Suasana gazebo yang masih ramai tampak masih menghiasi siang hari yang cukup panas tersebut. Kebanyakan tampaknya sedang reuninan setelah libur pekan sunyi, tetapi ada juga yang belajar untuk ujian besok.
Seperti sepasang manusia yang sedang duduk di ujung gazebo. Sang pemuda itu tampak menjelaskan prinsip sederhana metode numerik, sementara gadis berambut indigo di depannya tampak mengangguk-anggukan kepalanya.
"Jadi, kita memanfaatkan posisi vektor yang tegak lurus untuk memantau semua vektor di himpunan, kemudian kita bentuk ortonormal. Itu prosesnya ruwet juga sih, aku juga males ngitungnya" Kata Sasuke yang hanya dijawab dengan anggukan pelan oleh Hinata.
Itu adalah soal yang kemaren seharian tidak bisa di selesaikan oleh Hinata, tetapi tampaknya Sasuke juga males menghitungnya.
"Ah...! Kok males sih, hitung dong, hitung. Kau gak tau apa aku sudah menghitung seharian untuk soal yang satu ini dan salah mulu" Kata Hinata dengan nada yang merajuk.
"Astaga...! Apa kau gak tau apa fungsi di temukannya kalkulator? Kau anak ilmu komputer kan? Masa ngitung ginian aja pake jari, ya gak selesai-selesai lah" Ledek Sasuke yang pastinya membuat gadis yang berada di depannya itu memanyunkan bibirnya.
"Kau terlalu tergantung dengan teknologi, apa yang akan kau lakukan jika kau tersesat di hutan? Masih bisa pake kalkulator?" Sanggah Hinata dengan wajah sebal. Sasuke tampak memiringkan kepalanya mendengar ucapan Hinata yang terdengar sangat tidak masuk akal tersebut.
"Baaakaaa, kalo tersesat di hutan yang cari makanan dan jalan pulang, gak usah ngeribetin soal kayak gini. Astaga, nih orang" Kata Sasuke dengan nada gemas.
"Yah...! Kan cuman misalnya aja, kamu gak bisa make imajinasi gitu ya" Sahut Hinata tetep gak mau kalah.
"Siapa yang mau ngasih soal pada orang tersesat sih? Ga penting banget" Timpal Sasuke.
Hinata pun memalingkan wajahnya dengan ekspresi sebal melihat pendapatnya dipatahkan oleh Sasuke. Apa-apaan sih nih orang? Baru aja dateng udah nyebelin kayak gini.
Dan yang bikin Hinata tambah sebel adalah, sikap Sasuke yang tampaknya tidak peduli dengan wajah sebelnya dan sekarang sedang mengutak-atik hapenya dengan wajah datar dan malas.
"Ada lagi yang mau kau tanyakan?" Tanya Sasuke.
"Enggak" Jawab Hinata singkat saja, masih dengan wajah yang jutek.
"Baguslah. Pulang nih?" Tanya Sasuke lagi.
"Pulang aja sana" Jawab Hinata.
Sasuke hanya bisa menatap Hinata dengan tatapan heran, tetapi kemudian dia sedikit tersenyum geli melihat tingkah Hinata yang tampak merajuk seperti anak kecil tersebut.
"Dasar, kayak bocah aja. Gitu doang ngambek, kalo aku pulang ga nyesel nih? Katanya kamu nyariin aku dari kemaren" Goda Sasuke, tetapi tampaknya Hinata sudah terlanjur ngambek sehingga dia tidak menghiraukan apa yang dibicarakan oleh Sasuke.
"Baiklah, baiklah, untuk kali ini akan aku hitungkan" Kata Sasuke sambil mengambil kertas yang berada di depan Hinata.
"Tidak pakai kalkulator?" Tanya Hinata masih dengan nada merajuk.
"Tidak pakai kalkulator" Kata Sasuke sambil menuliskan beberapa oret-oretan di lembar yang diserahkan oleh Hinata tersebut. Derajat kemanisan gadis tersebut langsung meningkat setelah dia memandang Sasuke dengan tatapan ceria dan dihiasi oleh senyuman di bibir tipisnya.
"Hehe...! Lucu ya? Kamu yang mau belajar aku yang harus hitung" Ledek Sasuke ketika mendengar suara tertawa geli dari Hinata. Gadis itu pun memperhatikan tulisan yang dibuat Sasuke diatas kertasnya.
"Ngomong-omong, tadi kamu kemana sih? Gak ikut UAS dan tiba-tiba menghilang selama tiga hari" Tanya Hinata mencoba membuka pertanyaan dengan Sasuke.
"Aku tadi ketiduran sih" Jawab Sasuke dengan nada datar.
"Heh...! Jadi? Gimana dong dengan nilai UASmu? Apakah ada UAS susulan?" Tanya Hinata dengan nada kaget. Tampaknya gadis yang satu ini kaget dengan nada Sasuke yang tidak panik sama sekali, bahkan saat dia tidak ikut UAS sekalipun.
Mata onyx Sasuke pun mengalihkan pandangannya pada Hinata dengan ekspresi heran.
"Ah, iya. Kau gak pernah masuk kuliah jadi gak tau berita" Kata Sasuke. Hinata tampak sedikit kesal ketika mendengar Sasuke mengucapkan hal itu.
"Jadi, aku bebas UAS. Dan tadi aku menemui sensei supaya aku bisa absen saat UAS meskipun terlambat" Jawab Sasuke. Hinata jelas terkejut dengan ucapan Sasuke.
"Apa yang kau maksud dengan bebas UAS? Kita gak perlu ikut UAS terus dapet A gitu?" Tanya Hinata dengan ekspresi terkejut.
"Bukan A, tapi S+. Dan tidak hanya SBD saja, aku juga bebas UAS metode numerik, dan IMK. Makanya kemaren aku tidak datang kesini" Jawab Sasuke. Dahi Hinata tampak berkerut mendengar ucapan Sasuke.
"S+?" Ulang Hinata untuk meyakinkan dirinya bahwa telinganya tidak salah dengar. Apaan nilai S+? Kok dia baru dengar ya? Emangnya ini permainan Get Rich apa?
"Bukan, baka. Tentu saja A" Timpal Sasuke. Gadis berambut indigo itu kembali memasang wajah kesal ketika dirinya merasa di permainkan oleh Sasuke.
"Terus, tiga hari kemaren kau..." Hinata tampak menghentikan kalimatnya ketika melihat coretan yang ada di soal yang sedang dihitung oleh Sasuke.
"Eh...! Ngitungnya cepat sekali sih?" Tanya Hinata ketika melihat Sasuke sudah hampir selesai.
"Kan pake octave" Jawab Sasuke enteng.
"Yah...! Curang, kan katanya tadi gak pake kalkulator" Jawab Hinata sambil kembali memasang wajah ngambek. Sasuke pun mengangkat pandangannya kearah Hinata yang sedang merajuk tersebut.
"Apa kau sebegitu inginnya aku menderita dengan menghitung angka-angka tidak masuk akal ini dengan pikiranku saja? Lagipula aku tidak pake kalkulator kok, aku kan pake octave" Jelas Sasuke. Tapi percuma, Hinata sudah kembali merajuk dan tidak mau menghiraukan penjelasan Sasuke.
Sasuke pun hanya bisa mendesahkan nafasnya panjang melihat Hinata yang sudah memasang wajah kesal tersebut. Dia pun mengeluarkan sehelai kertas dari sakunya dan kemudian berdiri sambil membawa kertas berwarna merah muda tersebut di tangannya.
Bau maskulin yang khas tercium dari kertas tersebut dan sukses menarik perhatian Hinata. Gadis itu pun menolehkan kepalanya dengan wajah penasaran dan...
"Aduh..." Pekik Hinata ketika Sasuke dengan wajah tak berdosanya menepuk dahinya pelan. Sehelai kertas wangi itu pun sekarang menempel di dahinya seperti kertas jimat yang menempel di dahi vampir china.
"Sebenernya aku mau ngasih itu baik-baik, tapi karena kamu tidak peduli, yah... seperti itu deh" Kata Sasuke sambil duduk dan mengalihkan pandangannya kearah lainnya. Biji lavender milik Hinata pun tampak melirik keatas, kearah kertas yang di tempelkan di dahinya tersebut.
"Lo...ve...Let...er" Ejanya pada huruf yang tampak terbalik dimatanya tersebut.
"Jangan keras-keras bacanya, baka" Sahut Sasuke.
Hinata pun langsung mengambil kertas merah muda yang berada di dahinya tersebut dengan wajah terkejut. Tulisan itu ditulis dengan tinta warna merah muda yang berkilap dan empat buah hati berwarna putih yang di garis hitam dibawahnya.
Hinata pun menatap Sasuke dengan tatapan minta penjelasan dan keyakinan.
"Udah, baca aja lagi. Apa mau aku yang bacakan?" Tanya Sasuke dengan nada datar. Ih...! Apaan sih? Jutek amat?
Hinata pun menarik sebuah benang yang menjuntai disamping kertas tersebut. Hati yang tadinya berwarna putih itu pun berubah menjadi warna hijau setelah Hinata menarik seperempat kertas yang berada di dalamnya.
Kok hijau sih?
Masa bodoh deh.
Kau membawakanku keceriaan
Sekali lagi, Hinata menarik benang tersebut. Hati yang kedua menjadi berwarna kuning.
Saat yang kurasakan hanyalah kesedihan
Wajah manis Hinata tampak tersenyum kecil membaca kata-kata singkat dari Sasuke. Dia pun menarik benang itu lagi, kali ini hati ketiga berubah jadi jingga.
Kau menemaniku duduk disini
Dia pun menariknya kembali, hati yang terakhir menjadi warna merah.
Ketika yang kurasakan hanya kesepian
Eh...! Hanya itu aja? Bukannya empat hati udah berubah semua ya? Tapi, Hinata menarik benangnya dan kertas yang di dalam itu pun lepas dari kertas ping tadi.
Bersamaan dengan itu, kertas tersebut membuka menjadi tiga bagian dan kemudian keluarlah sebuah pop up hati berwarna merah tua dengan tulisan I dan U di atas dan bawahnya. Sementara di bagian bawah kertas tampak gambar dirinya, yang dia akui digambar dengan sangat bagus sekali dan juga sebuah callout (itu loh, yang biasanya ada di komik-komik) yang menunjuk keatas.
"Intinya, aku cuma mau bilang bahwa aku suka kamu. Jadi..." Hinata tampak terkejut dengan tangan kanannya yang tiba-tiba saja diambil oleh Sasuke. Pemuda berambut raven itu sekarang tampak berdiri dihadapannya, dengan wajah serius, tidak datar dan penuh dengan ledekan seperti biasanya. Mata onyxnya tampak penuh dengan determinasi, meskipun membawa kelembutan dan menenangkan siapapun yang melihatnya.
"Maukah kau menungguku mengumpulkan modal untuk melamarmu"
"Dengan menjadi pacarku?" Kata Sasuke.
Eh...! Apakah pemuda ini memang sudah berpikir sejauh itu? Wajah Hinata tampak memerah mendengar ucapan Sasuke yang terdengar tegas tersebut. Mata lavender itu pun tak kuasa menatap wajah Sasuke dan segera menundukkan kepalanya, melihat kearah gambar dirinya yang dibuat dengan sempurna dan...
Benang yang tergantung di atas callout tersebut. Mungkinkah? Hinata pun menarik benang tersebut dan otomatis, callout tersebut berisi kata 'YA'
"Yap...! Sudah diputuskan" Sahut Sasuke sambil kembali ke tempat duduknya. Hinata pun hanya bisa memandangnya dengan pandangan heran. Jadi dia disuruh menjawab dengan benang ini ya? Senyuman manis tampak tersungging di bibir indah gadis tersebut. Tapi beberapa saat kemudian, senyuman manis itu pun berubah menjadi senyuman jahil. Dia pun menarik benang itu lagi untuk mengganti jawabannya.
Tapi, wajahnya bertambah heran ketika melihat apa yang keluar di dalam callout tersebut.
'TENTU SAJA'
Dia pun terus menariknya untuk mengubah jawabannya.
'BAIKLAH'
'AKU MAU'
'I LOVE U 2, SASUKE...'
Senyuman jahil pun tampak tersungging dari wajah pemuda tampan tersebut ketika melihat Hinata kebingungan.
"Terkadang optimis juga perlu kan?"
FIN?
Oke, oke, Sasuke gak gentle banget ya nembak pake surat wkwkwkw...! Tiba-tiba aja author dapat ide ketika melihat animated DIY di google. Keren tuh, author mungkin coba buat gituan juga ah.
Sebenernya males juga sih kalo endingnya kayak gini, tapi author juga gak tau mau diterusin kayak gimana. Apalagi semester ini ada 4 praktikum dan 2 asistensi (alamat gak tidur nih T_T).
Okelah, jika ada waktu mungkin akan author buat sedikit lanjutannya, tapi untuk sekarang sampe sini dulu aja deh.
Thanks for Read
Don't Forget to Review
