Moshi – Moshi ^^v
Saya senang ada beberapa Silent Reader yang baca dan mengaku tobat (^-^ ) dan akhirnya memberikan review,pesan saya buat para Silent reader yang belum tobat setidaknya tinggalkan satu review buat saya. Anggap itu sebagai penghargaan kalian buat saya, yang sudah membuat bahan bacaan buat anda mengisi waktu luang.
Saya mengucapkan terima kasih buat Riekyumidwife atas informasinya tentang masalah transfusi darah, Maaf kalau ada kesalahan informasi karena dunia kedokteran bukanlah bidang saya dan saya termasuk buta tentang masalah seperti itu.
Saya terkejut dengan review dari Lee minji ELF yang bilang kalau adiknya memiliki penyakit yang mirip dengan yang diderita Kyuhyun dalam cerita ini, bahkan sang adik menjalani pengobatan selama satu doakan semoga adik anda cepat sembuh dan selalu sehat
Dan untuk Chwangkiyu, bolehkah saya bertanya, PHP itu singkatan dari apa karena saya belum pernah dengar singkatan itu sebelumnya. Dan terima kasih atas pujian anda pada update kilat saya yang bisa dibilang jarang terjadi, Mood saya sedang bagus . Semoga untuk FF saya yang selanjutnya bisa update kilat juga ( -.-' )
Ada beberapa yang salah paham kalau bilang saya mau buat JaeMa hamil lagi, dalam FF ini saya buat JaeJoong hanya bisa hamil sekali karena kondisinya yang seorang namja. Jadi cerita JaeMa yang hamil adalah Flashback saat JaeMa hamil si kembar.
Ada yang tanya tentang Yoosu yang belum punya anak. Pasangan Yoosu sebenarnya sudah memiliki seorang putri bernama Tiffany, tapi Tiffany dirawat oleh Ibu Yoochun di Amerika. Alasannya karena Yoochun tetap ingin selalu menghabiskan waktu yang lovey dovey dengan Junsu.
Tentang kehamilan Chullie...Hmm.. Apa Chullie memang hamil ?
Ada sedikit kejutan yang saya siapkan...
Silahkan dibaca saja ^ w ^
.
.
.
" Cindy, Bisakah kau ambilkan dasiku " Teriak Siwon
" Ne, Simba, Chakka, aku sedang ganti baju " Jawab Heechul dari dalam kamar mandi
" Hello, kau lupa mengunci pintunya, Nyonya Choi " Siwon bersandar di pintu dan melihat Heechul yang tengah berganti pakaian sambil tersenyum
" Simba, tidak bisakah kau mengetuk pintunya " Gerutu Heechul sambil menutupi tubuhnya dengan handuk
" Aku sudah melihat semuanya, jadi buat apa ditutupi lagi "
" Karena aku masih memiliki rasa malu " Heechul memukul pelan pundak Siwon begitu dia selesai ganti baju
" Hmm, masuk akal " Guman Siwon sambil tetap bersandar di depan pintu kamar mandi
" Simba, hadap sini " Heechul menyuruh Siwon menghadap dirinya dan Siwonpun melakukannya tanpa banyak bertanya.
" Morning Kiss? " Tanya Siwon
" Nope, pasang dasi " Jawab Heechul sambil menujukkan dasi yang dia pegang. Siwon mengalungkan tangannya pada leher Heechul saat dia sedang serius memasang dasi Siwon.
" Simba, Tanganmu " Protes Heechul pada tangan Siwon yang mulai menjelajahi tubuhnya tanpa menghentikan apa yang sedang dilakukannya
" Ups, My bad " Siwon tersenyum nakal
" Selesai " Heechul tersenyum bangga melihat hasil karyanya terpajang rapi di leher sang suami
" Thanks " Siwon mencium singkat bibir Heechul lalu berjalan pergi
" Simba " Panggil Heechul
" Ne "
" Pastikan kau pulang cepat dan temani aku keluar nanti malam "
" Sure, Anything for you " Siwon kembali berjalan
" Simba " Panggil Heechul sekali lagi
" Ne, Cindy "
" Goodbye Kiss " Pinta Heechul sambil menyentuh bibirnya dan menatap Siwon dengan pandangan nakal
" Naughty Cinderella " Siwon tersenyum lalu mencium bibir Heechul dengan lembut
" Aku berangkat " Pamit Siwon setelah puas mencium sang Istri
.
.
.
" Jae, Kau ada dimana ?" Teriak Heechul saat berkunjung ke Rumah Yunjae
" Di Ruang tengah, Hyung " Teriak JaeJoong
" Kau sedang apa? " Tanya Heechul saat melihat JaeJoong tengah sibuk mengeluarkan dan membongkar beberapa Box berisi barang lama mereka.
" Beres – beres, aku akan minta Yunho memindahkannya ke gudang. Karena ruangan ini terlihat sedikit berantakan dengan box – box ini "
" Oh, Ada yang bisa kubantu " Tanya Heechul yang sedang tidak memiliki kesibukan apapun untuk dilakukan
" Aku sudah selesai, Hyung " Jawab JaeJoong sambil tersenyum
" Dimana Si Kembar? "
" Mereka berdua sedang bermain ke rumah Donghae, Hyung "
" Benarkah " Guman Heechul dengan wajah Kecewa, dan JaeJoong bisa melihat hal itu dengan jelas
" Chullie Hyung, sebentar lagi aku mau pergi ke apotik untuk membeli obat Kyuhyun yang sudah mau habis, kau mau menemaniku sekalian kita jalan – jalan sebentar "
" Ne, Tentu saja. Itu ide yang bagus "
.
.
.
JaeJoong membawa Heechul pergi ke sebuah tempat perbelanjaan sebelum pergi ke Apotik. Lusinan pasang mata tak hentinya memandangi dua namja dengan penampilan cantik. Meskipun mereka hanya mengenakan pakaian casual seperti kaos dan celana jeans yang dipadukan dengan cardigans, mereka terlihat mempesona.
" Jae, Aku mau ke toko itu " Heechul menunjuk toko yang menjual kebutuhan sehari – hari
" Ne, Hyung. Kau ingin membeli Ice Cream? "
" Ani, Siwon sudah membelikanku persediaan Ice Cream untuk sebulan "
" Sebulan? " Tanya JaeJoong yang bingung dengan perkataan Heechul
" Ne, Sebulan. Dia membelikanku banyak Ice Cream padahal aku hanya meminta satu. Dia memang terkadang berlebihan dalam memanjakanku "
" Berarti dia memang mencintaimu, Hyung " Goda JaeJoong sambil menyenggol lengan Heechul
" Aku tahu " Jawab Heechul percaya diri
" Kau mau beli apa, Hyung "
" Madu, entah kenapa aku ingin makan wafle dengan madu. Kau tahu sendiri kan betapa sukanya Siwon dengan Wafle, Aku rasa aku mulai tertular kebiasaannya "
" Hal seperti itu bisa terjadi kalau sudah tinggal serumah, Hyung " JaeJoong tersenyum
" Tapi lihatlah hasilnya, badanku jadi melebar ke samping " Gerutu Heechul
" Kau tetap menawan, Hyung " Hibur JaeJoong
" Aku tahu, Tapi kalau beratku bertambah lagi. Aku akan terlihat seperti babi " Keluh Heechul sambil memandangi badannya di kaca etalase toko.
" Hyung, jangan membuatku tertawa "
Setelah membeli madu dengan segera mereka menuju ke Apotik untuk membeli obat untuk Kyuhyun. Saat JaeJoong sedang sibuk berbicara dengan sang Apoteker, Heechul memilih untuk melihat sekeliling. Tanpa sengaja pandangannya jatuh pada beberapa alat pendeteksi kehamilan yang dipajang di salah satu sudut Apotik tersebut. Heechul memandangi alat tersebut sambil membelai perutnya.
" Agh, apa yang kupikirkan " Gerutu Heechul saat sadar
" Chullie Hyung " Panggil JaeJoong
" Kau sudah selesai? "
" Ne, Hyung. Kau sedang melihat apa? " Tanya JaeJoong sambil melihat sekeliling
" Ani, tidak ada yang spesial "
" Ah, Hyung. Apa kau melihat alat pendeteksi kehamilan? " Tanya JaeJoong
" Mwo? "
" Karena kau melihat ke arah itu jadi kupikir kau sedang melihatnya, Hyung "
" Aku memang melihatnya " Guman Heechul pelan
" Chullie Hyung, Kita beli satu, bagaimana? "
" Buat apa, Kita namja, Jae. Namja tidak akan hamil " Tanya Heechul dengan wajah terkejut
" Kau sadar dengan perkataanmu? " Tanya JaeJoong dengan wajah heran
" Wae? " Tanya Heechul polos
" Hyung, Aku namja dan aku melahirkan anak kembar " Jawab JaeJoong dengan wajah datar
" Ah, Mian bukan maksudku "
" Gwenchana, tidak ada salahnya membeli satu kan, Hyung " Bujuk JaeJoong
" Beli saja untukmu "
" Bukan untukku tapi untukmu, Hyung. Aku penasaran apa yang menyebabkan nafsu makanmu yang besar akhir – akhir ini adalah karena kau sedang hamil " Kata JaeJoong pelan
" Aku, Hamil? " Heechul melotot
" Tidak ada ruginya mencari tahu, Hyung "
" Nafsu makan yang bertambah juga bisa disebabkan karena hati yang tenang, Jae "
" Aku tidak yakin dengan teorimu, Hyung " JaeJoong mengambil satu alat pendeteksi ditanganmu dan dengan pandangan nakal serta alis yang bergerak – gerak dia menatap Heechul.
" Kau Yakin? " Tanya Heechul ragu
" Kalau kau ingin aku diam, sebaiknya turuti saja keinginanku, Hyung. Memangnya kau tidak penasaran "
" Ani " Jawab Heechul cepat
" Hyung, Jeball " JaeJoong mengeluarkan Puppy eyesnya serta memasang wajah memelas
" Kau seperti anak kucing yang minta dibawa pulang "
" Meow, Jeball " JaeJoong mengeong menirukan suara kucing
" Terserah padamu " Jawab Heechul pasrah
Sesampainya di rumah JaeJoong langsung menyuruh Heechul mencoba alat pendeteksi kehamilan itu. JaeJoong membawa Heechul ke kamar mandi dan memberikan alat itu.
" Apa yang harus kulakukan? " Heechul menatap bingung alat di tangannya
" Hyung, Kau benar – benar tidak tahu? " Tanya JaeJoong
" Tentu saja aku tahu, aku hanya tidak percaya aku akan melakukannya " Gerutu Heechul
" Hyung, Palliwa " JaeJong mendorong tubuh Heechul
" Ne, Ne "
Setelah menunggu sekitar 5 menit yang terasa sangat lama untuk JaeJoong akhirnya Heechul keluar dari kamar mandi,
" Bagaimana? " Tanya JaeJoong tidak sabar
" Belum muncul, sepertinya kita masih harus menunggu " Jawab Heechul sambil melihat alat itu, sebenarnya dia sendiri juga sedikit penasaran dengan hasilnya. Perlahan muncul garis berwarna pink di alat tersebut
" Sudah muncul "
" Belum, kurasa alat ini rusak " Heechul melihat alat tersebut dengan teliti
" ... " Wajah JaeJoong sedikit kecewa
" Muncul " Kata Heechul
" Hasilnya? " Tanya JaeJoong sambil menahan nafas
" Negatif " Jawab Heechul dengan wajah kecewa
" Sayang sekali " Kata JaeJoong dengan nada kecewa lalu dia menyadari raut sedih di wajah Heechul
" Chullie Hyung, maafkan aku, aku terlalu bersemangat " JaeJoong meminta maaf pada Heechul
" Jae "
" Masih banyak kesempatan, Hyung. Jangan berkecil hati, Ne "
" Gwenchana, Jae. Gwenchana " Heechul menghibur JaeJoong yang merasa bersalah karena telah memaksa dirinya menggunakan alat itu. Kalau boleh jujur sebenarnya Heechul juga merasakan kekecewaan karena dia tidak sedang hamil, Kecewa karena dia belum bisa memenuhi keinginan Siwon untuk jadi seorang Daddy.
" Umma, kami pulang. Lihatlah apa yang kami bawa " Teriak Changmin
" Mereka pulang " Kata Heechul pada JaeJoong
" Welcome " Sambut Heechul dengan senyuman di wajahnya dan Si kembar menatapnya heran
" Setidaknya bicaralah bahasa lokal, Hyung. Kami ini keturunan orang desa " Gerutu Changmin
" Siapa yang orang desa? " Tanya JaeJoong
" Appa, dari Jeollado dan Umma dari Gwongju. Kesimpulannya orang tua kami orang desa, dan kami ini anak orang desa " Jawab Kyuhyun polos
" Selamat datang, anak desa " Goda Heechul
" Kalian jahat " Gerutu JaeJoong dengan wajah sedih
" Ups, salah ngomong " Kyuhyun menutup mulutnya sendiri . Heechul memberi tanda pada keduanya untuk segera menghibur JaeJoong.
" Umma, lihat apa yang kami bawa " Kyuhyun dengan ceria menggendong seekor anak anjing bernama Nana.
" Omo, Lucunya. Anjing ini milik siapa? " Tanya JaeJoong yang langsung mengelus badan anak anjing tersebut
" Milik Donghae, kami pinjam sebentar " Jawab Changmin
" Tidak, anakku dalam bahaya " Kata Heechul panik
" Wae, kenapa kau panik, Chullie Hyung?, bukankah dia anjing yang lucu " Changmin menunjukkan Nana pada Heechul
" Dia memang lucu tapi anakku dalam bahaya " Heechul tetap tidak peduli dan tetap melihat ke sekeliling
" Anak yang mana, Si pirang Hongki kan sedang belajar jadi anak alam " Jawab Kyuhyun
" Bayiku, kesayanganku, Heebum " Jawab Heechul sambil melihat kesana kemari mencari keberadaan Heebum
" Kesayangan, tidak salah, Hyung. Kau saja sering lupa memberinya makan belum lagi kau juga senang sekali menyiksanya dengan menggerakkan kaki – kaki Heebum menirukan gerakan tarian Girlband yang ada di Tv "
" Aku tidak peduli, bagiku Heebum adalah kesayanganku "
" Aku setuju dengan Chullie Hyung " Changmin mengangguk mengiyakan perkataan Heechul tentang betapa sayangnya dia dengan Heebum
" Min, kenapa kau bilang setuju, Ini bukan poling " Gerutu Kyuhyun
" Kau tidak pernah buka akun Twitter Chullie Hyung. Bagiku Heebum adalah kucing dengan foto dan perkembangan hidup yang paling banyak disorot " Cerita Changmin, dan Seakan tidak mempedulikan anaknya yang sedang berdebat JaeJoong dengan asyik bermain dengan anak anjing itu.
" Aigoo, Kau menggemaskan sekali, Nana " JaeJoong dengan gemas membelai dan memeluk Nana yang hanya diam
" Bum " Teriak Heechul
" Meow " Heebum muncul dari balik tirai
" Bum, Syukurlah " Heechul segera menggendong Heebum
" Heebum, kenalkan teman barumu, si cantik Nana " JaeJoong mendekatkan Nana pada Heebum
" Meow " Heebum hanya mengeong
" Sepertinya dia menyukai Nana " Kata Si kembar yang entah sejak kapan ikut memperhatikan anjing dan kucing itu.
" Umma, Nana itu jantan jadi jangan bilang cantik " Kata Changmin sambil membelai Nana
" Dia jantan, kenapa dipakaikan pita berwarna biru ini " JaeJoong menunjukkan pita biru yang terpasang rapi di telinga Nana
" Salahkan yang punya "
" Chullie Hyung, biarkan mereka bermain bersama " Pinta Kyuhyun
" Aku tidak yakin, Tapi baiklah " Heechul dan JaeJoong menurunkan Heebum dan Nana dari gendongannya. Heebum hanya diam sedang Nana si anjing mulai mendekati Heebum dan menjilatinya
" Dia menyukainya " Kata JaeJoong senang. Mereka terlihat seperti bermain dengan satu sama lain sampai akhirnya Heebum mendorong jatuh tubuh Nana yang hampir menabraknya
" HAHAHA, Majikan dan Kucing sama saja, sama- sama galaknya " Kyuhyun tertawa sambil menunjuk Heebum
" Sama kejamnya " Tambah Changmin
" God Job, Bum " Heechul mengacungkan jempolnya pada Heebum yang hanya menatap sang majikan
" HAHAHA " JaeJoong dan Heechul ikut tertawa
" Kyu, Apa dadamu tidak terasa sakit? " Tanya JaeJoong sambil membelai punggung Kyuhyun
" Ani, Umma. Gwenchana "
" Kalau ada yang sakit atau terasa aneh segera katakan pada Umma, Ne " Pinta JaeJoong lembut
" Arraseo, Umma, Arraseo "
" Chullie Hyung, nanti malam kami menginap di rumahmu boleh, Hyung? " Tanya Changmin
" Tentu saja "
" Yes " Teriak Changmin
" Tapi, aku baru ingat aku ada janji dengan Siwon " Guman Heechul dan si kembar yang mendengarnya memasang wajah kecewa terutama Changmin yang sudah menyusun rapi rencana mengosongkan kulkas di rumah Heechul
" Kalau begitu besok saja kalian menginap di rumah Chullie Hyung " Bujuk JaeJoong pada si kembar yang tampak kecewa
" Aku maunya sekarang " Rengek Changmin manja
" Min, besok saja, Ne " Bujuk Kyuhyun sambil membelai kepala Changmin
" Shireo " Tolak Changmin
" Aigoo " Heechul menutup mulutnya Iba, dia sedikit tidak tega melihat Changmin yang jarang merengek.
" CiNDY " Panggil Siwon yang baru pulang kerja
" Di ruang tengah, Simba " Sahut Heechul
" Tumben kau sudah pulang jam segini ? " Tanya Heechul
" Semua pekerjaan yang berat sudah kukerjakan kemarin " Siwon mencium kening Heechul
" Minnie, kenapa? " Siwon melihat Changmin yang sedang duduk di lantai dengan wajah cemberut dan Kyuhyun yang berusaha membujuknya
" Dia ingin menginap di rumah kalian malam ini, Tapi Chullie Hyung bilang kalian ada rencana malam ini " Jawab JaeJoong
" Simba, bisakah kita mengajak mereka berdua " Pinta Heechul
" Chullie Hyung, Gwenchana. Kalian tidak perlu melakukannya "
" Baiklah, Tapi kita harus minta ijin dulu pada Umma mereka " Siwon tersenyum sambil mengelus Nana di pangkuannya
" Jae? " Tanya Heechul sambil menatap JaeJoong
" Kuharap mereka tidak merepotkan kalian " Guman JaeJoong sambil tersenyum
" Min, Kyu, cepat ganti baju kalian ? " Perintah JaeJoong
" Kenapa, Umma? " Tanya Kyuhyun polos
" Chullie Hyung dan Siwon, akan mengajak kalian pergi bersama mereka "
" Mwo, benar boleh, Umma? " Tanya Changmin dengan mata berbinar
" Ne, Min. Boleh " Jawab JaeJoong dengan senyuman di wajahnya
" Chullie Hyung? " Changmin bertanya pada Heechul karena ingin memastikan perkataan JaeJoong
" Awas, kalau kalian berdandan jelek. Aku tinggal " Ancam Heechul
" Arraseo " Changmin berlari sambil menyeret tangan Kyuhyun
" MIIIIN, tanganku sakit " Teriak Kyuhyun tapi tidak dipedulikan oleh Changmin. JaeJoong mengikuti Si kembar ke kamar untuk membantu mereka memilih pakaian.
" Dasar anak – anak " Heechul dan Siwon tertawa melihat kelakuan mereka yang terkadang menggemaskan.
Setelah menunggu selama 20 menit lebih, Akhirnya Si kembar muncul dengan penampilan Stylish.
" Chullie Hyung " Panggil Changmin sambil menggandeng Kyuhyun di sebelahnya
" Gubrak " Terdengar suara sesuatu atau seseorang terjatuh dari sofa
" Ah, ne, Min. Kalian sudah siap " Kata Heechul sambil merapikan rambutnya
" Hyung? " Guman Changmin yang sedikit bingung dengan Heechul yang terlihat sedikit berantakan
" Mana Siwon Hyung? " Tanya Changmin
" Simba " Heechul menatap ke bawah dan terlihat menendang sesuatu
" A.. Aku disini " Jawab Siwon yang tiba – tiba muncul dari balik sofa rambut yang sedikit acak – acakan
" Kalian habis melakukan apa? " Tanya Kyuhyun
" Bukan apa – apa " Siwon berbohong sambil melihat Heechul yang memegangi kepalanya yang tidak sakit. Sementara JaeJoong tertawa cekikikan melihat keduanya, karena dia tahu apa yang baru mereka berdua lakukan.
" Jae, Jangan tertawa " Protes Heechul
" Mian, Hyung "
" Chullie Hyung, Kita berangkat sekarang " Changmin dengan semangat berjalan menuju pintu
" Ne, Min. Tapi biarkan aku dan Siwon ganti baju dulu, Ne " Jawab Heechul yang berjalan di belakang mereka.
" Umma, Kami berangkat " Pamit Changmin dan Kyuhyun
" Ne, Hati – hati dan jangan nakal atau merepotkan Chullie Hyung dan Siwon, Arachi " JaeJoong memeluk Si kembar
" Arraseo "
" Dan Chullie Hyung, tolong jaga mereka untukku "
" Ne "
" Satu lagi, Hyung. Pastikan mereka pulang dalam keadaan masih polos, Ne " Goda JaeJoong. Biasanya Heechul yang akan marah dengan perkataan JaeJoong tapi kali ini Siwon yang marah
" YA, Jae Hyung. Bukankah kau dan Yunho Hyung sering melakukan yang lebih parah " Protes Siwon
" Mian, Selamat bersenang – senang " JaeJoong tersenyum
" Aku tahu senyuman itu, Seharusnya aku yang mengucapkan selamat bersenang – senang untukmu, Jae. Karena si kembar menginap di rumah kami, kau jadi memiliki waktu berduaan dengan Yunho " Heechul tersenyum nakal pada JaeJoong
" Hyung " JaeJoong tertawa malu dengan tebakan Heechul
" Cindy, I Love you " Siwon merasa senang karena merasa dibela oleh Heechul
" Chullie Hyung, Siwon Hyung, Palliwa " Teriak Changmin yang sudah menunggu di pintu depan.
" Ne " Jawab SiChul
.
.
.
Siwon dan Heechul mengajak Si Kembar berjalan – jalan di Hyundai Mall milik keluarga Siwon. Heechul menggandeng tangan Siwon dan Si Kembar berjalan di depan mereka berdua. Tidak sedikit pasang mata yang mengawasi mereka karena penampilan dan wajah mereka yang terlihat ' Wah '.
" Min, kau lihat mainan yang dipajang di toko itu. Bukankah mainan itu bagus, Min " Kyuhyun dengan antusias berlari kesana kemari sambil menggandeng Changmin
" Toko yang disana lebih bagus " Changmin menunjuk arah sebaliknya
" Bukannya toko itu menjual permen, bukan mainan "
" Ne, permen lebih enak dibanding mainan " Changmin tersenyum membayangkan dirinya sedang makan beraneka macam permen di toko tersebut.
" Min, Kita kesini saja " Kyuhyun menarik tangan Changmin
" Permeeeeeenku " Rengek Changmin dengan ekspresi sedih
" Hahaha " Sichul yang melihat mereka berdua hanya bisa tertawa
Changmin dan Kyuhyun duduk di kursi yang disebelahnya terdapat patung besar Hello kitty berwarna pink. Refleks mereka berdua langsung memeluk patung tersebut lalu berteriak memanggil Heechul dan Siwon yang sedang asyik mengobrol.
" Chullie Hyung, Siwon Hyung " Teriak Kyuhyun
" Kyu, Panggil mereka Mommy dan Daddy saja " Bujuk Changmin
" Mommy, Daddy " Kyuhyun memanggil keduanya dengan wajah imut
" Ne, ada apa? " Tanya Heechul sambil menggandeng Siwon
" Foto " Pinta Kyuhyun dengan manja
" Simba, Foto mereka berdua " Heechul tersenyum melihat pose imut Kyuhyun dan Changmin yang memeluk kaki si patung Hello Kitty raksasa
" Smile " Teriak Siwon
" Smile " Teriak ChangKyu dengan senyum lebar di wajah mereka
" Cindy, kau juga foto dengan mereka "
" Ne, Kalian kemarilah " Heechul berniat memeluk mereka berdua dengan background patung tersebut. Kyuhyun memandang Changmin seakan memberikan kode akan rencana yang ada di otaknya, dan Changmin mengangguk menyanggupinya.
" Kami punya ide lebih baik, Hyung " Changmin menarik tangan Heechul hingga membuatnya berjongkok, Kyuhyun dan Changmin lalu memeluk Heechul dan mencium pipi Heechul.
" Nice Pose " Guman Siwon
" Siwon Hyung, sekarang kau yang foto dengan Chullie Hyung. Biar aku yang memotret kalian " Bujuk Kyuhyun
" memangnya kau bisa " Ehek Heechul
" Kau menghina, Hyung. Biarpun aku masih kecil, aku ini termasuk jago dalam mengambil foto "
" Siwon Hyung, Palli " Changmin menarik tangan Siwon dan mendudukkannya di sebelah Heechul
" Aku malu " Siwon menutupi wajahnya karena tidak sedikit orang yang melihat apa yang mereka lakukan
" Simba, Sini " Heechul menggenggam tangan Siwon
" Posenya tidak benar, Hyung " Kyuhyun melotot ke arah Siwon, memberi tanda pada Siwon untuk memeluk Heechul
" Araseo " jawab Siwon yang mengerti keinginan Kyuhyun. Siwon memeluk dan mencium pipi Heechul tiba – tiba sehingga membuat ekspresi Heechul berubah menjadi terkejut.
" Siip, Ini hasil karyaku yang terbaik " Kyuhyun memandangi gambar di layar Handphone Siwon dengan bangga
" MaaF, Noona. Bisakah aku minta tolong potretkan kami " Pinta Changmin sopan pada salah seorang Yeoja yang sejak tadi memandangi mereka dengan tatapan kagum
" Ah, Ne " Jawab Yeoja tersebut. Changmin dan Kyuhyun segera berlari ke pangkuan Heechul dan Siwon
" Siap "
" Siap " Jawab Si kembar kompak
" Kalian benar – benar keluarga yang harmonis. Dengan penampilan yang 'Wah ' pula " Puji Yeoja tersebut sambil mengacungkan jempolnya
" Khamsahamnida " Changmin membungkukkan badannya pada yeoja tadi
" OMO " Seru para Yeoja yang mengikuti dan mengawasi mereka lebih histeris
Setelah puas berjalan - jalan, mereka memutuskan untuk makan di salah satu Restoran ternama di Mall tersebut.
" Selamat Datang, Ada yang bisa saya bantu? " Sambut seorang pelayan Restoran tersebut
" Meja untuk 4 orang "
" Ne, Silahkan ikuti saya, Siwon-Shi " Kata Sang pelayan dengan sopan
" Silahkan, Ini menunya " Sang pelayan meletakkan buku menu di meja mereka
" Khamsahamnida " Heechul tersenyum pada sang pelayan, dan hal itu membuat wajah pelayan itu sedikit malu
" Chullie Hyung, jangan menggoda Ahjussi itu, lihat dia jadi malu " Omel Kyuhyun pada Heechul yang hanya bisa tersenyum
" Kalian bisa pesan apapun yang kalian inginkan " Kata Siwon pada Si kembar
" Cindy, Kau mau makan apa? " Tanya Siwon sambil menggenggam tangan Heechul
" Hmm, Terserah kau saja " Siwon memberi kode pada pelayan agar datang dan mencatat pesanannya. Setelah meunggu kurang lebih 15 menit akhirnya makanan mereka datang. Senyuman lebar tak hilang dari wajah Changmin
" Min, kau senang? " Tanya Heechul
" Sangat, aku sampai ingin menangis "
" Min, Jangan berlebihan " Kyuhyun mencubit pelan paha Changmin
" Gwenchana, Kyu " Hibur Siwon
" Cindy, Bukankah kita terlihat seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia "
" Kita memang keluarga kecil yang bahagia, Simba "
" Min, makanmu belepotan " Heechul membersihkan sisa makanan yang terperangkap di sudut bibir Changmin dengan sabar.
" Kyu, makan sayuranmu " Perintah Heechul pada Kyuhyun
" Dia bisa jadi Umma yang baik " Batin Siwon yang melihat betapa perhatiannya Heechul pada Si Kembar.
" Andaikan kita punya anak sendiri " Guman Siwon pelan tapi Heechul masih bisa mendengarnya. Senyum di wajah Heechul menghilang saat mendengar perkataan Siwon, dan Kyuhyun melihat hal itu
" Siwon Hyung, Lihat sini " Kyuhyun mengoleskan Butter di pipi Siwon
" Kyu, Wae? " Protes Siwon yang pipinya dibersihkan Heechul dengan Tissue
" Kau, Pabo, Hyung " Kyuhyun Cuek
" Sudah Simba, Makan ini " Heechul menyuapi Siwon yang berniat membalas Kyuhyun
" Min, jangan diam saja " Protes Kyuhyun
" Aku sedang tidak bisa diganggu " Kata Changmin sambil terus makan
" Menyebalkan "
" Cindy, I love You " Siwon mencium tangan Heechul
" Gombal " Heechul tersenyum
" Siwon Hyung setelah ini bawa kami pergi ke Taman bermain, Aku ingin bermain Rollercoaster "
" Ne, KyuhyunNim " Jawab Siwon sambil makan
Selesai makan seperti janjinya Siwon mengajak Si kembar bermain di taman bermain. Changmin dan Kyuhyun terlihat senang dan mencoba hampir semua permainan yang mereka lihat, Heechul dan Siwon dengan sabar menunggu dan menemani mereka.
" Tidak buruk juga rasanya jalan – jalan dengan mereka "
" Kau benar " Heechun tersenyum sendu
" Cindy " Siwon mempererat genggaman tangannya pada Heechul
" Ne " Heechul menoleh dan memandang wajahnya
" Mian "
" Untuk? "
" Perkataanku "
" Ada apa dengan perkataanmu ? "
" Apa kau sedih dengan perkataanku tadi? " Tanya Siwon
" Perkataan yang mana? "
" Perkataan tentang anak " Siwon dengan hati – hati mengucapkannya
" ... " Heechul terdiam dan memalingkan pandangannya ke bawah
" Cindy, Maafkan aku. Bukannya aku ingin menyakiti perasaanmu "
" Simba " Heechul menatap lurus mata Siwon
" Cindy, Bagiku kebahagiaanmu lebih penting " Siwon membelai lembut pipi Heechul
" Simba, Kau tahu. Tadi siang JaeJoong membelikanku alat pendeteksi kehamilan "
" MWO "
" Dan kau tahu hasilnya apa "
"... " Siwon menggenggam erat tangan Heechul, ada sedikit harapan dalam dirinya bahwa Heechul hamil tapi dia sadar. Bahwa dirinya tidak boleh terlalu berharap hingga membuat Heechul sedih.
" Ternyata negatif, aku tidak hamil " Mata Heechul sedikit merah saat mengatakannya
" Cindy, Wae ? "
" Entah kegilaan darimana yang membuatku mau melakukannya " Heechul menitikkan air matanya
" Cindy, Please don't cry " Siwon memeluk tubuh Heechul
" Maafkan aku "
" Cindy, God Know's the best time for us to have kid. Maybe this is not the time, So please don't cry. It breaks my heart to see you Cry " Siwon mengecup kening Heechul dan memeluknya
" Simba "
" I Love You, And always will "
" Aww " Siwon memegangi kepalanya yang sakit karena sebuah batu
" Kenapa kau buat Chullie Hyung menangis? " Tanya Changmin dengan wajah serius
" Kalian sudah selesai bermain, Kenapa melempariku dengan batu " Tanya Siwon
" Kenapa membuat Chullie Hyung menangis? " Kali ini Kyuhyun yang bertanya
" Aku tidak menangis " Heechul berdiri
" Chullie Hyung, Gwenchana? " Kyuhyun menepuk pelan pipi Heechul
" Gwenchana, Kyu " Heechul tersenyum
" Apa yang dilakukannya padamu? "
" Simba, tidak melakukan apapun, Kyu " Hibur Heechul
" Bohong. Min, Injak kakinya " Karena tidak percaya pada perkataan Heechul Kyuhyun menyuruh Changmin menginjak kaki Siwon
" Aww " Teriak Siwon karena kakinya diinjak Changmin
" Min, Kyu, apa yang kalian lakukan. Pegangi tangan Siwon biar aku bisa menggelitikinya " Heechul mulai menggelitik pinggang Siwon
" Cindy, Hentikan " Siwon tertawa sambil meronta – ronta
.
.
.
Puas bermain di Taman bermain mereka memutuskan untuk pulang, Karena sudah cukup malam bagi Changmin dan Kyuhyun untuk tidur.
" Aku ngantuk " Celetuk Kyuhyun sambil menggosok matanya
" ... " Changmin malah sudah tertidur di kursi mobil
" Aigoo " Heechul memandang keduanya dengan pandangan iba
" Sepertinya kita harus menggendong mereka " Heechul turun dari mobil dan mulai bersiap mengangkat tubuh Changmin
" Cindy, Stop. Biarkan aku yang menggendong mereka, kau buka saja pintunya untukku " Cegah Siwon
" Memangnya kau bisa menggendong mereka berdua "
" Aku tidak ingin kau kelelahan, lagipula aku sudah banyak berlatih menggendongmu yang berukuran lebih berat dari mereka berdua "
" Simba, kau bilang aku gendut " Heechul cemberut
" Cindy " Siwon memandang lurus mata Heechul seakan mmengatakan kalau dia mencintai Heechul
" Arraseo " Heechul tersenyum
" Brak " Heechul menutup pintu mobil pelan lalu melihat ke seberang jalan atau ke rumah YunJae.
" Kira – kira apa yang sedang mereka lakukan " Guman Heechul
" Si beruang sedang memakan kelinci " Jawab Siwon di sebelah Heechul sambil menggendong atau bisa dibilang memanggul Kyuhyun dan Changmin
Heechul menyalakan lampu dan membuka pintu kamar tamu yang akan digunakan sebagai kamar Si kembar malam ini. Dengan perlahan dan hati – hati Siwon membaringkan tubuh mereka di ranjang.
" Selamat malam " Heechul mencium pipi keduanya lalu pergi. Siwon yang tak melepaskan tangannya dari pinggang Heechul , menatap keduanya dengan mata sendu
" Cindy,sekarang ini waktu untuk kita berdua " Siwon mencium tengkuk leher Heechul sambil berjalan menuju ke kamar mereka.
.
.
.
" CHULLIE HYUNG " Teriak Changmin di pagi buta, Hingga membangunkan Siwon dan Heechul yang tengah tertidur pulas di kamar mereka dan membuat mereka berjalan tergopoh – gopoh ke dapur
" Wae, Min " Tanya Siwon yang hanya mengenakan celana pendek
" Kenapa teriak, Min? " Heechul datang mengenakan jubah mandi
" Kenapa hanya ada tahu dalam kulkasmu " Changmin berteriak sambil menunjuk ke dalam kulkas
" Aku sedang diet, Min " Jawab Heechul
" Aigoo, kupikir ada apa " Siwon mendudukkan dirinya di kursi terdekat dengannya
" Hanya makanan saja yang ada di pikiranmu " Heechul mencubit pipi Changmin gemas, Saat dia melakukannya tanpa sengaja jubah yang dia kenakan terbuka, hingga dada dan perut Heechul terlihat.
" Chullie Hyung, Kau benar – benar jadi lebih gemuk " Kata Changmin sambil memegang dada dan perut Heechul
" Aku tahu " Kata Heechul pasrah
" Tapi dia tetap terlihat sexy " Siwon yang melihat wajah sedih Heechul berusaha menghiburnya
" Jangan dibuka lagi, Min. Nanti Cindy bisa masuk angin " Siwon merapikan dan mengikat tali jubah Heechul hingga perutnya tidak lagi terlihat
" Siwon Hyung, Gombal " Ejek Changmin
" Chullie Hyung, Aku lapar " Kyuhyun tiba – tiba muncul sambil mengucek matanya,di tangan kanannya Kyuhyun memeluk boneka kucing milik Heechul.
" Tunggulah dan duduklah sebentar, akan aku buatkan sesuatu untuk kalian " Heechul mendudukkan Kyuhyun yang masih setengah terbangun di Kursi
" Chullie Hyung, aku tidak mau makan tahu " Teriak Changmin
" Cindy, Wafel " Pinta Siwon
" Argh, pagi yang buruk. Untung saja aku selalu punya persediaan adonan wafel siap pakai. Kalau tidak aku bisa repot " Keluh Heechul
" Simba, bantu aku menata piring di meja, Dan bawa Si kembar ke kamar mandi, Suruh mereka sikat gigi dan cuci muka" Teriak Heechul yang sedang memanggang wafel.
" Ne "
" Kalian dengar kata Cindy, kalian harus sikat gigi dan cuci muka lalu bantu aku menyiapkan meja " Siwon menggandeng Kyuhyun dan Changmin menuju kamar mandi
" Hyung, malas " Rengek Changmin sementara Kyuhyun hanya berjalan mengikuti Siwon dengan mata tertutup
" Jangan jadi anak nakal, Min. Kau mau Cindy marah – marah "
" Arraseo " Changmin menggosok giginya dengan berat hati, dan dimana Kyuhyun. Dia sedang tidur sambil duduk di atas toilet.
" Aigoo " Siwon menggelengkan kepalanya melihat Kyuhyun. Dan dia memutuskan untuk menggendong Kyuhyun agar dia mau sikat gigi.
" Hyung, Dingin " Teriak Kyuhyun saat Siwon dengan sengaja membasahi wajah Kyuhyun dengan air
" Cuci mukamu sendiri, atau aku yang melakukannya " Ancam Siwon yang sebenarnya ingin tertawa melihat muka cemberut Kyuhyun.
" Aku lakukan sendiri, inikan masih jam 6 pagi, seharusnya aku masih tidur nyenyak. Airnya kan dingin, masak aku disuruh cuci muka, dasar tidak berperasaan. Kau mulai ketularan sifat galak Chullie Hyung " Gerutu Kyuhyun sambil menyikat giginya.
Siwon tersenyum dalam hati dia berpikir, " Menyenangkan juga kalau sedikit berisik di pagi hari "
" Siwon Hyung, kau pasti sedang memikirkan yang aneh – aneh "
" Mwo "
" Kau, benar Min, dia pasti sedang berpikiran mesum. Senyum – senyum sendiri sambil berkaca " Ejek Kyuhyun
Setelah membersihkan diri, Siwon dengan segera kembali ke dapur dan menyiapkan piring dan gelas di meja makan. Heechul yang sudah selesai memanggang wafel lalu mengambil susu di kulkas dan menuangkannya di gelas untuk Changmin, Kyuhyun dan juga dirinya, sedang untuk Siwon segelas kopi hitam.
" Simba, tolong ambilkan madu di kulkas " Heechul meletakkan sebuah nampan berisi wafel buatannya di meja
" Hmm "
" Wah, Aku tidak percaya dengan apa yang mataku lihat. Ini keajaiban " Changmin mengomel dengan wajah terkejut
" Sepertinya aku masih tidur " Guman Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya
"' Apanya, Min? " Tanya Siwon
" Chullie Hyung memasak , Sungguh hal yang tak mungkin terjadi "
" Maaf, tapi aku bisa melakukannya " Heechul yang sedari tadi sibuk mondar – mandir akhirnya duduk
" Lalu kenapa tidak kau lakukan setiap hari saat di rumah kami, Hyung ? " Tanya Kyuhyun sambil menuangkan sirup coklat di wafel miliknya
" Sudah pasti, kan. Karena aku malas " Jawab Heechul dengan percaya diri
" Ahhh, Seharusnya aku tahu. Bisa dibilang jawaban itu gaya Chullie Hyung banget " Kata Changmin sebelum minum susu
" Simba, kau ingin aku buatkan telur mata sapi "
" Ani, Ini sudah cukup. Sebaiknya kau cepat makan, Cindy "
" Makan yang banyak, Min. Ah, maksudku Kyuhyun karena tanpa kusuruh sekalipun kau bisa makan banyak, Min "
" Chullie Hyung, Mashita " Puji Kyuhyun pada Wafel buatan Heechul sambil mengacungkan jempolnya
" Gomapta " Heechul tersenyum senang
" Chullie Hyung, makan wafel paling nikmat kalau pakai Ice Cream "
" Min, makan Ice Cream di pagi hari bukan ide yang bagus. Nanti kau bisa sakit perut "
" Perutku kuat, Hyung "
" Aku tidak peduli sekuat apa perutmu, kau tetap tidak boleh makan Ice Cream. "
" Dinding lambungku kuat, Chullie Hyung " Rengek Changmin sekali lagi
" Aku tidak peduli, meskipun dinding perutmu setebal kulit badak. Kau tetap tidak boleh makan Ice Cream pagi hari "
" Kalau siang hari boleh? "
" Boleh, sepuasmu sampai kau bosan. Ada banyak Ice Cream di kulkas "
" Chullie Hyung, Aku juga mau " Pinta Kyuhyun
" Ne, Kau juga boleh. Tapi kalian harus berjanji untuk menggosok gigi setelah makan "
" Yes, Maam " Hormat keduanya
" Simba, Jangan hanya tersenyum " Panggil Heechul tiba – tiba
" Makan lebih cepat, Aku tidak mau kau terlambat bekerja "
" Yes, Maam " Siwon menirukan gaya si kembar
" Simba, makan siang di rumah, Ne " Heechul berbisik di telinga Siwon
" Understood, Maam " Siwon memberi hormat pada Heechul yang hanya tersenyum melihat tingkah sang suami
.
.
.
Siwon sudah berangkat kerja dan sekarang Heechul mengantar Si Kembar pulang ke Rumah. Bukannya melihat wajah cerah JaeJoong seperti biasanya, mereka malah melihat JaeJoong sedang bertengkar dengan Yunho
" Yun, Kau Pabo. Kenapa kau tidak bisa memahami apa yang ada dalam pikiranku "
" Boo, Bukannya aku tidak mau mengerti. Tapi kau yang memang tidak mengerti "
" Apa yang kau bicarakan, bukankah memang kau yang tidak mengerti "
" Boo, Sudah cukup hentikan. Bicaramu mulai melantur "
" Melantur, kau bilang aku melantur. Yun "
" Boo, yang salah tetaplah salah, Tidak ada kebaikan dalam hal itu "
" Kau selalu saja melihat segalanya hanya ada hitam dan putih. Dengan angkuhnya kau tidak mempedulikan warna – warna tidak pernah memperdulikan alasan dan sebabnya, kau egois Jung Yunho "
" Aku egois, Memangnya kau tidak egois, Kim JaeJoong " Karena emosi Yunho memanggil JaeJoong dengan nama keluarga lamanya, bukan Jung JaeJoong seperti biasanya
" Yun, Kau " Air mata JaeJoong mengalir dengan perlahan ia berjalan mundur menjauhi Yunho
" Kau, kaget. Kim JaeJoong "
" Sudah kukatakan padamu jangan memanggilku dengan nama keluargaku " Teriak JaeJoong sambil menangis
" Boo, Aku " Yunho yang menyadari efek perkataannya pada JaeJoong merasa bersalah
" Teganya kau, Yun "
" Boo, Aku tidak ingin kau salah paham. Tapi pemikiranmu salah "
" ... " JaeJoong terlihat berpikir dalam diam dengan rahang mengeras
" Yun, Sebaiknya kita berpisah " JaeJoong menatap nanar mata Yunho
" Jangan bercanda "
" Aku tidak sedang bercanda, Jung Yunho. Aku ingin kita berpisah "
" Boo, Kau tahu arti perkataanmu "
" Kau pikir aku tidak tahu arti perkataanku sendiri, Yun "
" Kau ingin bercerai, Boo " Rahang Yunho mengeras dan dengan tangan terkepal Yunho mengatakannya
" Ceraikan Aku, Yun. Atau aku yang akan menceraikanmu " Jawab JaeJoong dengan suara lemah tapi masih dapat didengar oleh mereka semuanya.
" Appa, Umma " Guman Si kembar sambil meremas tangan Heechul yang menggandeng tangan mereka.
" Apa yang sebenarnya terjadi disini " Batin Heechul
.
.
.
Hehehehe
Ada kejutan kan... :}
