk menuruti semua perkataan Siwon. Siwon mempersiapkan segala sesuatu untuk malam pertama mereka.
''Semoga pil ini membantu banyak.'' Siwon meletakan satu butir di telapak tangannya. Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan pakaian mandinya.
''Kyu, kemarilah.'' pinta Siwon. Kyuhun menurutinya dan duduk di sisi tempat tidur.
''Sekarang minum pil ini, ini yang tadi Dokter berikan.'' Siwon memberikan satu butir pada Kyuhyun, Kyuhyun langsung menelannya.
''Tidak ada rasanya.''
''Apa yang kau rasakan?'' tanya Siwon. Kyuhyun menggeleng, ''Tidak ada. Aku pikir pil itu rasa strawbery, yasudah aku ganti baju dulu.'' Kyuhyun berjalan membuka lemari pakaiannya.
Siwon heran, kenapa dia tidak bereaksi apa-apa. Siwon mulai meragukan Dokter Hwang, ''Kenapa Kyuhyun tidak bereaksi?''
''Ukh, Hyung!''
Suara lembut Kyuhyun memanggilnya Hyung membuat Siwon degdegan, Kyuhyun membalikan tubuhnya sambil menggigit bibir bawahnya, ''Hyunngghhh...'' ucapnya. Siwon panik melihat wajah Kyuhyun memerah.
''Kau kenapa Kyunnie?'' Siwon mendekatinya. Kyuhyun meraba wajahnya, ''Panasss,'' desisnya. Siwon tersenyum, efek obat itu akhirnya bereaksi juga.
''Hyungggg~ kenapa dengan tubuhku?'' Kyuhyun meraba dadanya, nipplenya menegang. Tubuhnya penuh keringat, lalu adiknya mulai terasa tidak enak.
-Sweet Love-
TBC.
DON'T BASH GOOD PEOPLE.
NC part depan! kkk~
