XXX

Studi tentang Serigala

Chapter 10: Alpha terhadap Omega

Cast: SVT JeongCheolSoo, BTS Jimin~ dan ada Taehyung kalau jeli.

Rating: T

Genre: Friendship/Romance

Warning: Part 1 of Cheol/his omega Two-shoot, OOC, A/B/O.

XXX

Ada sebuah pernyataan dari sahabatnya yang membuat Jeonghan senang pada suatu Jum'at malam,

"Aku rasa aku akan masuk ke sekolahmu semester depan."

Tapi Jeonghan tetap bilang, "Kalau kau lebih suka homeschooling, aku tidak memaksa."

"Ini bukan karena kau memaksaku, Jeonghan. Aku cuma berpikir kau ada benarnya, daripada aku bersembunyi dari alpha alpha di luar sana lebih baik aku mencari satu yang lain dari yang lain."

"Aku lain dari yang lain." Kata Jeonghan.

Sahabatnya itu tersenyum. Jeonghan mengenalnya sejak seminggu sebelum masuk SMA. Anak ini memutuskan untuk homeschooling (karena dia takut alpha. Sebenarnya dia cuma agak paranoid terhadap alpha) dan sejak itu Jeonghan terus memaksanya masuk ke SMAnya.

"Kau itu sudah seperti saudara untukku." Katanya, "tapi mungkin kalau kau sudah tidak naksir serigala itu kita bisa mencobanya."

Jeonghan terkekeh, "Sayangnya aku masih naksir."

"See."

"So?"

"Hm?"

"Kenapa kau tidak pindah Senin depan saja?"

"Kupikir sekolahmu butuh nilai mid test-ku?"

"Mungkin, " kata Jeonghan, "Mungkin tidak. Mereka santai. Dan! mereka punya lantai terpisah untuk para omega. Sekolahku itu tiga lantai, lantai tiga itu khusus omega, jadi tidak ada kelas campuran seperti sekolahmu dulu. Tidak akan ada alpha yang akan naik kesana."

"Kumohon, Jeonghan, jangan bicara seperti aku tidak tahu soal sekolahnu saja."

XXX

Kebanyakan omega yang tenang lebih suka diam di kantin lantai tiga daripada turun ke lantai dua atau satu. Kecuali Park Jimin dan itupun selalu bersama Kim Taehyung.

Bau Jimin, bau omega muda yang belum kawin secara keseluruhan, memang sangat manis dan sangat menarik, bau mereka memang diciptakan untuk menarik perhatian calon pasangan. Seungcheol dan Jeonghan bahkan sudah menoleh ke arah tangga sebelum Jimin terlihat. Jimin tidak seperti Wonwoo yang dilindungi bau alpha, dia tidak menggunakan bau siapapun untuk melindunginya seakan akan dia bangga kalau dia adalah omega, seakan akan dia memang sengaja melakukannya untuk menggoda alpha. Benar benar cari mati.

Dan alpha yang diincar Jimin sudah jelas siapa. Itu sudah jadi rahasia umum kalau Jimin menyukai Min Yoongi si pelatih basket.

Dan menjadi misteri kenapa Min Yoongi jadi lebih sering ada di sekolah daripada biasanya.

"Kenapa kau disini, Hyung?" Tanya Seungcheol.

Yoongi balik bertanya, "Tidak suka?"

Seungcheol tidak berani menjawab dia dan Jeonghan cuma duduk di sebelah Yoongi dan tahu tahu Yoongi sudah dikerumuni anak basket.

Yoongi cuma menghela napas malas karena anak anak didiknya terlaku berisik.

tapi kemudian Jimin datang, "Hai, Hyung!"

Min itu punya kontrol diri yang parah, mereka selalu lebih menuruti insting serigala mereka. Mata Yoongi sekilas berubah abu abu dan entah dia sadar atau tidak tapi dia memerintah anak basket dengan suara alpha, "Beri dia jalan."

Walaupun kejadian tadi bisa menjadi bahan untuk memojokkan Yoongi tapi Yoongi tetap alpha mereka. Ibaratkan ekskul basket sebagai kawanan, sudah jelas sekali Yoongi adalah alpha mereka, alphanya para alpha, dan bercanda dengannya sekarang adalah tindakan yang lebih berbahaya daripada tindakan cari mati a la Park Jimin.

Seungcheol yang duduk tepat di sebelah Yoongi bergeser, memberi tempat untuk Jimin duduk. Dan itu berarti dia bergeser ke arah Jeonghan.

Jeonghan dan bau omega yang selalu menempel padanya.

Seungcheol masih penasaran itu siapa.

seungcheol bahkan tidak sadar kalau salah satu dari mereka bicara, "Katanya di kelas 11 mau ada anak baru ya?"

Dia baru sadar waktu Jeonghan bertanya, "Wah, tahu darimana?"

"Cewek di kelas 11-B-2 berisik sekali tadi, kata mereka anak barunya laki laki"

"Perempuan memang biasa begitu, Tae."

Seungcheol bertanya, "Di kelas mana? A? B? O?"

"Katanya bukan anak A."

"Mungkin B." Kata Jimin, "Soalnya omega laki laki kan jarang."

Jeonghan tersenyum seakan dia tahu banyak hal, "Tapi mungkin seru kalau dia omega, akan àda yang menemani Uri Chim."

Jimin juga tersenyum, sebagai satu satunya omega dia sudah jadi seperti maskot tim, "Boleh juga."

Jimin itu manis, semua setuju bau Jimin manis dan segar, bau bunga, ada sesuatu yang seperti bau matahari dalam baunyaa dan itu membuat bau Jimin jadi seperti bunga kering.

Tapi menurut Seungcheol bau manis omega yang menempel pada Jeonghan lebih menarik dari bau bunga khas Jimin. Baunya tenang dan misterius, terlalu manis untuk alpha dan terlalu tenang untuk Jeonghan yang bisa tiba tiba meledak.

XXX

"Jeonghan?"

"Ya?" Jeonghan tersenyum, menyisir rambutnya. Dia manis, tapi menurut Seungcheol sendiri Jeonghan terlalu mengintimidasi untuk jadi seorang omega.

"Bau omega yang menempel padamu itu bau siapa?"

"Oh," Jeonghan masih tersenyum, "Nanti juga kau tahu, Cheol."

XXX

Seungcheol tidak berpikir yang Jeonghan maksud adalah apa yang terjadi pada hari pertama semester dua. Semuanya masih sama, senyum Jeonghan masih manis dan agak licik, dan Jimin masih kelewat bersemangat.

"Sudah bertemu anak baru?" Tanya Jimin.

"Belum." Jawab Seungcheol, "Jadi dia di kelas mana?"

"Dia sekelas denganku."

"Oh, omega. Jadi sekarang kita punya tiga Pangeran Omega."

Jimin tersenyum, terlihat senang sekali punya teman baru, "Mau bertemu dengannya? Dia di perpus."

"Ah? Kau mencoba menjodohkanku dengannya?" Tanya Seungcheok, Jimin cuma memainkan alisnya.

Entah cuma Jimin yang begini atau saudaranya juga. Tapi katanya Park adalah makcomblang terbaik. Mereka bisa melihat kemungkinan kecocokan dan memikirkan segala sesuatunya lebih dalam dari yang bisa dilihat. Menurut cerita Yoongi yang dipojokkan karena dia belum mating juga padahal banyak yang naksir dia, sebenarnya sudah sejak lama seniornya, disinyalir bernama Park Chanyeol, ingin menjodohkannya dengan seorang omega tapi dia tidak mau. Semua orang diam diam tahu Yoongi juga menginginkan Jimin. Dan ternyata apa? Omega yang ingin Park Chanyeol jodohkan dengan Yoongi adalah adiknya sendiri, Park Jimin. Menurut Seungcheol, daripada makcomblang terbaik, Park Chanyeol adalah seorang peramal.

Dan ketika pintu perpustakaan di belakang Seungcheol terbuka.

Seungcheol mencium bau itu.

Manis, tenang, misterius. Seungcheol ingin menelannya.

"Nah, itu Jisoo." Jimin memanggilnya dan Seungcheol menoleh pada omega itu.

Jisoo berjalan mendekati mereka dan Seungcheol bisa merasakan baunya lebih lagi. Ada bau Jeonghan yang cukup untuk melindunginya dari alpha tidak bermoral, tapi Seungcheok tetap tertarik karena dia suka sekali bau Jisoo.

"Jisoo, ini Choi Seungcheol. Seungcheol, ini Hong Jisoo."

Jisoo tersenyum, "Salam kenal, Seungcheol."

Senyum Jisoo manis.

Suaranya tenang dan langsung menusuk ke jantung.

Baunya benar benar menarik.

Dan pikiran Seungcheol kacau. Dia tidak tahu harus berkenalan atau memastikan kalau Jisoo adalah teman Jeonghan atau malah memuji baunya atau senyumnya.

Jisoo terlihat bingung karena Seungcheol tidak melakukan apa apa.

"Seungcheol," Jimin menyikutnya, Jimin berbisik, "Jangan blank, memangnya kau Taetae?"

"Seungcheol?" Jisoo masih bingung dan dia memanggil nama Seungcheol.

Bagaimana namanya Seungcheol terdengar saat Jisoo mengucapkannya membuat pikiran Seungcheol kacau.

Tapi mulutnya memilih untuk bicara, "Aku menyukaimu."

"Maaf?" Tanya Jisoo

Seungcheol malu, "Aku tahu terlalu cepat bicara begini, kita baru saja bertemu, tapi a-"

Seungcheol berusaha untuk tidak membahas bau Jisoo yang menarik.

"Senyummu manis, aku menyukainya."

XXX

TBC

XXX

Note: (note soal ide fic BTS-ku ada di chap depan. Bisa dipakai siapa saja, tapi beritahu aku, aku mau baca~)