~Mine: Complicated~

Disclaimer: semua Charater yang ada di sini punya-nya Mom Jo, kecuali Draco and Harry#dicincang

Warning : Typo, Gaje, amat sangat OOC dan author masih amatir, yang tidak berkenan silahkan klik back, yang berkenan silahkan di baca dan kasih reviewnya yah.

"Karena pada akhirnya, aku tak akan pernah membiarkan apapun yang ku miliki hilang untuk kedua kalinya, tak akan ku biarkan malaikat kecilku merasakan kepedihan seperti yang pernah ku rasakan."

Hermione POV

Hari demi hari ku lalui, penuh kepura-puraan dan penderitaan yang berlipat ganda, aku jarang pulang setiap akhir pekan, karena aku tak mau melihat wajah menderita Mom setelah ia bercerai dengan Daddy, Theo sudah tahu semua hal yang terjadi di dalam keluarga ku, selama dua bulan terakhir ini Harry terus mengacuhkan ku dan bersikap dingin padaku, dan selama itu juga Theo tempatku bersandar saat aku menangis, ingin rasanya aku menyudahi hubungan ini agar Theo tak berharap dan terluka lebih dalam lagi, tapi saat aku ingi mengutarakan apa yang ku putuskan selalu saja aku merasa tak siap, takut Theo akan membenciku seperti Harry membenciku saat ini. Aku menghela nafasku dan kembali melepar batu kerikil kedalam danau di seberang kastil. Aku menoleh saat suara yang sangat familiar memanggilku, suara seseorang yang pernah membuatku berharap dan akhirnya menghempaskan ku, melemparku dari bayang-banyang angan ku yang tinggi. Ron. Dia berjalan mendekat kearahku, aku langsung mengambil tasku tapi sebelum aku beranjak dia mencengkram pergelangan tanganku.

"Lepas Ron!" Ujarku

"Tenang Mione, aku tidak bermaksud menyakitimu, ada yang perlu ku bicarakan padamu, sekarang." Ujarnya, aku memalingkan mataku. Muak! Ya, aku muak melihat wajahnya, dan saat aku melihatnya ingin rasanya aku membalas semua hal yang sudah ia lakukan padaku.

"Kalau kau ingin kembali, aku tak bisa. Dan tak ada yang perlu kita bicarakan." Ujarku

"ini bukan tentang aku, kau atau bahkan kita. Aku sudah memiliki Daphne dan aku tak akan memintamu kembali lagi, Mione, aku akan berhenti mengganggu mu setelah ini. Hal yang ingin ku bicarakan dengan mu adalah, Harry." Ujarnya, aku tersentak saaat mendengar nama Harry, aku merindukannya, Pelukkannya yang menenangkan, dan kelembutannya yang selalu membuatku merasa Nyaman, bahkan perhatiannya yang membuatku merasa aman. Ruang kosong yang hampir setengahnya tertutup itu kembali terbuka saat mendengar satu nama yang amat sangat ku rindukan selama dua bulan terakhir ini.

"Hentikan hal ini, Mione." Aku menatapnya, tak mengerti apa maksud dari empat kata yang baru saja terlontar dari bibirnya.

"apa maksud mu, Ronald?" Tanyaku

"Hentikan permainan ini, berhenti membuat dirimu dan Harry, juga Theo dan Ginny terluka. Aku tahu aku terlalu mencampuri urusan kalian, tapi aku hanya tak bisa melihat mu, Harry dan Ginny hancur, aku tak ingin kalian saling bersikap dingin seperti ini. Harry seperti robot yang kau kontrol dan kau setir otaknya, dia menyakiti dirinya bahkan hati dan perasaannya hanya karena permintaan tolol mu, kau memintanya kembali kepada Ginny, sementara kau tahu Ginny menyakitinya saat itu, kau tahu kalau hal itu akan melukainya, karena kau juga merasakan hal yang sama saat aku menghianati mu. Dia seperti manusia tanpa hati, semua tawa dan senyumnya untuk Ginny hanya sebuah tipuan, dan Harry, masih mempertahankan hubungan mereka karena dia ingin kau bahagia, saat melihanya dengan Ginny, kau tak tahu seberapa sering Harry minum FireWisky dalam selama ini, kan? hampir setiap malam ,dan membuatnya mabuk, dan marah-marah seperti orang gila setiap malam saat dia mampir ke asrama Gryffindoor, dia menghindarimu, karena dia mencintaimu, Jadi aku mohon jangan siksa dirimu dan oranglain lagi, Hermione, kau sudah cukup menyiksa Harry sampai seperti ini jadi ku mohon berhenti." Aku diam memikirkan apa yang di katakan Ron, apa aku benar-benar melukai mu Harry? Kenapa kau melakukan hal tolol itu? kenapa kau harus menyiksa dirimu karena aku? apa yang ada di otak mu sebenarnya?

"dia… apa dia benar-benar terluka sampai seperti itu?" Tanyaku pada Ron

"lebih dari itu, Emosi nya berubah tak menentu, ia sering memotong point asrama lain harnya karena kesalahan sepele, dan mengeluarkan anggota Quiditch dengan se-enaknya saat ini. Dia minum banyak sekali setiap malamnya, dan menyelinap keluar kastil setiap tengah malam dan yang ku tahu dia pasti minum di bar, atau mampir ke toko George. Aku tak bisa menghentikannya, nilainya menurun, kalau dia terus seperti ini. Impiannya sebagai seorang auror akan benar-benar kandas." Ujarnya, membayangkan hal itu terjadi kepada Harry membuatku seperti tersengat listrik ribuan Volt. Aku tak ingin melihatnya hancur seperti ini, sungguh, semua hal dan permainan konyol yang ku buat ini benar-benar merusak semuanya.

"Minta dia untuk menghentikannya Ron, kumohon." Ujarku

"aku tak bisa Mione, sudah ku coba dan hasilnya tetap sama, dia jauh lebih keras kepala dari pada kau." Ujarnya

"apa yang harus ku lakukan Ronald?" Tanyaku lagi

"Hentikan semuanya, Kau yang memulai semuanya jadi kau yang harus menghentikannya." Ujarnya

"aku tak bisa, aku takut… Theo…."

"aku tahu penyebab utama kau melakukan ini semua Mione, kau trauma dengan segala hal yang terjadi pada mu dan orangtuamu, maafkan aku karena sudah membuat mu terluka saat itu, aku lepas kontrol, ok? Dan yang terjadi pada orangtua mu, aku tahu hal itu membuatmu trauma, tapi jangan sakiti orang lain untuk ke-egoisan mu." Ujarnya

"kau tak tahu apapun Ronald!"

"aku tahu Mione, bahkan sebelum kau mengakhiri hubungan kita, Harry mengatakannya padaku, aku menjauhi mu karena kau tahu Harry yang terbaik untuk mu, aku mengalah untuk sahabatku karena aku tahu kalian saling mencintai." Aku terdiam mendengar apa yang baru saja ia katakan.

"Pergi Ron! Aku ingin sendirian!" ujarku

"baik, aku akan pergi, tapi ingat Mione, hentikan semua nya, sebelum semua orang yang ada dalam permainan mu terluka dan membenci mu. Perasaan mereka bukanlah pelampiasan yang tepat untuk ke-egoisan mu. Dan kalau ibumu tahu, aku yakin dia akan menilai kau tak ada bedanya dengan gadis murahan!" ujarnya

"aku bilang pergi Ron!" Aku kembali membentaknya dan menangis, GADIS MURAHAN? HAH, benar-benar kata yang tajam dan cukup membuatku terluka, tapi aku rasa kata-kata Ron, barusan benar-benar menggambarkan siapa aku saat ini.

Aku jatuh terduduk di rerumputan, dan kembali menatap danau, aku menangis, Harry selalu ada di sampingku saat aku menangis, dan lemah tak berdaya seperti ini, tapi sekarang dia tak ada di sampingku, dia pasti membenciku, Theo, Theo mungkin juga akan membenciku saat ini, apalagi Ginny, kau bodoh Mione, kenapa kau begitu ceroboh dan tolol saat memutuskan hal ini. Tujuan awalku untuk tak ke hilangan Harry dengan cara ini sepertinya salah besar, aku justru kehilangan pria yang paling kucintai saat ini dengan cara ini, karena ke-egoisan ku.

Aku ingin sekali mengajak Theo bicara saat ini dan mengakhiri semuanya, tapi hal ini tak akan bisa dilakukan dengan semudah itu, kenapa semuanya jadi begitu rumit seperti ini? kenapa aku bisa setolol ini saat memutuskan hal ini? kenapa kau begitu ceroboh Mione, sekarang bagaimana caranya aku menghentikan semua permainan ini, dan memperbaiki semuanya? Aku benar-benar bingung, kalau aku tak menyelesaikan semua ini, maka kami berempat akan berada di dalam lingkaran penderitaan ini.

Harry POV

Aku sedang duduk didepan perapian dengan Ginny, aku merangkulnya, sementara ia merapatkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di dada bidangku. Aku tak menyimak sama sekali apa yang di katakan Ginny, hanya menanggapinya sesekali dan selebihnya fikiranku terfokus pada Hermione, aku merindukannya selama dua bulan terakhir ini aku menjauhinya dan bersikap dingin padanya hanya karena aku ingin melupakannya melakukan permintaannya waktu itu, dan mencoba memperbaiki hubunganku dengan Ginny yang rasanya akan sangat mustahil untuk di perbaiki.

"Harry…" aku tersentak saat Ginny memanggilku

"ya, ada apa, love?" tanyaku

"kau tak mendengarkan ku ya?" Tanyanya lagi

"ehm… maaf, aku rasa aku sudah mengantuk sekarang, biar ku antar kau sampai ke asrama Gryffindor." Ujarku, saat aku ingin berdiri Ginny menahanku.

"aku menginap ya?" Pintanya

"tidak bisa Gin, kau sudah sering menginap di sini, jangan buat murid-murid lain berfikiran jelek terhadap kita." Ujarku lalu mengantarnya ke-asrama Gryffindor, saat aku berbalik dan berjalan kembali ke ruang asrama ketua murid, aku berpapasan dengan Mione, yang juga berjalan kembali ke asrama ketua murid. Kami berdua berjalan dalam diam, dan tak berbicara sepatah kata pun.

"mengantar Ginny?" tanyanya

"ya, dan kau sendiri?" tanyaku dengan nada dingin dan ketus yang kubuat-buat, maafkan aku Mione.

"kau berubah Harry." Ujarnya, aku berhenti, dan menatapnya

"kau yang memintanya, Mione!" ujarku sambil melangkah masuk ke ruang asrama ketua murid.

"aku memang meminta mu untuk kembali pada Ginny tapi bukan untuk menjauhiku!" ujarnya

"tapi kau tahu kalau hal itu merubah segalanya!" ujarku sambil menuang Fire Wisky kedalam Gelas dan duduk di depan perapian, selama dua bulan terakhir ini aku memang sering minum untuk mengurangi rasa stress ku selama beberapa bulan terakhir ini.

"berhenti minum Harry!" Ujar Mione, aku tersenyum saat mendenganya melarangku seperti itu.

"apa peduli mu, Mione?" Tanya ku, sambil menegak Fire Wisky ku dan beranjak ke Pantry untuk menuangnya lagi.

"Ron bilang kau sering mabuk sekarang, sudah cukup Harry!" ujarnya sambil merebut botol Fire Wisky yang ada di tanganku.

"Berhenti campuri urusan ku, dan berhenti membuatku tersiksa Mione! Jangan pernah peduli padaku untuk hal apapun karena kau tak pernah peduli pada perasaan ku, jadi lebih baik jangan pedulikan aku, mengerti?" aku membentaknya dan berjalan meninggalkannya, langkahku terhenti saat mendengar isakkan tangisnya.

"Maafkan aku, Harry. Aku tak bermaksud melakukan hal itu, aku hanya takut kehilangan mu kalau aku menerimamu saat itu, aku tak bisa membohongi diriku lebih lama lagi, Harry. Aku mencintaimu, lebih dari apapun, maafkan aku." Ujarnya, aku berjalan berbalik kearahnya dan memeluknya.

"Gadis bodoh! Ku kira kau Jenius tapi ternyata kau benar-benar bodoh, kau kira aku akan menyakitimu, seperti yang di lakukan ayah mu? Aku bukan tipe orang seperti itu Mione!" ujarku.

"Maafkan aku, Harry…."

"shhh, berhenti meminta maaf, Mione, tak ada yang perlu di maafkan." Ujarku, dan mempererat pelukan ku, aku membawanya agar duduk di sofa, dan aku merangkulnya, aku benar-benar merindukannya.

"aku akan mengakhiri hubunganku dengan Ginny besok." Ujarku, Hermione mengankat kepalanya dan menatapku tak percaya.

"tapi, Harry…"

"percaya padaku, aku hanya tak ingin dia semakin terluka lagi, Mione, aku tak bisa." Ujarku, Mione terlihat bingung sebelum akhirnya berbicara padaku

"aku, butuh waktu untuk mengakhirinya dengan Theo, Harry. Aku tak bisa menjelaskan semuanya pada Theo." Ujarnya

"kita berpacaran diam-diam di belakangnya setelah aku mengakhiri semuanya dengan Ginny, setelah itu baru kita beri tahu Theo saat kau sudah siap." Aku tahu ini tindakan bodoh, karena aku yakin Mione pasti akan menolaknya.

"aku tak bisa Harry, Theo, dia sudah sangat terluka Karena kita aku tak mau menambah sakit hatinya lagi, Harry. Aku mohon bersabarlah. Aku juga tak bisa membayangkan reaksi Ginny, kalau kau mengakhiri hubungan kalian besok. Aku rasa kita harus menunggu waktu yang tepat Harry." katanya

"lalu bagaimana dengan kita, Mione?" Tanyaku

"kau, mau kan menunggu sebentar lagi?" Pintanya, aku mengangguk dan kembali memeluknya

"baiklah, aku akan menunggu." Ujarku.

Hari semakin malam, dan permasalahan yang kami hadapi semakin rumit, aku tak tahu bagaimana harus mengatakan hal ini pada Ginny begitu juga dengan Mione, yang tak tahu bagaimana caranya mengakhiri hubungannya dengan Theo. Tapi aku yakin kami akan menemukan jalan untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah ini, walaupun aku tahu Theo dan Ginny adalah pihak yang paling menderita karena permainan tolol bernama cinta yang sudah kami mulai ini.

Aku menemani Mione, tidur di kamarnya, dan malam ini aku akan tidur di sini menemaninya, aku memeluknya dan membiarkannya terlelap di dalam dekapanku.

TBC.

Hua… Tambah gak nyambung and OOC ya? Maaf deh, Flo Cuma author pemula yang bisa bikin pusing para Readers, karena itu Flo butuh banget Review nya, ayolah jangan pelit kasih Review, buat menghargai hasil kerja keras flo#halah, oh iya, maaf kalo misalnya cerita Flo gak jelas atau sebagainya, aku sih ngehargain kalian yang udh Review dan ngeflame aku. makasih banyak untuk yang udh review yah, dan yang ngeflame juga…