W LOVE M
.
Cast
MEANIE COUPLE
.
RATED M!
WARNING
TYPO IN EVERYWERE, PERCAKAPAN TIDAK BAKU, ANGST MAYBE, YAOI, ADEGAN RANJANG.
.
.
Read, folfav and than review ^°^
.
I hope you can enjoy this ^^
.
.
Aku berada diluar rumah. Hari ini salju turun deras dan kami harus berkendara kerumah Mingyu. Kenapa ayah begitu jahat padaku. Apa dia tidak bisa menjadi lunak seperti ibu.
Mingyu menutupkan hoodieku, dia juga memakaikan sarung tanganku.
"Eheh hyung gyu tau hyung lagi sedih tapi jangan sampai bikin hyung sakit nanti ennggg Mingyu yang susah" aku tersenyum tipis padanya dan menarik hidungnya. Saat diperjalanan udara terasa makin dingin, jadi aku memeluk Mingyu dari belakang dan menyandarkan kepalaku disana. Entah Mingyu juga kedinginan atau apa, yang jelas dia meremas tanganku seperti memberi kehangatan. Aku memejamkan mataku menikmati setiap masalah dan kenikmatan ini. Aku terlalu menikmati waktu bersama kita. Tidak terasa tiba-tiba kami sampai dirumah Mingyu. Mingyu memelukku sebelum kami masuk kedalam rumah. Aku menghela nafas cukup panjang. Entahlah masalah apa yang akan kuhadapi lagi.
"Bunda... bunda Mingyu yang tampan sudah pulang" meskipun aku sedih bukan berarti aku tidak bisa tertawa. Mingyu bodoh sekali.
"Eeh sudah nginap dirumahnya Wonwoo?" Aku menunduk memberi hormat pada bibi Kim.
"Bundaaa ini Wonwoo hyung pacarnya Mingyu mulai sekarang akan tinggal disini selamanya" aku menutup mataku, aku tidak berani melihat reaksi ibunya Mingyu.
"Apa kau gila! Kau itu sudah menyusahkan kita dan sekarang kau malah punya kekasih dan itu laki-laki?!" Suara berat ini, tidak salah lagi kakak Mingyu, Kim Jongin.
"A-aku cinta dia, engg kumohon hyung, Wonwoo hyung sudah diusir sama keluarganya kasihan" aku melihat Mingyu bersujud didepan kakaknya dan ibunya.
"Apa kau tau Mingyu menanggungmu adalah suatu beban apalagi untuk ibu, dan apa ini? Jika ingin dia tinggal disini kau harus bekerja memberinya makanan"
"Sudahlah Jongin, Mingyu tidak salah ibu bisa menerima cintanya Mingyu ke Wonwoo. Selama anak bunda ini bahagia, ibu juga bahagia. Tapi ingat kalian berdua harus kerja part time ya supaya bisa bantu Jongin hyung" ibu Mingyu mengangkat tubuh Mingyu dari lantai. Dan Mingyu tertawa senang bahkan Wonwoo menggendongku ala bridal. Aku bisa bekerja part time, aku berusaha untuk tidak menyusahkan keluarga Mingyu. Karena ibunya Mingyu sendiri adalah single parents, ayah Mingyu meninggal sejak dia kecil.
"Wonwoo sayang... kau tidur dengan Mingyu ya? Kalian tidak boleh macam-macam ingat" kami berdua mengangguk bersamaan. Mingyu membawakan semua tasku dan ibu Mingyu juga berpesan bahwa akan menyiapkan makan malam. Aku akan membantu bibi Kim. Aku merasa seperti menantu keluarga ini.
Saat aku berjalan kekamar Mingyu aku baru menyadari satu hal kenapa ada salah satu foto yang memperlihatkan foto kakak Mingyu mengenakan jas pernikahan dan berfoto romantis dengan laki-laki manis.
"Gyu itu kakakmu dengan siapa?"
"Ohh itu kakak ipar Mingyu hyung heheh, namanya Do Kyungsoo" kakak ipar? Jadi mereka sudah menikah? Pantas saja keluarga Mingyu tampak tidak menentang hubungan kami. Jadi kakak Mingyu adalah gay, pantas saja Mingyu juga gay.
"Gyu mandilah aku akan membantu ibumu menyiapkan makan malam" aku sudah selesai memasukkan semua bajuku kedalam lemari Mingyu dan aku menyiapkan seragam untuk besok pula.
"Mandikan Mingyu hyung hehe biar bersih" aku menolaknya dengan cara mendorongnya dan menjulurkan lidahku.
Aku sudah sampai didapur, aku membantu bibi Kim menyiapkan makan malam. Aku memanfaatkan momen ini agar lebih dekat dengan ibunya Mingyu. Ya memang aku berteman dengan Mingyu sejak kecil. Tapi aku berteman dengan Mingyu setelah aku tau anak-anak tidak ada yang mau berteman dengannya karena tahap pertumbuhan yang lambat itu. Terlebih saat aku tidak sengaja melihat dia berlari ketakutan karena dikejar anjing.
"Bibi apa aku tidak menyusahkan kalian?"
"Wonwoo, apa kau tau? Mingyu sangat mencintaimu. Dia sangat sering berbicara kepada bibi saat kau bergandengan tangan dengan Yeri dia cemburu bahkan dia menangis terseduh-seduh saat dia tau kau berkencan ke bioskop. Mingyu tidak bisa mengungkapkan semuanya, dan hal itu yang membuatnya semakin tertekan" aku hanya diam saja. Entahlah kehabisan kata-kata untuk Kim Mingyu.
"Iya bibi aku juga sangat menyayangi Mingyu. Aku bahkan lebih memilih meninggalkan keluargaku daripada Mingyu"
"Bibi akan selalu merestui kalian dan mendo'akan kalian selalu bahagia" aku memeluk tubuh bibi Kim seperti memeluk ibuku sendiri.
Makan malam sudah siap, kami berempat berkumpul tapi aku masih heran dengan kakak iparnya Mingyu. Aku memutuskan untuk bertanya langsung kepada kakaknya Mingyu saja.
"Euumn Jongin hyung aku ingin bertanya"
"Ahh tanya saja kujawab kok santai jangan tegang won. Aku merestuimu"
"Ehh soal istri kakak"
"Maksudmu Kyungsoo? Yaa Kyungsoo sedang di London bekerja sebagai chef handal disana. Kami sudah menikah selama 4 tahun. Bahkan kami mengadopsi anak namanya Kim Soo Jin"
"Apa kakak tidak pernah membawa istri kakak kemari?" Aku benar-benar seperti detektif sekarang.
"Tentu saja sering kami sering berlibur disini. Tapi aku tidak pernah kesana, kau tau aku tidak ada uang. Soo Jin kuikutkan ibunya agar lebih terawat. Lagipula dia adalah seorang anak berdarah Eropa bukan Korea" aku hanya mengangguk-angguk saja mendengar cerita kakak Mingyu.
Makan malam usai, aku yang membereskannya. Setelah makan malam usai aku belajar karena aku ini siswa tingkat akhir aku akan masuk perguruan tinggi. Jadi aku belajar keras walaupun keadaan seperti ini.
Aku belajar dikamar Mingyu tentunya, Mingyu tengah menggambar. Setauku Mingyu memang senang menggambar dan melipat kertas.
"Kau gambar apa gyu?"
"Eehhh ini anu itu hyung jangan liat" Mingyu menarik kertasnya dan mempoutkan bibirnya lucu. Gemasnya aku. Tapi tiba-tiba dia menunjukkan kertasnya kepadaku. Aku terharu melihat ini. Ini sederhana dan sangat manis. Aku nyaris menangis.
Dia menggambar dua anak laki-laki sedang berpegangan tangan dan kulihat yang lebih pendek membawa bunga.
"I-ini aku dan hyung saling mencintai" aku menarik tangannya kekasur, kupeluk tubuh berisnya dan kuciumi beruntun dada bidannya. Aku tertawa dengan Mingyu bersamaan. Semua masalahku dengan ayah nyaris kulupakan.
"Ahh gyu sudah malam besok akan jadi hari melelahkan lagi. Ayo tidur"
"Nee hyung" kamipun tidur saling memeluk dan menyatukan kaki.
.
.
.
Tbc
Gaje ya? Mulai boring ya? Maafkan oiya baca dong ff baruku yang guren rated M juga baru dikit yang baca
