Main Cast : Hunhan

Other Cast : bermunculan sesuai dengan cerita

CLECK

"Luhan" Sehun mencari Luhan ke Kim Corporation dengan buru - buru dirinya baru sadar karena sudah melakukan kesalahan besar dalam hidupnya

"Bisakah kau sopan Mr Sehun" Luhan geram karena Sehun membuatnya terkejut dan salah memaraf dokumen

"Maaf Lu" Sehun berlutut didepan Luhan namun sang istri hanya heran dengan sikap Sehun yang masih menyandang status suaminya

"Untuk apa?" Luhan mencoba bertanya untuk mengerti kearah mana Sehun berbicara

"Untuk segala sakit yang kuberikan padamu dan Sehan, aku sungguh minta maaf" Sehun masih berlutu didepan Luhan sambil menangis, namun Luhan yang sudah kecewa hanya merasa sedikit iba dengan Sehun

"Kenapa? Kau sudah bertobat?" Luhan menatap sinis suaminya yang sedang berlutut

"Iya, aku ingin kita kembali seperti dulu" Sehun memohon sambil menangis, dan ini pertama kalinya bagi Luhan untuk melihat Sehun menangis dan memohon dengan sungguh

"Aku masih kecewa denganmu" Luhan tidak peduli dengan kondisi Sehun saat ini, yang lebih diutamakannya adalah keselamatan Sehan karena Sehun selalu mampu membuatnya ketakutan jika berhubungan dengan Sehan

"Aku minta maaf" Sehun masih setia memeluk kaki Luhan sambil menangis

"Jika kau bersungguh - sungguh maka buktikan, jika kau pria maka tepati janjimu untuk meminta maaf pada kami berdua bukan menyakiti kami seperti dulu. Jika kau berbohong maka penismu akan kupotong dan kukasih makan keanjing tetangga" Luhan menjalar kearah paha Sehun dan meremas selangkangannya dengan kuat

"ARGH..." Sehun kesakitan namun Luhan semakin nakal untuk menjahili suaminya

"Jangan mendesah, aku bertanya padamu dan harusnya kau menjawab bukan mendesah" Luhan semakin liar untuk meremas kuat selangkangan Sehun

"ARGH... IYA LU" Sehun bersusah payah untuk mengiyakan permintaan Luhan dan sang istri melepaskan tangannya dari daerah privasi suaminya yang sudah pernah dinikmatinya

"Bagus jika kau mengerti, dan silahkan keluar aku sedang sibuk" Luhan mengusir suaminya dengan kasar sehingga Sehun jatuh tersungkur diatas lantai. Sehun yang diperlakukan kasar mencoba bertahan dengan cobaan yang dialaminya, jika ingin mendapatkan maaf dari Luhan dan Sehan maka cara mengalah dan menerima siksaan yang mungkin tidak sepadan dengan apa yang sudah diperbuatnya dengan orang yang dicintainya

"Baiklah, aku permisi" Sehun bangkit dari terjatuhnya namun hatinya merasakan sakit luar biasa ketika Luhan berbuat kasar padanya. Jika dipikir, Luhan lebih banyak menderita dibandingkan dengan sakit yang baru saja diberikan Luhan padanya

BLAM

"Hah..." Luhan merasa kasihan melihat Sehun bagaikan orang yang tidak punya arah, namun jika dirinya memakai cara lembut maka hati Sehun tidak akan berubah arah. Luhan berharap inilah jalan yang harus ditempuh suaminya untuk menjadi lebih baik, jika Sehun merasakan sakit maka sakit yang diterimanya tidak sebanding dengan sakit dirasakan Luhan terlebih dengan membawa nama Sehan

..

..

..

"Huh, Eomma lama sekali" Sehan merajuk karena eommanya menjemput lama sekali hari ini, kemudian Sehan berjalan ke dalam cafe kecil dekat sekolah

Sehan duduk sambil minum milkshake pesanannya karena kesal menunggu eommanya yang kelamaan.

"Sehan" Sehun yang tadinya membeli minuman segar dekat sekolah anaknya yang baru diketahuinya itu adalah sekolah Sehan terkejut menemukan Sehan duduk sendirian sambil memasang wajah cemberutnya

"Appa?" Sehan terkejut juga dengan kehadiran sang appa yang bisa menemukan dirinya dicafe tersebut

"Sehan, appa rindu denganmu" Sehun memeluk Sehan sedangkan sang anak bingung untuk memberikan respon pada appanya

"Sehan, boleh appa bertanya" Sehun mengahpus air matanya untuk bertanya pada sang anak yang masih memasang wajah terkejut

"Hm" Sehan menganggukkan kepala dan menghapus lelehan air mata appanya dan itu membuat Sehun merasa dirinya ditusuk pisau karena anaknya masih perhatian padanya walaupun dirinya sudah banyak melakukan kesalahan besar pada sang anak

"Sehan harus menjawab dengan jujur ya. Appa dulu pernah menyakiti Sehan dan hampir membunuh Sehan, apa Sehan membenci appa?" Sehun mengatakannya dengan susah payah dan menangis dikalimat terakhirnya

"Sehan tidak benci pada Appa" Sehan ikutan menangis karena tidak kuat melihat appanya menangis disaat seperti ini

"Maafkan appa Sehan" Sehun semakin menangis hebat dan tidak mempedulikan dirinya sebagai tontonan didalam cafe kecil tersebut

"Iya, Sehan sudah memaafkan appa sebelum appa meminta maaf" Sehan mengatakannya dengan polos dan itu membuat Sehun merasa dirinya sebagai orang paling jahat didunia ini

"Terima kasih sayang" Sehun mencium seluruh wajah anaknya dan sang anak kegelian karena ulah appanya

"Appa, Sehan lapar" Sehan memang merasa lapar karena lelah menunggu eommanya dtang lebih lama dari biasanya

"Baiklah, kita makan disini saja" Sehun ikutan duduk dan duduk pas bersebrangan dengan anaknya

"Pelayan" Sehun memanggil pelayan cafe tersebut dan sang pelayan memberikan menu yang tersedia dicafe tersebut

"Sehan ingin makan apa?" Sehun sibuk membolak – balikkan menunya bertanya pada sang anak yang menatapnya dengan polos

"Sehan mau nasi goreng appa" Sehan yang memang lebih suka makan nasi goreng jika mereka makan dicafe tersebut

"Baiklah, saya pesan dua nasi goreng dan dua gelas jus jeruk" Sehun memberikan enu tersebut pada pelayan dan sang pelayan kembali kedalam dapur untuk menyiapkan menu yang dipesan

Selama menunggu pesanan datang, Sehun dan Sehan berbincang layaknya sahabat lama yang tidak pernah berjumpa.

"Appa, kenapa Appa semakin tampan saja" Sehan kagum dengan wajah appanya yang semakin hari semakin tampan saja

"Hahaha... Sehan kau juga tampan nak" Sehun mengusak sayang kepala sang anak

"Appa, tadi Sehan mendapat nilai seratus untuk pelajaran bahasa jepang dan bahasa mandarin" Sehan menceritakan kejadian tadi pagi disekolahnya kepada Appanya dan selama ini dirinya selalu bercerita dengan eomma

"Woah, Sehan hebat dan appa bangga dengan Sehan" Sehun terkejut dengan perkembangan anaknya yang cepat tumbuh menjadi orang pintar, Sehun merasa kecewa karena dirinya tidak bisa melihat dan merasakan perkembangan anaknya dari kecil sehingga matanya berkaca – kaca

"Appa~" Sehan merengek karena dirinya melihat sang appa hanya diam dan matanya sudah berkaca – kaca

"Eh, kenapa Sehan merajuk seperti itu" Sehun tersadar dari melamunnya karena suara rajukan sang anak

"Appa kenapa menangis lagi" Sehan melap mata appanya yang berkaca – kaca sedangkan Sehun merasa dirinya adalah manusia yang paling jahat dan tidak berguna

"Hiks.. Appa minta maaf Sehan" Sehun tidak kuasa menahan tangisnya dan tangisnya pecah dalam pelukan sang anak

"Appa sudahlah Hiks.. Appa" Sehan justru menangis lebih keras dibandingkan dengan Sehun karena dirinya juga tidak ingin sang appa menangis hanya karena masa lalu mereka

"Cha.. Sebaiknya kita makan" Sehun melihat pelayan sudah mendekat kemeja mereka dan melepas pelukannya untuk meyantap makan siang bersama anaknya untuk pertama kali dalam hidupnya

"Mari makan" Sehan mengucapkan salam kemudian makan dengan lahap karena dirinya sungguh senang dengan sang appa yang menemaninya makan untuk pertama kali

"Hm, mari makan" Sehun makan dengan tenang begitu juga sang anak yang mengikuti cara makan sang appa. Dia ingin mirip dengan appanya yang tampan dan digemari banyak orang

Selang beberapa lama mereka makan seorang wanita membuat mereka terkejut dengan kehadirannya tiba – tiba.

"SEHAN" Luhan berteriak marah karena Sehan sudah membuatnya pusing untuk mencari keberadaan sang anak dan tanpa sadar menarik tangan sang anak dengan kasar

"Eomma hiks..." Sehan ketakutan karena pasalnya ini pertama kalinya sang eomma marah padanya dan menarik tangannya dengan kuat

"Luhan, lepaskan tangan Sehan. Kau tidak lihat tangannya merah" Sehun membela Sehan untuk pertama kalinya sedangkan Luhan membuang nafas kesal

"Tahu apa kau tentangnya, aku ibunya dan selama ini aku yang merawatnya. Harusnya kau berkaca seberapa banyak luka yang kau berikan padanya" Luhan tidak terima disalahkan dalam hal ini

"Appa Hiks.. Appa" Sehan mencoba untuk membujuk appanya agar diriny lepas dari amukan sang eomma

"Lu, kau tidak lihat Sehan menangis keras karena ulahmu" Sehun mencoba untuk merebut Sehan namun gerakan Luhan lebih cepat

"Ayo pulang" Luhan tidak peduli dengan kondisi anaknya dan menariknya dengan kasar hingga masuk dalam mobil

..

..

..

BLAM

Sesampainya dirumah Sehan langsung masuk kamar dan membanting pintu dengan keras untuk pertama kalinya karena kecewa dengan eommanya yang kasar pada dirinya dan sang appa.

"Appa Hiks... Appa" Sehan menangis hebat dalam kamarnya sedangkan Luhan menangis pilu karena dirinya juga sakit melihat sikap anaknya yang tidak acuh padanya namun rasa khawatir membuat menjadi overprotective apalagi jika berhubungan dengan Sehun

"Maafkan eomma nak" Luhan mengucapkannya sambil menangis dan dirinya berbalik menuju mobil untuk kembali ke Kim Corporation karena akan rapat dengan divisi accounting

Setelah kepergian Luhan, eomma Luhan mendekati pintu kamar cucunya untuk menenangkan cucunya yang menangis hebat untuk pertama kalinya.

"Sehan, ini halmeoni ada apa nak?" sang halmeoni menunggu sang cucu membuka pintunya dengan sendiri, mereka memiliki kunci duplikat namun yang diinginkannya adalah kesungguhan hati Sehan untuk berbagi dengannya bukan paksaan

CLECK

"Halmeoni" Sehan membuka pintu kamarnya dan memeluk kaki halmeoni dengan erat

"Ada apa sayang?" Heechul sebagai sang halmeoni khawatir dengan kondisi cucunya yang terus menangis daritadi

"Eomma jahat" Sehan membagi cerita yan dialaminya hari ini pada halmeoninya

"Eomma jahat kenapa?" Heechul terkejut dengan pengakuan cucunya, pasalnya selama lima tahun lebih ini pertama kali dirinya mendengar bahwa Luhan adalah orang jahat dari bibir Sehan

"Tadi Sehan menunggu dicafe kecil dekat sekolah karena eomma sangat lama, lalu tidak berapa lama appa juga berada dicafe tersebut. Appa memanggil Sehan kemudian Sehan memeluk appa karena Sehan rindu dengan Appa Hiks... Lalu Appa bertanya pada Sehan, apakah Sehan marah dengannya karena sudah berbuat jahat dan hampir membunuh Sehan kemudian Sehan menjawab jika Sehan tidak pernah marah dengan Appa. Kami makan berdua dicafe tersebut sambil bercanda dengan Appa. Saat selesai makan, Eomma datang dan marah - marah kemudian menarik tangan Sehan dengan kasar hingga merah Halmeoni Hiks..." Sehan bercerita sambil menangis kemudian menunjukkan tangannya yang memerah karena ditarik eommanya

"Maafkan eommamu sayang" Heechul juga bingung dengan situasi seperti ini, dia tidak bisa menyalahkan Luhan anaknya karena sikap overprotective nya kepada Sehan namun jika Sehun berubah maka tidak mungkinn untuk tidak memberikan jalan Sehun bertobat pada anaknya

"Cha... Sehan tidur siang saja karena sudah terlalu lelah hari ini" Heechul membawa Sehan hingga masuk kedalam kamar cucunya untuk menidurkannya

"Selamat tidur Sehan" Heechul mencium kening Sehan setelah cucunya tertidur dengan nyenyak

..

..

..

"Lu, kau tidak boleh seperti itu" Heechul menasehati anaknya ketika sang anak baru saja memasuki rumah

"Eomma, eomma jangan membela Sehan" Luhan tidak terima disalahkan untuk masalah ini

"Jika Sehun ingin menjadi Appa yang baik kenapa kau menutup jalannya. Kau juga masih mencintainya dan jangan pernah berbohong dengan perasaanmu sendiri. Jika kau seperti ini, maka kau tidak ada bedanya dengan Sehun" Heechul meninggalkan Luhan yang masih mencerna perkataan eommanya

"Halmeoni selamat makan" Luhan mendengar Sehan mengucapkan tata krama ketika sedang makan, dia bisa mendengar suara Sehan yang sudah ceria dari sebelumnya kemudian dirinya beranjak untuk makan bersama keluarganya

"Sehan, selamat malam nak" Luhan mendekati Sehan dan mencium pipinya, sedangkan sang anak tidak menolak ciuma eommanya namun tidak menjawab sapaan sang eomma

"..." Sehan masih fokus makan sambil diam

"Halmeoni, Sehan mau itu" Sehan ingin menambah ayam goreng kedalam piringnya kemudian sang eomma menawarkan diri untuk membantu anaknya

"Biar aku saja eomma" Luhan mencoba untuk menggapai ayam goreng dan berniat memberikannya pada Sehan namun respon sang anak berbeda dari yang diharapkannya

"Sehan mau halmeoni yang berikan pada Sehan bukan eomma" Sehan marah untuk pertama kalinya didepan sang eomma dan halmeoni

"Se.. Sehan..." Luhan terkejut karena bentakan sang anak padanya

"..." Sehan melanjutkan makannya dan batal menambah ayam goreng kedalam piringnya karena sudah kesal dibuat eomma

"Sehan sudah siap" Sehan turun dari bangku kemudian masuk kedalam kamar untuk belajar karena besok ada kuis untuk pelajaran bahasa jepang

Sedangkan Luhan dan Heechul hanya menatap nanar pintu kamar Sehan yang ditutup dengan kencang.

"Eomma, apa aku salah melakukannya" Luhan menangis untuk pertama kalinya karena bentakan sang anak

"Cobalah untuk mengerti perasaan Sehan, dan cobalah untuk memberikan kesempatan bagi Sehun untuk berubah dan mengahapus dosanya yang lama. Tuhan saja bisa memaafkan kita, sedangkan kita sebagai manusia kenapa tidak bisa memaafkan orang lain. Eomma harap keputusanmu tidak akan berdampak buruk pada Sehan" Heechul yang juga sudah selesai makan meninggalkan meja makan dengan langkah santainya

"Apakah aku harus memberikannya jalan" Luhan berbicara dalam hati, dia juga masih mencintai Sehun namun rasa takutnya lebih besar daripada rasa cintanya untuk saat ini

~TBC~