~They Started With a Kiss Again~
~0~
Cho kyuhyun as namja
Lee sungmin as yeoja
And other cast
~0~
Genderswitch
~0~
WARNING: DON'T LIKE DON'T READ!
BEFORE
~0~
Sekali tarikan keatas piyama itu sudah terlepas dan menyisakan sungmin hanya dengan underwear saja. Kyuhyun yang masih dengan posisi duduknya itu segera melepas kaos putihnya dan membuangnya ke sembarang arah.
"eummmmppp"
Kyuhyun dan sungmin mendesah karena ciuman yang mereka buat sendiri. Dan dengan perlahan kyuhyun melepaskan pengait bra sungmin dan melepasnya. Sungmin hanya pasrah dengan tindakan kyuhyun karena jujur dia juga sangat merindukan belaian suaminya itu karena mereka baru melakukan hubungan sekali saat bulan madu.
Kyuhyun menurunkan intensitas ciumannya menuju leher sungmin dan menciptakan tanda merah disana. Dan tangan kirinya masih setia meremas dan memainkan puncak kemerahan payudara sungmin. Hal itu membuat sungmin hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan nikmatnya perlakuan suaminya itu.
~0~
CHAPTER 10
~0~
Seorang yeoja sedang terduduk sendiri resah menunggu seorang namja yang sudah membuat janji dengannya. Berkali-kali dia melihat jam ditangannya menghitung berapa lamanya dia menunggu dengan gelisah.
"wookie, kau sedang menunggu siapa? Kenapa kau terlihat resah begitu? Ini minumannya, minumlah dulu." Ucap jungmo seraya meletakan segelas latte di meja wookkie.
"aku sedang menunggu seseorang jungmo~ah." Jawab wookie datar kemudian meminum sedikit lattenya.
"kau menunggu pacarmu ya….?!" Goda jungmo
"araseo, aku kedapur dulu wookie, mengantar pesanan yang lain. Mian tidak bisa menemanimu." Ucap jungmo kemudian berlalu dari meja wookie.
Berkali-kali wookie menatap ponselnya resah, serasa ingin menghubungi namja yang sudah janjian dengannya namun kemudian urung karena beberapa menit yang lalu dia sudah meneleponnya dan namja itu mengatakan kalau dia sedang dalam perjalanan. Sesaat setelah melihat pintu restoran terbuka dan melihat sosok yang sedang ditunggunya tampak, wookie kemudian berdiri dan melambaikan tangannya kepada sang namja agar mendekat padanya.
"apa sudah lama wookie~ya?" Tanya sang namja kemudian tersenyum.
"ani oppa, baru limabelas menit saja." jawab wookie.
Mereka kemudian terdiam sejenak dengan pikiran masing-masing untuk memulai pembicaraan yang sangat penting.
"oppa, ottokae?" wookie mulai membuka suaranya dengan sedikit pelan membuat namja didepannya kemudian menatapnya dengan pandangan tajam.
"kau tidak usah khawatir wookie, aku janji akan bertanggung jawab atas aegi kita. Masalah ummaku aku akan berbicara padanya pelan-pelan." Namja bernama kim yesung itu menggenggam tangan wookie erat untuk menguatkanya.
"aku takut sekali oppa." Ucap wookie lirih yang ingin menangis.
"jangan takut, aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi. Kita akan hadapi sama-sama nne. Kau percaya padaku kan?" Tanya yesung kemudian wookie hanya menjawab dengan anggukan pelan.
SRETT‼‼
"kajja‼ aku antar pulang, ini hampir malam wookie~yah." Yesung memegang tangan wookie dan mengajaknya keluar dari restoran dan mengantarnya pulang.
~0~
Sepasang suami istri masih sibuk dengan kegiatan malam mereka yang jarang mereka lewatkan berdua. Sungmin masih menahan semua kenikmatan yang diberikan suaminya padanya. Sang suami masih setia dengan kegiatannya menciptakan tanda merah dileher dan dada istrinya. Kemudian menurunkan intensitas ciumannya menuju puncak dada istrinya dan melahapnya dengan liar.
"eunghhhh kyuuuhhh~~~"
sungmin hanya bisa mendesahkan nama suaminya dan menjambak rambut suaminya itu pelan.
Suara desahan istrinya makin membuat kyuhyun naik kemudian menurunkan ciumannya ke perut sungmin dan hal itu benar-benar membuat sungmin geli.
SRETTT‼!
Kyuhyun melepas celana dalam sungmin itu and now sungmin totally naked. Ini bukan kali pertama kyuhyun melihat tubuh polos istrinya. Namun karena mungkin belum terbiasa, kyuhyun selalu memandang takjub tubuh indah dibawahnya itu sebelum menyerangnya lagi.
"kyu~~~ jangan selalu memandangiku begitu." Sungmin yang hanya dipandangi suaminya hanya malu dan wajahnya berubah memerah.
"wae chagi?" goda kyuhyun kemudian menindih sungmin dan menciumnya lagi.
"eungghhhhh,,,, chagihhhh…"
Saat menciumi istrinya, tangan kyuhyun turun kebagian bawah istrinya itu dan memainkan bagian tersensitiv sungmin disana. Sungmin yang merasakan sensasi nikmat itu hanya mendesah dan mencengkeram bahu suaminya itu. Karena tidak tahan lagi dan juga dirinya sangat lelah kyuhyun kemudian bangkit dan melepaskan penutup terakhir tubuhnya. Kemudian memposisikan tubuhnya diatas sungmin dengan posisi kaki sungmin yang sudah mengangkang.
"ssshhhh ahhhhhhh…"
Sungmin mendesah kesakitan saat lubangnya kembali dimasuki milik suaminya itu. Karena ini baru kedua kalinya untuk mereka maka rasanya masih belum terbiasa dan sungmin masih meringis kesakitan.
"ahh,,, kyuh,,, ahhh.. sssshhhh…"
Mereka hanya mendesahkan kedua nama masing-masing pasangannya saat sudah menemukan saat yang tepat. Ringisan kesakitan sudah berubah menjadi erangan kenikmatan bagi keduanya.
"ming… ah… aku akan kelua,,ah… ar….." kyuhyun menumpahkan seluruh benihnya didalam rahim sungmin dan disaat bersamaan sungminpun juga mengeluarkan semua cairannya.
Kyuhyun memeluk tubuh sungmin sejenak dan menciumnya.
~0~
~KYUNGHEE UNIVERSITY~
Kyuhyun pagi ini berangkat kuliah bersama dengan sungmin karena jam kuliah mereka yang sama.
"kyu~~ aku tidak suka kau selalu berdekatan dengan seo seo itu. Dia suka sekali menempel padamu. Mengesalkan." Ucap sungmin sambil mengerucutkan bibirnya.
"dia hanya temanku min, tidak lebih kau tidak usah cemburu. Hem, siapa laki-laki yang menggandeng tanganmu waktu di kantin?" Tanya kyuhyun.
"kau melihat kami? Ah~~ dia itu, eum mereka teman-teman sekelasku kyu, mereka yang aku sering ceritakan padamu." Jawab sungmin ragu.
"sepertinya dia menyukaimu." Ujar kyuhyun sedikit kesal.
"ani kyu, dia hanya teman sekelasku. Dia juga baik. Yak!kita sedang membicarakan seo itu kenapa malah membicarakan siwon." Sungmin kesal karena kyuhyun mengalihkan pembicaraan mereka.
"jadi namanya siwon! Hah!sudahlah, ayo turun aku antar kau kekelas." Ucap kyuhyun kemudian membuka pintu mobilnya.
"andwe‼‼! Jangan kyu, aku bisa kekelas sendiri. Hehehehe iya, aku tidak akan kesasar. Kyu anyeong‼‼! CHUP‼‼" sungmin mengecup sekilas bibir suaminya kemudian berlari menuju kelasnya.
"ck!dasar." kyuhyun tersenyum kemudian memasuki kelasnya sendiri.
~0~
Keempat sahabat itu memandang sungmin dengan tajam. Seolah meminta penjelasan tentang tragedy menghilangnya dirinya saat mereka sedang mengamati kyuhyun dan rumahnya kemarin.
"apa mata kalian tidak pedih, dari tadi memandangiku tanpa berkedip begitu. Hah, tahu jika ibu jang hari ini kosong aku tidak akan berangkat pagi tadi." Sungmin masih menyibukan dirinya dengan buku-buku prakteknya dan tidak menggubris pandangan teman-temannya itu.
"nona lee sungmin. Kenapa kemarin kau hilang bagaikan ditelan bumi. KAU TAHU KAMI SEPERTI ORANG GILA MENCARIMU‼! BAHKAN HPMU TIDAK AKTIF‼‼!" ucap Victoria dengan nada tinggi.
"hehehe, mianhae. Jadi karena itu kalian daritadi memelototiku." Jawab sungmin tanpa dosa.
"kau kira? Ish‼! Membuat orang panic saja." Ujar donghae.
"aku ada urusan mendadak, siapa suruh kalian terlalu sibuk menatap cho kyuhyun."sungmin masih menjawab dengan santai dan masih sibuk membolak-balikan buku pelajarannya.
"kau kan bisa mengirim sms atau bagaimana, bukan pergi menghilang seperti ditelan bumi begitu." Ujar Kibum .
"heheheh, ara ara. Mianhae. Sekarang kalian ajari aku latihan CPR saja. Palli‼‼ donghae~ya kau saja yang jadi partnerku." Ucap sungmin sembari menyunggingkan senyuman penuh arti itu.
"MWO‼‼ SIRREO‼‼ kau mau membunuhku lee sungmin‼!" tolak donghae kemudian berlari menjauhi sungmin.
"ish‼! Kalian ribut terus, kalian tahu ada berita yang lebih menghebohkan lagi tentang cho kyuhyun." Victoria kembali bersemangat saat membicarakan orang yang dikaguminya.
Keempat orang yang mendengar nama cho kyuhyun disebut kemudian menatap kepada Victoria untuk mendengarkan seksama apa yang akan Victoria bicarakan tentang cho kyuhyun.
"kalian tahu hal ini sangat mengecewakan tapi inilah kenyataanya." Victoria menghela nafas sejenak dan membuat rasa penasaran teman-temannya semakin meledak.
"yak! Kau mau membuat kami mati penasaran? Palli‼ katakan pada kami." Ucap kibum yang tidak sabaran.
"bummiku sayang, sabar chagiya.. kalian tahu aku punya teman jurusan kedokteran diatas angkatan kita. Dia kenal cho kyuhyun dengan baik, karena mereka sering melakukan praktek kuliah bersama-sama dan lagi.. huft‼! Cho kyuhyun pernah bercerita padanya kalau. Hiks.. dia sudah menikah."
"MWO‼‼‼!"
Kibum, donghae dan siwon berteriak bersamaan karena kaget. Berbeda dengan ekspresi sungmin yang datar dan malah menyunggingkan senyuman kecil.
"sungmin~ah, kenapa kau malah tersenyum. Itu berarti kesempatan untuk mengejar cho kyuhyun berkahir sudah, kenapa kau malah terlihat senang begitu." Victoria memandang aneh kepada sahabatnya yang sama sekali tidak terlihat raut kecewa itu.
"wae, bukankah itu bagus. Dengan begitu kalian akan berhenti memata-matainya dan membuang-buang waktu." Ucap sungmin santai.
"ish‼ jadi sekarang kau sudah ketularan si kuda itu min." kibum yang tidak suka mendengar jawaban sungmin hanya melipat tangannya di dadanya.
"dan nama perempuan kemarin seo jo hyun, aku rasa dia istrinya. Huaaaa….. kenapa namja tampan dimuka bumi ini semua sudah punya pasangan. Kalau seo jo hyun itu aku angkat tangan, aku tidak mungkin mengalahkan dia." Ujar Victoria kemudian menyandarkan kepalanya di mejanya.
'kenapa mereka mengira seo seo itu istrinya kyu, istrinya kan aku,aku tidak tahaaaan lagi‼! huft.' Sungmin hanya bisa mengumpat dalam hati dengan pembicaraan temannya.
"ming kau kenapa?" Tanya donghae yang melihat raut muka sungmin berubah memerah seperti orang yang menahan amarahnya.
Brak‼‼!
"ISTRINYA CHO KYUHYUN ITU BUKAN SEO JO HYUN ITU TAPI AKU‼‼‼!" sungmin yang sudah tidak bisa menahan amarahnya berdiri mendadak dan menggebrak meja sembari berkata sangat keras sehingga seluruh mahasiswa didalam kelasnya bisa mendengar apa yang diucapkannya.
Tak hanya keempat orang sahabatnya yang memandang tak percaya kepada sungmin, namun seisi kelas juga memandang kepadanya kemudian menertawakannya. Beberapa detik kemudian seluruh isi kelas itu sudah ramai dengan gelak tawa dari semua penghuninya, menertawakan statement sungmin yang mereka anggap tidak masuk akal itu.
"sungmin~ah, geumanhae! Ah~~ mianhae yeorobun. Sungmin hanya bercanda. Hehehehe." Victoria menarik tangan sungmin agar mau duduk kembali.
"yak! Aku tidak bercanda! Aku benar-benar istri cho kyuhyun!" sungmin masih berbicara teman-temannya itu dengan nada serius.
"min, bukankah tadi kau bilang sendiri tidak tertarik dengan cho kyuhyun. Kenapa sekarang malah kau yang terlihat paling stress menerima kenyataan bahwa cho kyuhyun sudah menikah. Kalau kau istrinya apa aku appanya?" donghae berbicara meremehkan sungmin.
"hmpftttttt! Min~ah, gwenchana dimuka bumi ini masih banyak namja tampan selain cho kyuhyun itu, kau tidak perlu terlalu berkecil hati begini. Ara." Kibum menahan tawanya mendengar semua ucapan sungmin.
"huft! Bagaimana caranya agar kalian percaya padaku, aku benar-benar tidak bercanda." Sungmin masih berusaha meyakinkan teman-temannya itu agar percaya padanya.
"ara, ara, sekarang lupakan cho kyuhyun dan aku akan mengajarimu CPR saja, donghae berbaringlah di bed sana." Victoria mengajak sungmin dan donghae di bed pasien di pinggir kelas itu.
CEKLEKKK‼‼! "anyeong haseo"
Seluruh mahasiswa dikelas sontak menoleh kea rah pintu masuk kelas mereka dan sebagian besar yeoja didalam kelas itu syok melihat sosok yang baru saja akan memasuki kelas mereka tak terkecuali vic, hae dan sibum.
"jeoseong hamnida, aku mengganggu sebentar." Sapa sang namja kemudian berjalan mendekati seorang yeoja yang berekspresi datar itu.
"ming, kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?" Tanya namja itu yang ternyata adalah suami seorang lee sungmin. Sungmin yang ditanya kemudian merogoh kantongnya dan mengambil ponselnya.
"mati kyu, aku lupa menchargenya dari kemarin." Jawab sungmin ragu.
"selalu begitu, tadi umma meneleponku menanyakan kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi, nanti umma akan menjemputmu dia akan mengajakmu belanja dan aku mungkin pulang malam jadi tidak bisa ikut dengan kalian. Baiklah itu saja, aku tidak akan menganggu pelajaranmu lagi." Ucap kyuhyun kemudian berlalu dari ruang kelas sungmin.
Sungmin yang baru saja dihampiri suaminya kemudian duduk di di bed disampingnya dan menundukkan kepalanya. Sedangkan keempat temannya memandanginya dengan tatapan tajam meminta penjelasan. Dan seluruh teman-temannya dikelas membicarakannya dengan berbisik-bisik.
"wae?! Kenapa kalian memandangiku begitu?" Tanya sungmin kepada teman-temannya yang masih setia memolototinya.
"kenapa kau tidak bilang kepada kami lee sungmin kalau cho kyuhyun itu suamimu?" Tanya Victoria sembari mendekatkan wajahnya ke wajah sungmin.
"bu bukankah tadi aku sudah mengatakan pada kalian!" ucap sungmin membela diri.
"kenapa tidak mengatakan pada kami dari awal malah mengikuti kami menstalker kyuhyun." Ucap kibum.
"itu itu karena,, karena…"
"cha! Itu bagus, ini sangat bagus sekali. Kita beruntung bummi. Istri cho kyuhyun bukanlah seo jo hyun dan hanya lee sungmin." Victoria mulai bangkit dari duduknya dan mulai bersemangat kembali.
"benar vic, kesempatan kita untuk mendapatkan cho kyuhyun lebih mudah. Ha ha ha ha ."
"yak‼! Mana boleh begitu dan lagi, apa itu hanya lee sungmin namaku cho sungmin dan kalian tidak boleh merebut suamiku‼! ANDWEEEEEEE‼‼‼‼‼‼‼‼‼‼‼‼‼‼‼‼‼!
~0~
"ck‼! Aku masih belum percaya kalau benar-benar kau lee sungmin istrinya seorang cho kyuhyun." Victoria masih menatap heran sahabat disampingnya itu.
"cho sungmin!" balas sungmin ketus.
Saat ini seperti biasa setelah menghabiskan waktu berjam-jam menghabiskan waktu didalam kelas mereka ke kantin untuk makan siang dan bersantai sejenak sebelum kembali ke kelas mereka lagi.
"ceritakan pada kami min bagaimana bisa cho kyuhyun jatuh cinta hanya padamu? Dan kenapa kau tidak menceritakan yang sebenarnya pada kami kalau kau sudah menikah?" Tanya kibum penasaran.
Sungmin yang semula tidak tertarik menjelaskan akhirnya menegapkan duduknya kemudian memandang teman-temannya satu persatu.
"cha! Kalian tahu, ini juga salah satu alasanku kenapa aku tidak berterus terang pada kalian. Kalian selalu memuja suamiku dan pasti merendahkan aku. Aku sadar diriku tidak sehebat suamiku, tapi buktinya dia juga menyukaiku dan mau menikah denganku." Ujar sungmin panjang lebar.
"kami tidak berniat merendahkanmu jinjja‼!" balas donghae
"tapi kalian sering mengatakan hanya lee sungmin, huft! Maka dari itu aku tidak mau berterus terang. Sejak sma aku selalu direndahkan. Menyebalkan." Ucap sungmin lemah kemudian menyandarkan punggungnya ke kursinya.
"ara, ara mianhae nyonya cho, kau tahu kami hanya menggodamu, tidak bermaksud menyakitimu. Kau kan sahabat kami." Victoria merangkul sungmin dan tersenyum padanya.
Mereka tersenyum dan tertawa bersama membicarakan tentang perjuangan sungmin mengejar kyuhyun dan hanya satu orang saat ini yang sangat terluka mendengar semua kenyataan yang tak pernah dia duga karena baru saja dia tertarik kepada yeoja kenapa harus yeoja bersuami. Sejak tadi hanya itu masalah yang berputar dipikiran seorang choi siwon.
"cha‼ karena cho kyuhyun sudah tidak available lagi bagaimana kalau kau merayu suamimu itu agar mengenalkan temannya pada kami min, kami kan juga ingin punya pacar dokter sepertimu." Kibum merengek sembari memeluk lengan sungmin itu.
"mwo‼! Sireo! Kyu juga tidak mungkin mau. Kalian cari saja sendiri!" ucap sungmin ketus sambil melipat kedua tangannya didadanya.
"yak kau ini pe….."
Ucapan kibum terputus karena mendengar sesorang memanggil nama sungmin dengan sedikit kencang.
"minnieeeeeeee…" hyukkie berteriak sedikit kencang dan berlari membuat semua yang berada di meja sungmin menoleh kea rah sumber suara dan menghentikan acara mengobrol mereka.
Hosh!hosh!hosh!
Hyukie mencoba mengatur nafasnya sebaik mungkin dan langsung menenggak minuman di depannya yang sebenarnya milik donghae. Donghae hanya memandang heran dengan yeoja yang menurutnya tidak sopan itu.
"yak!kau! kenapa meminum minumanku, ish! Dasar tidak sopan!" umpat donghae kesal.
"ish! Hanya masalah minuman tuan. Nanti aku ganti!" jawab hyukie santai dan donghae makin melotot memandangi yeoja yang seenaknya didepannya ini.
"wae hyukie, kenapa kau berlari-lari seperti itu. Aku juga tidak akan pergi kemana-mana. Ah, mianhae chingudeul, perkenalkan ini lee hyukjae sahabatku saat sma. Hyukie ini vic, kibum, donghae dan siwon." Sungmin memperkenalkan satupersatu teman-temannya pada hyukkie.
"anyeong hyukki." Sapa vic dan kibum bersamaan sedangkan donghae dan siwon tidak berniat menyapa yeoja sahabat sungmin itu.
"anyeong yeorobun, nan hyukie imnida bangapta." Sapa hyukkie.
"min, wookkie hari ini tidak masuk. Aku sudah mencoba menghubungi ponselnya tapi tidak aktif. Aku mencoba menghubungi ummanya katanya wookie kurang sehat. Nanti kau ada waktu tidak? Kita kerumah wookie bagaimana?" Tanya hyukkie pada sungmin.
"baiklah, tapi nanti aku mampir ke mobit dulu ya hyukkie, aku harus bertemu appaku dulu." Sungmin berucap setuju akan ajakan hyukkie.
"ara! Nanti setelah selesai kuliah kau telepon aku nne, aku kembali ke kelas dulu. Anyeong yeorobun." Hyukkie membungkuk sekilas kemudian meninggalkan sungmin dan teman-temannya.
~0~
Sesuai janji yang mereka rencanakan saat waktu istirahat tadi, sungmin menunggu hyukkie di gerbang kampus mereka. Namun sudah lebih dari lima belas menit sungmin berdiri menunggu kedatangan temannya itu, belum Nampak batang hidung hyukkie. Sungmin hanya mondar mandir sesekali melihat kearah jam tangannya.
'ck!kenapa lama sekali hyukkie.' Sungmin hanya mengumpat kesal karena tidak segera mendapati kehadiran temannya itu.
DRRRTTT DRRTTTTT‼‼‼
Getaran ponselnya membuat sungmin dengan segera mengangkat teleponnya yang bergetar tanpa melihat ID di layar ponselnya.
"yoboseyo."
"Minnie, mianhae aku ada urusan mendadak. Hari ini tidak bisa menjenguk wookiie denganmu. Kau sendiri saja tidak apa-apa nne?"
"ck!yak! kau ini, aku sudah hamper mati karatan menunggumu, kau malah membatalkan janji kita. Huft! Yasudah, ara aku sendiri saja."
"mian min, jeongmal mianhae."
"gwenchana. Anyeong hyukkie."
"anyeong min."
TUTTTT TUTTTT
Setelah menutup telepon dari hyukkie, sungmin bergegas mencari taxi menuju mobit sebelum kerumah wookkie seorang diri karena hyukkie tiba-tiba ada urusan dan tidak bisa pergi bersamanya.
~0~
~MOBIT RESTAURANT~
Sungmin terpaksa menuju restoran appany sendiri karena hyukkie yang tiba-tiba ada urusan mendadak. Sungmin mendudukan dirinya disalah satu tempat duduk direstoran itu dan tak sengaja dia melihat namja yang sedari tadi mondar-mandir melayani pengunjung itu. Sesekali mereka bertemu pandang kemudian melemparkan pandangannya ke lain arah karena merasa canggung.
"ini minumanmu." Jungmo meletakkan segelas strawberry coffe ke meja sungmin.
"gomawo jungmo, duduklah." Sungmin menyuruh jungmo untuk duduk menemaninya.
Sejenak tidak ada perbincangan antara mereka, hanya sesekali terlihat saling melirik dan canggung.
"apa kau bahagia?" Tanya jungmo memecah kecanggungan antara mereka.
"hmm. Aku sangat bahagia jungmo. Gomawo kau sudah mengkhawatirkan aku. Cobalah untuk membuka hatimu untuk yeoja lain jungmo~ah. Aku yakin pasti bisa." Ucap sungmin sambil meminum minuman yang dibawakan jungmo untuknya.
"aku tahu, tapi itu…"
"oppaaaa….. di dapur sedang membutuhkan bantuanmu." Teriak seorang yeoja menginterupsi perbincangan antara jungmo dan sungmin itu.
"ah, araseo. Mian min, aku tinggal sebentar." Jungmo bangkit dari duduknya kemudian berlalu menuju dapur.
"anyeong haseo agashi, nan yuri imnida. Bangapta. Aku adalah karyawan baru disini. Anda mirip sekali dengan tuan lee. Apa ada yang bisa saya bantu nona?"
"bangapta yuri ssi, tidak perlu, aku sedang menunggu umma mertuaku. Gomawo, kau bisa kembali melanjutkan aktivitasmu." Ucap sungmin ramah.
"araseo, jika membutuhkan sesuatu panggil aku saja nona. Aku permisi dulu." Yuri membungkuk sekilas kemudian berlalu dari hadapan sungmin.
Tak berapa lama heechul datang dan menjemput sungmin untuk mengajaknya belanja bersama. Karena tadi sempat ada urusan mendadak akhirnya heechul tidak jadi menjemput sungmin dikampusnya. Karena takut sungmin akan terlalu lama menunggunya akhirnya heechul memutuskan untuk menyuruhnya ke restoran appanya dan menunggu disana.
~0~
Setelah mengantar umma mertuanya berbelanja sungmin memutuskan untuk tidak pulang bersama mertuanya itu dan pergi sendiri kerumah wokkie. Tiga puluh menit sungmin menempuh perjalanan menuju rumah wookkie dengan taxi dan harus dilanjutkan berjalan kaki selama 5 menit menuju rumahnya karena rumah wookkie harus memasuki gang yang agak sempit. Sampainya di depan rumah wookkie sungmin langsung mengetuk pintu rumah wokkie.
TOK TOK TOK
Sungmin masih setia berdiri tepat didepan pintu rumah wookkie menunggu sang pemilik rumah membukakan pintu untuknya.
CEKLEK‼!
Tak berapa lama sungmin menunggu, pintu rumah sudah terbuka menampakan sang pemilik rumah. Seorang wanita paruh baya berkacamata dan tersenyum ramah kepada sungmin.
"sungmin~ah, apa kabar?" sapa ummanya wookkie.
"anyeong haseo ahjumma, kabar saya baik baik saja ahjumma. Apa wookie ada?" ucap sungmin.
"masuklah dulu diluar sangat dingin. Wokkie ada di kamarnya, dia kurang enak badan jadi tidak bisa masuk kuliah, aku buatkan kau minum, naiklah ke kamarnya." Umma wookkie menepuk pundak sungmin sekilas kemudian berlalu menuju dapur rumahnya. Kemudian sungmin menaiki tangga menuju lantai dua ke kamar wookkie.
Tanpa mengetuk pintu kamarnya lebih dulu sungmin membuka perlahan pintu kamar wookkie kemudian mengedarkan pandangannya mencari sang empunya kamar. Kemudian sungmin tersenyum sekilas kemudian masuk mendekati ranjang dimana wokkie sedang tertidur, ah tidak lebih tepatnya sedang memaksakan matanya untuk terpejam.
"wookkie, nno gwenchana?" sungmin duduk ditepi ranjang wookkie dan memegang telapak tangan wookkie. Kemudian wookkie yang memang tidak tidur reflek bangun dan duduk bersandar di sandaran belakangnya.
"nan gwenchana min~ah, gomawo sudah mau menjengukku."wookie mengelus punggung tangan sungmin yang sedang menggenggam erat tangannya.
"kau sakit apa wookkie, kau sangat pucat." Tanya sungmin
Mendengar pertanyaan sungmin bukannya menjawab, wookkie malah mengalihkan pandangannya menuju jendela kamarnya, memandang kosong kea rah luar jendela. Sesaat kemudian wookie mitikkan air matanya dan semakin membuat sungmin panic karenanya.
"wookkie, mussun irriya?" sungmin mendekatkan dirinya kea rah wookie yang sedang bersandar di tempat tidurnya.
"hiks, hiks, aku memang anak yang tidak berguna min, hiks hiks." Tangisan wookkie makin membuat sungmin panic dan kemudian reflek memluknya.
"wae geurae wokkie~ya. Ceritakan padaku." Sungmin masih memeluk wookkie dan berusaha menenangkannya.
"mianhae min, aku tidak pernah menceritakan pada kalian kalau aku sudah mempunyai namja chingu, dan sekarang aaa,,,aakkkuuu hamil min." wookkie yang masih tidak kuasa menahan tangisnya mengeratkan pelukannya pada sungmin.
Sungmin yang tidak bisa menahan terkejutannya akan cerita wookkie hanya bisa membatu dan membuka mulutnya karena terlalu terkejut.
"kami baru saja berpacaran selama 3 bulan, dan sekarang sebelum sempat aku mengenalkannya pada kalian aku sudah seperti ini, aku malu sekali min. apa kalian masih ingin berteman denganku?" wookkie melepaskan pelukan sungmin dan menatapnya dalam.
"pabo‼! Mau seperti apapun keadaanmu kita tetap bersahabat wookkie!" ucap sungmin tegas.
"gomawo min." wookie memeluk sungmin dengan gembira.
Tanpa mereka sadari seorang wanita paruh baya berusaha menahan tangisnya mendengar percakapan antara dua yeoja itu.
"sekarang ceritakan padaku siapa namanya, dia sudah kuliah atau sudah kerja wookkie?" Tanya sungmin sedikit menginterogasi temannya itu.
Wookkie tidak langsung menjawab pertanyaan sungmin malah menundukan kepalanya untuk berpikir sejenak dan hal itu malah semakin membuat sungmin heran dan mengerutkan dahinya.
"ddi dia songsaenim kita di sma dulu min. pak kim ye sung."
"MWO‼‼‼‼‼‼!" sungmin tidak bisa menahan kekagetannya lagi kemudian berteriak.
"yak! Kau ini bisa pelan sedikit tidak!" ucap wookkie
"ah mianhae, jadi kau berpacaran dengan kepala besar itu wookkie? Ck! Tidak bisa dipercaya!" sungmin menjatuhkan dirinya dihamparan kasur wookkie karena tidak bisa lagi menopang berat tubuhnya karena terlalu lemas.
"yak! Jangan memanggilnya begitu min, kau ini. Bruk‼‼!" wookie melempar bantalnya tepat di wajah sungmin.
"yak! Jangan melampar bantal sembarangan wookie. Lagipula memang kepalanya itu besar sekali. Kita juga sering memanggilnya begitu dulu."
"tapi min, masalahnya ummanya yesung oppa tidak suka padaku. Ottokae?" ucap wookkie lemas.
"wae?" sungmin langsung bangkit dari tidurnya mendengar perkataan wookkie.
"karena aku masih terlalu muda, dan lagi aku belum lulus kuliah."jawab wookie lemah.
"wae! Mau kau seperti apa harusnya dia bisa menerimamu, bagaimanapun kau adalah calon menantunya. Dan lagi ini semua juga bukan salahmu sepenuhnya inikan salah anaknya juga." Jawab sungmin santai.
"ara aku tahu, tapi…. Aku harus bagaimana. Yesung oppa sudah membujuk ummanya agar mau menemuiku dan akhirnya dia mau dan besok kami akan bertemu untuk membicarakan pernikahan denganku tanpa ummaku min."
"kalau begitu besok aku ikut denganmu, kau tidak boleh sendirian. Ara!"
~0~
CEKLEK‼‼
"kau sudah pulang?" kyuhyun yang mendengar pintu kamarnya terbuka segera membalikkan badannya melihat istrinya yang berjalan lesu dan tertunduk itu.
BRUKK‼!
Sungmin menjatuhkan dirinya ke hamparan ranjang pink miliknya. Dan makin membuat kyuhyun heran melihat istrinya yang seperti orang tidak bersemangat itu.
"kau kenapa min?" kyuhyun berdiri mendekati sungmin yang masih dengan posisi terlentangnnya.
"aku tidak apa-apa kyu." Jawab sungmin kemudian dia bangkit dan mendudukan dirinya di sebelah suaminya itu.
"kau terlihat tidak tidak bersemangat, dan kau dari mana saja? Kenapa pulang larut bahkan tidak meneleponku?" kyuhyun membelai pucuk rambut kepala istrinya yang bersandar pada bahunya itu.
"aku yang menikah kenapa orang lain yang hamil duluan kyu?" pertanyaan sungmin membuta kyuhyun mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti dengan pertanyaan sang istri.
"apa maksudmu? Aku tidak mengerti."
"wookkie hamil kyu, padahal jelas-jelas aku yang menikah duluan, kenapa dia yang hamil duluan harusnya kan aku." Sungmin berbicara sambil mengerucutkan bibirnya.
"wookkie temanmu itu hamil? Bukankah dia belum menikah?" Tanya kyuhyun.
"maka dari itu harusnya kan aku duluan yang hamil. Dan kau tahu dia berpacaran dengan siapa?" kyuhyun hanya mengendikan bahunya tidak tahu kemudian sungmin menegapkan kepalanya.
"dengan songsaenim kepala besar. Guru kita waktu di sma kyu." Kyuhyun tidak menjawab perkataan sungmin, hanya memandanginya dengan melebarkan matanya.
"dan lagi wokkie saat ini sedang dalam keadaan tidak baik, dia merasa tidak bisa menjaga nama baik keluarganya ditambah calon ibu mertuanya itu tidak suka padanya karena menganggap dia masih anak ingusan, padahal kan ini salah anaknya juga, bukan sepenuhnya salah wokkie. Besok wookkie akan bertemu dengannya dan aku yang akan menemaninya karena aku tidak bisa membiarkan wookkie sendirian dengan nenek lampir itu." Ucap sungmin semangat.
"sudahlah, jangan ikut campur masalah orang. Urusi saja dirimu sendiri." Kyuhyun mulai naik keranjang mereka untuk tidur.
"mana bisa begitu kyu! Wookkie itu temanku, dan melihat sifatnya aku rasa wookkie tidak sanggup melawannya." Sungmin yang berniat bangkit dari ranjang mereka kemudian ditarik tangannya oleh suaminya itu.
SRETTTTT‼‼ BRUKKKKK‼‼
Sungmin terjatuh diatas tubuh kyuhyun."kyu, aku mau mandi dulu." Sungmin mencoba berontak dari pelukan suaminya itu namun tidak sanggup melawan kekuatan suaminya itu.
"wae!tidak usah mandi, badanmu tidak bau. Kita tidur saja, bukankah kau ingin cepat hamil?"
SRETTTT‼‼‼
Kyuhyun menutup tubuh mereka dengan selimut dan melancarkan aksinya.
"kyuuuuuu andweeeeeemmmppphhhhh!"
~0~
Seperti yang sudah mereka rencanakan sebelumnya, sungmin dan wookie akan pergi bersama untuk menemui calon umma mertua wookkie. Pertemuan ini pun mertuanya tidak mengijinkan yesung untuk ikut bersama mereka . setelah pulang kuliah sungmin mengajak wookkie untuk janjian di depan gerbang kampus mereka. Setelah mereka berdiri hamper lima belas menit akhirnya mobil sedan hitam berhenti tepat didepan mereka dan sesaat kemudian turunlah wanita paruh baya dengan menggunakan kacamata hitam turun dari mobil tersebut dengan sangat anggun, setiap orang yang melihat sudah pasti tahu bahwa wanita itu bukan orang sembarangan dan dari kalangan berada. Sekilas wanita itu membuka sedikit kacamata hitamnya dan memandangi wookkie dari ujung rambut sampai ujung kaki dan sempat membuat wokkie risih karenanya.
"kau kim ryeowook?" Tanya wanita paruh baya itu.
"nne, nan kim ryeowook imnida. Bangap seumnida nyonya." Sapa wookie ramah.
Sungmin hanya melemparkan pandangan tidak sukanya terhadap wanita paruh baya didepannya karena menurutnya wanita itu terkesan sombong dan angkuh.
"masuklah, jangan membuang-buang waktu lagi." Ucap wanita itu ketus. Kemudian sungmin dan wookkie mengikutinya untuk memasuki mobil mewah itu.
~0~
Saat ini sungmin, wookkie dan umma mertuanya sudah berada di salah satu restoran mewah di seoul. Karena mengingat calon mertuanya itu orang dari kalangan berada maka tidak heran wookie diajaknya ke restoran itu.
"langsung saja anak muda. Kau tahu aku mau menemuimu karena bujukan anakku. Dan lagi aku lihat kalian tetap dengan pendirian kalian dengan tidak mau menggugurkan aegi itu." Ucap nyonya kim yang sontak membuat sungmin membulatkan matanya mendengar penuturan calon mertua wookkie itu sedangkan wookkie masih setia menundukkan kepalanya kebawah tidak berani menatap wajah calon mertuanya itu.
"kau tahu kan keluarga kami sangat terpandang dan mungkin kau juga tahu tidak sepadan dengan keluargamu yang dari kalangan biasa." Ucapan nyonya kim makin membuat sungmin naik darah kemudian mulai menatap tajam nyonya kim dan akhirnya bicara.
"ahjumma, apa anda mengajak kami hanya untuk menunjukan seberapa kayanya anda. Saat ini kita harusnya membicarakan masa depan teman saya dan anak anda." Ucap sungmin ketus.
"siapa kau, beraninya ikut campur dan lagi jangan panggil aku ahjumma. Panggil aku nyonya ara!" bentak nyonya kim dan sama sekali tidak membuat sungmin takut karenanya.
"sungmin, sudahlah apa yang dikatakan nyonya kim benar." Wookkie menenangkan sungmin agar tidak marah lagi dan malah membuat keadaan makin keruh. Karena wookie merasa calon mertuanya mau bertemu dengannya saja itu sudah bagus dan dia tidak ingin merusaknya dengan membalas semua perkataannya dengan emosi.
"kalian ini. Tsk! Aku sudah berbaik hati mau menemuimu kenapa malah membawa yeoja berandalan ini. Tidak tahu sopan santun." Ucap nyonya kim ketus dan melirik sejenak kearah sungmin.
Sungmin yang akan naik darah lagi kemudian dipegang pundaknya oleh wookkie agar tidak membalas perkataan nyonya kim lagi.
"mian hamnida nyonya. Maafkan teman saya. Saya sangat senang anda mau menemui saya." Ucap wookkie dengan sedikit menahan rasa sedihnya.
"aku ada beberapa syarat yang ingin aku ajukan. Dan aku tidak minta pendapat, kau harus mematuhi semuanya. Ara! Setelah menikah kalian harus tinggal sendiri, aku sudah menyiapkan semua untuk kalian. Kau juga masih boleh melanjutkan kuliah, karena aku tidak ingin istri anakku hanya lulusan sma saja. Mengerti!" ucap nyonya kim lagi.
"saya mengerti nyonya. Kamsa hamnida." Ucap wookkie senang.
"baiklah, kalian hanya boleh menikah bulan depan, urusan pernikahan selengkapnya aku akan membicarakan pada orang tuamu. Waktuku tidak banyak lagi, aku harus pergi dan panggil aku umma. Ara!" ucap nyonya kim sekilas sebelum beranjak pergi meninggalkan sungmin dan wookkie di restoran mahal itu. Setelah kepergian nyonya kim, sungmin beralih menatap temannya itu.
"wookkie kenapa kau diam saja dan hanya mengiyakan semua yang diperintahkan nenek sihir itu. Tsk!" ucap sungmin sedikit kesal.
"mau bagaimana lagi min, hanya ini jalan satu-satunya. Dia sudah mau merestui kami saja itu sudah bagus." Jawab wookkie lemah.
"tapi dia tidak bisa se.."
"sudahlah min, kau tidak tahu bagaimana perasaanku sekarang karena kau tidak mengalami apa yang kualami sekarang. Kau punya umma mertua yang sangat menyayangimu. Kau mempunyai keluarga yang semua sangat menyanyangimu tidak seperti aku. Hiks!" wookkie terisak karena tidak bisa menahan kesedihannya lagi.
"wookkie." Sungmin memeluk sahabatnya yang terisak itu menenangkannya.
"mianhae, seharusnya aku tidak berkata seperti itu." Ucap wookie menyesal
~0~
"aku pulang." Sapa sungmin saat memasuki kamarnya dan kyuhyun masih setia menatap layar laptopnya mengerjakan tugasnya.
"hmmm, kau sudah pulang. Kenapa akhir-akhir ini selalu pulang larut?" Tanya kyuhyun dengan masih menatap layar laptonya itu.
GREPPPP‼!
Sepasang lengan kecil itu memeluk leher kyuhyun dari belakang dan membuat kyuhyun menghentikan pergerakannya dari keyboard laptopnya dan beralih memegang tangan istrinya itunya.
"wae?" Tanya kyuhyun.
Sungmin hanya menggelengkan kepalanya perlahan dan makin mengeratkan pelukannya dileher sang suami.
"aku orang yang beruntung." Ucap sungmin singkat.
"ada apa?" Tanya kyuhyun lagi.
"aku orang yang beruntung kyu. Sangat beruntung. Aku bahagia." Jawab sungmin yang membuat kyuhyun masih tidak mengerti akan maksudnya dan tidak berniat menanyakan lagi kepada istrinya itu kemudian kyuhyun melepaskan pelukan sungmin dan membimbing sungmin untuk berjalan kedepan dan mendudukannya dipangkuannya. Kemudian kyuhyun mengelus pucuk kepala sungmin dan mengecup dahinya sekilas dan kemudian mencium istrinya tepat di bibirnya.
Mereka berciuman dan saling melumat satu sama lain. Sungmin mengeratkan pelukannya dileher sang suami. Mengeluarkan rasa bahagia yang di dapatnya karena bisa menikahi orang yang ada dihadapannya ini.
TBC
Anyeong…. Gomawo readerdeul yang masih setia menunggu dan membaca ff ini walaupun makin lama updatenya makin lama…
Mian -_-"
Terus review yah, biar yang ngetik makin semangat.
Gak banyak cuap-cuap deh. Untuk yang nanya sampe chapter berapa ini belum tahu karena masih ada beberapa ide buat kyumin story after merried.
Tapi kalau udah pada bosen yah chapter depan bisa di end.
Tinggal pendapat permirsahhhhhh masih mau lanjutkah atau chapt depan end?
Sekali lagi gomawo buat readerdeul…. Yang silent maupun yang baik hati mau review.
Anyeongggggggggggggggggggggg ggggggggggggg….
*bow!
