Ritzter-Work'Z, Presents…

Persona 3 FES : Iwatodai Rifleman

Summary : Dengan matanya yang tajam dan Squad yang siap tempur, ia siap membongkar semua misteri…

Genre : Action/Adventure, Friendship, Romance(diusahakan), Humor(diusahakan), Mystery, Drama, Supernatural

Rating : T, semi-M, FLUFFY SMUTTY LEMONY M! *AAAARRGHHH! PERVERT!*

WARNING! : OC, OOC, Typo, Gaje, rating pasang surut, lawakan super RENYAH/GARING!, Spoiler, ada penggunaan senjata api!

Disclaimer : Persona 3 FES-ATLUS, Glock 21-Glock Firearms Co., SKS-Sergei Simonov/Tula Arsenal, AK-47-Mikhail Kalashnikov/Biro Desain Izhevsk.

Author's Note : Miss me?

BALAS REVIEW nanti aja yah?

Sekelebat Info

Biar gak bingung ngurusin tanggalnya, ini ada format baru + Penjelasan.

Afternoon. Saturday 5/9/2009 [66.66AMPM] Keadaan/Cuaca. Hari Bulan/Tanggal/Tahun [Jam]

P.S – READ ON…!


Iwatodai Station, at the Monorail Train…

Dark Hour. Saturday 5/9/2009 [Dark Hour]

*Niko's POV*

Sial… gak seperti yang diharapkan…

Sudah senjata bagus-bagus…

Baju ringan…

Kena sial diserbu dari belakang!

Duh… sakit semua badanku.

"Niko, bagaimana keadaanmu!?"

Ada Mitsuru di radio, malas aku balas.

Enak tidur, pura-pura gak dengar apa-apa…

Junpei terkutuk, dibilangin ngotot… kambing iblis otak mesum…

Wow…

Badanku bergerak sendiri!

*End Niko's POV*

"Niko… oi, bangun!" Junpei susah payah menggoyang-goyangkan badan Niko yang pingsan.

"Dia pingsan…" tebak Yukari.

"Bisa gawat ini." Minato mulai memikirkan sesuatu.

"Aku punya ide!" kata Junpei "Niko… WOY BA-*PLAK!*" Sebuah tamparan melayang tepat ke pipi Junpei.

Niko kelihatannya terbangun "Aku koma, coba santai banguninnya!" Semua orang di kereta sweatdrop.

"Kau ini bikin takut saja, ayo ke lokomotif… keretanya jalan ini!" pekik Yukari.

"Hmm… jalan…" Niko tidak sadar, lalu… "ASTAGA! KERETANYA JALAN!"

"Itu masalahnya, 2 Gerbong lagi kita sampai ke lokomotifnya." Kata Minato "Ayo, ada kereta di depan… kita harus cepat-"

"KALAU GAK KERETANYA NABRAK! AYO!" Niko buru-buru pergi sambil me-reload senjatanya.

"Oi, jangan jadi Junpei!" Yukari meneriaki Niko.

Di Gerbong Terakhir…

Minato c.s tiba di gerbong terakhir menuju Lokomotif. Situasi makin menegangkan , semua yang ada di lapangan berpikir yang tidak-tidak. Mereka berpikir apa sebenarnya yang mengendalikan kereta ini, padahal listrik seharusnya benar-benar mati.

"Kalian telah sampai. Apa kalian siap?" Mitsuru memanggil.

"Gak tahu nih…" Niko garuk-garuk kepala "Kayanya aku harus main di jarak jauh kalau begini caranya."

"Maksudnya?" Tanya Junpei.

"Gak perlu tahu. Wek!" Niko melet.

"Awas kamu, iya…"

"Sudah-sudah! Siap gak bertarung nih?" Yukari panas sama "Bocah-bocah"

"Kirijo-senpai, kami siap!" Minato angkat bicara.

"Roger, bersiaplah. Hati-hati."

"Tunggu!" Niko menahan.

"Apalagi? Ayo kita habisi Shadow di dalam!" Junpei tiba-tiba bersemangat.

"Sebelum bertarung mari kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing…" Niko menggabungkan tangan "Berdoa mulai…"

Semua SEES lapangan juga ikut menggabungkan tangan tanpa komentar.

"Amin… AYO!" Niko masuk ke lokomotif, disusul oleh yang lain.

"AYO!" pintu ke lokomotif terbuka…

"YA TUHAN!" Niko berteriak.

Didalam Lokomotif, SEES vs Arcana Priestess


"Harus bilang SEKSI apa MENJIJIKAN!?" Niko mulai berkata-kata tak jelas.

"Itu dia, apa kalian siap?" Tanya Mitsuru dari komunikasi jarak jauh.

"Ini geli!" Junpei juga jijik "Apa kita harus melawan badut itu?"

"Eh… jujur aku agak kurang suka melihatnya." Yukari menunduk.

"Hmm… ayo kita bersihkan." Minato memasang kuda-kuda, siap untuk menyerang.

"Ngomong-ngomong… *DREDEDEDEDEDED*"

Shadow Priestess terlihat menggelinjang karena tembakan Niko, Junpei terkejut. "Niko! kau gila!" teriak Yukari. Shadow Priestess terlihat marah dan terlihat akan menyerang. Ia men-summon 2 Shadow jenis Spore di depannya.

"Kita tak boleh menyerang secara membabi buta…" kata Minato "Kita butuh strategi."

"Bagaimana dengan 2-1-1?" Junpei mengusulkan. "2 serang Perempuan itu, sisanya serang anak buahnya."

"Terdengar seperti sepak bola…" cewek berchoker ini terlihat kurang setuju.

"Kalian pasti tidak menginginkannya…" "Hanya perlu beberapa perbaikan." Niko mengarahkan senjatanya ke salah satu Shadow Spore "Kalian cukup habisi Priestess, aku bereskan mereka yang kecil agar tak menyusahkan kalian. Kalian bisa bilang aku lebih fleksibel dari Yukari, dengan senapan otomatis yang kuat ketimbang busur dan anak panah."

"Kau menghinaku?" Yukari mengeluarkan aura gelap.

"Oh gak gak gak ampuuun…"

"Aku setuju dengan itu…" Minato mengeluarkan Evoker dan menggunakannya "Persona!" Orpheus pun keluar

Lalu di ikuti SEES yang lain kecuali Niko "Persona!"

"Okee…" Niko membidik dengan cermat "Bisa lucu kalau sampai gak kuat…"

Niko mengubah AK-nya ke mode Semi-Auto… "Santai…" *DER-DER-DER-DER-DER-DER-DER-DER* satu Shadow pun tumbang dan menghilang.

"Satu lagi…" *DER-DER-DER-DER-DER-DER-DER-DER* Shadow satu lagi pun musnah.

Niko mampu melihat Orpheus milik Minato banyak menyerang Shadow Priestess dengan Agi, Hermes Junpei dengan serangan fisiknya dan Io milik Yukari menyerangnya dengan Garu. Tiba-tiba hal aneh terjadi, pintu lokomotif terbuka dan terlihat tidak ada apa-apa. Niko yang menyadarinya sendiri menoleh kebelakang dan memperhatikan sebentar karena Satuan Penyerbu Priestess sedang bertarung melawan Arcana Shadow menjijikan itu, Terlihat Spore tak ada yang muncul Niko pun melapor ke Minato.

"Minato! Pintu gerbang terbuka, bisa kau menangani Priestess!?"

"Periksa, Niko! Kami bisa menangani ini." Balas Minato.

"Roger!" Niko pun mundur mencari sebuah hal aneh.

Ia memeriksa segala sudut gerbong… dia bingung apa yang membuatnya terbuka sendiri.

"Aneh? Tak ada apa-apa disini…" tanya Niko dalam hati. "Tapi kenapa terbuka? Aku kan tidak dekat sama pintu itu…"

Sebuah bayangan hitam berdiri dibelakang Niko secara tiba-tiba, terdengar suara "Cklak" seperti dari sebuah senjata, Niko pun menoleh.

"Siapa itu!?" Niko melihat sekeliling…

Ia tak melihat apa-apa, dia tak merinding… namun ketegangan menyelimuti atmosfir Niko, dan ia belum tentu tahu itu Shadow atau manusia lain.

"Chyert voz'mi! Keluar kau sebelum ku-" Tiba-tiba sepasang mata merah berada di hadapannya, Niko pun terkejut namun tak bisa bersuara karena kagetnya. Mata merah tadi kemudian mengacungkan semacam ujung pistol di kepala Niko.

"Segitiga… Desert Eagle!? Mati aku…" Niko berkata-kata dalam hati ditambah dengan pikiran kacau.

Walau Ia membawa AK, ia tak akan bertindak konyol dengan mengangkat senjatanya secara langsung ataupun bergerak seincipun. Keringat bercucuran di wajahnya, Ia pun dirundung ketakutan…

"Dobro pozhalovat', Niko…" Pemilik mata merah menyala itu berbicara bahasa Rusia dengan suara feminine, atau bisa dibilang suara perempuan "Kenapa lama sekali?" pemilik suara itu tiba-tiba menghilang di kegelapan dengan kalimat yang begitu sedikit.

"…" Niko terpaku di tempat yang sama, Ia masih belum ingin bergerak untuk menjaga keamanan dirinya. Tiba-tiba…

*DOR-DOR*

Tepat di sebelah Niko ternyata ada Shadow seperti jeli yang ingin menyerang Niko dari belakang, dan sepertinya "perempuan" itu menembaknya untuk menyelamatkan Niko.

"Spasibo…" Niko pun meninggalkan gerbong itu, dan kembali ke lokomotif untuk menemui teman-temannya.


Kembali ke Lokomotif…

Niko yang dari gerbong belakang kembali ke gerbong terdepan. Ia melihat tak ada lagi apapun, hanya tinggal 3 orang anggota SEES ngos-ngosan.

"Kok belum berhenti?" tanya Niko datar.

"Kita pergi terlalu cepat! Kita harus menghentikan kereta ini!" Yukari dalam keadaan panik.

"Apa yang kalian tunggu!? Cepat hentikan keretanya!" Mitsuru berteriak di telinga kami.

"Sialan, aku gak tahu cara menghentikan benda ini!" Junpei terlihat kebingungan dari ekspresi wajahnya.

"Kan ada tuas pengereman di lokomotif…" tiba-tiba Niko terdengar memberi usul.

"Kyaaaah…!" Yukari menunduk ketakutan.

Minato tanpa banyak omong berlari ke lokomotif dan menarik tuas pengereman darurat kereta itu. Dikala semua orang tertunduk untuk melindungi diri mereka, Niko berdiri tegak hanya berusaha menstabilkan diri ketika terjadi pengereman mendadak.

"Wow…" Niko bergoyang-goyang.

"A-Apakah kita sudah berhenti?" Junpei mengangkat kepala.

"Kupikir begitu…" Yukari menanggapi.

"Tentu, teman…" Boss Lapangan Emo keluar dari lokomotif dengan santainya.

"Hebat…" Niko mengacungkan jempol, tanpa senyum. Semua orang tiba-tiba melihat ke arah Niko "Ada apa? Tatapan kalian kok begitu?"

"Niko, ada apa denganmu?" Junpei berdiri "Sejak dari belakang kau begitu… begitu… tenang, mungkin?"

"Kau tidak sakit, kan?" tanya Yukari ke Niko.

"Gak…"

"Apa semuanya baik-baik saja?" Mitsuru meminta laporan situasi.

"Y-Ya, kami baik-baik saja…" Yukari pun berdiri "Ha, haha… kakiku gemetaran…"

"Bung, aku keringatan gila…" Si Janggut mengelap wajahnya.

"…" Niko tak berkata apa-apa.

"Fuh… syukur kalian baik-baik saja, Bagaimana Niko? aku melihatnya ke gerbong belakang tadi…"

"Niko?" Minato memanggil Si Gaijin itu.

"Hah? Oh… aku santai Mittcha…uh… Senpai."

"Dia terbata-bata… bung, apa yang kau lihat di belakang tadi?" Junpei khawatir.

"Tidak ada…" kata Niko "Aku ngantuk, ayo pulang…"

"Maaf aku tak bisa melakukan yang lain tadi. Aku tak melihat ada pergerakan Shadow tadi, kalian bisa pergi sekarang…"

"Maaf…"

"Huh? Kenapa, Niko?" Gadis Cardigan pink terlihat khawatir.

"Ayo pulang…" Niko membuka pintu lokomotif dan keluar "Aku ngantuk…"

Semua anggota SEES pun kebingungan akan tingkah Niko yang tidak biasanya se-"simple" itu. Tapi mereka lebih memilih tak bertanya dan membiarkan ini semua tetap di titik "selesai".

Niko bergumam sendiri, dia seperti di landa trauma "Siapa dia…"


AUTHOR'S NOTE

Aku masih mencintai Persona :)

Ritzter-Work'Z, Shutting Down…