Lee Hyun Ri © 2014 present
.
KyuMin's Fanfiction
.
Me or Your Uncle?
.
Disclaimer : All Casts belong to each other, but plot and this fanfic totally Mine!
.
Rate : T+ / T to M (Maybe)
.
Warning : YAOI | M-Preg | OOC | Typo (es) | Bad EYD | Mainstream Story | Bad Diction | Don't Like, Don't Read! | Bash, Flame, and Copast Not Allowed Here!
..
-oOoOo-
.
Sungmin menatap datar sekaligus gusar pada Siwon dan Kibum. Pasangan itu tampak begitu bahagia dengan dunia mereka sendiri tanpa menyadari bahwa Sungmin juga berada disana. Yah, bisa dimaklumi. Wajar bukan jika Siwon dan Kibum seperti itu? pasalnya Kibum kini tengah mengandung. Mendengar kabar bahagia tersebut jelas Siwon merasa hidupnya begitu lengkap. Bahkan sejak tadi Siwon terus sibuk mengurus Kibum, mulai dari memaksa menyuapi namja manis itu makan hingga sibuk sendiri mengelus perut rata Kibum tanpa menyadari kini keponakannya satu-satunya –Sungmin- tengah memandang jengah pasangan tersebut.
Sungmin tak tahan lagi, dengan kesal ia berdiri dari tempat duduknya tanpa menghiraukan panggilan Kibum yang menyuruhnya menghabiskan makan malamnya yang bahkan baru ia makan setengah. Sungmin tak peduli. Yang ia inginkan saat ini adalah menyendiri. Mungkin sendirian lebih baik di banding berada di keramaian tetapi tak satupun dari keramaian tersebut yang menanggapimu, bukan? Seperti patung saja, pikir Sungmin.
Sebenarnya hari ini Sungmin enggan berangkat ke sekolah. Entah kenapa ia merasa tidak nyaman. Ia merasa seperti ada yang berubah. Dari dulu ia memang tak pernah dekat dengan teman-teman sekelasnya, ia jarang membuka diri, namun biasanya ia akan biasa saja, namun akhir-akhir ini entah kenapa ia merasa ada yang berubah, tapi entah apa, rasanya seperti… sepi? Padahal hari-harinya berjalan seperti biasanya. Tapi ia mulai merasa muak dan jenuh pada hari-harinya di sekolah ini. Seperti halnya sekarang. Mulai dari datang pagi tadi hingga kini Sungmin hanya merebahkan kepalanya di atas meja. Hari ini jam kosong hingga istirahat. Otomatis kelas Sungmin begitu gaduh, namun Sungmin tak peduli itu.
"Hey, kau tahu? Aku dengar Kyuhyun-ssi berkencan dengan Seulgi adik kelas kita," suara anak-anak perempuan yang sedang bergosip heboh itu tentu saja terdengar oleh Sungmin. namun Sungmin hanya berdecih lirih, "Dasar penggosip,"
"Ne, aku juga dengar itu, ah sayang sekali… padahal Kyuhyun-ssi sangat tampan. Aku sangat menyukainya. kenapa Kyuhyun-ssi malah memilih bocah ingusan itu?" ujar gadis berambut pendek tak kalah heboh.
'Karena kau bawel…' jawab Sungmin dalam hati seraya terkikik pelan.
"Jelas saja Kyuhyun-ssi tak mau denganmu. Body-mu rata begitu," balas temannya santai.
Lagi-lagi Sugmin terkikik dalam hati, 'Ah, itu benar, mana mau si mesum Kyuhyun dengan yeoja berdada rata. Pria itu kan mesum pasti dia mencari pasangan yang seksi,' batin Sungmin. seketika Sungmin tersentak dari pemikirannya. Sejak kapan ia jadi tahu soal selera si mesum Kyuhyun? ah, yang benar saja.
"Tapi yang aku dengar, Kyuhyun-ssi sudah sangat dekat dengan keluarga Lee Seulgi. Bahkan ayah Lee Seulgi sangat menyukai Kyuhyun-ssi. Menurut kalian apa mereka akan menikah?" Sungmin mendengus kesal mendengar gossip yang satu ini. Entah kenapa ia jadi kesal sendiri.
'Apa aku harus mencari kekasih juga agar tak sekesal ini? Lagipula kenapa aku kesal, ya? Ah, pasti karena aku iri karena si mesum itu sudah punya kekasih sementara aku belum. Mungkin karena ini juga aku merasa kesepian… ah, pasti begitu,' pikir Sungmin lagi.
Sementara Sungmin masih memikirkan bagaimana cara agar ia dapat kekasih, kini suara gaduh para namja lah mengusik gendang telinga Sungmin. mau tak mau ia mengangkat kepalanya dari atas meja. Sudah cukup acara pura-pura tidurnya.
"Ya! Kyuhyun-ah, sepertinya yeoja-mu akan kesini menghampirimu," ujar salah satu namja, yang rupanya teman Kyuhyun itu.
"Benar, beruntung sekali kau mendapatkan adik kelas kita yang cantik itu, Kyu," balas teman Kyuhyun yang lain. Kyuhyun tampak menyeringai bangga.
"Sebenarnya bukan aku yang beruntung mendapatkannya. Tapi dia yang beruntung mendapatkanku," ujar Kyuhyun seraya menyeringai puas kala menyadari ada tatapan di meja belakang yang ini memperhatikannya. Siapa lagi kalau bukan Choi Sungmin. jujur saja Kyuhyun gemas dengan tatapan Sungmin itu. sudah seminggu ini ia menjauh dari namja manis itu, namun tak dapat di pungkiri ia rindu saat-saat menggoda namja manis tersebut. tapi… sepertinya Sungmin benar-benar benci padanya. ya, mau tak mau ia harus menjauh dari namja manis itu.
Namun sepertinya keputusannya untuk sedikit bermain-main dengan yeoja yang merupakan salah satu penggemarnya itu tepat. Mungkin dengan cara ini ia bisa menarik perhatian Sungmin lagi walaupun hanya dari jauh. Tidak, tidak… bukan maksudnya ingin memanasi Sungmin atau membuat namja manis itu cemburu. Hanya saja ia hanya rindu dengan tatapan kesal Sungmin, dan dengan cara ini 'lah ia bisa menikmati kembali tatapan kesal Sungmin walaupun tak secara langsung menggodanya.
Sungmin berdecih kesal mendengar ucapan Kyuhyun. yeoja itu yang beruntung mendapatkan Kyuhyun? oh, yang benar saja, mendapatkan namja semesum Kyuhyun, bukankah itu sebuah kesialan? Batin Sungmin kesal.
Tak lama kemudian, di depan pintu kelas mereka, sesosok yeoja cantik berambut panjang tampak tersenyum malu-malu seraya menghampiri meja Kyuhyun. ucapan sarat akan godaan tampak terdengar dari beberapa teman Kyuhyun sementara sisanya, terutama kalangan yeoja memilih diam namun tetap menatap tajam yeoja yang kini tengah memberikan Kyuhyun sekotak bekal. Makan siang mungkin.
"Oppa, aku harap kau memakannya," ujar Seulgi malu-malu.
.
.
Sementara itu dari sudut belakang kelas Sungmin tampak jengah menatap adegan drama di depan kelas tersebut. benar-benar menjijikan, batinnya.
"Lebih baik aku keluar dan cari tempat untuk tidur siang," monolog Sungmin seraya beranjak keluar kelas. Tujuannya sekarang hanya satu. Pohon di area belakang sekolah. Sepertinya itu tempat yang nyaman untuk tidur.
"Saudara Kyuhyun, apakah anda bersedia menerima saudara Sungmin sebagai pasangan hidup anda, dalam keadaan susah maupun senang hingga maut memisahkan kalian?"
"Saya bersedia,"
Sungmin tersentak kaget. Kenapa dia bisa berada disini? Kini ia tengah berada disebuah altar dan di hadapannya kini tengah berdiri seorang pastur. Sungmin menatap tubuhnya sendiri. Tubuhnya kini terbalut dengan tuxedo putih. Lalu… apa itu tadi? Sebuah janji pernikahan? Siapa yang menikah? Kenapa suara orang disebalahnya tadi begitu mirip dengan suara…
"Silakan mencium pasanganmu,"
Tak lama kemudian sepasang lengan kokoh terasa menangkup bahu Sungmin. sungmin merasa dirinya kini bagaikan kerbau yang di cocok hidungnya. Ia tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan untuk sekedar bicara pun tidak. Ia masih sulit mencerna apa yang terjadi disini.
Pria di sebelah Sungmin kini telah berdiri tepat menghadap Sungmin. tunggu, Sungmin sepertinya tahu siapa pria ini. Dengan takut-takut Sungmin mendongak mencoba menatap wajah pria yang lebih tinggi daripada dirinya itu. sungmin tercekat, namja itu…
Si mesum Kyuhyun?
Kyuhyun tampak tersenyum manis menatap Sungmin yang kini menatapnya bingung. Tunggu, Kyuhyun tersenyum? Jujur baru kali ini Sungmin menatap Kyuhyun tersenyum begitu lembut, benar-benar membuat namja tersebut berkali-kali lipat lebih tampan.
Bagaikan patung, Sungmin hanya dapat terdiam saat wajah Kyuhyun semakin mendekat ke wajahnya. Napas Kyuhyun kini semakin terasa menerpa wajahnya.
"Saranghae, Cho Sungmin,"
Tanpa Sungmin sadari, kini bibir Kyuhyun sudah memagut mesra bibirnya. Sesekali namja Cho itu mengulum kecil bibirnya, membuat kaki Sungmin serasa lumpuh. Sungmin mulai terbuai, namun disaat ia ingin membalas ciuman namja Cho tersebut tiba-tiba saja Kyuhyun melepaskan pagutannya seraya tersenyum lembut.
"Aku harus pergi. selamat tinggal Sungmin-ah…"
Sungmin menatap tak percaya. Kini ia hanya sendirian disini. Kemana Kyuhyun? kemana pastur tadi? Kemana para tamu undangan?
Teet… Teet…
Sungmin seketika terbangun dari tidurnya, Sungmin menatap sekelilingnya. Rupanya ia masih berada di bawah pohon di halaman belakang sekolah. Seketika Sungmin tersadar. Tangannya meraba bibirnya cepat. Jadi, yang tadi hanya mimpi?
"Sial, tidak di dunia nyata, tidak di dalam mimpi tetap saja dia mesum," batin Sungmin kesal. Namun sekali lagi ia meraba bibirnya sendiri. Bibirnya terasa lembab.
"Rasanya begitu nyata," batin Sungmin. namun ia tak mau memikirkannya terlalu dalam. Lebih baik ia cepat masuk kelas.
Sedari tadi Sungmin terus megubah posisi tidurnya resah. Ia tak bisa tidur malam ini. Entah kenapa mimpinya di sekolah siang tadi terus berputar-putar di benaknya. Ucapan cinta Kyuhyun, ciuman Kyuhyun… semua itu terasa begitu nyata baginya. Kyuhyun benar-benar memenuhi kepalanya hari ini. Ia jadi teringat kejadian siang tadi. Betapa memalukannya ia. Bisa-bisanya ia memerah malu jika berpapasan dengan Kyuhyun. bahkan hingga pulang sekolah Sungmin berusaha menghindar dari Kyuhyun.
"Sepertinya aku mulai tidak waras…"
Sungmin mencoba menutup matanya lagi, namun…
"Arrgh… sepertinya penyakit mesum Kyuhyun tertular padaku. Bagaimana bisa mimpi itu terus membayangiku?"
"Ini memalukan…."
Sedari tadi Sungmin berdiri di halte dekat sekolahnya. Ia tahu betul setiap pulang sekolah pasti Kyuhyun melewati jalan ini. Bagaimana ia bisa tahu? Salahkan saja mimpi yang mengusik Sungmin itu, kini ia telah berubah jadi stalker Kyuhyun akibat mimpi itu. dan puncaknya adalah hari ini, Sungmin sudah tak tahan lagi. Sepertinya tanpa ia sadari, kini ia telah jatuh dalam pesona Cho Kyuhyun. bahkan ia sudah tak peduli lagi bagaimana Siwon dan Kibum bermesraan dihadapannya. Jika melihat pasangan Siwon dan Kibum bermesraan bukannya kesal, malah lagi-lagi mimpi itu mengusik pikirannya.
Sungmin tersenyum kecil saat dilihatnya sosok namja tampan yang belakangan ini terus mengusik pikirannya, kini muncul dan berjalan kearahnya, ah lebih tepatnya arah yang sama dengannya.
"Kyuhyun-ah…"
Sapa Sungmin berusaha sedatar mungkin. Oh, ayolah ia tak mungkin kan bersikap layaknya penggemar Kyuhyun yang centil itu? padahal tak dapat di pungkiri, jantung Sungmin kini telah bekerja berkali-kali lipat lebih cepat. Terlebih saat ia melihat ekspresi Kyuhyun yang seolah menatapnya tak lebih dari para fans namja Cho itu.
Kyuhyun tampak menjengitkan sebelah alisnya sebelum kemudian bertanya, "Ada apa, Sungmin-ssi?"
Sungmin tampak tercekat saat menyadari nada bicara Kyuhyun yang kini berubah total. Sepertinya Kyuhyun benar-benar marah padanya. sungmin berdehem sejenak sebelum menjawab, ia berusaha setenang mungkin dan bersikap biasa saja.
"Aku… apa kau masih marah padaku?" tanya Sungmin ragu seraya mengimbangi langkah Kyuhyun yang terus berjalan tanpa menghiraukannya yang tampak kesulitan menyejajarkan langkahnya dengan langkah panjang Kyuhyun.
"Ah, maksudku… aku mau minta maaf padamu. Terkadang, terkadang mulutku ini sulit di kontrol saat bicara. Jadi maafkan aku," ujar Sungmin seraya terus berusaha membuat obrolan untuk memecahkan suasana dingin diantara mereka.
"Tidak masalah," jawab Kyuhyun singkat. Sungmin berdecih lirih.
'Sial, kenapa kesannya seperti jadi aku yang mengejar-ngejarnya? Seperti gadis saja,' batin Sungmin kesal.
"Apa kau sudah diberitahu Kibum ahjumma?" tanya Sungmin lagi. Sepertinya ia benar-benar menjadi cerewat hari ini.
"Tentang?"
"Kibum ahjumma saat ini tengah mengandung," jawab Sungmin seraya tersenyum lebar. Sejenak Kyuhyun tampak menatap Sungmin heran, namun kembali ekspresi datar menghiasi wajah tampannya.
"Benarkah? Dia belum memberitahuku. Mungkin nanti…"
Sejenak keheningan kembali tercipta diantara mereka, sebelum sebuah kesadaran menghampiri Kyuhyun.
"Tunggu. Mau kemana kau sebenarnya? Bukankah rumah Siwon hyung bukan kearah sini?" tanya Kyuhyun penuh selidik.
Sungmin tampak tercekat. Bodoh sekali dia. Kenapa ia tak memikirkannya. Sekarang ia harus menjawab apa? Mau bilang ke rumah teman? Hey, Kyuhyun tahu Sungmin tidak punya teman dekat di kelas.
"Itu… aku… aku… sebenarnya aku sekarang sedang kabur dari rumah. Benar begitu," ujar Sungmin cepat.
Kyuhyun tampak menatap Sungmin menyelidik.
"Kau kabur? Tapi mana barangmu? Lagipula untuk apa kau pakai kabur segala?"
"Kau ini banyak tanya! Aku ini kabur mendadak. Aku kesal pada Siwon ahjussi yang mengabaikanku, jadi aku malas kembali ke rumah. Dan mengenai barang-barang, aku akan membelinya nanti. Sementara aku pinjam bajumu dulu, ya?" ujar Sungmin lancar. Ya, setidaknya ia tidak seratus persen berbohong kan? Ia memang benar-benar kesepian, Siwon dan Kibum mengabaikannya dan ia tak punya teman.
"Kau menginap di tempatku?" tanya Kyuhyun tak percaya yang hanya di balas anggukan polos Sungmin.
"Jangan bilang pada Siwon ahjussi ataupun hyungmu, ya," ujar Sungmin lagi.
"Terserah kau saja,"
Sungmin tampak keluar dari kamar mandi Kyuhyun, saat ini ia sedang menatap isi apartemen Kyuhyun. disini hanya ada dua kamar, kamar utama jelas adalah kamar Kyuhyun, sementara kamar kedua telah disulap menjadi ruangan khusus peralatan game Kyuhyun.
"Kyu, disini hanya ada satu kamar. Aku tidur dimana?" tanya Sungmin ragu. Oh, ayolah ia tak akan mau tidur sekamar dengan Kyuhyun. biar bagaimana pun ia cukup trauma dengan kelakuan mesum namja Cho itu.
"Terserah kau saja. Kau bisa tidur di sofa ruang tamu. Aku pergi dulu," ujar Kyuhyun datar seraya beranjak keluar apartemennya.
"Mwo? Kejam sekali dia. Apa dia benar-benar Cho Kyuhyun?" ujar Sungmin tak percaya.
Kyuhyun tampak berjalan gusar menuju rumah Seulgi. Bukan, bukan untuk menemui Seulgi. Yang benar saja, Kyuhyun sama sekali tak menaruh rasa pada gadis aneh itu. ia kesana untuk bertemu, Lee Kangin, ayah Seulgi sekaligus guru beladirinya. Kyuhyun memang mengikuti kursus beladiri sejak sekolah menengah pertama, dan Lee Kangin 'lah yang mengajarinya hingga saat ini. Lee Kangin begitu baik padanya, bahkan sudah menganggapnya seperti putranya sendiri.
Kyuhyun teringat dengan kejadian hari ini. Sungguh aneh, Sungmin kabur dari rumahnya? Dan kini memilih menginap di apartemannya? Jelas ini bahaya.
Kyuhyun teringat kejadian saat Sungmin tertidur di bawah pohon di taman belakang sekolah, bisa-bisanya saat itu ia mencium Sungmin dan mengatakan cinta pada pemuda manis itu. hey, bahkan saat mereka tak serumah lagi pun, Kyuhyun tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Sungmin, bagaimana sekarang? sungmin sendiri yang memaksa menginap di apartemennya.
Sejujurnya tadi ia tak tega juga menyuruh Sungmin tidur di sofa, tapi mau bagaimana lagi? Tadi Sungmin mengenakan kaos miliknya yang sudah jelas kebesaran di tubuh mungil Sungmin. dan sialnya itu membuat Sungmin semakin terlihat seksi di mata Kyuhyun.
Mau tak mau Kyuhyun memutuskan untuk pergi.
.
.
Tanpa terasa kini Kyuhyun telah sampai di kediaman keluarga Lee, Kangin tampak menyambut ramah murid kesayangannya ini. Tak jauh dari tempat Kangin dan Kyuhyun mengobrol, tampak Seulgi kini menatap Kyuhyun malu-malu. Benar-benar membuat Kyuhyun tidak nyaman. Jika tidak memikirkan Kangin, mungkin Kyuhyun tak akan bersikap ramah pada yeoja itu.
Sungmin kini tampak tertidur pulas saat Kyuhyun pulang. Kyuhyun sengaja baru pulang saat tengah malam begini. Ia tak yakin bisa menahan diri jika terus terusan berada di dekat Sungmin. bisa roboh pertahanannya selama ini. Bisa sia-sia usahanya bersikap dingin pada Sungmin.
Tak bisa Kyuhyun pungkiri, Sungmin benar-benar menarik. Namun satu hal yang terus mengganjal di pikiran Kyuhyun. apa Sungmin masih menyukai pamannya? Apa Sungmin masih menyimpan rasa terlarang itu? apakah Sungmin kabur karena cemburu pada Kibum?
Ah, memikirkannya jelas membuat Kyuhyun kesal. Ia jadi teringat betapa sulitnya membuat Sungmin berpaling padanya.
Hari ini hari minggu, dan Kyuhyun telah bersiap akan pergi bersama Kangin menonton pertandingan bela diri junior-juniornya.
"Kyuhyun-ah, kau mau kemana?"
Suara imut Sungmin sontak membuat Kyuhyun menoleh pada namja mungil yang baru ia sadari telah menginap di apartemannya ini. Sungmin tampak mengucak matanya imut, tak ayal kelakuan namja imut itu membuat Kyuhyun menggeram tak sadar.
"Hey, Kyu? Kau melamun?"
Kyuhyun tampak tersentak dan buru-buru menguasai kembali dirinya.
"Aku akan pergi menonton pertandingan junior-junior ku," jawab Kyuhyun setenang mungkin.
"Bolehkah aku ikut?" tanya Sungmin semangat. Oh, tak mungkin kan seharian ini ia berdiam diri di apartemen saja? Sejenak Kyuhyun tampak menimbang akan membawa Sungmin atau tidak. Namun kasihan juga jika ia meninggalkan pemuda manis ini sendirian disini. Dia bisa mati kebosanan.
"Baiklah, kau cepat mandi. Dan pakai pakaian yang semalam ku belikan, pakaianku kebesaran untukmu," ujar Kyuhyun seraya beranjak duduk di sofa.
"Kau membelikanku pakaian? Gomawo," ujar Sungmin seraya bergegas menuju kamar mandi.
Kyuhyun menatap kepergian Sungmin intens, "Sial, aku benar-benar iri pada pakaianku yang bisa melekat pada tubuh Sungmin," ujar Kyuhyun tak jauh-jauh dari pemikiran mesumnya.
Sungmin terus mengekori Kyuhyun hingga masuk ke sebuah gelanggang olah raga. Sepertinya tempat lomba di laksanakan. Kyuhyun menyusuri deretan bangku penonton sementara itu Sungmin mengekorinya di belakangnya. Kelihatannya Kyuhyun sedang mencari seseorang.
Sungmin tampak berdecih kesal saat di lihatnya sosok adik kelasnya, Seulgi tampak melambaikan tangan tak jauh di depan mereka. Bergegas Kyuhyun melangkah kesana.
'Jika tahu ada gadis itu lebih baik aku tak usah ikut,' batin Sungmin kesal. Entah kenapa ia jadi begitu sebal pada sosok adik kelasnya itu. padahal Seulgi sama sekali tak pernah cari masalah dengannya.
Belum lagi Kyuhyun yang tampaknya begitu senang bertemu yeoja itu. buktinya ia balas tersenyum pada yeoja itu. benar-benar menyebalkan!
Kyuhyun tersenyum pada sosok Kangin yang sepertinya datang bersama putrinya itu. kyuhyun bergegas berjalan menuju tempat duduk Kangin. Masih ada dua tempat kosong disebelah kanan Kangin.
"Kyuhyun-ah, akhirnya kau datang juga," ujar Kangin senang. Matanya menangkap sosok namja yang kini berdiri dibelakang Kyuhyun. menyadari Kangin tampak menatap intens Sungmin, bergegas Kyuhyun memperkenalkan Sungmin,
"Ahjussi, perkenalkan ini temanku, Choi Sungmin,"
Kangin tampak menatap intens pemuda yang berada di belakang Kyuhyun. kenapa wajah ini begitu familiar baginya. Sementara itu Sungmin tampak menatap wajah Kangin terpaku. Wajah itu… walaupun wajah itu kini tampak lebih bersih dan kelihatan sudah berumur, namun Sungmin masih mengenalinya,
"Ya! Bisakah kau diam anak tak tahu diuntung! Seharusnya kau ikut pergi dengan Umma-mu itu ke neraka!"
Sekelebat kejadian sepuluh tahun yang lalu, kejadian yang berusaha ia kubur dalam-dalam kini memenuhi pikrannya.
"Dimana kau bocah sial?! Keluar kau!"
"Ampun Appa… sakit…"
"Ahjussi, perkenalkan ini temanku, Choi Sungmin,
"Dan Sungmin perkenalkan, ini guruku, namanya Lee Kangin,"
Samar-samar Sungmin masih bisa mendengar suara Kyuhyun menyebut nama itu… nama yang tak ingin ia ingat lagi. Nama yang mau tak mau kembali membuat Sungmin teringat masa lalunya, saat dimana ia sering di siksa, dan saat dimana ibunya pergi untuk selamanya karena orang itu…
"Appa…"
TBC
Apa banget deh ceritanya jadi nyerempet genre drama gini, kkk~ tapi yesungdahlah, itu sudah suratan takdir #plak.
Mian, updatenya lama chingudeul udah gitu pendek pula *bow* soalnya aku kerja, chingu… jadi waktu buat update FF semakin berkurang. Dan buat yg nanya kenapa aku menghilang dari peredaran selama 9 bulan. Alasannya juga sama, waktu itu aku setahun kerja di luar kota, jadi susah nyuri waktu buat update FF. nah, berhubung 2 minggu ini udah balik ke kota asal, aku putusin buat comeback deh walaupun updatenya tetep ga bisa kilat, wkwk *di lempar golok*
BIG THANKS TO ::
Lee'90 , danactebh , harusuki ginichi – 137411 , PRISNA , fariny, cho hyo woon, ammyikmubmik , sweetsferonika , lhk34 , lee sunri hyun , 5351 , littleming137 , allea1186 , sissy , ristinok137 , lovy chwang , coffeewie137 , kyuminpu , shippo chan 7 , cho ocean , babychoi137 , abilhikmah , chaerashin , A , sary nayolla , okalee , Na , 1123 , indah mirahati137 , ulee , cholee , bebek , cho adah joyer , gyumin4ever , cywelf , phia89 , guest , cho meihwa , guest , aprilbunny9 , ncie gyumingllove , chu , joywine addict , nova137 , buttcouple1137 , laurarose14 , tia , fitrikyumin , atiqah elfpumpkin , RD97 , zen liu , chaporch , ryeugaa-yewook , Minnie kyumin , chanmoody , shella elf , heny , leesangjin , mayasiwonest , bunda deva
.
.
Promote : yang doyan GS, mampir juga di FF baru ku yg The Silly Destiny, ya^^
.
Next? RnR pls…
